cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 262 Documents
Pengembangan Instrumen Kenakalan Remaja Pada Siswa SMA/SMK Mosleh, Ikrimania; Habsy, Bakhrudin All; Setiawati, Denok
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.17943

Abstract

Juvenile delinquency is a complex phenomenon that affects individuals, families, schools, and society. The causative factors are diverse, such as disharmonious family conditions, peer influence, a non-conducive school environment, and a lack of self-control and understanding of religious values. This study aims to develop and test the validity and reliability of instruments measuring juvenile delinquency in SMA / SMK students. The method used is Research and Development (R&D) with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). This instrument was developed through four stages: defining, designing, developing, and disseminating. The content validity test was conducted by experts using the Content Validity Ratio (CVR) and Content Validity Index (CVI) methods. the instrument validity test used the Corrected Item - Total Correlation value with an rtable value of 0.5, while the reliability test used Cronbach's Alpha. The results of the content validation showed that the instrument was declared valid with a CVR value of 0.77 and a CVI of 0.44, the validity test value (rtabel> 0.235) of 23 statement item items out of 26 statement item items was declared invalid and the Cronbach's Alpha value of 0.832 which was declared reliable, this indicates that this instrument can be used to measure the level of juvenile delinquency in SMA / SMK students and provide a basis for further intervention.____________________________________________________________________Kenakalan remaja adalah fenomena kompleks yang mempengaruhi individu, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Faktor penyebabnya beragam, seperti kondisi keluarga yang tidak harmonis, pengaruh teman sebaya, lingkungan sekolah yang tidak kondusif, serta kurangnya pengendalian diri dan pemahaman nilai-nilai agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas serta reliabilitas instrumen pengukur kenakalan remaja pada siswa SMA/SMK. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Instrumen ini dikembangkan melalui empat tahap: pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Uji validitas isi dilakukan oleh ahli menggunakan metode Content Validity Ratio (CVR) dan Content Validity Index (CVI), uji validitas instrumen menggunakan nilai Corrected Item – Total Correlation  dengan nilai rtabel sebesar 0,5 sedangkan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Hasil validasi isi menunjukkan bahwa instrumen dinyatakan valid dengan nilai CVR sebesar 0,77 dan CVI sebesar 0,44, nilai uji validitas (rtabel > 0,235) sebesar 23 item butir pernyataan dari 26 item butir pernyataan dinyatakan gugur serta nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,832 yang dinyatakan reliabel, hal tersebut menunjukkan bahwa instrumen ini dapat digunakan untuk mengukur tingkat kenakalan remaja pada siswa SMA/SMK dan memberikan dasar untuk intervensi lebih lanjut.
Bimbingan Kelompok dengan Teknik Diskusi: Solusi Mengurangi Kebiasaan Membolos di Kalangan Pelajar Tarigan, Elda Dita Felysa Br; AR, Silvia
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.19569

Abstract

Truancy behavior is a form of student indiscipline that can hurt learning achievement and academic future. The purpose of this study was to determine how the application of group guidance services using discussion techniques to overcome students' truant behavior at Srijaya Negara High School, Palembang. This study used an experimental method with a one-group pretest-posttest design, involving 9 (nine) students of class XI.6 as samples. Then selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through the administration of a pretest and a posttest, which underwent validity and reliability tests. Data analysis was carried out using a paired sample t-test to determine the difference in students' skipping behavior before and after getting group guidance services with discussion techniques. The results of the hypothesis test indicated that the p-value was obtained as <0.001, which means it is smaller than 0.05. The pretest results showed that the average score before being given treatment was 533, while after being given treatment, it became an average of 433. The findings of this study indicate a decrease in truant behavior in students after attending group guidance services with discussion techniques. Future research is recommended to involve a larger sample size and reach different school settings so that the results are more general and can be compared more broadly. ___________________________________________________________________Perilaku membolos merupakan salah satu bentuk ketidakdisiplinan siswa yang dapat berdampak negatif terhadap prestasi belajar dan masa depan akademiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik diskusi untuk mengatasi perilaku membolos siswa di SMA Srijaya Negara Palembang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest - posttest design, dengan melibatkan 9 (sembilan) orang siswa kelas XI.6 sebagai sampel. Kemudian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan perilaku membolos siswa sebelum dan sesudah mendapatkan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi. Hasil uji hipotesis menyatakan diperoleh nilai sig < 0,001 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hasil pretest menunjukkan bahwa skor rata-rata sebelum diberikan perlakuan adalah 533, sedangkan setelah diberikan perlakuan menjadi rata-rata 433. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya penurunan perilaku membolos pada siswa setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah sampel yang lebih besar serta menjangkau latar sekolah yang berbeda agar hasilnya lebih general dan dapat dibandingkan secara lebih luas.
Menelisik Kecemasan Sosial dengan Social Networking Site (SNS) Addiction Pada Gen Z Appulembang, Yeni Anna; Fadhli, Muhammad; Fikri, Muhammad Zainal
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.19053

