cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2024): December" : 38 Documents clear
Systematic Literature Review: Konseling Kelompok Analisis Transaksional untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Syarofudin, Ahmad; Kusumadewi, Ari; Winingsih, Evi; Purwoko, Budi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.16968

Abstract

The main objective of this study was to assess the effectiveness of transactional analysis group counseling in improving interpersonal communication skills in college students. This research uses the Systematic Literature Review method with PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Literature Review and Meta-Analysis) guidelines. The research data was obtained from research studies during the period 2014-2024. This study identified, evaluated, and synthesized 8 relevant scientific articles that had gone through a screening process using the PRISMA flowchart. Articles came from ScienceDirect, Google Scholar, Springer, Taylor & Francis Group online database. The results of this study are (1) the effectiveness of group counseling in improving students' interpersonal communication skills, (2) factors that influence the effectiveness of transactional analysis group counseling, and (3) the role of ego state in interpersonal communication. The conclusion of this study shows that group counseling transactional analysis is effective in improving students' interpersonal communication. For future research, it is recommended to add control variables to enrich findings and gain a deeper understanding of the effect of this approach. _____________________________________________________________Tujuan utama penelitian ini untuk menilai efektivitas konseling kelompok analisis transaksional untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Literature Review and Meta-Analysis). Data penelitian diperoleh dari studi penelitian selama periode 2014-2024. Penelitian ini mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis 8 artikel ilmiah yang relevan dan telah melalui proses screening menggunakan PRISMA flowchart. Artikel berasal dari database online ScienceDirect, Google Scholar, Springer, Taylor & Francis Group. Hasil penelitian ini yaitu (1) efektivitas konseling kelompok dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas konseling kelompok analisis transaksional, (3) peran ego state dalam komunikasi interpersonal. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukan bahwa konseling kelompok analisis transaksional efektif digunakan untuk meningkatkan komunikasi interpersonal mahasiswa. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menambahkan variabel kontrol guna memperkaya temuan dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengaruh pendekatan ini.
Upaya Meningkatkan Resiliensi Akademik dengan Konseling Kelompok Teknik Cognitive Restructuring Anggraini, Yunita; Budiono, Arifin Nur; Mutakin, Fakhruddin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.16115

Abstract

Students with low academic resilience are often influenced by factors such as belief in their abilities, ability to manage academic tasks, anxiety, and completing various academic demands. Preliminary studies show that students' academic resilience tends to be low, so they need help to increase their resilience in facing academic challenges. This research aims to examine increasing academic resilience through cognitive restructuring techniques in group counseling services at SMPN 02 Silo. The research design used was qualitative with a Guidance and Counseling Action Research (PTBK) approach. The research sample consisted of 6 students selected using purposive sampling from 152 students. Data was collected using a questionnaire to measure the level of academic resilience before and after the intervention. The results showed that more than 75% of the sample experienced a significant increase in their academic resilience. These findings indicate that cognitive restructuring-based group counseling services can improve students' academic resilience. This research suggests that similar programs be implemented in other schools to test the generalizability of the findings and explore other factors that may influence students' academic resilience, such as social support and environmental influences.____________________________________________________________Siswa dengan resiliensi akademik yang rendah sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti keyakinan terhadap kemampuan diri, kemampuan mengelola tugas akademik, kecemasan, dan penyelesaian berbagai tuntutan akademik. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa resiliensi akademik siswa cenderung rendah, sehingga mereka memerlukan bantuan untuk meningkatkan ketahanan dalam menghadapi tantangan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan resiliensi akademik melalui teknik cognitive restructuring dalam layanan konseling kelompok di SMPN 02 Silo. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Sampel penelitian terdiri dari 6 siswa yang dipilih menggunakan purposive sampling dari total 152 siswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat resiliensi akademik sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 75% sampel mengalami peningkatan yang signifikan dalam resiliensi akademik mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok berbasis restrukturisasi kognitif dapat secara efektif meningkatkan ketahanan akademik siswa. Penelitian ini menyarankan agar program serupa diterapkan di sekolah-sekolah lain untuk menguji generalisasi temuan, serta untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi resiliensi akademik siswa, seperti dukungan sosial dan pengaruh lingkungan.  
Bimbingan dan Konseling di Pesantren Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental Santri Fakhriyani, Diana Vidya; Sa'idah, Ishlakhatus
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.15481

