cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ilmu Gizi Indonesia
ISSN : 2580491x     EISSN : 25987844     DOI : -
Core Subject : Health,
Ilmu Gizi Indonesia merupakan jurnal yang dikelola oleh Universitas Respati Yogyakarta. Jurnal ini menerima naskah ilmiah di bidang gizi. Jurnal ini fokus pada bidang gizi klinik, gizi masyarakat, food science, food service, dan gizi olahraga. Ilmu Gizi Indonesia terbit dua kali dalam setahun, yaitu Bulan Agustus dan Februari.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
Korelasi asupan protein dan latihan otot terhadap kadar kreatinin pada personal trainer Andyco Wicaksono; Esti Widiasih; Yanuarita Tursinawati
Ilmu Gizi Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v6i2.364

Abstract

Latar Belakang: Personal trainer adalah pelatih untuk orang yang ingin mencapai suatu tujuan dari kegiatan latihan fisik, membantu member untuk menjalankan program latihan dan asupan zat gizi khususnya asupan protein untuk membantu pembentukan masa otot. Aktivitas fisik berbanding lurus dengan kadar kreatinin, sedangkan konsumsi asupan tinggi protein juga memengaruhi kadar kreatinin. Kadar kreatinin menunjukan kondisi kesehatan pada ginjal. Personal trainer dipilih sebagai responden penelitian karena personal trainer melakukan latihan pembentukan otot sebagai pekerjaan. Tujuan: Menganalisis korelasi asupan protein dan latihan otot terhadap kadar kreatinin pada personal trainer. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan desain Cross-Sectional. Subjek penelitian 30 personal trainer yang bekerja di Kabupaten Madiun. Pengambilan data latihan pembentukan otot pada sampel dilakukan dengan wawancara langsung dan diubah menjadi MET-s menit/ minggu dengan pedoman The Compendium of Physical Activities Tracking Guide. Data asupan protein diambil dengan kuesioner SQ-FFQ. Data yang didapatkan dianalisis dengan dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Sampel terdiri 30 orang laki-laki dengan usia 21-47 tahun, asupan protein berkisar 110-180,7 g/hari, latihan otot berkisar 1080-2880 METs dan kadar kreatinin berkisar 0,9-1,4 mg/dl. Hasil uji korelasi didapatkan asupan protein dan latihan pembentukan otot memiliki arah korelasi yang positif dengan p=0,006 dan p<0,001 terhadap kadar kreatinin, secara berurutan. Kesimpulan: Terdapat korelasi positif bermakna antara asupan protein dan latihan otot terhadap kadar kreatinin pada personal trainer.
Pengaruh media edukasi aplikasi “Acenting Seni” terhadap pengetahuan dan sikap cegah stunting sejak dini pada wanita usia subur 20–25 tahun Dewi Septi Medinawati; Vitria Melani; Mertien Sa’pang; Harna Harna
Ilmu Gizi Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v6i1.347

