cover
Contact Name
abdul basit
Contact Email
basit.umt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journalnyimak@gmail.com
Editorial Address
Jl.Mayjen Sutoyo No.2 Kota Tangerang, Provinsi Banten, 15111 Indonesia.
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Nyimak: Journal of Communication
ISSN : 25803803     EISSN : 25803832     DOI : http://dx.doi.org/10.31000/nyimak
Nyimak: Communication Journal to encourage research in communication studies. The focus of this journal are: Public Relations, Advertising, Broadcast, Political Communication, Cross-cultural Communication, Business Communication, and Organizational Communication
Articles 141 Documents
MITOS SEKSUALITAS DALAM IKLAN Jemmy Junius Pah
Nyimak: Journal of Communication Vol 2, No 1 (2018): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.018 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v2i1.723

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membongkar mitos seksualitas pada iklan cetak LYNX versi The Cleaner You Are The Dirtier You Get yang hanya menampilkan sosok model wanita seksi tanpa menyertakan model lakilaki. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode analisis semiotika Roland Barthes digunakan untuk mengetahui makna dari tanda-tanda yang ada pada iklan dan ideologi yang tersembunyi di balik iklan. Setelah menganalisis iklan LYNX versi The Cleaner You Are The Dirtier You Get, peneliti menemukan mitos seksualitas pada berbagai rangkaian penanda (signifier) dan petanda (signified) pada iklan. Penggunaan ikon-ikon seksualitas, seperti model wanita seksi, memperlihatkan adanya eksploitasi terhadap perempuan baik secara fisik maupun nonfisik. Adapun ideologi yang tersembunyi di balik iklan ini adalah konsumerisme, patriarkal, dan kapitalisme.Kata Kunci: Mitos seksualitas, iklan, semiotika, kapitalisme, konsumerisme, patriarkalThis study aimed to dismantle the myth of sexuality in print advertising LYNX version of The Cleaner You Are The dirtier You Get. The objects of this study were LYNX print ads version of The Cleaner You Are The dirtier You Get that displays only the female sexy model figure without including the male model. This study used a qualitative research methodology. The method of Roland Barthes' semiotic analysis is used to determine the meaning of the signs that exist on the stored advertisements and also the ideology behind the ad. After observing the LYNX print ads version of The Cleaner You Are The dirtier You Get, researchers found the myth of sexuality in various signifier and the signified that exist in the ad. The use of icons such as sexuality sexy female models showed their exploitation efforts both physical and non-physical by exploiting women's bodies and desires. The ideology that is hidden behind LYNX print ads version of The Cleaner You Are The dirtier You Get is the ideology of consumerism, patriarchy and capitalism. Associated with the research, the authors would like to suggest that the ad makers and manufacturers are not continuously use women's bodies as 'material' advertising, especially if the woman is only used as mere sex objects.Keyword: Myth Sexuality, LYNX Print Ad, Semiotics, Roland Barthes, Consumerism, Patriarchy, Kapitalism
Twitter Media Platform to Set-Up Political Branding: Analyzing @Kiyai_Marufamin in 2019 Presidential Election Campaign Al Fauzi Rahmat; Eko Priyo Purnomo
Nyimak: Journal of Communication Vol 4, No 1 (2020): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.152 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v4i1.2268

