Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2019)"
:
10 Documents
clear
PERBANDINGAN PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII SMP (Studi Pada Materi Pokok Pencemaran Lingkungan)
Tandzilah Mutmainnah;
Ramlawati Ramlawati;
Sitti Saenab
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.421 KB)
|
DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i2.11161
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasy Eksperimental) yang bertujuan untuk mengetahui : 1) Deskripsi hasil belajar IPA peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Pangkajene yang diajar dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing, 2) Deskripsi hasil belajar IPA peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Pangkajene yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning, 3) Perbandingan pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar IPA peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Pangkajene. Populasi penelitian ini adalah kelas VII SMP Negeri 1 Pangkajene dengan jumlah peserta didik 205 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara “double random sampling” yaitu jumlah peserta didik dari 7 kelas dirandom dan didapatkan 2 kelas kemudian dirandom kembali dan didapatkan kelompok sampel yaitu kelas VII C sebagai kelas eksperimen I (Inkuiri Terbimbing) dan kelas VII D sebagai eksperimen II (Problem Based Learning). Desain penelitian ini yang digunakan adalah “Pretest-Posttest Control Group Design”. Penelitian ini menggunakan Instrumen soal pilihan ganda sebanyak 25 item soal. Hasil perolehan analisis menunjukkan Hasil belajar IPA peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Pangkajene yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan rata-rata N-gain 0,58 berada dalam kategori sedang. Hasil belajar IPA peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Pangkajene yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan rata-rata N-gain 0,48 berada dalam kategori sedang. Hasil statistik inferensial yang dilakukan dengan menggunakan uji-t diperoleh t hitung (2,27)> t tabel (1,67 ) berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar pesera didik kelas VII SMP Negeri 1 Pangkajene Kab. Pangkep yang diajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi dari pada hasil belajar peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran problem based learning. Sehingga dapat disimpulkan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing lebih berpengaruh daripada model pembelajaran Problem Based Learning.
PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 2 BANTAENG (Studi Pada Materi Pokok Sistem Pencernaan Manusia)
Dina Rahmawati;
Abdul Mun'im;
Sitti Rahma Yunus
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (535.791 KB)
|
DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i2.11166
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Peningkatan hasil belajar peserta didik yang diajar menggunakan metode eksperimen kelas VIII SMP Negeri 2 Bantaeng 2) Peningkatan hasil belajar peserta didik yang diajar menggunakan metode konvensional kelas VIII SMP Negeri 2 Bantaeng (3) Pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Bantaeng pada materi sistem pencernaan pada manusia. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperiment. Desain penelitian ini adalah Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 2 Bantaeng tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah peserta didik 125 orang. Pengambilan sampel dipilih dua kelas dengan menggunakan teknik Accidental sampling. Penelitian ini melibatkan sebanyak 44 peserta didik yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan instrument tes yang berupa pilihan ganda sebanyak 25 butir soal untuk mengukur peningkatan hasil belajar peserta didik. Hasil analisis deskriptif rerata N-Gain pada kelas eksperimen berada pada kategori tinggi yaitu 0.72 sedangkan pada kelas kontrol berada pada kategori sedang yaitu 0.62 . Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial mengunakan uji hipotesis diperoleh bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar IPA peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Bantaeng pada materi sistem pencernaan manusia.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY TERHADAP KETEREMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 2 LILIRILAU (Studi Pada Pada Materi Pokok Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan)
Hasan, Achmad Zulkifli;
Ramlawati, Ramlawati;
Mamin, Ratnawaty
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.783 KB)
|
DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i2.11162
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan proses sains peserta didik yang dibeajarkan melalui model pembelajaran guided inquiry dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, serta untuk mendeksripsikan apakah keterampilan proses sains peserta didik yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Guided inquiry lebih tinggi dari model pembelajaran konvensional di kelas VII SMP Negeri 2 Lilirilau tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain Nonequivalent Kontrol Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Lilirilau tahun ajaran 2016/2017 yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah 105 orang dan sampel dipilih dengan menggunakan double random sampling. Pengolahan data hasil penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif untuk menggambarkan keterampilan proses sains peserta didik dan teknik analisis inferensial untuk menguji hipotesis penelitian. Berdasarkan analisis deskriptif didapatkan bahwa rata-rata keterampilan proses sains peserta didik yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Guided inquiry berada pada kategori tinggi sedangkan nilai rata-rata keterampilan proses sains peserta didik yang dibelajarkan dengan model konvensional berada pada kategori sedang masing-masing. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Guided inquiry terhadap keterampilan proses sains peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Lilirilau pada taraf nyata α=0,05.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GAME PENYELAMAT LINGKUNGAN (PENLING)
Fakhirah, Nurul;
Muhiddin, Nurhayani H.;
Yunus, Sitti Rahma
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (452.005 KB)
|
DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i2.11168
