cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 417 Documents
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA SMA BERBASIS SCIENCE TECHNOLOGY SOCIETY PADA MATERI ELASTISITAS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA Yulia Dwisetyaningrum; Sarwanto Sarwanto; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31806

Abstract

Keberadaan modul fisika SMA yang mengaitkan konsep sains dan teknologi serta dampaknya ke masyarakat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, mengukur kelayakan, dan mengukur peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa pada penggunaan modul Fisika berbasis science technology society (STS) pada materi elastisitas. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengacu pada model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi lima langkah. Modul yang sudah melalui tahap validasi ahli, guru, dan teman sejawat kemudian diujicobakan secara luas kepada 29 siswa. Hasil analisis data penelitian menunjukkan: 1) karakteristik modul adalah modul dikemas dalam tampilan yang menarik dan mudah digunakan, modul dikemas dengan menyajikan materi secara utuh, kegiatan belajar dalam modul bersifat saintifik yang mendukung Kurikulum 2013, dan modul menyajikan materi yang adaptif dan visioner; 2) kelayakan modul dilihat dari penilaian ahli, guru, teman sejawat yang memiliki nilai rata-rata di atas nilai cut off score (89% > 88%) dan penilaian produk oleh siswa (84% > 83%) 3) Penggunaan modul Fisika SMA berbasis STS pada materi elastisitas dapat meningkatkan hasil belajar (n-gain kategori sedang) dan motivasi belajar siswa (n-gain kategori rendah) dan 79% siswa mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
EFEKTIVITAS MODUL BERBASIS PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS SISWA Try Nesia Nurhemy; Sutarno Sutarno; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37751

