JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
JPF (Journal of Physics Education) is a peer-reviewed academic journal published biannually, by the Department of Physics Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Alauddin State Islamic University Makassar. It serves as a comprehensive platform for sharing and advancing scientific research in both physics and physics education. The journal features significant contributions to the field, including innovative studies on the development of learning media, pedagogical methods, the application of various teaching strategies, and the practical applications of physics in real-world contexts. JPF is committed to publishing research that adds valuable knowledge to the physics and physics education communities. Each issue of JPF includes high-quality research articles and expert reviews that offer important new insights. The journal is dedicated to disseminating findings that are of critical importance to the ongoing development of physics education and the scientific community.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6 No 2 (2018): September"
:
11 Documents
clear
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN INQUIRY BERBASIS FENOMENA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
Hasbullahair Ashar;
Nurpadilah Basri;
Jamilah Jamilah
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (595.535 KB)
|
DOI: 10.24252/jpf.v6i2.5331
Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis pada peserta didik yang diajar dengan metode Inquiry berbasis fenomena, mengetahui kemampuan berpikir kritis peserta didik yang tidak diajar metode Inquiry berbasis fenomena, dan mengetahui pengaruh metode pembelajaran Inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Desain penelitian yang digunakan adalah the matching only posttes only control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA MAN 1 Polewali Mandar yang berjumlah 101 orang yang tersebar dalam 3 kelas. Sampel penelitian berjumlah 32 pasang sampel yang dipilih dari dua kelas dengan menggunakan tekhnik simpel random kelas (Konvaince Sampling) dengan pertimbangan pemahaman konsep yang baik. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diajar dengan metode Inquiry berbasis fenomena sebesar 76 dan yang tidak diajar dengan metode Inquiry berbasis fenomena sebesar 60, dimana frekuensi tertinggi yang diperoleh peserta didik pada kelas eksperimen berada pada kategori tinggi dan frekuensi tertinggi yang diperoleh pada kelas kontrol berada pada kategori tinggi. Selanjutnya, berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan program SPSS diperoleh signifikansi sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara peserta didik yang diajar dengan metode Inquiry berbasis fenomena pada kelas XI IPA MAN 1 Polewali Mandar. Implikasi penelitian ini yaitu bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan dan rujukan untuk mencari metode pembelajaran lain yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kata Kunci: Metode Pembelajaran Inquiry Berbasis Fenomena; dan Kemampuan Berpikir Kritis.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN VIDEO BASED LABORATORY TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA
Ulfi Saharsa;
Muhammad Qaddafi;
Baharuddin Baharuddin
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (603.199 KB)
|
DOI: 10.24252/jpf.v6i2.5725
Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan pemahaman konsep yang tidak diajarkan dan diajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan video based laboratory . Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen bentuk Quasi Eksperimen yang memiliki kelompok kontrol tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah “Nonequivalen (Pretest-Posttest) Control Group Desain”.Populasi peneliti adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMPN 19 Bulukumba kabupaten Bulukumba. Sampel peneliti yaitu kelas VIII.A sebagai kelas kontrol dan kelas VIII.B sebagai kelas eksperimen. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes pemahaman konsep yang berupa Pretes dan Posttes, observasi dan dokumentasi. Analisis data menunjukan pemahaman konsep peserta didik pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning sebagai model belajar berada pada kategori tinggi, dengan presentase 80% Sedangkan untuk kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konfensional berada pada kategori sedang, dengan presentase 60%. Kedua dari hasil analisis uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh nilai thit = 13,97 dan nilai ttab= 2,02 dengan dk 52. Dimana nilai thit > ttab sehingga H-0 ditolak, H1 diterima, dengan demikian terdapat peningkatan pemahaman konsep fisika peserta didik yang diajar melalui model Problem Based Learning berbantuan Video Based Laboratory.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TGT BERBANTUKAN MEDIA SIMULASI PhET DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
Halimatus Sakdiah;
Petri Reni Sasmita
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (617.426 KB)
|
DOI: 10.24252/jpf.v6i2.5641
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantukan media simulasi PhET dalam meningkatkan hasil belajar ranah kognitif siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian “Quasi Eksperimen” dengan desain “pretse-postes two group”. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan cara “cluster random sampling” sehingga mendapatkan dua kelas sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian menggunakan tes hasil belajar ranah kognitif dari C1 hinggan C6 yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Setelah diuji normalitas dan homogenitas darit data yang didaptkan selanjutnya dilakukan uji t pada postes. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa nilai thitung (2,394) > ttabel (1,982) sehingga terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams-Games-Tournaments) berbantukan media simulasi PhET terhadap hasil belajar ranah kognitif siswa pada materi pokok elastisita.
