cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan
ISSN : 14125889     EISSN : 26140578     DOI : https://doi.org/10.30651/didaktis.v24i1
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Code-Mixing In English Learning of SD Teladan Yogyakarta Tri Jampi Setiyorini; Septiana Wahyu Setyaningrum
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v21i1.5575

Abstract

Based on the KTSP Curriculum, English is a compulsory subject which must be learned by students of elementary schools, one of them is in SD Teladan Yogyakarta. To improve students’ understanding about English materials, the English teacher uses code-mixing in English learning. This research aimed at analyzing types of processes of code-mixing and describing the reasons of code-mixing in English learning of SD Teladan Yogyakarta. The type of this research was descriptive case study. The subjects of the study were an English teacher, 25 students of class 1A, 25 students of class 1B, and 25 students of class 1C. To examine types of processes of code-mixing, the researchers recorded the English learning in the classroom. The researchers also collected the data by using an interview to an English teacher to investigate the reasons of using code-mixing. After that, all data are transcribed and analyzed based on Muysken’s theory (2000) and Hoffmann’s theory (1991). The result of the analysis shows that types of processes of code-mixing in English learning of SD Teladan Yogyakarta are insertion (70.09%), alternation (3.42%), and congruent lexicalization (26.49%). From the result of the interview, the reasons for code-mixing are for talking about a particular topic, for quoting somebody else, for being empathic about something, for interjections, for repetition used for clarification, for clarifying speech content for interlocutors, and for expressing group identity.
Pembentukan Karakter Mandiri Melalui Pembelajaran Tematik di SDN Kebondalem Mojosari Revita Putri Cahyani; Via Yustitia; apri irianto
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 20, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v20i3.4789

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis karakter yang terjadi di masyarakat. Salah satu krisis karakter disebabkan oleh rendahnya cinta terhadap negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan implementasi dan kendala yang dialami dalam memperkuat karakter cinta untuk negara melalui kegiatan ekstrakurikuler tari di SD Negeri Tenggilis Mejoyo 1 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data adalah informan yang terdiri dari kepala sekolah, guru tari ekstrakurikuler, dan siswa, kegiatan, tempat, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah model Miles and Huberman. Teknik validitas data adalah triangulasi sumber dan waktu. Hasil dari penelitian ini adalah tidak semua siswa kelas I-III mengikuti tarian ekstrakurikuler dengan baik, sedangkan siswa yang dipilih mencoba mengikuti tarian ekstrakurikuler dengan baik sesuai dengan indikator cinta yang ada di tanah air. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan penguatan karakter cinta tanah air melalui kegiatan ekstrakurikuler tari di Tenggilis Mejoyo 1 SDN Surabaya berjalan sesuai dengan indikator yang ditetapkan dan kendala yang dialami tidak terlalu besar.
Faktor Penyebab Terjadinya Konflik Peran Dalam Proses Pembelajaran Pada Mahasiswa Pengurus Organisasi Kabiba Kabiba; Arfin Arfin; Junaidin Junaidin
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v21i1.7428

Abstract

Organisasi kemahasiswaan kepada anggotanya memberikan stimulus atau perilaku terhadap proses pembelajaran yang menyebabkan tiga keungkinan yaitu aktif diorganisasi dan mengabaikan pembelajaran pada kuliah yang diprogram, aktif pada pembelajaran pada mata kuliah yang deprogram dan mengabaikan amanah organisasi, dan aktif keduanya secara proporsional. Kemungkinan pertama dan kedua dapat terjadi dikarenakan adanya ketidak stabilan peran atau konflik peran mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya konflik peran dalam proses pembelajaran pada mahasiswa pengurus organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan 13 subjek penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data dianalisis melalaui proses reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan selanjutnya diuji keabsahannya melalui trianggulasi. Temuan penelitian yaitu terjadinya konflik peran dalam proses pembelajaran pada mahasiswa pengurus organisasi disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor Ketidakmampuan manajemen peran dan faktor Kecemasan akan tugas dan tanggung jawab yang dibebankan dalam organisasi. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor proses identifikasi yang negatif dan faktor pertentangan gaya belajar. Berdasarkan temuan ini menghasilkan identifikasi peran yang harus dihindari oleh pengurus organisasi dalam menstabilkan perannya pada saat proses pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan bahwa proses identifikasi dan gaya belajar perlu adanya penguatan yang terukur sehingga tidak menimbulkan konflik peran pada saat proses pembelajaran.
Nilai Aksiologis Kebijakan Covid-19 Zumrotin Firdaus; Tri Susilowati; Markhamah Markhamah
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 20, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v20i3.5178

