cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ilmu Gizi Indonesia
ISSN : 2580491x     EISSN : 25987844     DOI : -
Core Subject : Health,
Ilmu Gizi Indonesia merupakan jurnal yang dikelola oleh Universitas Respati Yogyakarta. Jurnal ini menerima naskah ilmiah di bidang gizi. Jurnal ini fokus pada bidang gizi klinik, gizi masyarakat, food science, food service, dan gizi olahraga. Ilmu Gizi Indonesia terbit dua kali dalam setahun, yaitu Bulan Agustus dan Februari.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
Hubungan asupan makan dan tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe II di masa pandemi Covid-19 M. Zulfikar Al Fariqi; Regina Pricilia Yunika
Ilmu Gizi Indonesia Vol 5, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v5i2.259

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang terkena pandemi Covid-19. Orang dengan riwayat penyakit kronis (komorbiditas) lebih mungkin terinfeksi virus Corona. Diabetes tipe II adalah penyakit kronis. Orang yang rentan terkena Covid-19 adalah pasien diabetes tipe II karena memiliki ketahanan tubuh yang lemah, sehingga pasien diabetes tipe II perlu menjaga kadar glukosa darah yang baik untuk mencegah perburukan Covid-19. Hal terpenting dalam mengendalikan diabetes adalah mengendalikan faktor risiko seperti asupan makan dan menjaga tingkat stres. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar glukosa darah dengan asupan makan dan tingkat stres pada pasien diabetes tipe II selama pandemi Covid-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah pasien sebanyak 75 orang. Penelitian dilakukan di Puskesmas Sakra Lombok Timur pada November 2020. Data asupan makan dikumpulkan menggunakan formulir food recall. Data tingkat stres diperoleh dengan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42). Glukosa darah diukur menggunakan pengukur glukosa darah. Data diolah dengan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi 95% (α=0,05). Hasil: Ada hubungan antara asupan makanan dengan glukosa darah (p=0,012), dan ada hubungan stres dengan kadar glukosa darah (p<0,001). Kesimpulan: Ada hubungan antara asupan makan dan stres dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes tipe II selama pandemi Covid-19.
Hubungan pekerjaan ayah, pendidikan ibu, pola asuh, dan jumlah anggota keluarga dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang Vinsen Belawa Lemaking; Marinda Manimalai; Herliana Monika Azi Djogo
Ilmu Gizi Indonesia Vol 5, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v5i2.254

Abstract

Latar Belakang: Balita merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi salah satunya adalah stunting. Stunting merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi yang ditandai dengan tinggi badan menurut usia di bawah standar deviasi (<-2 SD). Setiap daerah memiliki penyebab spesifik terjadinya stunting. Kabupaten Kupang merupakan salah satu kabupaten yang menyumbang angka stunting cukup besar bagi Provinsi NTT. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari kuesioner. Populasi target adalah semua orang tua yang mempunyai balita usia 12–60 bulan di Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilakukan selama bulan Juli 2020 dengan populasi sebesar 1002 orang dan sampel sebanyak 286 orang yang diambil dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data mengunakan uji Chi Square dan Fisher Exact. Selanjutnya dilakukan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil: Dari hasil uji didapatkan ada hubungan antara pekerjaan ayah (p=0,003), pendidikan ibu (p=0,040), pola asuh orang tua (p=0,000), jumlah anggota keluarga (p=0,000) dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Kesimpulan: Ada hubungan antara pekerjaan ayah, pendidikan ibu, pola asuh orang tua, jumlah anggota keluarga dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Pengaruh substitusi tepung talas (Colocasia esculenta) dan tepung beras merah (Oryza nivara) terhadap kadar proksimat dan kadar zat besi pada mochi Jorgi Arifsyah; Devillya Puspita Dewi; Siti Wahyuningsih
Ilmu Gizi Indonesia Vol 5, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v5i2.296