Penelitian ini bertujuan untuk : Mengatahui (1) Kevalidan media pembelajaran berbasis game penyelamat lingkungan (PENLING) yang telah dikembangkan untuk materi pencemaran lingkungan (2) Efektivitas media pembelajaran berbasis game penyelamat lingkungan (PENLING) pada materi pencemaran lingkungan (3) Kepraktisan penggunaan media pembelajaran berbasis game pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMPN 3 Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kevalidan media pembelajaran berbasis game PENLING berada pada kategori valid. Keefektifan game PENLING yang diukur dari N-Gain peserta didik yaitu 0,6 kategori sedang. Kepraktisan game PENLING oleh respons pendidik menunjukkan nilai rata-rata 83,33 dan respons peserta didik 94,25 menunjukkan kriteria sangat positif . Berdasarkkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis game PENLING yang dikembangkan memenuhi kriteria kevalidan, keefektifan dan kepraktisan
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA KIT IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 3 PALLANGGA KABUPATEN GOWA
Cinta Wulandasari;
Abdul Mun'im;
Sitti Saenab
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.107 KB)
|
DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i2.11163
Penelitian ini adalah eksperimental-Semu (quasi-experimental research) bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh penggunaan alat peraga KIT IPA melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division STAD terhadap hasil belajar IPA peserta didik di VIII SMP Negeri 3 Pallangga, Kabupaten Gowa studi pada materi pokok alat optik. Variabel bebas dalam penelitian ini pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) menggunakan alat peraga KIT IPA dan pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) tanpa alat peraga KIT IPA, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar peserta IPA didik. Desain penelitian ini adalah pretest-postest nonequivalent control group design. Instrumen penelitian ini berupa tes hasil belajar terdiri dari 25 soal pilihan ganda yang sudah divalidasi oleh validator ahli. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah memberikan tes (pretest-posttest) hasil belajar pada kedua kelas. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan alat peraga KIT IPA melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari hasil analisis deskriptif dan inferensial dengan menggunakan uji-t untuk kedua kelas. Hasil analisis data dan pembahasan diperoleh untuk kelas eksperimen maupun kelas kontrol berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada pengaruh penggunaan alat peraga KIT IPA melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar IPA peserta didik di VIII SMP Negeri 3 Pallangga, Kabupaten Gowa studi pada materi pokok alat optik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PPT TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 27 MAKASSAR
Siti Fayrina Amin;
Ramlawati Ramlawati;
Ahmad Yani
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (490.345 KB)
|
DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i2.11169
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 27 Makassar yang dipengaruhi oleh model pembelajaran Discovery Learning dengan menggunakan media PPT. Variabel bebas dalam peneletian ini adalah model pembelajaran Discovery learning dengan Media PPT sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian Quasi-eksperiment menggunakan desain penelitian Non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 27 Makassar semester genap tahun pelajaran 2018/2019 Sebanyak 11 kelas, sedangkan sampelnya adalah kelas VII.1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 24 orang peserta didik dan kelas VII.2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 24 orang peserta didik. Data Hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes hasil belajar pada materi pokok Sistem Organisasi Kehidupan Makhkluk Hidup berupa pretest dan post test. Teknik analisis data yaitu dengan Analisis kovarian (Anacova). Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial diperoleh α = 0,05 yang menunjukan bahwa adanya pengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 27 Makassar pada materi Pokok Sistem Organisasi Kehidupan Makhkluk Hidup.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH IPA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 2 WATANSOPPENG (Studi Pada Materi Pokok Zat Aditif pada Makanan dan Zat Adiktif)
Nur Afni Yulistiawati;
Ratnawaty Mamin;
Ramlawati Ramlawati
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.683 KB)
|
DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i2.11164
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat keterampilan pemecahan masalah peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah di kelas VIII SMPN 2 Watansoppeng pada materi pokok Zat Aditif pada makanan dan Zat Adiktif, (2) mengetahui tingkat keterampilan pemecahan masalah peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 2 Watansoppeng pada materi pokok Zat Aditif pada makanan dan Zat Adiktif, dan (3) mengetahui model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan pemecahan masalah peserta didik berpengaruh dibandingkan model pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 2 Watansoppeng pada materi pokok Zat Aditif pada makanan dan Zat Adiktif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dan model pembelajaran konvensional. Variabel terikatnya adalah keterampilan pemecahan masalah peserta didik pada materi pokok zat aditif pada makanan dan zat adiktif. Populasi penelitian ini adalah Peserta didik kelas VIII SMPN 2 Watansoppeng yang terdiri atas 7 kelas dengan peserta didik sebanyak140 peserta didik Teknik pengambilan sampel yaitu double random sampling. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VII7 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik 20 orang dan kelas VII4 sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 20 orang. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes keterampilan pemecahan masalah pada materi pokok zat aditif pada makanan dan zat adiktif diberikan pada pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis statistika deskriptif keterampilan pemecahan masalah yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori tinggi, sedangkan model pembelajaran berbasis konvensional berada pada kategori sedang. Analisis statistika inferensial diperoleh thitung=2,56>ttabel=1,68. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Model pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori tinggi dibandingkan model pembelajaran konvensional berada pada kategori sedang yang berarti model pembelaran berbasis masalah berpengaruh terhadap keterampilan pemecahan masalah IPA peserta didik kelas VIII SMPN 2 Watansoppeng pada materi pokok zat aditif pada makanan dan zat adiktif.
