cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 25273841     EISSN : 25274910     DOI : -
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal (JMST) adalah jurnal terbuka yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah. Jurnal ini bertujuan untuk mempermudah penyebaran informasi ilmiah yang berkualitas secara cepat di seluruh tanah air. Jurnal Mekanika dan Sistem Termal (JMST) terbit 3 kali dalam setahun.Secara berkala JMST terbit setiap bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 38 Documents
Analisis Tingkat Kebisingan Knalpot Sepeda Motor Produk Industri Kecil Eko Subandono; Sukoco Sukoco; Mochamad Syamsiro
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal Vol 2, No 2: AGUSTUS 2017
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.583 KB)

Abstract

Automotive industry is one of the promising sector which is growing very fast recently. One of the important automotive component products is exhaust muffler. The present work aims to experimentally study the noise level generated from the racing type of muffler produced from small and medium industry compared with the standard type from the original products. The noise level measurement of motorcycle muffler has been conducted with several parameters including muffler types, glasswool filling, and silencers. The results showed that the increase in engine speed increased the noise generated from motorcycle muffler. Furthermore, the results also showed that the muffler noise level of racing type muffler is much higher than those of the standard muffler noise level. The highest noise level is obtained by HRP muffler, while the lowest is Tegal muffler. Glasswool filling in the muffler reduced the noise level for all four types of racing type mufler. Full glasswool filling can reduce the noise level significantly. The number and dimension of the silencer in the muffler have the prominent effect on the noise level. The increae of hole number in the silencer will be able to reduce the noise level.
Penerapan Teknologi Pirolisis Untuk Konversi Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak di Kabupaten Bantul Ricki Rafli; Hudi Baitul Fajri; Ahmad Jamaludhin; Muhammad Azizi; Haris Riswanto; Mochamad Syamsiro
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal Vol 2, No 1: APRIL 2017
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.134 KB)

Abstract

Plastic waste is an inorganic waste composed of chemicals that are harmful to the environment because it is not easy to decompose in the soil and requires decades to decompose. Therefore, it needs to do further processing by converting waste plastics into valuable products. This study aims to implement the pyrolysis technology to convert waste plastics into fuel oil which can be used as an energy source for small and medium enterprise. This technology has been applied in Bank Sampah Mekar Jaya 8, one of the recycling bank in Bantul Regency. This system is expected to empower the community for getting added value from waste plastics. The pyrolysis reactor was made with a production capacity of 20 kg. The reactor has a diameter of 600 mm and height of 900 mm with 2 main holes used to feed waste plastics and remove the residue. The system used 2 condensers which has a diameter of 100 mm respectively. The second condenser employed double pipe heat exchanger system which use water as a cooling medium. The water pump has been used for water circulation in the second condenser.
Rancang Bangun dan Penerapan Mesin Ayakan Gula Semut di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta Mochamad Syamsiro; Nurwiyanta Nurwiyanta; Erni Umi Hasanah; Muhammad Luk Marsakti; Al Muafi Sandono
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal Vol 2, No 2: AGUSTUS 2017
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.416 KB)

