cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Simposium II UNIID 2017
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
TRANSFORMASI PEMBINAAN PENYELENGGARAAN JALAN DAERAH(STUDI KASUS: PILOT PROJECT PROVINCIAL ROAD IMPROVEMENT & MAINTENANCE DI NUSA TENGGARA BARAT) Agita Widjajanto; Dedy Gunawan; Muh. Mirza Ariestantiyo
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.371 KB)

Abstract

Pada tahun 2016 kemantapan jalan provinsi hanya sebesar 69,81% dan jalan kabupaten/kota hanya sebesar 58,85%. Angka tersebut masih jauh dari target 2019, yaitu 75% untuk jalan provinsi dan 65% untuk jalan kabupaten/kota. Paper ini mendeskripsikan tentang Pilot Project Provincial Road Improvement & Maintenance (PRIM) di Nusa Tenggara Barat. Kementerian PUPR bekerja sama dengan Pemerintah Australia yaitu dalam bentuk bantuan hibah dan juga pengawasan secara teknis. Melalui Pilot Project ini Kementerian PUPR bertujuan untuk meningkatkan tata kelola, kualitas, dan nilai ekonomi yang sepadan (value for money) untuk pemeliharaan jalan provinsi. Pendekatan yang digunakan selama program PRIM berjalan adalah dengan memberikan insentif kepada pemerintah daerah terhadap tata kelola dan hasil pemeliharaan jalan lebih baik, memperkuat prosedur pemerintah yang ada, serta menerapkan verifikasi yang ketat. Selain itu juga melalui program PRIM, Kementerian PUPR berusaha untuk menerapkan pola pikir baru kepada penyelenggara jalan, yaitu penyelenggara jalan harus lebih mengutamakan pekerjaan pemeliharaan rutin dan Backlog-Minor Works (BMW) dibandingkan dengan pemeliharaan periodik, rehabilitasi, dan pembangunan jalan baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, wawancara kepada instansi terkait, dan kunjungan ke lapangan. Dari hasil lapangan yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Program PRIM dapat meningkatkan kualitas kemantapan jalan dari 61,8% menjadi 72,1% dan juga memberikan suatu pola pikir yang baik tentang penyelenggaraan jalan kepada pemerintah daerah.
CROWDFUNDING SEBAGAI ALTERNATIF PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR Salahuddin Rijal Arifin; Wisudanto Wisudanto
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.42 KB)

Abstract

crowdfunding merupakan inovasi baru dalam dunia keuangan. crowdfunding merupakan skema intermediasi keuangan berbasis internet yang mengumpulkan dana dari masyarakat umum atau disebut dengan crowd (kerumunan). crowdfunding dalam perkembangannya tidak hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan saja melainkan berperan dalam membentuk rule of social capital. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apakah crowdfunding dapat menjadi alternatif pendanaan infrastruktur pembangunan dan mengetahui peluang crowdfunding sebagai sarana alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat dan pemerintah sebagai penyelenggara pembangunan infrastruktur. metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi deskriptif dan studi literatur. Hasil dari studi ini menyimpulkan bahwa crowdfunding dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur terutama jika pemerintah dan masyarakat memiliki kedekatan sosial yang tinggi. Kesuksesan penghimpunan dana untuk pembangunan infrasturktur melalui crowdfunding oleh pemerintah akan dipengaruhi oleh social capital yang terbentuk.
KAJIAN KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR TAMAN YANG BERKELANJUTAN Ramadisu Mafra; Maulid M. Iqbal; Ari Siswanto; Ika Juliantina
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.751 KB)