Abstract

Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah mengetahui keefektivan modul berbasis Problem solving untuk meningkatkan kekampuan analisis siswa. Metode yang digunakan untuk penelitian dan pengembangan sesuai dengan prosedur Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi sembilan tahapan dengan menerapkan sintaks model pembelajaran Problem solving. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan rancangan eksperimen one group pretest posttest design. Hasil penelitian dan pengembangan ini menyatakan bahwa modul berbasis Problem solving pada materi pencemaran lingkungan efektif meningkatkan kemampuan analisis siswa. Hasil uji Wilcoxon terdapat perbedaan antara nilai sebelum diberikan modul berbasis Problem solving dan sesudah diberikan modul dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Menurut hasil uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa modul berbasis Problem solving efektif meningkatkan kemampuan analisis pada materi pencemaran lingkungan
EFEK KOMBINASI YAKULT DAN TAPIOKA PADA PROSES PEMBUATAN TEMPE TERHADAP KETAHANAN TEMPE DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS SETS DI KELAS X SMA TUNAS PATRIA UNGARAN KABUPATEN SEMARANG Sarini Rahayu
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang 1) Bagaimana daya simpan tempe dengan pemberian yakult dan tapioka .2) Bagaimana jamur kapang terdapat dalam tempe. 3) Untuk mengetahui kualitas hasil belajar siswa tentang materi fungi dengan menggunakan E LKS berbasis SETS pada materi fungi di kelas X SMA TUNAS PATRIA UNGARAN. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan Berdasarkan hasil penelitian diperoleh lama simpan tempe yang paling bagus pada penemabahan yakult 20 % dan tapioka 0,8 % P2 B2 dengan lama simpan umur tempe pada hari ke enam. Kesukaan masyrakat terhadap rasa atau aroma khas  tempe dapat diuji dengan organoleptik selain aroma dapat diketahui kekompakan dan warna. Aroma khas tempe dapat diketahui dengan nilai tertinggi pada penambahan yakult dan tapioka P1 B2 dan P2 B2 sebanyak 90 dan 91 total keseluruhan dengan rata rata sangat suka. kesukaan masyarakat pada aroma tempe kedelai pada K1B1, K1B2, kedelai dan ragi, P1 B1, P1B2 kedelai ragi, dan yakul ,P2 B1, P2B2 Kedelai ,ragi dan tapioka P3 B1, P3B2 kedelai, ragi yakul dan tapioka dari hari perta sampai hari ke 4 dan hari kelima dan selanjutnya sudah tercium aroma amoniak. Kekompakkan pada tempe dapat dilihat K1B1, K1B2, kedelai dan ragi, P1 B1, P1B2 kedelai ragi, dan yakul ,P2 B1, P2B2 Kedelai ,ragi dan tapioka P3 B1, P3B2 kedelai, ragi yakul dan tapioka dari hari pertama sampai hari ke 7 dan hari ketujuh dan selanjutnya sudah tidak terlihat kompak meselium tidak menyebar dipermukaan tempe warna pada tempe dapat dilihat K1B1, K1B2, kedelai dan ragi, P1 B1, P1B2 kedelai ragi, dan yakul ,P2 B1, P2B2 Kedelai ,ragi dan tapioka P3 B1, P3B2 kedelai, ragi yakul dan tapioka berwarna putih pada hari 2 sampai hari ke 5 dan hari ke 6 selanjutnya berwarna coklat pada Implikasi pembelajaran dengan penerapan pendekatan Sains Teknologi Lingkungan dan Masyarakat (Salingtemas) pada pokok bahasan fungi di kelas X IPA SMA TUNAS PATRIA UNGARAN Kabupaten Semarang pada pertemuan II aspek afektif adalah 82,35% , dengan ketuntasan klasikal adalah 88%, psikomotorik adalah 80,17% dengan ketuntasan klasikal 94%,aspek kognitif adalah 78,72%, dengan ketuntasan klasikal 88%.This study aims to examine 1) How is the shelf life of tempeh by giving yakult and tapioca. 2) How is mold fungus found in tempeh. 3) To find out the quality of student learning outcomes about fungi by using SETS-based E LKS on fungi in class X SMA TUNAS PATRIA UNGARAN. This type of research is a quasi-experimental. Based on the results of the study, the best tempeh shelf life was at the addition of 20% yakult and 0.8% tapioca P2 B2 with the shelf life of tempeh on the sixth day. The public's preference for the distinctive taste or aroma of tempeh can be tested by organoleptic, in addition to the aroma, compactness and color can be known. The distinctive aroma of tempeh can be seen with the highest value in the addition of yakult and tapioca P1 B2 and P2 B2 as much as 90 and 91 in total, with an average of very like. people's preferences for the aroma of soybean tempeh in K1B1, K1B2, soybean and yeast, P1 B1, P1B2 soybean yeast, and yakul, P2 B1, P2B2 Soybean, yeast and tapioca P3 B1, P3B2 soybeans, yakul yeast and tapioca from day one to day 4 and the fifth day onwards already smelled the smell of ammonia. The compactness of tempeh can be seen in K1B1, K1B2, soybean and yeast, P1 B1, P1B2 soybean yeast, and yakul, P2 B1, P2B2 Soybean, yeast and tapioca P3 B1, P3B2 soybean, yakul yeast and tapioca from day 1 to day 7 and on the seventh day and onwards, the mecelium did not appear to be compact, the color of the tempeh could be seen K1B1, K1B2, soybean and yeast, P1 B1, P1B2 soybean yeast, and yam, P2 B1, P2B2 Soybean, yeast and tapioca P3 B1, P3B2 soybean , Yakul yeast and tapioca are white on day 2 to day 5 and the next day 6 is brown on the implication of learning with the application of the Environmental and Community Science Technology approach (Salingtemas) on the subject of fungi in class X IPA SMA TUNAS PATRIA UNGARAN Semarang Regency on second meeting affective aspect is 82.35%, with classical completeness is 88%, psychomotor is 80.17% with classical completeness 94%, cognitive aspect is 78.72%, with classical completeness 88%.
DEVELOPMENT OF PUZZEL LEARNING MEDIA BY CROSSWORD PUZZEL Prima Wahyu Titisari; Febi Acitika Pratiwi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 1 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v10i1.30024

