cover
Contact Name
Bramastia
Contact Email
bramastia@staff.uns.ac.id
Phone
+6281567720009
Journal Mail Official
bramastia@staff.uns.ac.id
Editorial Address
S2 Pendidikan Sains FKIP UNS Surakarta Jalan Ir Sutami No 36A Surakarta Jawa Tengah https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/index
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA
ISSN : 22527893     EISSN : 2615748     DOI : 10.20961
INKUIRI Jurnal Pendidikan IPAis a peer-reviewed open-access journal. The journal disseminates papers written based on the results of study and review of literature in the sphere of natural sciences education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. INKUIRI Jurnal Pendidikan IPA published three times a year, in February, June, and October until 2018. Since 2019, INKUIRI has been published twice a year, in April and October. Submitted papers must be written in English or Bahasa Indonesia for initial review stage by editors and further review process by minimum two international reviewers. Finally, accepted and published papers will be freely accessed in this website and the following abstracting & indexing databases: 1. Google Scholar 2. Indonesian Scientific Journal Database 3. Indonesia Publication Index (IPI) 4. Bielefeld Academic Search Engine (BASE) 5. Academia 6. ResearchGate 7. Road Directory 8. Indonesia OneSearch (IOS)
Articles 417 Documents
ANALISIS KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI DI PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UAD Hani Irawati
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan dasar mengajar mahasiswa prodi pendidikan biologi FKIP UAD tahun akademik 2018-2019 yang mengambil mata kuliah micro teaching. Adapun keterampilan yang ingin dilihat yaitu: 1) keterampilan membuka pelajaran, 2) keterampilan menjelaskan, 3) keterampilan memberi penguatan, 4) keterampilan mengadakan variasi, 5) keterampilan membimbing diskusi, 6) keterampilan mengelola kelas, 7) keterampilan bertanya, dan 8) keterampilan menutup pelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan populasi seluruh mahasiswa prodi pendidikan biologi FKIP UAD angkatan 2016 yang mengambil mata kuliah micro teaching. Penentuan sampel penelitian menggunkan teknik purposive random sampling, sampling penelitian terdiri atas mahasiswa micro teaching kelas A, D, E, F, dan J yang berjumlah 65 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan instrumen pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: keterampilan dasar mengajar mahasiswa calon guru program studi pendidikan biologi FKIP UAD berada dalam kategori sangat baik pada aspek membuka pelajaran, bertanya, dan menutup pelajaran. Kategori baik pada aspek penguasaan kelas, menjelaskan, dan memberikan penguatan. Kategori cukup pada aspek melakukan variasi, dan kategori kurang pada aspek memimpin diskusi kelompok kecil.This study aims to determine the level of basic teaching skills for Biology Education Study Program students of FKIP UAD for the academic year 2018-2019 who take micro-teaching courses. The skills to look at are: 1) opening lesson skills, 2) explaining skills, 3) reinforcement skills, 4) variation skills, 5) discussion guiding skills, 6) classroom management skills, 7) questioning skills, and 8) closing skills. This research is a quantitative study using a population of all students of biology education study program FKIP UAD class of 2016 who take micro-teaching courses. Determination of the research sample using purposive random sampling technique, the research sampling consisted of 65 students of micro-teaching classes A, D, E, F, and J. Data collection techniques using observation and data collection instruments using observation sheets. Data were analyzed descriptively quantitatively. The results showed that: the basic teaching skills of prospective teachers of the biology education study program FKIP UAD were in the very good category in the aspects of opening lessons, asking questions, and closing lessons. Good category on aspects of class mastery, explaining, and providing reinforcement. The category is sufficient on the aspect of doing variations, and the category is less on the aspect of leading small group discussions.
LEVEL OF INQUIRY PEMBELAJARAN FISIKA: PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH SISWA Sarwanto Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.50086

