cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL DINAMIKA VOKASIONAL TEKNIK MESIN
ISSN : 25487590     EISSN : 25487590     DOI : -
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin (JDVTM) is published by the Department of Mechanical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Yogyakarta. The journal is published twice a year in April and October. Each publication contains articles comprising high quality theoretical and empirical original research papers, review papers, and literature reviews. The scope of study of this journal includes mechanical engineering education, technology and vocational education, learning and curriculum development, learning method development, and learning media. All of the fields study, particularly in mechanical engineering vocational and education. The articles submitted should be attended to the particular topics above.
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Meta-Analisis Model Pembelajaran Vokasi dalam Kondisi Covid-19 Hari Din Nugraha; Deni Poniman; R.A. Vesitara Kencanasari; Asep Maosul; Muhammad Ibnu Rusydi
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 5 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v5i2.34779

Abstract

In the current Covid-19 transition period, an effective vocational learning model innovation is needed. The number of vocational learning models during this pandemic needs further study for a successful implementation. This study empirically verifies the vocational learning model during the Covid-19 pandemic and analyzes the factors that hinder vocational learning in the Covid-19 era. Systematic literature review and Meta-Analysis (PRISMA) were used as methods for conducting this research. The reviewed articles were 30 most recent articles from 2019 to 2020. All articles were classified based on author, year published, type of journal or conference, method, vocational learning model, and findings. The study reveals that the search results prove an increase in the number of articles published from 2019-2020. The results showed that e-learning is the most widely used learning model in vocational education. E-learning developed for vocational education must be able to measure competency outcomes through an e-portfolio, virtual-based, and easy to use. The obstacles that can be identified are the difficulty of teachers and students to adapt to changes in vocational learning from conventional to online learning during the COVID-19 transition; lack of working skills for vocational education students that are unobtainable during online learning; infrastructure problems; and uneven distribution of networks, especially in remote areas that have difficulty accessing the internet. Di masa transisi Covid-19 saat ini, dibutuhkan inovasi model pembelajaran vokasi yang efektif digunakan. Banyaknya model pembelajaran vokasi di masa pandemi ini perlu dikaji lebih lanjut yang tepat untuk diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi secara empiris model pembelajaran vokasi di masa pandemi covid 19 serta menganalisis faktor yang menghambat pembelajaran vokasi di era Covid-19. Systematic literarature review dan Meta-Analisis (PRISMA) digunakan sebagai metode untuk melakukan penelitian ini. Artikel yang ditinjau sebanyak 30 artikel terbaru dari tahun 2019 hingga 2020. Semua artikel diklasifikasikan berdasarkan penulis, tahun terbit, jenis jurnal atau konferensi, metode, model pembelajaran vokasi, dan temuan. Hasil studi disampaikan sebagai berikut. (1) Hasil penelusuran membuktikan adanya peningkatan jumlah artikel yang diterbitkan dari tahun 2019-2020. (2) Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran e-learning merupakan pembelajaran yang paling banyak digunakan pada pendidikan vokasi. (3) E-learning yang dikembangkan untuk pendidikan vokasi harus bisa mengukur hasil kompetensi melalui e-portofolio, berbasis virtual dan mudah digunakan. (4) Hambatan yang dapat diidentifikasi adalah: (a) kesulitan adaptasi pengajar dan siswa dalam perubahan pembelajaran vokasi pada masa transisi covid-19 dari konvensional ke online, (b) kurangnya keterampilan bekerja para siswa pendidikan vokasi yang tidak didapatkan selama pembelajaran online, (c) masalah infrastruktur dan pemerataan jaringan yang belum merata terutama di daerah terpencil yang kesulitan akses internet.
Analisis Kekuatan Tarik Baja ST 41 Pengelasan Gesek Rotasi Variasi Waktu Gesek dan Tempa Setiyo Prabowo; Sunyoto Sunyoto
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i1.36554

