Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Articles
246 Documents
KEEFEKTIFAN LAYANAN INFORMASI KARIR BERBANTUAN WEBSITE UNTUK MENINGKATKAN PERENCANAAN KARIR SISWA SMA DI KOTA TARAKAN
Hotma Rosalin Tumanggor;
Sunawan Sunawan;
Edy Purwanto
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 1 (2018): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (394.377 KB)
|
DOI: 10.31602/jbkr.v4i1.1348
Dewasa ini persaingan dunia kerja semakin kompleks dan persaingan kualifikasi persaingan kerja semakin ketat. Siswa diharapkan dapat memiliki perencanaan karir sesuai dengan bakat, minat, taraf intelegensi, dan nilai-nilai kehidupan yang dimiliki untuk memudahkan siswa dalam merencanakan karir. Dalam membuat perencanaan karir, siswa membutuhkan informasi sebagai bahan pertimbangan siswa dalam membuat perencanaan karir yang sesuai dengan bakat, minat, taraf intelegensi dan nilai-nilai kehidupan yang dimilikinya melalui layanan informasi karir. Dengan pemahaman tersebut, siswa mampu merencanakan karirnya secara matang sesuai dengan keadaan dirinya. Upaya meningkatkan perencanaan karir dapat dilakukan dengan menggunakan layanan informasi karir berbantuan website. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perencanaan karir siswa SMA di Kota Tarakan melalui layanan informasi karir berbantuan website. Desain eksperimen yang digunakan dalampenelitian ini adalah pre eksperimen dalam bentuk one group pretest-post design.Penelitian ini melibatkan 35 siswa sebagai kelompok eksperimen yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian ini adalah layanan informasi karir berbantuan website efektif meningkatkan perencanaan karir siswa SMA di Kota Tarakan (10,094, p < 0.01). __________________________________________________________ Today's increasingly complex business world competition and competition qualifications increasingly tight. Students are expected to have career planning according to their talents, interests, intelligence level, and life values to facilitate students in career planning. In making career planning, students need information as a material balance of students in making career planning in accordance with the talent, interests, intelligence level and the values of life it has through career information services. With that understanding, students are able to plan their careers according to their situation. Efforts to improve career planning can be done using career information services assisted by website. This study aims to improve the career planning of senior high school students in Tarakan City through information career services assistance through the website. The experimental design used in this research is quasi-experiment in the form of one group pretest-post design. The career planning scale consists of 45 items with 5 falling items and 0.875 alpha coefficient. This study involved 35 students as an experimental group selected by purposive sampling. The result of this research indicate that career information service the website-assisted effectively improve the career planning of high school students in Tarakan City (10,094, p <0.01).
CORE CURRICULUM MANAGEMENT BASED AUTHENTIC INSTRUCTIONAL MODEL
Caraka Putra Bhakti;
Fuad Aminur Rahman;
Muhammad Alfarizqi Nizamuddin Ghiffari
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 1 (2018): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (392.569 KB)
|
DOI: 10.31602/jbkr.v4i1.1294
The purpose of this paper is as a reference model of core curriculum management services with the instructional authentic model. core curriculums are one of the most important services to be delivered to today's students. core curriculums aim to optimize the potential of today's students. Optimization of student potential can be realized if service, implementation and service evaluation can be done by school counselor optimally. This is closely related to management, which in general management is the ability to manage things to achieve certain goals. From this, the core curriculum which as part of the education needs to be resolved or has good management. Obviously, manage core curriculum need to attend to appropriate model and development of students. In core curriculum, Management model authentic instructional model. This model is a pedagogical approach which puts in the context of the future. From this model, the core curriculums provided to students oriented toward students and up to date. This will help school counselors continue to innovate and develop core curriculums applied to students. It is hoped that through this model, school counselors can plan and develop and become an evaluation material for themselves in developing a core curriculum.