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi kejadian anemia pada semua kelompok usia masih cukup tinggi disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi. Salah satu sumber pangan nabati yang kaya akan zat besi adalah talas dan beras merah. Tujuan: Mengetahui pengaruh substitusi tepung talas dan tepung beras merah pada pembuatan mochi ditinjau dari kadar proksimat dan zat besi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen murni menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga variasi formula dengan perbandingan = tepung ketan : tepung talas : tepung beras merah 100 : 0 : 0 (formula A); 75 : 15 : 10 (formula B), dan 80:10:10 (formula C). Masing˗masing formula dibuat dengan dua pengulangan dan dua unit percobaan. Analisis kadar proksimat menggunakan metode thermogravimetri (air dan abu), Soxhlet (lemak), Kjeldahl (protein), by difference (karbohidrat), dan spektrofotometer serapan atom (kadar zat besi). Uji statistik kadar proksimat menggunakan One Way Anova dilanjutkan dengan uji LSD, serta uji Kruskal-Wallis untuk kadar zat besi. Hasil: Substitusi tepung talas dan tepung beras merah meningkatkaan kadar air dan protein, menurunkan kadar lemak dan karbohidrat pada produk mochi. Terdapat perbedaan kadar air (p=0,000), kadar protein (p=0,000), kadar lemak (p=0,000) dan karbohidrat (p=0,038) yang signifikan antara ketiga formula. Substitusi tepung talas dan tepung beras merah dalam pembuatan mochi menurunkan kadar zat besi, namun secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,083). Kesimpulan: Substitusi tepung talas (Colocasia esculenta) dan tepung beras merah (Oryza nivara) pada pembuatan mochi dapat meningkatkan kadar air dan protein, serta menurunkan kadar lemak dan karbohidrat, namun secara statistik tidak berpengaruh terhadap kandungan zat besi.
Pengaruh pemberian puding mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Cot Malem Aceh Besar Gita Indriyani; Silvia Wagustina
Ilmu Gizi Indonesia Vol 5, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v5i2.204

Abstract

Latar Belakang: Mengkudu (Morinda citrifolia L.) sudah sejak lama dikenal dan digunakan sebagai tanaman yang memiliki manfaat untuk menyembuhkan penyakit seperti hepar, diabetes dan hipertensi. Hipertensi adalah salah satu penyakit yang menjadi masalah utama di Indonesia maupun dunia. Prevalensi hipertensi di Indonesia pada kelompok usia ≥18 tahun sebesar 34,1%. Penderita hipertensi di Desa Cot Malem sebanyak 40 orang. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan secara nonfarmakologi dengan memanfaatkan tanaman herbal seperti buah mengkudu yang mengandung zat aktif scopoletin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian puding buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Cot Malem Aceh Besar. Metode: Penelitian menggunakan desain Quasi-Experimental. Penelitian dilaksanakan di Desa Cot Malem pada bulan Juni 2019. Sebanyak 40 responden diikutkan dalam penelitian ini dan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok perlakuan dan tanpa perlakuan masing-masing terdiri dari 20 orang. Data yang dikumpulkan yaitu karakteristik responden, tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah diberikan puding buah mengkudu. Analisis data menggunakan software statistik dengan Dependen dan Independen T-Test. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolik kelompok intervensi sebelum pemberian puding buah mengkudu 169,5 mmHg dan median tekanan darah diastolik 90 mmHg. Setelah diberikan puding buah mengkudu selama tujuh hari, rata-rata tekanan darah sistolik 146,5 mmHg dan median tekanan darah diastolik 80 mmHg (p<0,05). Ada perbedaan rerata tekanan darah sistolik kedua kelompok sebesar 8,5 mmHg (p=0,042) dan perbedaan median tekanan darah diastolik sebesar 10 mmHg (p=0,000). Kesimpulan: Pemberian pudding buah mengkudu dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan.
Kebiasaan konsumsi kopi dan status gizi dengan tekanan darah pada pekerja usia 21–40 tahun di Kelurahan Kutabumi, Kabupaten Tangerang Desiani Rizki Purwaningtyas; Dyah Anggriani; Yuli Dwi Setyowati
Ilmu Gizi Indonesia Vol 5, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v5i2.327

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang biasa disebut silence killer. Prevalensi hipertensi pada umur ≥18 tahun berdasarkan pengukuran mengalami kenaikan dari 25,8% pada 2013 menjadi 34,1% pada 2018. Komplikasi penyakit lain seperti gagal ginjal, penyakit jantung koroner, dan stroke dapat terjadi jika peningkatan tekanan darah terjadi secara konstan dan dalam waktu lama. Beberapa studi memaparkan bahwa konsumsi kopi, natrium, status gizi, usia, konsumsi fast food, juga aktifitas fisik akan menyebabkan perubahan pada tekanan darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dan status gizi menurut indeks massa tubuh (IMT) dengan tekanan darah pada pekerja usia 21–40 tahun di Kelurahan Kutabumi, Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional, melibatkan 92 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling, analisis data menggunakan uji Spearman. Penelitian ini telah memperoleh ethical clearance dari Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan (KEPK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada – RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Hasil: Status gizi menurut IMT berhubungan dengan tekanan darah sistolik maupun diastolik (masing-masing p=0,007 dan p=0,000; serta r= 0,281 dan r=0,394). Frekuensi konsumsi kopi berhubungan nyata dengan tekanan darah baik dengan tekanan sistolik (p=0,009 dan r=0,270) maupun diastolik (p=0,033 dan r=0,222). Kesimpulan: Konsumsi kopi dan status gizi menurut IMT memiliki hubungan yang signifikan dengan tekanan darah. 
Evaluasi sensori, kandungan gula dan natrium pada formula bumbu penyedap berbasis jamur tiram (Pleurotus ostreatus) Sri Kadaryati; Yuni Afriani
Ilmu Gizi Indonesia Vol 5, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v5i2.323

