cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 144 Documents
PEMBUATAN SEL BATERAI BERBASIS BAHAN ALAM MELALUI PEMBELAJARAN STEM Setiawan, A. M.; Nugraheni, Dian; Munzil, Munzil; Marsuki, Muhammad Fajar; Husnayaini, Nida; Hanifiyah, Fitroh
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelajaran STEM dilaksanakan di dalam kelas dengan topik sel baterai berbasis bahan alam. Empat bidang keilmuan yang menjadi dasar dalam pembelajaran STEM seperti Science, Technology, Engineering, dan Mathematics, sangat cocok diterapkan pada topik ini. Bahan alam yang digunakan sebagai sumber energi listrik pengganti baterai yaitu lemon, apel, jeruk nipis, kentang, timun, dan tomat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pengembangan pengajaran Sains melalui pembelajaran STEM.This study aims to analyze how STEM learning is carried out in the classroom with the topic of battery cells based on natural materials. The four scientific fields that form the basis of STEM learning, such as Science, Technology, Engineering, and Mathematics, are very suitable to be applied to this topic. Natural materials used as a source of electrical energy to replace batteries are lemons, apples, limes, potatoes, cucumbers, and tomatoes. The method used in this research is the descriptive qualitative method. The implications of the results of this study can contribute to the development of science teaching through STEM learning.
BATERAI LITHIUM Perdana, Fengky Adie
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.50082

Abstract

Di era yang semakin canggih ini terdapat beberapa alat-alat elektronik baru yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan sehari-hari. Beberapa alat elektronik tersebut memerlukan sumber energy yang tersimpan dalam baterai, salah satunya contohnya yaitu baterai lithium-ion. Sebagai salah satu komponen untuk penyimpan sumber energy, belum banyak orang yang tau dan memahami bagaimana konsep tentang baterai lithium-ion. Oleh karena itu, pada tulisan ini akan dibahas hal-hal terkait apa itu baterai lithium-ion, mengapa harus baterai lithium-ion dan bagaimana prinsip kerjanya.In this increasingly sophisticated era, there are several new electronic devices that cannot be separated in daily activities. Some of these electronic devices require a source of energy stored in batteries, one of which is a lithium-ion battery. As a component for storing energy sources, not many people know and understand the concept of lithium-ion batteries. Therefore, in this paper, we will discuss matters related to what a lithium-ion battery is, why a lithium-ion battery is needed and how it works on the principle
PENGARUH MODUL FISIKA BERBASIS SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Firmanto, Tofan P.; Sarwanto, Sarwanto; Sukarmin, Sukarmin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37754

Abstract

Penggunaan modul pembelajaran pada tahap proses pembelajaran akan sangat membantu keefektivan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan materi fisika yang akan disampaiakan.  modul juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan yang menarik, memudahkan penafsiran, dan menambah informasi baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modul fisika berbasis sains teknologi masyarakat terhadap prestasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen dengan pretest-posttest control  (rancangan tes awal-tes akhir kelompok kontrol). Jenis data yang diperoleh merupakan data kuantitatif dalam bentuk skala interval didasarkan pada hasil eksperimen di dalam kelas, hasil eksperimen tersebut berupa hasil belajar mahasiswa dan merupakan hasil dari perhitungan nilai pre-test dan post-test yang dinyatakan dalam Ngain skor.  Ngain untuk penilaian kognitif siswa didapat Ngain 0,7, sdangkan untuk penilaian ketrampilan siswa di dapat rata-rata Ngain sebesar 0,35 dan penilaian sikap siswa sebesar 0,38. Dapat disimpulkan bahwa modul fisika berbasis sains teknologi masyarakat dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Adanya peningkatan hasil belajar tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang menggunakan modul pembelajaran fisika berbasis sains teknologi masyarakat, langkah langkah atau tahapan-tahapan dalam pelaksanaan pembelajarannya telah tersusun dan terlaksana dengan baik.
KAJIAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN SMA BATIK 1 SURAKARTA Wulandari, Dynna Sri; Priyatno, Baskoro Adi; Maridi, Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41559

