cover
Contact Name
Aji Septiaji
Contact Email
ajiseptiaji@gmail.com
Phone
+6285294606969
Journal Mail Official
jurnaldiglosiaunma@gmail.com
Editorial Address
Jalan. K.H. Abdul Halim, No. 103, Kabupaten Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Diglosia
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25495119     EISSN : 25495119     DOI : -
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, dan kesusastraan Indonesia. Setiap artikel melalui peer review process. Adapun scope penelitian pada jurnal ini yaitu (1) sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra); (2) Keterampilan dan pembelajaran sastra; (3) Keterampilan dan pembelajaran bahasa; (4) Analisis wacana; (5) Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik; (6) Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (7) Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (8) Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (9) Kajian kebudayaan Indonesia; dan (10) penelitian lainnya yang relevan. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan FEBRUARI dan AGUSTUS.
Articles 297 Documents
PEMANFAATAN KAJIAN INTERTEKS HIPOGRAM DAN TRANSFORMASI DALAM NOVEL DAN FILM AYAT-AYAT CINTA SEBAGAI PENUNJANG BAHAN AJAR DI SMA KELAS XII Sari, Novita
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i1.4255

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan dalam menemukan perbedaan dan persamaan hipogram dan transformasi pada unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik, yang dalam prosesnya melalui pendeskrpsian. Dalam konsepan hipogram terdiri dari empat aspek, yaitu : ekspansi, konversi, modifikasi, dan keserp. Yang mana suatu perubahan wujud pada teks.  Hasil dari temuan penelitian ini, memiliki hubungan satu sama lainnya antara novel dan film AAC (Ayat-Ayat Cinta). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskritif ini berfungsi sebagai penjabaran yang lebih terinci, dalam memberikan gambaran tentang hipogram dan trasnformasi terhadap unsur-unsur yang terkandung didalam nya. Dengan adanya hal ini, akan lebih memudahkan penelitian yang dilakukan sebab melakukan penelitian terhadap Novel dan Film ini, perlu adanya suatu penafsiran atau penjabaran yang leluasa agar hasil dari penelitian dapat dipahami dan dimengerti oleh pembaca.Karena titik pusat objek pada penelitian ini novel dan film (material), dan pada unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik (formal). Teknik dalam penelitian ini, ialah teknik simak dan dokumentasi (catatan-catatan). Maka, dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa dalam perubahan wujud teks hipogram ini berpengaruh juga pada perubahan wujud isi ceritanya, serta dari penelitian ini dapat diketahui, bahwa unsur intrinsik novel dan film ini terdiri dari (1) tema, (2) tokoh, (3) penokohan, (4) alur, (5) latar, (6) gaya bahasa, dan (7) sudut pandang. Pada dasar nya perubahan karya sastra ke dalam bentuk film sudah lama dilakukan, dengan kata lain, seorang penulis film (sutradara) yang memfilmkan sebuah sastra ke dalam bentuk film, yang kemungkinan akan sedikit berbeda dengan asli isi cerita di dalam novelnya. Ataupun memiliki kesamaan dengan keaslian isi cerita di dalamnya.Kata kunci:  Hipogram, Transformasi, Unsur-Unsur (Novel - Film)
MATRILINEAL DALAM NOVEL "AKU TIDAK MEMBELI CINTAMU" KARYA DESNI INTAN SURI: KAJIAN SOSIOANTROPOLOGI SASTRA Zulfitriyani, Zulfitriyani; Hartati, Yulia Sri
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i1.5150