Abstract

Penelitian seputar pandemik Covid-19 dari dunia medis sedang terus berlangsung (L & Shindo, 2020). Penelitian tentang wabah ini juga dilakukan dari perspektif sosial secara lebih luas (Long, 2020). Ada beberapa kebijakan di berbagai sektor, antara lain kebijakan di bidang pendidikan, kebijakan di bidang ekonomi, kebijakan di bidang kesehatan, dan kebijakan di bidang sosial sebagai bidang yang terdampak dari adanya Covid-19. Tujuan makalah ini adalah mengetahui nilai aksiologi kebijakan pencegahan covid-19. Nilai aksiologis pada sector pendidikan adalah Untuk UN yang ditiadakan memberikan manfaat bagi para siswa bahwa tidak hanya dengan patokan angka mereka bisa lulus dari sekolahnya. Nilai aksiologis pada sector ekonomi adalah Dengan adanya prioritas belanja pada APBN, pemerintah dapat menghemat banyak dana dari anggaran yang tidak begitu penting untuk dialokasikan langsung kepada rakyat yang membutuhkan. Nilai aksiologis dibidang kesehatan adalah mengimpor alat-alat kesehatan,memberikan insentif bagi tenaga kesehatan. Nilai aksiologis dibidang sosial adalah Toleransi dan kepekaan soaial yang semakin terasah.
Tantangan Proses Pembelajaran Era Adaptasi Baru di Jenjang Perguruan Tinggi Ilham Syahrul Jiwandono; Heri Setiawan; Itsna Oktaviyanti; Awal Nur Kholifatur Rosyidah; Baiq Niswatul Khair
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v21i1.5842

Abstract

Terjadi perubahan dalam dunia pendidikan akibat adanya wabah Covid-19. Metode pembelajaran bergeser dari konvensional ke dalam jaringan (daring). Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh mahasiswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan dan hambatan yang dialami oleh mahasiswa pada era adaptasi baru. Lokasi penelitian di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Sumber data yaitu mahasiswa semester dua yang berjumlah 7 mahasiswa yang mewakili tiap-tiap kelas. Tahap-tahap penelitian yaitu pra lapangan, lapangan dan analisis data. Metode analisis data menggunakan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Banyak mahasiswa yang belum mendapatkan pelatihan menggunakan LMS yang telah disediakan. 2) Tantangan yang dihadapi diantaranya seringnya pemadaman, deadline tugas yang mepet, kesehatan menurun, banyaknya LMS yang digunakan, tidak paham dengan materi yang diberikan oleh dosen dan jadwal yang tidak konsisten.
Kreativitas Pemecahan Masalah Tes Potensial Skolastik (TPS) Numerikal Siswa Brits Indonesia Ditinjau Dari Kemampuan Number Sense Rudy Setiawan; Zuni Mitasari; Elita Mega Selvia Wijaya
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 20, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v20i3.4900

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa Brits Indonesia terhadap pemecahan masalah Tes Potensial Skolastik (TPS) Numerikal ditinjau dari kemampuan number sense yang mereka miliki. Tes Potensial Skolastik adalah tes yang wajib diikuti oleh peserta UTBK. Permasalahan terhadap tes ini cukup serius. Subjek penelitiannya adalah Brits Indonesia Malang Gap year tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. dengan objek penelitian sebanyak 6 siswa dengan rincian 2 siswa dalam kategori number sense tinggi, 2 siswa dalam kategori number sense sedang, dan 2 siswa dalam kategori number sense rendah. Penelitian tersebut diawali dengan menyusun instrumen yang valid dan memberikan instrumen tes awal dan tes perlakuan untuk mengukur kreativitas siswa terhadap soal TPS Numerikal. Selain itu juga dilakukan wawancara dan triangulasi data untuk membuktikan keabsahan hasil tes. Hasil penelitian menyatakan kreativitas dalam pemecahan masalah TPS Numerikal yang dimiliki oleh seseorang berbanding lurus dengan kemampuan number sense yang mereka miliki.
Meningkatkan Motivasi Belajar Menggunakan Metode Pembelajaran Flipped Classroom Udik Pudjianto; Nia Saurina; Firman Hadi Pratama; Anang Kukuh Adisusilo
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v21i1.4658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran simulasi digital menggunakan metode pembelajaran flipped classroom pada siswa kelas X SMK GIKI 1 Surabaya tahun ajaran 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur motivasi belajar siswa menggunakan flipped classroom berbantuan media youtube. Sebanyak 35 siswa X IPA 1 dilibatkan dalam penelitian tindakan kelas ini. Hasil dari penelitian adalah motivasi siswa terhadap pembelajaran melalui media youtube pada siklus I motivasi siswa mengalami peningkatan yaitu 65,3%. Hasil belajar siswa diukur dari hasil evaluasi diperoleh 65,5%. Pada siklus II dilakukan tidak jauh berbeda dengan siklus pertama dari segi perencanaan, tindakan dan observasi. Adapun hasil pengamatan peningkatan motivasi siswa 82% dan peningkatan hasil belajar siswa sebesar 80,2%.
Pengembangan Media Pembelajaran Mobile Learning Berbasis Android Dengan Pendekatan Kontekstual Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IPS Muhamad Erik Setiadi; Muhammad Abdul Ghofur
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 20, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v20i3.5187

