cover
Contact Name
Satria Kamal Akhmad
Contact Email
satriakamalakhmad@stitradenwijaya.ac.id
Phone
+6287761577535
Journal Mail Official
redaktur@jurnal.stitradenwijaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Pekayon 1 No 99/A Kranggan Mojokerto
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Progressa: Journal of Islamic Religious Instruction
ISSN : 25799665     EISSN : 25799673     DOI : https://doi.org/10.32616/pgr
Progressa, a periodic scientific publication since 2017 published 2 (two) times a year using a peer-reviewed system in article selection. Scientific work on research results, surveys, and literature review closely related to the field of Islamic religious education viewed from various perspectives: Development of Education, Educational Psychology, Education, Sociology of Education, Religion, interreligious relations (Pluralism) or comparative studies of Islamic Education.
Articles 185 Documents
Nilai-nilai Pendidikan Akidah dalam Ibadah Kurban: Perspektif Al-Qur’an Surat Ash‑Shaffat Ayat 100‑103 Ismail, Ismail; Achmad Zainul Mustofa Al Amin; Fatimah, Ela Nurul
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 8 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v8.2.536.160-170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan akidah yang terkandung dalam peristiwa ibadah kurban sebagaimana tercermin dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shaffat ayat 100–103. Melalui pendekatan tafsir tematik (maudhū’ī) dengan analisis terhadap karya-karya tafsir klasik dan kontemporer seperti tafsir Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, Al-Misbah (Quraish Shihab), dan Al-Azhar (Hamka), ditemukan bahwa ayat-ayat tersebut bukan sekadar mengisahkan ketaatan Nabi Ibrahim dan Isma’il dalam peristiwa penyembelihan, tetapi juga memuat fondasi nilai-nilai pendidikan akidah yang mendalam. Nilai-nilai tersebut mencakup tauhid, tawakal, keimanan kepada takdir (qadha dan qadar), kepatuhan terhadap wahyu, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta kepasrahan total (istislam) kepada kehendak Allah. Penelitian ini menegaskan bahwa peristiwa kurban merupakan momentum edukatif-spiritual yang sangat relevan dalam membentuk karakter keimanan individu, keluarga, dan masyarakat. Ibadah kurban, dalam konteks pendidikan akidah, menjadi simbol dari kesiapan spiritual untuk mengutamakan cinta kepada Allah di atas segalanya.
Model Transformasi Pendidikan Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik Achmad Zainul Mustofa Al Amin; Ismail, Ismail; Febriana, Rima Nur
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v9.2.537.175-186

