cover
Contact Name
Aulia Qisthi
Contact Email
auliaqisthi@ui.ac.id
Phone
+6285860672438
Journal Mail Official
syntaxliterateofficial@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sedang Residence E6 Sumber Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 25410849     EISSN : 25410849     DOI : -
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research and critical studies in various fields of science, including education, social sciences, humanities, economics, and engineering. The journal aims to provide a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate their findings and insights for the advancement of knowledge and practice in Indonesia and beyond.
Articles 6,146 Documents
Search results for , issue "Jurnal Ilmiah Indonesia" : 6,146 Documents clear
Pemberdayaan Masyarakat Lokal dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Wisata Waburi Park Perspektif Community Based Tourism Buton Selatan Rahmawati, Rahmawati; Rasmuin, Rasmuin; Junaidin, Junaidin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60113

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat lokal dalam pelayana wisata. Di bimbing oleh Rasmuin sebagai pembimbing utama dan Rahmawati sebagai pembimbing kedua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Peran peneliti adalah sebagai instrumen utama. Adapun sumber data berupa data primer dan data sekunder. Data dikumpulkan dengn teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mengorganisir data, mereduksi data dan menyajikan data. Keabsahan data meliputi kepercayaan, keteralihan, ketergantungan dan kepastian. Hasil penelitian menujukan bahwa pertama; pemberdayaan masyarakat lokal dalam pelayanan wisata telah berjalan dengan keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengambilan Keputusan Partisipasi aktif ini menciptakan rasa memiliki dan meningkatkan efektivitas tata kelola destinasi. Kedua; Pemberdayaan masayarakat lokal dalam pelayan wisata telah dilakukan dengan pembagian manfaat yang adil, dalam memanfaatkan askses ekonomi dan sosial. Ketiga; pemberdayaan masayarakat lokal dalam pelayan wisata telah dilakukan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat lokal melalui kegiatan pelatihan, namun masih menghadapi hambatan seperti rendahnya pendidikan formal, keterbatasan teknologi, dan akses modal. Keempat; pemberdayaan masayarakat lokal dalam pelayan wisata telah dilakukan dalam pelestarian Lingkungan dan Kearifan Lokal. Budaya gotong royong, kegiatan rutin kebersihan, dan pertunjukan seni tradisional, namun, kesadaran wisatawan terhadap kebersihan dan pelestarian budaya masih perlu ditingkatkan. Kelima; pemberdayaan masayarakat lokal dalam pelayan wisata telah dilakukan melalui Penguatan Kelembagaan Masyarakat lokal seperti BPD, PKK, tokoh masyarakat, dan BUMDes telah memainkan peran sebagai fasilitator dan penghubung antara warga dan pemerintah. Namun, peran mereka dalam inovasi dan pengembangan strategi pariwisata masih terbatas.
Pengembangan Media Flashcard Dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Kekayaan Suku Bangsa Kelas Iii Sekolah Dasar Azzahra, Dea; Dewi, Dinie Anggraeni; Arifin, Muh. Husen
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran flashcard dalam meningkatkan pemahaman konsep kekayaan suku bangsa di kelas III Sekolah Dasar. Melalui pendekatan design and development dengan model ADDIE, penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan media, merancang, dan menguji kelayakan media flashcard. Hasil validasi dari ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa menunjukkan bahwa media ini layak digunakan dengan persentase rata-rata 88,8%. Uji coba di kelas menunjukkan respon positif dari guru dan siswa, dengan persentase kepuasan masing-masing sebesar 93,2% dan 99,2%. Media flashcard terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi kekayaan suku bangsa Indonesia.
Integrasi Riwayat Digital Untuk Swamedikasi di Apotek Ahmad, Rihan Basyiruddin; Wahyono, Djoko; Galistiani, Githa Fungie
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60165

Abstract

Swamedikasi adalah tindakan pengobatan yang dilakukan oleh individu untuk mengatasi gejala dan masalah kesehatan secara mandiri di apotek. Hal ini menjadi pilihan utama bagi banyak orang di seluruh dunia karena dianggap efisien, terjangkau, cepat, dan memudahkan akses terhadap obat-obatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi riwayat digital dalam swamedikasi di apotek untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan penggunaan obat tanpa resep. Swamedikasi, yang semakin populer di kalangan masyarakat karena kemudahan akses dan biaya rendah, menghadapi tantangan terkait pemahaman pasien serta keterbatasan pencatatan riwayat pengobatan. Integrasi aplikasi digital diharapkan dapat memfasilitasi pasien dalam melacak penggunaan obat, mengurangi risiko interaksi obat, serta meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi perkembangan pelayanan swamedikasi oleh apoteker di berbagai negara, dengan fokus pada peran teknologi digital dalam pengelolaan kesehatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan riwayat digital dapat membantu apotek dalam memberikan pelayanan yang lebih aman dan efisien, serta mendorong pengelolaan pengobatan yang lebih baik. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam konteks swamedikasi, serta perlunya regulasi yang mendukung integrasi sistem digital dalam praktik farmasi.
Exploration of Barriers of Small Industry Local Content Certification Abadi, Indera Sufi; Arviansyah , Arviansyah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60173

