Articles
351 Documents
CHILD COUNSELING WITH JAVANESE LANGUAGE ROLE PLAY METHOD TO BUILD EARLY CHILDREN CHARACTERS
Richma Hidayati;
Dewi Syafitri;
Nazulla Niftira Nindya;
Nailatul Izzah
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jkg.v3i1.1111
Character of the nation today is quite alarming so as to make the government a loss and several times changed the curriculum to be able to shape the character of the nation in accordance with Indonesian culture. So should the stress is learning in cultural values, not just focusing on modernization by requiring students to master a foreign language, English for example. By studying the local language does not mean students will be retarded or even not able to follow the development of the era. Precisely with the generation of the nation early on if it was taught the habit of using the local language then the child will be proud to be able to introduce the local language to the outside world through the modernization of the moment. Additionally, when children understand very well about the local wisdom then the child will have a character in accordance with Indonesian culture. Role playing is a way of mastery learning materials through the development of imagination and appreciation of students. Development of imagination and appreciation of the students is done with playing the character of living or inanimate. Counseling children with role-play techniques in this program focuses using the Java language manners. Java language is divided into three levels, namely language ngoko (rough), madya (regular) and krama (smooth). In this language levels, its use varies according to who they are talking to an opponent. Everyday, ngoko used to talk with peers or younger, madya used to talk to the person who is quite formal, and krama used to talk with people who are respected or older. Therefore, the Java language has ethical good language to use and reflect the characteristics of the indigenous culture of Indonesia as a nation east. Keyword : Child Counseling, Javenese Role Play, Character Early Childhood
Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Tingkat Sekolah Dasar Se-Kota Surakarta
Muhammad Arief Maulana;
Aldila Fitri Radite Nur Maynawati
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jkg.v4i1.2330
The goal of research to figure out the implementation of guidance and counseling programs at the primary level. Research done in the elementary school in the city of Surakarta has accredited A (very good). Research methods using qualitative research with the aim of providing factual conditions that occur in the field related to the execution of counseling program in elementary school. Data retrieval using interview techniques and observations conducted by the proposers. Observation and interview instruments validated by experts in the field of guidance counseling in order to obtain valid data and reliability. Testing the validity of the data by using the technique of triangulation of sources. The research results obtained that the guidance counseling service program in elementary school city of Surakarta has not done well. There are still many elementary schools that don't yet have the power guidance counseling teacher, and obstacles that encounter i.e. guidance counseling teacher in primary school is still a difficulty in finding the needs of students through the instrumentation and application evaluation and activities follow-up.
SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING (SFBC): ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM KONSELING KELUARGA
Sumarwiyah, Sumarwiyah;
Zamroni, Edris;
Hidayati, Richma
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.918 KB)
|
DOI: 10.24176/jkg.v1i2.409
Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga. Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga. Solution Focused Brief Counseling meruppakan pendekatan konseling yang didasari oleh suatu pandangan bahwa sejatinya kebenaran dan realitas bukanlah suatu yang bersifat absolute namun realitas dan kebenaran itu dapat dikonstruksikan. Dalam konteks konseling keluarga dominasi salah satu anggota dana tau kepala keluarga sering menjadi pemicu masalah sehingga perlu didudukkan pada satu konteks penyelesaian masalah berbasis pada realitas yang ada. Konsleing keluarga dengan pendekatan ini memungkinkan konseli yang bermasalah dalam konteks keluarga memperoleh kemandirian dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusi secara cepat dan tepat dalam mengatasi masalah-maslah yang ada dalam keluarga.
PROFIL SELF EFFICACY KARIR MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA
Arumsari, Cucu
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (764.348 KB)
|
DOI: 10.24176/jkg.v2i2.748
Mahasiswa dalam fase remaja akhir menuju dewasa awal, dari kepribadian, sosial, karir semuanya harus berkembang dengan baik untuk mencapai masa depan sesuai dengan harapan. Untuk mencapai karir yang matang salah satu yang harus berkembang baik pada mahasiswa adalaj self efficacy. Penelitian ini menggunakan metode survey, dengan subyek penelitian mahasiswa BK berjumlah 45. Instrument yang digunakan metode skala likert dengan butir item yang valid dan reliabel 25. Hasil penelitian dapat disimpulkan self efficacy mahasiswa BK Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya tinggi. Dengan aspek perilaku mendekat menjauh 3.81, keberhasilan kinerja dalam ranah sasaran 3.81, kegigihan (persistence) dalam menghadapi rintangan atau pengalaman yang tidak diharapkan 3.64.
KESIAPAN KERJA DALAM KEPRIBADIAN ISLAMI MAHASISWA
Haris Fadillah;
Mufida Istati
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (680.234 KB)
|
DOI: 10.24176/jkg.v3i2.1920
This research is field research (field research) is qualitative, that is a research that produce descriptive data. The subjects of this study are students of KI-BKI Department of class of 2014. The object of this research is the readiness of work in the Islamic student's personality of KI-BKI force of 2014. Data collection techniques used include interviews, observation, and documentation. Based on the results of data analysis, the research findings show that the readiness of work on aspects of knowledge, skills, and work actions in the Islamic student's personality of KI-BKI force 2014 have good ability. From the results of the research there are some suggestions that are given to the department of KI-BKI to continue to improve efforts in facilitating the development of counselor competence. For KI-BKI students as BK teacher candidates to continue to develop themselves to achieve the expected counselor competence.
