cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2016)" : 20 Documents clear
PENGARUH TEKANAN DAN SUHU TERHADAP REJEKSI Gd-DTPA DAN Sm-DTPA DENGAN MENGGUNAKAN MEMBRAN NANOFILTRASI Rahayu, Iman; Rustaman, Rustaman; Anggraeni, Anni; Noviyanti, Atiek Rostika; Lubis, Rubianto A.
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.828 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.10926

Abstract

Saat ini telah banyak dilakukan penelitian mengenai pemisahan unsur tanah jarang karena peranannya penting dalam perkembangan teknologi. Pemisahan dan pemurnian unsur tanah jarang sangat sulit dilakukan karena unsur tanah jarang memiliki kemiripan sifat antara satu dengan yang lainnya.Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan metode-metode pemisahan dan pemurnian unsur tanah jarang dari mineral-mineralnya, salah satunya dengan membran nanofiltrasi dengan penambahan ligan dietilentriaminpentaasetat (DTPA).Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan gadolinium(III) dan samarium(III) dengan menggunakan membran nanofiltrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pembuatan larutan standar gadolinium(III) dan samarium(III), pembuatan larutan kompleks dan pemisahan dengan membran nanofiltrasi pada variasi tekanan 2-6 bar dan suhu 20-40°C. Permeat hasil dari pemisahan kemudian dianalisis dengan menggunakan ICP-AES. Dari hasil penelitian ini diperoleh tekanan optimum yaitu 2 bar dengan menghasilkan rejeksi Gd-DTPA sebesar 97,52 % dan Sm-DTPA sebesar 97,28 %. Suhu optimum yang diperoleh yaitu 20°C dengan menghasilkan rejeksi Gd-DTPA sebesar 99,73 % dan Sm-DTPA sebesar 99,58 %.
PENGARUH PENGGUNAAN BENTONIT TERAKTIVASI ASAM SEBAGAI KATALIS TERHADAP PENINGKATAN KANDUNGAN SENYAWA ISOPULEGOL PADA MINYAK SEREH WANGI KABUPATEN GAYO LUES – ACEH Mahmudha, Siti; Nugraha, Irwan
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.8 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.10921

Abstract

Studi yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bentonit teraktivasi asam sebagai katalis terhadap peningkatan kandungan senyawa isopulegol pada minyak sereh wangi Kabupaten Gayo Lues Aceh telah dipelajari. Aktivasi bentonit dilakukan dengan menggunakan larutan H2SO4 0,6 M, HCl 0,5 M dan HNO3 0,1 M. Hasil aktivasi dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared (FT-IR) dan X-Ray Difraction (XRD). Reaksi minyak sereh wangi dengan bentonit alam dan bentonit teraktivasi asam dilakukan selama 30 menit pada suhu 30°C. Produk yang dihasilkan di analisis menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bentonit berperan sebagai katalis dalam peningkatan  kandungan senyawa isopulegol yang merupakan isolat dari senyawa sitronellal. Sitronellal adalah salah satu senyawa monoterpena yang dapat mengalami reaksi siklisasi dengan katalis homogen dan heterogen. Kandungan isopulegol mengalami peningkatan dari 12,66% menjadi 14,05% pada bentonit alam; 30,11% pada bentonit teraktivasi H2SO4 0, 6M; 32,70% pada bentonit teraktivasi HCl 0,5 M dan 14,34% pada bentonit teraktivasi HNO3 0,1 M.
PEMANFAATAN EKSTRAK AIR RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Linn. var. rubrum) PADA BIOSINTESIS SEDERHANA NANOPARTIKEL PERAK Haryani, Yuli; Kartika, Ganis Fia; Yuharmen, Yuharmen; Putri, Eka Marissa; Alchalish, Dhia Tijani; Melanie, Yonatha
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.149 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.10989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan biosintesis nanopartikel perak menggunakan ekstrak rimpang jahe merah sebagai pereduksi pada suhu ruang. Sintesis dilakukan dengan pengadukan pada shaker (150 rpm) dan tanpa pengadukan dengan rasio ekstrak dan larutan AgNO3 1:1; 1:3; 1:4; 1:5; 1:10 dan 1:20 pada berbagai rentang waktu pengamatan. Hasil memperlihatkan bahwa metabolit sekunder pada ekstrak jahe merah mampu mereduksi Ag+ menjadi Ag0 dan membentuk nanopartikel perak yang diindikasikan dengan adanya perubahan warna larutan. Nanopartikel perak dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan absorbansi maksimum terukur di sekitar 450 nm. Secara keseluruhan, sintesis dengan pengadukan menghasilkan produk dengan waktu yang lebih singkat dibanding tanpa pengadukan.
SINTESIS PARTIKEL NANO TITANIUM DIOKSIDA PADA KAIN KATUN DAN APLIKASINYA SEBAGAI MATERIAL SELF-CLEANING Eddy, Diana Rakhmawaty; Lestari, Mastuti Widi; Hastiawan, Iwan; Noviyanti, Atiek Rostika
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.386 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.10923

