cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Arkeologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
We are a journal on archaeology published by Balai Arkeologi Yogyakarta every May and November each year. This journal seek to promote and shares research results and ideas on archaeology to the public. We covers original research results, ideas, theories, or other scientific works from the discipline of Archaeology mainly in the Indonesian Archipelago and Southeast Asia. Interest from other disciplines (such as history, anthropology, architecture, geology, etc.) must be related to archaeological subject to be covered in this journal. Our first edition was published on March 1980.
Arjuna Subject : -
Articles 756 Documents
Frontmatter Volume 18 No. 1 Edisi Khusus 1998 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.443 KB)

Abstract

Manfaat Prasasti Bagi Penulisan Sejarah Lokal Djoko Dwiyanto
Berkala Arkeologi Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.649 KB) | DOI: 10.30883/jba.v18i1.771

Abstract

Di antara berbagai sumber penulisan sejarah kuna, prasasti menduduki peringkat teratas, karena prasasti ditulis pada masa yang bersamaan dengan peristiwanya. Meskipun demikian tidak banyak yang dapat diungkap dari prasasti dan sebaliknya prasasti tidak dapat memberikan infonnasi yang utuh atau menyeluruh tentang sesuatu aspek. Oleh karena itu penggunaan prasasti sebagai sumber sejarah harus melalui prosedur yang disebut penafsiran (interpretasi).
Epigrafi Indonesia: Peran, Kedudukan, Dan Pengembangannya Tjahjono Prasodjo
Berkala Arkeologi Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1744.806 KB) | DOI: 10.30883/jba.v18i1.772

Abstract

Sekali lagi saya menegaskan bahwa epigrafi merupakan ilmu bantu bagi arkeologi dan ilmu sejarah. Dengan mengetahui posisi epigrafi dalam konstelasi bidang kajian yang lain, kita akan tahu dimana kita berpijak untuk kemudian dapat mengembangkan bidang kajian epigrafi ini. Pengembangan kajian epigrafi itu sendiri ternyata cukup cerah. Masih banyak yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian epigrafi.
Dua Batu Berhias Dari Ruas Sungai Opak: Data Tambahan Pembangunan Percandian Prambanan Rita Margaretha Setianingsih
Berkala Arkeologi Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2089.026 KB) | DOI: 10.30883/jba.v18i1.773

Abstract

Dua batu berhias dari Sungai Opak menarik untuk dicermati. Hingga saat ini terlihat bahwa masing-masing mempunyai fungsi dan makna yang berbeda. Batu berhias BG. 748 yang memuat atribut-atribut dewa, yakni vajra, trisula dan padma yang kesemuanya dapat dihubungkan dengan Siwa. Demikian pula dengan aksara Jawa Kunanya yang menyebutkan na - ma - kha. Kata nama berhubungan dengan para yogi untuk mencapai tingkat kesucian batin dengan mclakukan perbuatan baik dan perenungan mengenai Tuhan. Para yogi melakukannya dengan menggunakan sarana yang disebut sebagai yantra. Demikian pula dcngan tulisan kha yang merupakan simbol dari sankhya yang berkenaan dengan kedudukan bulan dan bintang yang berjumlah 27 buah, sesuai pula dengan jumlah tembereng BG. 748. Lingkaran di bagian tengah dapat melambangkan candra, sehingga memungkinkan apabila BG. 748 merupakan candramandala yang merupakan salah satu yantra sekaligus gambaran sifat khas dewa Siwa.
Keberadaan Bahasa Melayu-Kuna Abad VII- IX C Di Jawa Riboet Darmosoetopo
Berkala Arkeologi Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1574.098 KB) | DOI: 10.30883/jba.v18i1.774

