cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Bioedukatika
ISSN : 23386630     EISSN : 25415646     DOI : 10.26555
Core Subject : Education,
"JURNAL BIOEDUKATIKA" focuses on the publication of the results of scientific research related to the field of Biology Education. The article published on the internal and external academic community UAD especially in Biology Education. "JURNAL BIOEDUKATIKA" publishes scholarly articles in biology education scope covering: biology curriculum, teaching biology, instructional media, and evaluation. Published article published is the article the results of research, studies or critical and comprehensive scientific study on important issues and current job descriptions included in the journal.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
Persepsi Guru dan Siswa SD di Yogyakarta terhadap Program Conservation Scout Sari, Wahyu Wida
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.299 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i2.4126

Abstract

Penanaman karakter cinta lingkungan dan pemahaman akan pentingnya konservasi perlu dilakukan sejak dini. Program conservation scout atau pandu konservasi menawarkan edukasi dan empowering siswa SD mengenai konservasi. Kegiatan ini bertempat di Pusat Studi Lingkungan, Universitas Sanata Dharma dan melibatkan 38 SD di Yogyakarta. Peserta conservation scout terdiri dari 32 guru dan 70 siswa SD.Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon sekolah, persepsi guru, persepsi siswa, dan keberhasilan sekolah dalam mendukung program conservation scout. Metode yang digunakan adalah action reseach, survey, dan diskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan hasil validasi sangat baik.Sekolah memberikan respon sangat positif (84%) terhadap program conservation scout, dari 38 sekolah yang diundang, ada 32 sekolah yang mengikuti program ini. Guru memberikan persepsi negatif (2,50), bukan pada esensi program melainkan pada teknik pelaksanaan program. Siswa memberikan persepsi positif (3,51) dan 36 dari 70 siswa berhasil melakukan peer tutoring dan kampanye mengenai konservasi. Ada 53, 12 % SD yang siswanya menjadi duta konservasi lingkungan.
Paradigma Pembelajaran Biologi di Era Digital Jayawardana, H.B.A.
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.963 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v5i1.5628

Abstract

Kegiatan belajar dan mengajar yang dilakukan oleh guru dengan siswa di sekolahan dikenal dengan istilah pembelajaran. Kualitas pembelajaran akan optimal apabila proses pembelajaran berpusat pada siswa (student centered instruction), bukan berpusat pada guru (teacher centered instruction). Proses pembelajaran sebaiknya juga dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan, termasuk pada pembelajaran biologi. Anggapan bahwa pelajaran biologi merupakan sesuatu yang menakutkan, sulit dimengerti karena banyak dikombinasi dengan istilah Latin atau bahasa ilmiah, dan juga membosankan karena banyaknya materi, perlu segera diluruskan. Stigma negatif pada pelajaran biologi tersebut salah satu penyebabnya karena pembelajaran dilakukan dengan metode-metode konvensional dan cenderung monoton. Di era digitital seperti sekarang ini, guru sebaiknya mempunyai paradigma yang baru terhadap pembelajaran biologi. Sudah saatnya guru memanfaatkan kemajuan teknologi dan internet sebagai sarana pembelajaran biologi. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana merubah paradigma lama menuju paradigma baru dalam pembelajaran biologi di era digital? Bagaimana menerapkan pembelajaran biologi di era digital? Dan bagaimana segi positif maupun negatifnya pembelajaran digital? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan benang merah yang akan dibahas dalam artikel ini.
Analisis Vegetasi Strata Semak Berdasarkan Cluster Lingkungan Abiotik di Sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta sebagai Sumber Belajar Biologi SMA Kelas X Handayani, Trikinasih; Yustiah, Yusi
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.006 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis strata semak yang memiliki peranan paling besar berdasarkan indeks nilai pentingnya, indeks diversitas jenis-jenis strata semak, dan hubungan antara faktor lingkungan abiotik yang terukur meliputi: kelembaban udara, suhu udara, suhu tanah, pH tanah, unsur N,unsur P, unsur K, dan KPK tanah dengan pola pengelompokkan stand vegetasi strata semak di sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta, serta untuk mengetahui apakah proses dan hasil penelitian analisis vegetasi strata semak berdasarkan cluster lingkungan abiotik di sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta, memiliki potensi sebagai sumber belajar biologi SMA kelas X pada materi pembelajaran struktur dan fungsi ekosistem terestrial.Pengamatan terhadap jenis-jenis strata semak menggunakan metode point centered quarter. Lokasi penelitian dilakukan di sepanjang sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta, dengan masing-masing luas area kajian 383.333 m2. Setiap area kajian di buat 20 stand, dan setiap stand diletakkan garis transek utama sepanjang 300 m, selanjutnya dibuat 10 titik sampling yang memotong transek utama yang berjarak masing-masing 30 m. Metode analisis cluster bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan abiotik yang terukur dengan pola pengelompokkan stand vegetasi strata semak di sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta. Penghitungan metode ini dibantu dengan program SPSS versi 16.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sempadan Sungai Tepus Sleman, Yogyakarta telah ditemukan 19 jenis strata semak. Jenis-jenis strata semak yang memiliki rerata INP tertinggi yaitu Bambusa sp. 120,77%, Musa paradisiaca L. 67,92%, dan Manihot utillissima Pohl. 30,07%. Indeks diversitas jenis-jenis strata semak yaitu 0,54. Berdasarkan analisis cluster dapat dikelompokkan menjadi dua cluster. Faktor lingkungan abiotik yang berkaitan dengan pola pengelompokkan stand vegetasi strata semak yaitu suhu udara, unsur nitrogen (N), unsur hara fosfor (P), kalium (K), dan kapasitas pertukaran kation (KPK). Akan tetapi, faktor lingkungan abiotik yang tidak berkaitan dengan pola pengelompokkan stand yaitu kelembaban udara, suhu tanah, dan pH tanah. Melalui hasil pengkajian penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi SMA kelas X pada materi pembelajaran struktur dan fungsi ekosistem terestrial.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Konteks dan Kreativitas untuk Melatihkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar Windyariani, Sistiana; setiono, Setiono; Sutisnawati, Astri
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.316 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v4i2.5326