Abstract

Taman berkelanjutan tidak hanya mendukung keanekaragaman hayati dan ekologi, bahkan sebagai wadah aktivitas interaksi sosial. Masalah kemudian muncul ketika ketersediaan komponen infrastruktur taman tidak bersesuaian dengan karakteristik pengunjung, dan dianggap tidak menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan karakteristik pengunjung dan menetukan kebutuhan komponen infrastruktur taman yang mendorong keberlanjutan, khususnya rekomendasi untuk Kota Palembang. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan metode penelitian survey, berlokasi di Taman Kambang Iwak Besak, Kampus, dan Jakabaring Sport City. Menggunakan teknik sampel insidental. Metode distribusi frekuensi dan tendensius sentral digunakan untuk pengolahan data, kemudian disajikan dalam bentuk tabel, gambar dan atau narasi untuk menginterpretasikan data tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan karakteristik pengunjung taman di Kota Palembang umumnya adalah; perempuan, usia 17–25 tahun, mahasiswa, bertujuan jalan-jalan, datang bersama teman-teman, menggunakan motor pribadi, berkunjung pukul 16.00–17.00 WIB, sebanyak 1–2 kali seminggu, selama 1–2 jam dengan aktivitas duduk atau berjalan. Empat belas komponen infrastruktur taman berupa; 1) Pepohonan Besar, 2) Tanaman Bungan, 3) Lapangan Rumput Hijau Terbuka, 4) Arena dan Alat Bermain Anak, 5) Tanaman Perdu, 6) Sungai, 7) Jogging Track, 8) Bangku Taman, 9) Shelter, 10) Jalur Refleksi Kaki, 11) Plaza dengan perkerasan, 12) Lampu-lampu Taman, 13) Pedestrian, dan 14) Kolam Retensi, beserta kriterianya direkomendasikan untuk mewujudkan taman berkelanjutan di Kota Palembang
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAKUPAN PELAYANAN AIR BERSIH DI KAWASAN METROPOLITAN DI INDONESIA Sri Maryati; An Nisaa’ Siti Humaira; Kania Rizna Hudiary
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.49 KB)

Abstract

Penyediaan infrastruktur air bersih merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah melalui penyelenggaraan SPAM oleh PDAM. PDAM dituntut untuk meningkatkan pelayanannya untuk mencapai target 100% akses air minum di Indonesia. Peningkatan pelayanan air bersih dibutuhkan terutama di kawasan metropolitan yang berperan sebagai pusat kegiatan. Peningkatan infrastruktur perkotaan terutama air bersih sangat penting untuk dipenuhi terutama untuk kebutuhan sehari-hari masyarakatnya. Dalam penyediaan air bersih terdapat pula isu ketimpangan cakupan pelayanan di kawasan metropolitan, dengan kawasan perkotaan inti memiliki cakupan pelayanan yang lebih baik dibandingkan dengan kawasan perkotaan pinggiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi cakupan pelayanan air bersih sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi dalam meningkatkan pelayanan. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi cakupan pelayanan digunakan analisisi regresi berganda dengan metode stepwise. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik wilayah, jumlah penduduk, PDRB ADHB dan laba PDAM mempengaruhi cakupan pelayanan air bersih pada kota dan kabupaten di kawasan metropolitan di Indonesia.
DEVELOPMENT OF X-BAND RADAR DATA-BASED SNAKELINE FOR PREDICTING SEDIMENT DISASTER Henggar Risa Destania; Istiarto Istiarto; Rachmad Jayadi
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.549 KB)

Abstract

Sediment-related disaster are terrible disaster that can catastrophically impact to facilities and people must to keep in mind to make sediment-related disaster information that can be predicted from rainfall and response of drainage area by using snakeline. This research produce the important indices on precipitation related to debris and shows current status of the stage of response of drainage area against rainfall by using a couple of short and long term indices. It shows the water storage volume in soil layer with calculation of soil water index (SWI) by using X-band MP (Multi Parameter) rainfall radar data that has been installed at the top of Merapi Mountain (Merapi Museum). The snakeline can be used as monitoring and observation tools of SWI changes in response to rainfall intensity in Boyong river (BO-D5) and works as a database for the next research in identifying criteria for warning. Although there was no record of sediment disaster occurrence, at least from the result of snakeline it was confirmed that from June 2016 – June 2017 with 80.28 mm SWI maximum values has not yet become the maximum limit of SWI value for lahar occurrence in Boyong drainage area (BO-D5).
PENERAPAN ASAS SALUS POPULI SUPREMA LEX UNTUK MENGURANGI PENGADUAN PELANGGARAN HAK ATAS KASUS PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR Dika Federica Shodikin; Fidya Panorama Damayanti
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.476 KB)