Abstract

Nilai sastra dalam novel tidak bisa dilepaskan dengan fenomena sosial di masyarakat. Matrilineal di Minangkabau sebagai sebuah sistem telah ada sejak masa sastra modern di Indonesia. Minangkabau dahulunya terkenal karena kisah ironi terkait pernikahan dan adat. Sementara sastra yang hadir pada masa sekarang memperlihatkan keadaan masyarakat masa kini dengan tatanan matrilineal yang sebagian masih mempertahankan sistem masa lalu serta masih banyak dijumpai dalam realitas masyarakat sekarang walaupun hal itu hanya diungkapkan dalam bentuk karya fiksi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana sistem matrilineal dalam novel warna lokal Minangkabau dalam novel Aku Tidak Membeli Cintamu karya Desni Intan Suri. Hal tersebut dipengaruhi oleh latar belakang sosial pengarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbentuk deskriptif analisis yang sifatnya membahas secara mendalam suatu informasi lalu ditandai dalam teks. Pendekatan yang dipakai adalah kombinasi kajian sosiologi dan antropologi sastra dilengkapi dengan pandangan dunia pengarang Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa sistem matrilineal dalam novel warna lokal Minangkabau ditemukan bahwa bentuk sistem matrilineal terbentuk dari peran bundo kandung, pertalian kekerabatan, perihal perkawinan, dan tentang pewarisan harta pusaka tinggi masih dipakai. Sementara, berdasarkan sosial budaya secara tidak langsung dikaitkan dengan pandangan dunia pengarang yang bisa berupa pengalaman masa lalu, sekarang dan pikiran maju masa depan sesuai dengan sosial, adat, dan budaya yang telah dipakai. Kata kunci: matrilineal, novel, warna lokal Minangkabau, sosioantropologi sastra  The literary value in the novel cannot be separated from social phenomena in society. Matrilineal in Minangkabau as a system has existed since the time of modern literature in Indonesia. The Minangkabau used to be famous for ironic stories related to marriage and customs. Meanwhile, the literature that is present today shows the condition of today's society with a matrilineal order, some of which still maintain the past system and are still commonly found in the reality of today's society, even though this is only expressed in the form of works of fiction. Therefore, the purpose of this research is to see how the matrilineal system is in the Minangkabau local color novel in Desni Intan Suri's novel Aku Tidak Membeli Cintamu. It is influenced by the author's social background. This research is qualitative research in the form of descriptive analysis which discusses information in depth and then marks it in the text. The approach used is a combination of sociological studies and literary anthropology complemented by the author's worldview. The results of this study show that the matrilineal system in Minangkabau local color novels found that the form of the matrilineal system is formed from the role of a biological mother, kinship ties, marriage matters, and inheritance of high inheritance. still used. Meanwhile, based on socio-culture, it is indirectly related to the author's world view which can be in the form of experience, present and forward-thinking in the future according to the social, customs, and culture that have been used. Keywords: matrilineal, novels, Minangkabau local colours, literary socio-anthropology
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PELAYANAN PUBLIK PERPUSTAKAAN DAERAH INDRAMAYU DITINJAU DARI TEORI LEECH Tarsinih, Eny
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.4660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa pada pelayanan publik Perpustakaan Daerah Indramayu berdasarkan maksim Leech 1983. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Sumber data dalam penelitian adalah tuturan bahasa oleh pihak pelayanan Perpustakaan Daerah Indramayu dengan menggunakan metode simak dimana proses pengumpulan datanya yaitu; teknik simak bebas libat cakap, teknik catat dan teknik rekam. Langkah-langkah analisis data penelitian ini meliputi: tahap deskripsi atau tahap orientasi, tahap reduksi, dan tahap seleksi. Jumlah data yang diteliti dalam kesantunan berbahasa adalah 7 tuturan. Berdasarkan penelitian terdapat empat maksim kesantunan bertutur. Maksim kearifan sebanyak lima data, maksim kedermawanan sebanyak tujuh data, maksim Pujian sebanyak empat data, maksim kebijaksanaan sebanyak dua data, maksim kedermawanan sebanyak tiga data, maksim kerendahan hati sebanyak satu data, dan maksim kesepakatan sebanyak satu data. Hasil penelitian menunjukkan kesantunan bertutur yang digunakan pihak pelayanan perpustakaan saat berkomunikasi sesuai dengan maksim-maksim teori Leech, yang menunjukkan bahwa; memiliki sikap bijaksana (maksim kebijaksanaan), sikap pemurah hati (maksim kedermawanan), rasa ketidakmampuan diri atau sikap rendah hati (maksim kerendahan hati), dan sikap sependapat (maksim kesepakatan). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa hanya terdapat empat maksim  dan dikatakan cukup santun.Kata Kunci: kesantunan berbahasa; pelayanan publik; perpustakaan daerah Indramayu.
PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI DALAM KEKERABATAN MATRILINEAL (STUDI PENDAHULUAN PROFIL BUDAYA MINANGKABAU DALAM NOVEL INDONESIA LOKALITAS) Bahardur, Iswadi; Afrinda, Putri Dian
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.5225