Abstract

Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua dalam perjalanan kehidupan Indonesia sejak ratusan tahun silam. Pesantren dituntut untuk memahami kembali identitasnya sebagai lembaga pendidikan Islam, sementara di pihak lain, pesantren juga dihadapkan pada tuntutan untuk membuka diri terhadap beberapa sistem pendidikan modern yang bersumber dari luar pesantren. Dalam hal ini pondok pesantren dihadapkan pada tuntutan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, kualitas sumber daya insani yang dibutuhkan dalam kehidupan modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model transformasi pendidikan pesantren pondok pesantren Mamba’us Sholihin Gresik, dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan pengujian keabsahan data dengan tekhnik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, model transformasi pendidikan di pondok pesantren Mamba’us Sholihin Gresik, pesantren ini mengadopsi model integrasi penuh yang memadukan antara sistem salaf dan modern secara penuh. Terdapat dua sebab yaitu, sebab khusus dan sebab umum. Sebab khusus di pondok pesantren Mamba’us Sholihin adalah transformasi itu terjadi dilatarbelakangi oleh pendidikan pesantren yang ditempuh oleh seorang kiai.  Al Mukarrom KH Masbuhin Faqih, yang merupakan alumni Pondok Modern Gontor dan Pondok Pesantren Langitan. Sebab umum terjadinya transformasi pendidikan pesantren mempunyai lima aspek yang menjadi sebab umum, yakni: aspek kultural, aspek politis, aspek ekonomis, aspek kepemimpinan dan aspek edukasional. (3) implikasi transformasi ini menggunakan pendekatan manajemen pendidikan dalam mengembangkan pesantren yaitu: a) Transformasi kepemimpinan pesantren; b) Transformasi sistem pendidikan pesantren; c) Transformasi kurikulum pesantren; d) Transformasi metode pendidikan pesantren; d) Transformasi institusi pesantren.
Tradisi Ruwah Desa dalam Perspektif Ilmu Pendidikan Islam Ismail, Ismail; Achmad Zainul Mustofa Al Amin
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v7.2.538.201-210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi ruwah desa sebagai media pembentukan akhlak anak dalam perspektif ilmu pendidikan Islam. Tradisi ruwah desa merupakan praktik sosial-keagamaan yang dilaksanakan masyarakat menjelang bulan Ramadan melalui kegiatan seperti tahlilan, ziarah kubur, kenduri, dan gotong royong. Tradisi ini memuat nilai-nilai spiritual dan sosial yang berpotensi menjadi wahana pendidikan informal bagi anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ruwah desa mengandung sejumlah nilai pendidikan akhlak, di antaranya nilai gotong royong, empati, tanggung jawab sosial, kedisiplinan, penghormatan kepada orang tua dan leluhur, serta religiusitas. Internalisasi nilai terjadi melalui keteladanan tokoh agama dan masyarakat, pembiasaan tahunan dalam prosesi ruwah, serta partisipasi aktif anak dalam seluruh rangkaian kegiatan. Dalam perspektif pendidikan Islam, proses ini sejalan dengan prinsip tarbiyah yang meliputi qudwah (keteladanan), ta‘wid (pembiasaan), dan bi’ah tarbawiyah (lingkungan edukatif). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi ruwah desa berfungsi sebagai bentuk pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai akhlak anak secara natural, kontekstual, dan komunal.
Pentingnya Pendidikan Hukum Islam di Era Digital Purborini, Vivi Sylvia
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 7 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v7.1.436.91-102

Abstract

Pendidikan adalah bagian dari proses belajar untuk membentuk karakter individu pada bangsa dan negara. Kualitas proses pendidikan menentukan hasil dari proses belajar, yaitu arah pemikiran dan langkah kehidupan manusia. Harapan masyarakat cukuplah besar untuk menjadikan seorang anak atau individu bisa mendapatkan pendidikan karakter yang baik, agar menjadi manusia yang berkarakter, berbudi pekerti luhur, dan dapat menjalankan kehidupannya sesuai dengan syariat Islam. Penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif untuk meneliti dan menulis pembahasan. Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian hukum deskriptif bersifat pemaparan dan bertujuan untuk memperoleh gambaran atau deskripsi lengkap tentang keadaan hukum yang berlaku ditempat tertentu dan pada saat tertentu yang terjadi dalam masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi secara jelas dan rinci dalam memaparkan revitalisasi pendidikan hukum di era digital. Kemajuan teknologi, akses ilmu pengetahuan tanpa batas, membuat manusia dapat menjelajah ruang dan waktu dimanapun dan kapanpun. Hampir semua lini dalam kehidupan sosial bangsa negara dapat difasilitasi dengan teknologi. Hal inilah yang membust revitalisasi pendidikan hukum di era digital menjadi sangat penting untuk membuat lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara tetap kondusif dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan yang ada serta dengan batasan peraturan yang jelas mengatur segala tingkah laku masyarakat, demi terciptanya peradaban insan manusia Indonesia yang maju berkarakter dengan menjunjung tinggi kearifan lokal. Kemajuan generasi bangsa adalah melalui prose pembelajaran yang baik dan dilakukan secara komprehensif melibatkan berbagai pihak. Oleh karenanya revitalisasi pendidikan hukum di era digital akan terus dibutuhkan untuk terus dikembangkan sesuai dengan kemajuan jaman demi majunya peradaban generasi bangsa.
Mitra Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah dan Problematikanya Swandari, Nurul; Jemani, Abdurahman; Ismail, Ismail
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 7 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v7.1.439.103-121