Abstract

Media pembelajaran adalah proses belajar mengajar yang cenderung diartikan sebagai alat grafis, fotografi, atau elektronik untuk menangkap, memproses, dan merekonstruksi informasi visual atau verbal. Teka-teki silang adalah sejenis permainan kata. Media pembelajaran dikembangkan untuk memudahkan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di SMP kelas VIII. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran teka-teki silang dengan teka-teki silang dan layak untuk dikembangkan sebagai media pembelajaran pada materi sistem peredaran darah manusia. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, guru hanya menggunakan descourse dan pembelajaran yang kurang variatif sehingga membuat siswa bosan dalam belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D), dengan metode ADDIE peneliti menghasilkan teka-teki silang dan akan diuji kelayakannya. Hasil penelitian setelah dilakukan uji media pada validator ahli media dan ahli materi mendapatkan kategori sangat layak. Hasil penelitian dari guru IPA, mendapatkan penilaian yang sangat layak untuk dikembangkan. Hasil penelitian peer review mendapatkan kategori sangat layak untuk diuji. Dan hasil yang diperoleh selama uji coba siswa dengan uji coba kelompok kecil, kelompok menengah dan kelompok besar mengarah pada kategori sangat layak. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran teka-teki silang dengan teka-teki silang sangat layak untuk dikembangkanLearning media is a teaching and learning process that tends to be interpreted as graphical, photographic, or electronic tools to capture, process, and reconstruct visual or verbal information. Crosswords are a kind of word play. The learning media developed to facilitate teachers and students in the process of learning and teaching at Junior High School grade VIII. The purpose of this study was to prodice puzzle learning media by crossword puzzle and feasible to be developed as rearning media on human eireulatory system material. Based on the results of the observations that have been carried out, the teacher only uses descourse and less varied learning  which makes students bored in learning. The method used in this study is the research and development (R & D), by ADDIE method, the researcher produced a crossword puzzle and its feasibility will be tested. The results of the study after the media were tested on the validator of media experts and material experts got a very decent category. The results of the research from the science teacher, get a very feasible assessment to be developed. The results of research on peer review get a very feasible category to be tested. And the results obtained during the trial of students with trials of small groups, middle groups and large groups led to a very decent category. To we it can be concluded that, puzzle learning media by crossword puzzles is very feasible to develop.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP IPA PADA SISWA SMP DENGAN KEGIATAN PRAKTIKUM Nidya’ Ul Afifah; Tarisa Putri Octaviani; Umi Sholikhah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 2 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v10i2.57258

Abstract

Tujuan penlitian ini ialah untuk memahami bagimanakah pemahaman pada konsep materi khusunya pada siswa jenjang SMP dengan kegiatan praktikum dalam pembelajaran IPA. Penelitan ini menggunakan metode pengumpulan data kuesioner angket dengan menggunakn teknik Self- Administered Questionnaires. Pengambilan data pada kuesioner dengan  jumlah responden sebanyak 30 siswa jenjang SMP di wilayah Kabupaten Magelang. Hasil dari penelitian  diperoleh dari 100% siswa menyatakan bahwa kegiatan praktikum pada pembelajaran IPA membantu dalam pemahaman konsep pada materi pembelajaran. Dari hasil kuesioner juga menunjukan bahwa sebagian besar siswa dapat tuntas  dalam menjawab kuesioner. Dari hasil penelitian juga diperoleh bahwa melalui kegiatan praktikum juga dapat membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan membantu persamaan persepsi antara siswa dan guru. Diperoleh berbagai hal dari kegiatan praktikum pada pembelajaran IPA. Hal itu dikarenakan pada kegiatan praktikum, siswa memperoleh gambaran secara konkret keadaan atau proses yang terjadi.The purpose of this study is to understand how to understand the concept of material, especially for junior high school students with practical activities in science learning. This research uses a questionnaire questionnaire data collection method using the Self-Administered Questionnaire technique. Collecting data on the questionnaire with the number of respondents as many as 30 junior high school students in the Magelang Regency area. The results of the study were obtained from 100% of students stating that practical activities in science learning helped in understanding concepts in learning materials. The results of the questionnaire also showed that most of the students were able to complete answering the questionnaire. From the results of the study, it was also found that through practicum activities can also form a responsible person and help share perceptions between students and teachers. Various things were obtained from practical activities in science learning. This is because in practical activities, students get a concrete picture of the situation or process that occurs.
PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCIENCE, ENVIRONMENT,TECHNOLOGY, AND SOCIETY (SETS) DENGAN METODE PROYEK DAN EKSPERIMEN DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIVITAS SISWA Zunicha Lany; Widha Sunarno; Suparmi Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i3.17854