Abstract

Pengelasan gesek rotasi tidak membutuhkan panas dari arus listrik melainkan dari gesekan. Karena pengelasan ini tergolong pengelasan solid state, perlu adanya penggunaan tekanan dalam proses pengelasannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kekuatan tarik baja ST 41 sambungan pengelasan gesek dengan variasi waktu gesek dan waktu tempa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan desain factorial design. Variasi waktu gesek yaitu 8, 10, 12 detik serta waktu tempa 4, 5, 6 detik. Penelitian menggunakan bahan baja ST 41 pejal yang dilas dengan pengelasan gesek dan pengelasan SMAW arus 100 A dengan elektroda E6010, sebagai kontrol penelitian. Hasil penelitian mendapatkan waktu gesek yang terbaik yaitu selama 10 detik dengan nilai rata-rata kekuatan tarik 527,97 MPa dan waktu tempa terbaik didapatkan selama 5 detik dengan nilai rata-rata kekuatan tarik 535,3 MPa. Untuk pengelasan SMAW mendapatkan nilai kekuatan tarik yang lebih rendah dari pengelasan gesek rotasi yaitu 422,01 Mpa. Friction stir welding needs heat not from electricity but from adequate friction time. Applying pressure is essential in this solid-state welding process. This study aimed to analyze the tensile strength of ST 41 steel in friction welding using friction time and forging time variations. This study used an experimental method with a factorial design. Friction time variation was 8,10, 12 minutes, whereas, for forging-time, the variation was 4, 5, and 6 seconds. The experiment used friction stir welding and SMAW welding on ST41 steel, with E6010 electrodes and 100 A current. The study results show that the optimum friction time is 10 seconds with an average tensile strength of 527,97 MPa, and the optimum forging time is 5 seconds with an average tensile strength of 535,3 MPa. The tensile strength value in SMAW welding is lower than the friction stir welding, with an average of 422,01 MPa.
Pengembangan E-Modul Pembelajaran CAD Berbasis Android untuk Meningkatkan Hasil Belajar Menggambar 3D Izza Ariffatur Ramadhani; Heri Yudiono
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 5 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v5i2.34788

Abstract

This study aims to produce an android-based e-module on CAD that has quality (feasible, effective, and practical) in improving student learning outcomes. The method used is the Research and Development (R&D) approach, which consists of preliminary studies, development, and testing by experts and practitioners to ensure that the e-module meets the requirements (feasible and practical) as a learning media. Limited trials were conducted through a true-experimental design with a pretest-posttest control group design. This experiment was conducted to test the effectiveness of e-modules during the learning process. The analysis used includes a validity test, reliability test, normality test, homogeneity test, independent-sample t-test, and N-Gain test. The results of the study found that the e-module products that met the standards of material and media feasibility based on expert judgment and e-modules were very practical and effective to improve learning outcomes. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan e-modul pembelajaran CAD berbasis android yang memiliki kualitas (layak, efektif dan praktis) yang dapat membantu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendekatan Research and Development (R&D) yang terdiri dari studi pendahuluan, pengembangan dan pengujian oleh beberapa ahli dan praktisi untuk memastikan bahwa e-modul tersebut memenuhi syarat (layak dan praktis) sebagai media pembelajaran. Uji coba terbatas dilakukan melalui true-eksperimental design dengan pretest-posttest control group design. Eksperimen ini dilakukan untuk menguji efektivitas e-modul selama proses pembelajaran. Analisis yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji independent sample t test serta uji N-Gain. Hasil penelitian mendapatkan produk e-modul yang telah memenuhi standar kelayakan materi dan media berdasarkan penilaian ahli serta e-modul sangat praktis dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar.
Analisis Pengaruh Penyumbatan Aliran Fluida pada Pipa dengan Metode Fast Fourier Transform Fikri Wicaksono; Subekti Subekti
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i1.36339

