cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia
ISSN : 14128152     EISSN : 25801007     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Pendidikan (JAP) published on 2003 with the ISSN: p.1412-8152 e.2580-1007 and issued by Program Studi Administrasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. JAP is a journal that focuses on publishing qualitative and quantitative research articles in the scope of Educational Administration including Leadership, Planning, Human Resources, Finance, Curriculum, Facilities and Infrastructure, Public Relations, Student Affairs, Learning and Management Education, and Organization.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
PEMBUATAN KEPUTUSAN KEPALA MADRASAH DAN PARTISIPASI GURU TERHADAP IMPLEMENTASI RKM DI MA SWASTA SE-KBB Enjang Aris Somantri
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.518 KB) | DOI: 10.17509/jap.v24i1.5395

Abstract

AbstrakMadrasah aliyah sudah tentu memiliki rencana kegiatan pengembangan madrasah. Rencana kegiatan tersebut dapat berjalan efektif apabila faktor-faktor yang mempengaruhinya dapat dikelola dengan baik yaitu diantaranya pembuatan keputusan kepala madrasah dan partisipasi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa pengaruh Pembuatan Keputusan Kepala Madrasah dan Partisipasi Guru terhadap Implementasi Rencana Kegiatan Madrasah (RKM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan instrumen angket. Sampel penelitian ini berjumlah 30 MAS di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan keputusan kepala madrasah dan paritipasi guru baik secara parsial maupun simultan memiliki pengaruh terhadap implementasi RKM. Kata kunci: implementasi, perencanaan stratejik, rencana kegiatan, pembuatan keputusan, partisipasi guru.      AbstractMadrasa Aliyah has a strategic plan for development of madrasa. The action plan can be effective if the factors that influence it can be managed properly such decision-making head of madrasa and teacher participations. The purpose of this study is to describe and analyze the influence wheter decision making head of madrasa and participations of teacher influence on implementation activity plan in madrasa (RKM). This study uses a quantitative approach using questionnaires. Population is the subject of this study amounted to 30 private madrasa aliyah scattered in the district of Bandung Barat. The results showed that decision-making head of madrasa and participation of teacher partially and simultaneously has an influence on the implementation of RKM.Keyword: implementation, strategic plan,  activity plan, decision-making, teacher participation
MANAJEMEN SEKOLAH EFEKTIF DAN UNGGUL Nurdin Nurdin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2011): APRIL 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.1 KB) | DOI: 10.17509/jap.v13i1.6387

Abstract

Model penilaian sekoiah efektif merupakan salah satu instrumen yang diharapkan dapat digunakan oleh pengelola pendidikan untuk mengetahui tingkat keberhasilan setiap sekolah. Hasil penilaian tersebut selanjutnya dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk melakukan upaya perbaikan sekolah. Kata kuncinya sendiri terletak pada bagaimana upaya setiap warga sekolah dapat mendukung terwujudnya pelaksanakan pendidikan dan pembelajaran secara berkualitas melalui pemberdayaan berbagai komponen penting yang terdapat di sekolah dan di lingkungan masyarakat sekitar sekolah. Sekolah efektif adalah sekolah yang memiliki standar pengelolaan yang baik, transparan, respcnsibel dan akuntabel, serta mampu memberdayakan setiap komponen penting sekoiah, baik secara internal maupun eksternal, dalam rangka pencapaian visi-misi-tujuan sekolah secara efektif dan efesien
KEPRIBADIAN KEPALA SEKOLAH KAITANNYA DENGAN PEMBINAAN GURU-GURU Ruswandi Hermawan
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 2, No 1 (2004): OCTOBER 2004
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.054 KB) | DOI: 10.17509/jap.v2i2.6066

Abstract

Seorang pemimpin berperan penting dalam mempengaruhi dan menggerakkan bawahannya supaya bawahan tadi dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Bawahan akan menjalankan tugas-tugas terseebut apabila seorang pemimpin dalam “menggerakkan” memiliki “power”. Salah satu sumber power dari seorang pemimpin itu adalah “kepribadian”. Oleh karena itu, apabila seorang pemimpin memiliki kepribadian yang baik, maka pembinaan terhadap bawahan akan dirasakan lebih bermakna.
MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN KEJURUAN BERBASIS KEMITRAAN RM Iman I Tunggara
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.844 KB) | DOI: 10.17509/jap.v21i1.6655