Abstract

Terdapat permasalahan dalam pembelajaran fisika disebabkan pendekatan dan metode yang digunakan untuk mengajarkan materi listrik arus searah belum sesuai dengan karakteristik materi, serta faktor internal siswa seperti kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa belum diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dan interaksi penggunaan pendekatan SETS dengan metode proyek dan eksperimen ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMK Muhammadiyah Kudus Tahun 2015/2016. Sampel diperoleh dengan teknik Cluster Random Sampling yang terdiri dari dua kelas XI TKJ 1 dan XI TKJ 2. Kelas XI TKJ1 menggunakan pembelajaran metode proyek dan kelas XI TKJ 2 menggunakan pembelajaran dengan metode eksperimen. Pengumpulan data untuk prestasi kognitif dan berpikir kritis dengan metode tes,  Penggunaan angket untuk kreativitas dan prestasi afektif serta lembar observasi untuk psikomotorik siswa Data dianalisis menggunakan analisis variansi anava tiga jalan. Dari analisis data disimpulkan: 1) terdapat perbedaan prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik pada siswa dengan pembelajaran menggunakan pendekatan SETS dengan metode proyek dan eksperimen; 2) Terdapat perbedaan prestasi belajar afektif dan psikomotorik siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah, namun tidak terdapat perbedaan pada prestasi belajar kognitif;  3) terdapat perbedaan prestasi belajar kognitif dan psikomotorik yang memiliki kreativitas tinggi dan rendah, tidak terdapat perbedaan pada prestasi belajar afektif; 4) tidak terdapat interaksi antara pembelajaran menggunakan pendekatan SETS melalui metode proyek dan eksperimen dengan kemampuan berfikir kritis tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotorik siswa, namun terdapat perbedaan pada prestasi afektif siswa; 5) tidak terdapat interaksi antara kreativitas dengan metode belajar berpendekatan SETS metode proyek dan eksperimen terhadap prestasi afektif dan psikomotorik namun terdapat interaksi pada aspek kognitif;  6) tidak terdapat interaksi antara kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan pskomotorik; 7) tidak terdapat interaksi antara pembelajaran menggunakan pendekatan SETS melalui metode proyek dan eksperimen, berpikir kritis dan kreativitas terhadap prestasi belajar kognitif, afektif dan psikomotorik.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UMS PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA Fatma Yuny Isnaneny; Sajidan Sajidan; Mohammad Masykuri
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i1.19798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menyusun multimedia interaktif dengan karakteristik model PBL, 2) menguji kelayakan multimedia interaktif berbasis PBL, 3) menguji keefektifan multimedia interaktif berbasis PBL. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Borg & Gall dengan 8 tahapan. Pengumpulan data menggunakan angket, lembar observasi, lembar wawancara dan tes kemampuan berpikir kritis. Data hasil kemampuan berpikir kritis dianalisis dengan uji t dan deskriptif kuantitatif, data kualitatif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data triangulasi, yaitu memadukan dan menggeneralisasikan hasil data dalam bentuk kalimat deskriptif secara terperinci dan apa adanya.  Hasil validasi ahli dan praktisi memperoleh rataan 3,70 dengan kategori sangat baik. Hasil uji coba kelompok kecil  memperoleh rataan nilai 3,22 dengan kategori baik. Uji coba operasional dengan quasi eksperimen menunjukkan hasil kemampuan berpikir kritis memberikan perbedaan signifikan yaitu nilai kelas uji coba lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Persentase kemampuan berpikir kritis kelas uji coba 86,1% dengan kriteria kritis sekali dan kelas kontrol 57,7% kriteria cukup kritis, jadi ada peningkatan kemampuan berpikir kritis sebesar 28,4%. Uji korelasi menunjukkan koefisien korelasi +0,118,  apabila kemampuan berpikir kritis tinggi maka hasil belajar pun tinggi. Keterlaksanaan sintaks PBL dalam media sebesar 32,2 dan 82,97%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Pengembangan multimedia interaktif berbasis PBL mempunyai karakteristik yaitu terdapat forum sajian masalah, terdapat penyelidikan autentik, melibatkan disiplin ilmu lain, terdapat fitur membuat hasil karya, terdapat review ahli, terdapat eksperimen baru, game edukasi PBL, 2) multimedia interaktif berbasis PBL layak digunakan pada proses pembelajaran. 3) multimedia interaktif  berbasis PBL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
PENGEMBANGAN MODUL ELASTISITAS BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENGEMBANGKAN DISIPLIN BELAJAR DAN KREATIVITAS SISWA SMK Udi Nugroho; Suparmi Suparmi; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i2.22990

