cover
Contact Name
abdul basit
Contact Email
basit.umt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journalnyimak@gmail.com
Editorial Address
Jl.Mayjen Sutoyo No.2 Kota Tangerang, Provinsi Banten, 15111 Indonesia.
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Nyimak: Journal of Communication
ISSN : 25803803     EISSN : 25803832     DOI : http://dx.doi.org/10.31000/nyimak
Nyimak: Communication Journal to encourage research in communication studies. The focus of this journal are: Public Relations, Advertising, Broadcast, Political Communication, Cross-cultural Communication, Business Communication, and Organizational Communication
Articles 141 Documents
Eksistensi Java Jazz Festival sebagai Event Musik di Indonesia Rialdo Rezeky; Nadya Sabrina
Nyimak: Journal of Communication Vol 3, No 2 (2019): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.269 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v3i2.1745

Abstract

PT. Java Festival Production (JFP) adalah salah satu promotor musik di Indonesia yang masih tetap bertahan eksistensinya. Salah satu event musik bergengsi yang menjadi ciri khasnya adalah Java Jazz Festival, yang sudah diselenggarakan sejak 2005 dan masih bertahan hingga kini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen event PT. Java Festival Production dalam mempertahankan penyelenggaraan event Java Jazz Festival di Indonesia. Landasan konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah event management process Joe Goldblatt. Menggunakan paradigma konstruktivisme, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen event dalam penyelenggaraan Java Jazz Festival dilakukan pada tahap (1) praevent, yaitu dengan melakukan riset, desain, dan perencanaan; (2) main event, dengan melakukan koordinasi; (3) pascaevent, dengan menyelesaikan report dari setiap divisi setelah acara selesai.Kata Kunci: manajemen event, special event, Java Jazz ABSTRACTPT. Java Festival Production (JFP) is one of the promoters of music in Indonesia that still exists today. One of the prestigious music events that characterizes it is the Java Jazz Festival, which has been held since 2005 and is still held today. This study aims to determine and analyze event management of PT. Java Festival Production in maintaining the implementation of Java Jazz Festival event in Indonesia. The conceptual foundation used in this study is Joe Goldblatt’s event management. Using the constructivism paradigm, the approach used is a qualitative descriptive approach with a case study method. Data collection techniques using observation, interviews and literature studies. The results showed that the application of event management in implementation of the Java Jazz Festival was carried out at (1) preevent stage, namely by conducting research, design, and planning; (2) main events stage, by coordinating; (3) postevent stage, by completing reports from each division after the event is over.Keywords: event management, special event, Java Jazz
Strategi Humas Partai Gerindra dalam Membangun Citra Partai pada Pemilu 2014 Rialdo Rezeky; Muhammad Saefullah
Nyimak: Journal of Communication Vol 1, No 1 (2017): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.642 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v1i1.276

