cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
MAJALAH ILMIAH GLOBE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
PEMETAAN JASA EKOSISTEM MANGROVE DI KAWASAN HUTAN LINDUNG PULAU RIMAU, KABUPATEN BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN Yuliana, Ernik; Winata, Adi; Rahadiati, Ati; Hewindati, Yuni Tri
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2020.22-2.1087

Abstract

Ekosistem mangrove memberikan fungsi-fungsi penting bagi manusia dan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian adalah menganalisis dan memetakan jasa ekosistem mangrove bagi masyarakat dan lingkungan. Lokasi penelitian adalah ekosistem mangrove di Kawasan Hutan Lindung Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Data primer berupa data ekologi dan sosial. Data ekologi meliputi keragaman abiotik, keanekaragaman jenis mangrove, struktur vegetasi pohon mangrove, keragaman fauna, pH substrat mangrove, dan pH air; sedangkan data sosial adalah persepsi masyarakat tentang ekosistem mangrove. Data sekunder mencakup berbagai informasi penunjang yang diperlukan, yaitu penggunaan lahan, pemetaan lahan mangrove, dan data-data lain terkait jasa ekosistem. Untuk pengambilan data sosial, populasi penelitian adalah warga Kecamatan Pulau Rimau dan Tanjung Lago yang memanfaatkan jasa ekosistem mangrove, sedangkan sampel penelitian berjumlah 60 orang, ditentukan secara random sampling. Data primer yang diperoleh dari survei lapangan disajikan dalam bentuk tabulasi, grafik, dan uraian. Analisis jasa ekosistem menggunakan Matriks Permintaaan-Penawaran jasa ekosistem bagi masyarakat, dengan menilai kapasitas ekosistem, permintaan jasa ekosistem, dan keseimbangan jasa ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas ekosistem mempunyai relevansi sedang sampai tinggi, dan mempunyai nilai jasa yang berlebih dibandingkan dengan permintaan, artinya ekosistem dalam kondisi baik.
PREFACE MAJALAH ILMIAH GLOBE VOL 22 No. 2 Globe, Majalah Ilmiah
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2020.22-2.1229

Abstract

DINAMIKA KONSENTRASI EMISI GAS KARBON MONOKSIDA (CO) SELAMA PERIODE PSBB MENGGUNAKAN KOMPUTASI BERBASIS CLOUD PADA GOOGLE EARTH ENGINE Studi Kasus di Provinsi DKI Jakarta, Indonesia Indriyaningtyas, Sheffiera; Hasandy, Lucky Rakananda; Dewantoro, Bayu Elwantyo Bagus
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2021.23-1.1258

Abstract

Kondisi pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di tahun 2020 menjadikan Provinsi DKI Jakarta yang memiliki kepadatan penduduk tinggi hingga 15.900 jiwa/km2 pada tahun 2019 perlu menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan tujuan untuk mengontrol atau memutus rantai penyebaran COVID-19 sejak ditetapkannya pada April 2020. Kebijakan PSBB yang membatasi kegiatan masyarakat di DKI Jakarta tentunya tak hanya memberikan pengaruh pada kegiatan sosial, namun juga lingkungan akibat berkurangnya intensitas aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kebijakan PSBB di DKI Jakarta terhadap variasi emisi gas karbon monoksida (CO) di lapisan atmosfer yang merupakan salah satu parameter dari kualitas udara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik emisi gas CO dari Citra Sentinel-5P yang diekstraksi menggunakan komputasi berbasis cloud pada Google Earth Engine. Hasil penelitian menunjukkan adanya tingkat konsentrasi CO rata-rata dan total yang tinggi pada periode waktu 3 Januari- 9 April 2020 (sebelum Penerapan kebijakan PSBB), yaitu sekitar 0.0828 mol/m2 dan 21.205 mol. Kemudian, terdapat penurunan konsentrasi CO rata-rata dan total pada periode 10 April - 4 Juni 2020 (penerapan kebijakan PSBB DKI Jakarta), yaitu 0.0769 mol/m2 dan 19.673 mol. Namun konsentrasi karbon monoksida kembali meningkat pada periode PSBB Transisi (5 Juni-13 September), yaitu 0.0826 mol/m2 dan 21.136 mol.
EVALUASI TINGKAT AKURASI PEMETAAN HABITAT BENTIK PERAIRAN DANGKAL PADA PERBEDAAN JUMLAH KELAS MENGUNAKAN CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI Sugara, Ayub; Siregar, Vincentius Paulus; Agus, Syamsul Bahri
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2020.22-2.1137