Abstract

Guidance and counseling are not limited to age, gender, religion, culture, and place, including within the Islamic boarding school environment. The implementation of guidance and counseling in Islamic boarding schools is an important part of guiding students, especially as an effort to maintain mental health. This research aims to learn about Islamic boarding school-based guidance and counseling services in maintaining mental health. The research method uses a qualitative descriptive approach, through interviews, observations, and documentation at the Al-Kautsar Islamic Boarding School in Pamekasan-Madura. The research results show: that, first, there is no specific guidance and counseling program in Islamic boarding schools like in formal schools, but guidance and counseling services are provided incidentally and conditionally and are based on Islamic boarding school values. Forms of guidance and counseling services consist of study, social, personal, and career guidance and counseling for students who have problems. Apart from that, there are coaching activities to guide students. Second, guidance and counseling services and coaching activities for students are an effort to maintain their mental health. Third, the guidance or coaching activities provided are provisions for students for the future, especially for final-year students. ____________________________________________________________________Bimbingan dan konseling tidak terbatas pada usia, jenis kelamin, agama, budaya, dan tempat, termasuk dalam lingkungan Pesantren. Penerapan bimbingan dan konseling di Pesantren menjadi bagian penting dalam memberikan pembinaan kepada santri, terutama sebagai upaya untuk menjaga kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengengetahui layanan bimbingan dan konseling berbasis Pesantren dalam menjaga kesehatan mental. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumenrasi yang dilakukan pada Pondok Pesantren Al-Kautsar di Pamekasan-Madura. Hasil penelitian menunjukkan: bahwa, pertama, tidak ada program bimbingan dan konseling secara khusus di Pesantren seperti di Sekolah formal, namun layanan bimbingan dan konseling diberikan secara insidental dan kondisional, serta berlandaskan nilai-nilai Pesantren. Bentuk layanan bimbingan dan konseling, terdiri atas bimbingan belajar, sosial, pribadi, karir, dan pelaksanaan konseling kepada santri yang memiliki permasalahan. Selain itu terdapat kegiatan-kegiatan pembinaan untuk membimbing santri. Kedua, layanan bimbingan dan konseling dan kegiatan pembinaan kepada santri merupakan upaya untuk menjaga kesehatan mental santri. Ketiga, kegiatan bimbingan atau pembinaan yang diberikan merupakan bekal bagi santri untuk masa yang akan datang, terutama bagi santri tingkat akhir.
Character Development and Student Independence Through Life Skill-Based Learning Aisyah, Siti; Mabnunah, Mabnunah; Nafilah, Anis Khofifatun
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.16915

Abstract

The world of education is experiencing rapid development which includes fulfilling students' needs for life skills to support daily life and adaptability to social changes and work challenges. Life skill-based learning is considered important because it focuses on academic aspects and practical skills that support students' success in the future. This article aims to understand the role of life skills learning in shaping students' character and independence at MAN Bangkalan, using a qualitative approach through ethnographic methods that include observation, interviews, and document analysis. The results show that the life skills program positively shapes students' character of discipline, responsibility, and independence. In addition, developing personal, social, and vocational skills helps prepare students for the dynamic social and work world, providing learning experiences relevant to real life. The program is proven to increase students' self-confidence and adaptability, making them better prepared to face future challenges. Further studies should expand the sample, utilize mixed methods, and extend the observation period to produce more in-depth and representative findings. ____________________________________________________________________Dunia pendidikan mengalami perkembangan yang pesat yang meliputi pemenuhan kebutuhan siswa akan keterampilan hidup untuk menunjang kehidupan sehari-hari dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial dan tantangan pekerjaan. Pembelajaran berbasis keterampilan hidup dianggap penting karena berfokus pada aspek akademis dan keterampilan praktis yang menunjang keberhasilan siswa di masa depan. Artikel ini bertujuan untuk memahami peran pembelajaran keterampilan hidup dalam membentuk karakter dan kemandirian siswa di MAN Bangkalan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode etnografi yang meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program keterampilan hidup secara positif membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan mandiri. Selain itu, pengembangan keterampilan pribadi, sosial, dan vokasional membantu mempersiapkan siswa untuk dunia sosial dan pekerjaan yang dinamis, memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan nyata. Program ini terbukti meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan beradaptasi siswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Penelitian selanjutnya sebaiknya memperluas sampel, menggunakan metode campuran, dan memperpanjang periode pengamatan untuk menghasilkan temuan yang lebih mendalam dan representatif.
Layanan Bimbingan dan Konseling Berbasis Digital untuk Perencanaan Karier Siswa: Kajian Literatur Sistematis Kusumanegara, Dyah Ayu; Purwoko, Budi; Naqiah, Nadjlatun; Habsy, Bakhrudin All
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.17388