Abstract

Latar belakang: Penelitian sebelumnya menunjukkan penambahan gula-garam dapat meningkatkan kesukaan panelis terhadap bumbu penyedap dari tepung jamur tiram. Pengembangan formulasi diperlukan untuk menghasilkan produk yang dapat diterima masyarakat. Kandungan gula dan natrium perlu dicantumkan dalam label kemasan produk. Tujuan: Merumuskan formula bumbu penyedap berbasis jamur tiram yang dapat diterima secara sensori, sekaligus mengetahui kandungan gula dan natriumnya. Metode: Tepung bumbu A, B, dan C dibuat dari jamur tiram dan bahan pelengkap (wortel, bawang putih, bawang merah, tomat, seledri, dan merica) di CV. Progress Jogja. Kandungan gula dan natrium dianalisis di PT. Saraswanti Indo Genetech. Kandungan gula sukrosa dianalisis secara HPLC, sedangkan natrium dianalisis menggunakan ICP-OES. Formula bumbu penyedap dibuat dari tepung bumbu jamur tiram sebanyak 50% (formula 352, 936, dan 857) dan 70% (formula 353, 937, dan 858), dengan penambahan gula pasir dan garam sebanyak 1 : 2. Evaluasi sensori (warna, aroma, rasa) menggunakan uji hedonik dengan tiga panelis terlatih. Perbedaan tingkat penerimaan panelis dianalisis menggunakan uji Kruskal-Walis. Kandungan gula dan natrium formula bumbu penyedap terbaik berdasarkan evaluasi sensori diperoleh dengan perhitungan dengan mempertimbangkan kandungan gula dan natrium pada setiap bahan. Hasil: Tepung bumbu A memiliki kandungan gula tertinggi dan natrium terendah, sedangkan tepung bumbu B dengan gula terendah dan natrium tertinggi. Formula 858 mendapatkan penilaian terbaik pada warna, aroma, dan rasa. Kesimpulan: Formula C (70%) dan kombinasi gula-garam sebanyak 1 : 2 merupakan formula terbaik berdasarkan evaluasi sensori. Sebanyak 5 gram formula bumbu terbaik memenuhi 1,1% anjuran konsumsi gula dan 20,08% anjuran konsumsi natrium sehari.
Pengetahuan dan sikap terkait program perbaikan gizi balita: analisis pada ibu dan stakeholder di posyandu wilayah kerja Puskesmas Induk Merdeka Hafika Yunisari Pradina; Idrus Jus&#039;at; Vitria Melani; Laras Sitoayu; Rachmanida Nuzrina
Ilmu Gizi Indonesia Vol 5, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v5i2.163

Abstract

Latar Belakang: Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan adanya penurunan proporsi gizi buruk dan gizi kurang di Indonesia yaitu 17,7% dari 19,6% pada hasil Riskesdas tahun 2013. Pemerintah Daerah Kota Bogor menggagaskan misi pembangunan kesehatan Kota Bogor yang dituangkan ke dalam 17 program, salah satunya program perbaikan gizi masyarakat. Tujuan: Menganalisis perbedaan pengetahuan dan sikap pada ibu dan stakeholder terkait pelaksanaan program perbaikan gizi di dua kelompok posyandu berdasarkan data balita gizi kurang dan gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Induk Merdeka, Bogor Tengah. Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional dan dilaksanakan pada Januari–Juli 2019 di 21 Posyandu (tujuh posyandu tidak terdapat kasus dan 14 posyandu terdapat kasus gizi buruk). Penelitian menggunakan empat kategori responden yaitu ibu balita, kader posyandu, bidan, dan tokoh masyarakat. Penentuan jumlah ibu didasarkan pada jumlah balita yaitu sebanyak 74 orang. Kader diambil dari seluruh posyandu yaitu sebanyak 110 orang. Tokoh masyarakat menggunakan 72 ketua RT dan 19 ketua RW. Seluruh bidan di wilayah tersebut yaitu sebanyak empat orang juga dijadikan responden. Analisis perbedaan dilakukan dengan T-test Independent. Hasil: Ada perbedaan pengetahuan ibu (p=0,001), sikap ibu (p=0,02), pengetahuan kader (p=0,001), dan peran kader (p=0,01). Tidak ada perbedaan pengetahuan tokoh masyarakat (p=0,386) dan sikap tokoh masyarakat (p=0,916). Kesimpulan: Pengetahuan ibu balita dan kader lebih baik pada kelompok posyandu yang tidak ada kasus gizi buruk.
Pengaruh video pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang pada wanita usia subur Tri Marta Fadhilah; Noerfitri Noerfitri
Ilmu Gizi Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v6i2.313

