cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Bioedukatika
ISSN : 23386630     EISSN : 25415646     DOI : 10.26555
Core Subject : Education,
"JURNAL BIOEDUKATIKA" focuses on the publication of the results of scientific research related to the field of Biology Education. The article published on the internal and external academic community UAD especially in Biology Education. "JURNAL BIOEDUKATIKA" publishes scholarly articles in biology education scope covering: biology curriculum, teaching biology, instructional media, and evaluation. Published article published is the article the results of research, studies or critical and comprehensive scientific study on important issues and current job descriptions included in the journal.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
Validitas buku ilmiah populer tentang Echinodermata di Pulau Sembilan Kotabaru untuk siswa SMA di kawasan pesisir Fitriansyah, M; Arifin, Yudi Firmanul; Biyatmoko, Danang
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.027 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i1.9423

Abstract

Pembelajaran dengan menggunakan buku ilmiah populer berdasarkan potensi lokal yang dimiliki sebuah daerah merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaran materi invertebrata khususnya echinodermata yang memiliki materi cukup banyak dan kompleks. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas prototipe buku ilmiah populer yang berjudul “Hewan Berduri dari Pesisir Pulau Denawan”. Metode penelitian yang digunakan ialah model pengembangan oleh Plomp dan Nieveen yang dibatasi sampai pada fase evaluasi formatif berdasarkan model Tessmer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ilmiah populer yang telah dikembangkan memperoleh kriteria sangat valid berdasarkan hasil validasi ahli dengan rata-rata persentase sebesar 88,02% dan guru mitra dengan persentase sebesar 90,1%, sedangkan berdasarkan uji perorangan buku ilmiah populer ini mendapatkan kriteria sangat baik dengan persentase rata-rata sebesar 90,1%. Hasil tersebut menggambarkan bahwa buku ilmiah populer yang telah dikembangkan memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi karena telah bersifat kontekstual, memiliki bahasa yang mudah dipahami, memiliki tampilan yang menarik, sesuai dengan pembelajaran saintifik, dan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Buku ilmiah populer “Hewan Berduri dari Pesisir Pulau Denawan” dapat menjadi media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa pada materi echinodermata. The validity of echinodermatas popular scientific book in Pulau Sembilan Kotabaru for senior high school students in the coastal area. Learning by using popular scientific books based on local potential owned by a region is one solution that can be used to overcome the problems that often arise in the learning of invertebrate materials, especially echinoderms that have enough material and complex. This development research aims to describe the validity of the prototype of a popular scientific book entitled “Hewan Berduri dari Pesisir Pulau Denawan”. The research method used is a development model by Plomp and Nieveen which is limited to formative evaluation phase based on Tessmer model. The results showed that the popular scientific books that have been developed to obtain criteria very valid based on the validation of experts with average percentage of 88.02% and partner teachers with a percentage of 90.1%, while based on the individual test of this popular scientific book get very criteria both with an average percentage of 90.1%. These results illustrate that popular scientific books that have been developed have a very high degree of validity because they are contextual, have a language that is easy to understand, has an attractive appearance, in accordance with scientific learning, and can develop critical thinking skills. The popular scientific book “Hewan Berduri dari Pesisir Pulau Denawan” can be a medium of learning to improve the quality of learning and student learning outcomes on echinodermata material.
Penggunaan media pembelajaran MIVI (Media Interaktif Visual) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada topik sistem gerak manusia Devi, Chintia; Utari, Toto Sutarto Gani; Nurkanti, Mia
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.909 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i1.7263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran MIVI dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada topik sistem gerak manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Experiment dengan menggunakan rancangan penelitian Pre-Experimental Design dengan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek dari penelitian ini ditentukan dengan teknik purpossive sampling yaitu siswa kelas XI MIA-7 di SMA Negeri 20 Bandung pada semester ganjil tahun ajaran 2017-2018. Hasil penelitian pada aspek kognitif didapatkan skor rata-rata Pretest sebesar 42,70 dan skor rata-rata Posttest sebesar 82,46 serta dari hasil uji N-Gain didapatkan skor sebesar 0,69 dengan kategori sedang. Kemudian, hasil penelitian pada aspek afektif mendapatkan skor rata-rata sebesar 85 dengan kategori baik dan aspek psikomotor mendapatkan skor rata-rata sebesar 86 dengan kategori sangat baik. Sedangkan, hasil angket dari keseluruhan siswa didapatkan respon positif sebesar 79% dengan kategori hampir seluruhnya. Dari data hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran MIVI dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada topik sistem gerak manusia. The use of MIVI (Media Interaktif Visual) learning media to increase the students’ learning outcomes in the human mechanical system topic. The aim of this research is to explore the use of MIVI learning media in the increasing of students’ learning outcomes in the human mechanical system topic. This research uses Pre-Experiment Design method with using research design of One-Group Pretest-Posttest Design. The subjects in this research are determined by purposive sampling technic; they are students of XI MIA-7 SMA Negeri 20 Bandung in the 2017-2018 school year. The result of this research shows that in the cognitive aspect get the average point Pretest is 42,70 and Posttest is 82,46 and then the test result of N-Gain is 42,70 as medium category. Thus, the result of this research in affective aspect gets 85 point in average as well category and psychomotor gets 86 in average as very well category. Whereas, from all the students’ questionnaire get positive result that is 79% with all categories. From all those data of this research conclude that the use of MIVI learning media can increase the students’ learning outcomes in the human mechanical system topic.
Analisis kelayakan kearifan lokal ikan larangan sebagai sumber belajar IPA Ilhami, Aldeva; Riandi, Riandi; Sriyati, Siti
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.465 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i1.9564

