cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
IMPLIKASI KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI TINGKAT KABUPATEN Deti Rostini
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 2, No 1 (2016): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.965 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v2i1.666

Abstract

Manajemen Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan model pengelolaan yangmemberikan otonomi atau kemandirian kepada sekolah dan mendorong pengambilankeputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah. Otonomisekolah ini memerlukan pengawasan terhadap kinerja kepala sekolah dalamkemampuan menjalankan kepemimpinan di sekolah. Penelitian ini dilakukan untukmenilai kinerja kepala sekolah dalam kemampuan manajerial dan supervisi. Penelitiandilakukan terhadap 66 orang kepala sekolah di salah satu kabupaten di Jawa Barat. Hasilpenelitian menunjukkan dalam manajerial, kemampuan kepala sekolah tertinggi padaindikator mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuaidengan arah dan tujuan pendidikan nasional, sedangkan kemampuan manajerialterendah pada indikator memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatanpembelajaran dan manajemen seolah/madrasah. Dalam supervisi, kemampuan kepalasekolah yang tertinggi pada indikator merencanakan program supervisi akademik dalamrangka peningkatan profesionalisme guru, dan kemampuan terendah pada indikatormenindaklanjuti hasil supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalismeguru.
NILAI DAN NORMA SOSIAL DALAM PROSES DAN HASIL BELAJAR Didi Susanto
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 1, No 2 (2015): December, 2015
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v1i2.363

Abstract

Nilai dan norma akan menunjukan sebuah karakter nilai yang tidak akan pernah bergeser jika menjadi satu keatuan dengan evaluasi hasil belajar, jika implikasi di lapangan sesuai dengan tujuan apa yang akan dicapai maka didalam diri setiap individu yang berpendidikan akan berbeda cara hidupnya di dalam masyarakat, perbedaaan itu terletak pada bagaimana pergaulannya sehari-hari yang tergambar dari sikap, sifat dan selalu menjunjung tinggi adab yang mencerminkan kepribadian yang telah tertanam dalam bentuk karakter diri yang baik. nilai dan norma sosial merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, norma menjadi acuan yang absolud ketika nilai menjadi ukuran sebuah prilaku dan sifat yang telah membudaya dimasyarakat di masa lalu, di sekolah diharapkan guru memberikan siswa tugas untuk diselasaikan (lingkungan mempengaruhi kognisi, yang kemudian mempengaruhi perilaku). Ketika siswa mengerjakan tugas yang diberikan, mereka yakin mereka mengerjakannya dengan baik (perilaku mempengaruhi kognisi).
PENERAPAN LAYANAN INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN BUKU PANDUAN PENDIDIKAN SEKS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL MENYIMPANG DI KELAS VII B SMP KARTINI SURABAYA Fitriyah Fitriyah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 2, No 2 (2016): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.512 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v2i2.1055

Abstract

Pada masa remaja pemahaman terhadap perilaku seksual remaja yang menyimpang seharusnya mulai diberikan agar remaja tidak mencari informasi dari sumber-sumber keliru. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui adanya peningkatan pemahaman tentang perilaku seksual menyimpang melalui penerapan layanan informasi dengan menggunakan buku panduan pendidikan seks. Rancangan dalam penelitian ini adalah rancangan pre-eksperiment dengan model One Group Pre-Test and Post-Test Design dengan pemberian layanan informasi dengan menggunakan buku panduan pendidikan seks sebagai bentuk perlakuan. Analisis data menggunakan statistic parametric yaitu t-test. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Berdasarkan analisis data yang diperoleh menunjukkan ada perbedaan antara hasil pre-test dengan hasil post-test. Dan diperoleh nilai thitung sebesar 3, 666. Dengan taraf signifikan 5% dan db = 38 ttabel adalah 2,021. Dengan kata lain thitung = 3,666 lebih besar dari ttabel = 2,021 (3,666 > 2,021), dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang berbunyi “Penerapan layanan informasi dengan menggunakan buku panduan pendidikan seks dapat meningkatkan pemahaman terhadap perilaku seksual menyimpang di kelas VII B SMP Kartini Surabaya”, dapat diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan skor pemahaman terhadap perilaku seksual menyimpang antara sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi dengan menggunakan buku panduan pendidikan seks.________________________________________________________________ In adolescence understanding of adolescent sexual behavior that deviates should start given that adolescents do not seek information from sources that are not clearly erroneous. The purpose of this research was to test the application of information services using the sex education packet can further enhance the understanding of the sexual deviation behavior student. The study design in this study is the design of experiments with model pre One Group Pre-Test and Post-Test Design with the provision of information services using the sex education packet information as a form of treatment. Data analysis used parametric statistical t-test. Data collection methods are questionnaires. Based on the data obtained it is showed no differences between the pre-test and post-test results. Count value of 3,666. With a significant level 5% and db = 38 t table is 2,021. In other words count = 3,666 is greater than t table = 2,021 (3,666 > 2,021). Ho was rejected and Ha accepted. It concluded that the hypothesis which says “The application of information services using the sex education packet were further enhance the understanding of sexual deviation behavior student class VII B SMP Kartini in Surabaya”, is acceptable. That is, there were significant differences in the understanding of sexual behavior deviate between before and after were given information by using a package of sex education.
MAHASISWA MENGALAMI ACADEMIC ANXIETY TERHADAP SKRIPSI? BERIKAN KONSELING COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY DENGAN MUSIK Dominikus David Biondi Situmorang
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 3, No 2 (2017): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.765 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v3i2.1161