Abstract

Tujuan penelitian ini mengembangkan bahan ajar berbasis konteks dan kreativitas untuk meningkatkan literasi sains siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian R & D (Penelitian dan Pengembangan) yang meliputi tiga tahap penelitian yaitu: 1) Studi Pendahuluan, 2) Pengembangan bahan ajar, dan  3) Uji coba bahan ajar. Studi pendahuluan dilakukan dengan studi kurikulum IPA di SD dan survey lapangan terhadap guru-guru kelas 4 dan 5 SD di kota sukabumi sebanyak 16 orang. Pengembangan model berupa penyusunan bahan ajar serta validasi oleh expert judgement dan peer reviewer. Uji coba terbatas dan uji coba lebih luas bahan ajar. Tanggapan dari guru dilakukan dengan memberikan kuosioner kepada 3 orang guru. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, berdasarkan analisis kurikulum pembelajaran IPA di SD menuntut adanya pembelajaran kontekstual yang terintegrasi dengan praktikum untuk menanamkan konsep/konten yang selaras dengan kemampuan literasi sains, 2) telah dihasilkan 3 buah bahan ajar dengan konteks: a) Kemanakah Perginya Capung?, b) Mengapa Hujan Turun?, c)  Mengapa gigi kita bisa sakit?. 3) Hasil uji coba terbatas dan lebih luas dijadikan pijakan untuk pengembangan bahan ajar, 4) umumnya guru memberikan respon yang baik terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan.
PENGARUH PERTUMBUHAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) TERHADAP AKUMULASI METABOLIT SEKUNDER TERPENOID Dhaniaputri, Risanti
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3159.819 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v1i2.4099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pertumbuhan biji jarak pagar
Persepsi Mahasiswa Calon Guru Biologi Tentang Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah Menengah: Studi Pengembangan Pembelajaran pada Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta Agustina, Putri
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.72 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v3i2.4151