Abstract

Setiap warga Negara Republik Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Untuk mencapai pendidikan yang bermutu, maka ditetapkan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Tujuan penelitian ini untuk mengkaji Standar Nasional Pendidikan di SMA Batik 1 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh dengan wawancara. Hasil penelitian terdapat temuan gap pada standar isi sebesar 1,42%, standar proses sebesar 2,36%, standar kelulusan sebesar 1,42%, standar pendidik dan tenaga kependidikan sebesar 0,94%, standar sarana dan prasarana sebesar 4,72%, standar pengelolaan sebesar 0%, standar pembiyaan sebesar 0,94%, dan standar penilaian sebesar 3,77%.Every citizen of the Republic of Indonesia has the right to obtain quality education to achieve national education goals. To achieve quality education, the National Education Standards (SNP) are set. The purpose of this study was to examine the National Education Standards at SMA Batik 1 Surakarta. This research is a qualitative and quantitative research. Data obtained by interview. The results of the study found a gap in content standards of 1.42%, process standards of 2.36%, graduation standards of 1.42%, standards of educators and education personnel at 0.94%, facilities and infrastructure standards of 4.72% , the management standard is 0%, the financing standard is 0.94%, and the valuation standard is 3.77%.
PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN METODE RECIPROCAL TEACHING (RT) DAN PROBLEM POSING (PP) DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN VERBAL Dewi, Arista Novia; Ashadi, Ashadi; Mulyani, Sri
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31768

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui pengaruh pembelajaran kimia menggunakan metode PP dan RT, kemampuan berpikir kritis, kemampuan verbal dan interaksinya terhadap prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, populasinya terdiri dari semua siswa kelas XI IPA SMA N 1 Nguter. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Kelas XI IPA 1 diberikan pembelajaran dengan metode RT, sedangkan XI IPA 2 diberikan pembelajaran dengan metode PP. Data dikumpulkan dengan tes untuk prestasi kognitif, kemampuan verbal dan kemampuan berpikir kritis, bservasi untuk prestasi belajar psikomotor serta angket untuk prestasi belajar afektif. Teknik analisis data menggunakan analisis non parametrik Kruskal Wallis. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Ada pengaruh pembelajaran kimia menggunakan metode Probem Posing dan RT baik  prestasi ranah kognitif, afektif dan psikomotor. (2) Ada pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi afektif, tetapi tidak ada pengaruh terhadap prestasi kognitif dan psikomotor. (3) Ada pengaruh kemampuan verbal terhadap prestasi kognitif dan psikomotor, tetapi tidak ada pengaruh terhadap prestasi afektif. (4) Ada interaksi antara metode pembelajaran PP dan RT dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah terhadap prestasi kognitif, afektif, dan pikomotor. (5) Ada interaksi antara metode pembelajaran PP dan RT dengan kemampuan verbal tinggi, rendah terhadap prestasi kognitif, afektif maupun psikomotor. (6) Ada interaksi antara kemampuan verbal  dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi kognitif dan afektif. Tetapi, tidak ada interksi pada prestasi psikomotor. (7) Ada interaksi antara metode PP dan RT dengan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan verbal terhadap prestasi kognitif, afektif dan psikomotor.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN TESTLET UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA MATERI ELEKTROKIMIA Damayanti, Indah; Masykuri, Mohammad; Yamtinah, Sri
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian testlet yang memiliki validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan indeks pengecoh yang memenuhi kriteria sebagai suatu soal yang baik juga untuk mengembangkan instrumen testlet pada materi elektrokimia, menjadi instrumen penilaian yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pengembangan instrumen penilaian dalam bentuk testlet ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang terdiri dari 10 tahap. Penelitian ini dilakukan di SMK SMTI Yogyakarta, SMK SMAK Bogor, SMK SMAK Padang, dan SMK SMAK Makassar dengan jumlah responden siswa sebanyak 96 orang. Validasi instrumen penilaian testlet ini menggunakan metode Aiken dengan 7 orang validator ahli. Metode penilaian pada instrumen testlet ini menggunakan metode Graded Response Model (GRM). Hasil penelitian ini adalah instrumen penilaian testlet yang dikembangkan dinyatakan layak dan memenuhi kriteria sebagai suatu soal yang baik dengan validitas soal lebih dari 0,76 (valid) dan memiliki reliabilitas tes pada uji coba lapangan utama 0,889 yang tergolong tinggi, memiliki daya pembeda dengan presentase 30,56% cukup dan 38,88% baik dan 30,56 baik sekali . Instrumen penilaian testlet ini memiliki tingkat kesukaran dengan presentase 133,88% sukar; 63,89% sedang; 16,67% mudah; dan 5,56% sangat mudah. Instrumen penilaian testlet yang dikembangkan mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan persentase kemampuan siswa dalam menganalisis sebesar 61,15%; mengevaluasi 52,50%; mengkreasi 34,25%; berpikir kritis 42,50%; dan bernalar logis 37,25%.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL GI DAN STAD DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR DEDUKTIF DAN MOTIVASI BERPRESTASI Karjo, Karjo; Ashadi, Ashadi; Sugiyarto, Sugiyarto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan Saintifik dengan model GI dan STAD ditinjau dari kemampuan berpikir deduktif dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar. Penelitian ini disusun dalam rancangan faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 8 Surakarta. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan pendekatan saintifik dengan model STAD terdiri dari 25 peserta didik dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan pendekatan saintifik dengan model GI terdiri dari 25 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk data hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir deduktif, sedangkan angket untuk data motivasi berprestasi. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuan software SPSS 18. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian adalah: (1) ada pengaruh pembelajaran saintifik dengan model GI dan model STAD terhadap hasil belajar; (2) ada pengaruh kemampuan berpikir deduktif terhadap hasil belajar; (3) ada pengaruh motivasi berprestasi terhadap hasil belajar; (4) ada interaksi antara pembelajaran Saintifik dengan GI dan STAD dengan kemampuan berpikir deduktif terhadap hasil belajar ; (5) ada interaksi antara pembelajaran saintifik dengan GI dan STAD dengan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar ; (6) tidak ada interaksi antara kemampuan berpikir deduktif dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar; (7) t i d a k ada interaksi antara pembelajaran saintifik dengan GI dan STAD dengan kemampuan berpikir deduktif dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar.
HASIL BELAJAR KOGNITIF DALAM CONTROL VARIABLE STRATEGY (CVS) BERBANTUAN BAHAN AJAR SAINTIFIK Azizah, Mutiara Nurul Lita; Isnaeni, Wiwi; Supardi, Kasmadi Imam
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41560

