cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan)
ISSN : 24610437     EISSN : 25409131     DOI : -
Jukung adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah meliputi bidang rekayasa dan teknologi lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Jukung diterbitkan dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2019): September 2019" : 10 Documents clear
PENINGKATAN KANDUNGAN LIPID DAN BIOMASSA Mikroalga Scenedesmus Sp. DARI MEDIA KULTIVASI LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL Shinta Elystia; Aisyah Sri Lestari; Sri Rezeki Muria
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.132 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v5i2.7315

Abstract

Sumber energi semakin berkurang diiringi dengan semakin besarnya kebutuhan energi. Hal ini dapat diantisipasi dengan melakukan pencarian sumber energi terbarukan. Upaya untuk mengantisipasi kelangkaan energi adalah dengan memanfaatkan mikroalga sebagai bahan baku bioenergi. Mikroalga Scenedesmus sp. adalah salah satu species yang memiliki kadar lipid tertinggi yang dapat digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Oleh karena itu untuk memperoleh biomassa yang besar, perlu dilakukan kultivasi. Salah satu media kultivasi adalah limbah cair tahu. Kandungan pada limbah cair tahu dapat menjadi nutrisi bagi pertumbuhan mikroalga. Senyawa organik dan anorganik dalam limbah diserap mikroalga dan dihasilkan oksigen yang dapat mengurangi kadar COD dalam limbah. Perlakuan pada penelitian ini perbedaan volume limbah cair tahu sebesar 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% serta intensitas cahaya 1000 lux - 4000 lux pada Fotoperiod Terang: Gelap (T:G) 12:12. Parameter yang diamati adalah jumlah sel, lipid dan efisiensi penyisihan COD. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kondisi optimal pada volume limbah cair tahu 20% dan intensitas cahaya 4000 lux dengan jumlah sel 6.63 x 106 sel/ml, lipid 29.73 % serta penyisihan COD 78,26%.  Kata Kunci: COD, Intensitas Cahaya, Lipid, Volume Limbah Cair Tahu, Scenedesmus sp. The source of energy decreases accompanied by the increasingly large demand for energy. This can be anticipated by searching for renewable energy sources.The effort to anticipate energy scarcity by using microalgae as a raw material of bioenergy. Microalgae Scenedesmus sp. is one of the species that has the highest lipid content that can be used as a raw material of biodiesel. Therefore, to obtain large biomass, needs to be done of cultivation. One of the cultivation media is tofu waste water. The content of tofu waste water can be a nutrient for microalgae growth. Organic and inorganic compounds in waste are absorbed by microalgae and oxygen is produced which can reduce levels of COD in waste. The treatment in this study was the difference in the volume of tofu waste water by 0%, 20%, 40%, 60%, 80% and 100% and the light intensity of 1000 lux - 4000 lux in the Light: Dark (T: G) Photoperiod 12:12. Parameters observed were cell count, lipid and COD removal efficiency. Based on the results of the study obtain optimal conditions in the volume tofu waste water 20% and light intensity 4000 lux with cell numbers 6.63 x 106 cells / ml, 29.73% lipid and COD removal eficiency 78.26%. Keywords: COD, Light Intensity, Lipid, Scenedesmus sp., Tofu Waste Water,
ANALISIS KARAKTERISTIK INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN DALAM MENDUKUNG PELESTARIAN LINGKUNGAN PESISIR KAMPUNG NELAYAN MANGGAR Mega Ulimaz; Nadia Almira Jordan
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.236 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v5i2.7321

