cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Bioedukatika
ISSN : 23386630     EISSN : 25415646     DOI : 10.26555
Core Subject : Education,
"JURNAL BIOEDUKATIKA" focuses on the publication of the results of scientific research related to the field of Biology Education. The article published on the internal and external academic community UAD especially in Biology Education. "JURNAL BIOEDUKATIKA" publishes scholarly articles in biology education scope covering: biology curriculum, teaching biology, instructional media, and evaluation. Published article published is the article the results of research, studies or critical and comprehensive scientific study on important issues and current job descriptions included in the journal.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
Ucapan Terima Kasih Reviewer Vol 4 No 2 fuad, fuad
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.272 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v4i2.5965

Abstract

Analisis Vegetasi Strata Pohon di Sepanjang Sempadan Sungai Code Yogyakarta Irawati, Hani
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.294 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies vegetasi strata pohon yang memiliki peranan paling penting berdasarkan rerata INPnya, Indeks keanekaragaman spesies strata pohon, dan pengaruh lingkungan abiotik yang terukur terhadap pola pengelompokan stand vegetasi strata pohon di sepanjang sempadan Sungai Code Yogyakarta. Pada penelitian ini digunakan tiga area kajian yaitu area kajian A (daerah ujung), area kajian B (daerah tengah), dan area kajian C (daerah akhir). Metode yang digunakan adalah metode Point Centered Quarted (PCQ). Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pola pengelompokan stand vegetasi strata pohon terhadap faktor abiotik yang terukur adalah cluster dengan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian di sepanjang sempadan Sungai Code Yogyakarta diperoleh 31 spesies vegetasi strata pohon. Vegetasi strata pohon yang memiliki rerata INP tertinggi pada area kajian A (daerah ujung) yaitu Albizia falcataria (104.82%), Cocos nucifera L (93.44%), dan Swietenia mahagoni (17.95%). Area kajian B (daerah tengah) yaitu Albizia falcataraia (73.74%), Artocarpus integra Merr (28.50%), dan Cocos nucifera L (24.95%). Dan pada area kajian C (bagian akhir) yaitu Tectona grandis L (45.25%), Artocarpus integra Merr (34.43%), dan Leucaena leucocephala (24.42%). Rerata Indeks Keanekaragaman (Indeks Diversitas) pada area kajian A (daerah ujung) 1.36, area kajian B (daerah tengah) 1.77 dan area kajian C (daerah akhir) 1.89. Faktor lingkungan abiotik yang berpengaruh terhadap pola pengelompokan stand vegetasi strata pohon adalah kelembaban udara, sedangkan suhu tanah, suhu udara, pH tanah, dan KPK tanah tidak berpengaruh.
Hubungan Antara Persepsi Kerja Kelompok dengan Hasil Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Biologi Berbasis Masalah Siswa Kelas XI SMAN 6 Kota Bengkulu Widiya, Mareta
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.76 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v4i1.4737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara persepsi kerja kelompok dengan hasil pemecahan masalah dalam Pembelajaran Biologi Berbasis Masalah (PBM) siswa kelas XI IPA SMAN 6 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi.Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas XI IPA SMAN 6 Kota Bengkulu yang berjumlah 35 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dan rubrik penilaian. Angket digunakan untuk mengukur persepsi kerja kelompok dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), rubrik penilaian digunakan untuk mengukur hasil pemecahan masalah dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hubungan antara persepsi kerja kelompok dengan hasil pemecahan masalah dalam pembelajaran biologi berbasis masalah (PBM) dihitung dengan menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu rata-rata skor persepsi kerja kelompok dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah 76,37 sehingga tergolong kedalam kategori cukup. Sedangkan rata-rata  skor hasil pemecahan masalah dalam model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah 245,43 dan tergolong kedalam kategori cukup. Tidak ada hubungan antara persepsi kerja kelompok dengan hasil pemecahan masalah dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) siswa kelas XI IPA SMAN 6 Kota Bengkulu.Kata kunci: Persepsi Kerja Kelompok, Hasil Pemecahan Masalah, Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)
ANALISIS VEGETASI STRATA SEMAK DI PLAWANGAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI PASCA ERUPSI MERAPI 2010 Natalia, Dyna; Handayani, Trikinasih
