cover
Contact Name
Aji Septiaji
Contact Email
ajiseptiaji@gmail.com
Phone
+6285294606969
Journal Mail Official
jurnaldiglosiaunma@gmail.com
Editorial Address
Jalan. K.H. Abdul Halim, No. 103, Kabupaten Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Diglosia
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25495119     EISSN : 25495119     DOI : -
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, dan kesusastraan Indonesia. Setiap artikel melalui peer review process. Adapun scope penelitian pada jurnal ini yaitu (1) sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra); (2) Keterampilan dan pembelajaran sastra; (3) Keterampilan dan pembelajaran bahasa; (4) Analisis wacana; (5) Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik; (6) Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (7) Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (8) Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (9) Kajian kebudayaan Indonesia; dan (10) penelitian lainnya yang relevan. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan FEBRUARI dan AGUSTUS.
Articles 297 Documents
CAMPUR KODE DALAM INTERAKSI ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR SINGKUT KABUPATEN SAROLANGUN Ardiawan, Deni; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Akbar, Oky; Penta Purba, Andio; Setyonegoro, Agus
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.4977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengengetahui wujud, faktor dan fenomena campur kode yang ada di pasar Singkut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data penelitian berupa percakapan antara penjual dan pembeli yang terjadi secara alami selama komunikasi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain bebas libat cakap, mencatat, dan merekam. Dalam prosesnya peneliti akan melakukan penyimakan terhadap percakapan jual beli yang sdang berlangsung, selain menyimak peneliti juga melakukan pencatatan terhadap apa yang di lihat dan dirasakan oleh peneliti. Peneliti juga melakukan rekaman guna mendapatkan data yang akurat. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah teknik deskriptif dengan pengkodean data. Uji validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi antar peneliti. Hasil dari penelitian ini adalah benar bahwa campur kode terjadi di pasar Singkut. Campur kode yang terjadi meliputi tataran kata yang ditemukan sebanyak 48 bentuk, tataran frasa sebanyak 16 bentuk, dan tataran klausa 1 bentuk. bahasa Melayu dan bahasa Jawa merupakan mayoritas bahasa yang digunakan dalam campur kode di pasar Singkut. 
GANGGUAN BERBAHASA AFASIA BROCA DALAM PEMBELAJARAN DEBAT PADA SISWA KELAS X SMK Van Yusat, Maura Frilicia; Setiawan, Hendra; Maspuroh, Uah
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i1.4178

Abstract

AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan fenomena gangguan berbahasa afasia broca dalam ranah pendidikan melalui pembelajaran debat di sekolah. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa kelas X di SMK Kesehatan Fahd Islamic School dari empat kelas yang dipilih secara eliminasi. Penelitian ini termasuk bidang psikolinguistik yang dianalisis menggunakan teori fonologi dari sudut pandang fonetik dan fonemik untuk menganalisis ujaran-ujaran siswa yang mengandung afasia broca. Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsif, bahwa peneliti sebagai instrumen utama. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Teknik analisis data menggunakan teori reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini terdapat kategori penambahan, penghilangan, dan penggantian bunyi kata berdasarkan penelitian yang relevan, serta jeda bunyi kata berdasarkan teori salah satu unsur suprasegemntal dari teori fonologi. Serta, hasil penelitian ini menemukan sebab ujaran dapat terjadi, yakni; karena terbelit ketika mengujarkan suatu kata, terburu-buru ingin menyelesaikan ujaran, kurang kemampuan atas menyusun kata-kata secara tata bahasa, dan kurang menguasai materi mosi yang didapatkan
Kehidupan Tokoh Zaynara dalam Novel "13" Karya Sherina Salsabilla: Kajian Intertekstual Yuhdi, Achmad; Siregar, Hotmaida
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i1.3912