Abstract

Tulisan ini merupakan studi pendahuluan terhadap kajian profil budaya matrilineal Minangkabau yang direfleksikan sastrawan dalam novel-novel Indonesia modern warna lokal periode angkatan Balai Pustaka sampai dengan angkatan 2000-an. Studi pendahuluan ini juga berangkat dari dua latar belakang permasalahan. Pertama, menurut ketentuan sistem kekerabatan matrilineal di Minangkabau perempuan adalah pewaris garis keturunan serta pewaris harta pusaka dari pihak keluarga ibu. Ketentuan ini berimplikasi terhadap munculnya wacana perempuan Minangkabau sebagai Bundo Kanduang sang pemilik kekuasaan di wilayah domestik dan publik. Kedua, menurut ketentuan sistem kekerabatan matrilineal pemimpin di ruang publik bukan perempuan, melainkan laki-laki yang berperan sebagai mamak dan penghulu. Data penelitian diperoleh melalui studi literatur bersumber dari berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan. Ada dua temuan dari telaah terhadap literatur terdahulu yang relevan. Kekuasaan perempuan Minangkabau di wilayah domestik dan publik hanyalah sebatas wacana belaka karena wewenang tersebut tetap dipegang oleh laki-laki. Kedua, masih menurut ketentuan sistem kekerabatan matrilineal di Minangkabau, laki-laki bertanggung jawab penuh terhadap ibu, saudara perempuan, dan kemenakan,  tetapi tidak mendapatkan tempat di rumah gadang. 
KERAGAMAN FUNGSI REGISTER PADA PERAJIN GENTENG DI DESA PANCASAN KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS Pujihastuti, Etin; Nugroho, Bivit Anggoro Prasetyo; Sholikhati, Nur Indah
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i1.4441

Abstract

Register merupakan bentuk keragaman variasi bahasa yang digunakan sesuai dengan fungsinya. Register mencerminkan aspek lain dari tingkat sosial, yaitu proses sosial yang merupakan macam-macam kegiatan sosial yang biasanya melibatkan banyak orang. Penelitian ini didasari oleh kegiatan sekelompok  masyarakat perajin genteng yang ada di Desa Pancasan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu para perajin genteng di Desa Pancasan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Adapun objek penelitiannya adalah fungsi register bahasa yang digunakan para perajin genteng tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan menggunakan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik simak libat cakap (SLC), rekam, dan catat. Analisis data yang dilakukan terdiri atas tiga proses yaitu seleksi data, pengolahan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah ditemukan enam jenis fungsi register yang digunakan oleh masyarakat perajin genteng di Desa Pancasan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Fungsi bahasa register yang ditemukan yaitu terdiri atas (1) fungsi emotif, (2) fungsi instrumental, (3) fungsi kepribadian atau personal, (4) fungsi pemecahan masalah, (5) fungsi imajinasi, dan (6) fungsi informasi.Kata kunci: register, fungsi bahasa, perajin genteng
INDUSTRI KREATIF BERBASIS BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Hartati, Lasmi; Rozi, Rozi
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.5013