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2899.658 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v1i1.4095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis vegetasi strata semak yang memiliki peranan paling besar berdasarkan Indeks Nilai Pentingnya, Indeks diversitas jenis strata semak dan pengaruh lingkungan abiotik yang meliputi (suhu udara, suhu tanah, kelembaban udara, pH tanah, kandungan besi (Fe), kadar silika (Si), kadar mangan (Mn) dan kapasitas pertukaran kation (KPK) dalam tanah) yang terdapat di daerah Plawangan Taman Nasional Gunung Merapi Yogyakarta. Pada penelitian ini digunakan tiga area kajian yaitu area kajian A (dekat dengan erupsi merapi), area kajian B (agak jauh dengan erupsi merapi) dan area kajian C (jauh dengan erupsi merapi). Adapun metode yang digunakan adalah metode Point Centered Quarter (PCQ). Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pola pengelompokan stand vegetasi strata semak terhadap faktor abiotik yang terukur adalah cluster dengan menggunakan program SPSS versi 16. Berdasarkan hasil penelitian di Palawangan Taman Nasional Gunung Merapi Yogyakarta diperoleh 12 jenis vegetasi strata semak. Vegetasi strata semak yang memiliki rerata INP tertinggi pada area kajian A (dekat dengan erupsi merapi) yaitu Chromolaena odorata (80.071 4%), Eupatorium riparium (41.7777 5%), dan Crotalaria striata (33 .84885%). Area kajian B (agak jauh dengan erupsi merapi) yaitu Chromolaena odorata (82.17 01%), Lantana camara (55.68935%), dan Eupatorium riparium (51.53475%). Dan pada area kajian C (jauh dengan erupsi merapi) yaitu Chromolaena odorata (78.4494%), Bambusa Sp (61.029%), dan Clidemia hirta D.Don. (35.8157%). Rerata Indeks Diversitas pada Area kajian A (1.73 ), area kajian B (1.64) dan Area kajian C (1.7). Faktor lingkungan abiotik yang berpengaruh terhadap pola pengelompokan stand vegetasi strata semak adalah Si, Fe dan Mn. Adapun kelembapan udara, suhu udara, suhu tanah, pH tanah, KPK tanah merupakan faktor abiotik yang tidak mempengaruhi pola pengelompokan stand. Melalui metode pengkajian, hasil penelitian yang dilakukuan di daerah Plawangan Taman Nasional Gunung Merapi Yogyakarta dapat digunakan sebagai alternatif sumber belajar Biologi siswa SMA kelas X pada materi pembelajaran struktur dan fungsi ekosistem terestrial dalam bentuk CD pembelajaran.Kata kunci: Analisis vegetasi, Strata semak, Plawangan Taman Nasional Gunung Merapi
Pengaruh Penerapan Metode Guided Inquiry terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA N 2 Banguntapan Jayawardana, H.B.A.
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.775 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v3i2.4147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh penerapan metode Guided Inquiry terhadap aktivitas belajar biologi pada materi avertebrata siswa kelas X SMA Negeri 2 Banguntapan. (2) mengetahui pengaruh penerapan metode Guided Inquiry terhadap hasil belajar biologi pada materi avertebrata siswa kelas X SMA Negeri 2 Banguntapan. Penelitian ini termasuk penelitian Quasi Experiment (eksperimen semu). Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 2 Banguntapan. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil secara random (acak), yaitu kelas X2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X3 sebagai kelas kontrol. Data penelitian berupa hasil observasi aktivitas belajar siswa dianalisis dengan uji Two Independent Samples Kolmogorov-Smirnov dan data hasil belajar siswa berupa pretest dan posttest dianalisis menggunakan t-Test (uji-t) dengan bantuan program SPSS 17.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen dengan menerapkan metode Guided Inquiry dibandingkan dengan kelas kontrol yang menerapkan metode konvensional. Hal ini ditunjukkan dan dibuktikan dengan hasil uji Two Independent Samples Kolmogorov-Smirnov, dengan sig. (2-tailed) senilai 0,000 < taraf signifikansi (0,01). (2) tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar biologi pada kelas eksperimen dengan menerapkan metode Guided Inquiry dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini ditunjukkan dan dibuktikan dengan hasil uji-t dengan sig. (2-tailed) senilai 0,318 > taraf signifikansi (0,05). Kesimpulan hasil analisis data menunjukkan bahwa metode Guided Inquiry berpengaruh signifikan terhadap aktivitas belajar, dan dapat pula meningkatkan hasil belajar siswa meskipun tidak secara signifikan, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran biologi di sekolah.
Pengaruh Penerapan Hypothetico-deductive Reasoning dalam Learning Cycle terhadap Keterampilan Proses Sains dan Pemahaman Konsep Siswa Ardiyansyah, Yohn Ade; Paidi, Paidi
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.033 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v5i1.6027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan hypothetico-deductive reasoning (HDR) dalam learning cycle terhadap keterampilan proses sains (KPS) dan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini berbentuk kuasi-eksperimen dengan desain pretest-postest non-equivalent control group yaitu kelas A sebagai kelompok eksperimen bermodelkan HDR-Learning Cycle (HDR-LC), serta kelompok kontrol yaitu kelas B bermodelkan Learning Cycle (LC) dan kelas C bermodelkan Direct Instruction (DI). Sumber data KPS-intelektual dan pemahaman konsep diperoleh dengan instrumen tes sedangkan KPS-manual diperoleh dengan observasi performansi. Data dianalisis dengan MANOVA dilanjutkan uji Bonferroni, atau uji Kruskal-Wallis dilanjutkan uji Games-Howell untuk data nonparametrik. Hasil penelitian ini yaitu: (a) penerapan HDR-LC (mean: 86,4) secara signifikan berpengaruh positif terhadap KPS-intelektual dibandingkan model LC (mean: 78,3) dan DI (mean: 75,1). Sedangkan KPS-manual kelas HDR-LC (mean: 64,3) dibandingkan kelas LC (mean: 87,4) dan DI (mean: 82,3) terdapat perbedaan yang signifikan dengan pengaruh negatif. (b) penerapan HDR-LC (mean: 84,8) secara signifikan berpengaruh potisif terhadap pemahaman konsep siswadibandingkan model LC (mean: 61,7) dan DI (mean: 66,6).
Efektifitas Pembelajaran Biologi dengan Pendekatan Saintifik Menggunakan Media Wheel Concerned Purwaningsih, Yati Utami
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.445 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i2.4127