Abstract

Salah satu permukiman pesisir di Kota Balikpapan terdapat di Kecamatan Manggar Baru. Permukiman pesisir tersebut memiliki karakteristik sebagai kumpulan rumah nelayan yang berdiri di atas permukaan air sungai. Kampung atas air di Manggar mengarah pada karakter permukiman kumuh akibat limbah domestik dan non domestik yang terbuang ke muara sungai. Bagian hilir Sungai Manggar tercatat berstatus cemar ringan dengan indeks polusi 4.76 (Balikpapan dalam Angka 2018). Kampung Manggar memiliki fungsi utama sebagai terminal utama nelayan dan juga fungsi permukiman. Kampung tersebut sangat rentan terhadap perubahan sehingga harus dipreservasi atau dikonservasi  agar pelestarian lingkungan tidak hanya berada di antara ruang, melainkan unsur utama dalam tata ruang kota. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik geospasial infrastruktur dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif dan penyajian dengan Sistem Informasi Geografis. Hasil analisis menunjukan bahwa infrastruktur pendukung pelestarian kualitas lingkungan terdiri dari penyebaran vegetasi dan penempatan lokasi fasilitas publik pendukung kegiatan perikanan dengan pola yang mengelompok. Kata kunci: Infrastruktur Lingkungan, Permukiman Nelayan, Konservasi Lingkungan ABSTRACT  One of the coastal settlements in Balikpapan City is located in Manggar Baru District. The coastal settlements has characteristic as clustered fisherman houses that stand on the surface of Manggar river. Kampung Manggar leads to slums area due to domestic and non-domestic waste into the river. The downstream part of the Manggar River is detected as small pollution status with pollution index of 4.76 (Balikpapan in Figures 2018). Kampung Manggar has the main function as the main terminal of fishermen and also the function of settlements. This kampung is very vulnerable to change, so it must be preserved or conserved because the environmental preservation is not only in built environment, but also in urban spatial planning. The purpose of this study is to analyze the geospatial characteristics of infrastructure to support the preservation of the coastal environment. The method of this study is descriptive statistics with Geographic Information Systems. The results of the analysis show that the infrastructure that support the preservation of environmental quality consists of the distribution of vegetation and the location of public fishing facilities as a clustered pattern. Keywords: Environmental Infrastructure, Fisherman Settlement, Riverside Settlement.Salah satu permukiman pesisir di Kota Balikpapan terdapat di Kecamatan Manggar Baru. Permukiman pesisir tersebut memiliki karakteristik sebagai kumpulan rumah nelayan yang berdiri di atas permukaan air sungai. Kampung atas air di Manggar mengarah pada karakter permukiman kumuh akibat limbah domestik dan non domestik yang terbuang ke muara sungai. Bagian hilir Sungai Manggar tercatat berstatus cemar ringan dengan indeks polusi 4.76 (Balikpapan dalam Angka 2018). Kampung Manggar memiliki fungsi utama sebagai terminal utama nelayan dan juga fungsi permukiman. Kampung tersebut sangat rentan terhadap perubahan sehingga harus dipreservasi atau dikonservasi  agar pelestarian lingkungan tidak hanya berada di antara ruang, melainkan unsur utama dalam tata ruang kota. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik geospasial infrastruktur dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif dan penyajian dengan Sistem Informasi Geografis. Hasil analisis menunjukan bahwa infrastruktur pendukung pelestarian kualitas lingkungan terdiri dari penyebaran vegetasi dan penempatan lokasi fasilitas publik pendukung kegiatan perikanan dengan pola yang mengelompok. Kata kunci: Infrastruktur Lingkungan, Permukiman Nelayan, Konservasi Lingkungan ABSTRACT  One of the coastal settlements in Balikpapan City is located in Manggar Baru District. The coastal settlements has characteristic as clustered fisherman houses that stand on the surface of Manggar river. Kampung Manggar leads to slums area due to domestic and non-domestic waste into the river. The downstream part of the Manggar River is detected as small pollution status with pollution index of 4.76 (Balikpapan in Figures 2018). Kampung Manggar has the main function as the main terminal of fishermen and also the function of settlements. This kampung is very vulnerable to change, so it must be preserved or conserved because the environmental preservation is not only in built environment, but also in urban spatial planning. The purpose of this study is to analyze the geospatial characteristics of infrastructure to support the preservation of the coastal environment. The method of this study is descriptive statistics with Geographic Information Systems. The results of the analysis show that the infrastructure that support the preservation of environmental quality consists of the distribution of vegetation and the location of public fishing facilities as a clustered pattern. Keywords: Environmental Infrastructure, Fisherman Settlement, Riverside Settlement.
ANALISIS STABILITAS DAN PERKUATAN LERENG MENGGUNAKAN PLAXIS2D DI DESA SUKARESMI, SUKABUMI, JAWA BARAT A'isyah Salimah; Muhammad Fathur Rouf Hasan; Suripto Suripto; Yelvi Yelvi; Imam H Sasongko
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.304 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v5i2.7316

