cover
Contact Name
Tanendri Arrizqiyani
Contact Email
p3m@stikes-bth.ac.id
Phone
+6281321180268
Journal Mail Official
jkbth@stikes-bth.ac.id
Editorial Address
Jl.Cilolohan No 36 Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : https://dx.doi.org/10.36465
Core Subject : Health,
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2014)" : 21 Documents clear
PENGALAMAN PEMBERIAN INFORMED CONCENT TINDAKAN PEMBEDAHAN PADA PASIEN PRE OPERATIF ELEKTIF DI RUANG IIIA RSU KOTA TASIKMALAYA Kustiawan, Ridwan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.237 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.46

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengalaman pemberian informed concent tindakan pembedahan pada pasien pre operatif elektif di Ruang IIIA  RSU Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan narasumber dalam penelitian ini adalah menggunakan tehnik purposive untuk pasien dan incidental untuk perawat. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi. Hasil penelitian adalah mengungkapkan pengalaman pemberian informed concent tindakan pembedahan pada pasien pre operatif elektif yang terdiri dari 5 sub variable yaitu metoda, isi, waktu, dan tempat pemberian informed  concent tindakan pembedahan serta harapan pasien dan perawat tentang pemberian informed concent tindakan pembedahan. Hasil dari penelitian ini memberikan implikasi terhadap pelayanan keperawatan perioperatif dalam melaksanakan pemberian informed concent tindakan pembedahan pada pasien pre operatif elektif. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam berkomunikasi, tersedianya media bantu  komunikasi dan adanya sebuah aturan yang jelas tentang batasan wewenang medis dan perawat terhadap pemberian informasi kepada pasien akan sangat membantu meningkatkan kualitas pemberian asuhan keperawatan perioperatif khususnya tentang pemberian informed consent tindakan pembedahan pada pasien  pre operatif elektif. Kata Kunci      : informed concent tindakan pembedahan, pasien, pre operatif elektif
SERBUK PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI PENAMBAH AROMA PADA MAKANAN Nawawi, As'ari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.525 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.51

Abstract

Telah dilakukan penelitian telaah fitokimia daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dan pemanfaatannya sebagai penambah aroma pada makanan. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui pembuatan serbuk dari daun pandan wangi dengan metode Freeze Dry dan pemanfaatannya sebagai penambah aroma pada makanan. Hasil skrining fitokimia dari daun pandan wangi mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan polifenol. Penentuan kadar air dari daun pandan wangi didapat 11% dan kadar abu 6,375%. Dari hasil test Friedman, didapat bahwa serbuk pandan wangi yang paling banyak adalah formula C yaitu serbuk pandan wangi hasil Freeze Dry tanpa ampas.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT DI KELURAHAN SETIAJAYA KECAMATAN CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2013 Kurnia, Anih
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.026 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.42

Abstract

Pendahuluan : Kebijakan Nasional tentang promosi kesehatan telah menetapkan Visi Nasional Promosi Kesehatan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI. No.1193/MENKES/SK/X/2004 yaitu “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2010” (Dinkes, 2010). Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku hidup bersih dan sehat di Kelurahan Setiajaya Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya tahun 2013 Metode Penelitian : analisis asosiatif pendekatan crossectional, Hasil : pengujian statistik dengan menggunakan Chi Square  diperoleh nilai r sebesar 0,000, jika dibandingkan dengan a(0,05), maka nilai r < nilai a (0,000 < 0,05), sehingga dapat disimpulkan Ho ditolak artinya terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku dan  pengujian statistik dengan menggunakan Chi Square diperoleh nilai r sebesar 0,000, jika dibandingkan dengan a(0,05), maka nilai r < nilai a (0,000 < 0,05), sehingga dapat disimpulkan Ho ditolak artinya terdapat hubungan antara sikap PHBS dengan Perilaku PHBS.
IDENTIFIKASI BAKTERI OXACILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (ORSA) PADA ULKUS PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RUANG PERAWATAN BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) TASIKMALAYA Suhartati, Rochmanah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.026 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.56