TEKNIK SOSIOMETRI DALAM ASESMEN PELAYANAN KONSELING PADA KEPALA SEKOLAH DAN GURU SDN KUIN SELATAN 1 BANJARMASIN
Muhammad Yuliansyah;
Murdiansyah Herman
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 1 (2018): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (534.713 KB)
|
DOI: 10.31602/jbkr.v4i1.1453
Guru pembimbing sekolah harus memiliki kompetensi profesionalisme dalam kulaifikasi akademik disertai dengan mempunyai kompetensi konselor agar mampu menghadapi berbagai problem sekolah, sehingga guru pembimbing mampu untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan dengan berbagai macam dampak yang bisa menghabat perkebangan siswa disekolah.guru pembimbing disekolah bukan suatu yang lahir tanpa syarat,artinya seseuatu hadir begitu saja tanpa proses belajar yang panjang. Proses yang akhirnya menjadikan guru pembimbing sebagai agen pemebelajaran yang memiliki posisi strategis untuk melakukan berbagai perubahan, peningkatan dan pengembangan dalam penyelenggaraan pendidikan disekolah yang tentunya proses pendidikan disekolah berkesinangbungan dan meningkatkan pengetahuan.__________________________________________________________School guidance teachers must have professionalism competence in academic qualifications accompanied by having counselor competencies to be able to deal with various school problems, so that the mentoring teacher is able to prepare themselves in the face of the development of the world of education with various kinds of impacts that can hinder students' development in schools. who was born unconditionally, meaning someone just present without a long learning process. The process that ultimately makes the tutor teacher as a learning agent who has a strategic position to make various changes, enhancements and development in the implementation of school education is certainly the process of education in schools that are connected and increase knowledge.
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI KARIER DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK LIVE MODELING DAN SYMBOLIC MODELING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KARIER SISWA
Teuku Fadhli
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 1 (2018): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (614.394 KB)
|
DOI: 10.31602/jbkr.v4i1.1454
Rendahnya tingkat pemahaman karier siswa dipengaruhi oleh minimnya informasi karier mengenai pekerjaan dan pendidikan untuk mendukung sebuah pekerjaan dimasa akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan layanan informasi karier dengan teknik live modeling dan symbolic modeling untuk meningkatkan pemahaman karier siwa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dengan desain Non Equivalent Group Pretest-Postest Control Group, subyek penelitian sebanyak 96 orang siswa kelas IX SMP Teuku Umar yang dibagi menjadi tiga kelompok, yakni kelompok A, B dan Kontrol. Hasil analisis data One way ANOVA menunjukkan bahwa teknik live modeling dan symbolic modeling (p<0.01; F=108.015). Sedangkan pengujian post hoc test menunjukkan (MD=-1.81; p=0.97>0.05) yang berarti teknik live modeling dan symbolic modeling tidak terdapat perbedaan rata-rata signifikan, untuk teknik live modeling dan kelompok kontrol dengan(MD= -59.28; p<0.01), dan untuk teknik symbolic modeling dan kelompok kontrol dengan (MD=-6109; p<0.01), yang berarti teknik live modeling dan symbolic modeling rata-rata efektif untuk meningkatkan pemahaman karier siswa siswa SMP Teuku Umar Semarang.__________________________________________________________ The students’ low understanding in career is influenced by alack of information about career and education in which those aspects are needed to realize a certain job in the future. This study aims to examine the effectiveness of career information services with live and symbolic modeling techniques to improve students' career understanding. The research method used is experimental with operating Non Equivalent Group Pretest-Postest Control Group design, 96 students of 9th grade of SMP Teuku Umar shared in 3 classes were employed as subject, namely is A, B and Control group. The one-way data analysis shows the technique of live and symbolic modeling whereas (p <0.01; F=108.015). While the post hoc test shows (MD=-1.81;p=0.97>0.05), it means there is no significant difference both live and symbolic modeling techniques. In addition, it is also known that live modeling and control group whereas (MD=-59.28; p<0.01 ), symbolic modeling and control group whereas (MD=-6109; p<0.01). Therefore, it could be concluded that live and symbolic modeling technique is effective to improve students’ career understanding at SMP Teuku Umar Semarang.
