cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman
ISSN : 23383186     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
Metode Penelitian Kepustakaan dan Internet dalam Studi Islam: Telaah Kritis Terhadap Tesis Hermeneutika Al-Qur’an UIN Jakarta dan PTIQ Jakarta Arif Dika Prasetya
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 14 No. 1 (2026): Juni
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v14i1.4528

Abstract

Transformasi digital yang berlangsung secara akseleratif dalam ekosistem akademik kontemporer telah menghadirkan pergeseran dalam cara peneliti mengakses, mengelola, dan mensintesiskan sumber-sumber ilmiah, termasuk dalam ranah studi keislaman di Indonesia. Metode penelitian kepustakaan dan pemanfaatan internet kini menempati posisi strategis sebagai fondasi epistemologis dalam menghasilkan karya akademik yang berbobot dan komprehensif. Paper ini bertujuan menelaah secara kritis konsep metode penelitian kepustakaan dan pemanfaatan internet, sekaligus mengkaji implementasinya secara komparatif dalam dua tesis bertema hermeneutika Al-Qur'an dari Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Institut PTIQ Jakarta. Metode yang digunakan adalah telaah kritis komparatif berbasis kajian literatur terhadap kedua tesis tersebut secara sistematis. Temuan kajian menunjukkan bahwa kedua tesis mengimplementasikan metode kepustakaan dengan kadar eksplisitas metodologis yang berbeda secara signifikan, dan keduanya belum menyertakan refleksi kritis yang memadai atas pemanfaatan internet dalam proses penelitian. Implikasi temuan ini menegaskan urgensi peningkatan standar metodologis penelitian kepustakaan di perguruan tinggi Islam Indonesia secara sistematis dan berkelanjutan.
Contemporary Islamic Divorce Law Reform: Dialectics Between Classical Fiqh Authority, Maqasid Al-Shari'a, And Gender Justice Althaf Muhammad Farras Zafri; Hidayatullah Ismail
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 14 No. 1 (2026): Juni
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v14i1.4542

Abstract

This study analyzes contemporary Islamic divorce law reform through a dialectical perspective encompassing three competing forces: the normative authority of classical fiqh across the four major legal schools (Hanafi, Maliki, Shafi'i, Hanbali), the methodological framework of maqasid al-shari'a, and the imperatives of gender justice. Employing a normative-legal method with a comparative-analytical approach, the study examines primary fiqh sources, statutory family law, and contemporary academic literature across four Muslim-majority jurisdictions — Indonesia, Egypt, Malaysia, and Morocco — as representative models of diverse reform trajectories. The findings demonstrate: (1) the classical talaq construction assigns divorce prerogatives asymmetrically to the husband, a position that was historically coherent yet now generates structural injustice; (2) maqasid al-shari'a — particularly the principles of hifz al-nafs, hifz al-nasl, and hifz al-mal — furnishes valid epistemological justification for reform; and (3) Morocco's Mudawwana 2004 constitutes the most comprehensive reform model, successfully reconciling fiqh legitimacy with gender justice. This study concludes that reforms which endure are those rooted in internal Islamic argumentation rather than external frameworks. For Indonesia, the implication is the urgent need to strengthen women's divorce rights within the Compilation of Islamic Law through maqasid-based ijtihad.
Rekonstruksi Mukhtalif al-Hadis dalam Penyelesaian Riwayat Qunut Subuh dan Implikasinya terhadap Praktik Ibadah Izzuddin Farist Junaedi; Nizma Armila
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 14 No. 1 (2026): Juni
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v14i1.4624

Abstract

Qunut Subuh merupakan salah satu persoalan fikih yang melahirkan perbedaan pendapat di kalangan ulama akibat adanya hadis-hadis yang tampak bertentangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hadis-hadis mukhtalif tentang qunut Subuh serta merekonstruksi metode penyelesaiannya dalam perspektif ilmu mukhtalif al-hadis beserta implikasinya dalam praktik ibadah berjamaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari kitab-kitab hadis, literatur ulumul hadis, kitab fikih, serta kajian ilmiah terkait, kemudian dianalisis melalui pendekatan tekstual, komparatif, dan konseptual dengan metode al-jam‘ wa al-taufiq, tarjih, nasikh wa mansukh, dan pendekatan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis qunut Subuh terbagi ke dalam riwayat yang bersifat kontekstual (nazilah), riwayat kontinuitas qunut, dan riwayat yang menunjukkan ditinggalkannya qunut. Perbedaan kualitas sanad serta metode istinbath ulama berkontribusi terhadap lahirnya khilafiyah dalam masalah ini. Pendekatan mukhtalif al-hadis memungkinkan harmonisasi antar riwayat tanpa menafikan validitas dalil yang ada. Dalam konteks praktik berjamaah, pendekatan korelatif melalui prinsip mengikuti imam menjadi solusi dalam menjaga persatuan ibadah di tengah perbedaan fikih. Penelitian ini menegaskan bahwa perbedaan praktik qunut Subuh merupakan khilafiyah ijtihadiyyah yang sah serta menunjukkan bahwa ilmu mukhtalif al-hadis tidak hanya berfungsi sebagai metode penyelesaian kontradiksi riwayat, tetapi juga sebagai pendekatan untuk membangun toleransi dan harmoni dalam praktik ibadah berjamaah.
Tradisi Tasmi' Al-Qur'an Bil Ghoib di Pondok Pesantren Roudlotul Mardliyyah Gresik: Kajian Living Hadis Dengan Pendekatan Konstruksi Sosial Muhammad Amir Ardhian Makkaty; Mohammad Hamsa Fauriz; Viki Junianto
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 14 No. 1 (2026): Juni
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v14i1.4658

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik tasmi' Al-Qur'an bil ghoib (memperdengarkan hafalan tanpa melihat mushaf) di Pondok Pesantren Roudlotul Mardliyyah Grogol Bungah Gresik dalam perspektif Living Hadis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hadis-hadis Nabi SAW yang menjadi landasan praktik tersebut, mendeskripsikan pelaksanaannya secara komprehensif, serta menganalisis kesesuaian antara dalil hadis dengan praktik yang berlangsung di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan kerangka teori Konstruksi Sosial Peter Berger dan Thomas Luckmann yang mencakup tiga momen: eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima hadis yang secara substantif mendasari praktik tasmi' ini, yaitu hadis tentang ta'ahud Al-Qur'an, mudarasah Nabi dengan Jibril, Nabi yang mendengar bacaan sahabat di masjid, Nabi yang meminta Ibn Mas'ud membacakan Al-Qur'an, dan hadis tentang keutamaan membaca Al-Qur'an. Pelaksanaannya berlangsung dalam tiga tahapan: tasmi' harian, tasmi' pra-milad, dan tasmi' milad yang menjadi puncak tahunan. Analisis Living Hadis membuktikan bahwa praktik ini merupakan contoh konkret transformasi teks hadis menjadi tradisi yang hidup dalam komunitas pesantren