Abstract

The presence of a Kiyai in political contestation in Indonesia has its own challenges because it is motivated by a religious figure who believes that voters can support themselves, especially Muslim voters. Furthermore, the Kiyai carried out various strategies to lure voters effectively on social media, referred Twitter accounts a strategic platform to lure voters in a political context. This article aims to identify political branding using social media Twitter by KH. Ma’ruf Amin as a vice-presidential candidate in the 2019 presidential election contest. Furthermore, qualitative methods are used for this research. Then, the analyzer uses NVivo 12 plus software to see the coding intensity of the KH Twitter account. KH Ma’ruf Amin namely @Kiyai_Marufamin, this tool can provide capture code of capture from a tweet that displays the intensity level. The results of this study indicate that KH. Ma’ruf Amin uses social media Twitter as a tool to find support, especially for Muslim voters. Social media activities in the period February 2019 - April 2019 were considered to have high intensity of coverage, this identified that the distribution of tweets by KH. Ma’ruf Amin is more about spreading tweets along with pictures, formal language and visual style against the background of a Kiyai. Thus, Twitter @Kiyai_Marufamin can provide a good political brand for KH. Ma’ruf Amin as a vice presidential candidate to participate in the 2019 presidential election in Indonesia.Keywords: Twitter, political branding, KH. Ma’ruf Amin, 2019 presidential election campaign ABSTRAKKehadiran dari seorang Kiyai dalam kontestasi politik di Indonesia memiliki tantangan tersendiri karena dilatarbelakangi seorang agamawan yang meyakini bahwa pemilih dapat mendukung dirinya, terutama pemilih Muslim. Selanjutnya seorang Kiyai melakukan berbagai strategi untuk memancing pemilih secara efektif di media sosial, dimana akun Twitter sebagai platform strategis untuk memikat para pemilih dalam kontekstasi politik. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifi-kasi branding politik menggunakan media sosial Twitter oleh KH. Ma’ruf Amin sebagai kandidat wakil presiden dalam kontes pemilihan presiden 2019.  Selanjutnya, metode kualitatif digunakan untuk penelitian ini. Kemudian, alat analisa menggunakan perangkat lunak NVivo 12 plus untuk melihat intensitas pengkodean dari akun Twitter KH. Ma’ruf Amin yaitu @Kiyai_Marufamin, alat ini mampu memberikan laju koding tangkapan dari tweet yang menampilkan tingkat intensitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KH. Ma’ruf Amin menggunakan media sosial Twitter sebagai alat untuk mencari dukungan, terutama bagi pemilih Muslim. Kegiatan media sosial pada periode Februari 2019 - April 2019 dianggap memiliki intensitas liputan yang tinggi, hal ini mengidentifikasikan bahwa distribusi tweet oleh KH. Ma’ruf Amin lebih tentang menyebarkan tweet bersama dengan gambar, bahasa formal dan gaya visual dengan latar belakang seorang Kiyai. Dengan demikian, Twitter @Kiyai_Marufamin dianggap dapat memberikan merek politik yang bagus untuk KH. Ma’ruf Amin sebagai kandidat wakil presiden untuk berpartisipasi dalam pemilihan presiden 2019 di Indonesia.Kata kunci: Twitter, merek politik, KH. Ma’ruf Amin, kampanye pemilihan presiden 2019
Mengubah Wajah Parlemen Indonesia Melalui Strategi Pencitraan Positif Para Aktor Politik: Kajian Komunikasi Politik Yopy Perdana Kusuma
Nyimak: Journal of Communication Vol 1, No 2 (2017): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.075 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v1i2.479

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pencitraan positif para aktor politik (anggota DPR-RI) dalam upaya mengubah wajah parlemen Indonesia yang sudah terlanjur dianggap miring oleh publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deksriptif kualitatif untuk mendeskripsikan apa dan bagaimana strategi pencitraan positif yang dilakukan oleh para aktor politik dalam rangka mengubah wajah parlemen (DPRRI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa para aktor politik belum mampu memanfaatkan strategi pencitraan politik yang memadai. Selain itu, fungsi media relations yang ada juga belum berjalan dengan baik dalam mengelola citra sebagai lembaga perwakilan rakyat Penelitian ini menyimpulkan bahwa para aktor politik belum melakukan strategi pencitraan positif yang memadai. Selain itu, fungsi strategis media relations Humas DPR-RI dalam membangun citra parlemen juga belum berjalan secara maksimal.Kata Kunci: Strategi Pencitraan Politik, Media Relations, Komunikasi Politik, DPR-RI This study aims to analyze the positive imaging strategies of political actors (members of DPR-RI) in an effort to change the image of the Indonesian parliament that has been considered oblique by public. This research uses qualitative descriptive approach to describe what and how positive imaging strategy performed by political actors in order to change the face of parliament (DPR-RI). The results of this study show that political actors have not been able to utilize the strategy of adequate political imagery. In addition, the function of media relations also has not run well in managing the image as a representative institution of the people. This study concludes that political actors have not yet done an adequate positive imaging strategy. And also, the strategic function of media relations (Humas DPR-RI) has not run maximally in building the image of Indonesian parliament.Keywords: Strategy of political imaging, media relations, political communication, DPR-RI
Penggunaan Bahasa Korea (Hangeul) dalam Instagram sebagai Bentuk Presentasi Diri Adizta Putri Sekarwangi; Ayub Ilfandy Imran
Nyimak: Journal of Communication Vol 3, No 1 (2019): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.125 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v3i1.1128