Abstract

Pengembangan praktikum Biologi sekolah (PPBS) merupakan salah satu matakuliah pilihan yang baru di program studi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi awal mahasiswa calon guru Biologi FKIP UMS tentangPengembangan Praktikum Biologi Sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel penelitian diambil dari seluruh mahasiswa yang mengikuti matakuliah pilihan PPBS (population sampling) yang terdiri dari dua kelas paralel dengan total mahasiswa sebanyak 35 orang. Data persepsi awal mahasiswa diperoleh dari angket awal perkuliahan PPBS. Berdasarkan hasil analisis angket awal perkuliahan PPBS diketahui bahwa: (1) sebagian besar mahasiswa menyatakan pernah melaksanakan praktikum pada saat duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA) meskipun dalam intensitas yang bervariasi; (2) sebagian besar mahasiswa memandang bahwa matakuliah PPBS penting karena akan membekali mahasiswa berbagai keterampilan untuk melaksanakan praktikum; serta (3) sebagian besar mahasiswa berharap bahwa setelah mengikuti matakuliah PPBS mahasiswa dapat memperoleh banyak tambahan materi tentang pengembangan praktikum Biologi sekolah.
Pengembangan Buku Komik Pokok Bahasan Sistem Peredaran Darah Agatha, Nabiela Dini; Prihatin, Jekti; Narulita, Erlia
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.252 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v5i2.7200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan komik yang valid, praktis, dan efektif pada pokok bahasan sistem peredaran darah kelas 8. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu define, desigen, develop. Pengambilan data menggunakan instrumen antara lain lembar validasi, angket keterbacaan, soal pre-test post-test, dan angket respon siswa. Uji coba produk dilakukan dengan uji coba terbatas dan uji coba kelompok besar. Subjek uji coba yaitu 35 siswa kelas 8A SMPN 1 Kalibaru Banyuwangi. Hasil analisis terhadap aspek validitas buku komik mencapai kriteria sangat valid, aspek kepraktisan buku komik memiliki kriteria sangat baik dan menunjukkan bahwa bahan ajar buku komik tergolong praktis, aspek keefektifan buku komik masuk dalam kategori sedang. Bahan ajar buku komik sistem peredaran darah ini memiliki kriteria sangat valid, praktis dan efektif, sehingga dapat diimplementasikan secara luas dalam pembelajaran.Development of The Circulatory System Comic Book. This research aims to produce comics that valid, practical, and effective on the subject of the circulatory system grade 8. The research was conducted in three stages ie define, design, develop. The data were collected by using instrument include validation sheet, questionnaire, pre-test and post-test, and student response questionnaire. Product trials were conducted with limited trials and large group trials. The subjects were 35 students of grade 8A SMPN 1 Kalibaru Banyuwangi. The result of the analysis on the comic book validity aspect reached the criterion very valid, the practicality aspect has very good criteria and practical, the effectiveness aspect was in the medium category. The material of this circulation comic book has very valid criteria, practical and effective, so it can be implemented widely in learning. 
PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT( Ipomoea reptans Poir.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN DASAR KOTORAN KELINCI Irawati, Irawati; Salamah, Zuchrotus
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2788.207 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v1i1.4079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman kangkung darat dengan pemberian pupuk organik berbahan dasar kotoran kelinci dan untuk mengetahui dosis kompos yang tepat untuk pertumbuhan tanaman kangkung darat serta untuk mengetahui apakah hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber belajar siswa SMA kelas XII pada materi pembelajaran pertumbuhan tumbuhan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu dosis kompos terdiri dari 5 perlakuan yaitu: D1=20 g/3 kg tanah, D2=40 g/3 kg tanah, D3=60 g/3 kg tanah, D4=40 g/3 kg tanah, D5=100 g/3 kg tanah masing-masing dengan 4 kali ulangan. Parameter pertumbuhan tanaman yang diukur meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, panjang akar, berat basah dan berat kering tanaman. Untuk mengetahui hasil penelitian diuji dengan Analisis Varian (ANAVA) dan apabila ada perbedaan maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Pertumbuhan tanaman kangkung darat dengan pemberian pupuk organik berbahan dasar kotoran kelinci yang berbeda-beda menunjukkan hasil yang berbeda pula. Dosis kompos yang tepat untuk pertumbuhan tanaman kangkung darat adalah 60 g/3 kg tanah. Hasil penelitian ini melalui metode pengkajian diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar siswa SMA kelas XII pada materi pembelajaran pertumbuhan tumbuhan. 
Pengembangan Modul Pembelajaran IPA dengan Tema “Pencemaran Lingkungan” untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Kelas VII Irawati, Hani
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.436 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v3i1.4142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran IPA dengan tema pencemaran lingkungan yang layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VII. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Pengembangan dilakukan dengan mengacu pada model 4-D yang dimodifikasi menjadi 3-D. Tahapan model 3-D meliputi define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Penilaian produk dilakukan oleh seorang ahli materi, seorang ahli media, dua orang guru IPA, dan tiga orang teman sejawat. Uji coba dilakukan kepada 43 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah I Wonosobo dengan rincian: 10 siswa untuk uji coba kelompok kecil dan 33 siswa untuk uji lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, tes (pretest dan posttest), dan lembar observasi. Data yang diperoleh dari kuesioner dan lembar observasi dianalisis secara deskriptif. Data pretest dan posttes dianalisis menggunakan normalized gain score yang kemudian dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian adalah sebagai berikut. 1) Modul pembelajaran IPA dengan tema “Pencemaran Lingkungan” dinilai dari: (a) aspek kelayakan isi berkualitas baik menurut ahli materi, dan berkualiatas sangat baik menurut guru dan teman sejawat; (b) aspek bahasa dan gambar berkualitas baik menurut ahli materi, dan berkualiatas sangat baik menurut guru dan teman sejawat; (c) aspek penyajian berkualitas sangat baik menurut ahli media, guru, dan teman sejawat; dan (d) aspek kegrafikan berkualiatas sangat baik menurut ahli media, guru, dan teman sejawat. 2) Tanggapan siswa terhadap modul yang dikembangkan berkualitas sangat baik dari aspek materi, bahasa dan gambar, penyajian, dan tampilan. 3) Peningkatan hasil belajar dengan menggunakan modul yang dikembangkan berkategori sedang dengan rerata gain score sebesar 0,50. 4) Terjadi peningkatan 62,09 % jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul pembelajaran IPA dengan tema “Pencemaran Lingkungan” hasil pengembangan layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VII.
Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Biologi UAD Melalui Model Belajar Kelompok dan Media Pembelajaran Imitasi Persilangan pada Mata Kuliah Genetika Widyaningrum, Trianik; Nurusman, Arief Abdillah
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.451 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i2.4122