Abstract

Katun merupakan salah satu serat alami yang sering digunakan sebagai bahan pakaian. Namun sebagian besar orang-orang sangat sibuk dengan pekerjaan dan tidak mempunyai waktu untuk membersihkan pakaiannya sehari-hari. Maka dari itu perlu dilakukan pengembangan sifat kain katun yang dapat mendekomposisi sendiri kotoran yang mengenainya, atau self-cleaning. Partikel nano TiO2 dengan sifat fotokatalitiknya mampu memberikan sifat self-cleaning pada kain katun. Sintesis partikel nano TiO2 pada kain katun dilakukan dengan metode sonokimia. Titanium Tetraisopropoksida (TTIP) digunakan sebagai prekursor partikel nano TiO2. Dalam penelitian ini dilakukan variasi konsentrasi TTIP dengan cara memvariasikan volume penambahan TTIP (0,1; 1; 2; 3,1; dan 4,2 mL) untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pengembanan partikel nano TiO2 pada kain katun dan aktivitas self-cleaning-nya. Katun-TiO2 terbukti mempunyai aktivitas self-cleaning yang dapat menghilangkan sendiri noda Rhodamin B baik dengan bantuan sinar matahari maupun lampu UV. Katun-TiO2 2 (volume TTIP 2 mL) mempunyai aktivitas menurunkan konsentrasi larutan Rhodamin B terbaik, yaitu sebesar 96,932% pada lampu UV dan 32,890% pada tempat gelap. Sedangkan kain katun blanko hanya menurunkan konsentrasi larutan Rhodamin B sebesar 8,647% pada radiasi lampu UV dan 2,800% pada tempat gelap. Berdasarkan analisis SEM diketahui bahwa partikel nano telah terdistribusi pada permukaan kain katun walaupun masih terdapat agregrat di beberapa bagian. Analisis XRD menunjukkan bahwa partikel nano TiO2 baik yang terbentuk pada kain katun maupun dalam bentuk padatan mempunyai fase anatase dengan ukuran kristal 14,05 nm.
RESOLUTION OF A RACEMIC ISOLEUCINE MIXTURE BY USING METHYL L-MANDELATE Maharani, Rani; Hidayat, Ace Tatang; Sumiarsa, Dadan; Zainuddin, Achmad; Hidayat, Ika Wiani
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.517 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.10991

Abstract

A methyl ester of L-mandelic acid was found to be an effective resolving agent for resolution of commercial DL-isoleucine. The resolution was based on Steglich esterification between methyl L-mandelate and Boc-DL-isoleucine. The two resolved isomers were easily separated by using a conventional flash-column chromatography, giving quantitatively good yields. Unfortunately, the methyl L-mandelate was found to be ineffective to resolve four stereoisomers of Fmoc- isoleucine.
SENYAWA TRITERPENOID 3β-HIDROKSI-TIRUKAL-7-EN DARI EKSTRAK DAUN KAPI NANGO (Dysoxylum arborescens) DAN AKTIVITAS SITOTOKSIKNYA TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 Mayanti, Tri; Abdillah, Lutfi; Darwati, Darwati; Wikayani, Tenny Putri; Qomarilla, Nurul; Dinata, Deden Indra
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.235 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.10924

