cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Manuskripta
ISSN : 22525343     EISSN : 23557605     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
MANUSKRIPTA is a scholarly journal published by the Indonesian Association for Nusantara manuscripts or Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) in collaboration with National Library of Indonesia. It focuses to publish research-based articles on the study of Indonesian and Southeast Asian (Nusantara) manuscripts. MANUSKRIPTA aims to preserve and explore the diversity of Nusantara manuscripts, and communicate their localities to the global academic discourse. The journal spirit is to provide students, researchers, scholars, librarians, collectors, and everyone who is interested in Nusantara manuscripts, information of current research on Nusantara manuscripts. We welcome contributions both in Bahasa and English relating to manuscript preservation or philological, codicological, and paleographical studies. All papers will be peer-reviewed to meet a highest standard of scholarship.
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Naskah Kuno untuk Kawula Muda Muhammad Nida’ Fadlan
Manuskripta Vol 5 No 2 (2015): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4107.528 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v5i2.49

Abstract

Tim Peneliti Naskah Jawa di Yogyakarta FIB UI. 2014. Skriptorium: Perjalanan Mencari Harta Karun, Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia Bagi pengkaji naskah kuno, membaca dua istilah ‘naskah kuno’ dan ‘digital’ adalah dua hal yang sudah tidak asing lagi. Akhir-akhir ini dunia pernaskahan sedang gandrung oleh istilah ‘digitalisasi naskah kuno’ yang bermakna pengalihmediaan naskah kuno menjadi bentuk digital fotografi. Digitalisasi dimaksudkan untuk melakukan pengawetan kandungan informasi (teks) dalam naskah kuno agar tidak lapuk atau hilang dimakan usia. Namun demikian dalam pembahasan kali ini, dua istilah yang dimaksudkan di atas tidak ditujukan untuk hal digitalisasi naskah kuno melainkan untuk menggambarkan hal baru yang ditampilkan dalam buku Skriptorium ini. Selain memperkenalkan naskah kuno melalui novel, buku ini menawarkan perspektif yang lain dalam bentuk media digital. Tim Penulis juga mengabadikan perjalanan mereka dalam bentuk film dokumenter. Pembuatan film ini dapat dipastikan mengikuti trend masa kini yang mengangkat tema-tema lokal agar menjadi populer. Layaknya film dokumenter pada umumnya, film Skriptorium ini berdurasi singkat selama 23 menit yang di dalamnya merupakan versi audio-visual atas novel yang telah dibahas sebelumnya.
Iluminasi Naskah Cirebon Achmad Opan Safari
Manuskripta Vol 1 No 2 (2011): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2178.48 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v1i2.17

Abstract

Iluminasi memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kaitannya dengan telaah terhadap kandungan isi naskah. Namun studi yang khusus membahas iluminasi yang terdapat dalam sebuah naskah masih sangat langka di Indonesia, padahal Indonesia memiliki sumber-sumber naskah (beriluminasi) yang sangat kaya dan beragam. Karena itulah dalam tulisan ini dibahas iluminasi yang terdapat pada naskah-naskah Cirebon; salah satu wilayah yang memiliki kekayaan iluminasi pada naskah-naskahnya. Secara garis besar dalam tulisan ini dibahas tiga hal: pertama, aspek kodikologis naskah-naskah Cirebon yang meliputi: unsur media yang digunakan sebagai media tulis dan unsur pewarna yang digunakan dalam penulisan naskah-naskah Cirebon; kedua, jenis-jenis iluminasi yang ditemukan dalam naskah-naskah Cirebon; dan ketiga, fungsi sosial iluminasi di Cirebon.
Orang Laut, Bajak Laut, dan Raja Laut: Dinamika Kehidupan dan Kekuasaan dalam Naskah Kontrak Sultan-sultan Palembang Abad 18-19 Endang Rochmiatun
Manuskripta Vol 6 No 1 (2016): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3524.471 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v6i1.75