Abstract

Pulau Sebaru Besar merupakan salah satu pulau yang terdapat di bagian utara Kepulauan Seribu yang memliki keanekaragaman habitat perairan laut dangkal dengan ketersedian data spasial yang masih sedikit. Penginderaan jauh dengan menggunakan citra resolusi tinggi diitegrasikan dengan data observasi lapang dapat menjadi alternatif sumber informasi terkait habitat bentik perairan dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi habitat bentik perairan dangkal di Pulau Sebaru Besar Kepulauan Seribu menggunakan Citra Worldview-2 dengan penerapan 9 dan 7 kelas serta melakukan uji akurasi hasil klasifikasi. Data Citra Worldview-2 yang digunakan merupakan salah satu citra resolusi tinggi dengan resolusi spasial 1.84 x 1.84 meter2  yang diakuisisi pada 27 Mei 2018. Survei lapang habitat bentik perairan dangkal dilakukan pada tanggal 10 – 12 Mei 2018 dan 09 – 10 Desember 2018 dengan teknik foto kuadrat yang menghasilkan sample sebanyak 159 titik. Persentase tutupan habitat setiap foto kuadrat dianalisis dengan perangkat lunak Coral Point Count with Excel extensions (CPCe). Berdasarkan hasil penelitian akurasi klasifikasi pemetaan habitat bentik perairan dangkal untuk 9 dan 7 kelas dihasilkan akurasi sebesar 63.2% dan 67.5% dengan algoritma Maximum Likelihood Classification (MLC). Habitat bentik perairan laut dangkal dapat dipetakan dengan baik sehingga bisa menjadi masukan basis data informasi untuk pengelola Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS) kaitannya dalam usaha monitoring habitat bentik terkhusus terumbu karang dan upaya konservasi habitat perairan laut  dangkal
PETA TIGA DIMENSI (3D) CITYGML UNTUK SIMULASI ALIRAN ANGIN MENGGUNAKAN OPENFOAM Izzaty, Ghalizha Zahra; Suwardhi, Deni; Windupranata, Wiwin; Harto, Agung Budi; Wijaya, Dudy Darmawan; Murtiyoso, Arnadi; Soeksmantono, Budhy
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2021.23-1.1260

Abstract

CityGML merupakan model data yang bersifat terbuka untuk memodelkan wilayah perkotaan maupun lanskap secara 3D. Dari lima tingkat perincian/Level of Detail (LOD) pada CityGML, LOD1 dan LOD2 menjadi tingkat perincian yang penting karena dimilikinya informasi mengenai struktur atap bangunan yang merupakan syarat data dalam pelaksanaan aplikasi seperti perencanaan detail maupun penataan lingkungan dan bangunan. Dalam mendukung perencanaan dan pengembangan perkotaan dan lanskap yang berkelanjutan, pengetahuan mengenai efek aliran angin di sekitar bangunan menjadi hal yang penting dalam menyelesaikan permasalahan perkotaan yang berkaitan dengan aliran angin. Integrasi model 3D CityGML dengan perangkat lunak simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) OpenFOAM dapat memberikan visualisasi dan informasi mengenai aliran angin di perkotaan dengan lebih baik. Makalah ini mempunyai tujuan untuk membangun dan memvalidasi model 3D CityGML LOD1 lanskap dari data DSM, DTM, dan tutupan lahan serta menerapkan simulasi aliran angin pada model 3D CityGML LOD1 lanskap yang telah dibangun dengan menggunakan perangkat lunak OpenFOAM. Model 3D LOD1 direkonstruksi dari data Digital Surface Model dan peta vektor 2D Kampus ITB Jatinangor, sedangkan bentuk atap pada model 3D LOD2 dihasilkan dari pengamatan stereo fotogrametri. Hasil simulasi aliran angin menunjukkan pengaruh model 3D LOD1 terhadap aliran angin berupa perubahan arah dan kecepatan, serta geometri model 3D LOD1 bangunan dan pohon menyebabkan informasi aliran angin menjadi kurang akurat di sekitar atap bangunan dan di sekeliling pohon. Hal ini dapat diperbaiki dengan menambah tingkat perincian model yang digunakan menjadi LOD2. 
PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAN JAUH MULTI-TEMPORAL UNTUK DETEKSI URBAN HEAT ISLAND (UHI) TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KABUPATEN BULELENG Adi Nugraha, A Sediyo; Atmaja, Dewa Made
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2020.22-2.1046