Abstract

Masyarakat Indonesia kurang memperhatikan bahasa Indonesia, baik di kalangan anak-anak, remaja maupun dewasa. Namun, kepedulian masyarakat terhadap perdagangan atau bisnis cukup tinggi, yang menunjukkan bahwa perhatian masyarakat terhadap bisnis lebih besar dibandingkan bidang bahasa. Oleh karena itu, kesadaran dan perhatian masyarakat terhadap bahasa Indonesia harus ditingkatkan. Untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap bahasa Indonesia, maka penulis mencoba menjalin kerjasama antara keduanya yaitu kewirausahaan sebagai salah satu cara untuk mempromosikan nilai-nilai kebahasaan khususnya bahasa Indonesia. Industri kreatif berbasis bahasa dan sastra dipilih sebagai bidang usaha. Industri kreatif berbasis bahasa dan sastra dapat berupa kaos olah kata dan sastra, tas, stiker, topi dan sweater. Pengolahan teks dapat berupa kata baku dan tidak baku, kata motivasi, puisi dan pantun. Pilihan ini dipilih sebagai bentuk kewirausahaan yang dapat digunakan untuk mensosialisasikan nilai-nilai bahasa dan sastra di dalamnya. Bahkan bisa dijadikan sebagai salah satu industri kreatif yang bisa dikembangkan. Bidang kreatif berbasis bahasa dan sastra berpotensi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kecintaan dan pelestarian bahasa Indonesia, khususnya di kalangan penuturnya.
Nilai Karakter pada Kumpulan Film Pendek Profil Pelajar Pancasila yang dibintangi JKT48 Produksi Kemendikbud RI Hidayat, Taufik; Agustini, Rina; Gunawan, Heryanto; Rahmawati, Peti
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.5254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai karakter pada Kumpulan Film Pendek Profil Pelajar Pancasila yang dibintangi JKT48 Produksi Kemendikbud RI. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif analitik. Objek yang diteliti yakni 7 (tujuh) film pendek yang berada di Akun Youtube Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI. Hasil dari penelitian ini ialah: (1) film pendek “Senja yang Kesepian” memiliki nilai karakter cerdas dan gotong royong, (2) film pendek “Langit Tak Selamanya Abu-abu” memiliki nilai karakter jujur, tanggung jawab, dan cerdas, (3) film pendek “Angin Berhembus dengan Jujur” memiliki nilai karakter jujur, nilai sehat, bersih, dan nilai peduli, (4) film pendek “Horizon Jauh Milikku” memiliki nilai karakter cerdas, (5) film pendek “Jangan Terjebak Fatarmorgana” memiliki nilai cerdas dan kreatif, (6) film pendek “Warna Langit pun Bisa Berubah” memiliki nilai peduli dan nilai kreatif, (7) film pendek “Elang Tak Takut Terbang Sendiri “ memiliki nilai tanggung jawab. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bahan ajar guru untuk penguatan karakter remaja Indonesia.
HIERARKI KEBUTUHAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SENJA, HUJAN DAN CERITA YANG TELAH USAI KARYA BOY CANDRA Tandri, Tandri; Sunarsih, Eti; Fitri, Fitri
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i1.4043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hierarki kebutuhan tokoh utama yang ada dalam novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra menggunakan teori psikologi humanistik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan psikologi secara tekstual. Hal yang dikaji dalam penelitian ini adalah hierarki kebutuhan tokoh utama dalam novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra. Hasil pada penelitian ini, tokoh utama yang terdapat dalam novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra yaitu tokoh utama yang memiliki sifat penyayang dan rela berjuang. Unsur psikologi dalam novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra yang telah peneliti analisis terdapat lima jenis, yakni; kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan rasa cinta dan memiliki, kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri. Hubungan analisis psikologi berupa hierarki kebutuhan tokoh utama dengan pembelajaran di sekolah maka hasil analisis dalam novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra dapat diterapkan berdasarkan kurikulum 2013 pada pembelajaran ditingkat SMA kelas XII semester ganjil dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 Menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel yang dibaca dan 4.8 Menyajikan hasil interpretasi terhadap pandangan pengarang baik secara lisan maupun tulis. Dengan demikian, novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Kata kunci: Novel, Hierarki Kebutuhan, Psikologi Humanistik.
MENGUAK TRANSIVITAS DALAM CATATAN NAJWA SHIHAB "UNTUK PARA MAHASISWA": KAJIAN SISTEMIK FUNGSIONAL LINGUISTIK Delisnawati, Delisnawati; Gusnawaty, Gusnawaty; Maknun, Tadjuddin; Hasyim, Muhammad
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i1.3899

