cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2025): December" : 16 Documents clear
Strategi Coping Anak Broken-home dalam Menghadapi Tekanan Mi'rajtul Jannah, Ananda Dwi Shepty; Winingsih, Evi; Naqiyah, Najlatun
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20761

Abstract

A broken-home refers to a family condition marked by disharmony, parental conflict, or separation that disrupts emotional stability and adaptation in children. University students from broken-home backgrounds often experience psychological pressures such as loneliness, loss of parental figures, and difficulties in regulating emotions. This study aims to describe the types of pressures encountered, the coping strategies employed, and the role of social support in helping students deal with these challenges. The research used a qualitative descriptive method. Data were collected through semi-structured interviews with four students from broken-home families. The results revealed that students used two main types of coping strategies: problem-focused coping through problem-solving efforts and seeking social support, and emotion-focused coping through self-control, reflection, and positive activities such as writing or praying. Peer support emerged as a crucial factor that strengthened resilience and promoted self-acceptance among participants. This study suggests that guidance and counseling services in higher education should focus on reinforcing adaptive coping strategies, fostering supportive social environments, and developing psychoeducational programs to enhance resilience and psychological well-being among students from broken-home families. ____________________________________________________________Keluarga broken-home merupakan kondisi di mana keharmonisan keluarga terganggu akibat konflik, perceraian, atau ketidakhadiran salah satu orang tua, yang berdampak pada kestabilan emosional dan kemampuan adaptasi anak. Mahasiswa yang berasal dari keluarga broken-home sering menghadapi tekanan psikologis seperti kesepian, kehilangan figur, dan kesulitan dalam mengelola emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tekanan yang dialami, strategi coping yang digunakan, serta peran dukungan sosial dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif  deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap empat mahasiswa dari keluarga broken-home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan dua bentuk strategi coping utama, yaitu problem-focused coping melalui upaya penyelesaian masalah dan pencarian dukungan sosial, serta emotion-focused coping melalui pengendalian diri, refleksi, dan kegiatan positif seperti menulis atau berdoa. Dukungan teman sebaya terbukti menjadi faktor penting yang memperkuat resiliensi dan menumbuhkan rasa penerimaan diri. Penelitian ini menyarankan agar layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi lebih berfokus pada penguatan strategi coping adaptif, membangun lingkungan sosial yang suportif, serta mengembangkan program psikoedukasi untuk meningkatkan resiliensi dan kesejahteraan psikologis mahasiswa broken-home.
Pengaruh Iklim Sekolah dan Self Control terhadap Perilaku Membolos Siswa SMP Indraswari, Berlian Mayang; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari; Nuryono, Wiryo
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21278