Abstract

Korean wave merupakan perpaduan antara budaya tradisional Korea Selatan dengan budaya pop yang disajikan dalam bentuk drama (K-drama) dan musik (K-pop). Korean wave telah menarik perhatian masyarakat dari berbagai negara dan menjadi salah satu budaya populer yang mampu bersaing dengan budaya Barat. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana presentasi diri pengguna Instagram ketika menggunakan bahasa Korea (Hangeul). Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan yang terlibat dalam penelitian ini mempelajari Hangeul secara otodidak serta memiliki motivasi yang sama dalam mempelajari Hangeul, yaitu merasa tertarik dengan dunia hiburan dan budaya Korea. Mereka lalu menjadikan Instagram sebagai ruang presentasi diri melalui penggunaan Hangeul. Ekspektasi yang diharapkan adalah munculnya kesan bahwa mereka adalah sosok yang mengagumkan karena menguasai bahasa asing (Korea), mirip dengan orang Korea asli, dapat menunjukkan identitas sebagai penggemar idola Korea, dan menunjukkan bahwa kegiatan fan girling mempunyai sisi positif.Kata Kunci: Dramaturgi, presentasi diri, Instagram, Hangeul The Korean wave is a blend of traditional South Korean culture with pop culture presented in the form of drama (K-drama) and music (K-pop). The Korean wave has attracted the attention of people from various countries and has become one of the popular culture that is able to compete with Western culture. This study aims to find out how self-presentation of Instagram users when using Korean (Hangeul). This study uses constructivism paradigm and qualitative approach. The results showed that the informants involved in this study studied Hangeul in a self-taught manner and had the same motivation in learning Hangeul, which felt interested in the world of entertainment and Korean culture. They make Instagram as a self presentation space through the use of Hangeul. What is expected is the emergence of the impression that they are amazing figures because they master foreign languages (Korean), similar to native Koreans, can show their identity as fans of Korean idols, and show that the girling fan activities have a positive side.Keywords: Dramaturgi, self disclosure, Instagram, Hangeul
Discursive Intertextualities of RuangGuru due COVID-19 by the Governor of Central Java Cosmas Gatot Haryono; Rustono Farady Marta; Maichel Chinmi
Nyimak: Journal of Communication Vol 4, No 2 (2020): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1697.672 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v4i2.2711

Abstract

The government decided to make temporary policies due to COVID-19 Pandemic. One of the policies is to close schools temporarily and conduct online learning. There are obstacles for people outside Java Island who have inadequate infrastructure concerning online learning, in other words, they are still struggling to apply online learning. Related to the problem in the time of COVID-19 the researchers try to analyze the news which was published by www.solopos.com entitled “Sekolah di Jateng Libur karena Corona, Belajar Pindah ke Ruang Guru?”. The researcher uses Fairclough Discourse Analysis method to analyze the news. Besides, www.solopos.com wants to show concerns for its target community due to the government’s unfairness. Even though it looks so common, the people of Central Java will easily know what is written not just asking questions, but also trying to convince whether, are they really using RuangGuru to help people around central Java? This research focuses on how we see what is happening in reality. The results, www.solopos.com has their personal importance which can be seen in the selection of vocabularies and their style of how they deliver to their readers, how they selected the attributes of nouns, and many discursive intertextualities which use conjunctions casualties.Keywords: COVID-19, RuangGuru, Central Java Goverment, Discourse Analysis, www.solopos.com ABSTRAKPandemi COVID-19 yang terjadi di awal tahun 2020 ini memaksa pemerintah kita membuat serangkaian kebijakan jangka pendek bagi masyarakatnya. Salah satunya adalah kebijakan yang dilakukan dalam bidang pendidikan adalah proses pembelajaran di rumah masing-masing secara online. Dalam proses pembelajaran secara online terjadi kendala tersendiri bagi masyarakat di luar Pulau Jawa yang memiliki infrastruktur yang kurang memadai. Berkaitan dengan keadaan tersebut tujuan dari riset ini adalah analisa pemberitaan www.solopos.com bertajuk “Sekolah di Jateng Libur karena Corona, Belajar Pindah ke Ruang Guru?” menggunakan metode Analisa Wacana Fairclough. Pada beritanya, Peneliti melihat didalam www.solopos.com juga menunjukkan bahwa mereka mempunyai keberpihakan kepada masyarakat akibat ketidakadilan pemerintah dalam mengambil keputusan dalam masa pandemi ini yang berkaitan dengan pendidikan. Meskipun terkesan biasa saja, masyarakat Jawa Tengah akan mengetahui bahwa berita yang ditulis tidak sekedar bertanya, tetapi juga mencoba meyakinkan apakah benar-benar menggunakan aplikasi RuangGuru? Maka urgensi dan fokus pada penelitian ini agar dapat melihat kebenaran yang sebenarnya tentang perkembangan Pendidikan yang sedang terjadi dipicu juga dengan adanya pandemi COVID-19. Hasil yang ditemukan adalah terdapat suatu kepentingan www.solopos.com yang terlihat dalam pemilihan kosakata dan gaya bahasa atau lingustik yang digunakan pada teks berita, dan atribut nomina yang dipilih serta perpindahan intertekstualitas yang banyak menggunakan konjungsi sebab akibat didalam pemberitaan media Solopos.Kata Kunci: COVID-19, RuangGuru, Pemerintah Jawa Tengah, Analisa Wacana, www.solopos.com
PEMAKNAAN PROFESI BEAUTY VLOGGER MELALUI PENGALAMAN KOMUNIKASI Filza Intan Mariezka; Hanny Hafiar; Yustikasari Yustikasari
Nyimak: Journal of Communication Vol 2, No 2 (2018): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.132 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v2i2.920