Abstract

Penelitian ini membahas konsep dan penerapan Kurikulum Merdeka sebagai upaya pemulihan pembelajaran pasca pandemi di Indonesia. Kurikulum Merdeka dirancang sebagai kurikulum yang fleksibel, berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Penyusunan kurikulum dimulai dengan penjaringan minat dan bakat siswa sejak dini, sehingga siswa dapat menentukan arah pengembangan bakat dan kemampuannya dengan leluasa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, yaitu menggali dan memperoleh informasi dari buku, artikel, dan sumber bacaan lainnya. Konsep pendidikan dalam kurikulum merdeka sangat memperhitungkan kemampuan dan keunikan kognitif individu peserta didik di masing-masing madrasah. Namun, penerapan kurikulum merdeka di lapangan mengalami beberapa kendala, antara lain dari peserta didik, pendidik, saran dan prasarana, pimpinan dan kolaborasi di dalam internal lembaga pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan loyalitas, persamaan mindset dan kerja sama yang solid di dalam internal lembaga tersebut untuk memastikan pelaksanaan kurikulum merdeka pada masing-masing madrasah dapat terlaksana dengan baik. Meskipun Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran telah dikeluarkan, penerapan kurikulum pada masa kondisi khusus masih belum dapat mengatasi ketinggalan pembelajaran. Oleh karena itu, Kurikulum Merdeka diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif untuk memulihkan pembelajaran di Indonesia pasca pandemi.
Pembelajaran Abad 21 Berbasis Kompetensi 4C di Perguruan Tinggi Taufiqurrahman, Muhammad
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 7 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v7.1.441.78-90

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil kajian pustaka dari berbagai literatur terkait pembelajaran abad-21 berbasis kompetensi 4C di perguruan tinggi. Perguruan tinggi sebagai institusi penyelenggara pendidikan memiliki tanggung jawab yang sangat penting dalam menghasilkan berbagai lulusan yang kompeten sesuai dengan tuntutan kompetensi abad-21. Salah satu kompetensi abad-21 tersebut adalah 4C yaitu kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah (critical thinking and probllem solving), kemampuan bekerjasama dan kolaborasi (collaboration and teamwork), kemampuan berkomunikasi (communication), kreativitas dan inovasi (creativity and innovation). Kemampuan abad-21 yang diperoleh tersebut menjadi bekal lulusan perguruan tinggi untuk menghadapi era Society 5.0. Dalam penelitian ini dipaparkan mengenai prinsip pembelajaran abad-21, kompetensi 4C di perguruan tinggi, karakteristik pendidik dan peserta didik abad-21, model pembelajaran abad-21 berbasis 4C.  Berdasarkan dari hasil penelitian maka dapat di simpulkan bahwa perguruan tinggi merupakan sebuah institusi pencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang diharapkan dapat menghasilkan berbagai lulusan yang kompeten sesuai dengan tuntutan kompetensi abad-21. Lulusan yang kompeten merupakan peserta didik yang dapat menguasai 6 keterampilan dasar literasi (baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, budaya dan kewarganegaraan), kompetensi 4C (pemikiran kritis dan pemecahan masalah, kerjasama dan kolaborasi, komunikasi, kreativitas dan inovasi).
Implementasi Gagasan Paulo Freire dalam Menghadapi Isu Pernikahan Dini Melalui Lembaga Pendidikan Formal Yusuf, Muhammad Waliyuddin; Nadhifah, Nurul Asiya
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.533.01-11

