cover
Contact Name
Satria Kamal Akhmad
Contact Email
satriakamalakhmad@stitradenwijaya.ac.id
Phone
+6287761577535
Journal Mail Official
redaktur@jurnal.stitradenwijaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Pekayon 1 No 99/A Kranggan Mojokerto
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Progressa: Journal of Islamic Religious Instruction
ISSN : 25799665     EISSN : 25799673     DOI : https://doi.org/10.32616/pgr
Progressa, a periodic scientific publication since 2017 published 2 (two) times a year using a peer-reviewed system in article selection. Scientific work on research results, surveys, and literature review closely related to the field of Islamic religious education viewed from various perspectives: Development of Education, Educational Psychology, Education, Sociology of Education, Religion, interreligious relations (Pluralism) or comparative studies of Islamic Education.
Articles 193 Documents
Nilai Sidq dalam Hadis Nabi Muhammad SAW Sebagai Fondasi Pencegahan Academic Dishonesty  di Dunia Pendidikan Sheila Rosalia; Hairul Hudaya; Mutia Rahmawati
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.544.12-22

Abstract

Ketidakjujuran akademik merupakan persoalan serius dalam dunia pendidikan kontemporer yang berdampak pada degradasi integritas akademik dan melemahnya fondasi moral peserta didik. Berbagai upaya pencegahan yang menekankan regulasi, sanksi, dan pengawasan teknis dinilai belum sepenuhnya efektif karena kurang menyentuh dimensi etika internal. Artikel ini bertujuan mengkaji nilai sidq dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ sebagai fondasi etika pencegahan ketidakjujuran akademik dalam konteks pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa hadis-hadis tentang ṣidq dalam Sahih al-Bukhari, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur ilmiah yang relevan dengan integritas akademik, pendidikan moral, dan etika Islam. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sidq merupakan nilai moral komprehensif yang menekankan keselarasan antara niat, ucapan, dan tindakan, serta berfungsi sebagai kontrol moral internal dalam perilaku akademik. Integrasi nilai sidq mampu memperkuat kesadaran etis, tanggung jawab moral, dan konsistensi akademik peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa sidq dapat diposisikan sebagai kerangka etika berbasis nilai yang relevan dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan ketidakjujuran akademik di dunia pendidikan.
Aksiologi Produksi Pengetahuan pada Masa Abbasiyah: Rekonstruksi Etika Penerjemahan Baghdad Sebagai Landasan Integritas Akademik di Pendidikan Islam Kontemporer Reza Setya Rachman; Tarwilah; Suraijiah
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.545.59-71

Abstract

Kajian ini mengulas aksiologi produksi pengetahuan pada masa Abbasiyah terutama etika gerakan penerjemahan Baghdad dan merekonstruksinya sebagai landasan integritas akademik bagi pendidikan Islam kontemporer yang menghadapi plagiarisme, budaya instan, problem atribusi, serta kaburnya etika sitasi di era digital. Pemaparan ini berangkat dari celah kajian: studi Abbasiyah umumnya berhenti pada uraian historis kemajuan institusi dan dinamika ilmu tanpa menurunkan etika produksi ilmu menjadi kerangka normatif pendidikan, sedangkan kajian integritas akademik dalam pendidikan Islam lebih sering menekankan kebijakan, sanksi, atau pencegahan teknis, namun jarang ditautkan dengan fondasi aksiologis Islam yang spesifik dari ekosistem Abbasiyah. Tujuan kajian adalah memetakan nilai yang mengatur how knowledge is made dalam tradisi penerjemahan Abbasiyah dan merumuskan kerangka normatif integritas akademik yang dapat dioperasionalisasikan. Melalui studi kepustakaan kualitatif dengan analisis konseptual-filosofis dan sintesis historis-kritis, temuan merumuskan empat prinsip: ketelitian-akurasi, verifikasi, atribusi-otoritas rujukan, dan akuntabilitas ilmuwan–pendidik. Kerangka ini diturunkan menjadi pedoman sitasi-atribusi, rubrik verifikasi sumber, modul literasi digital/AI berbasis amanah, serta tata kelola etika akademik yang berorientasi pembinaan nilai.
Kisah Qabil dan Habil Perspektif Tafsir Maqashidi Muhammad Fatih
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.546.72-83