Abstract

Rapid technological development has led to an increase in internet users, which in turn has spurred the emergence of numerous Social Networking Sites (SNS). High SNS usage is often associated with social anxiety. This study was conducted on Generation Z social media users who spend more than 4 hours a day using social media. The study included 250 subjects, employing an incidental sampling technique. Two psychological measurement tools were used in this study: The Social Anxiety Scale for Social Media Users (SAS-SMU) for social anxiety, and the Social Networking Addiction Scale (SNAS) for Social Networking Site addiction. Based on the research results, a p-value of 0.000 (<0.05) was obtained. These results indicate that social anxiety played a role in social networking site addiction by 46.5%, with the remainder influenced by other factors. This study recommends the importance of not using social media excessively, as it can have detrimental psychological effects on individuals. _____________________________________________________________Perkembangan teknologi yang semakin pesat menyebabkan meningkatnya pengguna internet, hal ini yang melatarbelakangi munculnya sejumlah Social Networking Sites (SNS). Tingginya penggunaan SNS seringkali dikaitkan dengan social anxiety. Penelitian ini dilakukan pada generasi Z pengguna media sosial, menggunakan media sosial lebih dari 4 jam sehari. Jumlah subyek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 250 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel, insidental sampling. Alat ukur psikologi yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu kecemasan sosial menggunakan Social Anxiety Scale for Social Media Users (SAS-SMU) dan Social Networking Site addiction (SNS) menggunakan Social Networking Addiction Scale (SNAS). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai nilai p sebesar 0,000 (<0,05), hasil ini menunjukkan bahwa ada peran kecemasan sosial dalam kecanduan situs jejaring sosial sebesar 46,5%, dan sisanya dipengaruhi faktor lain. Penelitian ini, merekomendasikan bahwa pentingnya untuk menggunakan media sosial secara tidak berlebihan karena dapat memberikan dampak yang buruk terhadap psikologis individu.
Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Remaja Melalui Spiritualitas: Kajian Literatur Sistematis dan Analisis Q.S. Ar-Ra’d: 28 Rehanaisha, Rehanaisha; Sutoyo, Anwar; Muslikah, Muslikah
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.18736

Abstract

This study aims to investigate the role of parents in promoting spirituality, the correlation between attachment to God and adolescent well-being, and to explore the relevance of Q.S. Ar-Ra'ad: 28 in enhancing adolescent psychological well-being. This research is a type of Systematic Literature Review with the PRISMA 2020 diagram. The database used in selecting articles includes Taylor & Francis, PubMed, and Garuda. Data analysis resulted in six articles that were selected according to the inclusion criteria. Based on the results of the literature review, it is explained that parenting from an early age has a significant influence on adolescent spirituality. Furthermore, this study proves that a high level of spirituality will provide a sense of security, tranquility, peace, life satisfaction, and self-love, so that one's psychological well-being will increase and avoid negative emotions; for this reason, there is a correlation between attachment to God and adolescent psychological well-being. Then, by interpreting Q.S. Ar-Ra'ad: 28 in life, it will provide self-awareness that the way to deal with life's problems and get peace of mind is to remember Allah. So it can be concluded that it is important to increase spirituality by building attachment to God in dealing with problems, so that you always feel calm and serene, so that you are kept away from negative actions in adolescence. ___________________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui peran orang tua dalam meningkatkan spiritualitas, korelasi antara kelekatan kepada Allah terhadap kesejahteraan remaja, dan mengetahui relevensi Q.S Ar-Ra’ad:28 dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Systematic Literature Review dengan diagram Prisma 2020. Data base yang digunakan dalam menyeleksi artikel yakni menggunakan Tailor & Francis, PubMed, dan Garuda. Analisis data menghasilkan enam artikel yang terseleksi disesuaikan dengan kriteria inklusi. Berdasarkan hasil literature review menjelaskan bahwa pola asuh orang tua sedari dini sangat berpengaruh pada spiritualitas remaja. Selanjutnya, dalam penelitian ini membuktikan bahwa tingkat spiritualitas yang tinggi akan memberikan rasa aman, ketenangan, kedamaian, kepuasan hidup serta mencintai diri sehingga kesejahteraan psikologi seseorang akan meningkat dan terhindar dari emosi negatif, untuk itu terdapat korelasi antara kelekatan kepada Allah dengan kesejahteraan psikologis remaja. Kemudian dengan memaknai Q.S. Ar-Ra’ad:28 dalam kehidupan, maka akan memberikan kesadaran diri bahwa cara dalam menyikapi masalah hidup dan mendapatkan ketenteraman hati yaitu dengan mengingat Allah. Sehingga dapat disimpulkan pentingnya meningkatkan spiritualitas dengan membangun kelekatan kepada Allah dalam menghadapi masalah, agar selalu merasa tenang dan tenteram sehingga dijauhi dari tindakan negatif pada remaja.
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Modeling untuk Meningkatkan Self-Confidence Siswa Ulfa, Siti Maulida; Mutakin, Fakhruddin; Karamoy, Yurike Kinanthy
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.18540