Abstract

Senyawa triterpenoid 3β-hidroksi-tirukal-7-en (1) telah diisolasi dari ekstrak daun kapi nango (Dysoxylum arborescens). Struktur kimia senyawa ditentukan menggunakan data spektroskopi yang meliputi IR, 1H-NMR, 13C-NMR, MS dan perbandingan dengan senyawa yang telah dilaporkan sebelumnya. Aktivitas sitotoksik senyawa 1 terhadap sel kanker payudara MCF-7  menunjukkan nilai IC50 155,1 ppm.
BEBERAPA MIKROORGANISME YANG MENGHASILKAN ENZIM INULINASE, ISOLASI DAN KARAKTERISASI ENZIM DARI Aspergillus flavus Gmn11.2 GALUR LOKAL Saryono, Saryono; Fitriani, Fitriani; Soedjanaatmadja, Ukun M.S.
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.219 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.11030

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang  kaya akan berbagai tumbuhan dan mikroorganisme. Beberapa mikroorganisme memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim inulinase yang sangat bermanfaat untuk industri pangan dan farmasi. Inulinase adalah enzim yang menghidrolisis inulin menjadi fruktosa atau frukto-oligosakarida. Untuk mengisolasi inulinase dalam jumlah yang cukup banyak dari tumbuhan cukup sulit, oleh sebab itu inulinase mikrobial merupakan obyek penelitian yang sangat menarik bagi para peneliti. Tujuan penelitian ini adalah isolasi dan indentifikasi berbagai jenis jamur lokal yang potensial menghasilkan inulinase, serta isolasi dan pemurnian inulinase dari A. flavus Gmn11.2 galur lokal. Mikroorganisme A. flavus Gmn11.2 galur lokal dikembangbiakan pada media fermentasi  skala labu 250 mL, yang mengandung induser inulin selama 84 jam pada suhu 37oC. Enzim inulin (ekstraselular) yang diproduksi selanjutnya diisolasi dan dimurnikan melalui tahapan fraksionasi amonium sulfat pada rentang kejenuhan 40-80%, kromatografi kolom filtrasi Gel Sephadex G-25 (100 × 2 cm), kromatografi kolom penukar ion DEAE selulosa (20 × 1,6 cm), dengan elusi gradien 0,01-0,1 M buffer natrium fosfat pada laju alir 3 mL/menit. Enzim murni hasil isolasi kemudian ditentukan kondisi optimum aktivitas serta parameter kinetikanya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari berbagai mikroorganisme yang memiliki potensi untuk menghasilkan enzim inulinase dengan aktivitas yang tinggi adalah Aspergillus clavatus (BG5), Fusarium solani (PB3), Fusarium sp2 (LB2), dan A. flavus (ML2). Setelah melalui tahapan kromatografi penukar ion, diperoleh enzim inulinase yang cukup murni yang ditandai dengan intensitas pita hasil SDS elektroforesis, dengan peningkatan faktor kemurnian 15,66 kali dibandingkan dengan ekstrak enzim kasar. Adapun aktivitas  enzim inulinase hasil isolasi dari A. flavus Gmn11.2 galur lokal, bekerja pada kondisi optimum: pH 5,0, suhu 50°C dan waktu inkubasi 4 jam. Parameter kinetika enzimatik dari inulinase diperoleh harga KM33 mg/L dan Vmaks 1,8 x 10-3 µmol/menit. Dari hasil elektroforesis SDS poliakrilamida menunjukkan enzim inulinase dari A. flavus Gmn11.2 galur lokal, memiliki berat molekul (Mr) 138 kDa, terdiri dari dua sub-unit polipeptida (dimer) dengan Mr masing-masing 72 dan 66 kDa.
PENGARUH PELAPISAN XANTOFIL PADA SEL SURYA SILIKON TERHADAP PENINGKATAN TEGANGAN DAN ARUS LISTRIK Lubis, Rubianto A.; Noviyanti, Atiek Rostika; Budiman, Yudha Prawira; Hanapratiwi, Reinanda; Rahayu, Iman
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.173 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.11087