Abstract

Prasasti sebagai peninggalan budaya dan sangat penting untuk dipergunakan dalam penulisan sejarah, ditemukan di seantero kepulauan Indonesia. Tetapi prasasti yang berbahasa Melayu-Kuna hanya ditemukan di Sumatra dan Jawa. Akhir-akhir ini ditemukan juga prasasti berbahasa Melayu-Kuna di pantai selatan pulau Laguna, Pilipina. Delapan prasasti berbahasa Melayu-Kuna dari masa Kedatuan Sriwijaya ditemukan di Sumatra. Kedelapan prasasti itu ialah prasasti Kedukanbukuit (605 C), Talang Tuwo (606 C), Kota Kapur( 608 C), Karangbirahi, Telaga Batu, Boom Baru, Palas Pasemah, dan prasasti Bungkuk. Ketujuh prasasti berbahasa Melayu-Kuna yang ditemukan di pulau Jawa ialah prasasti Manjusrigrha (714 C), Payaman (700-750 C), Dapunta Selendra (± 750 C), Sang Hyang Wintang, Dang Pu Hawang Glis, Dewa Drawya (Dieng), dan prasasti dari Kebon Kopi. Sebuah prasasti dari lempengan tembaga, berbahasa Melayu-Kuna, beraksara Jawa-Kuna, bertahun 822 C ditemukan di pantai Laguna (Kepulauan Pilipina Selatan). Timbul permasalahan tentang keberadaan bahasa Melayu-Kuna ini di Jawa baik mengenai proses maupun perkembangannya dalam kontilasi kesejarahan. Oleh karena itu dalam makalah kecil ini akan dicoba mengajukan gagasan pemecahannya meskipun masih bersifat hipotetis.
Penetapan Sima Dalam Konteks Perluasan Wilayah Pada Masa Mataram Kuna: Kajian Berdasarkan Prasasti-Prasasti Balitung (899-910 M) Baskoro Daru Tjahjono; Nurhadi Rangkuti
Berkala Arkeologi Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1985.077 KB) | DOI: 10.30883/jba.v18i1.775

Abstract

Di antara raja-raja yang memerintah Kerajaan Mataram kuna yang cukup banyak menerbitkan prasasti salah satunya adalah Dyah Balitung. Raja Balitung memerintah antara tahun 821 sanmpai 832 C atau 899 sampai 910 M dan mempunyai wilayah kekuasaan yang cukup luas. Prasasti-prasasti yang diterbitkan oleh raja tersebut sebagian di antaranya berisi tentang penetapan sima, melalui prasasti-prasasti ini akan dikaji bagaimana konteks penetapan suatu daerah menjadi sima dengan proses perluasan wilayah pada masa Mataram Kuna.
Makna Epitap Kuburan Ki Ageng Kebokenongo Di Situs Pengging Dalam Manfaat Ilmu Pemerintahan Abdul Choliq Nawawi
Berkala Arkeologi Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2006.148 KB) | DOI: 10.30883/jba.v18i1.776

Abstract

Epitap di Situs Pengging ini terukir pada sebuah papan kayu jati, terletak di atas ambang pintu masuk cungkup kuburan Ki Ageng Kebokenongo di dusun Gedong, desa Dukuh, Kecamatan Banyudono. Epitap ini berbahasa dan berhuruf Arab dengan khat gaya Tsuluts. terdiri atas satu baris saja. Keadaan huruf-hurufnya masih baik, kecuali hanya sepatah kata saja yang agak rusak. Pada sisi kanan dan sisi kiri epitap ini ditemukan dua buah gan1bar lambang matahari yang masing-masing bersinar delapan pancaran dan sering dikatakan sebagai sinar "Surya Majapahit". Jenis angka tahun yang digunakan dalam epitap ini adalah abjad Arab. lnformasi yang terdapat dalam epitap ini menyebutkan adanya lembaga-lembaga pemerintahan. seperti: wali, ulama dan syaikh akbar.
Cover Volume 18 No. 2 November 1998 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 18 No 2 (1998)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.881 KB)

Abstract

Frontmatter Volume 18 No. 2 November 1998 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 18 No 2 (1998)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.332 KB)