Abstract

Kisah Qabil dan Habil diceritakan dalam surat Al-Ma’idah ayat 27-31. Kisah ini secara substansial sangat menarik karena berbicara tentang sejarah kemanusiaan. Kisah ini bermula dari kurban Habil yang diterima Allah dan ditolaknya kurban Qabil. Qabil sakit hati, dengki lalu membuahkan kebencian yang besar. Karena dorongan hawa nafsunya Qabil lalu membunuh Habil. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Data-data dideskripsikan lalu dianalis. Sumber datanya terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an, sedangkan data sekunder bersumber dari kitab-kitab tafsir, jurnal penelitian, dan lain-lain yang berkaitan dengan tema. Berdasarkan hasil analisis, tafsir maqashidi adalah tafsir Al-Qur’an yang memberikan penekanan pada prinsip-prinsip maqashid syari’ah dan menguak ideal moral, tujuan, maksud, dan cita-cita Al-Qur’an di balik teks ayat. Dari sudut pandang tafsir maqashidi, ditarik kesimpulan bahwa kisah Qabil dan Habil berkaitan erat dengan prinsip-prinsip maqashid syari’ah. Yakni hifdzud din (menjaga agama), hifdzun nafs (menjaga jiwa), hifdzun nasl (menjaga keturunan), hifdzul aql (menjaga akal), dan hifdzul mal (menjaga harta). Pembunuhan Qabil terhadap Habil adalah melanggar prinsip hifdzun nafs. Sikap tidak mau menyerang atau membalas yang dilakukan Habil karena takut kepada Allah, memilih sikap pasrah dan menjunjung prinsip ketaqwaan adalah cerminan dari prinsip hifdzud din. Demikian pula keteguhan Habil menjaga emosi, tidak dikuasai hawa nafsu, tetap berpikir dengan jernih penuh pertimbangan adalah termasuk dalam kerangka hifdzul aql. Pembunuhan Qabil terhadap saudaranya adalah melanggar prinsip hifdzun nasl. Sikap Habil mempersembahkan kurban berupa domba yang besar, gemuk dan sehat merupakan cerminan dari prinsip hifdzul mal.
Pendidikan Islam Sebagai Praxis Intelektual: Rekonstruksi Filosofis Atas Paradigma Transfer Nilai Anas Amin Alamsyah; Mutamakkin Billa
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.547.82-97

Abstract

Pada masa kontemporer sekarang ini, pendidikan Islam lebih didominasi oleh paradigma transfer nilai yang menempatkan proses pendidikan sebagai transmisi norma dan ajaran secara satu arah. Dalam keyataannya, paradigma ini belum sepenuhnya mampu merespons tantangan intelektual dan sosial yang dihadapi oleh masyarakat Muslim kontemporer. Melalui penelitian ini, penulis berupaya untuk merefleksikan secara filosofis paradigma transfer nilai dalam pendidikan Islam serta menawarkan rekonstruksi paradigma alternatif, yaitu pendidikan Islam sebagai praxis intelektual. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan filosofis-kritis yang didukung dengan analisis literatur utama dan data empiris sekunder dari berbagai studi pendidikan Islam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa paradigma transfer nilai memiliki keterbatasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Penilaian ini bisa diterima karena paradigma transfer nilai mereduksi peran peserta didik sebagai subyek intelektual yang kritis dan reflektif. Artikel ini menegaskan bahwa pendidikan Islam perlu dipahami sebagai praxis intelektual yang mengintegrasikan refleksi kritis, dialog pedagogis, dan tindakan etis dalam konteks sosial nyata. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa rekonstruksi pendidikan Islam, sebagai praxis intelektual, menyajikan kerangka paradigmatik yang dinilai lebih relevan dan transformatif untuk mengembangkan peserta didik menjadi subyek intelektual yang kritis dan kontekstual serta bertanggung jawab.
Konstruksi Filosofis Pendidikan Islam dalam Membangun Kurikulum Ahsanul Anam; Satria Kamal Akhmad; Rima Nur Febriana
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.548.98-109