Abstract

Hambatan dalam pengembangan proyek infrastruktur tidak hanya terjadi dalam pembangunan, melainkan terdapat tabrakan kepentingan terhadap hak asasi manusia yang sering digunakan sebagai salah satu bentuk pengaduan pelanggaran hak di pengadilan. Dasar yang dipergunakan sebagai bahan pengaduan oleh masyarakat beraneka ragam, antara lain mengenai kepastian hak milik atas tanah, kerusakan lingkungan, terganggunya kesehatan, dan hingga pada titik tidak mendapatkan ganti rugi. Penelitian dilakukan dengan menganalisa kasus yang telah banyak terjadi dan menggunakan literatur sebagai bahan konseptual serta peraturan perundang-undangan sebagai payung hukum dalam penegakan keadilan dan kepastian hukum. Penerapan asas salus populi suprema lex perlu diterapkan agar kepentingan masyarakat lebih diutamakan, karena keselamatan kehidupan rakyat adalah hukum tertinggi. Hasil analisa menunjukkan bahwa asas salus populi suprema lex dapat dijadikan solusi sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan pembangunan infrastruktur serta memberikan penyuluhan secara menyeluruh kepada masyarakat luas agar dapat mengurangi pengaduan pelanggaran hak oleh masyarakat yang merasa dirugikan
EVALUASI PONDASI MESIN DENGAN TIANG PANCANG AKIBAT GETARAN RECIPROCATING ENGINE (Studi Kasus PLTU UBOH 3 Banten) Muhammad Rifqi Abdurrozak; Anwar Purnomo; Edy Purwanto
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.456 KB)

Abstract

Pondasi yang menopang mesin dipengaruhi oleh beban statis yang berasal dari mesin dan pile cap serta getaran yang disebabkan dari gaya dinamis yang terjadi pada saat mesin beroperasi. Getaran yang berlebihan dapat menyebabkan mesin rusak dan memberikan efek yang merugikan pada struktur pondasi atau orang yang bekerja di dekat mesin tersebut. secara keseluruhan akan mengurangi tingkat produktivitas dari mesin dan pekerja. Hasil dari penelitian di PLTU 3 Uboh Banten, berat total mesin FD fan dan pondasi mesin 861,9794 kN masih aman terhadap kapasitas dukung tiang pancang. Pada pembebanan dinamik saat mesin beroperasi nilai amplitudo getaran vertikal pada unit 1 sebesar 0,09886 mm dan pada unit 2 sebesar 0,09371 mm, kemudian akibat pembebanan getaran horizontal nilai amplitudo di unit 1 sebesar 0,05678 mm dan pada unit 2 sebesar 0,2017 mm. Perbedaan nilai amplitudo tersebut dipengaruhi oleh parameter tanah yaitu modulus geser, semakin besar nilai modulus gesernya maka amplitudo yang terjadi semakin kecil sedangkan untuk pengaruh frekuensi putar mesin berbanding lurus dengan amplitudo dimana semakin besar frekuensi putar mesin maka semakin besar juga amplitdo yang terjadi.
PERAN TRAINING NEED ANALYSIS PADA PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR Ida Bagus Gede Adi Permana; Ahmad Yusri Authoni
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.845 KB)