Abstract

Control Variable Strategy (CVS) merupakan metode yang digunakan untuk mengerjakan, mendesain kegiatan eksperimen sehingga diperoleh hasil yang valid dan interpretasi yang mudah dipahami. CVS digunakan dalam kegiatan eksperimen di pembelajaran IPA untuk mempermudah peserta didik melakukan investigasi. Bahan ajar saintifik merupakan perpaduan antara bahan ajar dan LKPD sebagai satu sumber belajar yang digunakan untuk mempermudah penerapan CVS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh CVS berbahan ajar saintifik terhadap hasil belajar kognitif. Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di kelas VII SMP PGRI 1 Ajibarang. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experimental study with kontrol group design. Data hasil belajar kognitif dianalisis dengan uji regresi, koefisien determinasi, N-Gain Test, dan T-Test. Hasil penelitian dengan uji regresi dan koefisien determinasi menunjukkan nilai signifikansi 0.000 < 0.05 sehingga CVS berbahan ajar saintifik berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif sebesar 41,7%. Hasil N-Gain Test menunjukan besarnya peningkatan hasil belajar kognitif kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan kelompok control. Hasil T-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar  diperoleh nilai signifikansi 0.000 < 0.05, berarti ada perbedaan antara rata-rata hasil belajar kognitif pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Simpulan pada penelitian ini yaitu CVS berbahan ajar saintifik berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif. Implikasi penelitian ini yaitu CVS berbahan ajar saintifik dapat diterapkan oleh guru dalam membimbing peserta didik mendesain dan mengerjakan eksperimen yang dikontrol sehingga hasil belajar kognitif peserta didik mengalami peningkatan.Control Variable Strategy (CVS) is a method used to work on, design experimental activities so that valid results and interpretations are easy to understand. CVS is used in experimental activities in science learning to make it easier for students to investigate. Scientific teaching materials are a combination of teaching materials and LKPD as a learning resource that is used to facilitate the implementation of CVS. The purpose of this study was to determine the effect of CVS based on scientific teaching on cognitive learning outcomes. The research method in this research is quantitative method. This research was conducted in class VII SMP PGRI 1 Ajibarang. The research design used was a quasi experimental study with a control group design. Cognitive learning outcomes data were analyzed by regression test, coefficient of determination, N-Gain Test, and T-Test. The results of the study using regression tests and the coefficient of determination showed a significance value of 0.000 <0.05 so that CVS with scientific teaching materials had an effect on cognitive learning outcomes of 41.7%. The results of the N-Gain Test showed the magnitude of the increase in cognitive learning outcomes in the experimental group was greater than the control group. The results of the T-Test showed a significance value of 0.000 <0.05, meaning that there was a difference between the average cognitive learning outcomes in the experimental group and the control group. The conclusion in this study is that CVS with scientific teaching materials has an effect on cognitive learning outcomes. The implication of this research is that scientific teaching materials CVS can be applied by teachers in guiding students to design and work on controlled experiments so that students' cognitive learning outcomes increase.
PENGARUH PEMBELAJARAN POE (PREDICT OBSERVE EXPLAIN) MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA Muthmainah, Siti; Masykuri, Mohammad; Prayitno, Baskoro Adi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31782

