cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
Analisis Penyebab Kegagalan Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (Simpus) dalam Penerimaan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Adimulyo Kabupaten Kebumen Christanti, Novi Dwi; Pratiwi, Rita Dian
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27460

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskesmas Adimulyo, SIMPUS tidak digunakan lagi dalam kegiatan pelayanan penerimaan pasien rawat jalan sejak tahun 2012 sampai sekarang. Selama ini kegiatan pelayanan penerimaan pasien rawat jalan di Puskesmas Adimulyo dilakukan secara manual, hal ini mengakibatkan proses kegiatan pelayanan membutuhkan waktu yang lama. Terutama pada saat proses pencarian nomor rekam medis pasien yang tidak membawa kartu berobat.Tujuan: Menganalisis faktor-faktor penyebab kegagalan penggunaan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) dalam kegiatan penerimaan pasien rawat jalan di Puskesmas Adimulyo.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif dan rancangan penelitian fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah petugas penerimaan pasien rawat jalan dan objeknya SIMPUS. Teknik pengambilan datanya menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analasis data yang dilakukan peneliti meliputi tahap reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.Hasil: Faktor-faktor yang menjadi penyebab tidak digunakannya SIMPUS adalah faktor man meliputi kurangnya dukungan dari kepala puskesmas dan kurangnya pemahaman petugas mengenai pentingnya penggunaan SIMPUS. Faktor method yaitu tidak adanya prosedur penggunaan SIMPUS pada penerimaan pasien rawat jalan.Kesimpulan: Faktor-faktor yang menjadi penyebab tidak digunakannya SIMPUS dalam penerimaan pasien rawat jalan adalah faktor man (manusia) dan method (metode).
Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Penyerahan Klaim BPJS di RS Panti Nugroho Noviatri, Lenty Wahyu; Sugeng, Sugeng
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27473

Abstract

Latar Belakang: Keterlambatan penyerahan berkas klaim pasien rawat inap disebabkan karena berkas rekam medis yang kembali dari bangsal rawat inap tidak lengkap sehingga harus dikembalikan untuk dilengkapi oleh dokter penanggung jawab. Sedangkan keterlambatan klaim BPJS untuk pasien rawat jalan disebabkan karena persyaratan dan ketentuan administrasi klaim yang selalu berubah-ubah membuat banyak berkas klaim yang dikembalikan oleh verifikator sehingga prosesnya menjadi terhambat. Apabila terjadi keterlambatan penyerahan berkas klaim, maka berkas klaim tersebut akan di-pending penyerahanya dan akan diikutsertakan pada proses klaim bulan selanjutnya.Tujuan: mengetahui penyebab terjadinya keterlambatan penyerahan berkas klaim BPJS kepada verifikator independen di Rumah Sakit Panti NugrohoMetode: diskriptif dengan pendekatan kualitatif dan rancangan penelitian studi kasus. Subyek yang menjadi penelitian ini adalah petugas yang terlibat secara langsung dalam proses klaim. Obyek yang menjadi penelitian ini adalah pengajuan berkas klaim pasien rawat jalan dan rawat inap dengan cara bayar BPJS.Hasil: Proses pelaksanaan klaim BPJS di Rumah Sakit Panti Nugroho sudah lancar tetapi masih terdapat berkas klaim yang diserahkan terlambat. Faktor penyebab keterlambatan klaim berasal dari faktor man adalah petugas verifikator kelengkapan awal, dokter, dan petugas pengodean. Faktor machine adalah karena SIMRS belum terintegrasi dengan INA-CBG. Methode adalah karena implementasi SPO yang belum lancar. Faktor materials karena persyaratan yang tidak sesuai. Upaya yang telah dilakukan oleh petugas pada faktor man adalah melakukan sosialisasi pada pasien, berkomunikasi dengan dokter, mengupayakan perekrutan. Machine adalah melakukan back-up data. Faktor methode adalah membentuk tim BPJS di Rumah sakit Panti Nugroho.
Pelaksanaan Sistem Penyimpanan Rekam Medis Family Folder di Puskesmas Bayan Lombok Utara Mardyawati, Eka; Akhmadi, Akhmadi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27474