Abstract

Gula Semut is a sugar made from palm nectar or also called Neera that has gone through several processes before it is ready in a form that convenience for us to consume. This study aims to design and fabricate the vibrating sieve machine to separate gula semut (cristalized sugar) based on particle size. The machine has a capacity of 50 kg/h depending on the raw material. The machine consists of several main parts such as siever, electric motor, vibrating spring, balancer and frame. Simple calculation has been conducted to meet the capacity of the machine. The machine was made of food grade stainless steel to prevent contamination in gula semut due to corrosion. A preliminary experiment has been carried out to evaluate the performance of the machine including adjusting the balancer position. Finally, the machine will increase the productivity of gula semut industry in Kulonprogo District.
Pengaruh Waktu Pembongkaran Cetakan Fc 25 Terhadap Kekerasan, Keausan Dan Beban Kejut Ashari, Fajri Nur; Mulyanti, Juriah
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Mekanika dan Sistem Thermal
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laju pendinginan pada pengecoran logam salah satu hal yang sangat penting dapat berpengaruh pada sifat material, pada industri pengecoran logam waktu  pembongkaran cetakan juga sangatlah penting dimana laju pendinginan akan sangat berbeda  dan  dapat  mempengaruhi  sifat  material  tersebut.  Pada  industri  pengecoran  logam  masih  ada  yang  kurang memperhatikan waktu pembongkaran cetakan, dimana cetakan dibongkar  tidak berdasarkan waktu yang sama.  Hal ini bertujuan agar mendapatkan karakteristik material yang sama pada setiap produksi.  Bahan yang digunakan  dalam studi  eksperimen ini besi tuang kelas FC  25 dengan perbedaan waktu pembongkaran cetakan 10 menit dan 60 menit,  temperatur tuang 1350˚C dan melakukan pengukuran  temperatur pada saat  pembongkaran serta  setelah 30 menit pembongkaran dari masing masing spesimen lalu melakukan pengujian Kekerasan, Keausan dan Impak. Hasil penelitian ini menunjukan, pembongkaran dengan waktu 10 menit laju pendinginannya lebih cepat dengan hasil pengujian memiliki karakteristik material yang tahan  aus dan keras, sedangkan laju pendinginan yang lebih lambat dengan waktu pembongkaran 60 menit menghasilkan material yang lebih tahan impak. Kata kunci: besi cor, besi tuang kelabu, FC 25, pembongkaran cetakan
Analisis Sifat Keausan dan Kekerasan Komposit Sekampadi dan Serbuk Alumunium dengan Metode Hot Press sebagai Bahan Kanvas Rem S, Rahmat Wahyu; Mulyanti, Juriah
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Mekanika dan Sistem Thermal
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekam  padi  dan  serbuk  alumunium  merupakan  bahan-bahan  yang  cukup  banyak  ketersediannya  dan  sangat  potensial untuk  direkayasa  menjadi  produk-produk  teknologi  yang  lebih  ramah  lingkungan.  Tujuan  dari  penelitian  ini  untuk mengetahui nilai uji keausan dan uji kekerasan dengan menggunakan resin polyester. Pada penelitian ini menggunakan bahan dasar serbuk sekam padi dan serbuk alumunium dengan ukuran serbuk 320 mesh, dengan komposisi  perbandingan volume 20% sekam padi 20% serbuk alumunium 60% resin, 25% serbuk sekam padi 25% serbuk alumunium 50% resin, dan  30%  serbuk  sekam  padi  30%  serbuk  alumunium  40%  resin.  Proses  pembuatan  menggunakan  metode  Hot  Press bertekanan 20kg dengan waktu tekan 15 menit dengan suhu 200°c didalam oven dan selanjutnya dilakukan uji keausan dan kekerasan kemudian dibandingkan dengan nilai uji keausan dan kekerasan dari kampas rem merk Federal. Dari hasil pengujian  keausan  dan  kekerasan  material  dapat  disimpulkan  bahwa  material  dengan  kandungan  resin  yang  tinggi memiliki laju keausan terendah dan matrial komposit dengan presentase serbuk sekam padi dan serbuk alumunium paling banyak  dari  material  yang  lain  dan  resin  lebih  rendah  presentasenya  memiliki  tingkat  kekerasan  yang  paling  tinggi. Material yang telah dibuat masih belum optimal karena nilai keausannya dan kekerasan masih terpaut cukup jauh dari nilai keausan dan kekerasan kampas rem merk pabrikan. Kata kunci: kampas rem, Sekam padi, serbuk alumunium, Uji keausan, Uji kekerasan