Abstract

Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif dan deskriptif. Dalam penelitian ini mereka yang menjadi subjek penelitian merupakan informan (tokoh kunci). Subjek dari penelitian ini dibagi menjadi dua komponen pokok, yang terdiri dari publik internal dan publik ekternal yaitu dari Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Kader Partai, Pengamat dan Wartawan. Objek penelitian ini adalah perilaku, kegiatan dan pendapat Tim Humas Partai Gerindra. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi partisipatif, dan triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Humas Partai Gerindra telah melaksanakan strategi melalui berbagai program kehumasan serta menjalin hubungan media yang baik dengan kalangan wartawan sehingga sosialisasi berjalan dengan baik. Begitu juga dengan evaluasi yang dilakukan terkait dengan strategi partai. Keberhasilan Partai Gerindra dalam mempertahankan citra partai pada PEMILU 2014 sebagai hasil dari berjalannya strategi Humas dan komunikasi dan berbagi jenis program yang tepat sesuai dengan karakteristik masyarakat pemilih atau konstituennya. KataKunci: Strategi Humas, Partai Gerindra, Pemilu 2014 The approach of this research is qualitative and descriptive. In this study those who become the subject of research is an informant (key figure). The subject of this study is divided into two main components, consisting of internal public and external public that is from the Board of the Central Executive Board of Gerindra Party, Party Cadres, Observers and Journalists. The object of this research is the behavior, activities and opinions of Gerindra Party Public Relation Team. In this study used data collection techniques with interviews, participatory observation, and triangulation of data. The results of this study indicate that the Public Relations Gerindra has implemented strategies through various public relations programs and establish good media relations with the reporters so that socialization goes well. So also with the evaluation that is done related to the strategy of the party. The success of Gerindra Party in maintaining the party’s image in Election 2014 as a result of the running of PR strategy and communication and sharing the right type of program according to the characteristics of the voting community or its constituents.Keywords: PR Strategy, Gerindra Party, Election 2014
Motivasi Menghafal Al-Qur’an pada Anak melalui Komunikasi Interpersonal Annisa Nurul Mardhiyah; Ayub Ilfandy Imran
Nyimak: Journal of Communication Vol 3, No 2 (2019): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.631 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v3i2.1204

Abstract

Orang tua mempunyai peran yang penting bagi keberhasilan pendidikan anak, termasuk dalam meningkatkan motivasi anak untuk menghafal Al-Qur’an. Selain itu, proses tahfizh Al-Qur’an harus selaras antara tujuan pendidikan di sekolah dan aktivitas anak di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pola komunikasi interpersonal orang tua dan anak dalam meningkatkan motivasi menghafal Al-Qur’an pada anak. Penelitian ini dilakukan pada orang tua dan siswa STP MI Khoiru Ummah yang memiliki prestasi di bidang tahfizh. Dengan paradigma konstruktivisme, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan anak yang memiliki capaian tahfizh tinggi berasal dari keluarga yang menerapkan pola komunikasi konsensual. Pola komunikasi konsensual adalah pola komunikasi yang memiliki tingkat interaksi dan konformitas tinggi antaranggota keluarga. Dengan diterapkannya pola komunikasi ini, orang tua dapat meningkatkan motivasi menghafal Al-Qur’an pada anak dan anak dapat mencapai target hafalan yang diinginkan.Kata Kunci: Komunikasi interpersonal, keluarga, tahfizh Al-Qur’an ABSTRACTParents have an important role in the success of children’s education, including in increasing the motivation of children to memorize the Qur’an. In addition, the process of tahfizh Al-Qur’an must be in harmony between the goals of education in schools and the activities of children at home. This study aims to determine and analyze the patterns of interpersonal communication of parents and children in increasing motivation to memorize the Qur’an in children. This research was carried out on parents and students of STP MI Khoiru Ummah who had achievements in the field of tahfizh. With the constructivism paradigm, this study uses qualitative-descriptive approach. The results of the study show that children who have high achievement outcomes come from families that apply the consensual communication pattern. The pattern of consensual communication is a communication pattern that has a high level of interaction and conformity between family members. With the implementation of this pattern, parents can increase motivation in children to memorize the Qur’an and children can achieve the desired memorization target.Keywords: Interpersonal communication, family, tahfizh Al-Qur’an
Political Agonism for Indonesian Cyberpolitic: Critical Cyberculture to Political Campaign of 2019 Indonesian Presidential Election in Twitter Heni Gusfa; Fransiskus Emilus D. Kadjuand
Nyimak: Journal of Communication Vol 4, No 2 (2020): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5507.337 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v4i2.2685