Abstract

Sriwijaya Kingdom and Palembang Sultanate were the maritime empires that could not be separated from an understanding of the sea. The role of sea as a liaison with other regions also made their knowledges opened, because any information and knowledge from the outside world or otherwise entered through the sea. The Manuscript Kontrak Sultan-Sultan Palembang of 18-19 centuries reveal the dynamics of the life and power of the sea. "Pirate" is one side of the power at sea which are often referred in the text. Behind the pirates actually contained another role in the dynamics of sea life, which is "the people of sea" and "the king of the sea". This study examines the dynamics of life and power of the Palembang Sultanate in 18-19 century as a maritime empire. Role, position, even the existence of conflict and domination helped to reinforce the relationship between the three entities of the sea community. In addition, this study also examined the agreements, conventions, and rules regulating those involved in aquatic life in the Palembang Sultanate. --- Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang adalah kerajaan maritim yang tak lepas dari pemahaman terhadap laut. Laut sebagai penghubung dengan wilayah lain juga telah membuka cakrawala pemikiran mereka, sebab informasi dan ilmu pengetahuan dari dunia luar atau sebaliknya masuk melalui laut. Naskah Kontrak Sultan-Sultan Palembang dari abad 18-19 mengungkap adanya dinamika kehidupan dan kekuasaan di laut. “Bajak laut” merupakan salah satu sisi kekuasaan di laut yang banyak disebut dalam naskah tersebut. Dibalik adanya bajak laut sebenarnya terdapat peran dalam dinamika kehidupan lainnya di laut yakni adanya “orang laut” dan “raja laut”. Kajian ini mengupas dinamika kehidupan dan kekuasaan Kesultanan Palembang pada abad 18-19 sebagai kerajaan maritim. Peran, kedudukan, bahkan adanya konflik dan dominasi ikut mewarnai hubungan antara ketiga entitas komunitas laut tersebut. Selain itu, kajian ini juga akan menelaah adanya kesepakatan-kesepakatan, dan konvensi aturan main (hukum) dalam mengatur mereka yang terlibat dalam kehidupan di perairan dalam wilayah kekuasaan Kesultanan Palembang.
Kakawin dan Hikayat: Refleksi Sastra Nusantara Bambang Widiatmoko
Manuskripta Vol 1 No 1 (2011): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.922 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v1i1.12

Abstract

Abdul Hadi W.M. dkk. (ed.) Kakawin dan Hikayat, Refleksi Sastra Nusantara 3. Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional. Jakarta: 2010. Tebal xix + 399 hlm. ISBN 978-979-069-009-7
Naskah Shahadat Sekarat: Konstruksi Nalar Sufistik atas Kematian dan Eskatologi Islam di Jawa Ibnu Fikri
Manuskripta Vol 5 No 2 (2015): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4109.304 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v5i2.45

Abstract

This article discusses the manuscript of Shahadat Sekarat that was found in the Sukomulyo village at South Kaliwungu, Kendal, Central Java. This article expresses on the mystery of death and Islamic eschatology based on Javanese culture. In addition to describing shahadat of death, Shahadat Sekarat also was writing on the human being concept, the tauhid concept in Sufism context, and some prayer indicated to Martabat Tujuh conception. The death and eschatology terms which are included in this manuscript are the part of Sufism theory that need special inpretation to understand it. Therefore, this article applies the philology and hermeneutics as methodology. This article concluded that Shahadat Sekarat is the doctrine towards the perfection for Islamic Sufism agents in Java. The spiritual conception in Shahadat Sekarat has close of a relationship with the structured Javanese society during this manuscript was written. --- Artikel ini membahas naskah Shahadat Sekarat yang ditemukan di Desa Sukomulyo, Kalingwungu Selatan, Kendal, Jawa Tengah. Tulisan ini mengungkap misteri kematian dan eskatologi Islam dalam bingkai khazanah Jawa. Selain menguraikan tentang shahadat kematian, naskah Shahadat Sekarat ini membahas konsep kejadian manusia, konsep tauhid yang dikemas dalam doktrin tasawuf, serta do’a-do’a yang mengarah pada konstruksi martabat tujuh. Topik kematian dan eskatologi yang terdapat dalam naskah ini merupakan bagian dari materi tasawuf yang membutuhkan interpretasi khusus untuk memahaminya. Berkaitan dengan itu, artikel ini menggunakan kajian filologis dan pendekatan hermeunetik sebagai metodologi. Artikel ini menyimpulkan bahwa Shahadat Sekarat merupakan ajaran untuk menuju kesempurnaan diri bagi pelaku ajaran Islam Sufistik di Tanah Jawa. Konsepsi spiritual yang tertuang dalam naskah Shahadat Sekarat ini memiliki kaitan erat dengan fenomena yang terstuktur dalam masyarakat Jawa pada saat naskah ini dibuat.
Pengaruh Bahasa Melayu terhadap Kesusastraan Aceh Ditinjau dari Naskah Akhbār al-Karīm Istiqamatunnisak Istiqamatunnisak
Manuskripta Vol 2 No 1 (2012): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.772 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v2i1.24