PENGEMBANGAN MODEL KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING PADA SISWA ABK DI SEKOLAH DASAR INKLUSIF
Shinta Purwaningrum;
Bayu Pamungkas
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 1 (2018): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (676.918 KB)
|
DOI: 10.31602/jbkr.v4i1.1368
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model konseling kelompok dengan pendekatan Rational Emotif Behavioral Therapy (REBT) dalam mengurangi perilaku bullying pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolah inklusif. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran model konseling kelompok dengan pendekatan REBT dalam mengurangi perilaku bullying pada siswa ABK di sekolah inklusif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development yang bertujuan mengembangkan sebuah model konseling kelompok dengan pendekatan REBT dalam mengurangi perilaku bullying pada siswa ABK di sekolah inklusif. Dengan dikembangkanya dan diterapkanya model konseling kelompok dengan teknik REBT dapat mengurangi perilaku bullying pada siswa ABK di sekolah dasar inklusif, yang selanjutnya dapat memberikan dampak positif pada siswa ABK dan non ABK di sekolah inklusif untuk belajar bersama dalam suasana yang lebih kondusif.__________________________________________________________ This research aims to develop a group counseling model with the Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) approach in reducing bullying behavior in Children with Special Needs in inclusive schools. Through this research is expected to give an overview of the group counseling model with the REBT approach in reducing bullying behavior in Children with Special Needs in inclusive schools. The method used in this research is Research and Development that aims to develop a model of group counseling with the REBT approach in reducing bullying behavior in Children with Special Needs in inclusive schools. The development and implementation of group counseling models with REBT techniques could reduce bullying behavior in Children with Special Needs students in inclusive primary schools. Further, this model could give a positive impact on Special Needs Students and Non Special Needs students in inclusive schools to study together in a more conducive atmosphere.
KARAKTERISTIK KONSELOR ISLAMI (KAJIAN EMPIRIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI)
Khairullah Khairullah;
Akhmad Rizkhi Ridhani;
Aminah Aminah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 2 (2018): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (449.312 KB)
|
DOI: 10.31602/jbkr.v4i2.1502
Konselor sebagai tenaga profesional tentunya harus mampu memberikan pelayanan secara optimal, sistematis, objektif, logis, serta berkelanjutan kepada setiap individu agar individu tersebut dapat berkembang optimal sesuai dengan perkembangannya masing-masing. Indonesia merupakan mayoritas pendudukannya Islam tentunya merupakan tatantangan tersendiri bagi seorang konselor dalam memberikan layanan. Maka oleh sebab itu perlu dikaji bagaimana karakteristik konselor islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sebagai dasar untuk mengetahui bagaimana bentuk karakteristik konselor islami. Metodologi yang digunakan ialah kualitatif dengan desain etnografi realis, yang dimana data diperoleh melalui orang ketiga, kemudian dari pada itu melaporkan secara objektif tentang informasi yang dipelajari dari partisipan di lapangan. Intrumen utama dalam penelitian ini ialah wawanacara. Hasil dari penelitian ini ialah terdapatnya nilai-nilai pendidikan karakter Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dari kisah-kisah beliau semasa hidup. Selain dari pada itu tersusunya karakteristik konselor islami berdasarkan kajian empris dari nilai pendidikan karakter Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.__________________________________________________________ Counselors as professionals must certainly be able to provide services optimally, systematically, objectively, logically, and sustainably to each individual so that individuals can develop optimally in accordance with their respective developments. Indonesia is the majority of its occupation Islam is certainly a separate challenge for a counselor in providing services. Therefore, it is necessary to examine the characteristics of Islamic counselors. This study aims to examine the character education values of Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari as a basis for knowing how the characteristics of Islamic counselors are. The methodology used is qualitative with a realist ethnographic design, in which data is obtained through a third person, then from that it reports objectively on information learned from participants in the field. The main instrument in this study is wawanacara. The results of this study are the existence of the character education values of Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari from the stories of him during his lifetime. Apart from that the characteristics of Islamic counselors are based on empirical studies of the character education values of Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