Abstract

Latar Belakang: Ketersediaan berkas secara cepat dan tepat pada saat dibutuhkan akan sangat membantu mutu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Pelaksanaan pengambilan berkas rekam medis pasien di Puskesmas Bayan Lombok Utara tidak menggunakan tracer mengakibatkan berkas rekam medis sulit ditemukan serta berkas rekam medis disimpan tidak rapi sehingga sering terjadi berkas yang tidak ditemukan (missfile).Tujuan: Mengetahui bagaimana pelaksanaan sistem penyimpanan rekam medis family folder di Puskesmas Bayan Lombok Utara.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitataif dan rancangan fenomenologis. Pengambilan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subyek penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh petugas rekam medis di Puskesmas Bayan Lombok Utara.Hasil: Pengambilan dan pengembalian rekam medis tidak menggunakan tracer, lokasi penyimpanan rekam medis tersentralisasi dengan sistem penyimpanan family folder. Belum terdapat prosedut tetap yang mengatur pelaksanaan sistem penyimpanan. Terdapat lima orang petugas penyimpanan rekam medis dan belum pernah mengikuti pelatihan serta bukan termasuk lulusan rekam medis. Map belum terdapat kolom untuk tempat menuliskan tahun kunjungan terakhir pasien melakukan pemeriksaan atau berobat. Map juga mudah sobek dan bentuk map tidak mempermudah petugas dalam pencarian berkas rekam medis. Rak penyimpanan berkas rekam medis di Puskesmas Bayan Lombok Utara berbentuk seperti rak sortir, sehingga dalam hal ini tidak sesuai dengan bentuk rak penyimpanan rekam medis pada umumnya. Hambatan yang ditemukan diantaranya pencarian berkas rekam medis lama, nomor rekam medis ganda, berkas rekam medis tidak ditemukan, dan kurangnya rak penyimpanan.
Faktor-Faktor Penyebab Pengembalian Berkas Persyaratan Klaim BPJS Pasien Rawat Inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Megawati, Linda; Pratiwi, Rita Dian
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27476

Abstract

Latar Belakang: BPJS kesehatan merupakan badan hukum pemerintah untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. Cara penagihan terhadap biaya pelayanan yaitu dengan menggunakan sistem klaim, berkas persyaratan klaim dikirimkan kepada verifikator BPJS kesehatan. Berdasarkan hasil pengamatan terdapat permasalahan yaitu terkait pengembalian berkas klaim oleh pihak verifikator BPJS.Tujuan: Mengetahui persentase kelengkapan syarat klaim BPJS pasien rawat inap dan Mengetahui apa saja faktor penyebab dikembalikannya klaim BPJS pasien rawat inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.Metode: Survey analitik dengan pendekatan case control. Pengambilan sampel merupakan seluruh berkas klaim yang dikembalikan oleh verifikator BPJS di minggu pertama bulan maret yaitu 38 sampel (perbandingan jumlah sampel case dan control adalah 1 : 1 yaitu 38 berkas kasus dan 38 berkas kontrol). Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh.Hasil: Hasil analisis kelengkapan terdapat beberapa berkas syarat yang tidak lengkap yaitu laporan individual pasien dengan persentase ketidaklengkapan 84%. Laporan penunjang dengan persentase ketidaklengkapan 18% dan fotocopy kartu BPJS dengan persentase 7% ketidaklengkapan. Untuk mengetahui hubungan berkas tidak lengkap tersebut dengan faktor pengembalian klaim selanjutnya diuji hubungan dengan menggunakan uji statistik, dihasilkan yang memiliki p-value<0,05 berarti H0 ditolak, yaitu laporan individual pasien (p-value=2,491.10-11) dan laporan penunjang (p-value=0,0115).
Kejadian Misfile dan Duplikasi Berkas Rekam Medis Sebagai Pemicu Ketidaksinambungan Data Rekam Medis Karlina, Destri; Putri, Imandini Anggimelya; Santoso, Dian Budi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 1 (2016): October
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27477