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) pengaruh level of inquiry (LoI) terhadap kemampuan kognitif; (2) pengaruh sikap ilmiah terhadap kemampuan kognitif, (3) dampak pembelajaran LoI terhadap sikap ilmiah siswa. Pembelajaran LoI dari dibatasi pada inquiry lesson dan guided inquiry lesson. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X salah satu SMA Negeri di Kabupaten Sukoharjo. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumen; analisis data menggunakan uji anova. Hasil penelitian disimpulkan: (1) kemampuan kognitif antara siswa yang diberi pembelajaran guided inquiry lab lebih baik daripada inquiry lesson (Fobs=4,12 > Fα=3,97), (2) kemampuan kognitif siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi lebih tinggi sikap ilmiah rendah (Fobs=5,03 > Fα=3,97), (3) tidak ada interaksi pengaruh antara penggunaan pembelajaran inquiry lesson dan guided inquiry lab dengan kategori sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa (Fobs=0.33 > Fα=3,97).This study aims to analyze: (1) the effect of level of inquiry (LoI) on cognitive abilities; (2) the influence of scientific attitudes on cognitive abilities, (3) the impact of LoI learning on students' scientific attitudes. LoI learning is limited to inquiry lessons and guided inquiry lessons. This study uses a quasi-experimental method. The population of this study were students of class X one of the public high schools in Sukoharjo Regency. The sample was selected by cluster random sampling technique. Data collection techniques using observations, tests, and documents; data analysis using ANOVA test. The results of the study concluded: (1) the cognitive abilities of students who were given guided inquiry lab learning were better than the inquiry lesson (Fobs=4.12 > Fα=3.97), (2) the cognitive abilities of students who had high scientific attitudes had higher attitudes. low scientific knowledge (Fobs=5.03 > Fα=3.97), (3) there is no interaction effect between the use of inquiry lesson and guided inquiry lab learning with high and low scientific attitude categories on students' cognitive abilities (Fobs=0.33 > Fα= 3.97).
STUDI LITERATUR DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH IPA SISWA SMP Silva Ayu Indah Permata; Widha Sunarno; Harlita Harlita
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 2 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v10i2.57253

Abstract

Penelitian ini membahas berbagai literatur tentang model Double Loop Problem Solving (DLPS) sebagai solusi ketika mengembangkan kemampuan siswa SMP dalam memecahkan permasalahan. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes wawancara untuk guru dan siswa kelas VII SMPN 3 Singosari. Berdasarkan wawancara memperlihatkan kemampuan siswa tergolong rendah ketika memecahan masalah. Terlihat dari prilaku siswa yang pasif ketika proses pembelajaran berlangsung. Kebanyakan siswa berasumsi materi IPA adalah materi yang sulit dipahami, dan membosankan. Hal tersebut terjadi karena siswa ketika proses pembelajaran berlangsung hanya mendengarkan saat guru menjelaskan dan tidak terlibat langsung dalam mengkaji materi yang dipelajari. Guru dalam proses pembelajaran telah menyesuaikan kurikulum 2013 dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning, tetapi pada prosesnya guru hanya berceramah ketika menjelaskan materi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara. Berdasarkan hasil studi literatur dibutuhkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan penerapan model pembelajaran Double Loop Problem Solving.This study discusses various literatures on the Double Loop Problem Solving (DLPS) model as a solution when developing the ability of junior high school students to solve problems. The instrument in this study used an interview test for teachers and students of class VII SMPN 3 Singosari. Based on interviews, it shows that students' abilities are low when solving problems. It can be seen from the passive behavior of students when the learning process takes place. Most students assume that science material is difficult to understand and boring material. This happens because students when the learning process takes place only listen when the teacher explains and are not directly involved in reviewing the material being studied. The teacher in the learning process has adjusted the 2013 curriculum by applying the discovery learning model, but in the process the teacher only lectures when explaining the material. The method used is literature study and interviews. Based on the results of the literature study, a solution to overcome this problem is needed by applying the Double Loop Problem Solving learning model.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING DAN TRANSFERRING (REACT) PADA MATERI JAMUR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA Ervan Setya Bakti Nugroho; Baskoro Adi Prayitno; Maridi Maridi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i1.19788