Abstract

Permukaan tanah tidak semua berbentuk bidang datar, namun memiliki perbedaan ketinggian dan kemiringan pada setiap daerah. Perbedaan ketinggian tanah mampu mengakitbatkan terjadinya pergerakan tanah yaitu longsor. Keberadaan bangunan base transceiver station (BTS) tower di Desa Sukaresmi, Cisaat, Sukabumi yang berada pada daerah lereng curam dengan kondisi retaining wall dan pagar dalam keadaan retak dan mengalami penurunan tanah menjadi salah satu faktor yang mengancam keselamatan. Untuk mengantisipasi dampak kerusakan lingkungan bertambah parah dibutuhkan penanganan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis stabilitas dan perkuatan lereng menggunakan software Plaxis2D. Adapun metode penelitian dilakukan dengan melakukan investigasi lapangan secara langsung, pengujian laboratorium, analisis stabilitas perkuatan lereng dengan software Plaxis2D serta rekomendasi perbaikan drainase. Upaya perkuatan lereng dengan mengganti dan memperdalam retaining wall existing. Hasil perkuatan lereng dapat meningkatkan nilai safety factor menjadi 1,369, nilai ini lebih besar dari safety factor existing sebesar 1,302. Kata kunci: cisaat, longsor, Plaxis2D, stabilitas lereng. The soil surface is believed to have differences in height and slope in each region. The different elevation could cause land movements namely landslides. The existence of tower base transceiver station (BTS) buildings in Sukaresmi Village, Cisaat,  Sukabumi on a deep slope area with cracked retaining walls and fences condition which experienced settlement is one of the factors that threaten safety. To anticipate the impact of environmental damage getting worse requires special handling. The aim  of this study is to analyze the stability and slope reinforcement using Plaxis2D software. The research method is carried out by conducting direct field investigations, laboratory tests, reinforced slope stability analysis with Plaxis2D software and drainage refinement recommendations. Countermeasures to strengthen the slope are done by replacing and deepening the existing retaining wall. The result of this measure is the increase of the safety factor value to 1,369, this value is greater than the value of the existing safety factor of 1,302. Keywords : cisaat, landslide, Plaxis2D, slope stability.
STUDI KOMPARASI BAHAN BAKAR MINYAK DARI HASIL KONVERSI SAMPAH PLASTIK JENIS PET DAN PE SEBAGAI POTENSI ENERGI ALTERNATIF Rudy Yoga Lesmana; Nani Apriyani
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.414 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v5i2.7329