Abstract

Pembelajaran IPA tidak dapat dipisahkan dengan konteks lingkungan termasuk di antaranya kearifan lokal. Kawasan ikan larangan merupakan salah satu kearifan lokal yang terletak di Sumatera Barat yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan kawasan ikan larangan sebagai sumber belajar IPA. Populasi penelitian adalah siswa dan guru  di SMPN 2 Gunung Omeh, Kabupaten Lima puluh Kota. Sampel penelitian berjumlah 27 orang siswa dan 3 orang guru IPA. Teknik pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu siswa yang mengikuti pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal ikan larangan.  Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Angket terdiri dari lima aspek di antaranya kemudahan akses, keamanan, efisiensi waktu, biaya dan kesesuaian dengan materi ajar. Data dianalisis dengan menghitung jawaban angket responden kemudian dipersentasekan. Hasil penelitian menunjukkan kawasan ikan larangan memiliki persentase aspek kemudahan akses sebesar 71%, keamanan sebesar 75%, efisiensi waktu sebesar 50%, biaya sebesar 75% dan kesesuaian dengan materi ajar sebesar 89%. Simpulan penelitian bahwa kawasan ikan larangan tergolong kategori layak sebagai sumber belajar IPA. Rekomendasi penelitian ini adalah agar guru IPA dapat memanfaatkan kearifan lokal tersebut untuk pembelajaran IPA supaya lebih bermakna bagi siswa. Feasibility analysis of local wisdom ikan larangan as a science learning source. Science learning cannot be separated with the environmental context including local wisdom. Ikan larangan is one of the local wisdom located in West Sumatra related to environmental conservation. The purpose of this study is to determine the feasibility of Ikan larangan area as a source of science learning. The population and sample of the study were students and teachers at SMPN 2 Gunung Omeh Kabupaten Limapuluh Kota. The sample selection used purposive sampling technique which is the students followed the science learning based on the local wisdom of the Ikan larangan which numbered  27 students and 3 science teachers. The data collection instrument used a questionnaire. The questionnaire consisted of five aspects such as ease of access, security, time efficiency, cost and conformity with teaching materials. The data were analyzed by calculating of responden’s answers and then they were converted to percentage. The results showed that the Ikan larangan area has percentage of accessibility aspect 71%, security 75%, time efficiency50%, cost 75% and suitability with teaching materials 89%. The conclusion of this researchis the ikan larangan area was suitable for science learning. The implication of this research is that the science teacher can utilize the local wisdomfor science learning to create meaningful learning for the students.
Miskonsepsi ekologi: Sebuah analisis hasil tes kompetisi sains Madrasah Aliyah Jahidin, Jahidin; Rabani, La
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.61 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i1.7287