Abstract

Infrastruktur di Indonesia menjadi hal yang utama bagi kelancaran aktivitas perekonomian. Indonesia bagian timur sampai saat ini masih menghadapi kendala kelengkapan infrastruktur. Kendala tersebut berasal dari berbagai macam faktor, salah satunya adalah kesiapan sumber daya manusia. Pengembangan sumber daya manusia menjadi titik kritis bagi kesiapan sumber daya manusia tersebut. Penelitian ini berupaya menjelaskan bagaimana Training Need Analisis (TNA) pada pengembangan sumber daya manusia untuk percepatan pembangunan infrastruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan insight dari TNA pada pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi percepatan pembangunan.
ANALISA PERBANDINGAN PEMAKAIAN BAJA KONVENSIONAL PROFIL WF (PABRIKASI) DENGAN PROFIL TERSUSUN (BUILT-UP) SIKU SAMA KAKI PADA KONSTRUKSI BANGUNAN PORTAL FRAME Srikirana Meidiani; Leni Marlina
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.137 KB)

Abstract

Pada bangunan industri struktur baja yang digunakan adalah Struktur Gable.Baja dapat dimanfaatkan sebagai struktur utama sebuah bangunan seperti gudang, bengkel kerja, bangunan lapangan futsal dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metode ASD (Allowable Stress Design) dan interpolasi polar. Konstruksi ini digunakan pada bangunan sederhana berupa portal frame, dimana profil yang digunakan adalah profil WF (pabrikasi) dan profil tersusun siku sama kaki (built-up), tujuan penelitian ini yaitu untuk meninjau berat dan harga konstruksi yang lebih efisien. Hasil analisa Ditinjau dari berat profil WF (pabrikasi) dengan mutu baja BJ 37 dan BJ 41 berat totalnya 21822,9452 kg, lebih ringan 25,50% dibandingkan dengan berat profil tersusun siku sama kaki (built-up) mutu baja BJ 37 dan BJ 41 yaitu 29292,3577 kg. Pada mutu baja BJ 44 berat profil WF 21656,3955 kg, lebih ringan 13,55% dibandingkan dengan berat profil tersusun siku sama kaki (built-up) mutu baja BJ 44 yaitu 25049,4554 kg. Pada mutu baja BJ 50 berat profil WF 21656,3955 kg, lebih ringan 15,72% dibandingkan dengan berat profil tersusun siku sama kaki (built-up) mutu baja BJ 50 yaitu 25696,0992 kg. Pada mutu baja BJ 52 berat profil WF 20030,835 kg, lebih ringan 18,71% dibandingkan dengan berat profil tersusun siku sama kaki (built-up) mutu baja BJ 52 yaitu 24640,1998 kg
RANCANGAN MANAJEMEN LALU LINTAS KAWASAN STASIUN TUGU DENGAN PEMBANGUNAN STASIUN KA BANDARA Muhammad Deni Satria Putra; Danang Parikesit
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.132 KB)

Abstract

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakara akan merencanakan pembangunan Bandar Udara baru di Kecamatan Temon, Kulon Progo. Untuk memudahkan akses menuju Bandar Udara baru tersebut, akan direncanakan pembangunan Stasiun kereta api bandara Yogyakarta. Tujuan dari perancangan ini adalah merancang manajemen lalu lintas jaringan jalan Stasiun Tugu Yogyakarta akibat adanya Stasiun kereta api bandara Yogyakarta. Metode yang akan digunakan untuk menghasilkan pemodelan arus lalu lintas antara lain : Survei volume lalu lintas di 8 titik simpang jaringan jalan Stasiun Tugu Yogyakarta, pengukuran geometrik jalan, survei kecepatan dan pemodelan simulasi lalu lintas menggunakan perangkat lunak VISSIM. Berdasarkan hasil perancangan, didapat rata-rata derajat kejenuhan dan rata-rata kecepatan masing-masing kondisi ialah kondisi eksisting 0,4 dan 33 km/jam, kondisi skenario 1 0,38 dan 36 km/jam lalu kondisi skenario 2 0,30 dan 39 km/jam. Dilakukan 2 skenario yaitu skenario 1, jalan satu arah pada Jalan Letjen Suprapto dan skenario 2, pemberian lampu APILL pada simpang Stasiun kereta api bandara Yogyakarta. Jumlah setiap kendaraan yang masuk dan keluar Stasiun kereta api bandara sebanyak 196 sepeda motor, 680 mobil penumpang dan 3 bus.

Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 2 (2017)