Abstract

Untuk meningkatkan kesadaran kritis terhadap isu pernikahan dini, studi ini mengkaji bagaimana teori kesadaran pendidikan Paulo Freire dapat diterapkan dalam pendidikan formal. Tujuannya adalah menggunakan proses pendidikan transformatif untuk mengidentifikasi strategi teoretis dan praktis dalam mencegah pernikahan dini. Studi ini mengkaji literatur akademis, laporan kebijakan hukum, dan data statistik terbaru dari BPS dan UNICEF menggunakan teknik penelitian kualitatif berbasis riset kepustakaan yang bersifat perspektif. Menurut hasil temuan studi ini, pendidikan formal sangat penting dalam mengubah perspektif siswa dari kenaifan, yang menganggap pernikahan dini sebagai hal yang normal, menjadi kritis, yang mampu menolak praktik tersebut dengan cara yang bijaksana dan masuk akal. Ketika nilai-nilai pedagogis kritis Freire seperti diskusi, refleksi sosial, dan partisipasi aktif diterapkan, lembaga pendidikan dapat berfungsi sebagai ruang pembebasan yang membantu menciptakan konsepsi baru tentang kesetaraan gender, hak-hak anak, dan masa depan yang adil. Oleh karena itu, teori kesadaran kritis Freire menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk menekan praktik pernikahan dini melalui pendidikan formal yang humanis dan transformatif.
Implementasi Metode Deep Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Misnatun
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.540.35-44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode deep learning dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) memberikan kesempatan baru untuk meningkatkan berbagai materi ajar agar menjadi lebih interaktif, responsif, dan menarik bagi siswa. Dalam pembelajaran PAI, guru dapat memanfaatkan pendekatan ini melalui pengelolaan kelas yang efisien. metode deep learning bisa diterapkan untuk merancang aplikasi pendidikan yang membantu siswa memahami dan menghafal berbagai materi dalam Pendidikan Agama Islam. Metode ini mendorong siswa untuk tidak hanya berperan sebagai konsumen informasi tetapi juga sebagai pencipta pengetahuan yang mampu berpikir kritis. Misalnya, dalam proyek riset mini, siswa tidak hanya dituntut untuk menyusun laporan riset mini tetapi juga menganalisis dampak peristiwa-peristiwa tersebut terhadap masyarakat.
Implementasi Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa di SMP Wahid Hasyim 11 Damarsih Buduran Sidoarjo Moh. Khoiruddin
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.542.22-34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa di SMP Wahid Hasyim 11 Damarsi Buduran Sidoarjo. Pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, berdisiplin, dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa di SMP Wahid Hasyim 11 Damarsi Buduran Sidoarjo dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran di kelas, budaya sekolah, kegiatan keagamaan, serta kegiatan ekstrakurikuler. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan antara lain religius, disiplin, jujur, tanggung jawab, kerja sama, dan toleransi. Faktor pendukung dalam pelaksanaan pendidikan karakter meliputi keteladanan guru, peraturan sekolah, dan kerja sama warga sekolah. Dengan demikian, implementasi pendidikan budaya dan karakter bangsa di sekolah ini berjalan dengan baik dan berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter peserta didik. Implementasi nilai budaya dan karakter di SMP Wahid Hasyim 11 Damarsih Buduran Sidoarjo perlu untuk diteladani, sebagai sekolah yang berada di tengah-tengah masyarakat, tetapi sekolah ini mampu mengimplementasikan nilai budaya dan karakter pada siswa-siswinya dengan penggunaan pendekatan dan model yang mereka ciptakan. Baik melalui kegiatan-kegiatan yang sudah terprogram maupun kegiatan incidental.
Degradasi Lingkungan Sebagai Pedagogi Moral: Pembacaan Pendidikan Al-Qur’an terhadap Q.S. Ar-Rūm (30) : 41 Rahmawati, Mutia; Barni, Mahyuddin
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.543.45-58

Abstract

Environmental degradation has increasingly become a critical issue within contemporary education, yet it is often approached from technical and scientific perspectives with limited attention to moral and spiritual dimensions. This article examines environmental degradation as a form of moral pedagogy through a Qur’anic educational reading of Q.S. ar-Rūm (30):41. The study aims to explore how the Qur’an conceptualizes environmental damage as a moral consequence of human actions and how this perspective can inform Islamic educational thought. Employing a qualitative and conceptual research design, this study is based on textual analysis of classical and contemporary Qur’anic exegesis, supported by relevant literature in Islamic education and moral philosophy. The analysis reveals that Q.S. ar-Rūm (30):41 frames environmental corruption as an educational sign that functions pedagogically to awaken moral awareness, ethical responsibility, and human accountability before God. Environmental crises are not merely physical phenomena, but moral lessons intended to correct human behavior and restore ethical balance. This study argues that positioning environmental degradation as moral pedagogy enriches Islamic education by integrating ecological awareness with Qur’anic moral reasoning. The findings contribute to the development of value-based environmental education grounded in Qur’anic epistemology and offer a conceptual framework for strengthening moral and ecological consciousness in Islamic educational discourse.