Abstract

Filsafat pendidikan Islam pada hakikatnya adalah konsep berpikir tentang kependidikan yang bersumber atau berlandaskan atas ajaran-ajaran agama Islam. Pengembangan kurikulum saat ini tidak lepas dari ide-ide dasar yang dikembangan melalui filsafat pendidikan, seperti Essensialisme, Perenialisme, Progressivisme, Eksistensialisme, Rekonstruksionisme, dan lain-lain. Penelitian ini mencoba memberikan sebuah tipologi terhadap berkembangnya wacana filsafat pendidikan Islam di Indonesia melalui beberapa literatur dan implikasinya terhadap pengembangan kurikulum di Indonesia. Sehingga filsafat pendidikan yang berkembang di Indonesia dapat dilihat secara utuh dan sesederhana mungkin. Dengan demikian upaya penyederhanaan terhadap sesuatu yang kompleks dapat terwujud. Di sisi lain kekhawatiran akan terlepasnya kurikulum saat ini dengan landasan filosofis yang sudah ada setidaknya dapat diminimalisir.
Perbandingan Hafalan dan Fokus Menghafal Al-Qur’an Menggunakan Media Digital dan Mushaf Cetak pada Siswa Kelas XI SMA Dwiwarna Veranita Dwinda Septiyanti; Ibadurrahman Al-Khatib; Samsul Basri; Ibdalsyah Ibdalsyah
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.2.550.140-147

Abstract

Perkembangan media digital dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di sekolah berjalan berdampingan dengan penggunaan mushaf cetak sebagai media utama. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Dwiwarna Boarding school untuk menganalisis perbedaan hafalan dan fokus menghafal siswa melalui kedua media tersebut. Kebaruan penelitian terletak pada perbandingan empiris penggunaan media digital dan mushaf cetak secara simultan dalam kaitannya dengan hafalan dan fokus menghafal Al-Qur’an pada siswa sekolah menengah berbasis boarding school. Penelitian ini bertujuan menganalisis hafalan dan fokus hafalan siswa dalam penggunaan kedua media tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui angket dan wawancara. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 27 melalui uji homogenitas dan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara media digital dan mushaf cetak terhadap hafalan dan fokus hafalan siswa, dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,571 > 0,05, sehingga H₀ diterima dan Hₐ ditolak. Uji homogenitas memperoleh nilai 0,055 > 0,05 yang menunjukkan varians kedua kelompok homogen. Secara deskriptif, mushaf cetak memiliki rata-rata lebih tinggi. Wawancara menunjukkan media digital membantu siswa yang belum lancar membaca Al-Qur’an, sedangkan mushaf cetak lebih mendukung siswa dengan kemampuan membaca yang baik.
Implementasi Program Tahfidz Al-Qur’an Berbasis Tafsir: Integrasi Hafalan dan Pemahaman Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Badar Kota Bogor Rapikoh Wanda Padilah; Akhmad Alim; Rahmatul Husni; Ibadurrahman Al-Khatib
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.2.551.148-157

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program Tahfidz Al-Qur’an berbasis tafsir di Pondok Pesantren Tahfidz dan Tafsir Al-Badar Kota Bogor. Fokus penelitian meliputi pelaksanaan program, metode penyampaian tafsir, media dan kitab yang digunakan, sistem setoran hafalan dan muroja’ah, pemahaman makna ayat, serta faktor pendukung dan penghambat program. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian integratif yang tidak hanya melihat tahfidz sebagai proses penguatan hafalan, tetapi juga mengkaji keterkaitannya dengan pemahaman tafsir dan penerapan nilai ayat dalam kehidupan santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap ustadz, ustadzah, dan santri. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi, penyajian, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan secara rutin dan terstruktur melalui integrasi hafalan, muroja’ah, kajian tafsir, dan tadabbur Al-Qur’an. Tafsir disampaikan dengan bahasa sederhana dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari santri menggunakan mushaf Al-Qur’an, buku hafalan, Al-Qur’an terjemahan, Tafsir Ibnu Katsir, dan Tafsir Al-Badar. Program tersebut mendukung pemahaman makna ayat serta penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan santri. Faktor pendukung meliputi lingkungan pesantren yang religius, sedangkan faktor penghambat mencakup perbedaan kemampuan santri dan kelelahan akibat padatnya aktivitas pesantren.
Peran Orang Tua dalam Membangun Motivasi Menghafal Al-Qur’an Peserta Didik Kelas IV di MI Miftahul Athfal 02 Parung Bogor Mailinda Mailinda; Puad Hasan; Rendra Fahrurrozie
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.2.552.110-125