Abstract

Tujuan penelitian: 1) mendeskripsikan dan menganalisis, Perencanaan, Implementasi, Monev dan Tindak lanjut Perbaikan Mutu Pendidikan Berbasis Kemitraan SMKN 1 dan SMKN 10 Kota Bandung, 2) mengembangkan model pengelolaan mutu berbasis kemitraan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggambarkan mengenai fenomena kemitraan di SMK 1 dan SMK 10. Hasil penelitian menunjukan DU/DI memiliki kedudukan terbatas dalam pengelolaan mutu. Sekolah dan DU/DI tidak memiliki  bentuk kemitraan formal.  Keterlibatan DU/DI tidak pada semua level pengelolaan mutu hanya prakerin dan monitoring dan evaluasi tentang kepuasan pelanggan. Kemitraan belum berkembang pada upaya strategis guna mewujudkan mutu. Keterlibatan DU/DI dan sekolah secara aktif dengan dukungan komitmen yang tinggi belum terwujud. Kesimpulan bahwa sekolah belum menempatkan DU/DI pada setiap tahapan pengelolaan mutu pendidikan, mulai dari perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut perbaikan. Rekomendasi, penelitian ini merekomendasikan bahwa SMK dan DU/DI harus membuat tim kualitas atau tim mutu secara bersama dalam peningkatan mutu dengan peran dan tanggung jawab yang terstruktur.Objective: 1) describe and analyze, Planning, Implementation, Monitoring and Evaluation and Follow-up of the Education Quality Improvement Partnership Based SMK 1 and SMK 10 Bandung, 2) developing a quality management model based on partnerships to improve the quality of education. The method used is qualitative analysis with a case study approach to describe the phenomenon of partnership at SMK 1 and SMK 10.The results showed DU / DI has a limited position in quality management. Schools and DU / DI does not have a formal partnership. Involvement DU / DI is not at all management levels only prakerin quality and monitoring and evaluation of customer satisfaction. The Partnership has not developed in strategic efforts to realize the quality. Involvement DU / DI and schools actively to support high commitment has not materialized. The conclusion that the school has not put DU / DI on each stage of education quality management, from planning, implementation, monitoring and evaluation and follow-up repairs. Recommendation, the report recommends that CMS and DU / DI must make the team or the quality of the quality team together in improving the quality of the roles and responsibilities are structured.
DIALOG PROFESIONAL PENJAMINAN MUTU Aan Komariah
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.293 KB) | DOI: 10.17509/jap.v8i2.6253

Abstract

Dialog profesional merupakan salah satu teknik utama dalam penyelenggaraan supervisi pendidikan. Pengawas sekolah perlu mengembangkan dalog profesional sebagai upaya perbaikan dan peningkäan profesionalisme gum. Diäog hendaknya dlfakukan secara persuasif dan ditujukan bagi usaha membangun motivasi guru dalam melaksanakan tugasnya dan sebagai wahana menumbuhkan komitmen gum untuk memberikan pelayanan pendidikan secara berkualitas. Dialog profesional yang irtensif dan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsfp komunikasi interpersonal yang efektif merefresentasikan peran pengawas sebagai seorang yang bertanggung jawab terhadap penjaminan mutu pendidikan. Untuk menjamin terjalinnya komunikasi interpersonal yang efektif dalam dialog profesional, pengawas pertu memiliki keterampilan dalam mengembangkan diäog profesionä terutama meläui pengembangan pola- pola pembicaraan individual.
KUALITAS LAYANAN AKADEMIK SEKOLAH Asti Putri Kartiwi; Udin Syaefudin Sa'ud
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.78 KB) | DOI: 10.17509/jap.v22i2.5387