Abstract

Someone who has high self-confidence tends to believe that they can find answers to the obstacles they face. On the other hand, individuals with low self-confidence will feel that they cannot solve the problems they face. Based on preliminary studies, it was found that students' self-confidence tends to be low, which requires assistance so that students can become more resilient in the academic process. The modeling method is used in group guidance services provided as part of mentoring. This research aims to determine the increase in self-confidence through student modeling techniques at SMPN 02 Silo. Qualitative research design with PTBK research type. The respondents studied were 36 students, with 6 students selected using purposive sampling as the sample. The data collection method was carried out using a questionnaire. The research results showed that more than 75% of the sample experienced increased academic resilience. These findings indicate that the modeling technique of group guidance services can increase self-confidence. Future researchers are expected to truly understand the guidance of modeling technique groups for research success. ___________________________________________________________________Seseorang dengan self-confidence tinggi cenderung meyakini bahwa mereka mampu untuk mencari jawaban atas kendala yang mereka hadapi. Sebaliknya, seseorang dengan  self-confidence rendah akan merasa bahwa mereka tidak mampu untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Berdasarkan studi pendahuluan, ditemukan bahwa self-confidence siswa cenderung rendah, sehingga mereka memerlukan dukungan untuk menjadi lebih tangguh dalam menjalani proses akademik. Metode modeling diterapkan dalam layanan bimbingan kelompok sebagai bagian dari pendampingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan self-confidence melalui teknik modeling siswa di SMPN 02 Silo. Desain penelitian kualitatif dengan jenis penelitian PTBK. Responden yang diteliti berjumlah 36 siswa, dengan 6 siswa dipilih secara purposive sampling sebagai sampel. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa lebih dari 75% sampel mengalami peningkatan resiliensi akademik. Temuan ini mengindikasikan bahwa layanan bimbingan kelompok teknik modeling dapat meningkatkan self-confidence. Peneliti selanjutnya diharapkan benar memahami terkait bimbingan kelompok teknik modelling untuk keberhasilan penelitian.
HALAMAN DEPAN JBKR Vol. 11 No. 1 TAHUN 2025 JBKR, Editor
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.19848

Abstract

Dinamika Interaksi Sosial Mahasiswa Broken-home dengan Teman Sebaya di Perguruan Tinggi Hidayah, Al Fitri Nur; Winingsih, Evi; Naqiyah, Najlatun
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20754