Abstract

Di Indonesia, skripsi masih menjadi tugas akhir yang cukup menakutkan bagi sebagian besar mahasiswa. Banyak di antaranya melakukan prokrastinasi, menghindari dosen pembimbing, melakukan hal non-produktif sebagai bentuk pengalihan kecemasan, dan yang paling ekstrim ialah melakukan perilaku bunuh diri sebagai dampak dari academic anxiety yang berlebihan terhadap skripsi. Konselor pendidikan sebagai salah satu agen peubah internal perguruan tinggi diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang acapkali terjadi setiap tahunnya ini. Berdasarkan pendekatan konselingCognitive Behavior Therapy (CBT), academic anxiety yang dialami oleh mahasiswa merupakan distorsi kognitif yang disebabkan oleh core belief yang maladaptif. Proses bantuan yang dilakukan untuk mengubah core belief mahasiswa agar lebih adaptif, dapat dilakukan dengan sebuah teknik yang lebih modern, yaitu melalui musik. Dalam penerapannya, konseling CBT dengan menggunakan teknik integratif melalui musik ini terdiri dari dua yaitu passive dan active music therapy.Hal yang perlu diketahui lebih lanjut ialah mengenai bagaimana CBT memandang academic anxiety sebagai suatu masalah dan melaksanakan teknik integratif melalui musik, agar dikemudian hari para konselor di Indonesia mampu memahami secara konseptual mengenai intervensi konseling CBT dengan musik secara tepat, dalam upaya membantu para mahasiswa terbebas dari academic anxiety terhadap skripsi.________________________________________________________________ In Indonesia, undergraduate thesis is still a pretty scary end task for most students. Many of them do procrastination, keep away fromsupervisors, do non-productive things as a form of anxiety diversion, and the most extreme is to commit suicide as a result of excessive academic anxiety on undergraduate thesis. The education counselor as one of the college internal agents is expected to solve the problems that often occur every year. Based on Cognitive Behavior Therapy (CBT) counseling approach, the academic anxiety experienced by students is a cognitive distortion caused by maladaptive core beliefs. The process to change the student's core beliefs to be more adaptive, can be done with a modern technique, that is through music. In its application, CBT counseling using integrative technique through music consists of two, passive and active music therapy. What we need to know more about how CBT views academic anxiety as a problem and how the way to use integrative technique through music, so that counselors in Indonesia can comprehend conceptually about CBT counseling intervention with music appropriatelyin the future, in order to help students free from academic anxiety towards undergraduate thesis.
PENERAPAN METODE KONSELING BEHAVIORAL GUNA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA PADA KELAS X IIS 1 MAN 1 BARABAI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Mahmudah Mahmudah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 3, No 2 (2017): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.922 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v3i2.1171