Abstract

Pembelajaran Biologi bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan konsep dan prinsip biologi. Fakta di atas menunjukkan perubahan konsep pembelajaran menjadi tuntutan. Maka melalui kurikulum 2013 proses pembelajaran diperkuat dengan pendekatan saintifik dan penilaian autentik untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Mencermati substansi penting kurikulum 2013 dan permalahannya sebagai guru di sekolah piloting, pembelajaran yang dirasa rumit repot menjadi mudah, efektif dan menyenangkan, yaitu menggunakan media Wheel Concerned pada pembelajaran biologi dengan pendekatan saintifik, yang diadopsi dari permainan Rolet (Roulette) dan bersifat game & fun. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan saintifik. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dari penilaian untuk mendapatkan umpan balik dari media yang diterapkan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media Wheel Concerned secara signifikan meningkatkan efektifitas pembelajaran Biologi dengan pendekatan saintifik yang ditunjukkan dari hasil penilaian sikap, unjuk kerja dan produk, berturut-turut: skor rata-rata (4,12) kategori baik, (4,20) kategori baik, (4,40) kategori sangat baik. Selain itu nilai tugas menjadi meningkat melalu penerapan konsep yang diterapkan dari tugas-tugas yang ada di dalam media Wheel Concerned.
Best Practice Pembelajaran IPA-Biologi dalam Rangka Membangun Karakter Siswa Kelas VIII A di SMP N 4 Bojong Supriatun, Ari
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.863 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i1.4110

Abstract

Pembelajaran merupakan suatu proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap peserta didik. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia.Penelitian ini menggunakan deskripsi. Populasi yang digunakan seluruh siswa kelas VIII A dengan jumlah 24. Data diambil dari hasil observasi dan tes pada materi sistem pencernaan manakan di kelas VIII A SMP N 4 Bojong. Analisis data dengan deskripsi kwantitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pendekatan yang tepat dapat membantu menumbuhkan karakter dan memahamkan siswa atas materi yang diajarkannya. Melalui pengalaman pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik mampu memberikan perubahan karakter dalam hal sikap disiplin, jujur, tanggung jawab, dan percaya diri. Selama kurun waktu 3 bulan terdapat perubahan signifikan atas karakter tersebut, yaitu percaya diri siswa yang semula 20,83% menjadi 75%, tanggung jawab dari 54,17% menjadi 95,83%, kejujuran siswa dari 66,7% menjadi 87,5%, dan kedisiplinan siswa dari 58,3% menjadi 91,17%. Dampak lain, juga mempengaruhi pemahaman siswa dan ketuntasan belajarnya telah melebihi Kreteria Ketuntasan Minimum/KKM 75 yaitu 87,5% atau sebanyak 21 siswa dinyatakan diatas KKM dan hanya 3 siswa (12,5%) masih dibawah KKM.
Persepsi dan Sikap Mahasiswa Pendidikan Biologi UMP Terhadap Mata Kuliah Multimedia Pembelajaran Adita, Arum
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.925 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v4i2.5332