Abstract

Miskonsepsi materi ekologi adalah kesalahpahaman konsep atau sub konsep ekologi yang menyimpang dari kaidah-kaidah ilmiah. Kajian ini menjadi rujukan guru biologi Madrasah Aliyah (MA) dalam mereduksi miskonsepsi ekologi sebelum pelaksanaan lomba Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Penelitian ini bertujuan mengungkap persentase miskonsepsi materi ekologi dan menyusun deskripsi miskonsepsi pada setiap sub materi ekosistem, bioremediasi, konservasi, pencemaran, populasi, adaptasi, dan simbiosis. Instrumen tes yang digunakan adalah soal KSM-MA Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2017. Persentase soal materi ekologi adalah 15% dari total soal 100 nomor dengan gradasi 3 butir soal adaptasi, 3 butir soal pencemaran, 2 butir soal simbiosis, 3 butir soal ekosistem, dan masing-masing 1 butir soal populasi, komunitas, konservasi, dan bioremediasi. Subyek penelitian adalah peserta lomba KSM-MA Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2017 berjumlah 14 siswa, yaitu peserta dari 12 Kabupaten dan 2 Kota Madya. Analisis miskonsepsi melibatkan dua tahap kegiatan, yaitu pengidentifikasian dan pendeskripsian miskonsepsi. Hasil penelitian menunjukkan miskonsepsi materi ekologi mencapai 64%. Miskonsepsi terjadi pada semua sub materi dengan persentase yang berbeda, yaitu konservasi, bioremediasi, pupulasi, pencemaran, ekosistem, adaptasi, komunitas, dan simbiosis. Persentase miskonsepsi tertinggi terjadi pada sub materi konservasi, sedangkan terendah terjadi pada sub materi simbiosis. Misconception Ecology: An Analysis Of The Test Results Of Sains Madrasah Aliyah Competition.  The misconception of ecological material is a misunderstanding of ecological concepts or sub-concepts that deviate from scientific rules. This study is important because it is the reference of the biology teacher of Madrasah Aliyah (MA) in reducing the ecological misconception before the implementation of the Madrasah Science Competition (KSM). This study aims to reveal the percentage of misconceptions of ecological material and develop a description of misconception on each sub-material ecosystem, bioremediation, conservation, pollution, population, adaptation, and symbiosis. The test instrument used is the KSM-MA of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia in 2017. The percentage of ecological matter is 15% out of a total of 100 questions. Gradation item consists of 3 items about adaptation, 3 items about contamination, 3 items about symbiosis, 2 items about ecosystem, and each 1 item about population, community, conservation, and bioremediation. The subjects were 14 participants of KSM-MA contest in Southeast Sulawesi Province in 2017. The contestants came from 12 regencies and 2 municipalities. Misconception analysis involves two stages of activity, the identification and description of misconception. The results showed 64% misconception of ecological material. Sub-material with a misconception level below 50% occurs in the symbiotic and the community, while the misconception level above 50% includes ecosystems, pollution, bioremediation, population, and conservation.
Validasi preliminary product Fung-Cube pada pembelajaran fungi untuk siswa SMA Azizah, Zayyana Fatati; Kusumaningtyas, Atika Ayu; Anugraheni, Annisa Dhimar; Sari, Dewi Puspita
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.492 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i1.7364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas preliminary product Fung-Cube yang dikembangkan pada pembelajaran Fungi untuk siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang terdiri dari tahap define dan design yang merupakan bagian dari model 4-D Thiagarajan meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Tahap develop dan disseminate tidak disertakan karena penelitian hanya sampai pada tahap perancangan (design) Fung-Cube. Karakteristik preliminary product Fung-Cube yang dikembangkan terletak pada bentuk nyata jamur makro dan media tanam dari pemanfaatan limbah kayu dan kain yang memvisualisasikan materi Fungi dan lingkungan. Sampel penelitian adalah sampel yang divalidasi oleh 2 validator ahli. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket validasi ahli, lembar observasi untuk analisis karakteristik siswa, dan wawancara untuk analisis kebutuhan. Data yang di uji validitasnya adalah angket validasi preliminary product Fung-Cube. Analisis data dilakukan dengan mengolah angket lembar validasi ahli menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preliminary product Fung-Cube dinyatakan sangat valid digunakan pada pembelajaran Fungi untuk siswa SMA, yang ditunjukkan dengan nilai hasil validasi ahli materi sebesar 94,2% dan ahli desain sebesar 96,9%. Pengembangan preliminary product media Fung-Cube sangat valid digunakan dalam pembelajaran Fungi untuk siswa SMA dan siap untuk di uji coba terbatas. Preliminary product fung-cube validation on fungi learning for high school students. This research aims to know the validity of preliminary product Fung-Cube developed on Fungi learning for high school students. This research is a research and development (R & D) consists of define and design stage which is part of Thiagarajan 4-D models included define, design, develop, and disseminate stage. The develop and disseminate stage is not included because the research only at the design stage of Fung-Cube. The characteristics of preliminary product Fung-Cube developed lies in the real macro Fungi and plant medium from wood waste and patchwork visualize Fungi and environment material. The research sample includes a product validation sample of 2 expert validators. The data collection instruments used expert appraisal questionnaire, observation sheets for target-population analysis, and interviews for needs analysis. The validity test addressed to the questionnaire of preliminary product Fung-Cube. The data analysis by processing expert appraisal questionnaire used percentage. The results of the research showed that preliminary product Fung-Cube was very valid on Fungi learning for high school students, shown by the validation value of material expert 94.2% and design experts 96.9%. Preliminary product Fung-Cube development was very valid on Fungi learning for high school students and ready for a developmental testing.
Implementasi model guided inquiry melalui lesson study untuk meningkatkan penguasaan keterampilan proses sains (KPS) di SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto Listika Yusi Risnani; Vian Harsution; Apri Restiana Deri
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.285 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i2.9607