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pemberian layanan BK dengan Konseling Behavioral terhadap kedisiplinan belajar siswa. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh tingkat kedisiplinan belajar siswa setelah diterapkannya Layanan dengan Konseling Behavioral. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas X IIS 1. Data yang diperoleh berupa hasil konseling, lembar observasi kegiatan layanan. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa diperoleh kategore disiplin belajar siswa pada siklus I adalah kategore sangat tinggi sebanyak 12 siswa  (30%), kategore tinggi sebanyak 21 siswa (52,5%), kategori sedang sebanyak 4 siswa (10%), kategore rendah sebanyak 3 siswa (7,5%), dan tidak ada lagi siswa yang memiliki kategore sangat rendah. Sedangkan pada siklus II siswa yang memperoleh kategore sangat tinggi sebanyak 14 orang (35%), kategore tinggi sebanyak 26 orang (65%), dan tidak ada lagi siswa yang memiliki kategore sedang, rendah, dan sangat rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode layanan konseling behavioral dapat berpengaruh positif terhadap disiplin belajar siswa Kelas X IIS 1,  serta model pemberian layanan ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif Bimbingan Konseling.________________________________________________________________ The purpose of this research are: (a) To reveal the effect of service delivery of BK with Behavioral Counseling to student's learning discipline. (b) Want to know how far the students' learning discipline level after the implementation of the Service with Behavioral Counseling. This research uses action research for two cycles. Each cycle consists of four stages: planning, execution, observation and evaluation, and reflection. Target of this research is student of Class X IIS 1. Data obtained in the form of counseling result, observation sheet of service activity. Based on the result of the analysis, it is found that the students' categorical learning cycle in cycle I is very high kategore as many as 12 students (30%), high categorize as many as 21 students (52,5%), sufficient categorize as many as 4 students (10%), low kategore 3 students (7,5% ), and no more students have very low categorization. While in cycle II, students who get very high kategore as many as 14 students (35%), high kategore as many as 26 students (65%), and no students who have moderate, low, and very low category. The conclusion of this research is Behavioral Counseling service method can positively affect student learning discipline of Class X IIS 1, as well as service delivery model can be used as one alternative Counseling Guidance.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL (RPL BK) MELALUI SUPERVISI AKADEMIK BAGI GURU BIMBINGAN KONSELING DI KALIMANTAN SELATAN Haryani Haryani
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 3, No 2 (2017): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.266 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v3i2.1173

Abstract

Berdasarkan kenyataan yang ada di lapangan ada beberapa guru Bimbingan Konseling (BK) yang belum melaksanakan sepenuhnya dan kurang mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal (RPL-BK) sesuai deskripsi kebutuhan berdasarkan hasil  assesmen, Ketidak mampuan ini dapat dilihat pada waktu pelaksanaan tugas kepengawasan di sekolah binaan. Tujuan penelitian tindakan sekolah ini mengupayakan agar guru BK di satuan pendidikan binaan dapat meningkatkan kemampuan  menyusun  rencana pelaksanaan layanan bimbingan klasikal   (RPL-BK) yang sesuai deskripsi kebutuhan berdasarkan hasil  assesmen untuk pencapaian tujuan layanan, Populasi penelitian adalah guru bimbingan konseling, berjumlah 3 orang pada 3 sekolah swasta binaan. Ketidak mampuan menyusun perencanaan layanan Bimbingan klasikal (RPL-BK) sesuai deskripsi kebutuhan berdasarkan hasil  assesmen ini sendiri karena alasan kurangnya pengetahuan (2 orang/66,7%)  dan kurangnya waktu  (1 orang/33,3%). Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakanan dua siklus, hasil penelitian observasi individu kegiatan supervisi berdasarkan hasil persentasi dari orang pertama yaitu siklus I  76,5% menjadi 87,6% pada siklus II, orang kedua dari siklus I 76,6% menjadi 87,5% pada siklus II, orang ketiga dari siklus I  74,6% menjadi 87,8%, sedangkan pada siklus II, hasil penelitian menunjukkan adanya keberhasilan yang signifikan dan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan guru bimbingan konseling dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Klasikal (RPL-BK) sesuai deskripsi kebutuhan berdasarkan hasil  assesmen, dengan menggunakan model supervisi akademik.________________________________________________________________ Based on the fact that there are some teachers of Counseling Guidance (BK) who have not fully implemented and less able to arrange Plan of Implementation of Classical Guidance Service (RPL-BK) according to requirement description based on assessment result, This incapacity can be seen during the implementation of supervisory duty in the target schools. The objective of this school action research is to ensure that BK teachers in educational units can improve the ability to formulate the implementation plan of classical guidance services (RPL-BK) according to the needs description based on the assessment result for the achievement of service objectives, the research population is the guidance counseling teachers, amounting to 3 people in 3 schools private guidance. The inability to plan classical guidance services (RPL-BK) according to the needs description is based on the assessment result itself due to lack of knowledge (2 persons/66,7%) and lack of time (1 person/33,3%). This school action research is conducted by two cycles, the result of observation research of individual supervision activity based on the result of the first person percentage is 76.5% to 87,6% in cycle II, second person from cycle I 76,6% to 87,5% in cycle II, third person from cycle I 74,6% to 87,8%, whereas in cycle II, the result of research showed significant success and very beneficial in improving the ability of counseling guidance counselor in formulating Implementation Plan of Classical Guidance Service (RPL- BK) according to descriptions of needs based on assessment results, using the model of academic supervision.
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK REALITA UNTUK MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI DI SEKOLAH Siti Seriwati
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 3, No 2 (2017): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.851 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v3i2.1175