PENGUASAAN KONSEP FISIKA DISERTAI VIDEO DENGAN MENUNGGUNAKAN MODEL INTERACTIVE DEMONSTRATION (LEVELS OF INQUIRY)
Wartono Wartono;
Sumarjo Sumarjo;
Tiara Dini Santika Yuliana;
John Rafafy Batlolona
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (601.485 KB)
|
DOI: 10.24252/jpf.v6i2.5920
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipenguasaan konsep (PK) siswa yang belajar dengan model interactive demonstration disertai video akan lebih tinggidaripada siswa yang belajar dengan model interactive demonstration tanpa disertai video. Skor PK dikumpulkan dengan mengujikan tes tertulis (posttest) materi suhu dan kalorkepada siswa yang belajar denganmodel interactive demonstration disertai videodan siswa yang belajar denganmodel interactive demonstrationtanpa disertai video. Skor tersebut diuji normalitasnya menggunakan uji Liliefors dan diuji homogenitasnya menggunakan uji Bartlet, lalu dilakukan uji hipotesis menggunakan uji Anava A dan uji tukey. Hasil penelitian diperolehpenguasaan konsep siswa yang belajar denganmodel interactive demonstration disertai video lebih tinggidaripada siswa yang belajar dengan model interactive demonstration tanpa disertai video. Sehingga model interactive demonstration disertai video berpengaruh terhadap PK siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS SOAL
Hading Hading;
Saprin Saprin;
Rosta Rosta
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (521.849 KB)
|
DOI: 10.24252/jpf.v6i2.5897
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan menganalisis soal pada peserta didik yang diajar dengan model think pair share, mengetahui kemampuan menganalisis soal pada peserta didik yang diajar dengan metode konvensional, mengetahui perbedaan kemampuan menganalisis soal pada peserta didik yang diajar dengan model think pair share dan yang diajar dengan metode konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah the matching only posttes only control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X IPA MAN 1 Bulukumba yang berjumlah 95 orang yang tersebar dalam 3 kelas. Sampel penelitian berjumlah 15 pasang sampel yang dipilih dari dua kelas dengan menggunakan teknik sampel pemadanan (matching). Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan menganalisis peserta didik yang diajar dengan model think pair share sebesar 2,95 dan yang diajar dengan konvensional sebesar 2,10. Berdasarkan hasil analisis statistik yang menunjukkan bahwa thitung yang diperoleh sebesar 12,46 dan ttabel sebesar 2,05, sehingga thitung>ttabel hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan menganalisis yang signifikan antara peserta didik yang diajar dengan model think pair share dan yang diajar dengan metode konvensional pada kelas X MAN 1 Bulukumba.
PENERAPAN METODE INQUIRY TERBIMBING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PEMAHAMAN KONSEP
Nining Dwi Harti;
Suprapta Suprapta;
Muh Syihab Ikbal
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (602.595 KB)
|
DOI: 10.24252/jpf.v6i2.5286
Adapun judul penelitian ini yaitu untuk mengetehui peningkatan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep siswa setelah diajar menggunakan metode inquiry terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung yang diperoleh pada keterampilan proses sains sebesar -2,32 dan ttabel sebesar 2,14, sehingga thitung < ttabel.dan pada keterampilan proses sains diperoleh nilai rata-rata dari guru lebih besar daripada nilai setelah penelitian sehingga disimpulkan tidak ada peningkatan. Dan thitung yang diperoleh pada pemahaman konsep siswa sebesar -0,61 dan ttabel sebesar 2,14, sehingga thitung < ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat peningkatan pemahaman konsep peserta didik setelah diajar menggunakan metode inquiri terbimbing.