Abstract

Staphylococcus aureus adalah bakteri kokus Gram positif yang menimbulkan penyakit infeksi pada manusia.Pasien diabetes mellitus yang mempunyai luka terbuka akan lebih mudah mengalami infeksi Staphylococcus aureus. Saat ini telah ditemukan strain Staphylococcus aureus yang resisten terhadap methicillin yang disebut Methicillin ResistantStaphylococcus aureus (MRSA). MRSA disebut juga ORSA (Oxacillin Resistant Staphylococcus aureus).ORSA/MRSA bersifat kebal terhadap beberapa jenis antibiotik sehingga pengobatannya menjadi sulit.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri ORSA pada ulkus penderita diabetes yang dirawat di ruang perawatan bedah RSUD Tasikmalaya.Metode penelitian ini bersifat deskriptif, dilaksanakan bulan meiterhadap 4 pasien ulkus penderita diabetes melitus yang dirawat di RSUD Tasikmalaya.Dari hasil penelitian didapat dari 4 sampel diperoleh satu sampel resisten terhadap antibiotik oxacillin dengan rata-rata diameter zona hambat 8,5 mm, sedangkan 2 sampel lainnya sensitif dengan rata-rata diameter zona hambat 23.5 mm dan 25,5mm.Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan pada ulkus penderita diabetes mellitus yang dirawat di ruang perawatan bedah RSUD Tasikmalaya didapat hasil ditemukannya bakteri MRSA/ORSA dari 4 sampel yang diisolasi terdapat 1 sampel positif ORSA (Oxacillin Resistant Staphylococcus aureus) dengan presentasi sebesar 25 %.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KINA ( Cinchona officinalis L) Srizustika, Diana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.558 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.47

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan : Daun kina Cinchona officinalis L (family Rubiaceae) adalah tanaman obat yang berasal dari Peru yang tumbuh di Indonesia, memiliki potensi secara tradisional dalam mengobati kudis dan kurap. Penelitian mengenai kajian fitokimia masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui kadar falvonoid pada ekstrak etil asetat daun kina (Chinchona officinalis Cinchona officinalis L. Metode: Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan pelarut etil asetat. Penapisan fitokimia dilakukan terhadap simplisia daun kina dan ekstrak. Penetapan kadar flavonoid dilakukan dengan metoda ordon dengan pembanding kuersetin kemudian diidentifikasi dengan spektrofotometri uv-visibel  Hasil:  Diperoleh kadar flavonoid dari ekstrak etil asetat 0,84% Kesimpulan:  Sehingga daun kina ( Chinchona officinalis L ) tidak direkombinasikan sebagai tanaman penghasil sumber flavonoid yang bersumber dari alam.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMATIAN NEONATUS DINI DI RUANG PERINATALOGI RSUD TASIKMALAYA TAHUN 2012 Nurliawati, Enok
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.314 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.52

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masih tingginya angka kematian bayi di Indonesia. Pada tahun 2012 di ruang Perinatalogi RSUD Tasikmalaya ada sebanyak 156 bayi dengan penyebab asfiksia, kelainan kongenital, BBLR dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh dalam kematian neonatal dini.  Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan kohort retrospektif. Jumlah sampel sebesar 368 bayi dengan tehnik pengambilan sampel secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang paling berhubungan atau yang mempunyai risiko paling tinggi adalah asfiksia dengan nilai p = 0.000, RR= 6.759 ,CI 95% = 3.688 – 12.387 yang berarti bahwa neonatal dengan asfiksia mempunyai risiko 7 kali dibandingkan dengan neonatal yang tidak mengalami asfiksia atau normal. Kata kunci : Kematian neonatal dini, asfiksia,berat badan lahir, usia kehamilan, paritas, cara melahirkan
ANALISIS MINYAK ATSIRI UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum Linn.) MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS SPEKTROMETER MASSA Amin, Saeful
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.671 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.43

Abstract

Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia merupakan aset yang sangat besar terutama kandungan minyak atsiri yang diperoleh dari berbagai jenis tanaman di Indonesia.Minyak atsiri atau disebut juga volatil oil atau essential oil adalah istilah yang digunakan untuk minyak mudah menguap. Minyak atsiri umbi bawang putih (Allium sativum Linn.) didapatkan dengan cara destilasi air. Kromatografi gas spektrometermassa (GC-MS) merupakan metode yang dinamis untuk pemisahan dan deteksi senyawa-senyawa yang mudah menguap dalam suatu campuran.Tujuan dari rangkaian penelitian ini adalah mengetahui komponen kimia minyak atsiri umbi bawang putih (Allium sativum Linn.) menggunakan kromatografi gas spektrometer massa (GC-MS).Tahap penelitian yang dilakukan yaitu pengumpulan bahan, determinasi, penanganan sampel, isolasi minyak atsiri dengan menggunakan destilasi air, identifikasi minyak atsiri umbi bawang putih (Allium sativum Linn.) menggunakan GC-MS. Didapatkan beberapa senyawa yaitu allyl sulfide, methyl allyl disulfide, diallyl disulphide, methyl allil trisulfide, isopulegol, citronella, β-citronellol, geraniol, diallyl trisulfide, citronelly acetate, neryl acetate, β-elemene, δ-cadinene, diallyl tetrasulphide, cyclohexane, s-cadinol, α-cadinol.Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai sumber informasi dari minyak atsiri umbi bawang putih (Allium sativum Linn.).Dan dapat bermanfaat sebagai bahan pembanding serta dapat dijadikan sebagai dasar pemikiran dalam penelitian selanjutnya. Kata kunci :Umbi bawang putih, minyak atsiri, GC-MS.
GAMBARAN KADAR NATRIUM (Na) PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN RENTANG USIA 31-55 TAHUN Nurpalah, Rianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.003 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.57