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji penerapan konseling kelompok realita untuk meningkatkan penyesuaian diri di sekolah pada siswa SMK Negeri 2 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre-test post-test one group design. Subjek penelitian ini adalah  siswa kelas X-Jurusan Animasi A yang mempunyai skor penyesuaian diri di sekolah rendah. Instrument pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket penyesuaian diri disekolah yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji tanda Wilcoxon. Dari hasil analisis data berdasar kanan analisis uji tanda Wilcoxon dengan taraf signifikan 5%, menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan skor penyesuaian diri di sekolah antara sebelum dan sesudah penerapan konseling kelompok realita. Penyesuaian diri siswa disekolah meningkat setelah mendapat perlakuan. Maka dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok realita dapat digunakan untuk meningkatkan penyesuaian diri disekolah pada siswa kelas X jurusan Animasi A SMK Negeri 2 Banjarmasin.________________________________________________________________ The purpose of this research is to test the application of counseling of real group to improve school self adjustment in SMK Negeri 2 Banjarmasin students.This research uses pre-test post-test one group design. The subjects of this study were X-Grade students of Animation A who had low self-adjustment score in school.Instrument collecting data used in this study is a questionnaire in school adjustment that has been tested for validity and reliability.Data analysis technique used is Wilcoxon sign test. From the data analysis based on right analysis Wilcoxon sign test with 5% significant level, showed a significant increase of adjustment score in school between before and after applying of reality group counseling.Adjustment of students in schools increases after treatment.So it can be concluded that the counseling group of reality can be used to improve school self-adjustment in grade X students Animation A SMK Negeri 2 Banjarmasin.
PROBLEMATIK PELAKSANAAN KONSELING INDIVIDUAL M. Fatchurahman
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 3, No 2 (2017): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.562 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v3i2.1160

