cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
MAJALAH ILMIAH GLOBE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
Front Page Majalah Ilmiah Globe Vol. 24 No. 1 Tahun 2022 Majalah Ilmiah Globe, Sekretariat Redaksi
Majalah Ilmiah Globe Vol. 24 No. 1 (2022): GLOBE VOL 24 NO 1 TAHUN 2022
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INDEX GLOBE VOL 24 NO 1 TAHUN 2022 MIG
Majalah Ilmiah Globe Vol. 24 No. 1 (2022): GLOBE VOL 24 NO 1 TAHUN 2022
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IDENTIFICATION OF AGE CLASS AND VARIETIES OF RICE PLANT USING SPECTRORADIOMETRY AND CHLOROPHYLL CONTENT INDEX: (Identifikasi Kelas Umur dan Varietas Tanaman Padi Menggunakan Spektroradiometri dan Indeks Kandungan Klorofil) Munibah, Khursatul; Trisasongko, Bambang Hendro; Barus, Baba; Tjahjono, Boedi; Achmad, Alfredian; Uciningsih, Winda; Sigit, Gunardi; Hongo, Chiharu
Majalah Ilmiah Globe Vol. 24 No. 1 (2022): GLOBE VOL 24 NO 1 TAHUN 2022
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rice is the staple food for Indonesian society because more than 90% population eat rice every day. Estimation of the rice production can be monitored from the plant growth phase by utilizing remote sensing data. Spectroradiometry can be used to validate the remote sensing spectral because it has a wide wavelength range. Research objectives are to identify transplanting age class and varieties of rice plant based on spectroradiometry and its vegetation index, to analyze the relationship between spectroradiometry and chlorophyll content index (CCI). The results show that the transplanting date of 14 days, 21-32 days, and 56-68 days in three varieties (Inpari32; Padjadjaran Agritan; Siliwangi Agritan) are difficult to be distinguished at visible wavelength but it easy at infrared wavelength. The plant age class for the Siliwangi Agritan can be distinguished well on NDVI, SAVI, EVI while the Pajajaran Agritan is only on NDVI and EVI. All vegetation indexes, where the plant age of 14 days and 21-32 days for the Inpari32 are difficult to be distinguished between them, but easy to be distinguished with 56-68 days. This is due to the high sensitivity of chlorophyll to infrared wavelengths and the characteristics of rice plants itself (many tillers and plant height). Meanwhile, rice plants of every veriety are difficult to be distinguished, either on visible wavelength, infrared wavelength or on all vegetation indexes. Spectroradiometry has a high correlation with chlorophyll content index (CCI) (R2=0,88). This shows that the higher chlorophyll content in rice plants, the higher spectroradiometry for infrared wavelength.
ANALISIS SPASIAL PENGGUNAAN LAHAN DAN KESESUAIAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH DI KECAMATAN KEJAJAR, KABUPATEN WONOSOBO: (Spatial Analysis of Landuse Change and Its Conformity to the Regional Spatial Plan of Kejajar Sub District, Wonosobo Regency) Yunita Kartika Sari; Purnama Budi Santosa
Majalah Ilmiah Globe Vol. 24 No. 1 (2022): GLOBE VOL 24 NO 1 TAHUN 2022
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia berakibat pada kebutuhan ruang yang memicu terjadinya perubahan lahan untuk memenuhi kebutuhan lahan untuk berbagai macam peruntukan. Hal ini juga terjadi di Kabupaten Wonosobo, khususnya Kecamatan Kejajar, dimana perubahan penggunaan lahan diindikasikan terjadi untuk memenuhi kebutuhan lahan untuk perkebunan sayur. Perubahan lahan yang terjadi diindikasikan menyebabkan ketidaksesuaian penggunaan lahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kesesuaian penggunaan lahan wilayah Kabupaten Wonosobo mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo No. 2 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Wonosobo Tahun 2011-2031. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan tahun 2015 dan 2018 dan kesesuaian penggunaan lahan tahun 2018 terhadap RTRW di wilayah Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Klasifikasi penggunaan lahan dilakukan menggunakan pendekatan interpretasi visualpada data citra satelit SPOT-7 tahun 2015 dan SPOT-6 tahun 2018. Analisis spasial temporal berbasis SIG dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan tahun 2015 dan 2018. Sedangkan spatial overlay analysis dilakukan untuk mengevaluasi kesesuaian penggunaan lahan tahun 2018 terhadap RTRW. Berdasarkan analisis perubahan penggunaan lahan secara keseluruhan, luas perubahan penggunaan lahan adalah 241,413 ha dengan persentase sebesar 3,27%. Setiap desa memiliki perubahan penggunaan lahan yang bervariasi dan tidak terlalu signifikan. Berdasarkan analisis kesesuaian penggunaan lahan tahun 2018 terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), lahan yang sesuai adalah 6.830,050 ha, dengan persentase kesesuaian sebesar 92,56%. Sedangkan penggunaan lahan seluas 549,007 ha tidak sesuai dengan RTRW, dengan persentase ketidaksesuaian sebesar 7,44%.