Abstract

Tujuan penelitian yaitu: 1) menyusun karakteristik modul berbasis Relating, Experiencing, Applying, Cooperating dan Transferring (REACT) pada materi Jamur untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA, 2) menguji validasi modul berbasis Relating, Experiencing, Applying, Cooperating dan Transferring (REACT) pada materi Jamur untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA, 3) menguji keefektifan modul berbasis Relating, Experiencing, Applying, Cooperating dan Transferring (REACT) pada materi Jamur untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA. Pengembangan modul berbasis Relating, Experiencing, Applying, Cooperating dan Transferring (REACT) mengacu pada 9 langkah model research and development (R&D) dari Borg and Gall meliputi: 1) penelitian dan pengumpulan data, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk, 4) uji coba produk awal, 5) revisi produk I, 6) uji coba lapangan, 7) revisi produk II, 8) uji coba lapangan operasional, 9) revisi produk akhir. Analisis hasil penelitian menggunakan dua teknik yaitu deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian  menunjukkan: 1) karakteristik modul berbasis REACT untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dikembangkan berdasarkan sintaks model pembelajaran REACT yang bermuatan indikator-indikator kemampuan berpikir kritis yang divisualisasikan pada tujuan, materi, kegiatan, dan soal evaluasi modul; 2) validasi modul siswa dinilai berkualifikasi sangat baik oleh penilaian ahli materi dengan pemenuhan 88,75% dengan kriteria sangat baik; ahli penyajian modul 93,44% dengan kriteria sangat baik; ahli keterbacaan 93,75% dengan kriteria sangat baik; dan ahli perangkat pembelajaran 92,40% dengan kriteria sangat baik; validasi modul guru dinilai berkualifikasi sangat baik oleh penilaian dari ahli materi dengan pemenuhan 94,40% dengan kriteria sangat baik; ahli penyajian modul 97,66% dengan kriteria sangat baik; ahli keterbacaan 93,75% dengan kriteria sangat baik; dan ahli perangkat pembelajaran 86,46% dengan kriteria sangat baik; rata-rata penilaian paktisi pendidikan 98,69% dengan kriteria sangat baik; serta rata-rata penilaian siswa 81,88% dengan kriteria sangat baik; 3) hasil uji lapangan modul berbasis REACT dengan rerata hasil kemampuan berpikir kritis siswa kelas modul (75,56), lebih tinggi dibanding dengan kelas kontrol (70,60) dapat disimpulkan bahwa modul berbasis REACT dinyatakan efektif serta dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar di sekolah.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INQUIRY LAB PADA MATERI SISTEM GERAK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 1 MEJAYAN Andrias Marstanto Setyo Pranoto; Sajidan Sajidan; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i2.22980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan modul berbasis  Inquiry Lab untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem gerak, 2) menguji kelayakan modul berbasis Inquiry Lab untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem gerak, 3) menguji keefektivan modul berbasis Inquiry Lab untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem gerak di SMA Negeri 1 Mejayan. Pengembangan modul berbasis Inquiry Lab mengacu pada 9 langkah model Research and development (R&D) dari Borg and Gall (1983) meliputi: 1) penelitian dan pengumpulan data, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk, 4) uji coba produk awal, 5) revisi produk I, 6) uji coba lapangan, 7) revisi produk II, 8) uji coba lapangan operasional, 9) revisi produk akhir. Analisis hasil penelitian menggunakan dua teknik yaitu deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif (suwastono, 2011). Hasil penelitian menunjukkan: a) Karakteristik Modul Biologi Inquiry Lab pada Materi Sistem Gerak yang dikembangkan menggunakan sintak Inquiry Lab, meliputi observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi dan aplikasi. Setiap kegiatan pembelajaran siswa di arahkan untuk menemukan konsep melalui aktivitas laboratorium, b) Kelayakan modul berbasis Inquiry Lab sebagai berikut: a) Uji validasi ahli materi 93,00% dengan kualifikasi sangat baik, b) Validasi ahli pengembangan desain 82,90% dengan kualifikasi sangat baik, c) Validasi ahli perangkat 95,70% dengan kualifikasi sangat baik, d) Uji kelompok kecil pengguna lapangan (guru dan siswa), validator praktisi (guru) 92,00% dengan kualifikasi sangat baik, e) Uji lapangan terbatas 83,82% dengan kualifikasi sangat baik. 3) Keefektifan Modul Biologi berbasis Inquiry Lab pada materi sistem gerak efektif dalam meningkatkan hasil belajar  siswa karena menunjukkan adanya perbedaan hasil posttest antara kelas modul berbasis Inquiry Lab dan kelas modul sekolah dengan nilai Sig.=0.000 < α=0.05
PENGARUH MODEL EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP EFIKASI DIRI DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN PADA SISWA SMA DITINJAU DARI LETAK DAN STATUS SEKOLAH Revolusi Prajaningrat Saktiyudha; Puguh Karyanto; Suciati Suciati
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i3.31720