Abstract

The study aimed to determine the influence of school climate and self-control on truancy behavior among junior high school students. A quantitative approach with an ex-post facto design. The sampling technique is purposive sampling in three schools in Surabaya City for grades 7 and 8, involving 143 students. Data collection was conducted using questionnaires on school climate (133 items), self-control (29 items), and truancy behavior (45 items). Data analysis was performed using normality, multicollinearity, heteroscedasticity, simple and multiple linear regression tests. The research findings revealed that there was an effect of X1 on Y (t value = |-11.966| > 1.977; sig 0.00 < 0.05) of 50.4%, there was an effect of X2 on Y (t value = |-11.317| > 1.977; sig 0.00 < 0.05) of 47.6%, and there is an effect of X1 and X2 on Y (F value = 99.044 > 3.06; sig 0.001< 0.05) of 58.6%. Descriptive analysis shows that all three variables are in the moderate range, namely X1 72.7%, X2 67.1%, and Y 67.8%. The research results can provide additional data to schools to improve the quality of the school climate and increase self-control through counseling services with the support of various parties.  ____________________________________________________________________Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh iklim sekolah dan self control terhadap perilaku membolos siswa SMP. Pendekatan secara kuantitatif dengan desain ex-post facto. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling di tiga sekolah Kota Surabaya kelas 7 dan 8 sebanyak 143 siswa. Pengumpulan data melalui angket iklim sekolah (133 item), self control (29 item), dan perilaku membolos (45 item). Analisis data dengan uji normalitas, multikoleniaritas, heteroskedastsitas, regresi linear sederhana dan berganda. Temuan riset mengungkapkan ada pengaruh X1 terhadap Y (nilai t= |-11,966| > 1,977; sig 0,00 < 0,05) sebesar 50,4%, ada pengaruh X2 terhadap Y (nilai t = |-11,317| > 1,977; sig 0,00 < 0,05) sebesar 47,6%, dan ada pengaruh X1 dan X2 terhadap Y (nilai F = 99,044 > 3,06; sig 0,001< 0,05) sebesar 58,6%. Analisis deskriptif menunjukkan ketiga variabel pada kelompok sedang yaitu X1 72,7%, X2 67,1%, dan Y 67,8%. Hasil riset dapat menambah data kepada pihak sekolah untuk memperbaiki kualitas iklim sekolah dan meningkatkan self control melalui layanan BK dengan dukungan berbagai pihak.
Pengaruh Academic Self-Efficacy dan Dukungan Sosial Terhadap Academic Burnout Cahyaningtias, Cantri Ari; Sucipto, Muhammad Arif Budiman; Nurhayati, Sri Adi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20151

Abstract

Stress coping is an important mechanism in dealing with psychological pressure, especially for students from broken homes. Family disharmony can cause emotional stress that affects learning motivation. The method employed is a quantitative approach with an ex post facto research design and a comparative approach. The sample determination was carried out using a purposive sampling technique calculated using the Isaac Michael formula. The population size was 40, and the sample consisted of 36 students from broken homes, with 18 males and 18 females, respectively. Validity and reliability tests were carried out on different samples, with a Cronbach's Alpha value of 0.947, which indicates that the instrument is highly reliable. Data collection techniques used questionnaires, observation, and documentation. Data were analyzed using the T-test, namely the Independent Sample t-Test shows a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.006, which is below the threshold of 0.05. Thus, it can be concluded that there is a statistically significant difference between male and female stress coping.. The prerequisite test used the normality test with the Shapiro-Wilk method and the homogeneity test with Levene's Test. The results of the study indicate that students' stress coping is in the moderate to high category, and there is a significant difference between the stress coping of male and female students from broken homes. The proposed service used is Group Guidance with a Group Discussion Method. ___________________________________________________________________Coping stres merupakan mekanisme penting dalam menghadapi tekanan psikologis, terutama bagi peserta didik dari keluarga broken home. Ketidakharmonisan dalam keluarga dapat menimbulkan tekanan emosional yang berpengaruh pada motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex post facto dan desain komparatif. Sampel ditentukan dengan purposive sampling melalui rumus Isaac & Michael, dari populasi 40 peserta didik diperoleh 36 responden, terdiri atas 18 laki-laki dan 18 perempuan. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya pada sampel berbeda, dengan nilai Cronbach’s Alpha 0,947 yang menunjukkan reliabilitas tinggi. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis menggunakan Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi 0,006 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara coping stres laki-laki dan perempuan. Uji prasyarat meliputi normalitas Shapiro-Wilk dan homogenitas Levene’s Test yang menunjukkan data memenuhi syarat. Hasil penelitian memperlihatkan coping stres berada pada kategori sedang hingga tinggi. Penelitian ini merekomendasikan bimbingan kelompok dengan metode diskusi sebagai strategi pendampingan sesuai kebutuhan gender untuk mendukung motivasi belajar peserta didik broken home.
Pengembangan Panduan Model Think-Pair-Share untuk Meningkatkan Komunikasi Empatik dalam Pencegahan Bullying di Sekolah Bantaran Sungai Rachmayanie, Ririanti; Syammari, Shoofii; Zahidah, Asih Nor
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20756

