cover
Contact Name
Muhammad Ilham
Contact Email
muhammadilham@iainkendari.ac.id
Phone
+6285395492216
Journal Mail Official
jurnalatadib@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari Jln. Sultan Qaimuddin, No. 17 Baruga Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan
ISSN : 19794908     EISSN : 25983873     DOI : https://doi.org/10.31332/
Core Subject : Education,
Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan is a forum publishing original articles related to research-based education or Islamic education. It is published by Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kendari (Faculty of Education and Teaching, IAIN Kendari). This journal is for professionals, academics, researchers, and scholars whose empirical work focuses on curriculum, teaching methodology, learning activity, teaching media, learning approaches, learning achievement, character education, evaluation in education and the relationship between Islam and education. Authors are welcomed to submit their manuscripts for publication. Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan publishes articles on education in any area of study twice a year, every June and December. This journal charges no fees for publication.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2014)" : 10 Documents clear
TAXONOMY OF LANGUAGE TEACHING TECHNIQUES IN TEACHING READING Humaera, Isna
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.314

Abstract

English language teaching techniques have various categorization.Those techniques covering for main skills in English namely reading,listening, speaking and writing. The concept incorporatesclassification of type of activity that enables teachers to pick out thesequential activity within the lesson. Based on Behaviorism theory,language learning is a process of reinforcement repetition thatproposed three stages of learning that are called presentation,practice and production (PPP). The three step PPP aimed atdeveloping automatic habits largely through classroom processes ofmodeling, repetition, and controlled practice. Brown classifies thetaxonomy into three broad categories: controlled technique, semicontrolledtechnique, and free technique. Teachers have a dominantcontrol in controlled technique. In free technique, teachers are usuallyput into a less controlled role here, as students become free to becreative with their responses and interactions with other students.Semi controlled technique is the combination of the both categories.Keywords: taxonomy of language teaching, controlled technique,semi-controlled technique, free technique.
KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PROSES PEMBELAJARAN Kadir, St. Fatimah
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.315

Abstract

Keragaman latar belakang siswa dan kemampuan belajarnyamenjadi fokus dalam mengelola kelas. perbedaan kemampuan dankecendrungan yang dimiliki siswa berkaitan dengan sikap belajarsiswa, kondisi seperti ini menjadi bagian yang terpenting yang harusdiperhatikan karena aktivitas belajar banyak ditentukan oleh sikapbelajar peserta didik. Ketika pembelajaran dimulai peserta didiksering menunjukkan sikap penolakan berarti siswa kurang bisamerespon pembelajaran yang dilakukan oleh guru ketika siswamenunjukkan sikap menerima berarti secara emosional ada kesediaanuntuk menerima pembelajaran yang dilakukan oleh guru kenyataanseperti ini diperlukan kemampuan mengelola kelas dengan baik agartercipta kondisi belajar yang kreatif, aktif, menyenangkan, gembiradan berbobot.Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata; pengelolaan dan kelas.Pengelolaan diambil dari akar kata “kelola” yang diberi awalam“pe” dan akhiran “an” berati pengelolaan adalah pengaturan danpenataan kegiatan. Kelas adalah tempat untuk memperolehtransformasi ilmu pengetahuan bagi siswa yang berlangsung secarakondusif, dialogis, dan menyenangkan.Kelas diartikan juga sekelompok orang yang melakukankegiatan bersama untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dari guru.Dengan demikian pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untukmenciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikanjika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Kelas ketika dikelolasecara baik akan menimbulkan kehangatan dan antusiasme belajarpeserta didik.Kata Kunci: Pembelajaran, mengelola kelas, dan guru.
MENGHADIRKAN NILAI-NILAI SPIRITUAL TASAWUF DALAM PROSES MENDIDIK Sodiman, Sodiman
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.316