Abstract

Kemampuan peserta didik dalam menghafal Al-Qur’an tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga oleh keterlibatan orang tua melalui motivasi, pendampingan, dan pengawasan. Namun, keterlibatan tersebut masih menghadapi sejumlah kendala sehingga belum sepenuhnya optimal dalam menunjang motivasi hafalan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran orang tua dalam membangun motivasi menghafal Al-Qur’an peserta didik kelas IV di MI Miftahul Athfal 02. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan orang tua, peserta didik, serta guru tahfidz, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan sebagai motivator, teladan, pendamping, pengawas, fasilitator, dan mitra guru melalui pemberian motivasi dan penghargaan, pendampingan muroja’ah, pengawasan hafalan, penyediaan fasilitas belajar, serta komunikasi dengan guru. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu, ketidakkonsistenan hafalan di rumah, keterlibatan keluarga yang belum optimal, serta pengaruh lingkungan dan penggunaan gadget. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan orang tua secara konsisten dan kolaboratif dalam menjaga keberlanjutan hafalan Al-Qur’an peserta didik.
Strategi Guru Tilawati dalam Mengoptimalkan Pembelajaran Al-Qur’an pada Siswa Kelas Tahsin di SMK Dewantara Karadenan Bogor Dedeh Hasanah; Kaimudin Kaimudin; Pupun Purnawati
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.2.553.126-139

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur’an secara baik dan benar merupakan kompetensi dasar yang penting bagi peserta didik muslim. Namun, masih ditemukan perbedaan kemampuan membaca, rendahnya motivasi, serta kesulitan dalam memahami tajwid dan gharib. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru Tilawati dalam mengoptimalkan pembelajaran Al-Qur’an pada program Tahsin di SMK Dewantara Karadenan Bogor serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data yang terdiri atas dua guru Tilawati, enam siswa program Tahsin, dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru mencakup perencanaan pembelajaran yang terstruktur, penerapan metode Tilawati melalui teknik baca simak, pengulangan, klasikal individual, pemberian motivasi, penyesuaian pembelajaran dengan kemampuan siswa, serta penggunaan media dan evaluasi berkelanjutan. Kendala meliputi perbedaan kemampuan membaca, kesulitan memahami tajwid dan gharib, variasi motivasi, kesulitan mengikuti irama Tilawati, dan menjaga kontinuitas pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi pembelajaran tidak hanya bergantung pada metode Tilawati, tetapi juga pada kemampuan guru menerapkannya secara adaptif.
Konsep Manusia Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Ahsanul Anam; Muhammad Yusuf
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.2.554.158-170

Abstract

Konsep manusia menjadi salah satu kajian penting dalam filsafat pendidikan Islam karena berkaitan dengan penentuan tujuan, proses, dan arah pendidikan. Dalam perspektif ini, manusia dipahami sebagai ciptaan Allah Swt. yang memiliki dimensi jasmani, akal, ruh, dan qalbu yang terintegrasi. Manusia tidak hanya dipandang sebagai individu yang berkembang secara intelektual, tetapi juga sebagai hamba Allah (abdullah) dan khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan kemaslahatan. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep manusia dalam perspektif filsafat pendidikan Islam serta implikasinya terhadap penyelenggaraan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur yang relevan dengan filsafat pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam diarahkan pada pengembangan seluruh potensi manusia secara seimbang, mencakup aspek spiritual, intelektual, moral, sosial, dan fisik. Oleh karena itu, pendidikan Islam tidak semata-mata berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga pada pembentukan manusia yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta mampu menjalankan perannya sebagai hamba dan khalifah Allah. Konsep tersebut menegaskan bahwa pendidikan Islam berperan penting dalam membentuk manusia seutuhnya (insan kamil) sebagai tujuan akhir pendidikan.