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui efektivitas model guided inquiry untuk meningkatkan penguasaan KPS melalui lesson study. Penelitian dilaksanakan sebanyak 6 siklus (plan, do dan see) pada peserta didik kelas VIIIA SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto semester gasal tahun ajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, tes. Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data tentang kondisi awal peserta didik. Observasi digunakan untuk menggali persentase peserta didik yang melakukan KPS, menghimpun data aspek KPS yang muncul pada setiap siklus dan keterlaksanaan  sintaks model guided inquiry. Instrumen tes tertulis digunakan untuk mengukur penguasaan KPS peserta didik. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitaif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran dari siklus 1 hingga siklus 6 dan terjadi peningkatan keterlibatan peserta didik pada aktivitas KPS secara berturut-turut adalah 43% (kurang), 56% (cukup), 61% (cukup), 52 % (cukup), 65% (cukup), dan 69% (cukup). Penguasaan KPS peserta didik menunjukkan tingkat penguasaan basic skills dalam kategori baik, process skills dan investigative skills dalam kategori kurang hingga baik. Hasil tes KPS menunjukan hasil yang baik dengan rata-rata nilai sebesar 74,5 dengan standar deviasi 7,9. Simpulan penelitian, implementasi model pembelajaran guided inquiry melalui lesson study efektif meningkatkan penguasaan KPS peserta didik kelas VIIIA SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto.Implementation of guided inquiry model through lesson study to enhance mastery of science process skills (SPS) at SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto. The purpose of this research is to know the effectiveness of guided inquiry model to increase SPS through lesson study. The research was conducted 6 cycles (plan, do and see) in class VIIIA students of SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto in the academic year of 2016/2017. Technique of collecting data using interview, observation, test. Interviews were conducted to collect data about the initial condition of the learner. Observations were used to probe the percentage of students who did the SPS, collecting the SPS aspect data that appeared on each cycle and the implementation of the guided inquiry syntax. Written test instruments are used to measure students' SPS mastery. Data were analyzed using qualitative and quantitative descriptive analysis. The results of the study showed improvement of learning quality from cycle 1 to cycle 6 and increased participation of students in SPS activity were 43% (less), 56% (enough), 61% (enough), 52% (enough) 65% (enough), and 69% (enough). Mastery of SPS by student shows mastery level to basic skills (good), process skills and investigative skills (less until enough). Mastery of SPS levels with an average score of 74.5 with a standard deviation of 7.9. The conclusion of the research is that the implementation of guided inquiry learning model through lesson study is effective to improves the mastery of Science Process Skills for Students in SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto.
Analisis komponen penyusun desain kegiatan laboratorium bioteknologi Iseu Laelasari; Bambang Supriatno
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.961 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i2.10592