Abstract

Instalasi perpipaan memiliki peranan yang penting diberbagai industri modern. Perencanaan yang baik sangat penting dalam mendesain sebuah instalasi perpipaan. Salah satu jenis pipa yang paling sering digunakan adalah pipa carbon steel yang memiliki ketahanan dan kekuatan yang baik. Namun disamping kekuatan pipa carbon steel yang baik, tingkat kekerasan pipa jenis ini juga tinggi sehingga cenderung tidak lentur yang mana akan menimbulkan getaran yang cukup kuat dalam pengaplikasiannya. Getaran yang timbul karena adanya fluida (dalam hal ini air) akan menimbulkan masalah  serius apabila tidak ditangani dengan benar. Kerusakan struktur pipa dan bangunan dapat terjadi akibat getaran pipa yang ditimbulkan. Untuk itu perlu sebuah perencanaan yang baik dalam membuat desain instalasi perpipaan. Salah satu cara untuk mengurangi getaran yang terjadi pada pipa besi adalah dengan memasang support atau penyangga pada posisi yang benar dan jumlah yang tepat, selain itu debit fluida yang mengalir juga harus diperhitungkan untuk mengurangi getaran yang terjadi pada instalasi perpipaan. Pada eksperimen ini akan dilakukan pengujian menggunakan metode Fast Fourier Transform (FFT) terhadap sebuah instalasi pipa besi dengan variasi bukaan katup untuk mengatur debit air yang mengalir dan jumlah support yang menjadi penyangga pipa untuk mengatasi getaran yang terjadi.Piping installations have an essential role in various modern industries. Good planning is crucial in designing a piping installation. One of the most commonly used pipe types is carbon steel pipe which has good resistance and strength. In addition to the excellent strength, the hardness level is also high, where it tends to be stiff and causing vibrations in its application. The vibrations arising from the presence of fluids (in this case, water) will cause severe problems if not handled properly. Pipe vibration can damage pipe structures and buildings. That is why a good plan in piping installation design is needed. One way to reduce vibrations in metal pipes is to install supports in the correct position and the right amount.  The fluid flow must also be taken into account to minimize vibrations in piping installations. In this experiment, testing will be carried out using the Fast Fourier Transform (FFT) method on an iron pipe installation with various valve openings to regulate the water flow and the number of pipe support to minimize vibrations.
Analisis Perbandingan Metode Pengelasan untuk Mengendalikan Distorsi dan Tegangan Sisa – Review Heri Wibowo
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 5 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v5i2.34782

Abstract

Distortion and residual stress can have undesirable effects on weldments, such as repair work and higher fabrication costs. This study compares welding methods in reducing distortion and residual stress to obtain advantages and disadvantages. The study focused on reviewing several journals from previous research that focused on comparing welding methods. The results show that the Dynamically Controlled Low-Stress No Distortion (DC-LSND) welding method has the most significant ability to reduce distortion and residual stress and does not reduce the weld joint's fatigue resistance. The welding methods of static thermal tensioning (STT) and Transient thermal tensioning (TTT) can significantly decrease distortion and residual stress.  They can improve the fatigue resistance of welded joints. The Double Side Arc Welding (DSAW) method effectively reduces distortion. However, the application in large construction welds is difficult to achieve. Distorsi dan tegangan sisa memberikan pengaruh yang tidak diinginkan pada pengelasan seperti perlunya pekerjaan perbaikan dan meningkatnya biaya fabrikasi. Tujuan penelitian adalah membandingkan metode pengelasan untuk mereduksi distorsi dan tegangan sisa untuk memperoleh kelebihan dan kekurangan. Metode penelitian dilakukan dengan review beberapa literatur jurnal hasil penelitian sebelumnya yang difokuskan pada perbandingan metode pengelasan dalam mereduksi distorsi dan tegangan sisa. Hasil penelitian menunjukkan metode las dynamically controlled low stress no distortion (DC-LSND) memiliki kemampuan mereduksi distorsi dan tegangan sisa paling efektif dan tidak menurunkan ketahanan fatik sambungan las, metode las static thermal tensioning (STT) dan transient thermal tensioning (TTT) memiliki kemampuan mereduksi distorsi dan tegangan sisa dengan signifikan serta mampu meningkatkan ketahanan fatik sambungan las, metode las doublé side arc welding (DSAW) efektif mereduksi distorsi namun sulit diterapkan pada pengelasan konstruksi yang besar.
Studi Kinerja dan Konsumsi Energi Air Blast Freezer Menggunakan Refrigeran Hidrofluorokarbon dan Hidrokarbon Rima Nindia Selan; Matheus Magnus Dwinanto
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i1.36728