Abstract

Di Indonesia, jumlah beauty vlogger terus mengalami peningkatan yang pesat semenjak 2015. Bahkan, sebagian besar dari mereka menjadikan kegiatan beauty vlogging sebagai pekerjaan tetap. Kemunculan dan perkembangan profesi ini juga menjadi sebuah bukti dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terbentuk dalam diri para pegiat beauty vlogger yang diarahkan melalui teori fenomenologi Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi kepustakaan. Sementara teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beauty vlogger memaknai profesi mereka menjadi tiga makna, yaitu upaya aktualisasi diri, sebagai mata pencaharian, dan sebagai panutan.Kata Kunci: Makna, profesi, beauty vlogger, pengalaman komunikasi In Indonesia, the number of beauty vloggers continues to increase rapidly since 2015. In fact, most of them make beauty vlogging activities as a permanent job. The emergence and development of this profession is also a proof of the development of information and communication technology. This study aims to determine the meaning that formed in the beauty vlogger through Schutz's phenomenological approach. This study uses a qualitative approach with phenomenology as the type of study. Data collection techniques used in-depth interviews, participatory observation, and literature studies. While the data validity technique uses source triangulation. The results of this study showed that the beauty vlogger interpreted their profession into three meanings: self-actualization efforts, livelihood, and role models.Keywords: Meaning, profession, beauty vlogger,communication experiences
Efektivitas Dakwah melalui Instagram Febri Nurrahmi; Puteri Farabuana
Nyimak: Journal of Communication Vol 4, No 1 (2020): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.135 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v4i1.2326

Abstract

Para pendakwah saat ini banyak memanfaatkan media sosial untuk berdakwah. Akun Instagram Pemuda Hijrah merupakan salah satu akun dakwah di Instagram yang memuat video dakwah, menayangkan kajian keislaman dengan tema perbaikan diri dan mengajak anak muda untuk hijrah. Penelitian ini menggunakan teori pembelajaran sosial untuk mengetahui bagaimana efektivitas akun Instagram Pemuda Hijrah sebagai media dakwah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksplanatif melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan terhadap tujuh follower pada akun Pemuda Hijrah, serta dengan menonton video akun Instagram Pemuda Hijrah minimal tiga kali dalam satu minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah menggunakan video yang disebarkan melalui akun Pemuda Hijrah tergolong efektif untuk meningkatkan pemahaman agama, memberi motivasi, dan mendorong perubahan perilaku informan menjadi lebih religius.Kata kunci: Dakwah, Instagram, Pemuda Hijrah, video ABSTRACTNowadays, Islamic clerks make use of social media to propagate Islamic teachings. The Instagram account of Pemuda Hijrah is one of the Instagram accounts that contain videos promoting Islamic teachings on self- improvement and inviting young people to convert to Islamic practices. Using social learning theory, this study aims to learn the effectiveness of the Instagram account of Pemuda Hijrah as a preaching channel. This study employed an explanatory qualitative method using in-depth interviews and nonparticipant observations. The informants were seven followers of the Instagram account and regularly watched videos on the account at least three times a week. The results show that spreading Islamic teaching through videos on the Instagram account have been effective increase comprehension, stimulate motivation and encourage informant to be more religious.  Keywords: Islamic preaching, Instagram, Pemuda Hijrah, video
Pengaruh Promosi Produk Seafoodking terhadap Brand Awareness Produk Egi Dian Shintarani
Nyimak: Journal of Communication Vol 1, No 2 (2017): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.994 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v1i2.484