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan tiga komponen utama dalam desain kegiatan laboratorium bioteknologi yakni tujuan, proses dan pertanyaan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan rekonstruksi terhadap desain kegiatan laboratorium tersebut. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif dengan mengambil 10 sampel desain kegiatan laboratorium yang terdapat di sepuluh SMA Negeri di kota Bandung. Peneliti mengembangkan instrument berupa tabel deskriptif yang digunakan untuk menganalisis keterkaitan antara komponen tujuan, proses dan pertanyaan. Hasil menunjukkan bahwa praktikum secara keseluruhan mengarah pada kategori meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran dan mengembangkan keterampilan dasar. Hanya 20% tujuan praktikum mengacu pada indikator hasil penjabaran Kompetensi Dasar, tergambar dalam langkah kerja dan dapat dicapai setelah melakukan kegiatan laboratorium, 20% proses sesuai dengan tujuan, berstruktur logis, sistematis, serta tepat dalam menghasilkan data, dan temuan mengungkap hanya 39,28% pertanyaan yang bersesuaian dengan tujuan dan proses. Sisanya bermasalah terutama dalam hal tidak tergambarnya tujuan dalam langkah kerja, tidak dapat dicapainya tujuan, proses tidak mengacu pada tujuan, tidak logis, dan juga tidak sistematis, tidak menghasilkan data yang diharapkan, serta tidak mengacunya pertanyaan pada tujuan ataupun proses. Hasil tersebut merupakan temuan yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan rekonstruski terhadap desain kegiatan laboratorium bioteknologi.Analysis of the components of the design of biotechnology laboratory activities. The aims of this study was to describe the components of objectives, processes, and questions in Biotechnology lab activities design that can used as a basis for reconstruction it. Sample was taken purposively by taking 10 samples of lab activities design in 10 SMA Negeri in Bandung. Researchers developed descriptive table as instrument that used to analyze the interrelations between objective, process and questions. The results show that overall lab objectives leads to category of developing basic skills and improving understanding of subject matter. There are only 20% of objectives which refer to Basic Competence outcome indicator, illustrated in activity step, and can be achieved after lab activities, 20% of process refers to objectives, systematic and logical structure, and can produce correct data, and only 39,28% of questions refer to objectives and processes. The rest is problematic especially in event that objectives are not illustrated in activity steps, objectives can not be achieved, process is not referring to objectives, not systematic and illogical, and does not produce expected data, question does not refer to objectives or process. These results are findings can be used as a basic for reconstruction lab activities design of biotechnology.
Analisis kualitas butir soal instrumen assessment diagnostic untuk mendeteksi miskonsepsi siswa SMA pada materi virus Prima Mitha Puspitasari Setyaningrum; Murni Ramli; Yudi Rinanto
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.685 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i2.10925

