cover
Contact Name
Satria Kamal Akhmad
Contact Email
satriakamalakhmad@stitradenwijaya.ac.id
Phone
+6287761577535
Journal Mail Official
redaktur@jurnal.stitradenwijaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Pekayon 1 No 99/A Kranggan Mojokerto
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Progressa: Journal of Islamic Religious Instruction
ISSN : 25799665     EISSN : 25799673     DOI : https://doi.org/10.32616/pgr
Progressa, a periodic scientific publication since 2017 published 2 (two) times a year using a peer-reviewed system in article selection. Scientific work on research results, surveys, and literature review closely related to the field of Islamic religious education viewed from various perspectives: Development of Education, Educational Psychology, Education, Sociology of Education, Religion, interreligious relations (Pluralism) or comparative studies of Islamic Education.
Articles 193 Documents
Konsep Nikmat dalam Kitab Hikam Karya Ibnu ‘Athoillah As-Sakandari dan Dasar Pijakannya dalam Al-Qur’an Muhammad Fatih
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.2.555.171-182

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep nikmat dalam kitab Al-Hikam karya Ibn ‘Athoillah As-Sakandari serta landasannya dalam Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) dengan sumber data berupa buku, jurnal ilmiah, kitab kuning, dan literatur relevan lainnya. Data primer meliputi pemikiran Ibn ‘Athoillah dalam Al-Hikam serta ayat-ayat Al-Qur’an dan penafsirannya yang berkaitan dengan konsep nikmat, baik tafsir klasik maupun kontemporer, serta tafsir bil ma’tsur dan bir ra’yi. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitik melalui proses seleksi, kategorisasi, dan interpretasi berdasarkan tema penelitian. Kajian ini menunjukkan empat temuan utama. Pertama, pokok seluruh kenikmatan dari Allah terdiri atas ni’matul ijad dan ni’matul imdad. Kedua, kesempurnaan nikmat terwujud ketika seorang hamba memperoleh kecukupan untuk memenuhi kebutuhannya, mensyukuri nikmat, serta tidak menggunakannya untuk berbuat aniaya dan melampaui batas. Ketiga, hakikat syukur adalah menggunakan nikmat sesuai tujuan penciptaan dan kehendak Allah. Keempat, karena nikmat Allah tidak terhitung, manusia perlu meyakini seluruh nikmat berasal dari-Nya, tidak menggunakannya untuk maksiat dan kelalaian, serta senantiasa memuji Allah sambil menyadari keterbatasan diri dalam mensyukurinya.
Pendidikan bagi Agensi Moral di Era Algoritma: Dialog Integratif Antara Etika Kebajikan Aristotelian dan Islam Anas Amin Alamsyah
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.2.556.183-196

Abstract

Perkembangan lingkungan yang semakin dimediasi algoritma telah mengubah kondisi pembentukan pertimbangan moral dan menantang asumsi normatif yang mendasari pendidikan karakter. Meskipun pendekatan pendidikan karakter telah menekankan pembentukan kebajikan dan disposisi moral, masih terdapat keterbatasan dalam menjelaskan cara individu mempertahankan agensi moral ketika proses deliberasi semakin dipengaruhi sistem algoritmik. Artikel ini berargumen bahwa pendidikan karakter kontemporer perlu menggeser orientasinya dari transmisi kebajikan semata menuju pengembangan agensi moral sebagai tujuan utama pendidikan. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan kualitatif dengan analisis normatif-konseptual integratif untuk merekonstruksi dialog filosofis antara konsep phronesis dalam tradisi Aristotelian dan hikmah dalam pemikiran Ibn Miskawayh. Dialog tersebut menjadi dasar pengembangan Kerangka Phronesis-Hikmah (The Phronesis-Hikmah Framework) sebagai teori normatif-relasional mengenai agensi moral dalam pendidikan karakter di era algoritma. Kerangka ini memandang agensi moral sebagai integrasi dinamis antara pertimbangan deliberatif, pembentukan karakter, dan orientasi moral teleologis. Dengan mereposisi etika kebajikan dalam filsafat pendidikan kontemporer, artikel ini menawarkan landasan teoretis untuk memperluas model pendidikan karakter sekaligus menyediakan dasar normatif bagi pengembangan penelitian empiris dan pedagogis mengenai agensi moral dalam masyarakat yang dimediasi secara digital.
Pembiasaan dalam Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Perspektif Al-Qur'an Isma'il Isma'il
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.2.557.197-209

Abstract

Pembiasaan merupakan salah satu metode penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) karena membantu peserta didik tidak hanya memahami ajaran agama secara teoritis, tetapi juga menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep pembiasaan sebagai metode pembelajaran PAI berdasarkan perspektif Al-Qur’an serta implementasinya dalam lingkungan pendidikan. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data bersumber dari Al-Qur’an, hadis, kitab tafsir, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan landasan kuat bagi penerapan pembiasaan melalui perintah untuk melaksanakan ibadah secara konsisten, membentuk akhlak mulia, dan meneladani perilaku para nabi. Penerapan pembiasaan dapat mendukung pembentukan karakter religius, meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab, serta mendorong pengamalan ajaran Islam secara konsisten. Oleh sebab itu, pembiasaan perlu diterapkan secara sistematis dalam pembelajaran PAI agar tujuan pendidikan Islam dapat tercapai secara optimal. Kajian ini diharapkan menjadi referensi bagi guru PAI dalam mengembangkan pembelajaran berbasis pembentukan karakter serta menjadi pertimbangan bagi lembaga pendidikan dalam merancang program pembiasaan yang efektif, sistematis, berkelanjutan, dan sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an.