Abstract

This study aimed to develop and test the effectiveness of a Think-Pair-Share (TPS) guideline to enhance empathic communication as a preventive effort against bullying among junior high school students. The study employed the Borg and Gall Research and Development model, limited to the initial product trial stage because the guideline was not yet ready for broader dissemination. Participants consisted of seven ninth-grade students at SMP Negeri 24 Banjarmasin who were selected based on low to moderate levels of bullying behavior, recommendations from the school counselor, and willingness to participate. The instruments included expert validation sheets, an empathic communication questionnaire based on Adler and Towne’s indicators, process evaluation, outcome evaluation, and a student satisfaction questionnaire. The feasibility test showed that the guideline was valid, with scores of 79.6% from the material expert, 91.5% from the media expert, and 97.9% from the practitioner. Normality testing indicated that the data were not normally distributed; therefore, the Wilcoxon Signed Rank Test was used. The results showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), which indicates a significant increase in students’ empathic communication after participating in group guidance using TPS. In addition, process, outcome, and satisfaction evaluations were in the very high category._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas panduan model Think-Pair-Share (TPS) untuk meningkatkan komunikasi empatik sebagai upaya pencegahan bullying pada siswa SMP. Penelitian menggunakan metode Research and Development model Borg dan Gall, namun hanya dilaksanakan sampai tahap uji coba produk awal karena produk belum siap disebarkan secara luas. Subjek penelitian terdiri dari tujuh siswa kelas IX SMP Negeri 24 Banjarmasin yang dipilih berdasarkan tingkat perilaku bullying rendah–sedang, rekomendasi guru BK, serta kesiapan bekerja sama. Instrumen yang digunakan meliputi validasi ahli, angket komunikasi empatik berdasarkan indikator Adler & Towne, evaluasi proses, evaluasi hasil, dan angket kepuasan siswa. Hasil validasi menunjukkan kelayakan panduan dengan persentase 79,6% (ahli materi), 91,5% (ahli media), dan 97,9% (praktisi). Uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga analisis efektivitas menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), menandakan adanya peningkatan komunikasi empatik setelah layanan diberikan. Evaluasi proses, hasil, dan kepuasan juga berada pada kategori sangat tinggi, masing-masing 90%, 91,4%, dan 94%. Dengan demikian, panduan TPS dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan komunikasi empatik siswa sebagai upaya pencegahan bullying.
Self-Objectification dan Kepuasan Hidup Pada Dewasa Awal Pengguna Aktif Media Sosial Instagram Sari, Mulya Puspita; Appulembang, Yeni Anna
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21347