Abstract

Evaluasi merupakan kegiatan, untuk melihat sejauh mana keberhasilan pembelajaran telah dilaksanakan. Kegiatan evaluasi memerlukan alat sebagai pengumpul data yang disebut instrumen. Sebuah instrumen dikatakan baik apabila memenuhi beberapa kriteria. Salah satunyadengan melakukan analisis butir soal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda soal pada  insrumen diagnostic materi virus. Responden penelitian berjumlah 346 siswa kelas X, XI, dan XII SMA Negeri dan Swasta di Kota Magelang. Instrumen yang diberikan berupa Assessment Diagnostic pada materi virus, yang terdiri dari soal Kolom Bukti Fakta (KBF), essay, dan Structure Communication Grid (SCG). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui kualitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan persentase validitas soal KBF dan SCG 63,2% , soal essay 100%, semua soal reliabel, tingkat kesukaran soal mudah KBF dan SCG 38,6%, soal sedang 37,1%, dan 24,3% soal sukar. Sedangkan kesukaran soal essay 20% pada kategori mudah dan 80% pada kategori sedang. Daya pembeda soal  KBF dan SCG sebesar 62,2% kategori jelek, 31,5% kategori cukup, 6,3% kategori baik. Daya pembeda soal essay 60% soal pada kategori cukup dan 40% soal kategori baik. Berdasarkan hasil analisis, dilakukan perbaikan butir soal. Instrumen pada materi virus yang sedang dikembangkan, merupakan yang pertama di Indonesia.Quality analysis of item in the Assessment Diagnostic instrumen to detect misconceptions in high school students on virus material. Evaluation is an activity to see the extent to which the success of  learning has been carried out. Evaluation activities require tools as data collectors called instrumens. An instrumenis good, if it meets several criteria. One of them is by analyzing questions item. This study was aimed to determine the validity, reliability, level of difficulty, and differentiation of problems in the diagnostic instrumens of virus material. Respondents in this study are 346 students of class X, XI, XII of public and private High Schools in Magelang City. The instrumen provided is in the form of a Diagnostic Assessmenton virus material, which consists of the Facts Proof Column (KBF), essay and Structure Communication Grid (SCG). This research is a quantitative studywhich determine the quality of the instrumen. The results showed the percentageof the validity of KBF and SCG questions was 63,2%, essay questionswere 100%, all questions are reliable, the level of difficulty of easy questions of KBF and SCG is 38,6%, moderate questions are 37,1%, and 24,3% are difficult questions. While the difficulty of the essay is 20% in the easy category and 80% in the medium category.The differentiation of the KBF and SCG questions is 62,2% in the bad category, 31,5% in the sufficient category, 6,3% in the good category. The differentiation of essay questions 60% in adequate category and 40% in good categories. Based on the analysis, further improvements were made to the items. Instrumens in the virus material which are being developed are the first in Indonesia.
Kontribusi asesmen formatif dalam tahapan understanding by design terhadap pemahaman mahasiswa calon guru biologi Ria Yulia Gloria; Sudarmin Sudarmin
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.401 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i2.9507