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai gambaran kadar natrium (Na) pada pasien hipertensi dengan rentang usia 31-55 tahun. Sampel yang diambil sebanyak 20 orang dan dilakukan pemeriksaan pada tanggal 27 Maret – 16 April. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar natrium (Na) pada pasien hipertensi dengan usia 31-55 tahun. Adapun manfaat dari penelitian ini dapat memberikan informasi kepada pembaca tentang gambaran kadar natrium (Na) pada pasien hipertensi, serta menambah ilmu pengetahuan penulis tentang kadar natrium (Na) pada pasien hipertensi. Metode penelitian yang dipakai adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data berdasarkan analisis laboratorium dan studi literatur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 20 orang pasien hipertensi tersebut diperoleh kadar natrium (Na) sebanyak 2 orang pasien hipertensi yaitu 10% diperoleh kadar natrium (Na) yang normal, dengan nilai natrium (Na) 145 mmol/L dan 18 orang pasien hipertensi yaitu 90% diperoleh kadar natrium (Na) tidak normal, dengan nilai natrium (Na) diatas 145 mmol/L. Pasien hipertensi dengan usia 31-55 tahun yang mengalami peningkatan kadar natrium (Na) rata-rata mengkonsumsi obat hipertensi yang bersifat beta-bloker, mempunyai riwayat penyakit kolesterol dan penyakit ginjal, sedangkan yang tidak mengalami peningkatan natrium mengkonsumsi obat hipertensi yang berupa diuretika, sehingga kemungkinan natrium dikeluarkan bersama dengan urine. Kata kunci : Hipertensi, Natrium
AKTIVITAS LAKSATIF INFUSA DAUN CEREMAI (Phyllanthus acidus L) PADA MENCIT Nofianti, Tita
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.977 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.48

Abstract

Pengujian aktivitas laksatif dengan menggunakan metode transit intestinal dari infusa daun ceremai dilakukan untuk menggali potensi ceremai dalam penggunaannya sebagai laksatif  yang berasal dari bahan alam. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi rasio dari panjang usus yang dilalui oleh marker terhadap panjang usus keseluruhan. Infusa daun ceremai diberikan secara oral dengan dosis  0,0039 gram/ 20 gram bb mencit,  0,0078 gram/20 gram bb mencit, dan 0.0156 gram/20 gram bb mencit. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa dosis 0,0039 gram/ 20 gram bb mencit, dan 0.0156 gram/20 gram bb mencit mempunyai aktivitas sebagai Laksatif apabila dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif.
MERIDIAN MASSAGE DAPAT MENURUNKAN EDEMA TANGAN PADA PASIEN STROKE Agustin, Teti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.971 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.39

Abstract

Latar belakang :  Meridian massage merupakan sentuhan terapeutik meliputi penggunaan untuk secara sadar memberikan dampak distraksi dengan cara menstimulasi kutaneus tubuh secara umum dengan melalui sistem saluran yang terdiri dari saluran membujur dan melintang yang tersebar di seluruh tubuh bagaikan membentuk sebuah jala yang teratur. Mempunyai efek untuk memperlencar peredaran darah dan mempengaruhi ujung-ujung saraf perifer.Tujuan: Untuk mengetahui efek meridian massage terhadap penurunan edema tangan pada pasien stroke.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian True Ekperimental Design dengan pendekatan Pretest posttest Control Group Design . Jumlah sampel adalah 36 pasien, di bagi menjadi dua kelompok:  18 pasien kelompok eksperimen, 18 pasien kelompok kontrol. Setiap pasien stroke yang mengalami edema tangan dilakukan tindakan meridian massage.  Meridian massage dilakukan selama enam hari, dengan diawali dengan pretest dulu dan diakhiri dengan posttest. Instrument pengkajian untuk edemanya menggunakan lembar observasi tingkatan skala edema..Hasil: Pasien stroke yang mengalami edema pada tangannya setelah dilakukan meridian massage terjadi penurunan edema (p=0,016).Kesimpulan: Pasien stroke yang mengalami edema pada tangannya setelah dilakukan meridian massage selama 10 menit 1 kali per hari selama 6 hari terjadi penurunan edema, sehingga tekhnik meridian massage sangat efektif untuk di implementasikan pada pasien yang mengalami edema pada tangannya. Kata Kunci:  Stroke, Edema, Meridian Massage.

Page 2 of 3 | Total Record : 21