Abstract

Manfaat Kajian Gerabah Masa Lalu Bagi Pengembangan Kerajinan Tembikar Sebagai Penunjang Industri Pariwisata Sumijati Atmosudiro
Berkala Arkeologi Vol 18 No 2 (1998)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.041 KB) | DOI: 10.30883/jba.v18i2.779

Abstract

Sejalan dengan perkembangan arkeologi Indonesia maka minat penelitian arkeologi tidak hanya difokuskan pada tinggalan-tinggalan yang monumental, akan tetapi ditujukan pula pada tinggalan nonmonumental seperti halnya temuan gerabah. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya kajian tentang gerabah baik dalam bentuk artikel, skripsi, tesis maupun disertasi. Akibat banyaknya penelitian gerabah tersebut muncul masalah yang perlu dipecahkan terutama masalah manfaat kajian gerabah masa lampau dalam kaitannya dengan pengembangan kerajinan gerabah masa kini. Pada gilirannya hasil pengembangan itu dapat digunakan sebagai salah satu aset yang menunjang industri pariwisata. Agar dapat memecahkan masalah tersebut maka perlu dikemukakan secara garis besar hasil kajian gerabah masa lalu dan gerabah tradisional.

Filter by Year

1980 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2022) Vol 42 No 1 (2022) Vol 41 No 2 (2021) Vol 41 No 1 (2021) Vol 17 No 2 (1997) Vol 40 No 2 (2020) Vol 40 No 1 (2020) Vol 13 No 1 (1993) Vol 39 No 2 (2019) Vol 39 No 1 (2019) Vol 38 No 2 (2018) Vol 38 No 1 (2018) Vol 37 No 2 (2017) Vol 37 No 1 (2017) Vol 36 No 2 (2016) Vol 36 No 1 (2016) Vol 35 No 2 (2015) Vol 35 No 1 (2015) Vol 34 No 2 (2014) Vol 34 No 1 (2014) Vol 33 No 2 (2013) Vol 33 No 1 (2013) Vol 32 No 2 (2012) Vol 32 No 1 (2012) Vol 31 No 2 (2011) Vol 31 No 1 (2011) Vol 30 No 2 (2010) Vol 30 No 1 (2010) Vol 29 No 2 (2009) Vol 29 No 1 (2009) Vol 28 No 2 (2008) Vol 28 No 1 (2008) Vol 27 No 2 (2007) Vol 27 No 1 (2007) Vol 26 No 2 (2006) Vol 26 No 1 (2006) Vol 25 No 1 (2005) Vol 24 No 1 (2004) Vol 23 No 2 (2003) Vol 23 No 1 (2003) Vol 22 No 1 (2002) Vol 21 No 2 (2001) Vol 21 No 1 (2001) Vol 20 No 1 (2000) Vol 19 No 2 (1999) Vol 19 No 1 (1999) Vol 18 No 2 (1998) Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus Vol 17 No 1 (1997) Vol 16 No 2 (1996) Vol 16 No 1 (1996) Vol 15 No 3 (1995): Edisi Khusus Vol 15 No 2 (1995) Vol 15 No 1 (1995) Vol 14 No 2 (1994): Edisi Khusus Vol 14 No 1 (1994) Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus Vol 13 No 2 (1993) Vol 12 No 1 (1991) Vol 11 No 1 (1990) Vol 10 No 2 (1989) Vol 10 No 1 (1989) Vol 9 No 2 (1988) Vol 9 No 1 (1988) Vol 8 No 2 (1987) Vol 8 No 1 (1987) Vol 7 No 2 (1986) Vol 7 No 1 (1986) Vol 6 No 2 (1985) Vol 6 No 1 (1985) Vol 5 No 2 (1984) Vol 5 No 1 (1984) Vol 4 No 2 (1983) Vol 4 No 1 (1983) Vol 3 No 1 (1982) Vol 2 No 1 (1981) Vol 1 No 1 (1980) More Issue