cover
Contact Name
Andi Suwirta
Contact Email
aspensi@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosiohumanika@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
SOSIOHUMANIKA
Published by Minda Masagi Press
ISSN : 19790112     EISSN : -     DOI : -
This journal, with ISSN 1979-0112, was firstly published on May 20, 2008, in the context to commemorate the National Awakening Day in Indonesia. The SOSIOHUMANIKA journal has been organized and published by Minda Masagi Press, a publishing house owned by ASPENSI (the Association of Indonesian Scholars of History Education) in Bandung, West Java, Indonesia. The SOSIOHUMANIKA journal is published every May and November. The SOSIOHUMANIKA journal is devoted, but not limited to, Social Sciences education, Humanities education, and any new development and advancement in the field of Humanities and Social Sciences education. The scope of our journal includes: (1) Language and literature education; (2) Social sciences education; (3) Sports and health education; (4) Economy and business education; (5) Science, Technology and Society in education; (6) Political and Social Engineering in education; and (7) Visual arts, dance, music, and design education.
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
Peningkatan Keterampilan Menulis dengan Model PAKEM Melalui Teknik Menjadi Wartawan Junior di Sekolah Dasar Cahyani, Isah
SOSIOHUMANIKA Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RESUME: Hasil penelitian internasional menyatakan bahwa lebih dari 50% siswa Indonesia berkemampuan rendah dalam menulis. Berbagai penelitian juga dilakukan untuk menemukan penyebab rendahnya kemampuan menulis siswa Indonesia. Berdasarkan analisis tingkat kesulitan menulis, yang paling banyak dialami oleh peserta didik SD (Sekolah Dasar) adalah menulis ekspresif. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana merancang PAKEM (Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) melalui teknik “Menjadi Wartawan Junior” mampu meningkatkan keterampilan menulis? Penelitian ini akan menghasilkan produk berupa model pembelajaran keterampilan menulis di SD. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan desain penelitian eksperimen. Ada dua fokus dalam eksperimen ini, yaitu fokus penentuan desain dan fokus uji coba. Data penelitian ini berupa data kuantitatif, yakni nilai pra-tes dan pasca-tes serta hasil observasi para akademisi dan praktisi sebagai hasil uji coba pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SDN (Sekolah Dasar Negeri) Padasuka 1 dan 2, yang berada di Jalan Wangunsari, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia. Berdasarkan analisis proses belajar-mengajar dapat dilihat beberapa dampak positif bagi para siswa, di antaranya peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan menulis laporan antara siswa yang belajar dengan menggunakan teknik “Menjadi Wartawan Junior”. KATA KUNCI: Keterampilan menulis, model pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, menjadi wartawan junior, serta kemampuan menulis laporan. ABSTRACT: “Enhancing Writing Ability by Using PAKEM Model Through a Technique ‘Becoming a Junior Journalist’ in Primary School”. International research stated that more than 50% of Indonesian students were categorized to be low in writing ability. Much researchs have ever been conducted for finding out the causes of Indonesian students low in writing ability. One analysis on the level of difficulty in writing that was most experienced by primary school students was expressive writing. The problem raised from this issue was how to create the PAKEM (active, creative, effective, and fun learning) to improve writing skill through a technique “Becoming Junior Journalist”? This study was expected to be resulted in a product in the form of writing learning model in primary school. In order to attain that goal, this study used experimental design. There were two focuses in the experiment, including decision on the design and piloting. The data of the study were quantitative data, encompassing pre-tests and post-tests scores as well as observation results of the piloting. This research was conducted in SDN (Public Primary School) Padasuka 1 and 2 in Jalan Wangunsari, Lembang, West Bandung Regency, West Java, Indonesia. Based on the analysis of learning process, there were some positive impacts occurred in students among others were significant improvement on the ability of writing a report by using the technique of “Becoming Junior Journalist”. KEY WORD: Writing skills, learning models of active, creative, effective, and fun, becoming junior journalist, and ability of writing a report.About the Author: Dr. Hajah Isah Cahyani adalah Dosen Senior di Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastera Indonesia FPBS UPI (Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastera, Universitas Pendidikan Indonesia), Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia. Alamat emel: isahcahyani@gmail.comHow to cite this article? Cahyani, Isah. (2015). “Peningkatan Keterampilan Menulis dengan Model PAKEM Melalui Teknik Menjadi Wartawan Junior di Sekolah Dasar” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.8(1) Mei, pp.39-54. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNHAS Makassar, and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112. Chronicle of the article: Accepted (September 12, 2014); Revised (December 19, 2014); and Published (May 30, 2015).
