cover
Contact Name
Aulia Qisthi
Contact Email
auliaqisthi@ui.ac.id
Phone
+6285860672438
Journal Mail Official
syntaxliterateofficial@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sedang Residence E6 Sumber Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 25410849     EISSN : 25410849     DOI : -
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research and critical studies in various fields of science, including education, social sciences, humanities, economics, and engineering. The journal aims to provide a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate their findings and insights for the advancement of knowledge and practice in Indonesia and beyond.
Articles 6,215 Documents
Pengaruh Hope terhadap Illness Behavior pada Pasien Penyakit Kronis Grestin Sandy; Muhammad Fathi Hanif; Afni Nurul Izzah Bur; Annisa Nur Maulidianti; Adisti Adizah; Novita Mananna
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.102 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i2.6296

Abstract

Ketika individu mengalami rasa sakit, mereka akan merespon penyakit yang dirasakan. Faktor-faktor psikologis memiliki dampak terhadap kesehatan dan juga illness behavior atau perilaku sakit pasien. Pasien dengan penyakit kronis biasanya akan menunjukkan perilaku sakit seperti individu merasakan, mengevaluasi dan bertindak atas gejala-gejala yang dirasakan, terkait dengan penyakitnya. Salah satu faktor psikologis yang dapat memengaruhi perilaku sakit pasien, yaitu faktor hope atau hope. Hope dapat meningkatkan perilaku yang mengarah pada proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran hope terhadap perilaku sakit pasien penyakit kronis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan alat ukur Adult Hope Scale dan Illness Behavior Questionnaire. Responden pada penelitian ini berjumlah 76 orang, yang terdiri atas pasien stroke, gangguan jantung, diabetes, kanker, pasien paru-paru yang telah berusia 20 tahun ke atas.Uji regresi yang dilakukan menunjukkan bahwa faktor hope tidak berkontribusi secara signifikan terhadap perilaku sakit, dengan nilai p value 0,469 (p>0,05). Hope berkontribusi sebesar 0,7% sedangkan 99,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hope yang berkaitan dengan faktor internal pasien belum menjadi faktor yang cukup dalam perilaku sakit pasien penyakit kronis. Sehinggan perlu dilakukan kajian terhadap faktor-faktor lain yang bisa bersifat eksternal, agar dapat lebih memahami perilaku sakit pasien.
Analisa Muda pada Proses Komunikasi dengan Menggunakan Metode Lean Six Sigma untuk Mengetahui Energy Not Sold (ENS) Rendy Yulianto; Rendiyatna Ferdian
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.953 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i3.6444

Abstract

Listrik merupakan kebutuhan primer bagi semua orang, pada saat ini semua hal sangat bergantung kepada listrik, namun banyak orang yang tidak mengetahui bahwa padamnya aliran listrik bukan hanya merugikan pelanggan PLN namun juga dapat merugikan PLN itu sendiri. Padamnya aliran listrik dapat menyebabkan energy not sold (ENS), yaitu kerugian kWh yang tidak tersalurkan kepada pelanggan PLN, oleh karena itu diperlukannya identifikasi muda untuk dapat mengurangi kerugian yang dialami oleh PLN dan tentunya akan berdampak baik terhadap pelanggan PLN. Identifikasi tersebut dilakukan dengan menggunakan metode define, measure, analyze, dan improve (DMAI) yang terdapat pada konsep lean six sigma, sehingga dapat diketahui kerugian PT PLN (Persero) ULP ABC selama tahun 2019 adalah sebesar Rp. 7.462.979. Beberapa usulan perbaikan adalah pemeliharaan sarana dan prasarana komunikasi secara berkala, penguatan dan atau penambahan repeater untuk mengurangi zona blank spot, mencari alternatif lain untuk mengirimkan pesan jika radio tidak dapat dipergunakan, misalnya melalui aplikasi whatsapp atau sejenisnya, melakukan upskilling kepada petugas piket tentang SOP komunikasi yang baik dan benar.
Evaluasi Kritis Terhadap Penerapan New Publik Management dalam Perspektif Negara Demokrasi Sigit Wahyudi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.395 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i1.6064