ANALISIS SPASIAL KERAWANAN BANJIR DI DAS MEMPAWAH: (Spatial Analysis of Flood Vulnerability in Mempawah Watershed) Hediyanti, Giska; Rianti, Reny; Nurhayati, Nurhayati; Hardianoor, Dwi
Majalah Ilmiah Globe Vol. 24 No. 1 (2022): GLOBE VOL 24 NO 1 TAHUN 2022
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mempawah masih menjadi bencana lingkungan yang sampai kini belum teratasi. Hal ini diantaranya disebabkan oleh belum tersedianya informasi spasial kerawanan banjir di wilayah tersebut yang mengacu pada kondisi DAS sebagai dasar untuk menentukan prioritas strategi dalam mitigasi banjir dan perencanaan pengelolaan dan pemanfaatan DAS yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah memetakan kerawanan banjir di DAS Mempawah khususnya di wilayah Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak dengan menggunakan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan overlay, scoring, dan weighting. Parameter penelitian terdiri atas curah hujan, elevasi lahan, kemiringan lereng, tipe tanah, tutupan/penggunaan lahan dan kerapatan jaringan sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan banjir DAS Mempawah pada Kabupaten Mempawah termasuk pada klasifikasi tidak rawan hingga kerawanan tinggi, sedangkan tingkat kerawanan banjir pada DAS Mempawah di Kabupaten Landak termasuk ke dalam klasifikasi kerawanan rendah hingga kerawanan tinggi. Kejadian banjir di DAS Mempawah ini dipengaruhi oleh faktor curah hujan, topografi yang landai, penurunan kapasitas jaringan sungai, dan penggunaan lahan. Pengelolaan DAS Mempawah dapat dilakukan diantaranya dengan (1) menjaga debit limpasan air melalui pemanfaatan daerah rawa sebagai tempat parkir debit limpasan air dan menjaga hutan atau melakukan penghijauan; (2) melakukan kegiatan penanganan dan perawatan sungai di DAS Mempawah untuk menjaga kapasitas sungai; (3) menyusun pengaturan penggunaan lahan yang menyesuaikan dengan adanya risiko rawan banjir; dan (4) pengelolaan DAS terpadu.
PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JAUH UNTUK ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN DAN TUTUPAN LAHAN DI SUB DAS BIYONGA, KABUPATEN GORONTALO: (Utilization Of Remote Sensing Data For Analysis Of Land Use And Land Cover Changes In Biyonga Sub-Watershed, Gorontalo Regency) Lia Kurniawati Odar Serang; Enni Dwi Wahjunie; Yayat Hidayat
Majalah Ilmiah Globe Vol. 24 No. 1 (2022): GLOBE VOL 24 NO 1 TAHUN 2022
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk yang semakin meningkat dapat menyebabkan kerusakan respon hidrologi dan degradasi lahan. Dalam kurun waktu 10 tahun terjadi peningkatan penduduk sebesar 0,96% di wilayah Sub DAS Biyonga. Penelitian ini menganalisis data penginderaan jauh untuk memperoleh informasi perubahan penggunaan dan tutupan lahan dengan uji akurasi menggunakan Google Earth di Sub DAS Biyonga. Penelitian menggunakan citra Landsat 8 OLI/TIRS untuk tahun 2015 dan 2020, citra Landsat 7 ETM untuk tahun 2010. Penggunaan lahan yang teridentifikasi berdasarkan analisis citra menggunakan metode Maximum Likelihood terdiri dari 8 kategori berdasarkan SNI 7645-1-2014 yaitu hutan lahan tinggi primer kerapatan tinggi, hutan lahan rendah primer kerapatan sedang, ladang, sawah, bangunan permukiman, lahan terbuka diusahakan, semak/belukar dan danau. Selanjutnya klasifikasi penggunaan lahan di uji akurasi, di mana titik sampel acak sebanyak 103 titik dikonversi ke Keyhole Markup Language (KML) dan dianalisa menggunakan Google Earth. Hasil penelitian menunjukkan interpretasi citra dilakukan dengan sangat baik seperti ditunjukkan pada akurasi keseluruhan tahun 2010, 2015 dan 2020 sebesar 88,34%, 87,40% dan 85,40%. Akurasi kappa tahun 2010, 2015 dan 2020 sebesar 85,70%, 84,50% dan 82,43%. Berdasarkan kategori kesesuaian akurasi hasil uji masuk kriteria hampir sempurna dan menandakan persentasi dari data yang reliable mencapai 80-100% dengan citra Google Earth. Hasil analisis perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Biyonga periode 2010-2020 menunjukkan perubahan yang signifikan. Ladang, lahan terbuka diusahakan, dan hutan lahan rendah primer kerapatan sedang memiliki peningkatan luas masing-masing 10,68%, 6,11% dan 4,18%. Adapun hutan lahan tinggi primer kerapatan tinggi, sawah dan danau mengalami penurunan luas masing-masing 27,69%, 1,19% dan 1,18%.
Fornt Page Majalah Ilmiah Globe Vol. 23 No. 2 Tahun 2021 Sekretariat Redaksi Majalah Ilmiah Globe
Majalah Ilmiah Globe Vol. 23 No. 2 (2021): GLOBE Vol 23 No 2 TAHUN 2021
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekretariat Redaksi Majalah Ilmiah Globe Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama, Badan Informasi Geospasial
PENGUKURAN VARIABILITAS INFORMASI COVID-19 DALAM WEB-GIS Studi Kasus Kota Bogor Wayan Gede Krisna Arimjaya; Mangapul Parlindungan Tambunan; Rudy Parluhutan Tambunan; Muhammad Dimyat
Majalah Ilmiah Globe Vol. 23 No. 2 (2021): GLOBE Vol 23 No 2 TAHUN 2021
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perspektif geografis, COVID-19 dilihat sebagai data yang dapat diolah menjadi informasi dan dimodelkan secara spasial. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, tata kelola data dan informasi yang baik dilaksanakan dengan menerapkan prinsip Satu Data Indonesia. Penerapan standar data, metadata, interoperabilitas data, dan kode referensi dan/atau data induk sangat penting untuk mewujudkan sinergi antar-pemangku kepentingan. Variasi data dan informasi COVID-19 antara portal Kota Bogor dengan portal Provinsi Jawa Barat mengindikasikan kebijakan satu data Indonesia belum berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur variabilitas data dan informasi COVID-19 Kota Bogor, mengukur implikasi dari adanya variasi data tersebut dan membangun WEB-GIS COVID-19 Kota Bogor dengan prinsip satu data dan satu peta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berdasarkan kuesioner, wawancara, dan observasi. Pertanyaan disusun menggunakan Skala Likert dengan 5 ukuran skala. WEB-GIS dibangun menggunakan frame work ArcGIS Online dan dievaluasi dengan Lighthouse pada Google Chrome. Hasil survei menunjukkan variasi data terjadi di sebagian besar kecamatan di Kota Bogor. Hanya Kecamatan Bogor Timur yang memiliki variasi terendah. Implikasi dari adanya variasi data dan informasi COVID-19 di Kota Bogor berada pada kategori cukup netral dengan skor 58,77. Pemerintah perlu lebih gencar mensosialisasikan data dan informasi COVID-19 Kota Bogor. WEB-GIS COVID-19 berhasil dibuat berupa web map application dengan nilai rata-rata hasil uji 87% pada perangkat mobile dan 85% pada perangkat desktop.