Dua Negara-Bangsa Melihat Masa Lalunya: Konfrontasi Indonesia – Malaysia (1963-1966) sebagaimana Dikisahkan dalam Buku-buku Teks Sejarahnya di Sekolah Suwirta, Andi
SOSIOHUMANIKA Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Kajian tentang peristiwa Konfrontasi Indonesia-Malaysia tahun 1963-1966 sudah banyak dilakukan, baik dalam perspektif politik dan ekonomi maupun pertahanan dan hubungan internasional. Kajian-kajian yang bersifat akademik tersebut berusaha untuk memahami segi-segi objektif yang menjadi penyebab, latar belakang peristiwa, jalannya peristiwa, pengaruhnya, serta akhir dari peristiwa penting yang dihadapi oleh dua negara-bangsa yang serumpun pada tahun 1960-an. Penelitian ini ingin memberikan perspektif yang agak lain dan bertujuan untuk mendapatkan pemahaman komprehensif dan objektif tentang bagaimana negara-bangsa Indonesia dan Malaysia memberikan tafsir resmi (official history) terhadap peristiwa penting yang melibatkan kepentingan politik dua negara-bangsa tersebut. Tafsir resmi tersebut, salah satunya, nampak dalam penggunaan dan penyajian buku-buku teks sejarah di sekolah. Dengan menganalisis buku-buku teks sejarah, penelitian ini memberikan perspektif baru tentang dua negara-bangsa dalam membangun wacana sejarah (historical discourse) untuk kepentingan tujuan pendidikan nasionalnya masing-masing. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa buku-buku teks sejarah di Malaysia banyak memberikan penjelasan yang meyakinkan daripada buku-buku teks sejarah di Indonesia dalam memaknai peristiwa konfrontasi Indonesia-Malaysia pada tahun 1963-1966.  Kata-kata kunci: Peristiwa konfrontasi Indonesia-Malaysia, studi komparatif, analisis buku-buku teks sejarah, dan tafsir resmi sejarah.About the Author: Andi Suwirta, M.Hum. adalah Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia. Alamat emel beliau adalah: aspensi@yahoo.comHow to cite this article? Suwirta, Andi. (2010). “Dua Negara-Bangsa Melihat Masa Lalunya: Konfrontasi Indonesia – Malaysia (1963-1966) sebagaimana Dikisahkan dalam Buku-buku Teks Sejarahnya di Sekolah” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.3, No.2 [November], pp.243-258. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNIPA Surabaya, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (September 22, 2010); Revised (October 28, 2010); and Published (November 20, 2010).    
Pembudayaan Olahraga dalam Perspektif Pembangunan Nasional di Bidang Keolahragaan, 2015-2019: Konsep, Strategi, dan Implementasi Kebijakan Ma’mun, Amung
SOSIOHUMANIKA Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RESUME: Konten pembudayaan olahraga menyangkut dua ruang lingkup olahraga, yaitu olahraga pendidikan dan olahraga rekreasi. Kedua ruang lingkup olahraga dimaksud akan menjadi fondasi bagi ruang lingkup olahraga prestasi. Semakin baik budaya olahraga di lingkungan pendidikan dan masyarakat, maka semakin besar peluang untuk meningkatkan olahraga prestasi pada tingkatan yang lebih optimal. Pembudayaan olahraga tidak semata-mata untuk dijadikan fondasi peningkatan olahraga prestasi, akan tetapi posisi pembudayaan olahraga diarahkan untuk meningkatkan perannya dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Permasalahan utama dalam makalah ini adalah bagaimanakah konsep dan strategi pembudayaan olahraga yang harus dijalankan negara/pemerintah, sehingga pembudayaan olahraga menjadi sebuah kebijakan yang meluas? Pendekatan teoritis yang dilengkapi dengan studi kebijakan dalam merancang pembangunan olahraga nasional menjadi sebuah metode atau cara untuk mengungkap isu-isu penting pembangunan olahraga tahun 2015-2019. Sasaran pembudayaan olahraga adalah masyarakat luas dan masyarakat di lingkungan pendidikan (pelajar dan mahasiswa). Pembudayaan olahraga membutuhkan sebuah kebijakan yang pasti, antara lain melalui Instruksi Presiden, yang selaras dengan isu penting tentang perluasan kegiatan olahraga, yaitu “olahraga untuk semua” atau “sport for all”.KATA KUNCI: Konsep dan Implementasi Kebijakan; Pembudayaan Olahraga; Pembangunan Nasional; Pembangunan Keolahragaan; Olahraga untuk Semua. ABSTRACT: “Sport Acculturation in Sport National Development Perspective, 2015-2019: Concept, Strategy, and Policy Implementations”. Content of sports acculturation involves two scopes of sports, namely education