Abstract

In this era of third-generation media, political battles not only occur in the real world but also occur in cyberspace. Various strategies and products of political campaigns using social media have become commonplace in political communication. This happens because along with the disruption of public communication media, conventional campaign ideas and models have also expanded into cyber channels and shaped cyber politics reality. The uniqueness of this research is antagonistic narratives such as hoax, ethnicity, religion, race, intergroup, and provocation in the 2019 Presidential Election political campaign on Twitter from January 1st, 2019 to April 13th, 2019. This research intends to critically analyze the narrative of political campaigns on Twitter using the Agonism Cyber-politic approach. The method used in this research is Multimodal Critical Cyberculture Analysis to analyze the multimodality text (text and image components), Using hashtags to amplificated a political narration, and the antagonism narrations that develops on Twitter by supporting accounts of Jokowi and Prabowo. The results showed that the @jokowi and @prabowo accounts were the accounts with the highest engagement in spreading political campaign narratives on Twitter. The @jokowi account uses optimistic narratives, while @prabowo tends to use pessimistic narratives. Nevertheless, there are so many antagonism narratives like hoax, fake news, propaganda, and politicization of SARA which are specified by anonymous accounts. These antagonistic narratives are more developed in cyber politics discourse on Twitter. The result is horizontal conflict among Indonesian people. The community represented by netizens experienced division and formed two clusters. This fact certainly reduces the meaning of Indonesian democracy which should be substantive to mere procedural. It was found out that the concept of agonistic politics becomes practice of Indonesian democracy, based on the philosophy of the Indonesian nation Keywords: Jokowi, Prabowo, 2019 Presidential Election, political campaign, twitter, cyber politic, Indonesian cyber-democracy ABSTRAKDi era media generasi ketiga sekarang ini, pertarungan politik tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga terjadi di dunia maya. Berbagai strategi dan produk kampanye politik menggunakan media sosial menjadi hal yang lumrah dalam komunikasi politik. Hal ini terjadi karena seiring dengan terganggunya media komunikasi publik, ide dan model kampanye konvensional juga merambah ke saluran siber dan membentuk realitas politik siber. Keunikan dari penelitian ini adalah narasi antagonis seperti hoax, etnisitas, agama, ras, antargolongan, dan provokasi dalam kampanye politik Pilpres 2019 di Twitter dari 1 Januari hingga 13 April 2019. Penelitian ini ingin menganalisis secara kritis narasi kampanye politik di Twitter dengan pendekatan Agonism Cyber-politic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Multimodal Critical Cyberculture Analysis, bertujuan untuk menganalisis teks multimodal (komponen teks dan gambar), penggunaan hashtag untuk memperkuat narasi politik, dan narasi antagonisme yang berkembang di Twitter dengan mendukung akun Jokowi dan Prabowo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @jokowi dan @prabowo merupakan akun yang paling banyak terlibat dalam menyebarkan narasi kampanye politik di Twitter. Akun @jokowi menggunakan narasi optimis, sedangkan @prabowo cenderung menggunakan narasi pesimistis. Namun demikian, banyak ditemukan narasi antagonisme, seperti hoax, fake news, propaganda, dan politisasi SARA yang dibocorkan oleh akun anonim. Narasi antagonis ini lebih berkembang dalam wacana politik dunia maya di Twitter. Akibatnya terjadi konflik horizontal dalam kehidupan (politik) masyarakat Indonesia. Komunitas yang diwakili oleh netizen mengalami perpecahan dan membentuk dua kluster. Fakta ini tentu mereduksi makna demokrasi Indonesia yang semestinya substantif menjadi sekadar prosedural. Konsep politik agonistik sendiri sudah menjadi bagian dari praktik demokrasi di Indonesia yang berlandaskan pada falsafah bangsa Indonesia.Kata Kunci: Jokowi, Prabowo, Pilpres 2019, kampanye politik, Twitter, politik siber, demokrasi siber Indonesia
Pengaruh Service Excellence terhadap Brand Equity pada Pelanggan Batik Air Ryan Hidayat; Abdul Basit
Nyimak: Journal of Communication Vol 2, No 1 (2018): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.182 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v2i1.739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui seberapa besar pengaruh pelayanan prima terhadap ekuitas nilai dalam benak pelanggan Batik Air; (2) mengetahui seberapa besar pengaruh ekuitas nilai di dalam benak pelanggan Batik Air; dan (3) mengetahui seberapa besar pengaruh pelayanan prima di dalam benak para pelanggan Batik Airlines. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sebagai penelitian deskriptif dan menggunakan causal explanations, populasi dalam penelitian ini ialah pelanggan Batik Air yang berada di ruang tunggu keberangkatan domestik pada Terminal 1C Bandar Udara Internasional SoekarnoHatta Jakarta. Jumlah respoden dalam penelitian ini adalah sebanyak 91 orang dari keseluruhan populasi (978 orang). Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan prima memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ekuitas nilai. Pelayanan prima yang diterapkan maskapai Batik Air di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta berada pada kategori tinggi. Penilaian tertinggi ada pada dimensi empati, sementara penilaian terendahnya berada pada dimensi daya tanggap. Koefisien determinasi yang diperoleh angka R2 adalah sebesar 0,575 atau (57,5%) yang menunjukkan persentase sumbangan pengaruh variabel independen (X1 -X5 ) terhadap variabel dependen ekuitas nilai adalah sebesar 57,5%, sementara sisanya sebesar 42,5% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tak diserrakan dalam penelitian ini.Kata Kunci: Service excellence, brand equity, kesadaran merek, kepuasan pelanggan, Batik Air This study aims to: (1) determine the influence of excellent service toward value equity in customer mind of Batik Air; (2) determine the influence of value equity in customer’s mind Batik Air; and (3) determine the influence of excellent service in the minds of Batik Airlines’s customers. This study uses a quantitative approach. As a descriptive study and using causal explanations, the population in this study is Batik Air customers in domestic departure lounge at Terminal 1C Soekarno-Hatta International Airport. The number of respondents in this study was 91 people from the total population (978 people). Research data obtained through interviews and questionnaires. The results of this study indicate that excellent service has significant influence on value equity. Excellent service applied by Batik Air airline at Soekarno-Hatta International Airport is in high category. The highest scores are in the empathy dimension, while responsiveness dimension has lowest rating. The coefficient of determination obtained by R2 is equal to 0,575 (57,5%) which show the percentage contribution of independent variable (X1-X5) to dependent variable equity value is 57,5%, while the rest (42,5%) ia influenced by others variable that not included in this study.Keywords: Service excellence, brand equity, brand awareness, consumer satisfaction, Batik Air 
Pengelolaan Kesan Verbal dan Nonverbal Customer Service Rismiatun Rismiatun; Umaimah Wahid; Ilham Ramdana
Nyimak: Journal of Communication Vol 4, No 1 (2020): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.998 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v4i1.2214