Abstract

Salah satu program studi di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan adalah Program studi Pendidikan Biologi. Pada tahun 2011 Program studi Pendidikan Biologi membuka Kelas baru yang berstandar Internasional dengan mahasiswa yang dibatasi yaitu 25 mahasiswa. Berdasar hasil belajar mahasiswa Pendidikan Biologi semester lima tahun ajaran 2010/2011 pada mata kuliah genetika terlihat cukup memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan prestasi belajar mahasiswa pendidikan biologi UAD khususnya pada kelas berstandar Internasional melalui model belajar kelompok dan media pembelajaran imitasi persilanganPenelitian ini dilakukan di UAD kampus 3 Jl. Prof. Dr. Soepomo Janturan Yogyakarta mulai bulan September 2012 dengan menyesuaikan kalender akademik semester gasal tahun ajaran 2012/2013. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan biologi UAD kelas berstandar Internasional semester lima yang berjumlah 25 mahasiswa yang dikelompokan menjadi 5 kelompok dan diberikan pembelajaran dengan model belajar kelompok dengan bantuan media pembelajaran imitasi persilangan, dengan melibatkan 1 dosen pengampu mata kuliah dan 1 dosen pengamat penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan yaitu menggabungkan instrumen-instrumen penelitian yaitu data observasi keaktifan mahasiswa dan Hasil Belajar MahasiswaBerdasarkan hasil penelitian tentang perbaikan pembelajaran pada mata kuliah Genetika yang terdiri dari 2 siklus, serta melakukan pengamatan pada kegiatan tersebut, dapat dirumuskan kesimpulan bahwa prestasi belajar mahasiswa sebelum menggunakan variasi model pembelajaran dan media pembelajaran menunjukkan prestasi yang kurang memuaskan. Aktifitas mahasiswa selama proses pembelajaran genetika dengan metode ceramah, tanyajawab, penugasan, model belajar kelompok dan penggunaan media pembelajaran menunjukkan perubahan yang positif.

Page 6 of 28 | Total Record : 274