Abstract

Pembelajaran Fisika yang diterapkan di SMK Negeri 1 Mondokan belum mengarahkan siswa pada pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing dan pembelajaran masih cenderung terpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul elastisitas berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan disiplin belajar dan kreativitas siswa SMK, (2) mengetahui kelayakan modul elastisitas berbasis inkuiri terbimbing, (3) meningkatkan disiplin belajar dan kreativitas siswa setelah menggunakan modul elastisitas berbasis inkuiri terbimbing. Metode Penelitian ini adalah Reseach and Development. Model pengembangan modul yang digunakan adalah model 4D (four D model) terdiri dari Define, Design, Develop dan Disseminate yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi, media, dan bahasa, serta uji coba (terbatas dan luas) kepada siswa, dan tahap penyebaran pada guru SMK negeri dan swasta. Pengumpulan data menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi modul, angket respon uji coba terbatas dan uji coba luas, angket respon disseminate dan lembar observasi disiplin belajar dan kreativitas siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif, untuk mengetahui kelayakan modul diketahui dari nilai Cut Off, dan untuk mengetahui efektifitas modul untuk meningkatkan sikap disiplin belajar dan kreativitas siswa diketahui dari hasil N-Gain score. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul elastisitas berbasis inkuiri terbimbing memiliki langkah pembelajaran yang disesuaikan dengan tahapan inkuiri yaitu tahap orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan eksperimen, dan menyimpulkan, (2) modul dikategorikan layak ditinjau dari kelayakan media, materi, dan bahasa, (3) modul elastisitas berbasis inkuiri terbimbing efektif untuk meningkatkan sikap disiplin belajar siswa dengan kategori tinggi berdasarkan hasil N-Gain score 0,61. Modul elastisitas berbasis inkuiri terbimbing juga efektif untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan kategori sedang berdasarkan hasil N-gain score 0,51. Hasil belajar siswa juga meningkat berdasarkan hasil N-gain score yaitu 0,59 dengan kategori sedang.
PENGEMBANGAN MODUL KIMIA BERBASIS SAINTIFIK 5M YANG DILENGKAPI MIND MAP PADA MATERI KOLOID UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA KELAS XI Rina Setyawati; Sri Mulyani; Ashadi Ashadi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i3.31730