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya kejadian misfile pada saat pelayanan rawat jalan berlangsung di Puskesmas Adipala Unit I Kabupaten Cilacap. Tingkat kejadian misfie sebesar 8,15% dan duplikasi berkas rekam medis sebesar 8,44% dari seluruh berkas rekam medis yang digunakan pada pelayanan rawat jalan. Hal tersebut mengakibatkan data pada berkas rekam medis pasien tidak berkesinambungan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan penyebab kejadian misfile dan duplikasi berkas rekam medis pada bagian filing Puskesmas Adipala Unit I.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2016. Subjek penelitian atau informan penelitian ini terdiri dari petugas pendaftaran, filing, dan kepala TU Puskesmas Adipala Unit I yang berjumlah empat orang. Objek penelitian adalah berkas rekam medis dan pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara.Hasil: Kejadian tersebut mempengaruhi tingkat kesinambungan data rekam medis di Puskesmas Adipala Unit I, yang disebabkan oleh beberapa hal ditinjau dari aspek man, method, material, machine, dan money.Kesimpulan: Penyebab utama misfile dan duplikasi berkas rekam medis adalah regulasi yang digunakan dalam sistem penyimpanan di bagian filing. Sehingga perlu adanya pembenahan dan pembuatan kebijakan untuk menciptakan managemen rekam medis yang baik agar data dalam berkas rekam medis dapat terus berkesinambungan.
Kepuasan Pasien TNI Terhadap Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan Dengan Metode Importance Performance Analysis (IPA) di RSPAU Dr. S. Hardjolukito Yeni, Indira; Budi, Savitri Citra
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 2 (2017): April
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27570

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit sebagai pemberi jasa harus mengetahui hal-hal dianggap penting oleh pasien dan pihak rumah sakit harus berusaha untuk menghasilkan kinerja sebaik-baiknya sehingga dapat memuaskan pasien. Mengetahui penilaian pasien terhadap kualitas pelayanan rumah sakit merupakan hal penting sebagai acuan dalam meningkatkan pelayanan. Pelayanan pendaftaran pasien TNI di RSPAU dr. S. Hardjolukito, mengalami perubahan setelah adanya JKN, yaitu berupa kelengkapan persyaratan administratif dan perbedaan loket pendaftaran. Hal ini menimbulkan pasien TNI komplain dan mengeluhkan lamanya pelayanan pendaftaran.Tujuan: Mengetahui rata-rata kenyataan dan rata-rata harapan, kesenjangan antara kenyataan dan harapan, dan kepuasan pasien TNI terhadap pelayanan pendaftaran rawat jalan berdasarkan Importance Performance Analysis (IPA).Metode: Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien TNI yang mendapatkan pelayanan pendaftaran rawat jalan. Jumlah sampel diambil sebanyak 100 responden menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan metode angket/kuisioner. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, analisis kesenjangan, dan importance performance analysis.Hasil: Rata-rata kenyataan 3,196 sedangkan rata-rata harapan 3,472. Kesenjangan antara kenyataan dan harapan bernilai negatif. Tingkat kesesuaian sebesar 92,04%. Berdasarkan diagram kartesius terdapat lima atribut yang berada di kuadran A, empat atribut di kuadran B, lima atribut di kuadran C, dan enam atribut di kuadran D.Kesimpulan: Rata-rata kenyataan berada pada kategori cukup baik. Rata-rata harapan berada pada kategori sangat penting. Kesenjangan bernilai negatif, berarti pelayanan yang diterima lebih kecil daripada harapan. Tingkat kesesuaian kepuasan pasien TNI terhadap pelayanan pendaftaran rawat jalan telah sesuai.
Kepuasan Perawat Bagian Poliklinik Terhadap Pelayanan Rekam Medis Rawat Jalan di Rumah Sakit Tk.II 04.05.01 Dr. Soedjono Magelang Farizaan, Ahmad; Miharti, Rawi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 2 (2017): April
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27571