Abstract

Latar Belakang: Stunting termasuk salah satu masalah gizi yang menjadi perhatian tinggi di Indonesia. Stunting menggambarkan kondisi gagalnya pertumbuhan fisik akibat kekurangan gizi saat dalam kandungan hingga usia dua tahun. Stunting dapat dicegah sejak dini, salah satunya dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap pada kelompok wanita usia subur (WUS) dalam mempersiapkan kehamilan. Pada era serba digital, edukasi dapat diberikan melalui aplikasi di ponsel pintar. Aplikasi “Acenting Seni” merupakan media edukasi mengenai cegah stunting sejak dini yang dapat diakses melalui Android Playstore. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui media aplikasi “Acenting Seni” terhadap perubahan pengetahuan dan sikap mengenai cegah stunting sejak dini pada WUS usia 20–25 tahun. Metode: Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain one group pre–posttest tanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari WUS usia 20–25 tahun sebanyak 30 orang. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2021 di enam kecamatan di Kota Palembang. Pengukuran data pengetahuan dan sikap WUS mengenai stunting dikumpulkan menggunakan kuesioner. Intervensi diberikan sebanyak satu kali setelah pretest dengan memberikan edukasi gizi media “Acenting Seni” dibantu penjelasan peneliti mengenai isi materi dari media “Acenting Seni”. Analisis data diolah menggunakan Paired Sample T-test dan Wilcoxon Rank Sum test dengan tingkat signifikasi 5% (p<0,05). Hasil: Setelah pemberian edukasi, terdapat peningkatan skor posttest pengetahuan sebesar 24,5 poin (p=0,0001) dan skor posttest sikap sebesar 20 poin (p=0,0001). Kesimpulan: Media “Acenting Seni” mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap responden mengenai cegah stunting sejak dini.
Effect Inulin Addition on The Proximate Content of Low Glycemix Index Growol Cookies Puspita Mardika Sari; Desty Ervira Puspaningtyas; Silvia Dewi Styaningrum; Anita Nidyarini; Tirza Frelly Anita
Ilmu Gizi Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v7i1.446

Abstract

Background: Growol is traditional fermented cassava which potentially developed as snack for diabetic patient. Previous study found that modification of growol cookies with addition of inulin were decreased glycemic index and glycemic load. However, information nutrition content of this modification were not known yet. Purpose: This study examined the effect of addition inulin on proximate content of growol cookies. Method: Observational laboratory of three formulas consists of addition with 5 gram inulin (A); 10 gram inulin (B); and control/ without inulin (C). Nutrition content of growol cookies were analyzed by using proximate analysis, consists of water and ash (thermogravimetri); protein (Kjeldahl); fat (Soxhlet); and carbohydrate (by difference). Data were analyzed using SPSS software with ANOVA followed LSD for ash, protein, and carbohydrate, while fat and water content were using Kruskal Wallis. Results: There were significant differences of proximat content between control group (growol cookies) and its modification (growol cookies with inulin addition) (p<0,001). Modification of growol cookies with inulin addition significantly decrease calorie (p<0,001) and fat (p=0,001) content, as well as increase protein content (p<0,001). Conslusion: Addition of inulin affected on decreased of calorie and fat content, also increased of water, ash, protein and carbohydrate content. Development and evaluation in scale up production were needed to fullfill the requirement for SNI standart of cookies. 
Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi 0–6 bulan di Provinsi Bengkulu (Analisis data SDKI 2017) Fauziah Multazmi; Betty Yosephin Simanjuntak; Jumiyati Jumiyati
Ilmu Gizi Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v6i1.270

Abstract

Latar Balakang: ASI, makanan pertama untuk bayi, mengandung zat gizi yang dibutuhkan bayi agar tetap sehat. Antibodi pada ASI dapat mencegah berbagai penyakit dan memberi perlindungan terhadap diare. Salah satu penyebab kematian terbesar pada kelompok umur 0–12 bulan (11,4%) dan pada anak (23%) adalah diare. Prevalensi diare di Provinsi Bengkulu berada di angka 14,3%. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi 0–6 bulan di Provinsi Bengkulu. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional yang mengkaji data sekunder SDKI 2017. Penelitian ini melakukan observasi terhadap kuesioner ASI eksklusif dan kejadian diare pada bayi usia 0–6 bulan dengan total data yang dikaji sebanyak 233 data. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (p<0,05). Hasil: Capaian pemberian ASI eksklusif bayi usia 0–6 bulan sebesar 51,1%, dan bayi yang mengalami diare sebesar 20,1%. Kejadian diare ditemukan lebih besar pada bayi usia 0–6 bulan yang tidak mendapat ASI eksklusif (11,1%) dibanding yang mendapatkan ASI eksklusif (9%) (p=0,413). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi 0–6 bulan di Provinsi Bengkulu.
Pengaruh pemberian MI-Nut (Interactive Media on Nutrition) terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap gizi pada siswa di SD Negeri Sudimara Tangerang Novia Indri Saputri; Putri Ronitawati; Nadiyah Nadiyah; Rachmanida Nuzrina; Lintang Purwara Dewanti
Ilmu Gizi Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v7i1.353

