cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia
ISSN : 14128152     EISSN : 25801007     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Pendidikan (JAP) published on 2003 with the ISSN: p.1412-8152 e.2580-1007 and issued by Program Studi Administrasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. JAP is a journal that focuses on publishing qualitative and quantitative research articles in the scope of Educational Administration including Leadership, Planning, Human Resources, Finance, Curriculum, Facilities and Infrastructure, Public Relations, Student Affairs, Learning and Management Education, and Organization.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
PENGARUH LAYANAN MENGAJAR DOSEN DAN PEMANFAATAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA DI UNIVERSITAS PASUNDAN Utami Dewi Nastiti
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.209 KB) | DOI: 10.17509/jap.v22i1.5932

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kondisi layanan mengajar dosen di UNPAS, (2) kondisi pemanfaatan fasilitas belajar di UNPAS, (3) kondisi kepuasan mahasiswa di UNPAS, (4) pengaruh layanan mengajar dosen terhadap kepuasan mahasiswa di UNPAS, (5) pengaruh pemanfaatan fasilitas belajar di UNPAS, dan (6) pengaruh layanan mengajar dosen dan pemanfaatan fasilitas belajar secara bersama-sama di UNPAS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Adapun subjek yang dijadikan sampel adalah mahasiswa S1 dari 25 jurusan yang ada di UNPAS dengan jumlah 357 responden.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa gambaran umum kepuasan mahasiswa di UNPAS berada pada kategori sedang. Sedangkan untuk layanan mengajar dosen berada pada kategori tinggi dan pemanfaatan fasilitas belajar berada pada kategori sedang. Layanan mengajar dosen berpengaruh signifikan terhadap kepuasan mahasiswa di UNPAS dengan kategori hubungan kuat, pemanfaatan fasilitas belajar berpengaruh signifikan terhadap kepuasan mahasiswa di UNPAS dengan kategori hubungan kuat, serta layanan mengajar dosen dan pemanfaatan fasilitas belajar secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan mahasiswa di UNPAS dengan kategori hubungan sangat kuat.Abstract This study aims to determine (1) the condition of teaching faculty in UNPAS services, (2) the condition of use of learning facilities in UNPAS, (3) the condition of student satisfaction in UNPAS, (4) the effect of service teaching faculty to student satisfaction in UNPAS, (5) influence the utilization of learning facilities in UNPAS, and (6) the effect of teaching faculty services and facilities utilization study together in UNPAS. The method used in this study is a survey method with quantitative approach. The data collection technique used was a questionnaire. The subject was sampled S1 students from 25 departments in the University of Sundanese with number 357 responden.Hasil these studies show that the general picture of student satisfaction in UNPAS in middle category. As for service teaching faculty at the high category and use of learning facilities in middle category. Service teaching faculty significant effect on student satisfaction in UNPAS with strong relationship category, use of learning facilities significantly influence student satisfaction in UNPAS with strong relationship category, as well as teaching faculty services and use of learning facilities jointly significant effect on student satisfaction in UNPAS with category of relationship is very strong. 
SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH, BUDAYA SEKOLAH DAN KINERJA MENGAJAR GURU Iis Yeti Suhayati
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 10, No 1 (2013): APRIL 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.211 KB) | DOI: 10.17509/jap.v17i1.6435