Abstract

Artikel ini menegaskan besarnya pengaruh bahasa Melayu dalam tradisi kesusastraan Aceh sejak berabad-abad lalu. Hal itu tidak dapat dilepaskan dari kenyataan bahwa Bahasa Melayu saat itu merupakan lingua franca yang digunakan oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perantara untuk berkomunikasi antar berbagai suku dan bangsa-bangsa asing lainnya. Setelah Islam masuk ke Aceh, kebudayan Aceh mulai dari bidang ekonomi, sosial, dan seni budaya selalu mencerminkan nilai-nilai Islami. Masyarakat Aceh yang sangat religius dan mempunyai adat istiadat yang tinggi, dalam setiap kehidupannya mengacu kepada sistem budaya, dalam kesatuan sosial dalam masyarakat Aceh bersumber pada adat dan agama. Di antara bukti kuatnya pengaruh bahasa Melayu dalam kesusastraan Aceh adalah naskah Akhbār al-Karīm, sebuah karya sastra berupa syair, yang di dalamnya terdapat juga sisipan-sisipan bahasa Aceh.
Babad Darmayu: Catatan Perlawanan Masyarakat Indramayu terhadap Kolonialisme pada Awal Abad ke-19 Nurhata Nurhata
Manuskripta Vol 2 No 1 (2012): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.218 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v2i1.31

Abstract

Artikel ini membahas sebuah teks yang terkandung dalam naskah kuno dari daerah Indramayu, Jawa Barat, yang berjudul Babad Darmayu (BD). Pembahasan bertitik tolak dari naskah-naskah BD yang tersebar di masyarakat menjadi koleksi perseorangan. Naskah BD dideskripsikan ik dan isinya, diikuti dengan memberikan uraian ringkas mengenai isi teksnya. Pembahasan isi teks difokuskan pada isi teks BD sebagai catatan perlawanan masyarakat Indramayu terhadap kolonialisme pada awal abad ke-19.
Menziarahi Masa Lalu untuk Masa Kini melalui Naskah Pakualaman II Tommy Christomy
Manuskripta Vol 7 No 1 (2017): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.584 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v7i1.88

Abstract

Sri Ratna Sakti Mulya, Naskah-Naskah Skriptorium Pakualaman Periode Paku Alam II (1830—1858), Jakarta: KPG. 2017.
Penyelamatan Naskah-naskah Karya Pangeran Madrais dengan Teknik Digitalisasi Tedi Permadi; Emmy Ratna Gumilang Damiasih; Euis Kurniasih
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.687 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.121