PENILAIAN KERENTANAN AIR PERMUKAAN TERHADAP PENCEMARAN MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DAN TEKNIK GIS Andy Wibawa Nurrohman; Margaretha Widyastuti; Slamet Suprayogi
Majalah Ilmiah Globe Vol. 23 No. 2 (2021): GLOBE Vol 23 No 2 TAHUN 2021
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air permukaan menjadi salah satu sumber daya alam yang paling rentan mengalami pencemaran akibat adanya tekanan dari faktor alami dan aktivitas antropogenik yang kompleks. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran kelangkaan air tawar di masa depan. Oleh karena itu, evaluasi kualitas air secara kontinu diperlukan untuk melestarikan sumber daya air tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan air permukaan terhadap pencemaran di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk menggunakan metode overlay dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan parameter penggunaan lahan, kemiringan lereng, dan rata-rata curah hujan tahunan. Peta penggunaan lahan didapatkan dari citra Sentinel-2B, kemiringan lereng dari Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) dan data curah hujan rata-rata tahunan berasal dari hasil pemantauan BMKG. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah penelitian memiliki tingkat kerentanan air permukaan terhadap pencemaran rendah (3,72%), sedang (59,24%), dan tinggi (37,04%). Hasil ini memberikan gambaran bahwa sebagian besar wilayah di DAS Cimanuk memiliki tingkat kerentanan sedang dan tinggi dengan faktor yang paling berpengaruh adalah adanya perubahan penggunaan lahan. Informasi ini dapat digunakan sebagai dasar penentuan titik pemantauan kualitas air di DAS Cimanuk yang efisien.
PEMANFAATAN SIG UNTUK PEMETAAN AREA LAYANAN DAN INDEKS AKSESIBILITAS FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN KULON PROGO Dwiky Rama Yanuar; Heri Sutanta
Majalah Ilmiah Globe Vol. 23 No. 2 (2021): GLOBE Vol 23 No 2 TAHUN 2021
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksesibilitas fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) adalah tingkat kemudahan masyarakat untuk menjangkau fasyankes. Indeks aksesibilitas fasyankes selama ini diukur berdasarkan aspek wilayah, belum sampai pada tingkat kedetailan bangunan rumah. Penelitian ini menggunakan SIG untuk menghitung aksesibilitas spasial fasyankes di Kabupaten Kulon Progo. Aksesibilitas spasial diukur berdasarkan area layanan fasyankes dan indeks aksesibilitas. Data yang digunakan meliputi data fasyankes, bangunan tempat tinggal, dan jaringan jalan. Kecepatan tiap segmen jalan dalam jaringan dikoreksi berdasarkan kemiringannya yang diekstrak dari Model Elevasi Digital Nasional (DEMNas). Area layanan fasyankes dikalkulasi menggunakan analisis jaringan service area dengan interval waktu tempuh 8 dan 15 menit. Perhitungan indeks aksesibilitas menggunakan analisis jaringan OD Cost Matrix dengan tenggat 8 menit. Indeks aksesibilitas dihitung dengan metode Enhanced Two-Step Floating Catchment Area (E2SFCA). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Kulon Progo tercakup dalam area layanan fasyankes 8 menit. Namun demikian, indeks aksesibilitasnya cenderung rendah. Di lokasi berindeks rendah, terdapat paling banyak tiga fasyankes yang dapat diakses penduduk dalam waktu 8 menit, di lokasi berindeks tinggi rata-rata terdapat 11 unit, sementara di lokasi berindeks nol tidak ada. Penelitian ini juga mengestimasi jumlah penduduk yang tinggal di area layanan yang berbeda dan di lokasi dengan indeks yang berlainan. Wilayah dataran rendah di sebelah selatan dan tenggara Kulon Progo memiliki indeks aksesibilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah perbukitan di sebelah utara dan barat.