Abstract

Micro and Small Enterprises (MSEs) play a crucial role in strengthening the national economy, yet only a fraction of MSEs participated to comply with local content certification requirements. The ministry of industry with Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS) platform is designed to facilitate this certification process for free, but MSE participation remains small when compared to the total number of MSE in Indonesia. Some businesses actively adopt it, while others face challenges that dettering their engagement. Understanding the factors influencing MSE's decisions to participate in local content certification using SIINAS is critical for enhancing adoption rates and improving policy effectiveness. This study employs a qualitative research approach using the thematic analysis to analyze emerging themes from MSEs’ experiences. By applying Thematic Analysis methodology, data from MSE participants was examined to uncover the barriers and drivers affecting SIINAS adoption. The findings align with Innovation Resistance Theory (IRT). This study contributes to the theoretical understanding of MSE participation in digital certification and offers practical recommendations for enhancing SIINAS adoption through more efficient and effective system improvements and also targeted support strategies. Strengthening MSE engagement in local content certification can ultimately drive broader industrial compliance and economic growth.
Analisa Kinerja Sistem Distribusi Air Bersih PDAM Tirtanadi pada Spam Offtaker Sumarsono Daerah Pelayanan Sei Agul dan Diski Kecamatan Helvetia (Studi Kasus: Sei Agul-Diski Kecamatan Medan Helvetia) Purba, Jonny Hasael; Bangun, Emma Patricia; Tarigan, Ahmad Perwira Mulia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60199

Abstract

Air digunakan sebagai kebutuhan vital untuk konsumsi dan sanitasi umat manusia, untuk proses produksi berbagai barang industri, untuk produksi makanan dan kebutuhan lainnya. Air bersih harus memenuhi persyaratan kuantitas, kontinuitas dan kualitas. Beberapa permasalahan penyediaan air bersih di kota besar seperti Kota Semarang yaitu kekurangan debit air, aliran air tidak kontiniu, penyelesaian pengaduan masyarakat kurang memuaskan. Di Kota Pontianak, masyarakat mengalami layanan kurang memuaskan dari segi debit air, tekanan air, kontinuitas aliran dan kualitas air dan di Kota Jakarta yaitu kualitas air yang keruh, bau, kotor, tekanan air tidak stabil. Hal yang sama ditemukan di lokasi penelitian yaitu Kecamatan Medan Helvetia yang dilayani oleh PDAM Tirtanadi Cabang Sei Agul-Diski yaitu kontinuitas aliran, kualitas air dan kekurangan debit. Penyediaan air di wilayah tersebut didukung oleh SPAM Offtaker Sumarsono dengan kapasitas aliran 450 liter/detik. Indikator kinerja jaringan meliputi tingkat efisiensi dan keefektifan dari suatu jaringan air bersih yang diberikan kepada aspek khusus dari aktifitas jaringan dan tujuan sistem (konsumen) yang meliputi Tingkat Ketersediaan (Avalaibility), Kualitas kinerja jaringan (Quality) dan Kepuasan Pelanggan (Costumer Satisfaction). Tingkat ketersediaan diukur indeks unjuk kerja suatu jaringan distribusi dinilai dari tingkat keandalan (reliability), tingkat kerawanan (vulnerability) dan tingkat kelentingan (resiliency). Kinerja jaringan diukur dengan menggunakan software Epanet 2,2 dan kepuasan pelanggan diukur dengan Importance Performance Analysisi (IPA). Keandalan (reliability) pada sistem ini 63% atau belum andal karena masih dibawah 95, diperoleh nilai kelentingan (resiliency) 0,23 atau relatif kecil sehingga dibutuhkan waktu cukup lama untuk Kembali dalam keadaan tidak gagal, dan kerawanan (vulnerability) menunjukkan nilai defisit yang maksimum yaitu 0,02% hingga 86,05%. Hasil analisa Epanet 2,2 diperoleh kecepatan di seluruh pipa distribusi primer 1,04 – 3,11 m/detik atau masih berada diambang batas yang disarankan yaitu 0,3 – 6 m/detik. Sedangkan untuk nilai tekanan ditiap-tiap taping/junction berada diantara 42,09 – 58,04 m atau berada pada ambang batas sesuai ketentuan yaitu 15-60 m. Analisis IPA terhadap 100 responden menunjukkan terdapat indikator aspek operasional yang penting menurut pelanggan namun kenyataan/kinerja yang diterima belum sesuai harapan yaitu kualitas air distribusi yang terdiri dari indikator air bersih tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa, air bersih tidak mengandung mikroorganisme dan partikel partikel kecil, air bersih tidak terasa lengket dan licin, air tidak keruh, air tidak nengandung lumpur dan endapan serta kontinuitas air yang terdiri dari indikator air bersih mengalir selama 24 jam dan debit air sama sepanjang hari.
Analisis Kelayakan Finansial Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Relokasi Dan Peningkatan Kelas Rumah Sakit Umum Daerah Kota XYZ Sirajuddin, Muhammad; Gunarta, I Ketut
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60265