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI POKOK SISTEM EKSKRESI KELAS VIII SMP NEGERI 15 MAKASSAR
Suci Muliana;
Nurhayani H. Muhiddin;
Sitti Rahma Yunus
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (379.262 KB)
|
DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i2.11170
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis tingkat keterampilan berpikir kritis diajar dengan menggunakan model Kooperatif Tipe Group Investigation (GI); (2) Menganalisis tingkat keterampilan berpikir kritis yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran langsung; dan (3) Menganalisis perbandingan keterampilan berpikir kritis yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dan model pembelajaran langsung pada peserta didik kelas VIII SMPN 15 Makassar pada materi pokok sistem ekskresi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi-Eksperiment) dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMPN 15 Makassar. Pengambilan sampel melalui teknik accidental sampling sehingga diperoleh kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol. Hasil analisis deskriptif diperoleh skor rerata N-gain pada kelas eksperimen tergolong kategori sedang dan pada kelas kontrol juga tergolong kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial mengunakan uji hipotesis diperoleh bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat keterampilan berpikir kritis peserta didik yang diajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) lebih tinggi dari berpikir kritis peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran langsung pada materi sistem ekskresi.
PENGARUH METODE RESITASI TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 7 WONOMULYO (Studi Pada Materi Pokok Sistem Organisasi Kehidupan)
Dien Aulia Bansu;
Ramlawati Ramlawati;
Sitti Rahma Yunus
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.212 KB)
|
DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i2.11165
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) tingkat keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas VII SMPN 7 Wonomulyo yang dibelajarkan menggunakan metode resitasi berbentuk proyek pada materi pokok sistem organisasi kehidupan, (2) tingkat keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas VII SMPN 7 Wonomulyo yang dibelajarkan tanpa menggunakan metode resitasi berbentuk proyek pada materi pokok sistem organisasi kehidupan. (3) Pengaruh metode resitasi berbentuk proyek terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas VII SMPN 7 Wonomulyo pada materi pokok sistem organisasi kehidupan. Penelitian ini merupakan Quasi Experimental (eksperimen semu) dengan menggunakan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMPN 7 Wonomulyo yang juga dijadikan sampel. Pengambilan sampel melalui teknik sampling jenuh dan diperoleh kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan VII B sebagai kelas Kontrol. Instrumen penelitian keterampilan berpikir kreatif berupa soal essay berjumlah 14 item soal. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan pemberian Pretest dan Posttest. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Statistik deskriptif untuk mengetahui hasil statistik pada skor rata-rata keterampilan berpikir kreatif. Hasil analisis deskriptif tingkat keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas eksperimen yang dibelajarkan menggunakan metode resitasi berbentuk proyek diperoleh rata-rata skor N-Gain 0,46 berada pada kategori sedang, dan skor untuk kelas kontrol yang dibelajarkan menggunakan metode resitasi berbentuk soal-soal yaitu 0,26 berada pada kategori rendah. Dengan perbandingan hasil keterampilan berpikir kreatif kedua kelas maka hasil yang diperoleh telah dapat digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan metode resitasi tanpa menggunakan analisis statistik inferensial.
ANALISIS KESULITAN DALAM PEMEBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI LIMBORO
Saharuddin Saharuddin;
Mawarni Wahab
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (366.34 KB)
|
DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i2.11148
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan penyebab kesulitan yang dihadapi oleh guru mata pelajaran IPA terpadu di SMP Negeri Limboro. Penelitian menggunakan pendekatan Deskriptif Kuantitatif dan kualitatif dengan metode pengambilan data yakni analisis dokumen dan wawancara. Analisis dokumen dilakukan terkait dengan spesifikasi pendidikan guru IPA terpadu di SMP Negeri Limboro dan analisis hasil belajar peserta didik. Wawancara dilakukan kepada guru dengan menggunakan 8 pertanyaan yang terkait dengan masalah pembelajaran IPA. Hasil penelitian menujukkan kesulitan yang ditemukan dalam pembelajaran IPA di SMP Negeri Limboro secara umum disebabkan oleh dua hal yakni (1) dasar pendidikan guru IPA terpadu yang masih secara khsusu berasal dari pendidikan Biologi dan Pendidikan Fisika dan (2) Kekurangan sarana dan prasarana laboratorium yang menunjang praktikum mata pelajaran IPA. Secara umum solusi yang ditawarkan adalah pemberian pelatihan yang berkaitan dengan kontet IPA terpadu yang setara dengan 30 – 40 sks. Pelatihan seyogaynya diberikan oleh dinas pendidikan terkait disertai dengan identifikasi masalah serupa di kabupaten Polewali Mandar.