Abstract

The development of information and communication technology has had a significant impact on various aspects of life, including education. Digital-based guidance and counseling services are increasingly seen as important for students' career planning, especially in the face of the challenges of learning in the current digital era. This article aims to examine digital-based guidance and counseling services as an effort to support students' higher education planning. The methodology used in this study is a literature review that covers various sources related to digital guidance and counseling services and career planning for students. The findings show that digital-based guidance and counseling services can provide broader, more effective, efficient, and flexible access to students in supporting career planning. The conclusion of this study emphasizes the importance of digital-based guidance and counseling services in the education system for students' career planning. The implementation of this service is expected to encourage students to be more confident in determining their future career plans. Suggestions for further researchers are more comprehensive and inclusive research needs to be conducted to address and ensure that research findings can be applied more widely and effectively. _____________________________________________________________Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Layanan bimbingan dan konseling berbasis digital semakin dianggap penting untuk perencanaan karier siswa, terutama di tengah tantangan belajar di era digital saat ini. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji layanan bimbingan dan konseling berbasis digital sebagai upaya untuk perencanan studi lanjut siswa. Metodologi yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur yang mencakup berbagai sumber terkait layanan bimbingan dan konseling digital, dan perencanaan karier pada siswa. Temuan menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling berbasis digital dapat memberikan akses yang lebih luas, efektif dan efisien serta fleksibel kepada siswa dalam mendukung perencanaan karier. Kesimpulan dari kajian ini menekankan pentingnya layanan bimbingan dan konseling berbasis digital dalam sistem pendidikan untuk perencanaan karier siswa. Implementasi layanan ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam menentukkan perencanaan karier siswa di masa depan. Saran untuk peneliti selanjutnya riset yang lebih komprehensif dan inklusif perlu dilakukan untuk mengatasi dan memastikan bahwa temuan penelitian dapat diterapkan secara lebih luas dan efektif.
Quality of Life Impairment in Bullied Students: A Case Report Muna, Nailin; Yandri, Hengki
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.16127

Abstract

Bullying has become a prevalent issue, with widespread media coverage of related incidents. Students' quality of life is important for students who are victims of bullying. The purpose of this study is to analyze the impact of the quality of life of students who are victims of bullying, specifically focusing on the quality of life of students. This study uses a case report research method to describe the quality of life of students who are victims of bullying, the subject of this study is only 1 person, students who experienced bullying were selected based on certain criteria to ensure relevance and suitability for the research objectives. The data of this study was revealed by using structured and in-depth interviews in counseling sessions. Data were collected through thematic analysis, a qualitative analysis method used to identify patterns and themes in the data obtained in the research. The results showed that good physical health, psychological well-being, social relationships, academic achievement, school environment, and emotional well-being can improve quality of life. Future researchers could explore factors that support the recovery of students who are victims of bullying, such as support from family and friends _____________________________________________________________Perundungan telah menjadi masalah yang lazim terjadi, dengan liputan media yang luas terhadap insiden terkait. Kualitas hidup siswa merupakan hal yang penting untuk siswa korban perundungan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dampak kualitas hidup siswa korban bullying, khususnya berfokus pada kualitas hidup siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian case report untuk mendeskripsikan kualitas hidup siswa korban bullying subjek penelitian ini hanya 1 orang, siswa yang mengalami bullying dipilih berdasarkan kriteria tertentu untuk memastikan relevansi dan kesesuaian dengan tujuan penelitian. Data penelitian ini diungkapkan dengan menggunakan wawancara tertruktur dan mendalam dalam sesi konseling. Data dikumpulkan melalui analisis tematik, sebuah metode analisis kualitatif yang digunakan untuk mengidentifikasi pola dan tema dalam data yang diperoleh dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis,hubungan sosial, prestasi akademik, lingkungan sekolah, dan kesejahteraan emosional  yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup. Peneliti selanjutnya bisa mengeksplorasi faktor-faktor yang mendukung pemulihan siswa korban bullying, seperti dukungan dari keluarga, dan teman.
HALAMAN DEPAN JBKR Vol. 10 No. 2 TAHUN 2024 JBKR, Admin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagaimana Fenomena ‘Marriage is Scary’ dalam Pandangan Perempuan Generasi Z? Lestari, Melina; Aimma, Sandhian Lasti; Cahyadi, Shafa Fajriandini; Putri, Khaila Alfiory Lestari Legowo; Mustofa, Mona Maimun
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.17187