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh model experiential learning terhadap efikasi diri dalam pembangunan berkelanjutan pada siswa di kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan; (2) interaksi antara siswa pada kelas yang menerapkan model konvensional dengan metode praktikum dan kelas yang menerapkan model experiential learning dengan letak sekolah terhadap efikasi diri dalam pembangunan berkelanjutan; (3) interaksi antara siswa di sekolah kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan dengan status sekolah terhadap efikasi diri dalam pembangunan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2×2×2. Populasi penelitian adalah siswa SMA kelas X di SMA N 3 Sukoharjo, SMA Veteran 1 Sukoharjo, SMA N 1 Bulu dan SMA Kristen Kalam Kudus Sukoharjo Tahun Pelajaran 2015/2016. Sampel terdiri dari 239 siswa SMA negeri dan swasta pada kawasan perkotaan dan perdesaan di kelas yang menggunakan model konvensional dan model experiential learning. Sampel dipilih melalui teknik cluster random sampling. Kelas X2, XA, X4, dan XD menggunakan model konvensional dan kelas X1, XB, X2, dan XB menggunakan model experiential learning. Data dikumpulkan dengan metode angket. Analisis data sesuai deskriptif kuantitatif menggunakan Uji Anova dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor efikasi diri dalam pembangunan berkelanjutan siswa pada kawasan perkotaan adalah 59,63 dan pada kawasan perdesaan adalah 60,93. Kesimpulan penelitian adalah: (1) terdapat pengaruh model experiential learning terhadap efikasi diri dalam pembangunan berkelanjutan pada siswa di kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan; (2) tidak terdapat interaksi antara siswa pada kelas yang menerapkan model konvensional dengan metode praktikum dan kelas yang menerapkan model experiential learning dengan letak sekolah terhadap efikasi diri dalam pembangunan berkelanjutan; dan (3) terdapat interaksi antara siswa di sekolah kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan dengan status sekolah terhadap efikasi diri dalam pembangunan berkelanjutan.
PENGEMBANGAN MODUL KIMIA BERBASIS INKURI TERBIMBING PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS XI IPA SMA Indri Femiceyanti; Sentot Budi Rahardjo; Sri Yamtinah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengembangkan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains pada materi larutan penyangga, (2) menguji kelayakan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains pada materi larutan penyangga, (3) mengetahui efektivitas pembelajaran setelah menggunakan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi larutan penyangga. Penelitian dilakukan di SMA Teladan Way Jepara, SMA N 1 Labuhan Maringgai, dan SMA Kosgoro Sribhawono di Kabupaten Lampung Timur. Penelitian pengembangan modul kimia ini menggunakan 9 tahapan prosedur Borg and Gall meliputi: (1) penelitian pendahuluan dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) penge,bangan produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi produk awal, (6) uji coba pelaksanaan lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan, (8) uji pelaksanaan lapangan, (9) penyempurnaan produk akhir. Analisis kelayakan modul berdasarkan skor kriteria. Analisis efektifitas modul menggunakan uji-t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) modul kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi larutan penyangga telah dikembangkan dengan menggunakan 9 tahapan prosedur Borg and Gall. Modul tersebut dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains. (2) modul kimia berbasis inkuiri terbimbing mendapat penilaian dengan kategori “Baik” sehingga layak digunakan pada proses pembelajaran (3) hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa modul kimia berbasis inkuiri terbimbing efektif digunakan pada sekolah dengan kategori tinggi,sedang dan rendah. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata prestasi belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
“PACUL” ALAT TRADISONAL UNTUK PEMBELAJARAN IPA TERPADU BERBASIS STEM Delisma Wisnu Adi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i2.50081