sport and recreational sport. Both of the scopes are become the foundation of performance sport. The better of sport acculturation in education and public, the greater opportunity to improve performance sport at a more optimal level. However, sport acculturation is not solely to be used as the foundation of performance sport, but also to enhance its role in order to improve public’s quality of life. The main problem of this paper is to define how sport acculturation concepts and strategies could be implemented by state/government in order to make sport acculturation becomes a widespread policy? A theoretical approach incorporating policy studies in designing national sports development is selected as a method or a way to uncover important issues about sports development 2015-2019. The target of sport acculturation is public and education institution (students). Sport acculturation requires a definite policy, for example through Presidential Instruction, that is inline with the important issues of sport activities, as sustainability of the program called “sports for all”.KEY WORD: Concept and Policy Implementations; Sport Acculturation; National Development; Sports Development; Sports for All.About the Author: Dr. H. Amung Ma’mun adalah Dosen di Departemen Pendidikan Olahraga FPOK UPI (Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia), Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia; dan sekarang diperbantukan pada KEMENPORA RI (Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia) di Jakarta, sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Informasi dan Komunikasi Pemuda dan Olahraga. Alamat emel: amg_mamun@yahoo.co.idHow to cite this article? Ma’mun, Amung. (2016). “Pembudayaan Olahraga dalam Perspektif Pembangunan Nasional di Bidang Keolahragaan, 2015-2019: Konsep, Strategi, dan Implementasi Kebijakan” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.9(1) May, pp.65-88. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UPI Bandung, ISSN 1979-0112. Chronicle of the article: Accepted (February 22, 2016); Revised (April 5, 2016); and Published (May 20, 2016).
Penderaan Seksual: Keperluan Kriteria Pegawai, Punca Penderaan, dan Kes Tidak Dilaporkan Ahmad, Nor Shafrin binti
SOSIOHUMANIKA Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penderaan seksual merupakan isu sejagat. Mangsanya adalah kanak-kanak, remaja, individu dewasa, dan tidak mustahil berlaku juga kepada warga tua. Pemangsa atau pendera pula merupakan individu, sama ada yang dikenali mahupun tidak dikenali mangsa. Oleh itu, terdapat tiga tujuan utama kajian ini dilaksanakan. Pertama, untuk mengenal pasti kriteria yang perlu ada bagi pegawai yang mengendalikan kes-kes deraan seksual. Kedua, untuk mengenal pasti punca kepada penderaan seksual. Dan ketiga, bagi mengenal pasti punca kepada kes-kes deraan seksual yang tidak dilaporkan. Seramai 15 orang responden yang terdiri daripada pegawai di jabatan polis, sekolah, Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) dan NGO (Non Governmental Organization atau Pertubuhan Bukan Kerajaan) terlibat dalam kajian ini. Dapatan diperoleh melalui temu bual separa berstruktur serta dianalisis menggunakan perisian NVivo bagi membentuk tema dan kategori utama. Dapatan kajian ini diharap dapat menyumbang maklumat bagi memantapkan peranan pihak terlibat secara langsung dalam membantu mangsa dera seksual. Selain itu, punca penyebab kepada kejadian serta punca kes tidak dilaporkan yang diperoleh melalui kajian ini dijangka dapat membantu mengurangkan kes ini berlaku secara berterusan dan berleluasa.  Kata-kata kunci: Penderaan seksual, kriteria pegawai, punca penderaan seksual, dan punca kes tidak dilaporkan.About the Author: Dr. Nor Shafrin binti Ahmad ialah Pensyarah di Pusat Pengajian Ilmu Pendidikan USM (Universiti Sains Malaysia), 11800 Minden, Pulau Pinang, Malaysia. Bagi urusan sebarang akademik, beliau boleh dihubungi dengan alamat emel: sham@usm.myHow to cite this article? Ahmad, Nor Shafrin binti. (2012). “Penderaan Seksual: Keperluan Kriteria Pegawai, Punca Penderaan, dan Kes Tidak Dilaporkan” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.5, No.1 [Mei], pp.81-92. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (March 22, 2012); Revised (April 24, 2012); and Published (May 20, 2012).    