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota XYZ diselenggarakan dengan tujuan untuk mempermudah akses masyarakat umum dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau. Akan tetapi, RSUD Kota XYZ memiliki beberapa permasalahan yang serius yaitu kurangnya tempat tidur, lokasi berada di daerah rawan bencana banjir, dan lahan yang sempit sehingga tidak dapat dilakukan pengembangan lebih lanjut. Berdasarkan tingkat kelengkapan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (SPA) yang dimiliki RSUD Kota XYZ pada tahun 2020 hanya mencapai 31,93% dari standar minimal sebesar 50% untuk RSUD kelas D. Untuk mengatasi permasalahan diatas, Pemerintah Kota XYZ akan merelokasi sekaligus pengembangan di lokasi lain yang lebih layak. Berhubung proyek relokasi dan pengembangan RSUD Kota XYZ akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, diperlukan analisis dari berbagai aspek salah satunya aspek finansial. Analisis finansial memiliki peran yang sangat penting dalam menilai kelayakan suatu proyek investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa total biaya investasi yang dibutuhkan serta bagaimana gambaran kelayakan finansial atas investasi yang dilakukan. RSUD Kota XYZ diharapkan dapat membiayai biaya operasional secara mandiri serta dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini menggunakan income approach dan metode Discounted Cash Flow (DCF). Dalam penelitian ini juga dilakukan proyeksi keuangan yaitu proyeksi laba rugi, proyeksi arus kas, proyeksi neraca, dan proyeksi free cash flow (FCF), kemudian dilakukan valuasi untuk mendapatkan indikator kelayakan investasi. Total biaya investasi yang diperlukan adalah sebesar Rp. 228.289.758.400,- dengan cash flow pada tahun 2027 dan 2028 mengalami defisit, sehingga membutuhkan tambahan dana berupa hibah dari Pemerintah Kota XYZ sebesar Rp. 6.800.000.000,- pada tahun 2027 dan Rp. 3.000.000.000,- pada tahun 2028 agar operasional RSUD dapat berjalan. Nilai NPV diperoleh sebesar Rp. 93.784.655.620, IRR sebesar 15,29%, PP 13 tahun, dan PI sebesar 1,41. Dengan demikian, proyek relokasi dan pengembangan RSUD Kota XYZ layak untuk dikerjakan dari perspektif keuangan.
Generation Z Performance Management: Challenges And Opportunities In Public Sector Organizations Pratama, Rafly Andika; Fadillah, Bayu; Fadhila, Irfan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60351

Abstract

Demographic shifts in the workplace have positioned Generation Z as key actors in modern organizations. This cohort is characterized by high technological adaptability, a strong preference for work flexibility, and a desire for work-life balance within inclusive environments. This study explores the opportunities and challenges in managing Generation Z's performance in organizational settings. Employing a literature review, the findings indicate that while Generation Z fosters innovation and drives digital transformation, they also present challenges related to rigid job structures and a reduced propensity for long-term commitment. Organizations must adapt by cultivating flexibility and promoting cross-sector collaboration. With appropriate strategies, Generation Z’s potential can be optimized to support sustainable organizational performance.
Kajian Pengelolaan Air Minum Pamsimas Berkelanjutan dengan Metode Rapfish di Wilayah Kecamatan Tembalang Kota Semarang Suharyanto, Suharyanto; Wulandari, Dyah Ari; Saputra, Rizki Wahyu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60530

