cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25488295     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Indonesian Journal of Essential Oils contains articles of research results and in-depth reviews covering the following areas: Essential Oil, Medicine Chemistry, Flavour Chemistry, Phytochemistry, Natural Product, Cosmetica and Pharmaceutical, Catalyst for Fine Chemical, Plasmanutfah, Plant Tissue, Development in Equipment and Instrumentation in Supply Chain of Essential Oil, Process Engineering and the other topic concerning on Essential Oil and Herbals.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017)" : 6 Documents clear
Kajian Imbangan Bunga dengan Adsorben terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Bunga Kamboja (Plumeria obtusa) dengan Metode Enfleurasi Sarifah Nurjanah; Sudaryanto Zain; Ema Komalasari
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.616 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijeo.2017.002.01.01

Abstract

Bunga kamboja mengandung minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai bahan pembuat parfum karena wanginya yang khas. Minyak atsiri tersebut dapat diekstrak dengan metode enfleurasi yang menggunakan absorben lemak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh imbangan jumlah bunga dan absorben yang digunakan terhadap rendemen dan mutu minyak atsiri yang dihasilkan.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium dengan analisis deskriptif dengan 3 kali pengulangan. Perlakuan jumlah imbangan bunga terdiri dari 6 taraf yaitu 525 g, 700 g, 875 g, 1050 g, 1225 g, dan 1400 g dengan imbangan adsorben sebesar 500 g.  Hasil penelitian menunjukkan perolehan rendemen minyak bunga kamboja yang berbeda untuk setiap perlakuan jumlah  imbangan bunga. Jumlah imbangan bunga dengan rendemen tertinggi adalah pada perlakuan 525 g bunga dengan rerata rendemen sebesar 1,033%. Warna minyak bunga kamboja yang dihasilkan berwarna kuning keemasan dengan kekentalan minyak sebesar 156 mPas-1672 mPas, rerata bobot jenis  0,927-0,930 g/ml, dan rerata indeks bias minyak bunga 1,447-1,459. Minyak bunga larut dalam alkohol 95% dengan nilai bilangan asam 17,322 dan bilangan ester minyak sebesar 98,598.
Design Of Web Based Monitoring System For Essential Plantation Candra Dewi; Gusti Ngurah Wisnu Paramartha; Rakhmadina Noviyanti; Enny Trisnawati
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.653 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijeo.2017.002.01.06

Abstract

The world needs of essential oil that is high and the limitations of plant cultivation in Indonesia, requires management planning of essential products. To increase the production of agroforestry especially essential both in terms of quantity, quality and continuity of provision, the necessary supply of raw materials, one of which comes from essential plant. The availability of actual and accurately data and information about the essential plants in a certain scale and are available on a regular basis is necessary. Therefore, the planning can be implemented effectively and efficiently. It is very necessary to develop a system that can be used to manage and monitor the availability of essential plant information. This paper presents the design of a system to monitor essential plant in East Java in particular and Indonesia in general. The system is developed as a web-based system with a database that can be used to store data and information about plant essential. Design includes identification of information needs to be stored in the system, database design, process design and interface design. With the existence of this database, essential data such as the distribution of plant species, planting location, owner, size, and so forth will be stored and can be accessed by various parties easily and quickly.
Studi Hubungan Aktivitas Struktur Terhadap Penentuan Karakteristik Aroma Senyawa melalui Pengujian Molecular Docking Agung Nurfauzy; Edi Priyo Utomo; Elvina Dhiaul Iftitah
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.703 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijeo.2017.002.01.02

Abstract

Deskripsi karakteristik aroma suatu senyawa hingga saat ini masih mengandalkan subjektivitas panelis manusia yang pengujiannya dapat dipengaruhi oleh pengalaman dan persepsi lain. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan pengujian melalui metode molecular docking menggunakan 18 senyawa beraroma (standar) yang diujikan pada reseptor olfaktori manusia OR1G1 dan interaksinya dibandingkan dengan deskripsi standar karakteristik aroma dari masing-masing senyawa. Hasil menunjukkan bahwa, senyawa dengan karakter aroma yang sama akan berinteraksi pada posisi urutan asam amino (sequence) reseptor cenderung konsisten, sehingga dapat diperoleh pemetaan sisi aktif reseptor yang merepresentasikan aroma tertentu. Berdasarkan hal tersebut, pengujian senyawa 2,7-dimetil-8-oksooktan-2-il asetat yang belum memiliki deskripsi standar aroma dapat diprediksi kemiripan karakter aromanya dilihat dari sequence asam amino yang berinteraksi dan pendekatan statistik hasil interaksi senyawa yang dibandingkan dengan senyawa standar. Molecular docking menunjukkan bahwa hubungan struktur dan aroma (Structure-Odor Relationship = SOR) dapat dijadikan acuan untuk menjelaskan karakter aroma serta prediksi aroma senyawa tertentu yang lebih bersifat objektif dan tidak bergantung pada persepsi panelis.
Optimasi Proses Ekstraksi Dan Karakterisasi Oleoresin Daun Kayu Manis (Cinnamomum Burmanii) Dua Tahap Lia Umi Khasanah; Baskara Katri Anandhito; Qurothul Uyun; Rohula Utami; Godras Jati Manuhara
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.697 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijeo.2017.002.01.03