Abstract

Latar Belakang: Berkas rekam medis dituntut tersedia tepat waktu untuk digunakan oleh dokter dan perawat. Dokter dan perawat berkolaborasi sebagai pembuat informasi kesehatan yang nantinya akan didokumentasikan didalam rekam medis sebagai bukti pelayanan. Berdasarkan observasi, petugas rekam medis dalam memberikan pelayanan rekam medis rawat jalan dinilai belum maksimal, dan terdapat beberapa masalah, seperti proses pelayanan yang lama sehingga mengalami keterlambatan penyediaan rekam medis ke poliklinik.Tujuan penelitian: mengetahui tingkat kepuasan perawat poliklinik terhadap pelayanan rekam medis rawat jalan Mengetahui gambaran kualitas pelayanan rekam medis rawat jalan. Mengetahui atribut yang perlu diperbaiki terkait pelayanan rekam medis rawat jalanMetode: Kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional, populasi pada penelitian ini adalah perawat bagian poliklinik, sampel penelitian ini seluruh perawat bagian poliklinik yaitu 45 orang, Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, Customer Satisfaction Index, dan Importance performance analysis.Hasil: Tingkat kepuasan perawat poliklinik terhadap pelayanan berkas rekam medis rawat jalan adalah 79,02%, dapat diartikan puas. Kualitas Pelayanan rekam medis rawat jalan berdasarkan dimensi reliability memiliki nilai rata-rata 3,09, responsiveness adalah 3,18, assurance adalah 3,13, emphaty adalah 3,22, dan tangible adalah 3,23. Atribut yang perlu diperbaiki terkait pelayanan rekam medis rawat jalan adalah ketepatan waktu, kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pelayanan.Kesimpulan: Perawat puas terhadap pelayanan rekam medis rawat jalan. Nilai rata-rata kualitas pelayanan tertinggi pada dimensi tangible, sedangkan nilai rata-rata yang terendah pada dimensi reliability. Atribut yang perlu diperbaiki terkait pelayanan rekam medis rawat jalan adalah ketepatan waktu, kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pelayanan.
Manfaat Data External Causes dan Aplikasi ArcGIS di PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Cabang DIY Merlinesia, Defin; Nuryati, Nuryati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 2 (2017): April
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27572

Abstract

Latar belakang: Januari-Agustus 2014 tercatat 614 kejadian kecelakaan lalu lintas (KLL) di Kabupaten Sleman dan jumlah kendaraannya tertinggi di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada KMK No 377 Tahun 2007 kompetensi perekam medis mengenai pengolahan data yaitu manajemen rekam medis informasi kesehatan, dan statistik kesehatan. Pendokumentasian dan pengolahan data external causes (EC) fasyankes sangat minim. Ketidaklengkapan ditemukan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dan inputnya pada Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) belum baik. Data EC KLL yang lengkap dibutuhkan untuk urusan jaminan lembaga asuransi seperti PT Jasa Raharja.Tujuan: Mengetahui manfaat data EC KLL bagi PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Cabang DIY, melakukan pemetaan kejadian KLL di Kabupaten Sleman dengan menggunakan software ArcGIS 10.1, dan mengetahui tingkat kejadian KLL Kabupaten Sleman.Metode: Penelitian desktiptif kualitatif rancangan fenomenologis. Subjeknya petugas Ajun Arsiparis, PA Pelayanan Klaim, dan Kepala Unit Operasional. Teknik pengambilan data adalah studi dokumentasi, observasi, dan wawancara.Hasil: Manfaat data EC yaitu entry data ke aplikasi pelayanan, pembuatan data/statistik, acuan penjaminan, dan pencegahan KLL. Peta kejadian KLL mendapat tanggapan positif petugas. 341 korban KLL selama Juli-Desember 2015 ditangani fasyankes Kabupaten Sleman.Kesimpulan: Data EC KLL PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Cabang DIY secara optimal dan rutin dimanfaatkan petugas untuk entry data ke aplikasi pelayanan, pembuatan data/statistik, acuan penjaminan, dan pencegahan KLL. Data EC belum dimanfaatkan untuk pemetaan KLL. Pemetaan kejadian KLL menggunakan software ArcGIS 10.1 mudah, hasilnya bagus dan berguna. Tingkat KLL di Kabupaten Sleman cenderung menurun.
Pengembangan Input Sistem Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Berbasis Web di RSKIA Bhakti Ibu Yogyakarta Pratiwi, Julia Dian; Rokhman, Nur
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 2 (2017): April
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27573