Abstract

Pengelolaan kesan menjadi hal yang krusial bagi customer service. Sebagai ujung tombak perusahaan, customer service senantiasa ada di garda terdepan dalam berinteraksi dengan pelanggan dan dituntut mampu memberi pelayanan terbaik pada pelanggan. Penelitian ini hendak mengetahui bagaimana pengelolaan kesan verbal dan nonverbal customer service Universitas Budi Luhur. Melibatkan empat informan, penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan kesan di panggung depan bertujuan untuk memperoleh kesan positif sewaktu berinteraksi dengan pelanggan. Pengelolaan kesan ini dilakukan melalui penggunaan pesan verbal dan nonverbal, di mana keduanya dapat saling memperkuat satu sama lain.Kata Kunci: Dramaturgi, pesan verbal, pesan nonverbal, customer service ABSTRACTImpression management is crucial for customer service. As the spearhead of company, customer service is always at the forefront in interacting with customers and is demanded to be able to provide the best service to customers. This study wanted to find out how to manage verbal and nonverbal customer service at Budi Luhur University. Involving four informants, the research uses a constructivism paradigm with a descriptive-qualitative approach. Research data obtained through interviews, documentation, and observations. The results showed that the management of impressions on the front stage aims to obtain positive impressions when interacting with customers. This impression management is done through the use of verbal and nonverbal messages, where both can reinforce one another. Keywords: Dramaturgy, verbal messages, nonverbal messages, customer service
Bingkai Media pada Program Acara Televisi Satu Indonesia Net.tv Episode Sultan HB X dan Asia Calling Tempo Tv Episode Penerus Tahta Raja Yogyakarta Sigit Surahman
Nyimak: Journal of Communication Vol 1, No 2 (2017): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.4 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v1i2.481