Abstract

Oleoresin merupakan campuran antara minyak atsiri dan resin yang diperoleh dari hasil ekstraksi. Oleoresin diharapkan mampu menjadi alternatif bentuk penyimpanan senyawa volatil yang terdapat pada rempah-rempah. Daun kayu manis memiliki kandungan minyak atsiri sebesar 1,8%. Dalam perdagangan internasional oleoresin memiliki kadar minyak atsiri minimal 15%, sehingga diperlukan suatu cara untuk memenuhi kadar tersebut. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah melakukan pencampuran oleoresin hasil ekstraksi dengan minyak atsiri hasil destilasi. Proses pencampuran ini menghasilkan oleoresin daun kayu manis dua tahap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum dalam mendapatkan rendemen oleoresin daun kayu manis dua tahap dan karakterisasinya. Penelitian ini menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan dua faktor yaitu suhu ekstraksi (70, 75, dan 80 ºC) dan waktu ekstraksi (4, 5, dan 6 jam). Dari hasil penelitian didapatkan rendemen predictive value sebesar 12,27% dan experimental value sebesar 10,7%, pada suhu ekstraksi 78°C selama 5 jam 9 menit. Oleoresin daun kayu manis dua tahap yang didapatkan memiliki kandungan senyawa aktif Benzyl benzoat sebesar 42,09 %, kadar minyak atsiri 22,22 % dan kadar sisa pelarut 0,37%.
Intensifikasi Proses Penyulingan Minyak Atsiri dari Daun Jeruk Purut dengan Metode Ultrasound following Microwave Assisted Extraction (US-MAE) Bangkit Gotama; Denistira Fazlur Rahman; Aris Fadiatmoko Anjarwadi
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.797 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijeo.2017.002.01.04

Abstract

Proses penyulingan minyak atsiri dari daun jeruk purut dilakukan melalui dua proses, yakni ekstraksi dengan menggunakan bantuan gelombang mikro (microwave) disertai tahap radiasi gelombang ultrasonik (sonikasi) bahan baku dan ekstraksi tanpa tahap sonikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh sonikasi terhadap proses penyulingan, dengan parameter yang diamati antara lain adalah waktu dan suhu sonikasi. Selain itu, pengaruh tahap ekstraksi dengan gelombang mikro juga turut diamati, yakni parameter waktu ekstraksi dan daya gelombang mikro serta rasio bahan baku terhadap pelarut yang digunakan. Pada proses penyulingan minyak daun jeruk purut tanpa tahap sonikasi, yield minyak yang tertinggi yakni 1,0451% diperoleh pada daya 199,5 watt, waktu ekstraksi selama 60 menit dan rasio bahan baku terhadap pelarut sebesar 50 gr/350 ml pelarut. Sedangkan, hasil yang lebih tinggi diperoleh pada proses ekstraksi disertai tahap sonikasi yakni sebesar 1,6840% dengan waktu radiasi selama 5 menit, suhu sonikasi 25oC, daya gelombang mikro 200 watt, waktu ekstrasi selama 60 menit dengan rasio bahan baku terhadap pelarut sebesar 50 gr/350 ml pelarut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intensifikasi proses dengan metode US-MAE mampu menghasilkan yield minyak daun jeruk purut yang lebih besar daripada metode konvensional (0,33%) dengan waktu ekstraksi yang sangat singkat.
Clonal Propagation of Vetiveria zizanioides L. through Tissue Culture Technique Wahyu Widoretno; Arbaul Fauziah; Serafinah Indriyani; Edi Priyo Utomo
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.814 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijeo.2017.002.01.05

Abstract

 In vitro propagation method for vetiver (Vetiveria zizanioides L.) had been effectively developed in this study. Several variations of media were used for shoot initiation and multiplication. Shoot formation was initiated from crown explant cultured on MS media with the addition of 2 mgL-1 of growth regulator Benzyladenine (BA).  Whereas for shoot multiplication, 3 mgL-1 of BA was evidently effective with the average shoot number was 126 shoots per explant. The application of high BA concentration (3-5 mgL-1) in multiplication media was capable of inducing more shoots, but the shoots resulted were shorter. In contrast, multiplication media supplemented with low BA concentration (1-2 mgL-1) yielded less shoots, but the shoots were longer. Plantlet regeneration was accomplished by inducing roots in the shoots yielded on MS media containing 1 mgL-1 growth regulator NAA. In vitro plants of vetiver had been successfully grown on soil media under greenhouse condition. By using foregoing method, it is possible to conduct mass propagation of vetiver through tissue culture technique.

Page 1 of 1 | Total Record : 6