Abstract

This research aims to examine the views of Generation Z women regarding the "marriage is scary" phenomenon, which reflects their concerns about marriage. The approach in this research is qualitative with a narrative method. Researchers interviewed 10 students from the Guidance and Counseling study program at Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA as a respondent. Researchers asked about the meaning of marriage, issues that make them worry about marriage and their views on the "marriage is scary" phenomenon.  The results of the research show that Generation Z women have a positive view of marriage, namely as a commitment that is full of challenges and concerns about violence that may occur and the increasingly widespread patriarchal culture. Apart from that, generation Z women also value marriage as a forum for personal growth and mutually supportive relationships. The worries they have in a marriage originate from both within themselves and outside themselves. The increasingly growing phenomenon of "Marriage is scary" strengthens their worries and increasingly encourages them to be more selective in finding a partner and to be more mentally prepared to move toward marriage. The implication for premarital guidance and counseling is that preventive services are needed that can resolve concerns about problems in marriage. _____________________________________________________________Penilitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan perempuan generasi Z mengenai fenomena “marriege is scary” yang mencerminkan apa saja kekhawatiran mereka dalam pernikahan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode naratif. Peneliti mewawancarai 10 mahasiswi program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA sebagai responden. Peneliti  menanyakan makna pernikahan, isu yang membuat mereka khawatir akan pernikahan dan pandangan mereka tentang fenomena “marriage is scary”.  Hasil dari penilitian menunjukkan bahwa pandangan positif perempuan generasi Z terhadap pernikahan, yaitu sebagai komitmen yang penuh dengan tantangan dan kekhawatiran terhadap kekerasan yang mungkin akan terjadi serta budaya patriarki yang kian meluas. Selain dari itu perempuan generasi Z juga menghargai pernikahan sebagai wadah untuk pertumbuhan pribadi dan hubungan yang saling mendukung. Kekahawatiran dalam sebuah pernikahan yang dimiliki baik yang bersumber dari dalam diri dan luar diri mereka. Fenomena yang kian berkembang soal “marriage is scary” memperkuat rasa khawatir mereka dan makin mendorong mereka untuk lebih memilih dalam mencari pasangan juga lebih memantapkan mental untuk menuju jenjang pernikahan. Implikasi pada bimbingan dan konseling pranikah adalah diperlukannya layanan preventif yang dapat menyelesaikan kekhawatiran akan permasalahan dalam pernikahan.
Peningkatan Pemahaman Edukasi Seksual Remaja Melalui Media Spin Wheel, Kartu Bergambar, dan Poster Ikmah, Ikmah; Barriyati, Barriyati; Fazny, Bella Yugi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.14148