Abstract

Sistem administrasi publik yang ada diklaim sebagai prototipe administrasi pemerintah yang tidak efisien, corrupt, kaku dan berbiaya tinggi, tidak akuntabel, dan ketinggalan zaman sehingga dirasakan kurang mampu dalam mengikuti perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat yang sangat dinamis. Oleh karena itu dikenalkan sistem administrasi publik model baru yang dimanifestasikan dalam berbagai istilah seperti new public management, market-based public administration, managerialism, reinventing government dan Entrepreneurship Government. Model NPM menawarkan solusi terhadap pelayanan publik yang lebih efisien dan efektif melalui pemanfaatan sistem yang berbasis pasar bebas dan manajemen yang berorientasi kepada pelanggan/Customer. Elemen Utama Dalam Pelaksanaan New Public Manajemen. 1) Penerapan sistem out-sourcing dan privatisasi; 2) Rasionalisasi, deregulasi, dan peningkatan kapasitas bagi staf lembaga pemerintah; 3) Lebih berorientasi pada hasil daripada proses, akuntabilitas pegawai/staf berdasarkan kontrak kinerja; 4) Manajemen dan fleksibilitas bergaya dunia usaha (bisnis); 5) Cost recovery; 6) Budaya manajemen publik yang berorientasi kepada pelanggan (customer) dan akuntabilitas publik berdasarkan kinerja.
Perencanaan Strategis SI/TI untuk Meningkatkan Kualitas Pengelolaan SDM pada Kementerian/Lembaga Fatah Yasin; Bobby AA Nazief; Farisya Setiadi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i1.5537

Abstract

Salah-satu yang sering dilewatkan bahkan terlupakan oleh organisasi pada zaman yang penuh dengan kemajuan teknologi seperti saat ini adalah membuat perencanaan strategis terkait SI/TI. Kebanyakan organisasi hanya mengikuti trend atau hanya sekedar ikut-ikutan tanpa perencanaan yang jelas dalam menggunakan SI/TI, padahal sejatinya penggunaan SI/TI harus sesuai atau selaras dengan tujuan bisnis organisasi. Penelitian ini menjawab bagaimana melakukan perencanaan strategis SI/TI pada organisasi yang mengelola SDM di Kementerian atau Lembaga dengan menggunakan metode Ward and Peppard dengan unsur analisis pada bisnis internal maupun analisis pada bisnis eksternal, analisis SI/TI internal dan analisis SI/TI pada eksternal, sehingga didapatkan gap atau kesenjangan untuk digunakan sebagai bahan dalam membentuk rencana strategis SI/TI bagi organisasi. Metode analisis yang digunakan antara lain value chain, SWOT, CSFs, MacFarlan Strategic Grid, analisis trend teknologi terkini dan analisis gap atau kesenjangan, serta penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi langsung dan studi dokumen organisasi
Implementasi Prinsip Restorative Justice dalam Penghentian Penuntutan Perkara Korupsi Oleh Kejaksaan Republik Indonesia Maman Budiman
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.523 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i3.6405

Abstract

Penghentian penuntutan terhadap perkara tipikor yang dilakukan oleh lembaga kejaksaan mendasarkan pada keadilan restorative (restorative justice). Dalam keadilan restoratif sanksi pidana yang diberikan kepada pelaku tidak menghilangkan penderitaan yang dialami oleh korban sehingga dalam prakteknya, dibutuhkan alternatif lain atau pendekatan lain untuk memperbaiki sistem peradilan pidana dengan cara melakukan atau menggunakan penyelesaian non litigasi dengan pendekatan keadilan restoratif. Salah satu pendekatan keadilan restoratif akan digunakan terhadap kasus tindak pidana korupsi yang kerugian negaranya di bawah Rp. 50.000.000,- (Lima puluh Juta) dengan syarat uang tersebut dikembalikan kepada negara. Alasan perkara tindak pidana korupsi dapat dihentikan dengan menggunakan restorative justice adalah biaya yang dikeluarkan oleh aparat penegak hukum untuk memproses pelaku dapat melebihi Rp. 50.000.000,-,. Dari latar belakang di atas timbul beberapa permasalahan yang menarik untuk dilakukan kajian yaitu, Bagaimana penerapan restorative justice terhadap pelaku tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kejaksaan ?., Sejauhmanakah efektifitas konsep restorative justice yang dilakukan oleh kejaksaan terhadap pelaku tindak pidana korupsi ?. Tujuan penelitian ini adalah untuk penerapan restorative justice terhadap pelaku tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kejaksaan ?., Sejauhmanakah efektifitas konsep restorative justice yang dilakukan oleh kejaksaan terhadap pelaku tindak pidana korupsi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan mengkaji dan meneliti peraturan perundang-undangan. Hasil analisis menyimpulkan Penerapan restorative justice terhadap pelaku tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kejaksaan tentunya tidaklah mudah dilaksanakan, Kejaksaan harus membuat regulasi kembali agar dasar penghentian penuntutan perkari tipikor menjadi kuat. Peraturan Jaksa Agung (Perja) Nomor 15 tahun 2020 tidak menjelaskan secara spesifik penghentian perkara dalam kasus tindak pidana korupsi. Kejaksaan juga harus membuat standar operasional prosedur penghentian perkara tindak pidana korupsi agar pelaksanaannya benar benar sesuai dengan tujuan hukum yaitu menegakan keadilan, kepastian dan kemanfaatan. Efektifitas konsep restorative justice yang dilakukan oleh kejaksaan terhadap pelaku tindak pidana korupsi dengan menggunakan konsep restorative justice dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek tujuan pemidanaan dan aspek kemanfaatan.
The Meaning of God In Deutronomy 6:6-9 and Its Implication Today Yeremia Yeremia; Jhon Wesley
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.773 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i2.6361