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) sering dipengaruhi oleh kepadatan penduduk dan perubahan penggunaan lahan. Perubahan tesebut memiliki hubungan dengan peningkatan suhu permukaan (Land Surface Temperature/LST) sebagai awal terjadinya UHI. Deteksi perubahan penggunaan lahan dan suhu permukaan dilakukan dari tahun 2000, 2010, dan 2018 pada daerah Kabupaten Buleleng dan berfokus pada Kecamatan Buleleng karena memiliki perubahan lahan terbangun lebih cepat dibandingkan kecamatan lain. Tujuannya untuk mengetahuii bagaimana fenomena UHI itu terjadi akibat dari perubahan penggunaan lahan. Selain itu, seberapa besar peningkatan suhu permukaan selama 18 tahun khususnya di Kecamatan Buleleng dengan mengetahui kondisi ditribusi dan intensitas UHI. Metode yang digunakan dalam deteksi UHI menggunakan citra penginderaan jauh multi-temporal yaitu citra Landsat 7 ETM+ dan citra Landsat 8 OLI/TIRS (The Operational Land Imager and the Thermal Infrared Scanner) sebagai data primer. Pengolahan data akan berfokus pada ekstraksi suhu permukaan dengan metode Split-Windows Algorithm Sobrino (SWA-S) untuk Landsat 8 dan metode Brightness Temperature Emissivity Correction untuk Landsat 7, kemudian Maximum Likelihood sebagai metode penggunaan lahan. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa penggunaan metode yang berbeda memberikan dampak terhadap fenomena UHI. Perbedaan suhu selama 18 tahun sebesar sebesar ±5°C hal itu dipengaruhi dari kondisi awan dan bayangan. Perubahan penggunaan lahan dari tahun 2000 hingga 2018 terdapat peningkatan lahan terbangun di Kecamatan Buleleng dan peningkatan suhu permukan sebesar 2°-7°C dari lahan terbangun. Fenomena UHI untuk distribusi dan instensitas UHI terjadi di daerah pusat perkotaan dan kenaikan intensitas UHI sebesar 1.75°C. kesimpulannya bahwa perubahan lahan terbangun memberikan dampak kenaikan suhu permukaan dan menyebabkan fenomena UHI.
ANALISIS PENGARUH GELOMBANG LAUT TERHADAP PENGGUNAAN BIAYA DAN JENISKAPAL PATROLI UNTUK OPERASI PENGAMANANLAUT NATUNA UTARA Purwanto, Bambang Rudi; Lazuardi, Rudi; Pranowo, Widodo Setyo
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2020.22-2.1187

Abstract

Kapal patroli merupakan salah satu unsur utama dalam penegakan kedaulatan di laut. Kekuatan kapal patroli saat ini sudah mengalami kemajuan yang signifikan. Kemajuan tersebut jauh dari yang diharapkan baik kuantitas maupun kualitas dihadapkan dengan luasnya daerah operasi seperti di daerah Laut Natuna Utara. Kondisi wilayah operasi di perairan Laut Natuna Utara yang sering mengalami cuaca yang tidak bersahabat terutama pada bulan Desember sampai dengan bulan Maret. Kondisi cuaca dan luasnya daerah operasi tersebut menunjukkan bahwa perlunya dilaksanakan pemilihan kapal patroliyang sesuai dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan untuk memilih alternatif jenis kapal patroli yang sesuai untuk melaksanakan operasi di Laut Natuna Utara. Metode Benefit Cost Ratio(BCR) dan teori gelombang laut menjadi metode yang digunakan untuk memecahkan permasalahan yang terjadi di Laut Natuna Utara. Berdasarkan penggunaan metode dan teori diperoleh prioritas alternatif kapal patroli yang terpilih yaitu kapal patroli jenis “C” dengan nilai bobot 1,5dan aman untuk melaksanakan operasi berdasarkan analisis gelombang laut.
ALOKASI PEMANFAATAN RUANG BERDASARKAN DAYA DUKUNG LAHAN DI SAWANGAN, DEPOK Sukwika, Tatan; Firmansyah, Irman
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2021.23-1.1049