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan dalam bidang gizi merupakan aspek yang harus diperhatikan dalam menentukan kesehatan masyarakat. Banyak masalah dan kesehatan yang bisa menyebabkan masalah gizi karena kurangnya pengetahuan mengenai gizi seimbang. Cara yang dapat memperbaiki pengetahuan seseorang, yaitu memberikan pendidikan gizi sejak masa kanakkanak. Tujuan: Untuk melihat efek pemberian MI-Nut (Interactive Media on Nutrition) dalam merubah pengetahuan serta sikap gizi pada siswa di SD Negeri Sudimara Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan Quasi-Eksperimental dengan rancangan two group pre-posttest with control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Responden berjumlah 58 siswa yang berasal dari dua sekolah yang berbeda. Sebanyak 33 siswa sebagai kelompok intervensi yang berasal dari SDN Sudimara sejumlah 11 siswa dan 25 siswa sebagai kelompok kontrol yang berasal dari SDN Sudimara 15 Tangerang. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Paired T- Test, Wilcoxon Sign Rank Test, Independent T-Test, dan Mann Whitney. Hasil: Ada perbedaan pengetahuan antara kelompok intervensi dan kelompok control (p=0,000). Ada perbedaan sikap antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,020). Kesimpulan: Media MI-Nut dapat meningkatkan pengetahuan pada anak sekolah dasar sebesar 31,85% dan sikap sebesar 2,42%.
Faktor-faktor sosial budaya gizi yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada remaja di Jawa Tengah, Indonesia Santika Nur Candra Setyowati; Laksmi Widajanti; Suyatno Suyatno
Ilmu Gizi Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v6i2.376

Abstract

Latar Belakang: Buah dan sayur sangat dibutuhkan oleh remaja yang berada dalam masa pertumbuhan, karena jenis makanan ini kaya akan vitamin dan serat. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan 96,8% remaja usia 10−14 tahun dan 96,4% remaja usia 15−19 tahun kurang mengonsumsi buah dan sayuran. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor sosial budaya gizi terkait konsumsi buah dan sayur pada remaja. Metode: Penelitian dilakukan menggunakan desain Cross-Sectional. Penelitian dilaksanakan di SMP Institut Indonesia Semarang pada April 2022. Subjek penelitian adalah 80 siswa yang dipilih dengan metode simple random sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Data primer penelitian dikumpulkan menggunakan angket dan wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji korelasi Pearson (α=0,05). Hasil: Rata-rata jumlah konsumsi buah dan sayur pada remaja sebanyak 346,4g/hari dan sebanyak 56,3% remaja kurang mengonsumsi buah dan sayur (≤400g/hari). Ada hubungan konsumsi sayur dan buah dengan usia remaja (r=-0,251, p=0,025), preferensi atau kesukaan remaja (r=0,264, p=0,018), pendapatan orang tua (r=0,292, p=0,042), kebiasaan konsumsi buah dan sayur orang tua (r=0,321, p=0,004), dukungan orang tua dalam konsumsi buah dan sayur (r=0,238, p=0,034), dan pola asuh konsumsi buah dan sayur (r=0,242, p=0,031). Kesimpulan: Usia dan preferensi atau kesukaan pangan remaja, penghasilan orang tua, kebiasaan konsumsi buah dan sayur orang tua, dukungan orang tua dalam konsumsi buah dan sayur, dan pola asuh konsumsi buah dan sayur berhubungan dengan jumlah konsumsi buah dan sayur.
Karakteristik fisikokimia selai umbi bit (Beta vulgaris) dengan penambahan variasi konsentrasi pure labu kuning (Cucurbita moschata) Aan Sofyan; Tiara Putri Kusumawardani
Ilmu Gizi Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v6i1.356