Abstract

Mendidik sejatinya adalah merubah. Merubah ketidaktahuanmenjadi tahu; merubah ketidakbisaan menjadi bisa; merubahketidakterampilan menjadi terampil; merubah ketidakberadabanmenjadi berkeadaban. Dengan demikian, proses mendidik merupakanupaya mulia untuk semakin memanusiakan manusia.Pendidikan idealnya menyentuh seluruh aspek dan potensipeserta didik. Namun sayangnya, pendidikan yang dijalankan saat inidi negeri kita lebih cenderung berorientasi pada dimensi kognitifmaterialistik.Pendidikan mengalami materialisasi tujuan! Orientasipendidikan hanya kuantitatif lulusan dan lapangan kerja. Pendidikantidak mampu menghasilkan manusia utuh. Akibatnya, krisis terbesardi dunia saat ini adalah krisis spiritualitas dan inegritas. Oleh karenaitu, tulisan ini berupaya mendiskusikan format sulusi yang bisaditawarkan untuk mengatasi kekurangan dan disorientasi dalampendidikan tersebut.Kata Kunci : Tasawuf, Mendidik, Nilai-nilai Spiritual Tasawuf.
MENUMBUHKAN SIKAP SAINS CALON GURU ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL Burhan, Burhan
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.317

Abstract

Attitude grown early science student teachers to early childhood, does notmean they have to be a60n expert science education or science teachersare experts. This attitude is not developed for the purpose of short-term,but the long-term. Learning is expected to take effect in early childhoodwould be a knowledge base, which leads them into a golden generation inthe future. The generation that has sensitivity to the surroundingenvironment, sensitive to the environment that gave birth to generationsof defenders surrounding environment. Learning science contextuallyfacilitate student understanding of science. Students are able to explainverbally about the material they are learning. Science materials that areabundant and free in their natural laboratories facilitate peace with thefamous natural complex. They were able to assemble independently ofscience in oral form, though still very limited, if knowledge gained ispresented in written form. Difficulty wrote early science knowledgepossessed lies in their inability to describe what has been done by usingthe active voice.Keywords : Early science, science attitude, contextual-based learning.
URGENSI PENDIDIKAN MORAL DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK Machmud, Hadi
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.318

Abstract

Pendidikan moral pada masa modern merupakan tanggapan dan reaksiatas model pendidikan yang berkembang sejak abad pertengahan. Pendidikanmoral yang menekankan dimensi etis-spiritual dalam proses pembentukanpribadi merupakan reaksi atas keterbatasan pedagogi natural. Lahirnyapendidikan moral atau karakter sebagai sebuah usaha untuk menghidupkankembali pedagogi ideal-spiritual yang sempat hilang diterjang gelombangpositivisme. Tujuan pendidikan moral adalah untuk pembentukan karakteryang terwujud dalam kesatuan esensial antara si subjek dengan perilaku dansikap hidup yang dimilikinya.Pendidikan moral percaya adanya keberadaan moral absolute danbahwa moral absolute itu perlu diajarkan kepada generasi muda agar merekapaham betul mana yang baik dan benar. Substansi dari pendidikan moraladalah membentuk kepribadian yang paripurna bagi setiap anak. Prilakuyang diharapkan akan lahir adalah; berbuat jujur, menolong orang,menghormati, bertanggungjawab, menghargai, menyayangi saling menerima,empati, simpati dan menerima apa adanya. Pendidikan moral mempunyaimakna lebih tinggi, karena bukan sekedar mengajarkan mana yang benar danmana yang salah, lebih dari itu pendidikan moral dan karakter menanamkankebiasaan (habituation) tentang hal yang baik sehingga anak menjadi paham(domein kognitif) tentang mana yang baik dan salah, mampu merasakan(domein afektif) nilai yang baik dan mau melakukannya (domeinpsikomotor). Seperti kata Aristotle, karakter itu erat kaitannya dengan“habit” atau kebiasaan yang terus menerus dipraktekkan dan dilakukan.Dalam pendidikan moral menenekankan pentingya pembentukankepribadian dengan tiga komponen karakter yang baik (components of goodcharacter) yaitu moral knowing atau pengetahuan tentang moral, moralfeeling atau perasaan tentang moral dan moral action atau perbuatanbermoral.Kata kunci : Pendidikan moral, pembentukan kepribadian, dankepribadian anak.
INKUIRI: SEBUAH STRATEGI MENUJU PEMBELAJARAN BERMAKNA Hadisi, La
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.319