Abstract

AbstrakMasalah dalam penelitian ini bagaimana pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kinerja tenaga administrasi sekolah dan pemanfaatan SIM sekolah terhadap kualitas layanan akademik pada SMAN terakreditasi di Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini  menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dengan populasi 130 SMA Negeri di Provinsi Kalimantan Tengah dan sampel 47 unit sekolah yang terakreditasi dan responden 1194 orang yang terdiri dari kepala sekolah, guru, tenaga administrasi dan siswa. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan angket. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan: 1) Kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan layanan akademik dirasakan cukup. 2) Kinerja tenaga administrasi sekolah dan pemanfaatan SIM sekolah dirasakan rendah. 3) Kepemimpinan transformasional kepala sekolah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas layanan akademik. 4) Kinerja tenaga administrasi sekolah dan Pemanfaatan SIM Sekolah masing-masing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap layanan akademik. (5) Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kinerja tenaga administrasi sekolah, dan pemanfaatan SIM sekolah secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas layanan akademik pada SMA Negeri di Provinsi Kalimantan Tengah. Rekomendasi kepada kepala sekolah dan pembuat kebijakan pada tingkat daerah dan provinsi untuk memfasilitasi pengembangan keterampilan teknis dan kerampilan berkomunikasi tenaga administrasi dalam menunjang pekerjaannya disekolah. Kepada tenaga administrasi sekolah agar lebih terbuka terhadap inovasi-inovasi terbaru mengenai teknologi informasi.  Kata Kunci: Kualitas Layanan Akademik, Kepemimpinan Transformasional, Kinerja Tenaga Administrasi Sekolah, Sisem Informasi Manajemen.      AbstractProblems in this study the influence of transformational leadership principals, school administration staff performance and utilization of school SIM on the quality of academic services at SMAN accredited in the province of Central Kalimantan. This study uses a quantitative approach with survey method with a population of 130 high schools in Central Kalimantan province and samples of 47 units accredited school and in 1194 the respondents consisting of principals, teachers, administrators and students. This research data collection using the questionnaire. Based on the research results can be concluded: 1) Transformational leadership principals and academic service felt quite. 2) Performance of administrative staff of the school and school SIM perceived low utilization. 3) Transformational leadership principals do not significantly affect the quality of academic services. 4) Performance and Utilization school administrative personnel SIM School each have a significant impact on academic services. (5) Transformational leadership principals, school administrative personnel performance, and utilization of school SIM simultaneously have a significant influence on the quality of academic services at high schools in Central Kalimantan province. Recommendations to principals and policy makers at local and provincial level to facilitate the development of technical skills and communicate kerampilan administrative personnel to support its work in schools. The administrative staff of the school to be more open to the latest innovations regarding information technology. Keywords: Academic Service Quality, Transformational Leadership, School Administration Staff Performance, Sistem Management Information.
MENGELOLA PERUBAHAN ORGANISASI (Sebuah Prespektif Perilaku) Asep Sudarsyah
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.875 KB) | DOI: 10.17509/jap.v14i1.6719

Abstract

Pendekatan instrumentalistik (teknikalistik) dalam mengelola perubahan organisasi sering gagal karena faktor human life dalam organisasi diabaikan. Perilaku organisasi membawa kita pada prespektif perilaku yang unik tentang manusia dalam mengelola perubahan, terutama terkait dengan seberapa jauh kesiapan anggota organisasi untuk melakukan perubahan (readiness for change). Kesiapan mereka ditentukan oleh banyak faktor determinasi dan faktor tersebut mungkin lebih merupakan probalitas yang setidaknya diperhitungan dalam mengelola perubahan. Tiga faktor determinasi yang diterima sebagai faktor yang menyebabkan terbentuknya kesiapan anggota organisasi untuk melakukan perubahan adalah change valence, change efficacy dan faktor kontektual. Change valence merupakan persepsi anggota organisasi terhadap outcome  dari suatu perubahan (what's in it for me?): apakah itu menguntungkan, dibutuhkan atau bermanfaat buat mereka. Tentunya banyak ragam alasan mengapa anggota organisasi memerlukan perubahan, penting bagi organisasi membentuk valensi sebagai alasan organisasional untuk berubah. Persoalan berikutnya adalah pengembangan change efficacy, yaitu kemampuan untuk melakukan perubahan yang ditentukan oleh tiga faktor picu (tuntutan tugas, ketersediaan sumber daya dan faktor situasional). Penilaian positif secara kolektif dari anggota organisasi terhadap ketiga faktor tersebut menyebabkan anggota mempunyai kemampuan untuk melakukan perubahan. Faktor ketiga adalah faktor situasional,  bahwa konteks organisasi dapat memberikan sumbangan yang postif terhadap pembentukan change valence, misalnya karena nilai budaya organisasi cocok dengan perubahan yang akan diusung dan memudahkan dalam mengelola perubahan. Terakhir, outcome dari kesiapan perubahan adalah sejumlah perilaku yang positif terkait dengan perubahan, seperti insiatif dan kerja kolaboratif yang efektif dari anggota organisasi.Instrumentalistic (technicalistic) approach in managing organizational change. Organizational behavior leads us to the unique behavioral perspective of human beings in change, related to the far-reaching experience of organizational members to make changes (readiness for change). Their readiness is determined by many factors of determination and that factor may be more of a calculated probability in change. Factors that cause the formation of readiness of members of the organization to make changes are changes in valence, changes in efficacy and contextual factors. The change of valence is the perception of the members of an organization toward the outcome of a change (what's in it for me?): Whether it's beneficial, necessary or beneficial to them. Of course, there are many reasons why organizational members need change, important for organizations formed valence as organizational reasons to change. The next problem is the development of changes in efficacy, namely the ability to make changes that are determined by three trigger factors (tasks, source factors and situational factors). A collective positive assessment of the organization's members of those factors leads to members having the ability to make changes. The third factor is situational factors, ie the organizational context can provide a positive contribution to the formation of valence changes, for example because of cultural changes in accordance with the changes that will be carried and facilitate the change. Finally, the outcome of change readiness is something related to change, such as effective initiative and collaborative work of the members of the organization.
A LEADERPRENEURSHIP TRAINING MODEL FOR ELEMENTARY SCHOOL PRINCIPALS IN THE FRAMEWORK FOR GUARANTING SCHOOL QUALITIES Johar Permana; D Deni Koswara; Cepi Triatna
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2010): APRIL 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.114 KB) | DOI: 10.17509/jap.v12i1.6318