Abstract

Pertumbuhan penduduk Kota Depok rata-rata per tahun sekitar 6%. Peningkatan ini berimplikasi pada penyediaan infrastruktur terutama permukiman. Kota Depok melakukan pengembangan sistem pusat pelayanan kegiatan (SPK) kota. Wilayah SPK tersebut dibagi dalam 11 jenis penggunaan lahan yang didominasi oleh permukiman sebesar 49,77%. Tujuan kajian ini adalah menganalisis kemampuan lahan untuk alokasi pemanfaatan permukiman dan memproyeksikan perkembangan wilayah dengan daya dukung lahan terhadap variable jumlah penduduk, PDRB, kebutuhan permukiman, kenyamanan tinggal dan timbulan sampah. Metode yang digunakan adalah analisis spasial dengan overlay peta untuk mengeksplorasi data dari perspektif keruangan sebagai dasar pengambilan keputusan dari kriteria klasifikasi kemampuan lahan yang dikaji. Metode sistem dinamik menggunakan data time series untuk memodelkan dan memproyeksikan variabel. Dari hasil analisis diketahui terdapat tiga sub kelas kemampuan lahan (KL) dengan faktor pembatas erosi (e), dan kelerengan (l) yaitu KL-II (63,8%,), KL-I (32,48%), dan KL-IV (3,72%). Selanjutnya hasil proyeksi 20 tahun (2010-2030) menunjukkan bahwa di Kota Depok terjadi peningkatan penduduk alami sebesar 52% dan kenaikan PDRB sebesar 80,39%. Kondisi kenyaman tinggal mengalami tren yang menurun mencapai 9 m2/orang. Sebaliknya, seiring pertambahan jumlah penduduk, tren peningkatan juga terjadi pada kebutuhan permukiman dan timbulan sampah. Secara garis besar, dapat disimpulkan bahwa terdapat penggunaan lahan aktual yang selaras dengan kemampuan lahan di sub-kelas IV. Hasil proyeksi daya dukung lahan menunjukkan bahwa kebutuhan permukiman lebih dinamis seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, sedangkan luasan permukiman cenderung tidak mengalami penambahan. Rekomendasi untuk lahan yang dikategorikan sebagai kelas kemampuan lahan IV-e, dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Selain itu arah kebijakan pemanfaatan pola ruang di Kota Depok diharapkan dapat lebih memperhatikan daya dukung lahan non permukiman.
GIS-MULTI CRITERIA DECISION ANALYSIS FOR LAND ALLOCATION IN CONFLICTING PURPOSE Case Study: Adjoining Area of D’Aguilar National Park, Brisbane, Australia Putra, Muhamad Iqbal Januadi
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2021.23-1.1255

Abstract

While there are much research has been conducted to apply the Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) and Geographic Information System (GIS) method to determine the suitability area for a particular purpose, only limited research has tried to examine the different approach to apply this method for the conflicting purpose. One area that has the potential to experience land use conflict in the future is the adjoining area of D’Aguilar National Park, Brisbane, Australia, due to the presence of biodiversity landscape value that needs to be protected. The objective of this paper is to allocate an area for each both residential development and conservation area in the adjoining area of D’Aguilar National Park. This research covers the method of GIS in processing the MCDA to develop the model which has many factors to support the decision making, including for the conflicting purpose.  Moreover, the method also used GIS-fuzzy MCDA or widely known as GIS-Fuzzy MCDA (GIS-FMCDA). The result of this research shows that allocating the conflicting land area is quite different from the non-conflicting one. Applying MCDA for the conflicting purpose requires different decision making to show which area would be optimal to allocate.
ANALISIS SPASIO-TEMPORAL VARIABILITAS SUHU PERMUKAAN LAUT DI WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN BERDASARKAN DATA SATELIT MODIS AQUA: STUDI KASUS DI WPP 573 DAN WPP 715 Jatisworo, Dinarika; Kusuma, Denny Wijaya; Sukresno, Bambang; Hanintyo, Rizki
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2020.22-2.1058

Abstract

Wilayah Pengelolaan Perairan (WPP) 573 akan lebih dipengaruhi oleh fenomena yang terjadi pada Samudra Hindia, sedangkan Samudra Pasifik akan lebih dominan berpengaruh terhadap karakteristik di WPP 715. Penelitian ini bertujuan untuk melihat variabilitas dan tren suhu permukaan laut (SPL) selama16 tahun (2003-2018) dengan menggunakan data satelit Aqua MODIS. Hasil penelitian menunjukkan variabilitas SPL tahunan di WPP 715 cenderung lebih hangat 0,3ºC dibandingkan dengan SPL tahunan WPP 573. Tren kenaikan suhu teridentifikasi signifikan hanya pada WPP 715 dengan besaran kemiringan 0,038 per tahun, sedangkan di WPP 573 juga terjadi kenaikan suhu dengan kemiringan sebesar 0,029 per tahun namun tidak signifikan berdasarkan perhitungan statistik. Sebaran suhu hangat tahunan secara spasial pada WPP 573 adalah selatan perairan Selat Sunda, Laut Sawu, Selat Lombok, Selat Alas, dan Laut Arafura bagian selatan, sedangkan di WPP 715 adalah Teluk Tomini, pesisir Laut Halmahera, Teluk Berau, dan Teluk Bintuni.