Abstract

Latar Belakang: Umbi bit (Beta vulgaris) merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai olahan pangan salah satunya menjadi produk selai. Penambahan labu kuning (Cucurbita moschata) berpotensi meningkatkan mutu fisikokimia selai umbi bit. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik fisikokimia selai umbi bit dengan penambahan variasi konsentrasi pure labu kuning. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas variasi konsentrasi penambahan pure labu kuning sebesar 0%, 15%, 30%, dan 45%.Variabel yang diteliti yaitu pH, viskositas dan warna selai. Analisis data menggunakan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai pH (p=0,16) dan viskositas (p=0,95) antara keempat varian selai umbi bit. Nilai pH selai umbi bit pada masing-masing perlakuan berturut-turut 4,41; 4,45; 4,49; dan 4,54. Nilai viskositas selai umbi bit pada masing- masing perlakuan berturut-turut 1600cP; 1700cP; 1750cP; dan 1850cP. Terdapat perbedaan karakteristik warna yang signifikan, meliputi aspek tingkat kecerahan (L (p= 0,04), serta aspek tingkat warna kemerahan (a) dan kekuningan (b) dengan nilai p<0,001. Kesimpulan: Penambahan pure labu kuning dalam selai umbi bit tidak memengaruhi nilai pH dan viskositas, namun berpengaruh terhadap karakteristik warna meliputi tingkat kecerahan (L), tingkat warna kemerahan (a) dan tingkat warna kekuningan (b) selai.
Pengaruh edukasi gizi “EMPIRE” terhadap asupan zat gizi makro, serat, dan gula pada wanita dengan gizi lebih Khairizka Citra Palupi; Leffiyanti Handi; Nazhif Gifari; Lintang P. Dewanti
Ilmu Gizi Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v6i1.288

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi gizi lebih cukup tinggi di Indonesia, pencegahan gizi lebih dapat dilakukan dengan mindful eating dan edukasi gizi. Mindful eating yaitu makan dengan lebih sadar sehingga dapat makan cukup untuk memuaskan tanpa makan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Tujuan: Untuk mengukur pengaruh edukasi gizi “Emotion and Mind Power in Relationship with Eating (EMPIRE)” yang merupakan edukasi gizi dengan pendekatan psikologis (mindful eating) berbasis online terhadap asupan zat gizi makro, serat dan gula pada wanita dengan gizi lebih. Metode: Pre-experimental dengan desain penelitian one group pre-posttest. Responden penelitian ini sebanyak 42 orang yang ditentukan dengan cara purposive sampling. Pengambilan data asupan makan menggunakan formulir food recall 24 jam (weekday dan weekend), lalu dianalisis menggunakan nutrisurvey 2007 untuk mengetahui jumlah asupan zat gizi makro, serat dan gula (gula tambahan). Analisis data menggunakan uji Dependen T-test untuk menganalisis data asupan energi, protein, lemak, gula dan uji Wilcoxon untuk data asupan karbohidrat dan serat. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan gula mengalami penurunan yang signifikan (p<0,05) yang berarti bahwa terdapat pengaruh pemberian edukasi “EMPIRE” terhadap asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan gula pada wanita dengan gizi lebih. Namun, untuk asupan serat, tidak mengalami perubahan yang signifikan (p=0,507). Tidak ada pengaruh pemberian edukasi “EMPIRE” terhadap asupan serat pada wanita dengan gizi lebih. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian edukasi “EMPIRE” terhadap asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan gula pada wanita dengan gizi lebih. Namun tidak ada pengaruh terhadap asupan serat responden.
Hubungan status gizi, komposisi tubuh, asupan kafein dengan tekanan darah usia dewasa di Jakarta Pusat Desiani Rizki Purwaningtyas; Leny Lerian Septiany; Rahmatika Nur Aini
Ilmu Gizi Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v7i1.419