Abstract

Paradigma pembelajaran saat ini telah berubah dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Hal ini sejalan dengan tuntutan keterampilan abad-21, oleh karena itu diperlukan pembelajaran yang melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti pemahaman. Saat ini masih terdapat pembelajaran yang tidak mendorong kearah terbentuknya pemahaman mahasiswa, selain itu proses penilaian yang dilakukan masih berorientasi pada nilai akhir yang tidak autentik. Oleh karena itu dibutuhkan asesmen formatif, yaitu penilaian yang memiliki tiga komponen yang diperlukan yaitu umpan balik (feedback), penilaian sejawat (peer-assessment), dan penilaian diri sendiri (self-assessment) yang bertujuan membentuk pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi dan kontribusi asesmen formatif melalui UbD (Understanding by Design) dengan pemahaman mahasiswa. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa calon guru Biologi. Penelitian menggunakan rancangan korelasi kuantitatif, untuk mendeskripsikan dan mengukur serta mengetahui derajat keterkaitan antara dua variabel. Uji statistik yang dilakukan adalah uji korelasi dan regresi. Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat korelasi antara semua komponen asesmen formatif melalui UbD dengan pemahaman mahasiswa. Hasil uji regresi dihasilkan R2 = 0,547. menunjukkan bahwa tingkat pengaruh komponen asesmen formatif yaitu feedback, peer-assessment, dan self-assessment terhadap pemahaman UbD mahasiswa sebesar 54,7%.The contribution of formative assessment with the stages of understanding by design (UbD) to the understanding of prospective biology teachers. Todays learning process puts the students as the subject, or in other words, it is student centered in which teachers are only as facilitators. This is in line with the demanded skills of the 21st-century, in which learning is required to train students to have high-level thinking skills such as understanding. However there are still many learning activities that do not lead to the formation of students understanding. Besides that the assessment process is still oriented at the final score/grade that is not authentic. A formative assessment, an assessment that has three required components: feedback, peer assessment, and self assessment, is therefore required. This assessment is expected to form an understanding. This study aims to determine the correlation and contribution of formative assessment through UbD to the understanding of the students. Participants in this study were students of prospective Biology teachers. The study used quantitative correlation design to describe and measure, and know the degree of linkage between the two variables. The statistical test performed was correlation and regression test. The study concludes that there is a correlation between all components of the formative assessment through UbD with students understanding. Regression test result yielded R2 = 0.547 which means that the level of influence of the components of the formative assessment i.e. feedback, peer assessment, and self assessment on the students' understanding is 54.7%.
Analisis kemampuan berpikir ilmiah siswa kelas XI IPA kawasan pegunungan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Aisyah Ferra Anggraini; Maridi Maridi; Suciati Suciati
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.909 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i2.10944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berpikir ilmiah siswa SMA Negeri kelas XI IPA di kawasan pegunungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan berpikir ilmiah yang terdiri dari 25 item soal yang mengandung aspek berpikir ilmiah yaitu: (1) inquiry; (2) analisis; (3) inferensi; dan (4) argumentasi dan pengambilan data lainnya dengan wawancara. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Pakem dan SMA Negeri 1 Girimulyo kelas XI IPA kawasan pegunungan Daerah Istimewa Yogyakarta. Keseluruhan jumlah populasi yaitu 280 siswa dengan jumlah sampel 78 siswa. Pemilihan sampel menggunakan metode cluster random sampling. Data yang diperoleh selanjutnya diuji menggunakan statistik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perolehan pada masing-masing aspek yaitu: (1) inquiry: 43% ; (2) analisis: 44% ; (3) inferensi: 42% ; dan (5) argumentasi: 55%. Hasil persentase menunjukkan bahwa kemampuan berpikir ilmiah masih kurang optimal karena rata-rata perolehan masih di bawah 50%. Hal ini disebabkan sebagian besar kemampuan berpikir ilmiah siswa di kawasan pegunungan DIY masih kurang dioptimalkan. Daerah pegunungan merupakan faktor yang berpengaruh langsung terhadap kemampuan berpikir ilmiah siswa.Scientific thingking skill analyze of students' XI IPA at mountainous region of Daerah Istimewa Yogyakarta. This study aims to analyze the scientific thinking of students of the eleventh grade of science class high school in the mountainous areas of Special Region of Yogyakarta (DIY). This type of research is qualitative descriptive. Data collection was carried out using a scientific thinking ability test consisting of 25 items containing scientific thinking aspects: (1) inquiry; (2) analysis; (3) inference; and (4) argumentation and other data collection by interview. The research was conducted at SMA Negeri 1 Pakem and SMA Negeri 1 Giriulyo in 11th grade of science class in the mountainous areas of Special Region of Yogyakarta. The total population is 280 students with a total sample of 78 students. Sample selection using cluster random sampling method. The data obtained are then tested using descriptive qualitative statistics. The results of the study show that the acquisition of each aspect: (1) inquiry: 43%; (2) analysis: 44%; (3) inference: 42%; and (5) argumentation: 55%. The percentage results indicate that the scientific thinking ability is still less than optimal because the average acquisition is still below 50%. This is because most of the scientific thinking abilities of students in the DIY  mountainous areas are still not optimized. Mountainous areas are factors that directly influence the ability of students to think scientifically.

Page 8 of 28 | Total Record : 274