cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KONSELING GUSJIGANG
ISSN : 24601187     EISSN : 2503281x     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
Nilai-Nilai Bimbingan Konseling Pranikah dalam Buku Wonderful Journeys For a Marriage Karya Cahyadi Takariawan Warda Rida
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v11i1.15285

Abstract

This study aims to explore the Islamic pre-marital counseling values found in Wonderful Journeys For a Marriageby Cahyadi Takariawan. The article offers a new perspective by analyzing a literary work that has not been widely studied in the context of Islamic marriage preparation. Using a qualitative content analysis approach, the study identifies four core values: preparing for a sakinah (peaceful) family, building harmonious relationships, fulfilling family needs, and maintaining reproductive health. These themes align with the Decree of the Director General of Islamic Community Guidance No. 379 of 2017 on premarital counseling guidelines and provide a holistic framework for marriage readiness. The findings conclude that Takariawan's work offers comprehensive, spiritually grounded, and practical insights applicable for individual reflection and professional counseling, making a meaningful contribution to the development of Islamic pre-marital education.
Analisis Layanan Konseling Individual dan Konseling Kelompok Adhelia Caroline Sufiandi
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v11i1.14164

Abstract

This research discusses face to face counseling services both individually and in groups as a strategic approach to support individual personal, social and academic development. Individual counseling provides personalized attention to address specific issues, while group counseling leverages social dynamics for shared learning. A comparison of these approaches highlights their respective strengths in enhancing counseling and guidance effectiveness. The analysis reveals that these services complement each other and can be applied according to client needs. 
Keefektifan Biblioedukasi Berbasis Psikoedukasi Ajaran KH Ahmad Dahlan Untuk Meningkatkan Kedamaian Siswa Setyo Adi Kurniawan; Wahyu Nanda Eka Saputra
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v11i1.14468

Abstract

This study aimed to examine the effectiveness of biblioeducation based on KH Ahmad Dahlan’s teachings in promoting student peace. The research involved grade XII students of SMK Muhammadiyah 1 Muntilan using a quasi-experimental design, specifically the Pretest-Posttest Control Group Design. Sixteen students participated, divided into an experimental group (8 students) receiving biblioeducation treatment and a control group (8 students) without treatment. A peace scale was utilized as the research instrument to measure student peace levels before and after the intervention. Hypothesis testing was conducted using a T-test to assess the significance of differences between the two groups. The T-test results revealed a significant improvement in the experimental group compared to the control group. The findings demonstrated that biblioeducation based on KH Ahmad Dahlan’s teachings effectively enhanced student peace, with the experimental group showing a higher increase in peace scores than the control group.
Dari Mazhab Padang Ke Mazhab Bandung: Menelaah Pergeseran Paradigma Model Layanan Bimbingan dan Konseling di Indonesia Ach. Sudrajad Nurismawan; Septia Rahmawati
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v11i1.14720

Abstract

By borrowing the concept of Thomas S. Khun's paradigm shift analysis, this article aims to critically examine the paradigm shift of guidance and counseling (BK) science in Indonesia over the past two decades, especially the 17+ pattern guidance and counseling model introduced by the Guidance and Counseling study program at Universitas Negeri Padang (Padang School) with the comprehensive guidance and counseling model popularized by the Guidance and Counseling study program at the Universitas Pendidikan Indonesia (Bandung School). The analysis results found that openness to local wisdom values and the presence of a legal basis for the implementation of guidance and counseling in Indonesia have encouraged a shift in the paradigm of the BK service model from the 17+ pattern to comprehensive. Comprehensive Guidance and Counseling is considered more systematic and lightens the work of school counselors to develop and evaluate programs that have been prepared. In the future, there may be a paradigm shift in the guidance and counseling service model, especially the emergence of other new Schools (Malang, Semarang, and Yogyakarta) that offer responses to changes and needs of the times based on the research results of each institution.
Membangun Kesetaraan Gender dalam Budaya Jawa melalui Model Integratif Adinda Salsabila; Syafira Badhiatus Shidqah; Dwi Wulan Aryanti; Nadya Indria Wandari; Chintya Inayatus Zahro
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v11i1.14797