Abstract

Efforts to the quality, assurance of the school level requires the parties directly responsible for the quality of service to stakeholders in education, especially in the service of learning. Principals as school leaders and managers have a role in ensuring the quality of school education, although schools are on limited resources and sources of funds, the principal office must be able to have a dig requirements, lead, empower and open participation of stakeholders effectively. Based on the identification of the primary head of Management Training in 2005 was organized by the Training office in Bandung, that the skills that should be owned by the school with limited resources many schools are in leadership .skills, entrepreneurship (leaderpreneurship). The essence of leadership is the ability leaderpreneurship be based by the entrepreneurial spirit to respond to the demands strategic environment, its limitations and the strengths and challenges into opportunities to achieve toe school. Leaderpreneurship have competency: head of school able to self-reliance aid planning, school quality,, able to organize school activities effectively, implement all activities that have been developed, which has a strong personality, able to communicate ideas / thoughts and school programs, personnel and influence stakeholders to achieve the god of schools, and able to manage financial resources and school in a participatory, transparent and accountable, in order leaderpreneurship development, the researchers created a model for training principals leaderpreneurship both the new and old who have served as a form of quality assurance in schools.
PENGARUH LAYANAN PEMBELAJARAN, SARANA-PRASARANA, KERJASAMA INSTITUSI, DAN PEMASARAN LULUSAN TERHADAP KEPUASAAN SISWA Bambang Darmawan
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.946 KB) | DOI: 10.17509/jap.v23i1.5582