Abstract

Penyediaan air bersih yang berkelanjutan merupakan salah satu tujuan utama dalam pembangunan infrastruktur perkotaan. Pada kota Semarang khusunya pada Kecamatan Tembalang masih ditemukan beberapa daerah yang belum dilayani oleh air dari PDAM, Untuk salah satu opsi untuk menggantikan peran PDAM diberdayakanlah sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAMSIMAS). Penelitian ini mengkaji sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAMSIMAS) di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang khususnya pada Kelurahan Tembalang, Kelurahan Jangli dan Kelurahan Bulusan. Kelompok air tersebut dikaji dengan menggunakan metode Multi Dimensional Scaling dibantu dengan Software Rapfish untuk mengevaluasi keberlanjutan dari berbagai aspek, yaitu ekologi, teknologi, sosial, kelembagaan, dan ekonomi. Aspek aspek tersebut dikutip berdasarkan Kepmendagri No. 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PDAM dan Kementerian PU BPPSPAM tahun 2010 tentang Penilaian Kinerja PDAM. Analisis SWOT juga dilakukan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberlanjutan Kelompok Air Tirta Tembalang mempunyai keunggulan dalam 3 aspek dimensi yakni dimensi ekologi, sosial dan kelembagaan serta mempunyai kekurangan pada dimensi teknologi dan ekonomi sehingga Kelompok Air Tirta Tembalang mendapatkan skor rata rata sebesar 72,81 dengan kategori cukup berkelanjutan. Kelompok Air Tirta Bulusan mempunyai keunggulan dalam 2 aspek dimensi yakni dimensi teknologi dan sosial dan mempunyai kekurangan pada dimensi ekonomi, ekologi dan kelembagaan. sehingga Kelompok Air Tirta Bulusan mendapatkan skor rata rata sebesar 66,47 dengan kategori cukup berkelanjutan. Kelompok Air Tirta Jangli mempunyai keunggulan dalam 3 aspek dimensi yakni dimensi ekologi, teknologi dan kelembagaan serta mempunyai kekurangan pada dimensi sosial dan ekonomi sehingga Kelompok Air Tirta Jangli mendapatkan skor rata rata sebesar 73,86 dengan kategori cukup bekelanjutan. Strategi yang dilakukan untuk menunjang keberlanjutan sistem penyediaan air bersih berbasis masyarakat yaitu: Pembuatan SOP dan AD/ART, SOP dilaksanakan dengan baik dan digunakan dalam menjalankan operasional pada masing-masing kelompok air, pengurus masing-masing Kelompok Air ikut aktif berperan sesuai tugas masing- masing pengurus, penagihan rekening air dilaksanakan secara rutin dan teratur, karena hasil tagihan tersebut digunakan untuk biaya operasional dan pemeliharaan dan
Upaya Pelestarian Bangunan Bersejarah pada Rumah Tinggal Jalan Diponegoro Nomor 11 Jakarta Prihatini, Eka; Eni, Sri Pare; Sudarwani, Margareta Maria
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60532

Abstract

Pelestarian bangunan bersejarah merupakan bagian penting dalam menjaga identitas budaya dan sejarah bangsa. Rumah tinggal di Jalan Diponegoro No. 11, Jakarta Pusat, yang merupakan kediaman Prof. Dr. (H.C.) H. Roeslan Abdulgani, memiliki nilai historis yang signifikan, baik sebagai hunian pribadi tokoh nasional maupun sebagai saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, bangunan ini merepresentasikan gaya arsitektur kolonial yang khas dan masih terpelihara dengan baik, menjadikannya penting untuk dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis nilai-nilai sejarah, arsitektural, dan budaya yang terkandung dalam rumah tersebut, serta menelaah upaya pelestarian yang telah dan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, melalui studi lapangan, observasi langsung terhadap kondisi bangunan, dan wawancara mendalam dengan penghuni rumah sebagai narasumber kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah ini memenuhi beberapa kriteria sebagai bangunan cagar budaya menurut Undang-Undang No. 11 Tahun 2010, termasuk dari segi usia, gaya arsitektur, nilai historis, dan keterkaitan dengan tokoh nasional. Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan strategi pelestarian yang mempertimbangkan prinsip keberlanjutan, intervensi minimal, dan nilai edukatif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam upaya pelestarian bangunan bersejarah di Indonesia, serta memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya.
Identifying Factors that Affect Repurchase Intention for Perfume on E-Commerce Febriadi Soros, Algani Akbar; Fajar , Januar; Santoso , Vincent Christiant; Tamara , Dewi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60543

Abstract

E-commerce is the result of technological advances. Currently, almost all products are available in E-commerce, one of which is perfume. Perfume is a product that cannot be separated from a person's lifestyle. There is a lack of previous research identifying the factors that impact the repurchase intention of perfume on E-commerce.The focus of this study is to determine the factors that influence the intention to repurchase perfume through e-commerce platforms. This study includes several factors, such as customer experience, brand image, product quality, price, and customer satisfaction. Data were collected from 204 respondents from the Jabodetabek area using a purposive sampling method with the criteria that respondents had purchased perfume in e-commerce. PLS-SEM was conducted to test the relationships in the conceptual model. The results showed that customer experience, brand image, and price significantly influenced customer satisfaction. While product quality did not show a significant impact to customer satisfaction. Many customers see price as an indicator of quality which is the most important factor in choosing a perfume because the quality of a perfume can be measured by the indicator of aroma durability, but not all use this indicator as an indicator of quality. Customer satisfaction has been proven to have a strong positive influence on repurchase intentions.

Filter by Year

2016 2026