Model Adaptasi Nilai Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Sastra Berkarakter Sunaryo, Hari; Zuriah, Nurul; Kusniarti, Tuti
SOSIOHUMANIKA Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RESUME: Pendidikan dan pembelajaran sastra di sekolah, sebagai bagian tak terpisahkan dari gerak pembangunan manusia Indonesia, memiliki peran strategis. Sifat pembelajaran sastra yang menekankan pada sisi humanistik, dipandang tepat untuk dijadikan wahana bagi usaha pengaktualisasian nilai-nilai kearifan lokal. Dengan melakukan adaptasi-adaptasi, nilai kearifan lokal menjadi bersesuaian dengan konteks kekinian. Pembelajaran sastra di sekolah, dengan demikian, harus dimaksimalkan untuk membekali siswa agar dapat mengembangkan aspek nilai intelektual, moral, dan sosial. Salah satu upaya inovatif yang dapat dilakukan adalah menekankan aspek karakter melalui eksplorasi nilai kearifan lokal. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh formulasi rancangan konsep dasar (filosofis) model adaptasi nilai kearifan lokal dalam pengembangan pembelajaran sastra. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa adaptasi dilakukan dengan penggunaan kearifan lokal sebagai sumber dan media pembelajaran; serta membuat komponen bangunan sastra karya kreatif dengan siswa. Pelaksanaan pembelajaran didasarkan pada prinsip-prinsip pembelajaran yang: kreatif, inovatif, koperasi, demokratis, dan kontekstual; bergantung pada nilai kearifan lokal yang memiliki fleksibilitas makna kontekstual; serta prosedur pembelajaran dengan tahapan orientasi, eksplorasi, penciptaan dan aktualisasi, presentasi, dan evaluasi.KATA KUNCI: Adaptasi Nilai; Kearifan Lokal; Inovasi Pembelajaran Sastra; Konsep Dasar; Karakter Siswa. ABSTRACT: “Adaptation Model of the Local Wisdom Value in Characterized Literature Learning”. Education and learning literature in schools, as an integral part of the human development movement of Indonesia, has a strategic role. The nature of literature learning that emphasizes the humanistic side, it is considered appropriate if then used as a vehicle for business actualizing the values of local wisdom. By adaptations, the value of local wisdom to be in accordance with the contemporary context. However, learning literature in schools should be maximized to equip students to be able to develop aspects of intellectual, moral, and social values. One of the innovative efforts that can be taken is to emphasize this aspect of the character through the exploration of the value of local wisdom. The purpose of this study was to obtain basic concept design formulation (philosophical) model of adaptation values of local wisdom in the development of literature learning. The research was conducted with a qualitative approach. Based on data analysis, it was concluded that the adaptation is done by the use of local wisdom as a resource and learning media; and making the building component of literature of creative works by students. Learning implementation based on the principles of learning: creative, innovative, cooperative, democratic, contextual; rely on the value of local wisdom that has flexibility contextual meaning; and the learning procedure with phases orientation, exploration, creation and actualization, presentation, and evaluation.KEY WORD: Value Adaptation; Local Wisdom; Literature Learning Innovation; Basic Concept; Students’ Character.    About the Authors: Dr. Hari Sunaryo adalah Dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Indonesia. Dr. Nurul Zuriah adalah Dosen pada Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan/Civics Hukum FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Tuti Kusniarti, M.Pd. adalah Dosen dan Ketua Program Studi pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Untuk kepentingan akademik, penulis bisa dihubungi dengan alamat e-mail: harinaryo@yahoo.co.id, zuriahnurul@gmail.com, dan kusniarto@yahoo.comHow to cite this article? Sunaryo, Hari, Nurul Zuriah & Tuti Kusniarti. (2017). “Model Adaptasi Nilai Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Sastra Berkarakter” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.10(1) May, pp.107-116. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI, ISSN 1979-0112. Chronicle of the article: Accepted (November 25, 2016); Revised (March 2, 2017); and Published (May 30, 2017).