Abstract

Penggunaan refrigeran hidrokarbon yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan hidrofluorokarbon telah menjadi tuntutan dan isu sentral pada masa yang akan datang baik itu di refrigerator rumah tangga maupun di refrigerator industri seperti air blast freezer. Hal ini disebabkan refrigeran hidrokarbon tidak memiliki potensi penipisan ozon ODP dan potensi pemanasan global GWP minimal. Makalah ini menyajikan studi kinerja teoritis penggunaan R290 dan R600a sebagai pengganti R404A dan R507A. Perangkat lunak CoolPack digunakan untuk mensimulasikan kinerja dan konsumsi energi sistem pada beberapa variasi temperatur evaporasi dengan temperatur kondensasi dipertahankan konstan. Hasilnya menunjukkan bahwa pada temperatur evaporator minimum, kinerja sistem yang menggunakan R290 dan R600a rata-rata lebih tinggi ±14% dibandingkan dengan R404A dan R507A. R290 memiliki karakteristik yang lebih dekat pada R404A dan R507A sehingga lebih sesuai menggantikan kedua refrigeran tersebut dibandingkan dengan R600a. Namun, ini adalah analisis teoritis sistem yang dapat mengarah pada kinerja yang lebih tinggi daripada kondisi normal. Namun, ini adalah analisis teoritis sistem yang dapat mengarah pada kinerja yang lebih tinggi daripada kondisi normal. The use of hydrocarbon refrigerants that are more environmentally friendly than hydrofluorocarbons has become a demand. It will be a central issue in the future, both in household refrigerators and in industrial refrigerators such as air blast freezers. That is because hydrocarbon refrigerants have zero ozone depletion potential (ODP) and minimal global warming potential (GWP). This paper presents a theoretical performance study of R290 and R600a as substitutes for R404A and R507A refrigerants. CoolPack software is used to simulate the system's performance and energy consumption at several variations of the evaporation temperature, with the condensation temperature being kept constant. The results show that at the minimum evaporator temperature, the system performance using R290 and R600a is ±14% higher on average compared to R404A and R507A. R290 has closer characteristics to R404A and R507A, so it is more suitable to replace the two refrigerants compared to R600a. However, this is a theoretical analysis of the system that can lead to higher performance than normal conditions.
Pengembangan Materi Ajar Berbantuan Edmodo pada Mata Pelajaran Gambar Teknik Manufaktur untuk SMK Ervin Priambodo; Apri Nuryanto
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 5 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v5i2.34803