Abstract

This Guidance and Counseling Action Research (PTBK) aims to increase understanding of sexual education among teenagers through interactive media, namely spin wheels, picture cards and posters. This research was carried out at SMA Negeri 03 Sungai Kakap with 30 class XI students as research subjects. This action research method consists of two cycles, each cycle includes the stages of planning, action, observation and reflection. In cycle I, spin wheel media and picture cards were introduced as tools to help convey sexual education material. Observation results show that there is an increase in understanding, but there are still some students who are less responsive. In cycle II, the use of posters was added to strengthen students' visuals and understanding. The research results show a significant increase in students' understanding of sexual education after using interactive media. The average student comprehension test score increased from 20% during the pre-cycle to 50% in cycle I then increased again to reach 83.33% at the end of cycle II. The conclusion of this research is that the use of spin wheel media, picture cards and posters is effective. Spin wheel, picture cards and posters are effective in improving adolescent sexual education. This research recommends the integration of interactive media in guidance learning to achieve better and more interesting understanding._____________________________________________________________________Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman edukasi seksual di kalangan remaja melalui media interaktif yakni spin wheel, kartu bergambar dan poster. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 03 Sungai kakap dengan subjek penelitian siswa kelas XI yang berjumlah 30 orang. Metode Penelitian tindakan ini terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus meliputi tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pada siklus I diperkenalkan media spin wheel dan kartu bergambar sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi edukasi seksual. Hasil observasi menunjukan ada peningkatan pemahaman namun masih ada beberapa siswa yang kurang responsif. Pada siklus II ditambahkan penggunaan poster untuk memperkuat visual dan pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai edukasi seksual setelah penggunaan media tersebut. Skor rata-rata tes pemahaman siswa meningkat dari 20% saat pra siklus sampai 50% pada siklus I kemudian meningkat lagi mencapai 83,33% pada akhir siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media spin wheel, kartu bergambar dan poster efektif spin wheel, kartu bergambar dan poster dalam meningkatan edukasi seksual remaja. Penelitian ini merekomendasikan integrasi media interaktif dalam pembelajaran bimbingan untuk mencapai pemahaman yang lebih baik dan menarik.
Hubungan Konsep Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Jaenuri, Muhammad; Budiono, Arifin Nur; Karamoy, Yurike Kinanthy
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.16353

Abstract

This research explores the relationship between self-concept and academic procrastination in Class Self-concept, as an individual's view of themselves, can also influence the level of academic procrastination experienced. This research involved 118 students as respondents, chosen randomly from a total of 170 students. The data collection method uses a questionnaire, with data analysis using the Pearson test. The analysis results show a significant relationship between self-concept and academic procrastination, with a correlation coefficient of 0.343. This value shows a positive correlation between the two variables, indicating that there is a unidirectional relationship between self-concept and academic procrastination. The findings of this research contribute to the understanding of the factors that influence academic procrastination in class X Accounting students. The implications of this research can be used as a basis for developing interventions aimed at reducing the level of academic procrastination among students. Future research is expected to deepen understanding of this relationship and identify more effective strategies for overcoming academic procrastination in students. In conclusion, this research confirms the existence of a relationship between self-concept and academic procrastination in Class X Accounting students at SMK 01 Diponegoro. Thus, related parties need to pay attention to self-concept factors in efforts to prevent and handle academic procrastination in the educational environment._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara konsep diri dan prokrastinasi akademik pada siswa Kelas X Akuntansi di SMK 01 Diponegoro. Prokrastinasi akademik, yang merupakan kecenderungan untuk menunda pekerjaan akademik, dapat menghambat kemajuan siswa dalam mencapai tujuan akademik mereka. Konsep diri, sebagai pandangan individu terhadap diri mereka sendiri, juga dapat mempengaruhi tingkat prokrastinasi akademik yang dialami. Penelitian ini melibatkan 118 siswa sebagai responden, dipilih secara acak sederhana dari total 170 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner atau angket, dengan analisis data menggunakan uji Pearson. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsep diri dan prokrastinasi akademik, dengan koefisien korelasi sebesar 0.343. Nilai ini menunjukkan korelasi positif antara kedua variabel, menunjukkan adanya hubungan searah antara konsep diri dan prokrastinasi akademik.Temuan penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang faktor- faktor yang memengaruhi prokrastinasi akademik pada siswa kelas X Akuntansi. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan intervensi yang bertujuan untuk mengurangi tingkat prokrastinasi akademik di kalangan siswa. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperdalam pemahaman tentang hubungan ini dan mengidentifikasi strategi yang lebih efektif dalam mengatasi prokrastinasi akademik pada siswa. Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan adanya hubungan antara konsep diri dan prokrastinasi akademik pada siswa Kelas X Akuntansi di SMK 01 Diponegoro. Dengan demikian, penting bagi pihak terkait untuk memperhatikan faktor konsep diri dalam upaya pencegahan dan penanganan prokrastinasi akademik di lingkungan pendidikan.

Page 2 of 4 | Total Record : 38