Abstract

Sifat semikonduktor yang dimiliki silikon memungkinkan terjadinya aliran listrik melalui suatu sambungan P-N. Salah satu modifikasi untuk meningkatkan tegangan serta arus listrik pada sel surya adalah dengan menambahkan suatu zat warna seperti xantofil pada permukaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan xantolfil dengan konsentrasi (10%, 20% dan 30%) pada sel surya terhadap tegangan listrik serta arus listrik yang dihasilkan. Metode preparasi sel surya adalah metode difusi yaitu menempelkan padatan fosfor secara langsung pada silikon tipe-P pada suhu 900°C. Peningkatan arus dan tegangan listrik pada permukaan sel surya yang dilapisi xantofil diukur menggunakan avometer. Dari hasil penelitian didapatkan kenaikan tegangan listrik maksimum sebesar 2,38% dan kenaikan arus listrik maksimum sebesar 7,53%.
MODIFIKASI PATI SUKUN DENGAN METODE IKAT SILANG MENGGUNAKAN TRINATRIUM TRIMETAFOSFAT Zuhra, Cut Fatimah; Ginting, Mimping; Marpongahtun, Marpongahtun; Syufiatun, Ayu
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.117 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.10925

Abstract

Pati alami memiliki aplikasi terbatas karena tidak selalu memiliki sifat yang diinginkan untuk beberapa jenis pengolahan. Oleh karena itu diperlukan modifikasi untuk meningkatkan penggunaan dari pati tersebut, salah satunya dengan melakukan modifikasi pada struktur pati. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pati termodifikasi yaitu pati ikat silang fosfat. Pati ikat silang fosfat disintesis  dengan  mereaksikan pati sukun dengan natrium trimetafosfat  dan dilakukan variasi  berat natrium trimetafosfat (1%, 2%, 3%) dan waktu reaksi (30, 60 dan 90 menit). Dari hasil uji yang dilakukan dengan menggunakan spektroskopi IR maka terbentuknya pati fosfat didukung dengan munculnya vibrasi P-O-C pada daerah bilangan gelombang 1050-995 cm-1 dan daerah 1643 cm-1. Pengaruh penambahan konsentrasi trinatrium trimetafosfat dapat meningkatkan nilai derajat substitusi dan menurunkan swelling power. Derajat subtitusi diperoleh berkisar antara 0,2343-0,3003, dimana derajat substitusi yang paling tinggi diperoleh pada penambahan berat natrium trimetafosfat 3% dan waktu reaksi 60 menit yaitu 0,3003.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA FLAVONOIDA DARI DAUN BENALU KAKAO (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) Sembiring, Helmina Br.; Lenny, Sovia; Marpaung, Lamek
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.266 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.10920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi senyawa fitokimia dan menguji aktivitas antioksidan ekstrak metanol, ekstrak  etil asetat, total flavonoida dan flavonoid aglikona  daun benalu kakao (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.). Serbuk kering daun D. pentandra (L.) Miq. (10 kg) dimaserasi dengan menggunakan metanol, ekstrak metanol diekstraksi kembali dengan etil asetat, ekstrak etil asetat dipartisi dengan n-heksana. Residu yang tersisa (total flavonoida) dihidrolisis dengan HCl 2 N sehingga diperoleh flavonoid aglikona.  Diperoleh ekstrak metanol sebanyak  830 g (8,3%), ekstrak etil asetat 108 g (1,08%), total flavonoida 45 g (0,06%) dan flavonoid aglikona 6,2 g (0,06%) dan semua ekstrak  berwarna hitam. Berdasarkan hasil skrining fitokimia yang dilakukan ekstrak metanol D. pentandra (L.) Miq.  mengandung senyawa flavonoida, tanin, terpenoid, saponin dan tidak terdeteksi adanya alkaloid. Ekstrak etil asetat mengandung senyawa flavonoida, terpenoid dan saponin dan tidak terdeteksi adanya tanin dan alkaloid. Total flavonoida hanya mengandung flavonoida dan tidak terdeteksi adanya saponin, tanin, alkaloid dan terpenoid. Ekstrak metanol, etil asetat, total flavonoida dan flavonoid aglikona daun D. pentandra (L.) Miq. memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50  berturut-turut sebesar 30,31; 36,23; 24,07 dan 18,22 mg/mL. Sedangkan asam askorbat sebagai kontrol menunjukkan nilai IC50  12,08  mg/mL. Senyawa flavonoida dari daun benalu kakao (D. pentandra (L.) Miq.) dapat berfungsi sebagai antioksidan namun aktivitasnya lebih rendah dari pada asam askorbat.

Page 1 of 2 | Total Record : 20