Abstract

Penelitian ini berifat deskriptif kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan transivitas dalam Catatan Najwa Shihab untuk Para Mahasiswa dengan menggunakan pisau analisis teori sistemik linguistic fungsional. Metode yang digunakan dala penelitian ini adalah metode simak yang ditunjang teknik catat. Hasil penelitian menunjukan dari 17 klausa terdapat elemen partisipan yakni manusia dan bukan manusia. Elemen partisipan manusia paling dominan ditemukan dalam penelitian ini dengan persentase 60%, sedangkan partisipan bukan manusia memiliki persentase dibawah manusia yakni 40%. Elemen proses paling dominan ditemukan dalam penelitian ini adalah proses verbal dengan persentase 36%. Sementara itu, sirkumtans yang ditemukan meliputi; cara, sebab, masalah. Jenis sirkumtan yang paling dominan ditemukan adalah sirkumtan cara dengan persentase kemunculan 45%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diungkap bahwa Najwa Shihab lebih menekankan pada aktivitas atau kegiatan menyampaikan informasi kepada anak muda mahasiswa agar dapat menjadi mahasiswa yang mampu mengembangkan skill serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan dalam negeri. Kata kunci: transivitas, catatan, Najwa ShihabThis qualitative descriptive study aims to describe the transivity in Najwa Shihab's Notes for Students by using the analytical knife of functional linguistic systemic theory. The method used in this study is the listening method which is supported by note-taking techniques. The results showed that from 17 clauses there were participant elements, namely humans and non-humans. The most dominant element of human participants was found in this study with a percentage of 60%, while non-human participants had a percentage below humans, namely 40%. The most dominant process element found in this research is verbal process with a percentage of 36%. Meanwhile, the circumtances found include; way, cause, problem. The most dominant type of circumtance found was the method of circumtance with the percentage of occurrence of 45%. Based on the results of this study, it can be revealed that Najwa Shihab places more emphasis on activities or activities to convey information to young students so that they can become students who are able to develop skills and are able to solve various domestic problems Keywords: transivity, notes, Najwa Shihab
STRATEGI KESANTUNAN POSITIF DIGUNAKAN OLEH ANAK KEMBAR DAN BINTANG TAMU DI VIDEO YOUTUBE KIDS MEET (2018-2020) Fridolini, Fridolini; Nida, Riska Shofwatun
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.4760

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi kesantunan positif dan faktor yang mempengaruhi penggunaan strategi kesantunan positif pada video Kids Meet yang digunakan oleh anak kembar, dan para bintang tamu di acara tersebut. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode kualitatif deskriptif dimana objek penelitiannya adalah 9 video Kids Meet di kanal YouTube HiHo Kids yang dibawakan pada tahun 2018 sampai 2020 oleh anak kembar. Data penelitian ini adalah ujaran anak kembar, dan para bintang tamu di video Kids Meet saat bercakap. Berdasarkan analisis, ditemukan ujaran anak kembar, dan para bintang tamu dari 9 video Kids Meet yang menggunakan strategi kesantunan positif, dan faktor yang mempengaruhi mereka menggunakan strategi kesantunan positif ada 3; yaitu faktor imbalan, faktor jarak sosial, dan faktor peringkat pembebanan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi kesantunan positif digunakan sebagai pembuka percakapan dengan seseorang ketika kita tidak ingin membuat kesan pertama yang buruk dan untuk meminimalisir jarak antar pembicara dengan lawan bicara dengan cara memuaskan keinginan lawan bicara untuk dihargai. Orang dewasa lebih sering menggunakan strategi kesantunan positif dalam sebuah percakapan dibandingkan anak-anak. Jarak usia yang cukup jauh dan juga perbedaan latar belakang profesi antara anak kembar dan juga para bintang tamu di Kids Meet tidak membatasi penggunaan strategi kesantunan pada ujaran mereka dalam bercakap. Kata Kunci: Pragmatik, Strategi Kesantunan, Kesantunan Positif, Ujaran, Acara Ragam Anak The objectives of this research are to analyse positive politeness strategies and the factors influencing the use of positive politeness strategies in the Kids Meet videos used by twins and the guests at the program. This research is conducted using a qualitative approach and descriptive qualitative method, and the object of research is 9 videos of Kids Meet on the HiHo Kids YouTube channel, which are presented from 2018 to 2020 by twins. The utterances of the twins and the guests in the Kids Meet videos while talking are used as data for this research. Based on the analysis, it is found utterances of twins and guests from 9 videos of Kids Meet used positive politeness strategies, and there are 3 factors influencing them to use positive politeness strategies; those are payoffs, social distance, and ranking of imposition. From this research, it can be concluded that positive politeness strategies are used as conversation starters with someone when we do not want to make a bad first impression and to minimize the distance between the speaker and the interlocutors by satisfying the interlocutor's desire to be appreciated. Adults use positive politeness strategies more often in a conversation than children. The considerable age gap and the difference in professional backgrounds between the twins and the guests on Kids Meet do not limit the use of politeness strategies in their utterances in conversation. Keywords: Pragmatics, Politeness Strategies, Positive Politeness, Utterances, Kids Variety Show.