Sistem Pendidikan Negara Abad ke-21: Isu dan Cabaran di Brunei Darussalam Haji Tengah, Ampuan Haji Brahim bin Ampuan
SOSIOHUMANIKA Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RESUME: Perubahan dasar pendidikan sesebuah negara dilakukan adalah bagi meningkatkan kebolehan dan kemahiran sumber tenaga manusia serta perkembangan dan kemajuan negara berkenaan. Sistem Pendidikan Bersepadu di Negara Brunei Darussalam, yang ingin menggabungkan mata pelajaran umum (sekular) dengan agama, yang diolah dalam satu jadual waktu persekolahan, adalah gagal disebabkan oleh banyak faktor. Oleh itu, wujud satu pemikiran untuk merancang dan memberikan sistem pendidikan yang lebih baik sesuai dengan keperluan semasa. Makalah ini akan membincangkan SPN21 (Sistem Pendidikan Negara Abad ke-21) di Brunei Darussalam dengan penumpuan kepada falsafah negara MIB (Melayu Islam Beraja). Perkara yang akan disentuh adalah mengenai tujuan dan matlamat SPN21 dengan kerangka kurikulumnya, kedudukan Melayu Islam Beraja, serta isu-isu dan cabaran yang dihadapi oleh SPN21. Di akhir perbincangan akan dapat diketahui tujuan dan matlamat SPN21, iaitu bagi menyediakan pendidikan berkualiti dan serba lengkap bagi mencapai pontensi yang penuh bagi semua rakyat Brunei Darussalam. Mata pelajaran Melayu Islam Beraja telah dijadikan sebagai mata pelajaran teras, bersama-sama dengan Bahasa Melayu, Pengetahuan Ugama Islam, Matematik, dan Sains. Antara isu dan cabaran yang dihadapi adalah dari segi memperkukuhkan falsafah negara Melayu Islam Beraja itu sendiri, khususnya penggunaan Bahasa Melayu, dan kekurangan guru-guru serta buku-buku mengenai falsafah negara tersebut.  KATA KUNCI: Sistem pendidikan negara, Brunei Darussalam, Melayu Islam Beraja, identiti bangsa, abad ke-21, serta isu dan cabaran semasa. ABSTRACT: This paper entitled “National Education System for the 21st Century: Issues and Challenges in Brunei Darussalam”. Changes in a countrys education policies do are to enhance the capability and skills of human resources and the development and progress of the country. Integrated Education System in Brunei Darussalam, that wants to combine the general subjects (secular) and (Islamic) religion is treated in a school timetable, are failing due to many factors. Therefore, there is a thought to plan and provide a better education system based on the needs currently. This article discusses the SPN21 (National Education System for the 21st Century) in Brunei Darussalam with a focus on the philosophy of MIB (Malay Islamic Monarchy). Things that will be covered are the purpose and goals of SPN21 curriculum framework, the Malay Islamic Monarchy, and the issues and challenges faced by SPN21. At the end of the discussion will be discovered the SPN21 aims and objectives, namely to provide quality of education and a well-equipped to meet the full revenue potential of all the people of Brunei Darussalam. The subject of the Malay Islamic Monarchy is used as the core subjects, along with Malay language, Islamic Religious Knowledge, Mathematics, and Science. Among the issues and challenges are in terms of strengthening the national philosophy of Malay Islamic Monarchy itself, in particular the use of the Malay language, and the shortage of teachers as well as books on the philosophy of the country.KEY WORD: The education system of the country, Brunei Darussalam, Malay Islamic Monarchy, national identity, the 21st century, and current issues and challenges.About the Author: Prof Madya Ampuan Dr Haji Brahim bin Ampuan Haji Tengah ialah Pensyarah Kanan di Fakulti Sastera dan Sains Sosial UBD (Universiti Brunei Darussalam), Jalan Tunku Link, Gadong, Bandar Seri Begawan, Negara Brunei Darussalam. Bagi urusan sebarang akademik, penulis dapat dihubungi dengan lamat emel: ampuanb@yahoo.comHow to cite this article? Haji Tengah, Ampuan Haji Brahim bin Ampuan. (2013). “Sistem Pendidikan Negara Abad ke-21: Isu dan Cabaran di Brunei Darussalam” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.6, No.2 [November], pp.197-208. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (September 22, 2013); Revised (October 28, 2013); and Published (November 20, 2013).    