Abstract

The book of Deuteronomy is a book that contains the confirmation of God's promise to the Israelites by the elders of the nation of Israel. This book contains the remembrance made by Moses to the new generation of the Israelites, who at that time did not exist and were not present when God first conveyed His promise of a land flowing with milk and honey, and God's inclusion in the nation of Israel. So that in this book the words and promises of God are repeated and uttered, in addition to reminding and strengthening the faith of the new generation of Israel, but also to warn this new generation of God's commands and prohibitions, what is worthy and despised for those in the world. his eyes. The author explains the meaning of the words in Deuteronomy 6:6-9, describes the message and mandate contained in these verses and passages and interprets God's message in Deuteronomy 6:6-9. The methods used in this exegesis include historical studies, lexical studies, and grammatical studies. And then compared to the results of the interpretation of the experts. The results of this writing are obtained: Why did God convey this message to the Israelites at that time? What did God want to mean by sending Moses to repeat the preaching of God's promises and His commandments to the new generation of the Israelites? And what is the current implementation?. Keywords: concept of god; deutronomy 6:6-9; implication
Merdeka Belajar dalam Perspektif Pendidikan yang Membebaskan Paulo Freire Wiwin Wulandari; Endang Fauziati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.746 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i3.6473

Abstract

Pada tahun 2020 ini dunia dihadapkan dengan tantangan baru, yakni industri 4.0. Kita telah masuk ke era baru industri yang biasa disebut dengan data technology. Pada titik ini, hampir semua aspek kehidupan akan bergantung pada teknologi, khususnya machine learning, AI, dan robot. Untuk menghadapi revolusi 4.0, pemerintah melalui kemdikbud memulai revolusi Pendidikan dengan mengusung konsep merdeka belajar. Program “Merdeka Belajar’ merupakan program kebijakan yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim. Merdeka Belajar bertujuan untuk mengembalikan system Pendidikan nasional kepada esensi undang-undang dengan memberi kebebasan kepada sekolah, guru, dan peserta didik untuk bebas berinovasi, bebas untuk belajar dengan mandiri dan kreatif. Apabila kita telaah lebih dalam dan lebih kritis, program “Merdeka Belajar” nampaknya serupa dengan konsep Pendidikan yang membebaskan yang diungkapkan oleh tokoh filsafat Pendidikan Paulo Freire.Konsep Pendidikan yang ditawarkan Freire adalah metode hadap masalah sebagai alternatif untuk melawan Pendidikan gaya bank. Metode hadap masalah lebih menekankan pada proses dialogis. Bagi Freire, Pendidikan yang membebaskan adalah Pendidikan yang menumbuhkan kesadaran kritis transitif. Hal itu ditandai dengan kedalaman menafsirkan masalah-masalah, percaya diri dalam berdiskusi, mampu menerima dan menolak. Hal ini senada dengan dengan program merdeka belajar yang digagas Nadiem Anwar Makariem bahwa proses pembelajaran tidak hanya terjadi satu arah antara guru dengan peserta didik, tetapi memfasilitasi peserta didik untuk belajar dari berbagai macam sumber. Peserta didik ditantang untuk berpikir kritis dengan analis yang baik. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data library research atau studi literatur.
Komunikasi Politik Internasional Presiden Rumania Klaus W.Iohannis dalam Menyelesaikan Konflik antara Kelompok Euroscepticsm dengan Kelompok Euro-Integration Bambang Prihartadi; Jamalullail Jamalullail
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.686 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i2.6195