Abstract

Dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman peserta didik pada materi Bank sentral dan  sistem pembayaran maka penelitian ini bertujuan untuk merancang media pembelajaran berupa mobile learning berbasis android. Media dibangun dengan pendekatan kontekstual yang dianggap lebih sesuai dengan peserta didik. Research and Development mengadaptasi model pengembangan 4-D (Define, Design, Development, & Dissiminate). Uji coba secara terbatas menggunakan subyek penelitian 20 peserta didik. Hasil uji coba yang diperoleh melalui perbandingan pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan gain score dan uji beda. Uji ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa media pembelajaran mobile learning berbasis android dengan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan pemahaman peserta didik. Media yang dikembangkan telah selesai dan siap diujicobakan pada subyek yang lebih luas untuk memperbaiki kelemahan atau menambah fitur yang dibutuhkan.
Analisis Pemahaman Matematis Pada Materi Permutasi dan Kombinasi Dewi Wulandari; Heni Pujiastuti
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 20, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v20i3.4794

Abstract

Pemahaman matematis adalah kemampuan siswa dalam mengintepretasikan masalah dalam bentuk model matematis dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang dimilikinnya. Kombinatorika merupakan cabang ilmu pengetahuan matematika yang sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Pemahaman matematis merupakan hal yang penting untuk menyelesaikan masalah pada materi permutasi dan kombinasi karena memerlukan penafsiran untuk merepresentasikan soal yang berupa cerita pada materi tersebut. Pemahaman yang dimaksud dalam hal ini adalah mampu mengubah masalah kedalam model matematika, mengintrepretasikan masalah ke dalam sesuatu yang berbeda, menghubungkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana pemahamanan matematis siswa terhadapa materi kombinasi dan permutasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini siswa dalam kategori sedang, dimana siswa hanya menghafal rumus bukan mengerti konsep dari materi permutasi dan kombinasi. Siswa belum bisa merencanakan penyelesaian masalah sehingga tidak dapat mengaitkan pemahaman yang dimiliki dengan gagasan baru akibatnya permasalahan yang diselesaikan hanya sebatas penyelesaian soal bukan penyelesaian masalah kehidupan sehari-hari. Pemahaman yang dimiliki juga belum membuat siswa menentukan alternatif dalam menyelesaikan masalah dengan kata lain siswa belum dapat menyelesaikan lebih dari satu masalah dalam sebuah mekanisme tunggal.
Public Relations Sebagai Taktik Politik Kepemimpinan di Dunia Pendidikan Zumrotin Firdaus; Sutama Sutama
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v21i1.6903

Abstract

Dalam menjalin hubungan baik dengan banyak individu, praktisi public relations membutuhkan sebuah strategi yang tepat dan efektif untuk diaplikasikan. Strategi dalam membangun hubungan dengan masyarakat dan instansi adalah suatu rencana yang cermat dalam rangka pembangunan koalisi baik itu internal maupun eksternal. Pembangunan koalisi yang dimaksud adalah proses penyatuan individu-individu demi mewujudkan tujuan bersama. Para guru yang sudah terbiasa efektif dalam mengorganisir koalisi internal sering kali merupakan para pemain kekuasaan politik di sebuah lembaga pendidikan, baik itu pendidikan dasar, hingga pendidikan tinggi. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan literature review. Studi literatur ini mempunyai tujuan untuk mengetahui bagaimana peran dari public relations sebagai taktik politik pada dunia pendidikan. Dari hasil kajian litertur yang telah dilakukan, maka didapatkan informasi bahwa hubungan antara koalisi dengan public relations adalah fungsi khusus manajemen yang berfokus pada upaya pengembangan hubungan melalui kegiatan komunikasi, membangung pengertian, penerimaan dan kerjasama yang baik antara organisasi dengan publiknya, termasuk pengelolaan isu dan informasi. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam kemampuan public relation yang mumpuni dan dibantu oleh tim humas sekolah yang nantinya dapat menjadi sarana penghubung antara masyarakat laus dan sekolah.