Abstract

The aims of this reasearch are to find out the influence of POE model through experiment and demonstration methods viewed by prior knowledge and generic science skill and the interaction of them to students’ cognitive, afective, and phsycomotor learning achievements on environment pollution subject. The population of this reseach was all students of the seventh grade of MTs PPMI Assalam Sukoharjo. The sample of this reseach was determined by using cluster random sampling and the result got two classes. Experiment class I (7C) used POE model with experiment method and experiment class II used POE model with demonstration method. Data collected technique used test to get students’ cognitive achievement, while observation sheets were used to get students’ affective and phsycomotor acievements, and test sheets were used to get students’ prior knowledge and generic science skill. Hypothesis was analyzed used ANAVA. The results of the research were as follow: There was influence of prior knowledge and generic science skill to the student cognitive achievement and also there was interaction between the POE model through experiment and demonstration methods, prior knowledge, and generic science skill to the students’ cognitive achievement.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU UNTUK SMP/MTs BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN TEMA FOTOSINTESIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Suparno, Joko; Sunarno, Widha; Ashadi, Ashadi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.31828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik produk modul IPA terpadu yang berbasis PBL dengan tema fotosintesis, (2) mengetahui kelayakan produk modul IPA terpadu berbasis PBL dengan tema fotosintesis, (3) mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah menggunakan modul IPA terpadu berbasis PBL dengan tema fotosintesis. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Pengembangan dilakukan dengan mengacu pada model 4-D dengan tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Pengembangan modul ini dinilai berdasarkan kelayakan isi, penyajian, dan bahasa oleh dosen, guru, dan peer review. Berdasarkan validasi kelayakan isi, penyajian, dan bahasa modul kemudian diujicobakan kecil pada 9 siswa. Setelah  direvisi, modul diujicobakan ke kelas. Kemampuan berpikir kritis siswa dianalisis dengan uji nonparametrik dua sampel berhubungan dengan uji Wilcoxon menggunakan software PASW Statistic 18. Hasil penelitian ini adalah (1) modul IPA terpadu berbasis masalah dengan tema fotosintesis dikembangkan menggunakan komponen pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan model 4-D meliputi Define, Design, Develop, dan Disseminate, (2) kelayakan modul IPA terpadu berbasis masalah dengan tema fotosintesis yang dikembangkan berkategori baik berdasarkan penilaian dari ahli, praktisi, dan respon siswa, dan (3) kemampuan berpikir kritis siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan modul IPA terpadu berbasis masalah dengan tema fotosintesis mengalami peningkatan (sig.0,000). Besarnya peningkatan dilihat dari gain score pada 4 aspek kemampuan berpikir kritis meliputi aspek kelancaran 0,43 (sedang), aspek keluwesan 0,30 (sedang), aspek keaslian 0.35 (sedang), dan aspek memperinci 0,33 (sedang).

Page 1 of 15 | Total Record : 144