Abstract

Yogyakarta menganut kekuasaan monarki yang keberadaannya diatur dalam UU No. 13 tahun 2012 yang mengharuskan Gubernur adalah Raja Keraton Yogyakarta. Sri Sultan HB X mengeluarkan Sabda Raja yang mengangkat GKR Pambayun menjadi Putri Mahkota untuk mempersiapkan penerus tahta. Seharusnya yang menjadi penerus tahta raja adalah salah satu dari adik Sri Sultan HB X. Muncul pertanyaan berikut: Bagaimana bingkai media program acara satu Indonesia Net.tv “eps” Sultan HB X dan asia calling Tempo Tv “eps” penerus tahta raja Yogyakarta?, Apa bukti hegemoni Sri Sultan HB X?, Bagaimana topik berita yang sesuai dengan apa yang disampaikan Sultan HB X? Sultan HB X ingin mempertahankan kelanggengan kekuasaan. Framing is a multi-layered concept. It can operate individually, on the micro level, in terms of how citizens frame political issues. This has been the focus of the discussion up to this point. Framing can also operate on a macro level (Perloff, 2014:165). Hegemony, the notion that political leaders can enforce their will on the Mass public by manufacturing consent, harnessing mass communications in the Service of their political objectives (Perloff, 2014:166). Indexing, the idea that political media index news so that it closely matches the range of voices expressed by political elites (Bennett, 1994; Bennett, Lawrence, & Livingston, 2006: Perloff, 2014:166). Penelitian kualitatif deskrtiptif relevan untuk memperoleh informasi lengkap mengenai hegemoni Sri Sultan HB X.Kata Kunci: Bingkai, sabda raja, putri mahkota Yogyakarta embraces the monarchical power whose existence is regulated in Law no. 13 of 2012 which requires the Governor is the King of Yogyakarta Palace. Sri Sultan HB X issued the King's Word which elevated GKR Pambayun to Crown Princess to prepare the successor to the throne. Should be the successor to the throne of the king is one of Sri Sultan HB X's sister. The following questions arise: How to frame the media of the event program one Indonesia Net.tv "eps" Sultan HB X and asia calling Tempo Tv "eps" successor to the throne of the king of Yogyakarta ?, What is the evidence of the hegemony of Sri Sultan HB X ?, How do the news topics match what Sultan HB X has to say? Sultan HB X wants to maintain the continuity of power. Framing is a multi-layered concept. It can operate individually, on the micro level, in terms of how citizens frame political issues. This has been the focus of the discussion up to this point. Framing can also operate on a macro level (Perloff, 2014: 165). Hegemony, the notion that political leaders can enforce their will on the Mass public by manufacturing consent, harnessing mass communications in the Service of their political objectives (Perloff, 2014: 166). Indexing, the idea that political media index news so that it closely matches the range of voices expressed by political elites (Bennett, 1994; Bennett, Lawrence, & Livingston, 2006: Perloff, 2014: 166). Descriptive qualitative research is relevant to obtain complete information about the hegemony of Sri Sultan HB X.Keywords: Frame, king's word, crown princess
Representasi Perempuan dalam Film Siti Ganjar Wibowo
Nyimak: Journal of Communication Vol 3, No 1 (2019): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.561 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v3i1.1219