Abstract

Latar Belakang: Asupan gizi yang tidak seimbang berisiko menimbulkan permasalah gizi pada wanita usia subur, termasuk anemia, kurang energi kronis, maupun obesitas. Upaya edukasi gizi seimbang dengan media audiovisual mempunyai kelebihan memberikan gambaran yang lebih nyata serta meningkatkan retensi memori karena lebih menarik dan mudah diingat.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi melalui video film pendek terhadap pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang pada wanita usia subur di wilayah Kantor Urusan Agama Kota Bekasi. Metode: Penelitian ini termasuk jenis kuasi eksperimen dengan rancangan two control group, pretest dan post test. Sampel sebanyak 60 wanita usia subur diambil secara consecutive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang sebelum dan sesudah intervensi dan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol. Hasil: Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang yang signifikan (p<0,05) sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan gizi melalui video film pendek pada kelompok intervensi. Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang signifikan (p<0,005) antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: media pendidikan gizi menggunakan video film pendek dapat memengaruhi pengetahuan dan sikap penerapan gizi seimbang pada wanita usia subur.
Hubungan pola asuh pemberian makan dan skor keragaman pangan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan Aisha Excelia Suryawan; Farida Wahyu Ningtyias; Manik Nur Hidayati
Ilmu Gizi Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v6i1.310

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan kegagalan tumbuh kembang anak yang diakibatkan kurangnya asupan zat gizi kronis dalam periode waktu yang panjang. Salah satu dari empat penyebab utama stunting adalah masalah penerapan pola asuh orang tua yang salah. Skor keragaman pangan dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh balita. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, prevalensi stunting di wilayah Kabupaten Lumajang sebesar 34,01%. Kejadian stunting tertinggi pada tahun 2019 dan 2020 berada di Wilayah Kerja Puskesmas Klakah. Tujuan: Menganalisis hubungan pola asuh pemberian makan dan skor keragaman pangan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Klakah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan Agustus tahun 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak balita berusia 24–59 bulan yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Klakah, Kecamatan Klakah dengan besar sampel sebanyak 43 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling. Variabel yang diteliti adalah pola asuh pemberian makan dan skor keragaman pangan. Pengambilan data menggunakan pengukuran antropometri, kuesioner pola asuh pemberian makan, dan kuesioner Individual Dietary Diversity Score (IDDS). Hasil: Pola asuh pemberian makan tidak berhubungan dengan kejadian stunting (p=0,127) dan skor keragaman pangan berhubungan dengan kejadian stunting (p=0,027; OR=5,143). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pola asuh pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Klakah dan terdapat hubungan antara skor keragaman pangan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Klakah. 
Edukasi media Nutri Case terhadap pengetahuan dan sikap tentang konsumsi jajanan sehat pada anak usia sekolah di Bogor Nabila Nabila; Lintang Purwara Dewanti; Vitria Melani; Laras Sitoayu
Ilmu Gizi Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v7i1.380

Abstract

Latar Belakang: Anak usia sekolah adalah salah satu modal utama pertumbuhan dan perkembangan serta bibit unggul untuk masa depan bangsa. Oleh karena itu, perlu diperhatikan serta dibina dalam meningkatkan kesehatannya. Salah satu yang merupakan faktor penting dalam mempengaruhi status gizi anak adalah kebiasaan makan anak/individu. Kebiasaan makan anak yang tidak sehat dan tidak bergizi akan memberikan dampak lebih besar terkait dengan kesehatan. Konsumsi makanan jajanan sehat diharapkan memiliki kontribusi penting dalam menyalurkan energi serta zat gizi lainnya yang dapat menjadi penunjang pesrtumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah dasar. Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi gizi dengan media kotak pensil gizi (Nutri Case) terhadap perubahan pengetahuan dan sikap pada anak usia sekolah dasar kelas 3 di Global Sukses Mulia Islamic School. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis quasi eksperimental dan desain one group pre-test post-test yang melibatkan 40 siswa sekolah dasar kelas 3 yang berusia 8-9 tahun. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang diteliti secara langsung. Hasil: Adanya perubahan pengetahuan dan sikap dengan nilai p value 0.0001 setelah diberikan intervensi gizi dengan media kotak pensil gizi (Nutri Case). Kesimpulan: Media kotak pensil gizi (Nutri Case) merupakan media yang dapat digunakan sebagai media edukasi gizi baru yang bisa diterima oleh kalangan anak-anak dalam proses pembelajaran mengenai gizi terutama mengenai pemilihan makanan jajanan yang sehat.

Page 11 of 14 | Total Record : 138