cover
Contact Name
Alfian Rokhmansyah
Contact Email
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Phone
+6285385388335
Journal Mail Official
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 642 Documents
Rejuvenasi Ekopuitika dan Cerpen Lokal: Sastraloka sebagai Medium Responsif Karya Sastrawan Lokal (Korrie Layun Rampan M. Arief Affandi; Nella Putri Giriani; Rachmad Azazi Rhomantoro
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 10, No 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v10i3.28693

Abstract

Studi ini berusaha mengungkap dan memformulasikan bagaiamana rejuvenasi ekopuitika dan cerpen lokal yang dilakukan Sastraloka sebagai medium responsif karya sastrawan lokal (Korrie layun Rampan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus pada bagaiamana Sastraloka, sebagai sebuah program, merejuvenasi ekopuitika dan cerpen lokal. Peneliti melakukan observasi partisipatif, mewawancarai 20 informan terkait, dan mendokumentasikan proses penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sastraloka berhasil merespon mementum sastra Kaltim khususnya ekopuitika dan cerpen yang sedang bertumbuh dan merefleksikan urgensi rejuvenasi ekopuitika dan cerpen lokal tersebut dengan menggunakan pendekatan holistik (pengenalan dan pembiasaan dini, kolaborasi lintas seni, kontekstualisasi dengan isu kontemporer, digitalisasi dan aksesibilitas, serta penyediaan ruang ekspresi dan komunitas suportif). Sastraloka menggunakan empat metode rejuvenasi: 1). Respon lokalitas sebagai sumber kreasi (sastrawan lokal dan karyanya, budaya, bahasa, agama, sosial, dan lingkungan), 2). Lokakarya kepenulisan (eksplorasi fenomena sekitar dan eksplorasi teknis kepenulisan ekopuitika dan cerpen),3). Stimulus minat ekopuitika dan cerpen (dialog interaktif, pembacaan dan musikalisasi puisi, penampilan seni lokal seperti Sape, tarian, dan kelompok musik), 4). Apresiasi karya (penyediaan ruang karya, publikasi karya analekta, video dokumenter). Sastraloka juga memiliki program strategis terkait pelatihan dan jumpa virtual rutin, publikasi karya, dan ekspansi kegiatan. Temuan tersebut kemudian peneliti formulasikan menjadi sebuah model yang bernama “Model Rejuvenasi Sastraloka (MRS)”.
AN ANALYSIS OF FLOUTING MAXIM IN OPERATION FORTUNE: RUSE DE GUERRE (2023) FILM Nabila Febri Jayanthy Marpaung; Nita Maya Valiantien
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 10, No 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v10i3.27657

Abstract

In communication, speakers do not always comply with conversational rules, as language use is influenced by context. In certain situations, these rules are deliberately flouted to convey implied meanings or implicatures. This phenomenon is also reflected in film dialogues, particularly in spy-action films that involve strategic interactions and high-risk situations. This study aims to identify the types of conversational maxims flouted by the characters in the action film Operation Fortune: Ruse De Guerre (2023). This study employs a qualitative method with a pragmatic approach. The data were obtained from the characters’ utterances in the film that contain instances of flouting conversational maxims. The data analysis is based on Grice’s Cooperative Principle, which includes the maxim of quantity, maxim of quality, maxim of relation, and maxim of manner. The findings show that all four conversational maxims are flouted by the characters in the film, with a total of nineteen data identified. The flouting of the maxim of relation occurs most frequently, appearing in twelve data, with implicatures that function to control the situation and deliver coded meanings. It is followed by the maxim of manner, which appears in three data and generates implicatures that function to establish boundaries, show sarcasm, and deliver ideas indirectly. The maxim of quantity appears in two data, with implicatures that function to convince the listener and assert power through indirect threat. Meanwhile, the maxim of quality appears in two data, generating implicatures that function to express emotional states and maintain self-image.