Abstract

Kuantitas limbah plastik saat ini memang sangat sulit untuk dikelola. Salah satu solusi untuk mengurangi pertumbuhan sampah plastik yaitu dengan membuatnya menjadi bahan bakar alternatif, yaitu minyak mentah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menciptakan minyak mentah sebagai energi alternatif dari sampah plastik dan untuk membandingkan kuantitas minyak hasil olahan sampah plastik berjenis PET dan PE dengan bahan bakar konvensional. Metode penelitian dilakukan dengan mengumpulkan sampel berupa sampah plastik yang berbahan baku PET dan PE melakukan pembuatan reaktor dan mengolah sampel menjadi minyak mentah, melihat kuantitas minyak mentah hasil olahan, melakukan pengujian nilai kalor minyak mentah hasil olahan berdasarkan bahan baku plastik, dan melakukan perbandingan nilai kalor minyak mentah hasil olahan dengan bahan bakar konvensional berdasarkan studi literatur Hasil penelitian menunjukan kuantitas minyak hasil olahan dari PE yaitu sebanyak 80 ml, 240 ml, dan 342 ml dengan waktu pengolahan berturut turut yaitu 120, 240 dan 360 menit, dan plastik jenis PET tidak menghasilkan minyak mentah, dan hanya menghasilkan serbuk berwarna putih. selanjutnya untuk perbandingan nilai kalor dari minyak hasil olahan sampah plastik, hanya plastik berjenis PE yang dapat diketahui nilai kalornya,yaitu sebesar 44.900 Kj/Kg karena plastik berjenis PET tidak menghasilkan minyak Kata kunci: Energi Alternatif, minyak mentah, Plastik.  The Quantity of plastic waste today is indeed very difficult to manage. One of solution to reduce the growth of plastic waste is to replace alternative fuels, namely crude oil.the purpose of this research is to make crude oil as an alternative energy from plastic waste and to compare crude oil processed by plastic PET (Polyethylene Therepthalate) and PE (Polyethylene) waste with conventional fuels. The research methodology includes collecting samples in the form of plastic waste made from PET (Polyethylene Therepthalate) and PE (Polyethylene) raw materials, making reactors and processing samples into crude oil, lokking at the amount of crude oil processed crude oil based on plastic raw materials, and comparing the heat value of crude oil processed with conventional fuel.  The research methodology includes collecting samples in the form of plastic waste made from PET and PE raw materials making reactors and processing samples into crude oil, looking at the quantity of processed crude oil, testing the heating value of processed crude oil based on plastic raw materials, and comparing the heating value crude oil processed with conventional fuels based on literature studies.  The results showed that the quantity of processed oil from PE is 80 ml, 240 ml, and 342 ml with successive processing times of 120, 240 and 360 minutes, and PET-type plastic does not produce crude oil, and only produces white powder. then for the comparison of the calorific value of oil processed plastic waste, only PE-type plastic that can know the heating value, which is equal to 44,900 Kj / Kg because PET-type plastic does not produce oil Keywords: alternative energy, crude oil, plastic
BESARAN LAJU EROSI DAN JUMLAH SIDEMENTASI PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) RIAM KANAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Riza Miftahul Khair; Rd Indah Nirtha NNPS; Nopi Stiyati Prihatini; Chairul Abdi; Mustafa Kamal
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.771 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v5i2.7317

Abstract

DAS Riam Kanan merupakan kawasan lindung yang memiliki nilai strategis karena terdapat waduk Riam Kanan yang berfungsi sebagai sarana pengendali banjir dan kekeringan, pemasok kebutuhan air, keperluan domestik dan industri, keperluan irigasi dan pengembangan perikanan serta pembangkit listrik. Dengan adanya hal tersebut maka dilakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana laju erosi untuk selanjutnya diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai laju erosi lahan di DAS Riam Kanan dengan metode MUSLE, RUSLE, USLE. Analisis perhitungan laju erosi dengan metode USLE sebesar 35,83 ton/ha/th dengan besar kehilangan tanah 5.905.845,198 ton/th, metode MUSLE sebesar 76,61 ton/ha/th dengan besar kehilangan tanah 12.622.104,992 ton/th dan metode RUSLE sebesar 92,41 ton/ha/th dengan besar kehilangan tanah 15.225.669,372 ton/th. Laju erosi ketiga metode dapat dirasiokan sebesar 1 : 2,14 : 2,58 Kata Kunci :  DAS, Erosi, Sedimentasi Watershed of Riam Kanan protected areas that have strategic value because there is serves as a means of controlling floods and droughts, water suppliers, domestic and industrial purposes, irrigation and development purposes fisheries as well as power plants. Related to this research needs to be done in order to obtain the information the extent to which the rate of erosion that occurs and then is expected to be used as the basis for sustainable land management. This research aims to get the value of the rate of soil erosion land in Riam Kanan watershed using USLE, MUSLE, RUSLE. The results of the analysis of the rate of erosion of USLE 35.83 method using tons/ha/yr with huge loss of land of 5,905,845.198 tons/yr, MUSLE method of 76.61 tonnes/ha/yr with huge loss of land of 12,622,104.992 tons/yr and the RUSLE method of 92.41 tonnes/ha/yr with the huge loss of land 15,225,669.372 tons/yr. Ratio a comparison of the rate of erosion the third method of 1:2.14:2.58  Keywords :  erosion, sedimentation, Watershed
PENGARUH KONSENTRASI PEKTIN KULIT PISANG TERHADAP KINERJA MEMBRAN SILIKA YANG DIAPLIKASIKAN PADA AIR PAYAU Muthia Elma; Mahmud Mahmud; Lilis Suryani; Akhbar Akhbar; Fitri Ria Mustalifah; Erdina L.A Rampun; Dhiyaur Rahmah; Nur Baity
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.62 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v5i2.7318