Abstract

Film berjudul Siti yang disutradarai oleh Eddie Cahyono berhasil memenangkan ajang Festival Film Indonesia pada 2015. Film yang ditayangkan terbatas ini berkisah mengenai peran seorang ibu, istri, sekaligus pencari nafkah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan representasi perempuan dalam film Siti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika Roland Barthes. Dari film ini, setidaknya ada tiga hal yang bisa dikemukakan sebagai penekanan. Pertama, film ini tidak keluar dari sosok Siti (sosok perempuan yang lemah, tabah, dan kuat). Kedua, unsur lokalitas tetap dibangun tanpa dipermainkan. Ketiga, sajian sinematik yang minimalis dan sederhana menjadikan setiap pesan dalam film ini bisa tersampaikan dengan baik. Sekalipun film ini hadir dalam ruang kontradiktif satu sama lain, karena mengangkat dan menggambarkan sosok perempuan Jawa yang hidup dalam kesumukan budaya patriarkal, bukan berarti film ini membawa/menyuarakan paradigma feminis atau keadilan/ketidakadilan gender.Kata Kunci: Siti, perempuan Jawa, patriarkal, film The film titled Siti, directed by Eddie Cahyono, won Indonesian Film Festival in 2015. The limited screened film revolves around the role of a mother, wife, and breadwinner. This study aims to describe the representation of women in the film Siti. This study uses a qualitative approach with Roland Barthes's semiotic method. From this film, there are at least three things that can be put forward as emphasis. First, this film did not come out of the figure of Siti (a weak, steadfast and strong woman). Second, the element of locality is still built without being mocked. Third, a minimalist and simple cinematic presentation makes every message in this film well conveyed. Even this film is present in contradictory space with one another because raising and describing Javanese women who live in the patriarchal culture, it does not mean that this film brings out the feminist paradigm or gender justice/injustice.Keywords: Siti, Javanese women, patriarchy, film
Pesan Nonverbal dalam Komunikasi Politik Wahidin Halim Sebagai Calon Gubernur Banten pada Pilkada Banten 2017 Fitria Santi
Nyimak: Journal of Communication Vol 2, No 2 (2018): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.799 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v2i2.960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan nonverbal dalam komunikasi politik Wahidin Halim pada Pilkada Banten 2017, dan difokuskan hanya kepada pesan kinesik, proksemik, artifaktual, dan paralingustik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi nonpartisipan sebagai sumber data primer, dengan studi pustaka dan dokumentasi sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wahidin Halim selalu tersenyum (pesan fasial) ketika sedang berhadapan dengan masyarakat Banten, sementara gerak olah tangannya (hand gesture) lebih sering terlihat mengangkat tangan dengan jari terbuka. Ketika berada di tengah masyarakat, jarak yang yang terbangun antara Wahidin Halim dengan masyarakat Banten tergolong jarak intim dan personal, sementara penampilan (pesan artifaktual) yang merupakan ciri khasnya ialah baju koko putih, celana hitam, dan peci hitam. Adapun dalam hal kecepatan bicara tergolong cepat, dengan intonasi suara bersemangat serta gaya komunikasi yang ceplas-ceplos dan humoris.Kata Kunci: Komunikasi politik, pesan nonverbal, Pilkada Banten 2017, Wahidin Halim This study aims to find out various nonverbal messages in Wahidin Halim's political communication in 2017 Banten elections, and focused only on the message of kinesik, proxemik, artifactual, and paralingustik. The approach used in this study is qualitative with descriptive method. The data collection techniques used in-depth interview and nonparticipant observation as primary data sources, with literature study and documentation as secondary sources. The results of this study showed that Wahidin Halim always smiled (facial message) when he was meeting the people of Banten, while the hand gesture was more often seen raising his hand with his fingers open. During the campaign, the distance between Wahidin Halim and the people of Banten was classified as intimate and personal. Meanwhile, the appearance (artifactual message) which is his trademark is white koko, black pants and peci hitam. As for the speed of speaking, Wahidin Halim is quite fast, enthusiasm in tone, and the communication style is ceplas-ceplos and humorous.Keywords: Political communication, nonverbal message, Banten Elections 2017, Wahidin Halim
Mediating the Lifestyle of Metrosexual on Instagram (#priadewasa, #ganteng): Consumption and Identity Rama Kertamukti
Nyimak: Journal of Communication Vol 4, No 2 (2020): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2057.511 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v4i2.2880