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hasil tahap pengembangan modul kimia berbasis saintifik 5M yang dilengkapi mind map pada materi koloid; (2) kelayakan modul kimia berbasis saintifik 5M yang dilengkapi mind map pada materi koloid untuk meningkatkan hasil belajar; (3) keefektifan modul kimia berbasis saintifik 5M yang dilengkapi mind map pada materi koloid untuk meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang mengacu pada prosedur penelitian pengenbangan Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi 9 tahap. Modul divalidasi oleh para validator dan kemudian dinilai oleh responden berdasarkan isi, penyajian, kegrafikan dan bahasa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode angket, observasi dan tes. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara pada analisis kebutuhan awal; saran para validator pada tahap validasi; dan saran dari para responden pada tahap uji coba skala kecil, menengah dan lapangan. Data kuantitatif diperoleh dari hasil validasi modul; angket respon pada tahap uji coba skala kecil, menengah dan lapangan; serta hasil belajar siswa yang meliputi aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil pengembangan modul kimia berbasis saintifik 5M yang dilengkapi mind map pada materi koloid telah divalidasi dan direvisi sesuai dengan saran para konsultan ahli dan validator serta telah diujicobakan kepada pengguna pada uji coba skala kecil, menengah dan lapangan; (2) modul kimia berbasis saintifik 5M yang dilengkapi mind map pada materi koloid yang dikembangkan mendapat penilaian dengan kategori sangat baik sehingga layak digunakan; (3) modul kimia berbasis saintifik 5M yang dilengkapi mind map pada materi koloid efektif untuk meningkatkan hasil belajar yang ditunjukkan dengan perbedaan hasil belajar siswa di kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA Farida Hannum; Sukarmin Sukarmin; Cari Cari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31824

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah karena keterbatasan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran bagi siswa dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik modul pembelajaran fisika berbasis Learning Cycle 5E, (2) mengetahui kelayakan modul, (3) mengetahui efektivitas penggunaan modul terhadap kemampuan berpikir analitis dan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan Research and Development (R&D) dengan model 4-D yang terdiri dari: (1) define, (2) design, (3) develop, dan (4) disseminate. Materi yang dikembangkan dalam modul adalah Fluida Statis yang diperuntukkan siswa SMA kelas XI IPA. Modul  yang dikembangkan divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa, ahli media, reviewer, dan peer review. Modul dikategorikan layak untuk implementasikan. Modul diujicobakan secara terbatas pada 12 siswa di SMA Negeri 2 Ngawi dan diperoleh hasil bahwa modul termasuk dalam kategori “Sangat Baik” menurut siswa. Modul diujicoba dalam skala besar pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Ngawi. Data yang diperoleh yaitu data kemampuan berpikir analitis dan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan disimpulkan bahwa: (1) karakteristik modul fisika yang dikembangkan berupa modul cetak materi fluida statis yang berbasis Learning Cycle 5E dengan tahapan engage, explore, explain, elaborate, dan evaluate dengan memunculkan indikator kemampuan berpikir analitis dalam setiap tahapannya yaitu menginterpretasi informasi, menggunakan konsep dalam pemecahan masalah, membuat dan mengevaluasi kesimpulan, serta memberikan alasan setiap jawaban, (2) modul pembelajaran fisika berbasis Learning Cycle 5E yang dikembangkan layak karena memenuhi kriteria nilai kelayakan berdasarkan Cut Off Score yaitu sebesar 87,32%, respon guru dalam tahap penyebaran sebesar 84,00% dalam kategori sangat baik, dan hasil angket respon modul oleh siswa sebesar 80,62% dalam kategori sangat baik, (3)  modul pembelajaran fisika berbasis Learning Cycle 5E efektif dalam meningkatkan  kemampuan berpikir analitis serta ketercapaian ketuntasan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa sebesar 0,41 yang termasuk kategori “Sedang”. Sedangkan rata-rata ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 87,50% meningkat melampaui KKM.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 3 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 2 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 2 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 1 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): April 2019 Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 02 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 01 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA More Issue