Abstract

Banjarmasin berada di ketinggian rata-rata 0,16 m dibawah permukaan laut. Sumber air bersih seperti sungai dan sumur yang jika musim kemarau atau saat air laut pasang dapat menjadi asin karena intrusi air laut. Sehingga, dalam penggunaannya perlu mendapat perlakuan khusus untuk menghilangkan kadar garam yang terkandung dalam air seperti teknologi membran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pektin kulit pisang dengan konsentrasi berbeda terhadap kinerja membran silika-pektin pada proses desalinasi air payau. Membran yang digunakan berasal dari Tetraethyl orthosilicate (TEOS) dengan pektin dari limbah kulit pisang sebagai template. Penyisipan pektin dari limbah kulit pisang dilakukan untuk meningkatkan hidrostabilitas dan memperkuat struktur silika pada membran.  Kinerja membran diuji melalui proses pervaporasi pada suhu ruang (25oC).  Pervaporasi dilakukan dengan mengumpulkan permeat kedalam cold trap yang fasenya diubah menjadi uap pada saat pemisahan dan dikondensasi kembali dengan bantuan nitrogen cair.  Pervaporasi air payau artifisial (NaCl 0,3%) sebagai umpan diuji menggunakan membran silika dengan konsentrasi pektin 1% dan 2,5% kalsinasi 300 oC.  Hasil dari penelitian ini, fluks air yang didapat rata-rata 4,53 kg.m2.h-1 (1%) dan 7,14 kg.m2.h-1 (2,5%) dengan rejeksi garam yang diperoleh >90%. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi pektin yang digunakan akan menghasilkan fluks yang lebih tinggi. Kata kunci: desalinasi, membran silika pektin, pektin kulit pisang, pervaporasi. Banjarmasin has an average height of 0.16 m below sea level. Clean water sources such as river and well during hot season or high tides become salty due to sea water intrusion. Therefore, it needs special treatment to remove the levels of salt contained in water using membrane technology.  The purpose of this research is to understand the effect of the addition of pectin from banana peel with different concentrations on the performance of the silica-pectin membrane in the brackish water desalination process. Membrane was prepared from Tetraethyl orthosilicate (TEOS) with pectin from banana peel waste as a template. Pectin addition from banana peel waste is done to increase hydrostability and strengthen silica structure in the membrane. Membrane performance was tested through pervaporation at room temperature (25oC). Pervaporation is carried out by collecting permeats into cold trap whose phases are converted to gas during separation and re-condensed using liquid nitrogen. Artifisial brakish water pervaporation (NaCl 0.3%) applied as feed was treated by using silica membranes with pectin concentrations of 1% and 2.5% at calcination temperatures of 300oC.  The results of this study, observed average water flux obtained was 4.53 kg.m2.h-1 (1%) and 7.14 kg.m2.h-1 (2.5%) with salt rejection obtained > 90 %. Keywords:banana peel pectin, desalination, pectin silica membrane, pervaporation
EFEKTIVITAS MEDIA FILTER DALAM MENURUNKAN TSS DAN LOGAM Fe PADA AIR SUMUR GALI Euis Nurul Hidayah; Shofi Nasyi'atul Hikmah; Muhammad Firdaus Kamal
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.917 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v5i2.7313