Abstract

Pada tanggal 1 Januari 2019 s/d 31 Juni 2019, Rumania menjadi Presidensi Uni Eropa (UE). Selama pada periode tersebut, dari 27 anggota UE terdapat kelompok Euroscepticism dan kelompok Euro-integration. Tujuan UE adalah mempromosikan perdamaian, nilai-nilai UE, dan kesejahteraan bagi masyarakat di negara-negara UE. Prinsip terbentuknya UE adalah memberikan kebebasan pergerakan barang, jasa, kapital dan orang masyarakat di wilayah negara-negara UE. Sebuah jajag-pendapat yang dilakukan oleh Lembaga Riset Kantar TNS pada bulan November 2015, menyebutkan bahwa di citra UE di negara-negara UE mengalami penurunan dari tahun 2007 sebesar 52 persen menjadi 37 persen pada tahun 2015 . Penelitian ini adalah menganalisa Bab 6 dengan judul “Europe Over Time: Problems Confronting the EU” dari buku Presiden Rumania Klaus Werner Iohannis (KWI) yang berjudul EU.RO: Europe, an Open Dialogue yang intinya terdapat beberapa permasalahan di UE yang perlu diselesaikan antara lain munculnya Euroscepticism. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analisis dengan menggunakan Teori Konflik, Teori Pesan, dan Teori Komunikasi-Politik-Internasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa upaya Presiden Rumania KWI menyampaikan pandangan kepada kelompok Euroscepticism di negara-negara UE sehingga pandangan mereka akan beralih mendukung menjadi kelompok Euro-Integration. Pesan tersebut disampaikan secara verbal pidato, tulisan dan buku. Pesan tersebut disampaikan melalui media masa cetak dan media baru. Tradisi dalam penelitian ini adalah menggunakan tradisi kritis yaitu tokoh-tokoh populis tersebut hanya menggunakan isu nasional untuk mendapatkan dukungan masyarakat.
Kajian Fisikokimia dan Organoleptik Velva Kacang Hijau Rasa Wortel Tri Rettagung Diana; U. Yuyun Triastuti; Denta Nabila Rizki
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.221 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i1.6030

Abstract

Velva kacang hijau wortel merupakan salah satu jenis frozen dessert yang terbuat dari kacang hijau dan wortel, dengan pemanis madu, dan bahan tambahan air dan kulir jeruk lemon, garam dan cmc. Teknik pengolahan dibekukan dengan alat pembekuan es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi wortel sebagai perasa dan pewarna, yang akan mempengaruhi karakteristik fisik yaitu overrun, kemudian karakeristik kimia yaitu total padatan dan kadar serat kasar serta karakteristik hedonik velva kacang hijau rasa wortel. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan variasi konsentrasi puree wortel V0 (0%), V1 (20%), V2 (40%), V3 (60%), dan V4 (80%) dari berat puree kacang hijau. Bahan baku yang digunakan yaitu kacang hijau, wortel air, madu, air jeruk lemon, carboxyl methyl cellulose (cmc) dan garam. Hasil dari penelitian ini yaitu variasi penambahan konsentrasi pure wortel memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap overrun, daya leleh, total padatan serta tekstur dari velva kacang hijau rasa wortel. Substitusi puree wortel cenderung menurunkan 0,48%. Perlakuan substitusi puree wortel pada yang optimal yaitu sebesar 60% karena menghasilkan overrun sebesar 16,93%; daya leleh yang memenuhi kualitas mutu yaitu 15,57 menit, total padatan yang memenuhi standar sebesar 26,26%; serta menghasilkan karakteristik hedonik yang dapat diterima dengan baik oleh konsumen.
Proposed Business Strategy Improvement In The New Normal Saskia Elsya Ayudhia; Andika Putra Pratama
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.644 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i3.6345

Abstract

The impact of the COVID-19 outbreak on the socio-economic sector is predicted to increase Indonesia's average poverty rate by the end of 2020. This pandemic outbreak also has an impact on the economic sector, including to White Grass. White Grass is an online store that focuses on selling handmade and crafted goods for home decoration. This rtudy aimed to thoroughly understand the underlying reason cause White Grass sales is very volatile and find insights of the right business strategy for White Grass in the New Normal. This study was quantitative and qualitative method. The data was collected by primary and secondary data through interview and questionnaire. The data was analysed by internal, external, and SWOT analysis. To promote their products, White Grass had some innovations. White Grass changed the name of its product variations to make it easier to remember and give the impression of a signature of White Grass even though the product is an imported product. White Grass currently has two online distribution channel through its Shopee Official Account & TikTok Shop. The promotion conducted by White Grass is through the social media sponsorship and endorsement to selected influencer. White Grass also apply special offer or bundles program during during pay day week where people got their salary and launch the product unique twin-date like 8.8, 9.9, 10.10.

Filter by Year

2016 2026