Abstract

Multimedia pembelajaran merupakan mata kuliah pilihan untuk membekali calon guru terhadap penguasaan teknologi pembelajaran. Hal ini sesuai dengan learning outcomes yang dirumuskan oleh pendidikan biologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bahwa lulusan yang diharapkan menjadi tenaga pendidik yang berinovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan biologi (kompetensi pedagogik ) Keberhasilan perkuliahan dapat dilihat dari persepsi dan sikap mahasiswa dalam pembelajaran multimedia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan sikap mahasiswa terhadap mata kuliah multimedia pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Biologi UMP berjumlah 32 orang yang mengambil mata kuliah multimedia pembelajaran pada tahun ajaran 2015/2016. Instrumen yang digunakan adalah angket dan dokumen. Instrumen yang digunakan memiliki alfa cronbach 0,83 yang berarti instrumen reliabel. Validasi dilakukan dengan expert judgement. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis deskriptif kuantitatif. Persepsi dan sikap mahasiswa terhadap pembelajaran multimedia dalam kategori cukup. Hal ini ditunjukkan dari rata-rata persepsi mahasiswa adalah 71,93 sehingga diperoleh presentase 64,2 % yang berarti persepsi mahasiswa berada dalam kategori cukup. Sikap peserta didik terhadap pembelajaran memiliki kriteria cukup ditunjukkan dengan persentase 72,19% dengan rata-rata skor 80,85.
Meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa melalui pembelajaran berbasis inkuiri Damopolii, Insar; Yohanita, Aksamina M.; Nurhidaya, N; Murtijani, M
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.003 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i1.8029

Abstract

Keterampilan proses sains (KPS) merupakan keterampilan yang dibutuhkan siswa saat mereka melakukan penyelidikan. Keterampilan ini dibutuhkan oleh siswa dalam proses penyelidikan untuk memecahkan masalah dari suatu fenomena alam yang ada di sekitar mereka. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan di kelas XI IPA SMA Yapis Manokwari. Jumlah subjek sebanyak 19 orang siswa. Instrumen penelitian terdiri dari tes hasil belajar dan tes KPS.  Indikator KPS yang diukur adalah mengamati, menyusun hipotesis, mengukur, interpretasi data dan membuat kesimpulan. Hasil validasi oleh ahli menunjukkan bahwa instrumen sangat valid untuk digunakan. Analisis data menggunakan persentasi capaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan proses sains siswa pada siklus I sebesar 84,21% meningkat menjadi 94,74% pada siklus II, besar peningkatan adalah 10,53%, dan berada pada ketagori baik sampai kategori sangat baik. Ketuntasan belajar siswa pada pada siklus I sebesar 89,47%, meningkat menjadi 94,74% pada siklus II. Besar peningkatan hasil belajar adalah 5,27%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Yapis Manokwari dapat ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis inkuiri. Increasing science process skill and learning outcomes through inquiry-based learning. Science process skills (SPS) are skills students need when they conduct an investigation. These skills are required by students in the process of inquiry to solve the problem of a natural phenomenon that exists around them. The research aimed to improve the science process skills and students achievement. The type of research was classroom action research. The research was conducted in the grade XI IPA of SMA Yapis Manokwari. The number of subjects as many as 19 students. The research instrument consists of a test of student achievement and a test of SPS. The measured SPS indicators were observing, preparing hypotheses, measuring, interpreting data and making conclusions. The result of validation by the expert showed that the instruments were very valid to use. Data analysis used percentage achievement. The results showed that the improvement of students science process skills in the 1st cycle of 84.21% increased to 94.74% in 2nd cycle, the improvement was 10.53%, and was in a good category to very good category. Student learning completeness on the 1st cycle of 89.47%, improved to 94.74% in 2nd cycle. The improvement in students achievement was 5.27%. The conclusion of this research is the science process skills and the students achievement of grade XI IPA of SMA Yapis Manokwari can be improving through inquiry-based learning.

Page 7 of 28 | Total Record : 274