Abstract

Masyarakat Desa Tambak Rejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, masih mengunakan air sumur sebagai kebutuhan sehari-hari. Air sumur perlu dilakukan pengolahan agar layak dikonsumsi dengan menggunakan berbagai jenis media melalui proses filtrasi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh jenis media terhadap penurunan TSS dan logam Fe yang terkandung pada air sumur gali dengan single media filter. Reaktor yang digunakan yaitu slow sand filter dengan aliran down flow kecepatan 0,4 m/jam. Parameter yang diuji adalah Total Suspended Solid (TSS) dan logam Fe. Variasi dalam penelitian ini yaitu jenis dan ketinggian media filter. Media yang digunakan yaitu pecahan gerabah, pasir bancar, dan manganese greensand dengan ketinggian media 20 dan 30 cm. Sampel yang digunakan adalah air sumur gali daerah Tambak Rejo, Waru Sidoarjo. Analisis TSS dengan metode Gravimetri dan Fe dengan Spektrofotometri. Hasil yang diperoleh menunjukan media pasir bancar mampu bekerja lebih baik daripada media yang lainnya. Persentase penurunan konsentrasi TSS pada ketinggian 20 dan 30 cm sebesar 76,92% dan 80,00% dan penurunan konsentrasi Fe pada ketinggian 20 dan 30 cm sebesar 80,00% dan 84,19%. Hal ini menunjukan bahwa variasi jenis dan ketinggian media berpengaruh terhadap penurunan konsentrasi TSS dan Fe. Air yang dihasilkan telah memenuhi baku mutu air bersih sehingga aman untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kata kunci: Fe, pasir bancar, pecahan gerabah, manganese greensand, total suspended solidThe citizen of Tambak Rejo Village, Waru District, Sidoarjo Regency, still use well water as their daily activities. Well water needs to be processed so that it is suitable for consumption by using various types of media through the screening process. The purpose of the study was to determine the effect of the type of media in decrease TSS and Fe contained in well water dug with a single media filter. The reactor used is a slow sand filter with a downflow speed of 0.4 m/hour. The parameters tested were Total Suspended Solid (TSS) and Fe. Variations in this study are the type and height of the filter media. The media used are pottery fragments, bancar sand, and manganese greensand with media heights of 20 and 30 cm. The sample used was well water dug in the area of Tambak Rejo Village, Waru District, Sidoarjo Regency. TSS analysis with Gravimetric and Fe methods with Spectrophotometry. The results obtained show that bancar sand media is able to work better than other media. The percentage decrease in TSS concentration at the height of 20 and 30 cm was 76.92% and 80.00% and a decrease in Fe concentration at the height of 20 and 30 cm was 80.00% and 84.19%.This shows that variations in the type and height of the media influence the decrease in TSS and Fe concentrations. The water produced meets the quality standards of clean water so it is safe to meet daily activities. Keywords: Fe, bancar sand, pottery fragments, manganese greensand, total suspended solid
ANALISIS KUALITAS AIR DENGAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR SUNGAI JAING KABUPATEN TABALONG Yuniarti Yuniarti; Danang Biyatmoko
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.559 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v5i2.7319