Abstract

Ketidakpuasan pengguna layanan konseling ditujukan pada kinerja konselor atau guru BK di lapangan. Kurang profesionalnya guru BK disebabkan oleh dua hal yaitu: (1) guru BK yang belum menunjukkan sebagai konselor professional, dan (2) guru BK yang pendidikannya bukan berlatar belakang BK atau guru bidang studi yang ditugaskan sebagai guru BK. Ruangan BK acap kali hanyalah ruangan-ruangan parasit yang menumpang pada ruang guru atau ruang tata usaha. Dalam suasana konseling individual, guru BK memberikan ruang dan suasana yang memungkinkan konseli membuka diri secara transparan yang bersifat pribadi. Diperlukan ruang khusus yang memenuhi standar, terlebih untuk konseling individual. Ruangan konseling individual merupakan tempat yang nyaman dan aman. Profesional seorang konselor, harus memenuhi standar kualifikasi akademik. Kompetensi konselor telah dikembangkan dan dirumuskan menjadi empat kompetensi pendidik, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Saat ini Pemerintah telah melakukan upaya yaitu dengan adanya program Pendidikan Profesi Konselor (PPK), karena itu wajib diikuti oleh semua calon konselor.________________________________________________________________ Dissatisfaction of users of counseling services aimed at the performance of counselor or teacher counseling guidance in the field. Less professional counseling guidance teachers are caused by two things: (1) counseling guidance teacher who has not shown as professional counselor, and (2) counseling guidance teacher whose education is not the background of counseling guidance or teacher of study area assigned as counseling guidance teacher. The counseling guidance room is often only parasitic rooms that occupy the teacher's office or the administrative room. In an individual counseling setting, the counseling guidance teacher provides the space and atmosphere that allows the counselee to open up in a personal, transparent manner. Special rooms that meet the standards are required, especially for individual counseling. Individual counseling rooms are comfortable and safe places. A counselor's professional, must meet the standards of academic qualification. The competence of counselor has been developed and formulated into four competences:  pedagogic, personality, social, and professional competence. Currently the Government has made efforts to the Counselor Profession Education Program, because it must be followed by all prospective counselors.
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM MENGURANGI SIKAP SISWA TERHADAP GAYA HIDUP HEDONISME Muhammad Fauzi Hasibuan
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 1 (2018): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.428 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v4i1.1252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan informasi dengan menggunakan pendekatan contextual teaching and learning dalam mengurangi sikap siswa terhadap gaya hidup hedonisme. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Medan dan subjek dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan model Skala Likert. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test dan Kolmogorov-Smirnov Two Independent Sampel dengan bantuan SPSS versi 20.00. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa layanan informasi dengan pendekatan contextual teaching and learning lebih efektif dalam mengurangi sikap siswa terhadap gaya hidup hedonisme.__________________________________________________________This reseach is aimed to test the effectiveness the information service by using the contextual teaching and learning approach to decrease students’s behaviour with the hedonism lifestyle. The method used was a quantitative approach. The subject of this research was the students of grade-XI of SMA Negeri 4 Medan and the subject was chosen by using Purposive Sampling technique. The data statistic gathered in this research was analyzed by using Wilcoson Signed Ranks Test and Kolmogorov-Smirnov Two Independent Sampel with the helping of SPSS verse 20.00. Based on thes results, in general, it was conclueded that the information service with the contextual teahing and learning were much more effective in decreasing the students’ behaviour with the hedonism lifestyle
PERANAN KONSELOR SEKOLAH DALAM MEMINIMALISIR PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH Ali Rachman
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 2, No 2 (2016): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.068 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v2i2.1041

Abstract

Siswa di sekolah menengah memasuki tahap perkembangan sebagai remaja, hal ini sangat memerlukan perhatian dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya agar tidak salah arah dalam pergaulan, seperti melakukan ‘bullying’; atau menjadi korban ‘bullying’, mengingat saat ini ‘bullying ’menjadi permasalahan yang sangat menjadi perhatian masyarakat, sehingga sekolah perlu membuat suatu tindakan preventif agar ‘bullying’ tidak sampai menjadi permasalahan baru di sekolah, Peranan Konselor sekolah di sekolah yang professional sangat diharapkan untuk meminimalisir perilaku ‘bullying’, konselor memiliki program kegiatan layanan yang komprehensitif dan terintegrasi dengan program sekolah dalam penanganan perilaku siswa, langkah yang dapat dilakukan oleh konsleor sekolah misalnya dengan mengidentifikasi perilaku-perilaku yang dapat memicu munculnya perilaku ‘bullying’. Konselor sekolah bekerjasama dengan personil sekolah lainnya untuk meminimalisir jangan sampai ‘bullying’ terjadi di sekolah agar sekolah bebas dari ‘bullying’.________________________________________________________________ Students in high school enter the stage of development as a teenager, it is in need of attention in achieving the tasks of development so as not misdirected in the association, such as bullying or bullying victims, given the current bullying into the problems of great concern to the community, need to make a preventive action to prevent bullying from becoming a new problem in school. The role of school counselors in professional schools is desirable to minimize bullying behavior, counselors have a comprehensive program of service activities and integrated with school programs in handling student behavior, steps that school counselors can take eg by identifying behaviors that can trigger bullying behavior . School counselors work with other school personnel to minimize bullying in schools so schooling is free of bullying.

Page 3 of 25 | Total Record : 246