Abstract

Coming from an incomplete family background or a broken home can significantly impact the psychological and social development of college students. In college, these students face complex challenges in building social interactions with peers, who often serve as their primary support system. The dynamics of these interactions remain poorly understood. This study aims to describe and analyze the dynamics of social interactions between students from broken homes and their peers in college. Using a qualitative approach with descriptive analysis methods, this study involved four female students as subjects. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using an interactive model. The results indicate that the interaction dynamics stem from unresolved emotional burdens from family circumstances, which drain their social energy. Furthermore, a behavioral paradox arises between the need for connection and self-protection mechanisms triggered by fear of vulnerability. Nevertheless, students demonstrate agency and resilience by developing active coping strategies. The culmination of this process is the transformation of friendship into a "chosen family" that provides emotional support and a sense of psychological security. In conclusion, the social interactions of students from broken homes are a complex adaptive process, in which successful friendships serve as a key protective factor.____________________________________________________________Latar belakang keluarga yang tidak utuh atau broken home memberikan dampak signifikan bagi perkembangan psikologis dan sosial mahasiswa. Di perguruan tinggi, mahasiswa ini menghadapi tantangan kompleks dalam membangun interaksi sosial dengan teman sebaya, yang seringkali menjadi sistem pendukung utama mereka. Dinamika interaksi ini belum banyak dipahami secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dinamika interaksi sosial mahasiswa berlatarbelakang broken home dengan teman sebaya di perguruan tinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, penelitian ini melibatkan empat orang mahasiswi sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika interaksi berawal dari beban emosional yang tidak terselesaikan dari kondisi keluarga, yang menguras energi sosial mereka. Selanjutnya, terjadi paradoks perilaku antara kebutuhan untuk terhubung dan mekanisme perlindungan diri yang dipicu oleh ketakutan akan kerentanan. Meskipun demikian, mahasiswa menunjukkan agensi dan resiliensi dengan mengembangkan strategi koping aktif. Puncak dari proses ini adalah transformasi makna pertemanan menjadi "keluarga pilihan" (chosen family) yang menyediakan dukungan emosional dan rasa aman psikologis. Kesimpulannya, interaksi sosial mahasiswa broken home adalah proses adaptif yang kompleks, di mana pertemanan yang sukses berfungsi sebagai faktor protektif utama.
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Prokrastinasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Pertama Miswanto, Miswanto; Sihite, Fernando
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21090

Abstract

This study aims to analyze the direction and strength of the relationship between social media use and academic procrastination among seventh-grade students at SMP Negeri 27 Medan, while also providing an empirical foundation for the development of school-based guidance and counseling services. The research employed a quantitative approach using a correlational design. The sample consisted of 133 seventh-grade students selected through a convenience sampling technique from a single school population. Research instruments included a social media use scale and an academic procrastination scale, both of which fulfilled established validity and reliability requirements. Data analysis was conducted using the Pearson Product Moment correlation technique. The results indicated a correlation coefficient of r = 0.483 with a significance value of p = 0.000 (p < 0.05), demonstrating a positive and statistically significant relationship between social media use and academic procrastination. The coefficient of determination showed that social media use contributed 1.7% to students’ academic procrastination, while the remaining 98.3% was influenced by other factors not examined in this study. Although the contribution was relatively small, social media use can still be considered a potential risk factor. _____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan menganalisis arah dan kekuatan hubungan antara penggunaan media sosial dan prokrastinasi akademik pada siswa kelas VII SMP Negeri 27 Medan serta memberikan dasar empiris bagi pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 133 siswa kelas VII yang dipilih melalui teknik convenience sampling pada satu sekolah. Instrumen yang digunakan berupa skala penggunaan media sosial dan skala prokrastinasi akademik yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = 0,483 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya hubungan positif dan signifikan antara penggunaan media sosial dan prokrastinasi akademik siswa. Koefisien determinasi menunjukkan nilai R² sebesar 0,017, artinya penggunaan media sosial memberikan kontribusi sebesar 1,7% terhadap prokrastinasi akademik, sedangkan 98,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun kontribusinya relatif kecil, penggunaan media sosial tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan. Secara praktis, hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya layanan Bimbingan dan Konseling yang bersifat preventif dan pengembangan, melalui layanan informasi, bimbingan klasikal, serta konseling
Validitas dan Reliabilitas Instrumen Deteksi Ide Bunuh Diri pada Remaja Nurjanah, Anisa Siti; Ayriza, Yulia; Pama, Sindi Ayudia; Syarifudin, Syarifudin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20248