Abstract

Sungai Jaing merupakan salah satu sungai yang melintas di Kabupaten Tabalong dengan panjang 39 km yang bermuara di Sungai Tabalong. DAS Jaing memiliki luas area ± 298 km2bagian dari DAS Barito di Kalimantan Selatan. Sungai Jaing diklasifikasi sebagai sungai kelas I (satu). Alih fungsi lahan cukup besar terjadi disekitar daerah aliran sungai jaing, bagi sektor pertambangan batubara, sektor migas, sektor industri, perkebunan dan pertanian. Banyaknya aktivitas ini menyebabkan sungai jaing berpotensi cukup besar mengalami penurunan kualitas. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa beberapa kegiatan berpotensi memasukkan unsur pencemar ke Sungai Jaing yang mana kemungkinan membuang limbah produksi secara langsung ataupun run off (limpasan) limbah produksi kedalam sungai. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kualitas Sungai Jaing melalui penentuan Status Mutu Air dari Sungai Jaing. Wilayah penelitian dilaksanakan di Sungai Jaing sejauh 39 Km di Kabupaten Tabalong, Kualitas air sungai diukur dan diamati pada 3 titik pengambilan sampel terhadap parameter fisika, kimia dan biologi. Analisis kualitas dan penentuan status mutu air menggunakan metode STORET dan metode indeks pencemaran. Hasilnya adalah (1) parameter DO, BOD, COD, Fecal coliform dan Total Coliform telah melebihi baku mutu air sungai Kelas I menurut Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan                    No. 5 Tahun 2007 sehingga menyatakan kualitas air sungai jaing menurun ( 2) Terjadi pergeseran status mutu air sungai jaing dari hulu ke hilir yang ditandai dengan nilai STORET dan nilai indeks pencemaran (IP) yang cenderung semakin meningkat berdasarkan kriteria sungai menurut PP nomor 82 Tahun 2001. Nilai STORET sungai jaing adalah antara -108 sampai dengan -110 dengan status mutu Cemar Berat dan nilai indeks pencemaran (IP) berkisar antara 4,027 sampai dengan 4,173 yang menyatakan bahwa status mutu air sungai jaing adalah cemar ringan. Kata Kunci: Indeks polusi, kualitas air, metode STORET, status kualitas. Sungai Jaing is one of the rivers that flows in Tabalong District which has length of 39 km and empties into the Tabalong River. The Jaing watershed has an area of ± 298 km2 of the Barito watershed in South Kalimantan. This river is classified as class I (one) river. Several activities for the coal mining sector, oil and gas sector, industrial sector, plantation and agriculture considered to take over the land function widely surrounding the river. Those activities actually have a potential to reduce the water quality of the river. Field observations found pollutants which are likely to dispose of production waste directly or run off (run off) of production waste into the river. Hence, the purpose of this study was to analyze the quality of Sungai Jaing through determining the status of water quality from Sungai Jaing. The research area was carried out in Sungai Jaing as far as 39 Km in Tabalong District where river water quality was measured and observed at 3 sampling points based on physical, chemical and biological parameters. Quality analysis and determination of water quality status using the STORET method and pollution index method. The results are (1) the parameters of DO, BOD, COD, Fecal coliform and Total Coliform have exceeded Class I river water quality standards according to Governor of South Kalimantan Regulation No. 5 of 2007 stating that the quality of river water is decreasing (2) There is a shift of the water quality status of the Sungai Jaing from upstream to downstream which is characterized by the STORET value and pollution index value which tends to increase based on a river criteria according to PP number 82 of 2001. In addition, STORET value of river jaing is between -108 to -110 with the status of Heavy Pollution quality and the pollution index value (IP) ranges from 4,027 to 4,173 which states that water quality status of the Sungai Jaing is mild pollution.  Keywords : Water Quality, Quality Status, STORET Method, Pollution Index
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN PAHANDUT KECAMATAN PAHANDUT KOTA PALANGKA RAYA KALIMANTAN TENGAH Muh Azhari; Rudy Yoga Lesmana
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.745 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v5i2.7314

Abstract

Permasalahan lingkungan dari usaha kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti sandang, pangan, papan dan transportasi harus dilakukan penanganan dengan baik. Misalnya seperti pengaruh kegiatan transportasi udara terhadap kondisi kualitas lingkungan setempat  seperti kegiatan di Bandara Cilik Riwut Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kualitatif dengan analisis data instrumen seperti Sound Level Meter Instrument, Anemometer, GPS, Flight Radar, Google Maps Application & WECPNL Instrument (Weighted Equivalent Continuous Perceived Noise Level)  dan pengambilan data dilakukan selama tiga hari sesuai dengan kedatangan dan keberangkatan pesawat. Hasil penelitian dengan analisis WECPNL menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di hari ke 2 lebih besar dibandingkan hari ke 3 dan hari ke 3 lebih besar dari hari ke 1 (87,2  > 82,2 > 75,9) dengan nilai rata-rata WECPNL sebesar 81,7. Kebisingan di bandara Cilik Riwut di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah termasuk kebisingan regional tingkat II dan III. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk meminimalisir Risiko kebisingan tersebut yaitu dengan melakukan kegiatan rekayasa keteknikan dan menanam vegetasi yang berfungsi mengurangi kebisingan Kata kunci: Bandara, Kebisingan, Lingkungan. The environmental problems of the efforts of human activities to meet the needs of life, such as clothing, food, housing and transportation must be handled properly. For example, such as the influence of air transportation activities on local environmental quality conditions such as activities at Cilik Riwut Airport, Pahandut Village, Pahandut District, Palangka Raya City, Central of Kalimantan. The research method used is a qualitative method with data analysis instruments such as Sound Level Meter Instrument, Anemometer, GPS, Flight Radar, Google Maps Application and WECPNL Instrument (Weighted Equivalent Continuous Percepived Noise) and data collection is carried out for three days in accordance with the arrival and departure of the aircraft. Results of research with  WECPNL analysis show that the noise level on the second day is greater than the third day and the third day is greater than the first day (87,2  > 82,2 > 75,9) with  score average value is 81,7. Noise at Cilik Riwut airport in Palangka Raya City, Central Kalimantan including regional level II and III noise. activities that can be carried out are carrying out engineering activities and planting vegetation which have the function of reducing noise. Keyword: Airport, Environmental, Noice.
PENERAPAN MODEL HORTONUNTUK KUANTIFIKASI INFILTRASI TEGAKAN KARET DI DAS MALUKA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Syarifuddin Kadir; Badaruddin Badaruddin; Yunisa Pratiwi
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.773 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v5i2.7320