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi hipertensi dewasa di Indonesia mengalami peningkatan. Hipertensi pada dewasa usia ≥18 tahun mengalami peningkatan dari 25,8% menjadi 34,51%. Gaya hidup yang buruk sangat memengaruhi status gizi, komposisi tubuh, dan pola makan terutama asupan kafein yang merupakan faktor risiko hipertensi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan status gizi, komposisi tubuh, dan asupan kafein terhadap kejadian hipertensi usia dewasa di Kelurahan Kampung Rawa, Jakarta Pusat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden penelitian adalah dewasa berusia 20−55 tahun, bertempat tinggal di Kelurahan Kampung Rawa, Jakarta Pusat sebanyak 90 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji statistic univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Instumen yang digunakan berupa kuesioner, timbangan digital, microtoise, pita meter, Sphygmomanometer, Body Impedance Analyzer, dan formulir SQ-FFQ. Hasil: Indeks massa tubuh (p=0,032), lingkar pinggang (p=0,034), persen lemak (p=0,003), persen bebas lemak (p=0,023), lemak viseral (p=0,035), dan asupan kafein (p=0,003) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa. Kesimpulan: Status gizi, komposisi tubuh, dan asupan kafein dalam batas normal dapat mencegah terjadinya hipertensi dewasa.
Analisis warna, tekstur, organoleptik serta kesukaan pada kukis growol dengan variasi penambahan inulin Silvia Dewi Styaningrum; Puspita Mardika Sari; Desty Ervira Puspaningtyas; Anita Nidyarini; Tirza Frelly Anita
Ilmu Gizi Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v6i2.406

Abstract

Latar Belakang: Growol (makanan tradisional dari fermentasi singkong) berpotensi untuk dikembangkan sebagai makanan sumber serat pangan dan prebiotik, salah satunya dalam bentuk cookies. Penambahan inulin pada cookies growol terbukti berkontribusi dalam mencapai kriteria makanan dengan indeks glikemik rendah, sehingga berpotensi sebagai alternatif makanan selingan bagi pasien diabetes. Namun demikian, tekstur inulin yang higroskopis juga berpotensi merubah sifat organoleptik cookies growol, terutama dari segi warna dan tekstur. Oleh karena itu, diperlukan pengkajian karakteristik fisik dan daya terima cookies growol dengan modifikasi penambahan inulin. Tujuan: Untuk mengetahui warna, tekstur dan karakteristik sensori serta tingkat kesukaan konsumen terhadap produk cookies growol dengan modifikasi penambahan inulin. Metode: Penelitian ini meliputi pembuatan cookies; pengujian karakteristik fisik (warna dengan Chromameter dan tekstur dengan Texture Analyzer); uji organoleptik dan uji kesukaan menggunakan kuesioner dengan 30 panelis semi terlatih. Analisis data menggunakan SPSS dengan uji Anova dilanjutkan dengan Post Hoc menggunakan uji Tukey. Hasil: Pada uji karakteristik fisik tekstur, penambahan inulin 5 g dan 10 g berpengaruh terhadap kerenyahan (p=0,040), namun tidak berpengaruh terhadap semua atribut pada karakteristik fisik warna cookies. Pada uji organoleptik, berpengaruh pada warna (p=0,000) dan tekstur (p=0,006). Pada uji kesukaan, berpengaruh pada aroma (p=0,032), rasa (p=0,032) dan semua aspek cookies (p=0,001). Kesimpulan: Penambahan inulin sebesar 5 g dan 10 g pada cookies growol, memberikan pengaruh pada karakteristik fisik tekstur khususnya kerenyahan (uji fisik), pada karakteristik sensori warna cenderung kuning serta tekstur cenderung lembut dan kering (uji organoleptik), dan disukai panelis pada atribut aroma, rasa dan semua aspek cookies (uji kesukaan).