Abstract

Kesetaraan gender merupakan isu penting dalam konseling, terutama dalam konteks multibudaya yang menghadirkan beragam tantangan terkait norma sosial dan budaya. Salah satu  isu gender yang berpengaruh adalah konsep kanca wingking dalam budaya Jawa, yang secara tradisional menempatkan perempuan dalam ranah domestik. Model integratif dalam konseling memungkinkan konselor untuk mengeksplorasi lebih dalam terkait nilai-nilai budaya yang dibawa oleh konseli. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model integratif dalam konseling multibudaya sebagai strategi dalam mendukung kesetaraan gender, termasuk dalam konteks budaya Jawa yang masih mempertahankan konsep kanca wingking. Metode penelitian yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif  menggunakan literatur terkait konseling multibudaya, model integratif, dan isu gender kanca wingking. Hasil kajian menunjukkan bahwa model integratif dapat membantu konselor dalam menangani permasalahan gender secara lebih komprehensif. Dengan demikian, model ini menjadi pendekatan yang relevan dalam praktik konseling yang berorientasi pada keadilan gender.
Pengembangan Career Adversity Scale (CAS): Instrumen untuk Mengukur Daya Juang Karier Mahasiswa Aziziyah Munawaroh; Henny Indreswari; Khairul Bariyyah; Arbin Janu Setiyowati
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v11i1.14827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis validitas serta reliabilitas instrumen Career Adversity Scale (CAS) yang digunakan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam menghadapi hambatan dan tantangan karier. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Uji validitas dilakukan melalui analisis korelasi Pearson terhadap 32 item, dan hasilnya menunjukkan bahwa 30 item valid dengan nilai signifikansi di bawah 0,05. Dua item yang tidak valid dieliminasi, kemudian dilakukan uji ulang. Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,883 yang menandakan tingkat konsistensi internal yang sangat baik. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa CAS merupakan instrumen yang layak digunakan dalam penelitian dan praktik bimbingan karier mahasiswa.
Pengembangan instrumen CAAS-PC (Career Adapt-Abilities Scale Planning Career) dalam pemantapan perencanaan karier Siswa Sma/Sederajat Henri Bahar; Henny Indreswari; Khairul Bariyyah
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v11i1.14829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen CAAS-PC (Career Adapt-Abilities Scale Planning Career) sebagai alat ukur yang dapat membantu siswa SMA/Sederajat dalam memperkuat perencanaan karir mereka. Proses pengembangan instrumen ini dilakukan dengan menerapkan metode Research and Development (RnD) yang berlandaskan pada model ADDIE, yang mencakup lima tahap, yaitu: Analisis, Perancangan, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Instrumen tersebut terdiri dari 20 butir pertanyaan yang dirancang untuk mengukur dimensi perencanaan karir berdasarkan teori Career Adapt-Abilities Scale (CAAS) yang dikemukakan oleh Savickas. Uji coba awal dilakukan pada 32 responden dari beberapa sekolah, dan data yang terkumpul dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis validitas menunjukkan bahwa semua item memiliki nilai korelasi item-total yang memenuhi kriteria (nilai > 0,30), sementara pengujian reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,962, yang mengindikasikan konsistensi internal yang sangat tinggi. Dengan demikian, instrumen CAAS-PC dapat dinyatakan valid dan reliabel sebagai alat ukur yang efektif dalam mendukung proses perencanaan karir siswa di lingkungan sekolah.
Perbedaan Disiplin Belajar antara Siswa Laki-laki dan Perempuan: Analisis Berdasarkan Faktor Psikososial dan Kognitif Komang Murdani; Kadek Suranata; I Ketut Dharsana
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v11i1.14963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan disiplin belajar antara siswa laki-laki dan perempuan dengan fokus pada faktor psikososial dan kognitif. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemeriksaan pengaruh jenis kelamin terhadap disiplin belajar melalui motivasi internal, peran sosial, dan strategi belajar yang lebih terstruktur. Menggunakan desain kuantitatif komparatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan memiliki disiplin belajar lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki. Rata-rata skor disiplin belajar siswa perempuan adalah 75,4 (M) dengan standar deviasi 5,6, sedangkan siswa laki-laki memperoleh rata-rata skor 69,2 (M) dengan standar deviasi 6,1. Perbedaan ini disebabkan oleh motivasi internal yang lebih kuat, strategi belajar yang lebih terorganisir, dan ekspektasi sosial yang lebih tinggi terhadap siswa perempuan. Hasil uji t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara disiplin belajar siswa laki-laki dan perempuan (p<0.05). Temuan ini penting untuk pengembangan strategi pengajaran dan bimbingan yang lebih efektif.
“Cowok Kok Nangis?”: Tantangan Maskulinitas Beracun (Toxic Masculinity) di Sekolah Nanda Putriana
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v11i1.14998

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena maskulinitas toksik di kalangan remaja laki-laki di sekolah serta menelaah peran strategis konselor sekolah dalam mengatasinya. Kebaruan dari studi ini terletak pada pendekatan integratif yang menggabungkan perspektif teoretis dengan model-model praktis seperti WiseGuyzdan Breaking the Man Code, serta penerapan media digital. Artikel ini menekankan pentingnya pergeseran dari maskulinitas toksik menuju maskulinitas positif, yang mendorong empati, ekspresi emosional, penghargaan terhadap diri sendiri, dan martabat sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa konselor sekolah, dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan sekolah—guru, kepala sekolah, staf, dan orang tua—dapat secara kolektif menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan aman secara emosional. Kolaborasi semacam ini mendorong maskulinitas positif dan membantu remaja laki-laki dalam mengembangkan identitas serta hubungan yang lebih sehat, sehingga meningkatkan kesejahteraan mental dan sosial mereka.
Konseling Kedukaan: Dampak Stres terhadap Kesehatan Emosional dan Fisik dalam Proses Kedukaan Aura Nilam Amalia; Muhammad Miftah; Alvina Rahma; Muhammad Ilham Aliyuddin Nur Ilmi
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v11i1.15170

Abstract

This study investigates the effectiveness of Cognitive Behavioral Therapy (CBT) in reducing emotional and physical symptoms associated with the grieving process. Grieving can cause complex emotions, depression, and physical issues like sleep disorders and social disengagement. This review emphasizes the significance of cognitive behavioral therapy (CBT) in assisting individuals in changing negative thought patterns, regulating emotions, and adopting healthy habits when mourning. CBT approaches including reframing and relaxation have been demonstrated to lessen melancholy, anger, and stress while also improving emotional regulation. The findings indicated that structured CBT therapies can help with bereavement management, enhance emotional and physical health, and provide direction to counselors. This study concludes that cognitive behavioral therapy (CBT) is an effective strategy for assisting those experiencing sorrow, facilitating a healthier adjustment to loss, and improving overall well-being.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2025 Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2024 Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2024 Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2023 Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2023 Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2022 Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2022 Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2021 Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2021 Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2020 Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2020 Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2019 Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2018 Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2018 Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2018 Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2017 Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2017 Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016 Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2016 Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2015 More Issue