Abstract

The identification of suicidal ideation is a crucial first step in comprehensive suicide prevention efforts because it enables timely intervention and appropriate support for individuals at risk. To ensure accuracy, the assessment process requires a measurement instrument that has been empirically tested and proven suitable for the intended population. This study aimed to validate a suicidal ideation detection instrument to confirm its readiness for practical application. The instrument was developed using a research-and-development approach guided by Saifuddin Azwar’s scale development design. The development procedures included defining measurement objectives, determining the measurement domain, operationalizing the construct, preparing a scale blueprint, formulating items, conducting qualitative reviews, carrying out pilot testing, performing item analysis, compiling the initial draft, selecting qualified items, and continuing with reliability and validity testing before producing the final instrument format. Content validity was assessed by three expert validators, followed by field testing involving 200 students. Quantitative data were analyzed using JASP version 0.16 software. The findings showed that the suicidal ideation detection instrument met the required validity criteria, demonstrated by an Aiken’s V coefficient categorized as high (0.866). Additionally, all items exhibited strong discrimination, and the overall reliability score reached 0.926, confirming that the instrument is suitable and effective for early detection among students._____________________________________________________________Deteksi ide bunuh diri sangat penting dilakukan sebagai tahap awal upaya pencegahan bunuh diri. Deteksi ide bunuh diri harus dilakukan menggunakan instrumen asesmen yang telah teruji valid dan layak digunakan. Penelitian ini berusaha melakukan validasi pada instrumen asesmen deteksi ide bunuh diri agar siap digunakan. Pengembangan instrumen menggunakan metode R&D dengan desain penyusunan skala Saifuddin Azwar. Adapun langkah penyusnan yaitu identifikasi tujuan ukur, pembatasan domain ukur, operasionalisasi konsep, penelitian item berdasarkan indikator yang disajikan dalam kisi-kisi skala, reviu kualitatif, uji coba, analisis item, kompilasi I seleksi item, pengujian reliabilitas, validasi, dan kompilasi II format final. Pengujian validitas dilakukan oleh tiga orang validator ahli, dan diujicobakan pada 200 siswa untuk uji validitas. Pengujian kuantitatif dilakukan menggunakan bantuan aplikasi JASP versi 0.16. Hasil menunjukkan bahwa instrumen asesmen deteksi ide bunuh diri valid digunakan karena memenuhi syarat validitas nilai Aiken’s V pada kategori tinggi dengan nilai 0,866. Instrumen memperoleh nilai tinggi pada tiap butir item pada uji daya diskriminasi, dan memiliki reliabilitas tinggi dengan skor 0,926.
Efektivitas Konseling Kelompok Teknik Cinematherapy untuk Meningkatkan Self-esteem Siswa Madrasah Tsanawiyah Aisah, Siti; Karamoy, Yurike Kinanthy; Mutakin, Fakhruddin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21171

Abstract

This study examined the effectiveness of group counseling using cinematherapy to improve self-esteem among seventh-grade students in Islamic secondary schools. The research was motivated by students’ tendencies to experience low self-esteem due to academic pressures and social–religious expectations within the school environment. A quantitative method with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was applied. Participants were ten students identified as having low self-esteem through an initial assessment. Data were collected using a self-esteem scale that had been tested for validity and reliability, then analyzed with a paired-sample t-test. The findings showed a statistically significant increase in self-esteem after six group counseling sessions integrating cinematherapy (p < 0.05). The films encouraged self-reflection, helped students identify positive values, and strengthened self-image through structured and empathetic group discussions. Although the sample size was limited and no control group was used, the results indicate that cinematherapy is an innovative approach for group counseling services in Islamic schools to support students’ self-esteem development. ____________________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik cinematherapy dalam meningkatkan self-esteem siswa kelas VII di madrasah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan rendahnya self-esteem siswa akibat tuntutan akademik serta ekspektasi sosial dan religius di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas sepuluh siswa yang memiliki skor self-esteem rendah berdasarkan hasil asesmen awal. Data dikumpulkan menggunakan skala self-esteem yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji paired-sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan self-esteem siswa yang signifikan secara statistik setelah mengikuti enam sesi konseling kelompok berbasis cinematherapy (p < 0,05), yang mengindikasikan peningkatan yang substansial setelah intervensi diberikan. Penggunaan film dalam layanan konseling kelompok memfasilitasi proses refleksi diri, identifikasi nilai positif, serta penguatan citra diri melalui diskusi kelompok yang terstruktur dan empatik. Meskipun penelitian ini memiliki keterbatasan pada ukuran sampel dan desain tanpa kelompok kontrol, temuan ini menunjukkan bahwa cinematherapy berpotensi menjadi pendekatan yang efektif dan inovatif dalam layanan Bimbingan dan Konseling di madrasah.