Abstract

Produk makanan olahan beku kini banyak diincar oleh konsumen karena dianggap lebih praktis. Di tengah maraknya brand baru produk makanan olahan beku yang bermunculan, PT. Fitrafood International masih menggunakan kegiatan promosi sampling dalam mempromosikan Seafoofking sebagai produk utamanya. Upaya promosi tersebut dilakukan di berbagai supermarket dan pasar-pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kegiatan promosi yang dilakukan dalam membangun dan membentuk Brand Awareness produk SeafoodKing serta untuk mengetahui bagaimana pemahaman konsumen terhadap produk SeafoodKing dan minat konsumen untuk membeli produk SeafoodKing. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data primer yang digunakan adalah data yang diperoleh secara langsung dari kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah rumusan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan variabel direct marketing, sales promotion, humas dan personal selling berpengaruh secara signifikan terhadap brand awareness produk.Kata Kunci: promosi sampling, seafoodking, brand awareness Frozen food products are now much targeted by consumers because it is considered more practical. In the middle of the rampant new brand of frozen processed food products that have sprung up, PT. Fitrafood International still uses sampling promotion activities to promote Seafoofking as its main product. This promotional effort is conducted in various supermarkets and also traditional markets. This study aims to determine how the influence of promotional activities in building and forming Brand Awareness of SeafoodKing products, and also to find out how the consumer understanding of SeafoodKing products and its interest to buy SeafoodKing products. This research uses quantitative method with associative approach. This research uses primary data obtained from the questionnaire. The analysis technique used is product moment correlation formula. The results showed that the variables of direct marketing, sales promotion, public relations and personal selling significantly influence brand awareness of the product.Keywords: sampling promotion, seafoodking, brand awareness
Kerusuhan Suporter PSIM dan PSS di Stadion Sultan Agung dalam Bingkai Media Lokal Yogyakarta Nisa Adzkiya; Fajar Junaedi
Nyimak: Journal of Communication Vol 3, No 2 (2019): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.211 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v3i2.1655

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pemberitaan surat kabar lokal di Yogyakarata mengenai kerusuhan yang melibatkan suporter PSIM dan PSS pada 26 Juli 2018 di luar Stadion Sultan Agung yang mengakibatkan puluhan orang luka-luka dan satu orang meninggal dunia. Kerusuhan di antara suporter PSIM dan PSS tersebut mengundang berbagai surat lokal di Yogyakarta menuliskan insiden ini sebagai headline selama tiga hari berturut-turut dari 27 Juli 2018 hingga 29 Juli 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembingkaian (framing) yang dibuat surat kabar lokal di Yogyakarta dalam memberitakan peristiwa bentrok antarsuporter PSIM dan PSS. Menggunakan pendekatan kualitatif, metode yang digunakan adalah analisis framing model William A. Gamson. Data penelitian bersumber dari pemberitaan yang ditayangkan beberapa surat kabar lokal di Yogyarakarta mengenai peristiwa bentrok antarsuporter PSIM dan PSS Sleman. Hasil penelitian menunjukkan (1)  Harian Jogja membingkai berita tindak kekerasan suporter melibatkan pelajar; (2) Radar Jogja membingkai bahwa kontradiksi perdamaian elit vs kerusuhan di akar rumput; (3) Kedaulatan Rakyat membingkai beritanya dengan istilah kedamaian yang ternodai; (4). Koran Merapi membingkai berita kekerasan suporter di wilayah kriminalitas; (5). Tribun Jogja membingkai berita dengan kekerasan suporter sebagai ancaman.Kata Kunci: framing, kekerasan suporter, media lokal, YogyakartaABSTRCTThis research is motivated by local newspaper in Yogyakarata about the riots involving PSIM and PSS supporters on July 26, 2018 outside the Sultan Agung Stadium, which resulted in dozens of injuries and one death. Riots between PSIM and PSS supporters invited various local newspapers in Yogyakarta to write this incident as headlines for three consecutive days from 27 July 2018 to 29 July 2018. This research aims to find out how the framing created by local newspapers in Yogyakarta in reporting the clash between PSIM and PSS supporters. Using qualitative approach, this study uses framing analysis method by William A. Gamson. The research data was obtained from reports broadcast by several local newspapers in Yogyarakarta about the clash between supporters of PSIM and PSS Sleman. The results showed (1) Harian Jogja frames news of supporters supporting violence involving students; (2) Radar Jogja frames the contradiction of elite peace vs. riots at the grassroots; (3) Kedaulatan Rakyat write news with a tarnished frame of peace; (4) Koran Merapi frame news about supporters of violence in crime areas; (5) Tribun Jogja framed the supporters’ violence as a threat.Keywords: Framing, supporter violence, local newspaper, Yogyakarta
Komunikator Politik Berdasarkan Teori Generasi Mirza Shahreza
Nyimak: Journal of Communication Vol 1, No 1 (2017): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.067 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v1i1.273