PENGARUH KOMPOSISI MATERIAL KOMPOSIT ALUMINIUM DAN SERBUK TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KEAUSAN DAN KEKERASAN Insan, Riko Khairul; Mulyanti, Juriah; Sukamto, Sukamto
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Mekanika dan Sistem Thermal
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serbuk  tempurung  kelapa  dan  serbuk  aluminium  merupakan  bahan-bahan  yang  cukup  banyak ketersediannya dan sangat potensial untuk direkayasa menjadi produk komposit yang lebih ramah lingkungan dengan  konsep  pemanfatan  limbah  rumah  tangga  dan  usaha  manufaktur.  Tujuan  dari  penelitian  ini  untuk mengetahui nilai uji keausan dan uji kekerasan dengan menggunakan resin Epoxy.Penelitian ini menggunakan bahan serbuk tempurung kelapa, serbuk aluminium dan resin Epoxy dengan komposisi perbandingan volume 50% serbuk tempurung kelapa 25% serbuk aluminium 25% resin, 45% serbuk tempurung kelapa 30% serbuk aluminium 25% resin, 40% serbuk tempurung kelapa 35% serbuk aluminium 25%  resin,  dan  40%  serbuk  tempurung  kelapa  40%  serbuk  aluminium  20%  resin.  Proses  pembuatan menggunakan  metode  Hot  Press  denagn  tekanan gaya vertikal  29,4  Newton.  Untuk  proses  penekanan dilakukan didalam oven degan  suhu 150 °C selama 15 menit selanjutnya dilakukan proses uji keausan dan kekerasan.  Hasil pengujian keausan dan kekerasan material dapat disimpulkan bahwa material dengan kandungan serbuk  aluminium  yang  lebih  tinggi  persentasenya  dibandingkan  kadar  serbuk  tempurung  kelapa  dan  resin memiliki  laju  keausan  terendah  dan  nilai  kekerasan  HRB  tertinggi.  Tetapi  perlu  dilakukan  perbaikan  dan pengembangan penelitian agar mendapatkan hasil yang maksimal. Kata kunci: Serbuk aluminium, Serbuk tempurung kelapa, Uji Keausan, Uji kekerasan HRB 
Optimasi Distribusi Temperatur pada Mesin Pengering Makanan Untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Istiadi, Firman; Winarno, Joko
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Mekanika dan Sistem Thermal
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor kuliner dalam UMKM tidak sedikit yang membutuhkan pengeringan dalam pembuatan produk yang menggunakan mesin pengering. Dalam penelitian ini akan dikaji mengenai optimasi pengering makanan dengan metode panas merata. Penelitian ini menggunkan 4 model sistem distribusi temperatur pada mesin pengering, yaitu dengan menggunakan satu lubang input panas, menggunakan 4 lubang input panas, menggunakan 4 lubang input panas dan penambahan sirip pada lubang input, kemudian menggunakan 4 lubang input panas beserta sirip pada lubang input panas dan penambahan sekat pada lubang output blower. Distribusi temperatur didapatkan secara optimal adalah dengan menggunakan 4 lubang input panas,  menggunakan  sirip  pada  lubang  input  panas,  dan  sekat  pada  lubang  output  pada  blower.  Hasil  eksperimen didapatkan adalah 80%-85% kadar air (pengujian 8 loyang) dan 41%-48% kadar air (pengujian 16 loyang) yang menguap dalam waktu 45 menit. Sedangkan eksperimen pengeringan kerupuk whey didapatkan laju pengeringan paling minimum terdapat pada loyang 8 dan loyang 10 dengan laju pengeringan 0,2426 gram/cm2 , sedangkan laju pengeringan maksimum terdapat  pada  loyang  1,  2,  12,  14,  15,  dan  16  dengan  laju  pengeringan  sebesar  0,3466  gram/cm2.jam  dengan  selisih maksimum laju pengeringan tiap loyang adalah 0,104 gram/cm2.jam Kata kunci: distribusi temperatur, mesin pengering, pengering makanan UMKM
Pengaruh Penambahan Lapisan Oksida Logam pada Elektroda E6013 terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanis Pengelasan Baja St 37 Saputro, Adi Wahyu; Mulyanti, Juriah
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Mekanika dan Sistem Thermal