Abstract

Novel merupakan karya sastra yang dijunjung tinggi dalam setiap proses pembelajaran. Novel menjadi acuan utama dalam pembentukan setiap perilaku atau tindakan dalam lingkungan social. Hal yang berpengaruh untuk dijadikan sebuah cerita dalam novel yaitu genre horor. Ada pesan yang disampaikan untuk ditelaah dan dilakukan bagi para pembaca. Hubungan antar tokoh utama dengan tokoh lainnya sanga menentukan alur cerita dalan novel. Cerita dalam novel dapat dikaji secara intertekstual. Tokoh Zaynara dalam Novel “13(Novel)” Karya Sherina Salsabilla dikaji dalam intertertekstual, mempunyai hubungan dalam tokoh lainnya. Ada kisah secara horor yang dicari oleh tokoh utama dengan tokoh lainnya. Hasil yang diperoleh salah satu tokoh yang gentayangan di sekolahnya. Tokoh ini menceritakan fakta apa yang terjadi dalam kisah hidupanya, dan hubungannya dengan tokoh utama, yaitu Zaynara. Kata kunci: novel, horor, tokoh utama, sastraNovel is a literary work that is upheld in every learning process. The novel becomes the main reference in the formation of every behavior or action in the social environment. The thing that is influential to be used as a story in a novel is the horror genre. There is a message that is conveyed to be studied and carried out for the readers. The relationship between the main character and other characters determines the storyline in the novel. The story in the novel can be studied intertextually. Zaynara's character in the novel "13(Novel)" by Sherina Salsabilla is studied in an intertextual way, having relationships in other characters. There is a horror story that the main character is looking for with other characters. The results obtained are one of the figures who haunt his school. This character tells the facts of what happened in his life story, and his relationship with the main character, namely Zaynara. Keywords: novels, horror, the main character, literature
KAJIAN KOMUNIKASI NONVERBAL: BERBICARA TANPA KATA DALAM BUKU BEYOND LANGUAGE KARYA DEENA R. LEVINE DAN MARA B. ADELMAN Pratama, Yoga; Afiyati, Alia; Yuniar, Eka; Hariyana, Agustinus
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.4762

Abstract

Komunikasi nonverbal telah didefinisikan sebagai komunikasi tanpa kata. Ini mencakup perilaku yang tampak seperti ekspresi wajah, mata, sentuhan, dan nada suara, serta pesan yang kurang jelas seperti pakaian, postur, dan jarak spasial antara dua orang atau lebih. Semuanya berkomunikasi, termasuk objek material, ruang fisik, dan sistem waktu. Meskipun output verbal dapat dimatikan, nonverbal tidak bisa. Bahkan diam pun berbicara. "Hal terpenting dalam komunikasi adalah mendengar apa yang tidak dikatakan." – Peter F. Drucker, Dalam berkomunikasi tidak semua bahasa di komunikasikan lewat berbicara, terkadang sesuatu diekspresikan dengan Bahasa tubuh atau gesture yang dapat membawa lebih banyak makna dan bobot daripada apa yang dikatakan, kata-kata itu sendiri. Disertai dengan senyuman atau cemberut, diucapkan dengan suara keras, memarahi atau lembut, isi komunikasi kita dibingkai oleh persepsi holistik kita tentang konteksnya. Komunikasi secara umum adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan yang memungkinkan manusia untuk berbagi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Meskipun kita biasanya mengidentifikasi komunikasi dengan ucapan, komunikasi terdiri dari dua dimensi - verbal dan nonverbal. Kata Kunci: non verbal, komunikasi, holistic, berbicara, tanpa kata Nonverbal communication has been defined as communication without words. This includes visible behaviors such as facial expressions, eyes, touch, and tone of voice, as well as less obvious messages such as clothing, posture, and the spatial distance between two or more people. Everything communicates, including material objects, physical space, and time systems. Although verbal output can be turned off, but not in nonverbal. Even silence speaks. "The most important thing in communication is to hear what is not said." – Peter F. Drucker, In communicating not all languages are communicated through speaking, sometimes something is expressed with body language or gestures that can carry more meaning and weight than what is said, the words themselves. Accompanied by a smile or a frown, spoken aloud, scolding or soft, the content of our communication is framed by our holistic perception of its context. Communication in general is the process of sending and receiving messages that enable humans to share knowledge, attitudes, and skills. Although we usually identify communication with speech, communication consists of two dimensions - verbal and nonverbal. Keywords: non-verbal, communication, holistic, speaking, without words.
KEARIFAN LOKAL SUKU BADUY DALAM FILM "AMBU" KARYA FARID DERMAWAN: PENDEKATAN SEMIOTIKA Redhamutia, Rania; Puspitasari, Nur Aini
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.4695