Abstract

Pada saat kepentingan umum terganggu oleh sebuah kebijakan atau peraturan yang dibuat oleh sebuah kekuasaan, maka akan terlihat suatu reaksi mulai dari elite pollitik, kalangan terpelajar, dan juga masyarakat biasa. Ternyata, kita semua bisa berperan sebagai komunikator politik pada saat bereaksi terhadap berita mengenai politik yang muncul di berbagai media massa. Tulisan ini akan melihat pemetaan terhadap komunikator politik berdasarkan teori generasi. Dalam suatu era pasti akan ada beberapa lapisan masyarakat yang dibedakan berdasarkan era atau zaman saat mereka dilahirkan. Trend media dan teknologi yang terus berubah sangat mempengaruhi setiap generasi dalam membangun pola pikir dan tingkah laku politiknya. Begitu pula gaya kepemimpinan dan cara pandang penguasa juga mewarnai setiap generasi. Berdasarkan teori Generasi, ada istilah traditionalist, baby boomers, generasi X, Y, Z dan alpha. Segala sesuatu terutama yang berhubungan dengan prilaku, gaya hidup, profesi, budaya yang sering dikaitkan dengan ciri-ciri dari generasi-generasi tersebut. Teori yang dikemukakkan oleh Strauss dan Howe merupakan asumsi yang sangat subjektif. Berdasarkan teori tersebut penulis akan mengadopsi teori Generasi dalam memahami komunikator politik di Indonesia. Tulisan ini adalah sebuah studi literatur yang diperoleh dari berbagai bacaan ilmiah yang diolah dan disusun oleh penulis. Memahami teori generasi dapat membantu untuk mengetahui ciri khas dan cara komunikator politik berkomunikasi, mengkonstruksi pesan lintas generasi yang pada umumnya akan terbelah generasi senior (tua) dan generasi junior (muda).Kata Kunci: komunikator, politik, teori generasi, media, teknologi. At a time when the public interest is disrupted by a policy or regulation made by a power. Then, there will be a reaction from the political elite, educated, and ordinary people. Apparently, we can all play a role as a political communicator when reacting to news about politics that appear in various mass media. This paper will look at the mapping of political communicators based on generation theory. In an era, there will certainly be several layers of society that are distinguished by the age or the age at which they were born. The ever-changing media and technological trends greatly affect each generation in building their mindset and political behavior. Similarly, leadership styles and rulers’ perspective also color every generation. Based on Generation theory, there is the term traditionalist, baby boomers, generation X, Y, Z, and alpha. Everything is primarily related to the behavior, lifestyle, profession, culture that is often associated with the characteristics of those generations. The theory put forward by Strauss and Howe is a very subjective assumption. Based on the theory, the writer will adapt Generasi theory in understanding the political communicator in Indonesia. This paper is a study of literature derived from various scientific readings processed and composed by the author. Understanding the theory of generations can help to identify the characteristics and ways communicators communicate, constructing messages across generations that will generally split the senior (youth) and junior (youth) generation.Keywords: communicator, politics, generation theory, media, technology.

Page 3 of 15 | Total Record : 141