Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Keterampilan Argumentasi Mendorong Pemahaman Konsep Siswa Viyanti Viyanti; Cari Cari; Widha Sunarno; Zuhdan Kun Prasetyo
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 7, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v7i1.1152

Abstract

Abstrak. Penelitian bertujuan memberdayakan keterampilan argumentasi untuk mendorong pemahaman konsep siswa pada materi terapung dan tenggelam. Penelitian difokuskan pada 1) identifikasi keterampilan argumentasi yang dapat diberdayakan dan 2) identifikasi pemahaman konsep siswa setelah diberdayakan keterampilan argumentasi. Populasi penelitian adalah siswa SMA kelas XI di kota Bandar Lampung. Pemilihan sampel menggunakan teknik cluster random sampling untuk 2 kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa fokus memberdayakan keterampilan argumentasi (elemen claim) tanpa memberdayakan elemen keterampilan argumentasi lainnya, hal ini berdampak pada lemahnya pemahaman konsep materi terapung dan tenggelam siswa. Idealnya pemberdayaan keterampilan argumentasi secara utuh berdampak pada perluasan pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian ini menjadi rujukan untuk melakukan penelitian selanjutnya guna memperoleh perubahan positif memberdayakan keterampilan argumentasi yang secara langsung meningkatkan pemahaman konsep siswa menjadi lebih baik.Kata kunci: Pemahaman konsep, keterampilan argumentasi
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERPIKIR ILMIAH SISWA KELAS XI IPA (Studi Kasus Siswa Kelas XI IPA Di SMAN 1 Kalasan, Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta) Zendi Dermawan; Suciati Suciati; Widha Sunarno
Prosiding Seminar Pendidikan Fisika FITK UNSIQ Vol 1 No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN FISIKA FITK UNSIQ
Publisher : Prodi Pendidikan Fisika FITK UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir ilmiah merupakan suatu kompetensi yang penting untuk dimiliki pada siswa karena kemampuan ini diperlukan untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan di era abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir ilmiah siswa SMAN 1 Kalasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel penelitian ini diambil secara purposive sampling pada kelas XI IPA 1 sejumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan tes berpikir ilmiah yang terdiri dari 25 soal pilihan ganda yang dikembangkan berdasarkan aspek kemampuan berpikir ilmiah meliputi: inquiry, analisis, inferensi dan argumentasi. Soal yang digunakan dalam penelitian ini telah tervalidasi baik secara internal maupun eksternal. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kemampuan berpikir ilmiah siswa masih rendah dengan skor rata-rata sebesar 50,28. Hasil pengukuran pada aspek inquiry didapatkan skor rata-rata sebesar 47,72, aspek analisis sebesar 48,80, aspek inferensi sebesar 51,42 dan aspek argumentasi sebesar 60,71. Hasil penelitian ini memberikan informasi awal kemampuan berpikir ilmiah siswa di SMAN 1 Kalasan Kabupaten Yogyakarta masih rendah sehingga diharapkan guru mampu merancang proses kegiatan pembelajaran yang dapat memberdayakan kemampuan berpikir ilmiah siswa.
SETS (Science Environment Technology and Society) Based Learning Implementation in Junior High School Ardian Puguh Setia Budi; Widha Sunarno; S Sugiyarto
Pancaran Pendidikan Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : The Faculty of Teacher Training and Education The University of Jember Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.037 KB) | DOI: 10.25037/pancaran.v6i2.18

Abstract

Science, Environment, Technology and Society (SETS) based learning need to be developed in junior high school, because it can improve student's critical thinking skills. This study aimed to analyze the learning process in National Junior High School 2 of Jatisrono to implement SETS based learning. This study design was descriptive qualitative. Data were analyzed used Miiles&Huberman by observation, deepth interviews, and questionnaires. This study focused on the learning process, learning materials, as well as the results achieved by students cognitive abilities in the learning process. The results showed that the learning was done in National Junior High School 2 of Jatisrono not used SETS process-based learning. This is because teachers do not have a guide to innovate learning approaches, students are less interested in science learning and caused low cognitive abilities results.
The Impact Of Natural Science Contextual Teaching On Through Project Method Reviewed From Analytical Skill To Students’ Achievementin MTsn Miri Sragen Anik Sunarsih; Sukarmin Sukarmin; Widha Sunarno
Pancaran Pendidikan Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : The Faculty of Teacher Training and Education The University of Jember Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.073 KB) | DOI: 10.25037/pancaran.v6i2.20

Abstract

The aims of this research are to describe the impact of the interaction between teaching method and students’ analytical skill to students’ achievement. The populations are the students of VII class of MTsN Negeri Miri on the teaching period of 2016/2017. This research used Cluster Random Sampling technique as the method to collect the sample. This research was designed using contextual teaching through project method, which teaching method as an independent variable and analytical skill as moderator independent variable. Based on the analysis, it can be concluded that: there is an interaction between teaching method and analytical skill to students’ achievement with the value Fabs=5,549 and the significant number 4,04 (p<0,05). Based on the founding, contextual teaching through the project is one of the methods that give positive impact to increase students’ achievement on a natural science lesson. The increasing of students’ analytical skill is due to the transparency in problem delivering and the responsibility given to a student to search for the solution through a project.