Abstract

Pemahaman mengenai kearifan lokal menjadi hal yang penting untuk mengatur tatanan kehidupan. Film merupakan salah satu media untuk menyampaikan sebuah kearifan lokal kepada masyarakat luas melalui tanda yang terdapat dalam alur cerita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal suku Baduy di dalam film Ambu karya Farid Dermawan dengan pendekatan semiotika. Hasil penelitian bahwa film Ambu mengandung enam dimensi kearifan lokal suku baduy yakni (1) pengetahuan lokal terdiri atas tokoh Ambu Misnah pembuatan pengobatan herbal dan masyarakat memiliki leuit untuk ketahanan pangan; (2) nilai lokal terdiri atas ketaatan masyarakat terdap pikukuh, penggambaran rumah adat, dan pakaian adat yang dikenakan sehari-hari oleh masyarakat suku Baduy; (3) Keterampilan lokal terdiri atas permainan alat musik tradisional, pembuatan kain tenun, dan penjualan berbagai kerajinan tangan khas suku Baduy; (4) Sumber daya lokal terdiri atas lahan pertanian, perladangan, dan sungai sebagai sumber pokok untuk memenuhi kebutan masyarakat suku Baduy; (5) Manajemen pengambilan keputusan lokal terdisi atas musyawarah yang dilakukan oleh Ambu Misnah dan Fatma bersama Jaro serta pemberian hukuman yang terdapat pada pikukuh karuhun; (6) Solidaritas kelompok lokal terdiri atas gotong royong untuk membangun rumah yang dilakukan oleh laki-laki suku Baduy dan rasa peduli yang tinggi terhadap tetangga. Kearifan lokal tersebut didapatkan melalui pendekatan semiotik berdasarkan tanda yang terdapat pada gambar dan dialog tokoh di film Ambu karya Farid Dermawan. Kata Kunci: kearifan lokal, suku Baduy, film Ambu, semiotik Understanding local wisdom is important to organize the order of life. Film is one of the media to convey a local to the wider community through signs contained in the storyline. This research was conducted with descriptive qualitative method that aims to find out the local wisdom of Baduy tribe in Ambu movie by Farid Dermawan with semiotic approach. The result of the research shows that Ambu movie contains six dimensions of local wisdom of Baduy tribe, namely (1) local knowledge consists of Ambu Misnah's character making herbal medicine and the community having leuit for food security; (2) local value consists of the community's obedience to pikukuh, the depiction of traditional houses, and traditional clothes worn daily by the Baduy tribe; (3) local skills consist of playing traditional musical instruments, making woven fabrics, and selling various handicrafts typical of the Baduy tribe; (4) Local resources consist of agricultural land, cultivation, and river as the main source to fulfill the needs of the Baduy community; (5) Local decision- making management consists of deliberations conducted by Ambu Misnah and Fatma together with Jaro and the punishment contained in pikukuh karuhun; (6) Local group solidarity consists of mutual cooperation to build houses carried out by Baduy men and a high sense of care for neighbors. The local wisdom is obtained through a semiotic approach based on the signs contained in the images and dialogues of the characters in Farid Dermawan's Ambu Keywords: Local Wisdom, Baduy Tribe, Ambu film, semiotic  
ANALISIS KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA PADA NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA SEBAGAI ALTERNATIF LKPD Ramadhian, Luthfiana Najmi; Fauziyyah, Desti Fatin
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i1.4321