Abstract

Artikel ini berjudul Inkuiri: Sebuah Strategi Menuju PembelajaranBermakna. Strategi pembelajaran memegang peranan penting bagi gurudan siswa dalam proses belajar mengajar, sehingga tujuan pembelajaranyang telah direncanakan bisa tercapai. Dalam artikel ini penulismembahas strategi pembelajaran inkuiri adalah salah satu strategi yangmenekankan pada proses berfikir secara sistematis, logis, kritis, analistis,dan bermakna, untuk mencari serta menemukan jawaban sendiri darisuatu permasalahan yang dihadapi, baik proses pembelajaran dalamkelas, maupun dilingkungan sekitar dimana mereka berada. Hal inipeserta didik didorong dan diarahkan untuk mengembangkan kemampuandan potensi yang mereka miliki, sehingga diharapkan muncul rasapercaya diri dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang merekahadapi. Dengan demikian strategi pembelajaran inkuiri yang penulistawarkan ini, bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi berbagaimacam persoalan pendidikan kita sekarang maupun yang akan datang.Kata Kunci: Inkuiri, Strategi Pembelajaran, Pembelajaran Bermakna
PRINSIP-PRINSIP DALAM PENDIDIKAN ISLAM (Universal, Keseimbangan, Kesederhanaan) Herman, Herman
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.320

Abstract

Pendidikan merupakan usaha menusia untuk menumbuhkandan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmanimaupun rohani sesuai dengan norma-norma yang berlakudimasyarakat. Usaha-usaha tersebut dalam rangka untukmewariskan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda. Oleh karenaitu, prinsip universal dalam pendidikan Islam adalah mencakupmasalah aqidah, ibadah dan muamalah. Interaksi edukatif yaituintraksi yang berlangsung dalam suatu ikatan untuk tujuanpandidikan. Oleh karena itu, intraksi edukatif dimaknai lebih spesifiklagi pada bidang pendidikan pengajaran, yang lebih dikenal denganpendidikan dan pengajaran.Prinsip universal dalam pendidikan Islam, setidaknya dapatdipisahkan dari prinsip agama Islam yang meliputi masalahketuhanan, sosial kemasyarakatan serta kesadaran terhadaplingkungan.Masalah ketuhanan, setiap agama dianut oleh umat manusiadi dunia ini, sementara berhubungan dengan keyakinan akan adanyakekuatan yang luar biasa yang datang dari diri manusia. Olehkarena, itu Islam sebagai agama maka dalam pelaksanaanpendidikan mengarahkan perkembangan manusia sesuai dengannorma-norma ajaran Islam. Sosial kemasyarakatan, manusia sebagaimakhluk individu juga sebagai makhluk sosial, sehingga memandangadanya persenyawahan antara kehidupan perseorangan dankehidupan sebagai anggota masyarakat. Pendidikan salah satubentuk intraksi manusia ia adalah tindakan sosial dimana terjadinyaintraksi social melalui jaringan kemanusiaan. Kesadaran danpemanfaatan lingkungan, persoalan lingkungan yang dijadikansarana untuk digunakan untuk menunjang kehidupan manusia dalammrangka beribadah kepada Allah.Kata Kinci: Pendidikan Islam, universal, keseimbangan,kesederahanaan
KONSEP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Samrin, Samrin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.321