Zelscope 1.0 Sebagai Pencuplik Data Dalam Percobaan Pengukuran Tegangan DC
Haris Rosdianto;
Suryati Suryati;
Juhari Juhari;
Sonia Sonia;
Natalia Wati;
Yoda Dafian;
Salma Alnisa
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (627.595 KB)
|
DOI: 10.24252/jpf.v6i2.5526
Penentuan nilai tegangan rata-rata melalui percobaan pengukuran tegangan DC dengan memanfaatkan Zelscope 1.0 telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan percobaan pengukuran tegangan DC dengan memanfaatkan Zelscope 1.0, dan menentukan nilai tegangan DC rata-rata dengan mengunakan rancangan percobaan tersebut. Metode pengukuran yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan mengukur tegangan keluaran DC dengan menggunakan Zelscope 1.0 sebagai pencuplik data. Hasil dari penelitian ini adalah perangkat lunak Zelscope 1.0 dapat digunakan untuk mencuplik data tegangan keluaran DC. Nilai tegangan rata-rata yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebesar 2,624360376 V dengan nilai simpangan baku sebesar 0,000971326.
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL FISIKA BERBASIS TAKSONOMI BLOOM
Muslimin B;
Muhammad Yusuf Hidayat;
Santih Anggereni
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (724.538 KB)
|
DOI: 10.24252/jpf.v6i2.5882
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran siswa dalam menyelesaiakn soal fisika materi suhu dan kalor berbasis taksonomi Bloom pada tingkatan pengetahuan, pemahaman, penerapan dan, analisis pada siswa kelas X di SMAN 3 Sampolawa. Pemilihan sampel melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tabel spesifikasi soal, kisi-kisi soal dan, kartu soal materi suhu dan kalor. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kemampuan siswa dalam menyelesaiakan soal fisika berturut-turut yaitu pada kemampuan pengetahuan hasilnya sangat baik, kemampuan pemahaman hasilnya sangat baik, kemampuan penerapan hasilnya baik dan pada tingkatan analisis hasilnya rendah peserta didik kelas X di SMAN 3 Sampolawa dengan pokok bahasan gelombang suhu dan kalor. Hal ini berdasarkan data yang diperoleh perlunya analisis kemampuan siswa dalam menyelesaiakan soal fisika materi suhu dan kalor berbasis taksonomi kognitif Bloom kelas X di SMAN 3 Sampolawa.
EFEKTIVITAS FISH BOWL TECHNIQUE SEBAGAI SARANA SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN BERBAHASA DAN PEMAHAMAN KONSEP
Athirah Athirah;
Sabaruddin Garancang;
Suhardiman Suhardiman
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (807.275 KB)
|
DOI: 10.24252/jpf.v6i2.3591
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berbahasa dan pemahaman konsep siswa yang diajar dengan fish bowl technique (teknik cawan ikan) sebagai sarana sosial pada karakteristik, mengetahui kemampuan berbahasa dan pemahaman konsep siswa yang diajar dengan metode konvensional diskusi kelas pada materi karakteristik gelombang, mengetahui fish bowl technique (teknik cawan ikan) sebagai sarana sosial efektif terhadap kemampuan berbahasa dan pemahaman konsep. Desain penelitian yang digunakan The Matching-Only Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi fish bowl technique lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan pemahaman konsep pada kelas XI MIPA 2 dibandingkan dengan diskusi kelas pada kelas XI MIPA 1 MAN 1 Makassar.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PEMBERIAN REWARD AND PUNISHMENT
Umi Kusyairy;
Sulkipli Culo
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (675.656 KB)
|
DOI: 10.24252/jpf.v6i2.5595
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui: Bagaimana hasil belajar peserta didik sebelum dan setelah diberi Reward and Punishment, sertaapakah pemberian Reward and Punishment dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrumen lembar angket respon peserta didik, lembar aktivitas guru dan hasil tes belajar peserta didik.Nilai hasil belajar pada siklus I dengan rata-rata nilai 78,03 dimana diketahui nilai rata-rata tersebut masih di kriteria ketuntasan minimal sebesar 70. Namun presentase kelulusan klasikal hanya di peroleh 65,77 % dan masih dibawah ketuntasan klasikal penelitian sebesar 80%.Pada siklus II nilai rata-rata peserta didik adalah 89,31 sedangkan untuk ketuntasan belajar klasikal diperoleh sebesar 97,14 % dan ini berarti sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu lebih besar dari ketuntasan klasikal 80%. Berdasarkan data tersebut maka peneliti tidak melanjutkan ke siklus selanjutnya.