Abstract

Latar Belakang: Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan alat yang digunakan untuk mencatat segala pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu dan anak sejak ibu hamil, melahirkan, masa nifas, sampai anak berusia lima tahun dengan lengkap. Masih ditemui ibu-ibu hamil enggan membawa buku KIA, terkadang lupa membawa buku KIA ketika kontrol rutin, bahkan buku KIA yang dimilikinya pun hilang. Hal tersebut menyebabkan riwayat pencatatan pasien menjadi hilang. Pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan dimungkinkan menjadi tidak berkesinambungan dengan riwayat yang dimiliki pasien sebelumnya. Oleh karena itu, diperlukan sistem informasi agar mempemudah dalam pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta pihak rumah sakit memiliki back up data pasien.Tujuan: Tujuan pada perancangan yaitu membuat input sistem informasi kesehatan ibu dan anak berbasis web di RSKIA Bhakti Ibu Yogyakarta.Metode: Perancangan dilakukan menggunakan notepad++ dengan bantuan framework bootstrap untuk merancang antarmuka, framework codeigniter untuk koneksi dengan basis data, serta MySQL untuk membuat basis data.Hasil: Hasil yang diperoleh adalah input dari sistem informasi kesehatan ibu dan anak. Input sistem terdiri dari menu pendaftaran pasien baru, catatan kehamilan, rencana persalinan, catatan kelahiran, catatan nifas, catatan pemeriksaan anak, catatan imunisasi, dan catatan pemberian vitamin A.Kesimpulan: Perancang telah membuat input sistem informasi kesehatan ibu dan anak di RSKIA Bhakti Ibu Yogyakarta.
Pengembangan Output Sistem Perhitungan Angka Kredit Petugas Rekam Medis di RSUD Kabupaten Karanganyar Rahmawati, Ade Irma; Rokhman, Nur
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 1, No 2 (2017): April
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.27574

Abstract

Latar Belakang: Perekam medis memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk melakukan kegiatan pelayanan rekam medis yang diduduki oleh PNS. Pengangkatan pegawai disesuaikan dengan jenjang jabatan dalam jabatan fungsional perekam medis dan ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki oleh petugas. Perekam medis yang tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam sesuai dengan ketetapan yang berlaku dapat dibebaskan sementara dari jabatannya atau diberhentikan jabatan fungsional sebagai perekam medis. Proses perhitungan angka kredit masih terkendala beban kerja petugas yang tinggi dan perhitungan angka kredit yang masih manual dengan perhitungan berdasarkan satuan angka kredit yang berbentuk angka desimal, sehingga membuat petugas mengalami kesulitan dalam proses penghitungan serta terkadang petugas mengalami kesulitan saat melakukan rekap setiap bulannya.Tujuan: Merancang output sistem perhitungan angka kredit petugas rekam medis di RSUD Kabupaten Karanganyar yang disesuaikan dengan kebutuhan petugas untuk mempermudah petugas rekam medis dalam perhitungan angka kredit.Metode: Identifikasi kebutuhan pengguna pada perancangan ini dilakukan dengan metode pengumpulan data yaitu studi pendahuluan dan wawancara. Alat pengumpulan data dengan instrumen wawancara dan perekam suara. Perancangan dilakukan dengan aplikasi Sublime Text 3 dengan bantuan Codeigniter untuk pengkodean dan bootstrap untuk desain antarmuka.Hasil: Berdasarkan hasil analisis dan wawancara kebutuhan pengguna kepada petugas rekam medis yang telah menjabat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), maka dihasilkan output sistem perhitungan rekam medis berupa database sistem, antarmuka output sistem dan laporan perhitungan angka kredit.Kesimpulan: Perancang telah melakukan perancangan output sistem perhitungan angka kredit meliputi database sistem, antarmuka output sistem dan laporan perhitungan angka kredit.

Filter by Year

2016 2026