Abstract

Many young adults use Instagram due to its convenience. However, excessive use can negatively impact life satisfaction. A decrease in life satisfaction occurs when individuals excessively self-evaluate and internalize unrealistic beauty standards. The subjects in this study were 260 female young adults aged 18-22 who actively used Instagram for at least 3 hours a day and utilized Instagram's beauty filters. This study employed a non-probability sampling technique. This research utilized two psychological scales: (1) a Self-objectification scale developed by the researchers based on the theory of Dahl et al. (2014), and (2) a life satisfaction scale used in this study based on the aspects of life satisfaction proposed by Diener et al. (1999). The results of this study indicate a relationship between self-objectification and life satisfaction, with a significance of 0.040 (p < 0.05) and showing a negative correlation (r = -0.127), meaning that higher self-objectification is associated with lower life satisfaction. Based on these findings, it can be concluded that the hypothesis of this study is accepted. This research can provide knowledge to young adults about the importance of building self-awareness regarding the negative impacts of excessive internet use. ___________________________________________________________________Banyak dewasa awal yang menggunakan instagram karena memberikan kemudahan. Namun jika digunakan berlebihan akan memberikan terhadap kepuasan hidup. Penurunan kepuasan hidup terjadi ketika individu secara berlebihan menilai diri dan memicu internalisasi standar kecantikan yang tidak realistis. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 260 dewasa awal perempuan berusia 18-22 tahun yang aktif menggunakan instagram minimal 3 jam sehari dan menggunakan filter percantik Instagram. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang nonprobability sampling. Penelitian ini menggunakan 2 (dua) skala psikologi yaitu (1) alat ukur Self Objectification disusun oleh peneliti berdasarkan teori Dahl dkk. (2014) dan alat ukur kepuasan hidup yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan aspek kepuasan hidup yang dikemukakan oleh Diener dkk. (1999). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self-objectification dan kepuasan hidup yaitu sig 0,040 (p < 0,05) dan menunjukkan arah hubungan yang negatif (r = -0,127) yang berarti semakin tinggi self-objectification maka semakin rendah kepuasan hidup. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini diterima. Melalui penelitian ini maka dapat memberikan pengetahuan kepada dewasa awal bahwa penting untuk membangun kesadaran diri terhadap dampak negatif dari penggunaan internet yang berlebihan
Peningkatan Kepercayaan Diri melalui Bimbingan Klasikal Berbasis Group Discussion dan Media Bamboozle Nadhifah, Hafsya Afra; Sucipto, Muhammad Arif Budiman; Nugraha, Rahmad Agung
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20226

Abstract

The analysis of the Student Needs Assessment Questionnaire (AKPD) indicated that 3.26% of respondents experienced problems related to low self-confidence. This study aims to examine students’ understanding of self-confidence before and after receiving classical guidance through the group discussion method assisted by Bamboozle Media, as well as to evaluate its effectiveness in enhancing self-confidence among seventh-grade students of class VII B at SMP Negeri 12 Kota Tegal. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pre-test and post-test design, involving 32 students with low self-confidence who were selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation. The research instrument showed high reliability, with a Cronbach’s Alpha score of 0.945. Data analysis employed normality tests, homogeneity tests, and a paired sample t-test. Findings revealed that the mean self-confidence score increased from the pre-test average of 78.21 (moderate category) to the post-test average of 170.18 (high category). Statistical testing showed a significant difference with a t-value of -40.096 and a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, thus Ha was accepted. Effect size analysis using Cohen’s d yielded a score of 9.566, which indicates very large practical significance. This study provides strong empirical evidence that classical guidance through group discussion, supported by interactive digital media, is highly effective in improving students’ self-confidence, thereby offering innovative strategies for school counselors in the digital era. ____________________________________________________________Analisis Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) menunjukkan 3,26% responden menghadapi masalah kepercayaan diri rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pemahaman kepercayaan diri peserta didik sebelum dan sesudah diberikan bimbingan klasikal melalui metode group discussion berbantuan media Bamboozle, serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman kepercayaan diri siswa kelas VII B SMP Negeri 12 Kota Tegal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test dan post-test, melibatkan 32 siswa dengan kepercayaan diri rendah yang dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi, dengan instrumen reliabel (Cronbach’s Alpha 0,945). Analisis data mencakup uji normalitas, homogenitas, dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan rata-rata skor kepercayaan diri meningkat dari 78,21 (kategori sedang) pada pre-test menjadi 170,18 (kategori tinggi) pada post-test. Uji statistik menemukan perbedaan signifikan (t = -40,096; Sig. 0,000 < 0,05), sehingga Ha diterima. Analisis effect size menunjukkan Cohen’s d = 9,566 yang mengindikasikan signifikansi praktis sangat besar. Penelitian ini menegaskan bahwa bimbingan klasikal dengan metode group discussion berbantuan media digital interaktif Bamboozle terbukti sangat efektif meningkatkan pemahaman kepercayaan diri siswa, serta memberikan kontribusi nyata pada praktik bimbingan dan konseling di sekolah.

Page 2 of 2 | Total Record : 16