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada pengaruh supervisi akademik kepala sekolah, budaya sekolah terhadap kinerja mengajar guru pada Sekolah Dasar di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Kinerja mengajar guru merupakan prestasi yang dicapai oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan tiga indikator: (1) penguasaan bahan ajar, (2) kemampuan mengelola pembelajaran dan (3) komitmen menjalankan tugas. Kinerja mengajar guru mendapat pengawasan dan pembinaan oleh kepala sekolah (supervisi akademik) dengan tujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik melalui kegiatan belajar bermutu sehingga akan menjadi kekuatan kualitas budaya sekolah bermutu. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan penyebaran angket tetutup. Data hasil penelitian dilakukan dengan “statistik deskriptif”.Temuan hasil penelitian adalah kinerja mengajar guru lebih banyak dipengaruhi oleh budaya sekolah dibandingkan dengan pengaruh supervisi akademik kepala sekolah..Kinerja mengajar guru akan menjadi optimal apabila diintegrasikan dengan semua komponen persekolahan, kepala sekolah, guru, karyawan maupun peserta didik. Memelihara tradisi, nilai-nilai, dan kebiasaan yang menguatkan  budaya sekolah positif, akan berdampak pada peningkatan kualitas sekolah. Kinerja mengajar guru akan lebih profesional bila diimbangi dengan pelayanan supervisi akademik kepala sekolah yang rutin dan terstruktur sebagai budaya sekolah bermutu.This study focused on the influence of academic supervision principals, school culture on the performance of teachers teaching in elementary schools in the District of Bandung Regency Cileunyi . Teacher's teaching performance is a feat achieved by a teacher in his duties by three indicators : ( 1 ) mastery of teaching materials.  ( 2 ) the ability to manage learning and ( 3 ) a commitment to run the task. Teaching performance of teachers receive supervision and guidance by the principal ( academic supervision ) with the aim to develop the potential of learners through the learning process so that the quality will be the strength of the quality of grade school culture . Descriptive research method using analytical methods with quantitative approache . Data collection techniques with tetutup questionnaire.  Research data conducted by “descriptive statistics“. Findings of the study is the performance of teachers to teach more influenced by the culture of the school compared to the influence of the principal academic supervision of teachers .. teaching performance will be optimized if integrated with all components of schools, principal, teachers, employees and students . Maintaining the traditions, values, and habits that reinforce a positive school culture, will have an impact on school improvement. Teacher's teaching performance will be more professional when balanced with the principal academic supervision services are routine and structured as a grade school culture 
EVALUASI KINERJA GURU DAN UPAYA PENJAMINAN MUTU SEKOLAH Cepi Triatna
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 4, No 1 (2007): APRIL 2007
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.854 KB) | DOI: 10.17509/jap.v5i1.6182

Abstract

Pencapaian kinerja sekolah salah satunya ditentukan oleh kinerja guru dalam melakukan peran, tugas, dan tanggungjawabnya sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen khususnya pasal 20 poin a dan b. lebih jauh dari itu, evaluasi kinerja guru dapat dijadikan sebagau upaya untuk penjaminan mutu sekolah, yang dilakukan dengan mengembangkan suatu instrumen yang valid dan reliable terkait dengan aspek (1) pengembangan pribadi, (2) pemelajaran, (3) peningkatan kemampuan profesional, dan (4) interaksi sosial dengan stakeholder. Namun alat dan hasil yang didapat tidak akan menambah percepatan dan perbaikan kinerja sekolah, manakala tidak ditindaklanjuti dengan program capacity building bagi guru.
PENGARUH KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP MANAJEMEN MUTU SD Asep Heryanto
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 11, No 2 (2014): OCTOBER 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.441 KB) | DOI: 10.17509/jap.v21i2.6678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar  pengaruh  kepemimpinan visioner kepala sekolah dan budaya sekolah terhadap manajemen mutu sekolah pada sekolah dasar negeri di Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi,  baik  secara parsial  maupun  secara  simultan. Penelitian  ini  menggunakan pendekatan  kuantitatif  dengan metode survey melalui analisis korelasi dan regresi.  Sampel penelitian  berjumlah 45  orangkepala sekolah dan 160  guru  dari 45 sekolah dasar negeri se-Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi menggunakan teknik probability sampling dan proportionate stratifed random sampling.  Hasil  analisis  data  menunjukkan bahwa secara  simultan,  terdapat pengaruh  yang  signifikan  antara  kepemimpinan visioner kepala  sekolah  dan  budaya  sekolah  secara  bersama-sama  terhadap manajemen mutu sekolah sebesar 40,70% dan sisanya sebesar 59,30% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan  demikian,  kepemimpinan visioner kepala sekolah dan budaya sekolah menjadi faktor penting yang harus dibangun secara bersama-sama dalam upaya pencapaian manajemen mutu sekolah, sehingga sinergisnya  kepemimpinan visioner kepala sekolah, budaya  sekolah diharapkan dapat meningkatkan manajemen mutu sekolah di sekolah dasar. This research aims to determine  how much influence the visionary leadership of school principals and the school culture affect the school quality management in elementary school in Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi either partially or simultaneously. This research  use a quantitative approach with survey method through correlation and regression analysis. The samples used are 160  teachers fand 45 headmasters from 45 elementary schools in Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi by probability sampling technique and proportionate stratifed random sampling . The result of data analysis shows that simultaneously, there is significant influence between the visionary leadership and the school culture collectively toward the school quality management by 40,70% and 59,30% influenced by other factors. Thus, the visionary leadership and the school culture become an important factor that needs to be developed together in achieving the school quality management. Therefore, the synergist of the visionary leadership and school culture is expected to improve the school quality management in elementary school..
IMPLEMENTASI MANAJEMEN STRATEJIK BERBASIS KEMITRAAN DALAM MENINGKATKAN MUTU SMK (Studi Pada SMK Kelompok Teknologi Bidang Otomotif di Kota Yogyakarta) Zainal Arifin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.817 KB) | DOI: 10.17509/jap.v14i1.6708