Abstract

Lembar kerja peserta didik atau LKPD yang mumpuni dibutuhkan sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi berbagai permasalahan pembelajaran sastra di sekolah.  Dalam pemilihan LKPD, seorang pendidik harus dengan cermat memilih materi yang sesuai dan relevan dengan peserta didiknya. Tidak sedikit pendidik yang masih kesulitan dalam membuat dan memilih bahan ajar yang sesuai dengan karakter peserta didik. Novel sebagai salah satu bentuk dari karya sastra terdapat dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Dalam hal ini analisis novel berhubungan dengan pembelajaran sastra yang dipelajari pada tingkat SMA/MA/Sederajat kelas XII. Hal tersebut berdasarkan pada Permendikbud No. 37 Tahun 2018, Kompetensi Dasar (KD) yang berkaitan dengan materi mengenai novel ini terdapat dalam KD 3.9 Menganalisis isi dan kaidah kebahasaan novel. Berkaitan dengan hal tersebut menganalisis isi novel salah satunya adalah analisis unsur intrinsik sebagai salah satu unsur yang terdapat dalam novel, unsur intrinsik pun memiliki banyak jenis salah satunya adalah konflik batin yang disebabkan oleh adanya dua gagasan atau lebih, atau keinginan yang saling bertentangan untuk menguasai diri sehingga mempengaruhi tingkah laku. Berdasarkan pemaparan tersebut maka penelitian ini dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar khususnya dalam menganalisis isi novel dengan hasil analisis yang diimplentasikan dalam sebuah LKPD untuk kelas XII.
PELANGGARAN MAKSIM KESANTUNAN DALAM PERCAKAPAN PADA VIDEO KARTUN ANIMASINOPAL DI YOUTUBE kikiariski, Qhoriana; Ningsih, Arum Gati
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.4877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja pelanggaran maksim kesantunan yang terdapat dalam percakapan pada video kartun Animasinopal di Youtube. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah video kartun Animasinopal di Youtube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data yang dikumpulkan melalui teknik simak, rekam, dan catat. Sumber data pada penelitian ini adalah video kartun Animasinopal di Youtube. Hasil dari penelitian ini adapun pelanggaran prinsip sopan santun yang paling banyak ditemui yaitu pelanggaran maksim kemurahan sebanyak 16 tuturan. Sedangkan pelanggaran maksim kesopanan yang paling sedikit ditemui yaitu pelanggaran maksim penerimaan dan kerendahan hati yang masing-masingnya hanya terdapat 1 pelanggaran saja. Kata kunci: Kesantunan berbahasa, bentuk-bentuk pelanggaran maksim, kartun Animasinopal This study aims to describe what are the violations of politeness maxims contained in conversations on Animationnopal cartoon videos on Youtube. The approach used in this research is qualitative. The source of the data for this research is Animationnopal cartoon videos on YouTube. This study uses a qualitative approach, the data collected through observing, recording and note-taking techniques. The results of this study are that the most dominant violation of the principle of courtesy is the violation of the maxim of generosity in 16 utterances. While the least dominant violation of the politeness maxim is the violation of the maxim of acceptance and humility, each of which only has 1 violation. and apply politeness in language to partners. he said, both to the younger, peers, and older. Keywords: Politeness in language, forms of violation of maxims, Animationnopal cartoon  
ANALISIS PRAGMATIK KONSEP MENGHILANGKAN MUKA SERTA PELANGGARAN MAKSIM PADA GELAR WICARA DAN KOMEDI Sutrisna, Deden; Rahmawati, Ima Siti
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i1.4008