Controversies behind the Idea of Universal Human Rights: A Malaysian Perspective Idris, Rizal Zamani bin; Mohd Radzi, Mohamad Shaukhi bin
SOSIOHUMANIKA Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Persoalan hak asasi manusia merupakan suatu isu yang sering menjadi perdebatan semenjak berakhirnya Perang Dunia II (1939-1945). Pengisytiharan Deklarasi Hak Asasi Manusia pada tahun 1948 oleh Pertubuhan Bangsa-bangsa Bersatu bertujuan untuk menetapkan satu nilai umum berkenaan hak asasi agar dapat dihormati dan dipatuhi oleh negara dan masyarakat antarabangsa. Walau bagaimanapun, nilai dan sifat kesejagatan deklarasi tersebut terus menjadi perdebatan dan pertikaian. Artikel ini secara khususnya akan membicarakan serta menhujahkan bahawa adalah sukar untuk seluruh masyarakat antarabangsa yang berbilang bangsa dan agama bagi mencapai kesepakatan berkaitan kesejagatan hak asasi tersebut. Terdapat pelbagai isu yang sering diperdebatkan berkaitan hal tersebut. Persoalan-persoalan yang selalu diperdebatkan ialan pengertian hak asasi itu sendiri, kecenderungan persoalan tersebut kepada pemikiran Barat, persoalan kedaulatan, kepelbagaian budaya dan konflik nilai, serta kelemahan yang terdapat di dalam Pertubuhan Bangsa-bangsa Bersatu bersabit penyelesaian pelbagai isu-isu hak asasi diperingkat antarabangsa. Negara Malaysia pun memiliki wawasan dan dasar mengikut acuan sendiri yang bersabit dengan isu-isu hak asasi manusia ini.Kata-kata kunci: kesegajatan Deklarasi Hak Asasi Manusia 1948, kepelbagaian nilai dan budaya, serta penyelesaian isu hak asasi di peringkat bangsa dan antarabangsa.  About the Authors: Rizal Zamani bin Idris, M.A. is a Lecturer in International Relations at the School of Social Sciences UMS (Malaysia University of Sabah). He earned his B.HSc. (Hons) from IIUM (International Islamic University Malaysia) in 2000; and Master of Arts (M.A.) in International Relations from DU (Deakin University), Australia, in 2004. His research interests include International Political Economy, Australia-Malaysia Relations, International Humanitarian Law and Security Studies. For academic purposes, he can be reached at: rizal.idris@gmail.com Mohamad Shaukhi bin Mohd Radzi, M.A. is a Lecturer at the School of Social Sciences, Malaysia University of Sabah (UMS). He was born in Merbok, Kedah, on 1 November 1972. He earned his M.A. (Master of Arts) from UKM (National University of Malaysia) in 2004. His M.A. thesis was “The Westernization of Ottoman Government Beginning 1789-1878”. One of his books is Pembaharuan Pentadbiran dan Perundangan dalam Era Tanzimat, 1839-1878 M dan Reaksi Golongan Uthmani Muda (Kedah: Penerbitan Universiti Utara Malaysia, 2005). For academic purposes, he can be reached at: mdshaukhi@hotmail.comHow to cite this article? Idris, Rizal Zamani bin & Mohamad Shaukhi bin Mohd Radzi. (2009). “Controversies behind the Idea of Universal Human Rights: A Malaysian Perspective” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.2, No.1 [Mei], pp.47-58. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UPI Bandung, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (March 18, 2009); Revised (April 20, 2009); and Published (May 20, 2009).