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elektroda stick pada pengelasan SMAW adalah logam isian yang dibungkus fluks. Jenis elektroda E6013 merupakan jenis yang  banyak  digunakan  dengan  harga  yang  cukup  murah.  Komposisi  fluks  secara  detail  dari  elektroda  stick  ini  tidak diketahui secara pasti. Fluks pada elektroda stick mempunyai banyak fungsi seperti penambah unsur paduan, terbakar sebagi gas pelindung dan pemantap busur. Penelitian ini dilakukan karena adanya keinginan untuk meningkatkan kualitas sambungan las menggunakan elektroda E6013 dengan biaya yang relatif murah untuk jenis baja yang lain seperti baja karbon medium dan baja paduan rendah. Hasil pengujian tarik menunjukkan adanya peningkaan kekuatan pada daerah weld  metal  untuk  beberapa  jenis  lapisan  tambahan  oksida  logam  dibanding  tanpa  plat  tanpa  tambahan  lapisan  oksida logam.  Lapisan  oksida  logam  dari  jenis  MnO  mempunyai  efek  yang  lebih  besar  dari  lapisan  oksida  logam  lainnnya. Pengujian  bending  juga  menunjukkan  kecendrungan  yang  sama.  Hal  ini  dibuktikan  dengan  kemapuan  ketiga  lapisan oksida logam dalam mereduksi penyusupan hidrogen dan oksigen selama pengelasan. Pengamatan fasa-fasa pada sampel las yang dietsa juga menunjukkan penurunan ukuran butir (grain refinement) yang tampak pada weld metal. Pengaruh yang  lebih  dominan  pada  penurunan  ukuran  butir  pada  weld  metal  terhadap  peningkatan  sifat  mekanik  tidak  bisa ditentukan.  Kata kunci: Fluks Al2O3, TiO2, MnO, Elektroda E6013, Sifat Mekanik, Pengelasan SMAW
Rancang Bangun Ulang Alat Pengering Makanan guna Meningkatkan Produktivitas UMKM Kerupuk Susu Sidiq, Wahyu Jamal; Sukamto, Sukamto
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Mekanika dan Sistem Thermal
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri makanan masih banyak yang belum menggunakan alat yang membantu dalam proses pembuatan sampai menjadi bahan  siap konsumsi.  Salah  satu  alat  yang  bisa  digunakan pada  industri  makanan yaitu alat  pengering  makanan.  Dari sekian banyak jumlah UMKM di Kabupaten Sleman DIY khususnya di bidang industri makanan ada beberapa industri pembuatan kerupuk dan salah satunya adalah industri kerupuk susu. Proses pengeringan kerupuk yang dilakukan oleh UMKM KEJUGJA sebelumnya menggunakan panas matahari dan lahan yang terbatas. Dalam sehari UMKM KEJUGJA hanya  dapat  mengeringkan  sebanyak  ¼  -  ½  kg.  Karena  kerupuk  susu  memiliki  umur  yang  pendek  jika  tidak  segera dikeringkan maka dibuat alat pengering kerupuk guna mempercepat waktu pengeringan. Konsep alat pengering kerupuk menggunakan sistem rotari (putar) dengan poros vertikal serta sumber panas menggunakan kompor LPG. Kapasitas alat pengering kerupuk dapat menampung sebanyak 16 loyang dan dapat menampung sebanyak 1,2 kg kerupuk susu. Produksi kerupuk  susu  pada  UMKM  KEJUGJA  mengalami  peningkatan  sekitar  6x  lipat.  Suhu  yang  ideal  dalam  pengeringan kerupuk susu yaitu 60 - 65 C selama 40 - 45 menit. Laju pengeringan yang terjadi pada saat pengeringan kerupuk susu sekitar 8,9172 x 10-7 kg/jam dengan konsumsi bahan bakar 0,275 kg setiap proses pengeringan selama 45 menit. -7 kg/mm2  Kata kunci: kerupuk susu, pengering, poros vertikal, sistem rotari (putar)
PENGARUH ALKALISASI TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN IMPAK PADA KOMPOSIT SERABUT KELAPA Candra, Wahyu; Mulyanti, Juriah; Sukoco, Sukoco
Jurnal Mekanika dan Sistem Termal Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Mekanika dan Sistem Thermal
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara kepulauan dan berada di daerah tropis dan kondisi alam yang mendukung, Indonesia merupakan  negara  penghasil  kelapa  yang  utama  di  dunia,  dengan  luas  areal  tanaman  kelapa  di  Indonesia mencapai 3,76 juta Ha, dengan total produksi diperkirakan sebanyak 14 milyar butir kelapa. Maka dari itu dalam penelitian ini, akan diteliti seberapa jauh kekuatan pengaruh alkalisasi serat sabut kelapa  dengan  matrix  berupa  polyster  dengan  tipe  (Bayesian  Quantitative  Trait  Nucleontide)  BQTN  268. Mengetahui  kekuatan  dari  bahan  uji  maka  dilakukan  beberapa  pengujian  yaitu  uji  impak  dan  tarik.  Untuk mengetahui bagaimana kekuatan serabut kelapa dengan prosentase alkalisasi dan tanpa proses alkalisasi.Hasil  pengujian  tersebut  maka  dapat diketahui bahwa  kekuatan  tarik  tertinggi  terjadi  pada  komposit serabut kelapa 10% dengan proses alkalisasi mendapatkan nilai kekuatan tertinggi yaitu sebesar 22,04 N/mm2. Pada pengujian impak nilai kekuatan tertinggi yaitu pada komposit serabut kelapa 30% dengan proses alkalisasi dengan nilai 0,1326 J/mm2. Dari hasil pengujian menunjukan proses akalisasi serat sangat berpegaruh pada asil pengujian yang di lakukan uji tarik dan uji impak. Kata kunci: Alkalisasi, Komposit, Sabut Kelapa, Uji Tarik, Uji Impak

Page 3 of 4 | Total Record : 38