Berkala Arkeologi
We are a journal on archaeology published by Balai Arkeologi Yogyakarta every May and November each year. This journal seek to promote and shares research results and ideas on archaeology to the public. We covers original research results, ideas, theories, or other scientific works from the discipline of Archaeology mainly in the Indonesian Archipelago and Southeast Asia. Interest from other disciplines (such as history, anthropology, architecture, geology, etc.) must be related to archaeological subject to be covered in this journal. Our first edition was published on March 1980.
Articles
17 Documents
Search results for
, issue
"Vol 20 No 1 (2000)"
:
17 Documents
clear
Teknik Survei Situs Terbuka
Baskoro Daru Tjahjono
Berkala Arkeologi Vol 20 No 1 (2000)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (772.238 KB)
|
DOI: 10.30883/jba.v20i1.801
Pada tulisan ini diharapkan tidak sekedar menyajikan teknik-teknik survei pada situs-situs terbuka yang mungkin telah banyak dibicarakan para ahli dan telah diterapkan pada penelitian-penelitian arkeologi di Indonesia. Namun diharapkan juga dapat mencari alternatif penerapan teknik-teknik survei yang tepat untuk sebuah penelitian arkeologi. Untuk itu diusulkan adanya tema-tema khusus dalam sebuah penelitian arkeologi, jadi tidak sekedar penelitian yang bersifat artefaktual.
Teknik Wawancara Dalam Studi Etnoarkeologi
Hari Lelono
Berkala Arkeologi Vol 20 No 1 (2000)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (747.563 KB)
|
DOI: 10.30883/jba.v20i1.802
Dalam konteks etnoarkeologi data yang dibutuhkan adalah informasi sebanyak-banyaknya tentang konsep, dan persepsi, oleh karena itu ditekankan pada penjaringan data lewat informan bukan pada responden. Dua hal tersebut sangat penting, karena mempunyai implikasi yang sangat berbeda. Informan adalah orang yang dapat memberikan informasi seluas-Iuasnya berdasarkan pada persepsi budaya yang dimiliki. Sedangkan, responden adalah orang yang memberi respon kepada peneliti, sehingga data yang diperoleh adalah sesuai dengan angan-angan/konsep yang dimiliki oleh peneliti. Sementara itu, data yang dibutuhkan adalah untuk menjembatani budaya materi yang ditinggalkan (material culture) data tersebut berupa keterangan-keterangan, sehingga akan lebih tepat kalau menggunakan informan. Syarat-syarat sebagai informan yang baik di dalam penelitian ada ketentuan yang harus dipenuhi. Memang, idealnya ketentuan yang akan di bahas di bawah memenuhi seluruh persayaratan, tetapi jika tidak terpenuhi seluruhnya tidak mengurangi validitas dari data/ informasi yang diperlukan.
Teknik Analisis Sisa Manusia
Harry Widianto
Berkala Arkeologi Vol 20 No 1 (2000)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1060.744 KB)
|
DOI: 10.30883/jba.v20i1.803
Hampir pasti bahwa temuan sisa manusia dalam konteks data arkeologi di Indonesia hanya akan berkisar pada dua spesies, yaitu Homo erectus dan Homo sapiens. Secara morfologis, kedua jenis ini sangat mudah dibedakan pada aspek kranio-fasialnya, tetapi sangat sulit untuk komponen infra-kranialnya. Disebabkan oleh sifat data Homo erectus yang sangat terbatas dan sering dalam bentuk fragmentaris dan disertai dengan pentingnya pengamatan setiap aspek morfologis dari spesies ini karena mempunyai arti evolutif yang sangat berharga informasinya dalam kajian proses evolusi manusia, maka analisis yang dilakukan pada setiap temuan sisa manusia dari lingkup Homo erectus harus dilakukan secara lebih detil, lebih cermat, dan lebih teliti, untuk sampai pada setiap interpretasi yang dapat ditarik.
Teknik Analisis Serpih Bilah
Indah Asikin Nurani
Berkala Arkeologi Vol 20 No 1 (2000)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1492.43 KB)
|
DOI: 10.30883/jba.v20i1.804
Teknologi alat batu, dalam garis besamya dilandasi oleh dua faktor, yaitu metode dan teknik. Metode berada pada bentuk pikiran, sedangkan teknik berada di kedua belah tangan. Metode pembuatan alat merupakan suatu tatanan yang dijalankan secara sistematis dan teratur dan bukan merupakan sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Cara pembuatan alat-alat batu dengan teknik yang sama dan berlangsung selama ratusan tahun tersebut telah menghasilkan bentuk dan ciri-ciri teknologis yang sama di berbagai tempat di dunia.