Sexual Harassment and its Implication on Employee’s Performance in Sabah, Malaysia Sarjono, Fauzie; Omar, Marja Azlima
SOSIOHUMANIKA Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: The aim of this study is to identify the relationship between sexual harassment and its implication on employee’s performance in one of Sabah’s informal sector. The independent variables of this study are sexual coercion and sexual annoyance. In order to analyze the data, this study employs regression analysis. Likert Scale is in turn used to measure the respondents’ perceptions on sexual harassment at workplace. Survey and interview are the other two methods used in this study. The findings show that there is a significant relationship in a negative direction between sexual harassment and employees’ performance. In other words, sexual harassment at work place does profoundly affect workers’ performances. This study also finds that gender plays a significant factor as female respondents tend to indicate particularly higher regards on sexual harassment. It is hoped that the findings of this study could contribute to alleviate if not to resolve the problems of sexual harassment at workplace. In the concluding remarks, this paper seeks to outline some suggestions to improve employees’ efficacy in the organization which performance is hampered by occurrence of sexual harassment.Key words: sexual harassment, employee’s performance, Sabah’s informal sector, and improve employees’ efficacy.===About the Author: Fauzie Sarjono and Marja Azlima Omar are Lecturers at the Industrial Relation Programme, School of Social Sciences UMS (University of Malaysia Sabah), Locked Bag 2073, 88999 Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. For academic purposes, they can be reached at: fauzie@ums.edu.my and marjalina@asia.comHow to cite this article? Sarjono, Fauzie & Marja Azlima Omar. (2010). “Sexual Harassment and its Implication on Employee’s Performance in Sabah, Malaysia” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.3, No.1 [Mei], pp.95-108. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UNIPA Surabaya, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (February 19, 2010); Revised (March 23, 2010); and Published (May 20, 2010).   
Manajemen Peningkatan Kompetensi Aparatur: Studi tentang Implementasi Kebijakan Reformasi Sumber Daya Manusia pada Badan Pendidikan dan Pelatihan di Indonesia Megalia, Ratu
SOSIOHUMANIKA Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kompetensi dan produktivitas PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Indonesia sehingga sulit untuk mencapai efesiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Badiklat Kemendagri RI (Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia) memiliki posisi yang sangat strategis dalam usaha mengembangkan kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia) aparatur. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, memahami, dan memaknai tentang implementasi kebijakan reformasi sumber daya ke-Diklat-an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, bersifat interpretatif, dan naturalistik. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi reformasi dalam aspek sumber daya ke-Diklat-an masih belum optimal. Banyak faktor yang menjadi penyebab, diantaranya adalah faktor kesiapan SDM, manajemen Diklat, dan lembaga Diklat itu sendiri. Penelitian ini menawarkan strategi alternatif model manajemen peningkatan kompetensi aparatur yang didasarkan pada pendekatan sistem yang saling berkaitan, penekankan pada uji kompetensi, dan sertifikasi SDM Diklat.Kata-kata kunci: Kompetensi PNS, manajemen Diklat, Badan Diklat, pendekatan sistem, dan uji kompetensi.===About the Author: Dr. drg. Ratu Megalia, M.Kes. adalah seorang Widyaiswara Utama di Balai Pelatihan Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Jalan Pasteur No.31 Bandung; dan Doktor pada Program Studi Adminisrasi Pendidikan, Sekolah Pascasarjana UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Alamat emel: megrau18@gmail.comHow to cite this article? Megalia, Ratu. (2011). “Manajemen Peningkatan Kompetensi Aparatur: Studi tentang Implementasi Kebijakan Reformasi Sumber Daya Manusia pada Badan Pendidikan dan Pelatihan di Indonesia” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.4, No.2 [November], pp.259-286. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI, ISSN 1979-0112. Chronicle of article: Accepted (September 22, 2011); Revised (October 23, 2011); and Published (November 20, 2011).    
Editorial Board and Guidelines for the Authors SOSIOHUMANIKA, Editor Journal
SOSIOHUMANIKA Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : ASPENSI in Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SOSIOHUMANIKA will provide a peer-reviewed forum for the publication of thought-leadership articles, briefings, discussion, applied research, case and comparative studies, expert comment, and analysis on the key issues surrounding the humanities and social sciences education and its various aspects. Analysis will be practical and rigorous in nature.Bandung, Indonesia: November 30, 2016.Prof. Dr. H.R. Asep KadarohmanEditor-in-Chief of the SOSIOHUMANIKA Journal; and Vice Rector UPI for Academic and Students Affairs.Â