Abstract

AbstrakTop of FormPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh layanan pembelajaran, sarana-prasarana, kerjasama institusi dan pemasaran lulusan terhadap kepuasan siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey eksplanatory, sebagai unit analisis terdiri dari 49 kompetensi keahlian yang tersebar di di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri yang telah bersertifikat ISO 9001-2008 di Kota Bandung dengan responden 2450 siswa, teknik pengumpulan data dengan angket, dan pengolahan data menggunakan program SPSS versi 20. Hasil penelitian dapat disimpulkan; Kepuasan siswa terhadap layanan pembelajaran, memiliki tingkat kesesuaian kepuasan layanan pembelajaran dengan kinerja yang diberikan sekolah menunjukkan tinggi pada tingkat kepuasan Cukup. Layanan pembelajaran memiliki tingkat kesesuaian antara persepsi layanan pembelajaran dengan kinerja yang diberikan sekolah menunjukkan tinggi, pada tingkat  kepuasan Cukup. Sarana dan prasarana memiliki tingkat kesesuaian persepsi sarana dan prasarana dengan kinerja yang diberikan sekolah menunjukkan tinggi, pada tingkat kepuasan Cukup. Kerjasama institusi memiliki tingkat kesesuaian persepsi kerjasama institusi dengan kinerja yang diberikan sekolah menunjukkan tinggi, pada tingkat kepuasan Kurang Puas.Pemasaran lulusan memiliki tingkat kesesuaian persepsi pemasaran lulusan dengan kinerja yang diberikan sekolah menunjukkan tinggi, pada tingkat kepuasan Kurang Puas. Secara bersama-sama pengaruh variabel layanan pembelajaran, sarana prasarana, kerjasama institusi dan pemasaran lulusan terhadap kepuasan siswa dengan  secara signifikansi dapat diterima.  Kata kunci: Kepuasan Siswa
PENGARUH KOMPETENSI KEPALA SMP DAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN SEKOLAH TERHADAP KINERJA SEKOLAH PADA SMP NEGERI DI KABUPATEN TASIKMALAYA Zenal Muttagin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.455 KB) | DOI: 10.17509/jap.v12i2.6377

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia menjadi isu utama pemerintahan sekarang. Hal ini berimbas pada peningkatan kualitas pembelajaran di SMP. Dengan metode survey, diharapkan tujuan dari penelitian ini dapat tercapai yaitu untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kompetensi kepala SMP dan implementasi manajemen sekolah terhadap kinerja sekolah pada SMP Negeri di Kabupaten Tasikmalaya. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik korelasi ganda.. Dari hasil penelitian didapat bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi kepala SMP dan implementasi manajemen sekolah terhadap kinerja sekolah sebesar 39,50%, sedangkan sisanya sebesar 61,50% dipengaruhi oleh faktor lain.

Filter by Year

2003 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2024): OCTOBER 2024 Vol 21, No 1 (2024): APRIL 2024 Vol 20, No 2 (2023): OCTOBER 2023 Vol 20, No 1 (2023): APRIL 2023 Vol 19, No 2 (2022): OCTOBER 2022 Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022 Vol 18, No 2 (2021): OCTOBER 2021 Vol 18, No 1 (2021): APRIL 2021 Vol 28, No 3 (2021): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN: Volume 28 Special Issue: Forum ASN Internasiona Vol 27, No 2 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.2 OKTOBER 2020 Vol 27, No 1 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.1 APRIL 2020 Vol 17, No 2 (2020): OCTOBER 2020 Vol 17, No 1 (2020): APRIL 2020 Vol 26, No 2 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.2 OKTOBER 2019 Vol 26, No 1 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.1 APRIL 2019 Vol 16, No 2 (2019): OCTOBER 2019 Vol 16, No 1 (2019): APRIL 2019 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 15, No 2 (2018): OCTOBER 2018 Vol 15, No 1 (2018): APRIL 2018 Vol 24, No 2 (2017): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXIV NO.2 OKTOBER 2017 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.1 April 2010 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 14, No 2 (2017): OCTOBER 2017 Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 1 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.1 April 2016 Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016 Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 22, No 2 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.2 Oktober 2015 Vol 22, No 1 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.1 April 2015 Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015 Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 11, No 2 (2014): OCTOBER 2014 Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014 Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XVII No.1 April 2013 Vol 10, No 1 (2013): APRIL 2013 Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.I April 2012 Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012 Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.2 Oktober 2011 Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIII No.1 April 2011 Vol 8, No 2 (2011): OCTOBER 2011 Vol 8, No 1 (2011): APRIL 2011 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010 Vol 7, No 1 (2010): APRIL 2010 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.IX No.1 April 2009 Vol 6, No 2 (2009): OCTOBER 2009 Vol 6, No 1 (2009): APRIL 2009 Vol 8, No 2 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol VIII No 2 Oktober 2008 Vol 7, No 1 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.VII No.1 April 2008 Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008 Vol 5, No 1 (2008): APRIL 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.V No.1 April 2007 Vol 4, No 1 (2007): APRIL 2007 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.III No.1 April 2005 Vol 3, No 2 (2005): OCTOBER 2005 Vol 3, No 1 (2005): APRIL 2005 Vol 2, No 1 (2004): OCTOBER 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.I No.1 April 2003 Vol 1, No 1 (2003): APRIL 2003 More Issue