Abstract

Pendidikan adalah salah satu bidang yang sangat menentukandalan kemajuan suatu negara, Indonesia merupakan negara kesatuanyang terdiri dari berbagai macam suku, adat, agama, bahasa dan lainlain.Kesatuan ini yang akan menjadi bentuk negara ini secara pluralmelalui pendidikan, perbedaaan ini dapat disatukan agar tidak terjadidiskriminasi yang menyudutkan pada satu golongan. Indonesiamerupakan salah satu negara yang multikultural terbesar di dunia,kebenaran dari pernyataan ini dapat dilihat dari sosio kultur maupungeografis yang begitu beragam dan luas. Keragaman ini diakui atautidak, akan dapat menimbulkan berbagai macam persoalan seperti yangsekarang dihadapi bangsa ini. Seperti korupsi, kolusi, nepotisme,premanisme, perseteruan politik, kemiskinan, kekerasan, separatisme,perusakan lingkunghan dan hilangnya rasa kemanusiaan untuk selalumenghargai hak-hak orang lain adalah bentuk nyata darimultikulturalisme.Pendidikan multikultural seyogyanya memfasilitasi prosespembelajaran yang mengubah perspektif monokultural yang esensial,penuh prasangka dan diskriminatif ke perspektif multikulturalis yangmenghargai keragaman dan perbedaan, toleransi, dan sikap terbuka(inklusif). Perubahan paradigma semacam ini menuntut transformasiyang tidak hanya terbatas pada dimensi kognitif belaka. lebih dari itu,juga menuntut perubahan pada dimensi afektif dan psikomotorik.Kata Kunci : Pendidikan dan Multikultural.
DINAMIKA KARAKTERISTIK PENDIDIKAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Studi Analisis Tematik Ayat-Ayat Tentang Pendidikan) Has, Muhammad Hasdin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.322

Abstract

Tulisan ini tentang karakteristik pendidikan perspektif al-Quran dilatarbelakangi oleh berbagai teori pendidikan dan ijtihadpara ilmuan dalam mencari sistem pendidikan terbaik bagi pesertadidik dan perkembangannya juga memunculkan lembaga-lembagapendidikan berlabel agama Islam dari tingkat dasar sampaiperguruan tinggi, kemudian dalam al-Quran terdapat banyak ayattentang pendidikan baik hakikat dan unsur-unsurnya menggugahpenulis untuk melihat sejauh mana konsep pendidikan perspektif al-Qur’an.Tulisan ini adalah library research dengan mengeksplorasiberbagai ayat-ayat tentang pendidikan dalam al-Qur’an sertapetunjuk hadis yang relevan kemudian dianalisis dengan pendekatantafsir tematik sehingga berhasil memunculkan karakteristik dantujuan pendidikan dalam al-Quran.Terdapat tiga term pendidikan dalam al-Quran: tarbiyah,ta’lim dan ta’dib. Kata tarbiyah lebih mewakili pendidikan Islamperspektif al-Quran karena maknanya mencakup mendidik,mengajar, mengasuh, membimbing (Q.S al-Fatihah ayat 2).Kemudian pendidik sesungguhnya adalah Allah Swt melalui rasulrasul-Nya untuk menciptakan insan kamil dengan segala karakterterpujinya (Q.S al-Taubah ayat 128 dan al-Alaq ayat 1-5) olehkarena itu tujuan pendidikan dalam al-Quran adalah memeliharafitrah manusia menuju kesempurnaan (Q.S al-Dzariyat ayat 56).Kata Kunci: Pendidikan, al-Quran, dan
PEMBUATAN BAHAN AJAR BERBASIS MODUL PADA MATAKULIAH MEDIA PEMBELAJARAN DI JURUSAN TARBIYAH STAIN SULTAN QAIMUDDIN KENDARI Lestari, Ambar Sri
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.323

Abstract

Media in teaching and learning is one module in the form of teachingmaterials. Teaching materials are all kinds of materials that are used tohelp teachers / instructors in carrying out teaching and learningactivities in the classroom. Modules can be viewed as a medium or asteaching material, but in this study modules are seen as the mediumused to convey the material teachers. The module is a tool or a learningtool containing materials, methods, limitations, and how to evaluatesystematically designed and appealing to attain competency / subcompetencies expected in accordance with the level of complexity.Keywords: Modules, Subjects, Learning Media

Page 1 of 1 | Total Record : 10