MODEL LAYANAN INFORMASI KARIR DENGAN TEKNIK FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN PERENCANAAN KARIR SISWA SMK DI KABUPATEN DEMAK
Anisah, Laelatul
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (315.731 KB)
|
DOI: 10.24176/jkg.v1i1.292
Masalah dari penelitian ini adalah layanan informasi karir dilaksanakan kurang maksimal yang mengakibatkan siswa kurang dalam mendapatkan informasi khususnya dalam bidang karir sehingga siswa tidak dapat menetapkan tujuan karirnya. Tujuan penelitian ini: (1) mengetahui kondisi faktual pelaksanaan layanan informasi karir di Kabupaten Demak, (2) mengetahui kondisi faktual tingkat perencanaan karir siswa di SMK N 1 Sayung, (3) menghasilkan model layanan informasi karir dengan teknik field trip untuk meningkatkan perencanaan karir siswa SMK, (4) mengetahui keefektifan model layanan informasi karir dengan teknik field trip untuk meningkatkan perencanaan karir siswa SMK N 1 Sayung. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R And D). Hasil uji coba lapangan menunjukkan tingkat perencanaan karir siswa mengalami peningkatan. Skor pre test 113 poin sedangkan skor post test 149 poin sehingga meningkat sebesar 36 poin. Hal ini menunjukkan bahwa model yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan perencanaan karir.
URGENSI CAREER DECISION MAKING SKILLS DALAM PENENTUAN ARAH PEMINATAN PESERTA DIDIK
Zamroni, Edris
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.797 KB)
|
DOI: 10.24176/jkg.v2i2.700
Career Decision Making Skills merupakan gambaran keterampilan seorang individu dalam menentukan atau mengambil keputusan tentang kehidupan karirnya. Dalam konteks siswa keterampilan semacam ini diwujudkan dalam bentuk mengambil keputusan tentang pilihan jurusan atau sekarang dikenal dengan program peminatan. Peminatan peserta didik terarah dan terfokus pada peminatan studi dan karir atau pekerjaan. Peminatan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimum. Untuk menentukan mana pilihan yang tepat seorang siswa harus memiliki keterampilan yang memadai karena pilihannya saat ini menentukan kesuksesannya di masa yang akan datang. Artikel ini mencoba menguraikan urgensi keterampilan mengambik keputusan karir dalam penentuan arah peminatan peserta didik.
ANALISIS PERMASALAHAN PUSAT INFORMASI KONSELING REMAJA DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT BERWAWASAN KEPENDUDUKAN
Dini Rakhmawati;
Suwarno Widodo;
Mujiyono Mujiyono
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (434.805 KB)
|
DOI: 10.24176/jkg.v3i2.2087
Population-oriented life behavior is the norm / value adopted in life and is expected to be a character for every individual in society. Population-based life behavior is the support of population-oriented development. This research uses qualitative research design. Qualitative research is descriptive research and tend to use analysis. Theoretical basis is used as a guide to focus the research in accordance with the facts in the field. The study involved nine PIK R representing nine sub-districts of sixteen sub-districts in Semarang. Based on observation, interviews, and documentation. Some problems that arise in the management of PIK R to realize population-oriented society, among others, the absence of mentoring from the service, no document guidance to be followed and completed in PIK R, uneven distribution of activity funds, lack of support from the community, difficulties in regeneration, IEC (communication, information and education) services on reproductive health have not run smoothly due to limited personnel and facilities.
Peran Konseling Lintas Budaya Dalam Menghadapi Fenomena Gegar Budaya Serta Sebagai Upaya Meningkatkan Karakter Toleransi Pada Siswa Perantau
Anugrah Intan Cahyani
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jkg.v4i1.2335
The issue of conflict between ethnic groups and cultures is not a new thing among Indonesians. The conflict that is closely related to the world of education is brawl between students. Such mistakes and misunderstandings lead to cultural shocks experienced by a particular person or group. For immigrants from tribes and other areas newly entering new environments are particularly vulnerable to cultural shocks. Cultural shock or culture shock can also be one of the triggers of a conflict in an environment where it has a different culture. The counselor as one of the educators is expected to be able to help and contribute in facing the cultural issues that often arise, especially in the education world. One of the efforts that can be done is to instill tolerance through cross-cultural counseling services. Character education through cross-cultural counseling services is expected to generate tolerance for the differences, as well as to help individuals who experience culture shock or culture shock in a new environment.
LAYANAN INFORMASI KARIR MEMBANTU PESERTA DIDIK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KARIR
Hidayati, Richma
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.515 KB)
|
DOI: 10.24176/jkg.v1i1.258
Peserta didik akan selalu dihadapkan dengan sejumlah alternatif,baik yang berhubungan kehidupan pribadi, sosial, belajarmaupun kariernya. Mereka sering mengalami kesulitan untukmengambil keputusan dalam menentukan alternatif mana yangharus dipilih. Salah satunya adalah kesulitan dalam memahamidiri yang berkaitan dengan karirnya dan pengambilan keputusanyang berhubungan dengan rencana-rencana karier yang akandipilih untuk masa depannya. Kesulitan-kesulitan untukmengambil keputusan karier dapat dihindari ketika siswamemiliki sejumlah informasi yang memadai tentang hal-hal yangberhubungan dengan dunia kariernya. Karena itu mereka perlumendapatkan layanan informassi karir, bimbingan danpendampingan secara penuh supaya memperoleh pemahamanyang memadai tentang berbagai kondisi dan karakteristikdirinya, baik tentang bakat, minat, cita-cita, berbagai kekuatanserta kelemahan yang ada dalam dirinya dan tidak salah dalammenentukan karir yang dipilihnya.