Abstract

Activity of human social life is currently mediated by internet technology. Mediation has created space in the activities of social life which previously had an activity in the body replaced by activities in cyberspace. Instagram is a technological social space in the posfenomenological dimension of cyber space. Instagram as social media mediates its user body to be shared with other users. Instagram is a mode of reduced social interaction and transcends bodily space, programmed body, identity constructed in digital form. The metrosexual man enters the Instagram room to image himself and share it with other users. This research analyzes how metrosexual man activities in consumption and presents his identity in cyberspace. This study uses a virtual ethnographic method by tracing metrosexual male Instagram accounts through the hashtag #priadewasa #ganteng. This method can explore deeper about subject interactions on Instagram. The result is identity and consumption activities in the form of fashion, the places they visit are presented making it their class that has their own tastes in activities shared on Instagram. The liquid space provided by Instagram renders de-identification. Instagram space gives a different space unlike theworld off-line. Human life is never static, the dynamics of human life are changes that can never be avoided. These changes are a process of human adaptation to the movement of the surrounding environment. One form of human adaptation is to create technology that aims to simplify and improve the quality of life. Keywords: Instagram, Metrosexual, Identity, Consumption ABSTRAKAktivitas kehidupan sosial manusia saat ini termediasi teknologi internet. Mediasi itu telah menciptakan ruang dalam aktivitas kehidupan sosial yang sebelumnya beraktivitas dalam kebertubuhan tergantikan dengan aktivitas dalam ruang siber. Instagram adalah ruang sosial teknologis yang berada dalam dimensi posfenomenologis ruang siber. Instagram sebagai media sosial memediasi tubuh penggunannya untuk dibagikan ke pengguna lain. Instagram adalah moda interaksi sosial tereduksi dan melampaui ruang kebertubuhan, tubuh terprogramkan, identitas terkonstruksi dalam wujud digital. Pria metroseksual memasuki ruang Instagram untuk mencitrakan dirinya dan dibagi ke pengguna lain. Penelitian ini menganalisa bagaimana aktivitas pria metroseksual dalam berkonsumsi dan menghadirkan identitasnya di dunia siber. Penelitian ini menggunakan metode etnografi virtual dengan menelusuri akun Instagram pria metroseksual melalui hashtag #priadewasa #ganteng. Metode ini dapat mengeksplorasi lebih dalam interaksi subjek di instagram. Hasilnya Identitas dan aktivitas konsumsi berupa fashion, tempat-tempat yang mereka kunjungi menjadikan kelas mereka memiliki selera tersendiri dalam aktivitas yang dibagikan di instagram. Ruang cair yang diberikan instagram mengarahkan de-idetifikasi. Ruang Instagram memberi ruang berbeda tidak seperti dunia off line. Kehidupan manusia tidak pernah dalam kondisi statis, dinamika kehidupan manusia merupakan perubahan yang tidak pernah bisa dihindari. Perubahan-perubahan tersebut merupakan proses adaptasi manusia terhadap pergerakan dari lingkungan sekitarnya. Salah satu bentuk adaptasi manusia adalah dengan menciptakan teknologi yang bertujuan mempermudah dan meningkatkan kualitas hidup.Kata Kunci: Instagram, Metroseksual, Identitas, Konsumsi

Page 5 of 15 | Total Record : 141