Abstract

DAS Maluka seluas 89.506,19 Ha terdapat sub DAS Banyu Irang dan sub DAS Bati Bati serta secara administrasi tersebar di 3 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. DAS Maluka didominasi kekritisan lahan agak kritis 63%, kelerengan lereng didominasi tingkat kelerengan 0-8% 79,88%, tutupan lahan didominasi tutupan lahan perkebunan 17,91%, Kerusakan lingkungan di DAS Maluka telah menjadi keprihatinan banyak pihak, hal ini ditandai dengan meningkatnya bencana alam yang dirasakan, seperti bencana banjir, tanah longsor dan kekeringan yang semakin meningkat. Rendahnya kapasitas infiltrasi sebaliknya tingginya Surface run off  penyebab utama terjadinya bencana alam yang terkait dengan tata air. Penelitian ini menggunakan model Horton yang bertujuan mengetahui infiltrasi terhadap berbagai kelas umur tegakan karet (Hevea brasiliensis). Metode penelitian menggunakan doubel ring infiltrometer pada kelas umur 4 tahun, 8 tahun dan 12 tahun. Hasil penelitian diperoleh bahwa:1) Kapasitas infiltrasi 96,906 mm/jam, 103,981 mm/jam dan 104,651 mm/jam; 2) volume infiltrasi sebesar 93,432 m3,  95,945 m3, 591 m3; 3) semakin tinggi kelas umur tegakan karet semakin tinggi laju, kapasitas dan volume infitrasi. Kata kunci : infiltrasi, surface run off , vegetasi tegakan karet.  The Maluka watershed covers an area of 89,506.19 Ha, there are the Banyu Irang sub-watershed and the Bati Bati sub-watershed and are administratively spread across 3 regencies / cities, namely Tanah Laut Regency, Banjar Regency and Banjarbaru City South Kalimantan Province. The Maluka watershed is dominated by criticality of the rather critical land 63%, the slope is dominated by the slope level of 0-8% 79.88%, land cover is dominated by plantation land cover 17.91%, environmental damage in the Maluka watershed has become a concern of many parties, this is indicated by increasing perceived natural disasters, such as floods, landslides and increasing drought. The low infiltration capacity, on the other hand, is the high Surface run off, the main cause of natural disasters related to water management. This study uses the Horton model that aims to determine infiltration of various age groups of rubber stands (Hevea brasiliensis). The research method uses a doubel ring infiltrometer in the age class of 4 years, 8 years and 12 years. The results showed that: 1) Infiltration capacity of 96,906 mm / hour, 103,981 mm / hour and 104,651 mm/ hour; 2) infiltration volume of 93,432 m3, 95,945 m3, 591 m3; 3) the higher the age of rubber stand age, the higher the rate, capacity and volume of inflation. Keywords: infiltration, surface run off and rubber stand vegetation.

Page 1 of 1 | Total Record : 10