Abstract

This study aims to determine the process of developing Edmodo-assisted teaching materials and determine the level of eligibility in learning Manufacturing Engineering Drawings subject. The research type is Research and Development methods (R&D), using the 4D model, which consists of four steps, namely defining, design, development, and disseminating. The subjects of this study were 30 students of SMK N 2 Yogyakarta majoring in Machining. Data collection techniques are done by observation, interviews, and questionnaires. The initial analysis was done descriptively, while the feasibility data analysis was carried out quantitatively.  The quantitative data were subsequently converted into qualitative data. These development results are (1) Edmondo-assisted teaching material products in Manufacturing Engineering Drawing (GTM) subjects with the flip builder application's help. The learning material is divided into five learning activities: drawing 2D sketches, making 3D drawings, editing 3D models, assembling 3D models (assembly), and making working drawings. (2) The feasibility of teaching materials and the media used is determined from the experts' validation results, with the results of the validation of the material experts 82% and 83.65% media experts, which are in the very feasible criteria. The revised product is then tested on students through online trials, with 83.105% results are in the very feasible category. In conclusion, the Edmodo-assisted teaching materials on Manufacturing Engineering Drawing subjects for Vocational Schools are very suitable for use in learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan materi ajar berbantuan Edmodo dan mengetahui tingkat kelayakannya untuk diterapkan dalam pembelajaran Gambar Teknik Manufaktur (GTM). Jenis penelitian ini mengunakan metode penelitian dan pengembangan (Research & Development) dengan menggunakan model 4D yang terdiri dari empat langkah yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebarluasan (disseminate). Subjek penelitian ini adalah siswa SMK N 2 Yogyakarta jurusan Pemesinan kelas XII yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan angket. Analisis awal dilakukan secara deskriptif, sedangkan analisis data kelayakan dilakaukan secara kuantitatif yang dikonversi ke dalam data kualitatif. Hasil pengembangan ini disampaikan sebagai berikut. (1) Produk materi ajar berbantuan Edmodo pada mata pelajaran GTM dengan bantuan aplikasi flip builder terbagi dalam 5 kegiatan pembelajaran, yaitu: menggambar sketch 2D, membuat gambar 3D, mengedit model 3D, merakit model 3D (assembly), dan membuat gambar kerja. (2) Kelayakan materi ajar dan media berdasarkan hasil validasi ahli materi 82% dan ahli media 83,65% sehingga termasuk pada kriteria sangat layak. Produk yang telah direvisi kemudian diujikan kepada siswa melalui uji coba secara online dengan hasil 83,105% yang termasuk dalam kategori sangat layak. Dengan demikian, ateri ajar berbatuan Edmodo pada mata pelajaran Gambar Teknik Manufaktur untuk SMK sangat layak digunakan dalam pembelajaran.
Rancang Bangun Mesin Es Krim dengan Kontrol Suhu Ahmad Musyafa' Ghozali; Sunyoto Sunyoto
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i1.38243

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membuat mesin es krim yang efektif, efisien, dan ergonomis dengan kontrol suhu. Berdasarkan survey yang dilakukan mesin yang lama atau mesin yang sudah ada memiliki beberapa kekurangan sehingga kurang efektif, efisien, dan ergonomis. Metode yang digunakan adalah model R&D 4D yang dimodifikasi yaitu Define, Design, Development, dan Dissemination. Instrumen yang dipakai adalah validasi desain dan lembar observasi kinerja mesin. Data berasal dari responden, Dosen Ahli perancangan, dan pihak UMKM. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Keefektifan mesin baru lebih baik karena mampu mengukur suhu adonan dan mensetting mesin mati pada suhu yang ditentukan. Efisiensi waktu 10% waktu pembuatan hanya 18 menit, mesin sebelumnya 20 menit. Efisiensi kapasitas 22,23%, Efisiensi biaya 10% dan lebih hemat biaya listrik Rp 17,337. Keergonomisan mesin baru dalam angket sangat layak dan lebih ergonomis dari sebelumnya.The purpose of this study is to design and build an ice cream machine equipped with temperature control. According to a survey, the current market products have many flaws making them less effective, efficient, and ergonomic. The study's method was a modified R&D 4D, comprising Define, Design, Development, and Dissemination processes. The instruments used are design validation and performance observation sheets. The data were collected from respondents, experts of engineering design, and Small and Medium Business partners. The data obtained is analyzed using a descriptive-statistic analysis. The ice cream machine is more effective than its predecessor because it measures dough temperature and sets the machine's power off at a specific temperature. It only takes 18 minutes to make the ice cream, compared to its predecessor of 20 minutes, thus gives a time efficiency of 10%. The capacity efficiency is 22,23% and more cost-effective in terms of electricity at Rp 17,337. The machine is also considered more ergonomic than the previous one.
Pengaruh Tekanan Udara Terhadap Temperatur Pembakaran Oli Bekas pada Kompor Gilang Wahyu Ramadhan; Basyirun Basyirun
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 5 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v5i2.34804