Analisis Arkeobotani Dalam Penelitian Arkeologi
nfn. Siswanto
Berkala Arkeologi Vol 20 No 1 (2000)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1488.893 KB)
|
DOI: 10.30883/jba.v20i1.805
Temuan sisa flora dalam bentuk apapun untuk studi arkeologi pada umumnya akan dikaitkan langsung dengan manusia masa lalu, yaitu mengenai sumber pangan, pembudidayaan tanaman atau budaya bercocok tanam, dan teknologi. Selebihnya berkaitan dengan masalah lingkungan dan vegetasi masa lalu (arkeo-ekologi), kepentingan pertanggalan, klimatologi, dan lainnya. Sehingga cara penanganan temuan sisa flora disamping menyesuaikan jenis temuannya juga menyesuaikan kepentingan informasi apa yang diharapkan. Teknik dan metoda penanganan temuan sisa flora telah banyak dikembangkan oleh para ahli, namun di lingkungan Puslit Arkenas belum dimanfaatkan secara maksimal, hal ini disamping keterbatasan sumberdaya manusia juga berkaitan dengan perangkat penunjangnya. Upaya untuk mengatasi kekurangan bisa dilakukan melalui kerjasama dengan pihak luar, sepanjang penanganan temuan (analisis) sisa flora yang tidak atau belum bisa dilakukan sendiri.
Teknik Analisis Naskah Berhuruf Arab
nfn. Masyhudi
Berkala Arkeologi Vol 20 No 1 (2000)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (701.818 KB)
|
DOI: 10.30883/jba.v20i1.806
Analisis terhadap naskah berhuruf Arab adalah suatu proses penelitian yang memerlukan kecermatan dan kehati-hatian, untuk itu sangat diperlukan adanya dukungan dari berbagai disiplin ilmu untuk dapat membantu memecahkan persoalan-persoalan yang ada di dalam naskah. Sehingga apa yang telah menjadi tujuan dan sasaran penelitian benar-benar dapat tercapai. Berkaitan dengan hal tersebut, tentunya dalam suatu penelitian perlu adanya suatu metode dan teknik yang betul-betul akurat dan jelas. Uraian di atas telah memberikan gambaran yang cukup jelas tentang teknis analisis terhadap sumber tertulis, berupa naskah dan lebih khusus lagi, kepada naskah berhuruf Arab. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan, bahwa dalam analisis terhadap naskah-naskah kuna berhuruf Arab terdapat beberapa tahapan yang harus di lalui, hal ini dimaksudkan agar dapat mencapai hasil analisis yang benar-benar terarah. Disamping itu, secara khusus dalam proses analisis terhadap naskah-naskah berhuruf Arab terdapat hal-hal yang sangat perlu diperhatikan, diantaranya hal-hal yang brkaitan erat dengan huruf dan Bahasa Arab, termasuk ilmu-ilmu pendukungnya Hal tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahan dalam penafsiran dan interpretasi, sehingga pada akhimya dapat memberikan suatu interpretasi yang jelas dan akurat.
Sistem Informasi Arkeologis
Nurhadi Rangkuti
Berkala Arkeologi Vol 20 No 1 (2000)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (953.949 KB)
|
DOI: 10.30883/jba.v20i1.807
Pembentukan SIA dengan aplikasi SIG merupakan suatu tantangan karena sarat dengan kendala. Kendala yang nyata adalah terbatasnya alat (hardware dan software) dan minimnya tenaga terlatih. Selain itu peralatan dan sistem yang baru akan mempengaruhi jalannya suatu organisasi. Untuk dapat melaksanakan SIA dengan baik tidak hanya diperlukan investasi pada komputer, digitizer, plotter, printer warna, perangkat lunak SIG sendiri, serta data spasial (peta, foto udara, citra satelit), tetapi juga melatih manajer, perencana dan pengumpul data dalam menggunakan teknologi baru pada kaitan yang tepat. Dengan terbentuknya SIA berbasis komputer, diperlukan adanya semacarn "departemen komputer" di lingkungan Pusat Arkeologi, yang khusus menangani masalah disain sitem informasi dan analisis sistem tersebut.
Strategi Penelitian Dan Pemanfaatan Data Kubur Bagi Studi Wilayah Di Bali
Fadhila Arifin Aziz
Berkala Arkeologi Vol 20 No 1 (2000)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1160.592 KB)
|
DOI: 10.30883/jba.v20i1.808
Bali, sampai kini dikenal dengan kekayaan nilai-nilai dan budaya yang bersifat unik. Proses pembentukan ·budaya di beberapa wilayah Bali memiliki perbedaan dan keragaman sejak masa plestosen sampai masa resen melalui proses terjadinya persentuhan komunitas-komunitas dari luar Bali. Dengan menerapkan kerangka pikir yang lebih sistematis, hasil penelitian arkeologi yang berorientasi wilayah dan kawasan Bali diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi kajian kebudayaan nusantara, khususnya Bali diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi kajian kebudayaan nusantara. Sumbangan di atas dapat berupa informasi gagasan ideologi maupun bentuk-bentuk fisik peninggalan masa lampau yang sampai kini masih tampak.