Abstract

Masyarakat Adat Karuhun Urang (Akur) Sunda are Sundanese community doctrines based in Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur Sub-Distric, Kuningan Distric, West Java Province. Sundanese teachings that are used as a guide in carrying out customs and traditions are the teachings of Prince Madrais Sadewa Alibassa Kusumaningrat; in the form of speech and writing. Prince Madrais's writing, now in the category of manuscripts, the condition is worrying and has not received proper care and repair. One effort to save the content of the manuscript is the technique of digitizing the manuscript. The problems faced by the manager of Paseban Tri Panca Tunggal in the rescue of manuscripts, are now handled by the knowledge of care and the way of codification; good places and tools for storing manuscripts and the ability to maintain and digitize the manuscript. These efforts expected to provide an understanding of the characteristics, roles, functions, and meaning of the Prince Madrais Manuscript’s in the whole journey of the Nusantara written tradition; can further be utilized to serve as one of the reference sources of the nation's cultural development. -- Masyarakat Adat Karuhun Urang (Akur) Sunda adalah penganut ajaran Sunda yang berpusat di Paseban Tri Panca Tunggal, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Ajaran Sunda yang dijadikan pedoman dalam menjalankan adat dan tradisi adalah ajaran Pangeran Madrais Sadewa Alibassa Kusumaningrat yang berupa tuturan dan tulisan. Tulisan tangan Pangeran Madrais yang sekarang termasuk kategori naskah kuno, kondisinya mengkhawatirkan dan belum mendapat perawatan serta perbaikan sebagaimana mestinya. Permasalahan yang dihadapi pengelola Paseban Tri Panca Tunggal dalam penyelamatan naskah sekarang tertangani dengan adanya pengetahuan perawatan naskah, tempat dan alat yang baik untuk menyimpan naskah, dan kemampuan merawat dan mendokumentasikan naskah. Salah satu upaya pelestarian naskah-naskah tersebut adalah dengan teknik digitalisasi. Upaya ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat luas tentang karakteristik, peran, fungsi, dan makna naskah karya Pangeran Madrais dalam keseluruhan perjalanan tradisi tulis Nusantara; lebih lanjut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber rujukan pengembangan budaya bangsa.
Kearifan Lokal Mitos Pertanian Dewi Sri dalam Naskah Jawa dan Aktualisasinya sebagai Perekat Kesatuan Bangsa Trisna Kumala Satya Dewi; Heru Supriyadi; Sholeh Dasuki
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1417.546 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.116

Abstract

The agricultural myth of "Dewi Sri" contained in Javanese manuscripts contains local wisdom related to agriculture, fertility, food (rice) and actualized in the ritual of village cleaning (bersih desa) ceremonies. The term of village cleaning is also commonly referred to as sadran (nyadran), ruwah rosul, sedekah bumi, and manganan. In the ritual of village cleaning ceremonies some Javanese people still actuaize it with performng art of the Wayang Purwa with the lakon of Sri Sadana or Sri Mulih (Mbok Sri Boyong). In addition, there are also some people who implement village cleaning with Tayub performing arts. The performing arts in the ritual of village cleaning are the actualization of the agricultural myth, namely "Dewi Sri" as a symbol of "Goddess of Rice", "Goddess of Fertility". The ritual of village cleaning as local wisdom can be used as a social adhesive in the community (Java). Besides that, in the village cleaning there are also various functions such as expressing gratitude to the Almighty God for salvation and abundance of sustenance, fostering togetherness (harmony), and tolerance between citizens. --- Mitos pertanian Dewi Sri yang termuat dalam naskah-naskah Jawa mengandung kearifan lokal yang berkaitan dengan pertanian, kesuburan, pangan (padi) dan diaktualisasikan dalam upacara ritual bersih desa. Istilah bersih desa biasa juga disebut dengan sadran (nyadran), ruwah rosul, sedekah bumi, dan manganan. Dalam upacara ritual bersih desa sebagian masyarakat Jawa masih mempagelarkan dengan seni wayang purwa dengan lakon Sri Sadana atau Sri Mulih (Mbok Sri Boyong). Di samping itu, juga ada sebagian masyarakat yang melaksanakan bersih desa dengan seni pertunjukan tayub. Seni pertunjukan dalam ritual bersih desa tersebut merupakan aktualisasi mitos pertanian, yaitu “Dewi Sri” sebagai simbol “Dewi Padi”, “Dewi Kesuburan”. Upacara ritual bersih desa sebagai kearifan lokal tersebut dapat digunakan sebagai perekat sosial dalam masyarakat (Jawa). Selain itu, dalam bersih desa juga termuat berbagai fungsi seperti ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa atas keselamatan dan limpahan rezeki, memupuk kebersamaan (guyub rukun), dan toleransi antarwarga.

Page 9 of 16 | Total Record : 157