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai ketidaksantunan berbahasa dan pelanggaran maksim pada gelar wicara dan komedi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis ketidaksantunan berbahasa kategori kesembronoan pada komedi Lapor Pak dan menganalisis pelanggaran maksim pada gelar wicara Mata Najwa dan Kick Andy. Hasil penelitian ini terdapat 5 subkategori kesembronoan, dimana terdapat 2 data subkategori asosiasi dengan gurauan, 1 data subkategori sinisme dengan ejekan, 1 data subkategori kesombongan dengan gurauan, 1 data subkategori pelesetan dengan gurauan dan 2 data subkategori mmenggoda dengan gurauan. Sedangkan, pelanggaran maksim pada gelar wicara adalah 2 dialog masuk pelanggaram maksim kerendahhatian, 2 dialog pelanggaran maksim penerimaan, dan 1 dialog pelanggaran maksim
Analisis Wacana Kritis pada Konteks Sosial Tokoh dan Penokohan dalam Novel "Pada Sebuah Kapal" Karya Nh. Dini Rizwantoro, Annisa Nurfadhillah; Hidayati, Panca Pertiwi; Rustandi, Adi
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i1.4328

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk menganalisis konteks sosial tokoh dalam novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini yang kemudian dimanfaatkan sebagai alternatif bahan ajar bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan menjabarkan  data yang telah diperoleh secara rinci. Metode penelitian tersebut dipilih untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, di antaranya: 1) Bagaimana konteks sosial tokoh dan  penokohan  yang terdapat dalam novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini ditinjau dari analisis wacana kritis; 2) Bagaimana makna kritik sosial pada novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini dilihat dari konteks sosial tokoh dan penokohan berdasarkan analisis wacana kritis; 3)  Apakah novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini dapat digunakan  sebagai alternatif bahan ajar LKPD bahasa Indonesia di SMA kelas XII.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel tersebut mempresentasikan konteks sosial tokoh dilihat dari peristiwa, latar, situasi dan kondisinya. Berdasarkan hasil analisis tersebut kemudian dijadikan sebagai alternatif bahan ajar bahasa Indonesia kelas XII SMA berupa LKPD yang diseseuaikan dengan kompetensi dasar 3.8  yaitu Menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel yang dibaca.Kata kunci: analisis wacana kritis, konteks sosial, novel, bahan ajar.
DINAMIKA LINGUISTIK PENGGUNAAN EMOTIKON DAN EMOJI DALAM WACANA TERMEDIASI KOMPUTER: STUDI KASUS PADA PENGGUNA SOSIAL MEDIA DI INDONESIA Wagiati, Wagiati; Darmayanti, Nani; Adji, Muhamad
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.4978

Abstract

Popularitas emotikon dan emoji telah mendorong minat pengkajian dalam fenomena mutakhir ini, yakni penggunaan emotikon dan emoji dalam sosial media (di Indonesia). Studi ihwal emotikon dan emoji telah banyak dilakukan dan umumnya mengadopsi beragam perspektif dan paradigma. Studi linguistik berkonsentrasi pada analisis peran emotikon dan emoji dalam dikotomi ujaran verbal-tulis. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani disparitas teoretis dan memberikan tinjauan yang komprehensif tetapi spesifik, yakni ihwal penggunaan emotikon dan emoji oleh pengguna sosial media di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) secara analisis grafis dan morfologis, struktur emotikon dan emoji dipandang sebagai unit seperti piktogram yang dibentuk dengan alfagram dan topogram yang memiliki fungsi khas dan signifikatif serta hubungan yang dikondisikan secara visual; (b) emotikon dan emoji setidaknya memiliki dua fungsi linguistis dan komunikasi yang berbeda, yakni fungsi non-verbal dan fungsi verbal; dan (c) emotikon dan emoji non-verbal mengekspresikan elemen paralinguistik atau non-verbal. Kesemuanya tidak diucapkan, tetapi diekspresikan melalui perangkat non-verbal, seperti pantomim, gerakan, dan intonasi. Terdapat empat fungsi utama dari emotikon dan emoji nonverbal dalam kalimat, yakni penambah elemen para-verbal ke dalam pesan, redundansi, antifrasa, dan penanda sintaksis.