URGENSI KONSELING SPIRITUAL
Hadiwinarto Hadiwinarto
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 2 (2018): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (615.067 KB)
|
DOI: 10.31602/jbkr.v4i2.1404
Artikel ini merupakan kajian teoritis mengenai konseling spiritual. Setiap manusia mempunyai kebutuhan, ingin mencapai kepuasan sejati. Sahabat sejati sebenarnya sudah berada dalam diri setiap manusia, tetapi kita belum menyadari dan mengenalnya. Untuk mencapai kepuasan sejati maka harus mengenal sahabat sejati, membangkitkan sahabat sejati, kemudian memanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan termasuk mengatasi masalah yang dihadapi. Konseling spiritual harus dilandasi oleh kesadaran bahwa manusia memiliki daya cipta, rasa dan karsa. Karena daya cipta, rasa dan karsa menjadi modal utama untuk membangkitkan kekuatan spiritual. Sedangkan memahami kekuatan alam menjadi modal berikutnya. Kekuatan alam dapat digunakan sebagai media untuk membangkitkan kekuatan spiritual dalam diri manusia. Konseling spiritual merupakan harmonisasi interkasi antara daya cipta, rasa dan karsa dengan kekuatan alam untuk pengentasan masalah kehidupan manusia dalam rangka mencapai kepuasan sejati.__________________________________________________________ This article is a theoretical study of spiritual counseling. Every human being has a need, wants to achieve true satisfaction. True friends are already in every human being, but we have not realized and known him. To achieve true satisfaction then must know true friend, generate true friend, then utilize to fulfill requirement including overcoming problem faced. Spiritual counseling must be based on the realization that human beings possess creativity, taste and intention. Because creativity, taste and desire become the main capital to awaken spiritual power. While understanding the power of nature into the next capital. The power of nature can be used as a medium to awaken the spiritual power within man. Spiritual counseling is the harmonization of the interaction between creativity, taste and intention with the power of nature to alleviate the problems of human life in order to achieve true satisfaction.Kata Kunci: konseling spiritual, sahabat sejati, daya cipta, rasa dan karsa.
PEMAHAMAN TENTANG AKIBAT PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR MELALUI LAYANAN INFORMASI DENGAN TEKNIK DISKUSI
Maria Kabang;
Eli Trisnowati;
Tri Mega Ralasari S
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 2 (2018): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (481.313 KB)
|
DOI: 10.31602/jbkr.v4i2.1504
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang akibat pernikahan di bawah umur melalui layanan informasi dengan teknik diskusi pada siswa kelas XI di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan, dengan bentuk penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Bimbingan Dan Konseling (PTBK). Untuk mengumpulkan data penelitian, digunakan teknik pengumpul data yaitu (1) Teknik observasi langsung, (2) Teknik komunikasi langsung, (3) Teknik komunikasi tidak langsung,(4) Teknik dokumenter sedangkan alat pengumpul datanya yaitu (1) Pedoman observasi, (2) Panduan wawancara, dan (3) Skala psikologis. Penelitian dilakukan dikelas XI di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu dengan jumlah subyek penelitian 28 orang siswa. Hasil pelaksanaan layanan informasi dengan teknik diskusi untuk meningkatkan pemahaman tentang akibat pernikahan di bawah umur mendapat presentase rata-rata 85,61% dengan kategori baik.__________________________________________________________ This study aims to improve understanding of the consequences of underage marriage through information services with discussion techniques for class XI students at Putussibau Vocational High School 1 Kapuas Hulu District, the research method used in this research is action research, with the form of Action Research Guidance and Counseling (PTBK). To collect research data, data collection techniques were used, namely (1) direct observation techniques, (2) direct communication techniques, (3) indirect communication techniques, (4) documentary techniques while the data collection tools were (1) observation guidelines, (2 ) Interview guides, and (3) Psychological scale. The research was conducted in class XI at Putussibau Vocational High School 1 in Kapuas Hulu Regency with the number of subjects were 28 students. The results of the implementation of information services with discussion techniques to improve understanding of the consequences of underage marriage received an average percentage of 85.61% with good categories.
BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS NILAI BUDAYA BELOM BAHADAT UNTUK MENINGKATKAN SIKAP SOPAN SANTUN PESERTA DIDIK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI KOTA PALANGKA RAYA
Dony Apriatama
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 2 (2018): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (571.474 KB)
|
DOI: 10.31602/jbkr.v4i2.1515
Sopan santun merupakan sikap dalam tata krama yang diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran agar tercipta hubungan yang baik antara peserta didik dengan guru maupun sesama peserta didik. Proses pembelajaran akan sulit berjalan secara maksimal jika antara guru dengan peserta didik ataupun sesama peserta tidak menunjukkan sikap sopan santun. Berdasarkan hasil observasi di MAN Kota Palangka Raya, peserta didik tidak menunjukkan sikap sopan santun yang baik kepada guru ataupun sesama peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan sikap sopan santun peserta didik MAN Kota Palangka Raya melalui layanan bimbingan kelompok berbasis nilai kearifan lokal yaitu nilai budaya belom bahadat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah PreExperimental Designs One-Group-Pretest-Posttest Design. Teknik pengambil sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive. Penelitian dilakukan dengan menysipkan nilai budaya belom bahadat ke dalam bimbingan kelompok. Hasil dari penelitian ini adalah bimbingan kelompok berbasis nilai belom bahadat terbukti efektif untuk meningkatkan sikap sopan santun peserta didik MAN Kota Palangka Raya sebesar 21%. Konselor hendaknya selalu meningkatkan kompetensinya dalam melaksanakan bimbingan kelompok sehingga layanan yang diberikan dapat optimal dalam mengatasi masalah yang terjadi di sekolah.__________________________________________________________ The good attitude is a manners needed to implementation of learning in order to create a good relationship between students and teachers and fellow students. The learning process will be difficult to runsoptimally if the teacher and students or fellow students don’t show good attitude. Basedon the results of observation at MAN Palangka Raya City, students didn’t show good attitude to teachers or fellow students. The research was purposed to improve the good attitude of the Students at MAN Palangka Raya City through group guidance services based on the value of local wisdom, namely the cultural value of Belom Bahadat. The research design used in this research was Pre-Experimental Designs One-Group-Pretest-Posttest Design. The sampling technique in this research used purposive sampling technique.This research was carried out by incorporating the cultural value of belom bahadat into group guidance. The result showed that group guidance based on cultural value Belom Bahadat proved effective to improve the good attitude of students at MAN Palangka Raya City by 21%. The counselors should always improve their competence in carrying out group guidance so that the services provided can be optimal in dealing with problems that occur in schools.
PERAN KEPRIBADIAN DALAM MEMEDIASI KETERLIBATAN ORANG TUA DENGAN EFIKASI DIRI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER
Rossi Galih Kesuma;
Dwi Yuwono Puji Sugiharto;
Sunawan Sunawan
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 2 (2018): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (791.541 KB)
|
DOI: 10.31602/jbkr.v4i2.1547
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterlibatan orang tua terhadap efikasi diri pengambilan keputusan karier yang dilakukan pada sampel yang terlibat sebanyak 400 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Hipotesis penelitian ini bahwa neuroticism dan extraversion memediasi hubungan antara keterlibatan orang tua dengan efikasi diri pengambilan keputusan karier. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi yang diadaptasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis mediasi dengan teknik bootstrap bias corrected method dengan confidential interval 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua memprediksi efikasi diri pengambilan keputusan karier dan extraversion, namun tidak dapat memprediksi neuroticism,sedangkan neuroticism dapat memprediksi efikasi diri pengambilan keputusan karier, selanjutnya extraversion memediasi hubungan keterlibatan orang tua dengan efikasi diri pengambilan keputusan karier. Penelitian ini memberikan pemahaman bagi konselor mengenai hubungan keterlibatan orang tua serta pengaruh aspek personal (efikasi diri dankepribadian) dalam pemilihan karier.__________________________________________________________ This study aims to determine the relationship of parental involvement to career decision making self-efficacy carried out in the sample involved as many as 400 students selected using cluster random sampling technique. The hypothesis that neuroticism and extraversion mediate the relationship between parental involvement and career decision makingself-efficacy. Methods of data collection using an adapted psychological scale. Data analysis method used is descriptive analysis and mediation analysis with corrected method bias bootstrap technique with 95% confidential intervals. The results showed that parental involvement predicts career decision making self-efficacy and extraversion, but cannot predict neuroticism,while neuroticism can predict the career decision makingself-efficacy, furthermore extraversion mediates the relationship of parental involvement with career decision making self-efficacy. This study provides counselors with an understanding of the relationship of parental involvement and the influence of personal aspects (self-efficacy and personality) in career selection.