Abstract

Used oil is a waste, and optimization is needed to use it as a fuel properly.  In the combustion of used oil, air pressure is very influential in achieving optimal temperature. The air pressure affects the pressure of the incoming air. Other than temperature, air pressure affects and determines the inflow air density. The research uses an experimental method. This study concludes that air pressure affects the temperature of used oil combustion. The higher the air pressure, the more optimum the combustion temperature. A pressure of 2.5 bar yields in maximum temperature of 994.5 ℃ and a combustion time of 151 seconds. Conversely, air pressure of 0.5 bar yields in maximum temperature of 662.0 ℃ and longer combustion time, which is 843 seconds.Oli bekas merupakan limbah, dimana belum terlalu optimal untuk di jadikan bahan bakar. Pada pembakaran oli bekas tekanan udara sangat berpengaruh untuk mencapai temperatur yang optimal. Hal ini berpengaruh pada tekanan udara yang masuk.. Di mana tekanan udara merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan menentukan kerapatan udara selain daripada suhu. Metode Penelitian yang berkaitan dengan pengaruh tekanan udara terhadap temperatur pembakaran oli bekas pada kompor gas ini menggunakan metode eksperimen. Penelitian ini dapat di simpulkan bahwa tekanan udara berpengaruh pada temperatur pembakaran oli bekas.  Pengaruh tekanan udara terhadap temperatur pembakaran yaitu apabila tekanan udara semakin tinggi maka temperatur pembakaran yang di hasilkan lebih maksimal dengan tekanan 2,5 bar mendapatkan 994,5 dan pembakaran semakin cepat yaitu mencatatkan waktu 151 detik, sebaliknya tekanan semakin rendah maka temperatur pembakaran minimal dengan 0,5 bar mendapatkan temperatur 662,0 dan memperoleh waktu pembakaran yang lebih lama yaitu sebesar 843 detik.
Pengaruh Arus SMAW Terhadap Kekuatan Tarik dan Impak Baja Konstruksi IWF JIS G3101 SS400 Huda Kholif Rahman; Sunyoto Sunyoto
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i1.37070

Abstract

Sambungan las baja konstruksi IWF JIS G3101 SS400 sering dijumpai hasil las yang kurang baik/cacat las yang akan mempengaruhi kekuatan sambungan seperti kekuatan tarik dan kekuatan impak. Hasil las yang kurang baik disebabkan salah satunya karena tidak tepatnya pengaturan kuat arus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variasi kuat arus las SMAW terhadap kekuatan tarik dan kekuatan impak sambungan las baja konstruksi IWF standar JIS G3101 SS400. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen. Variasi kuat arus yang diteliti 150 A, 170 A, dan 190 A dengan kampuh V sudut 600, elektroda E7018, gerakan lurus, posisi bawah tangan, mesin las SMAW DC polaritas terbalik, dan pendinginan udara terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kuat arus 150 A, 170 A, 190 A berpengaruh terhadap kekuatan tarik tetapi tidak berpengaruh terhadap kekuatan impak sambungan las bahan baja konstruksi IWF JIS G3101 SS400.There are many defects encountered in weldments of JIS G3101 SS400 IWF construction steel. This defect affects the tensile and impact strength of welded joints. One cause of weld defect is the incorrect setting of the electric current. This study examined the effect of electric current variation in SMAW welding on the tensile and impact strength of the IWF construction steel. The research uses experimental methods. The variation of electric current being investigated was 150 A, 170 A, and 190 A. The weldments used 60 V-seam angle, E7018 electrode, straight motion, underhand position, reversed polarity DC SMAW welding machine, and open ventilation. The results showed that the variation in the current strength of 150 A, 170 A, and 190 A affects the tensile strength but had no effect on the welded joints' impact strength.

Page 10 of 19 | Total Record : 185