Abstract

Hakikat IPA merupakan proses, sikap, produk dan aplikasi. Tuntutan perkembangan ilmu menghendaki adanya aplikasi pengetahuan dalam bidang teknik dan matematis tehadap lingkungan. Pendekatan STEM hadir untuk membelajarkan IPA. Pembelajaran IPA secara terpadu dan bermakna bagi peserta didik dapat diciptakan dengan membawa konsep pembelajaran dan diterapkan pada lingkungan peserta didik. Wilayah Indonesia yang sebagian berupa daratan subur maka mata pencaharian sebagai petani sudah menjadi pengetahuan umum. Dalam studi ini mencoba menyajikan pembelajaran IPA Terpadu berbasis STEM dengan menggunakan “Pacul” sebagai alat pertanian tradisional sebagai bahan pembelajaran IPA Terpadu. Alat pertanian yang umum tersebut dihadirkan dalam pembelajaran dengan harapan peserta didik paham bahwa konsep IPA dekat dengan mereka.The nature of science is a process, attitude, product and application. The demands of the development of science require the application of knowledge in the fields of engineering and mathematics to the environment. The STEM approach is here to teach science. Science learning in an integrated and meaningful way for students can be created by bringing learning concepts and being applied to the students' environment. As part of Indonesia's fertile land, livelihood as a farmer has become common knowledge. In this study, we try to present STEM-based Integrated Science learning using "Pacul" as a traditional agricultural tool as an Integrated Science learning material. These common agricultural tools are presented in learning with the hope that students understand that science concepts are close to them.
EFEKTIVITAS MODUL ELEKTRONIK BERBASIS SAINTIFIK PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA Bayu Antrakusuma; Mohammad Masykuri; Maria Ulfa; Isma Aziz Fakhrudin; Icha Kurnia Wati; Annisa Nur Khasanah; Meida Wulan Sari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 1 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v10i1.39538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivitasan modul elektronik berbasis saintifik pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA. Penelitian keefektifan modul elektronik berbasis saintifik ini didahului dengan penelitian pengembangan (RnD) terlebih dahulu dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu  model pengembangan media yang mengacu pada teori Borg dan Gall dengan langkah-langkah yaitu, 1) penelitian dan mengumpulkan informasi, 2) merencanakan, 3) mengembangkan bentuk awal produk, 4) uji lapangan awal, 5) Rrevisi produk utama, 6) uji lapangan utama, 7) revisi produk operasional, 8) uji lapangan operasional, 9) revisi produk akhir, dan 10) diseminasi. Uji efektifitas produk modul elektronik dilaksanakan pada bagian revisi produk akhir. Sumber data pada penelitian ini berasal dari siswa SMAN 1 Teras. Subjek penelitian yang digunakan adalah 68 siswa dengan rincian masing-maing 34 siswa dari kelas XI MIA 2 dan XI MIA 3.Teknik penelitian yang digunakan adalah observasi. Observasi keterampilan proses sains dilakukan oleh tiga observer. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaaan nilai keterampilan proses sains (KSP) antara kelas kontrol dan eksperimen sehingga modul elektonik berbasis sainstifik ini efektif digunakan dalam pembelajaran guna memberdayakan keterampilan proses sains siswa.This study aims to determine the effectiveness of scientific-based electronic modules on solubility and solubility product materials to improve science process skills of high school students. Research on the effectiveness of this scientifically based electronic module was preceded by development research (RnD) first with the type of research used, namely the media development model that refers to the Borg and Gall theory with steps, namely, 1) research and collecting information, 2) planning, 3 ) developing the initial form of the product, 4) initial field test, 5) main product revision, 6) main field test, 7) operational product revision, 8) operational field test, 9) final product revision, and 10) dissemination. The test of the effectiveness of the electronic module product is carried out in the revision of the final product. Sources of data in this study came from students of SMAN 1 Teras. The research subjects used were 68 students with details of 34 students from class XI MIA 2 and XI MIA 3. The research technique used was observation. Observations of science process skills were carried out by three observers. The data analysis technique used is descriptive qualitative and quantitative analysis. The results of the statistical test showed that there was a difference in the value of science process skills (KSP) between the control and experimental classes so that this scientifically based electronic module was effectively used in learning to empower students' science process skills.
DLPS DIPADU DENGAN NHT PADA PEREDARAN DARAH MANUSIA Aris Joko Sulistyo; Sajidan Sajidan; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i3.17874

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik model pembelajaran DLPS dipadu dengan NHT, 2) menguji kelayakan model pembelajaran DLPS dipadu dengan NHT, 3) menguji efektifitas model pembelajaran DLPS dipadu dengan NHT terhadap hasil belajar siswa SMP N 2 Tangen. Penelitian menggunakan metode Research And Development (R & D) mengacu pada model Gall, Borg, and Gall (1983) yang dimodifikasi menjadi sembilan tahap. Responden pengembangan meliputi respon uji coba lapangan awal berjumlah 3 validator dan 2 praktisi, respon uji coba lapangan terbatas berjumlah 10 siswa, dan responden uji lapangan operasional berjumlah 32 siswa kelas existing class, 39 siswa modeling class. Instrumen yang digunakan adalah angket, observasi, wawancara, dan tes. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, lembar observasi, dan tes. Data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan hasil belajar kognitif dianalisis dengan uji t (t test). Hasil penelitian diperoleh: 1) model yang dikembangkan mengacu pada model Gall, Borg, and Gall (1983) dan model pembelajaran  DLPS dipadu dengan NHT terdapat sembilan sintak pembelajaran; 2) hasil pengembangan model pembelajaran DLPS dipadu denganNHT yang diperoleh dari ahli, praktisi, dan siswa masuk kedalam kategori baik, sehingga model pembelajaran DLPS dipadu dengan NHT layak digunakan sebagai model pembelajaran; 3) Hasil efektivitas model pembelajaran DLPS dipadu dengan NHT pada materi peredaran darah manusia terdapat kenaikan hasil belajar, dengan demikian model pembelajaran DLPS dipadu dengan NHT efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa model yang telah dikembangkan dan diuji cobakan memperoleh hasil yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 3 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 2 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 12, No 1 (2023): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 2 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 11, No 1 (2022): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 2 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 10, No 1 (2021): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 2 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): April 2019 Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 3 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 1 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 3 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 02 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 01 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA More Issue