Abstract

Pada awal millenium ketiga ini dunia pendidikan Indonesia khususnya pendidkan kejuruan, dihadapkan pada tantangan global, dalam mengadapi  persaingan tenaga kerja di wilayah regional Asia, baik dalam konteks Asean Free Trade Association (AFTA) maupun Asean Free Labor Association (AFLA). Isu penting saat ini adalah seberapa besar penyelenggaraan pendidikan kejuruan (SMK) relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan dunia usaha maupun industri. Ketidaksesuaian (mismatch) ini telah menjadi isu utama yang menyebabkan polemik berkepanjangan antara dunia usaha, dunia industri dan dunia pendidikan. Salah satu upaya untuk mewujudkan keselarasan SMK dengan dunia industri yang perlu dikembangkan baik oleh lembaga pendidikan maupun dunia usaha dan masyarakat adalah mengembangkan jejaring kerjasama (cooperation networking) yang saling menguntungkan khususnya dalam mencapai tujuan bersama. Penelitian ini bertujuan ingin memperoleh gambaran empirik tentang kerjasama kemitraan antara SMK dengan dunia industri dalam perencanaan strategi, implementasi, efektifitas, hasil dan manfaat kerjasama kemitraan dalam pengembangan sekolah. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif naturalistik, dengan metode deskriptif dan studi kasus, serta tehnik penelitian menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada umumnya semua SMK di Kota Yogyakarta telah melakukan kerjasama kemitraan dengan industri pasangan khususnya dalam pelaksanaan program PKL/PSG. Sebagai wujud dari kerjasama kemitraan dengan dunia industri SMK telah memiliki skenario pengembangan kerjasama kemitraan  yang dituangkan dalam RIPS, sebagai wujud implementasi manajemen stratejik, dan kerjasama kemitraan dalam pengembangan sekolah. Namun  sebagian besar SMK belum mampu memberdayakan semua potensi industri pasangan untuk pengembangan sekolah, khususnya dalam pengembangan sumber belajar yang dibutuhkan dalam pengembangan PBM dan unit produksi dan jasa sebagai implementasi production base education dan work base education belum dapat diimpelementasikan.This study is aimed to obtain empirical overview of partnership between the vocational school and the industries in strategic planning, implementation, effectiveness, outcomes and benefits of partnership in development of the school. The study applies  qualitative naturalistic approac, with descriptive methods and case studies, obtained data by using interviews, observation and documentation. To analyzed data, the researcher used SWOT analysis and ethical-emic, in order to determine the strategic aspects, which then became the development of alternative conceptual model of partnership, namely the development of conceptual models developed a vision to empower all school stakeholders, especially the user, developing and revitalizing the structure function of the development team.The research shows that most of vocational schools, in the city of Yogyakarta, have  cooperating partnerships with industry partners, especially in the implementation of PKL/PSG (industrial job training). Most of SMK have not been able to empower all potential industry partners for school development cooperation programs of the most prominent is the implementation of the PKL/PSG, job training for teachers and technicians, curriculum validation, competency assessment and employees recruitment. While the development of learning resources needed in the development of the learning process and the unit of production and services as a production base implementation of work base education and production base education, has not been able implemented, and there is  only one has been able to empower industry partners in the development of school. The implications of this research, it is expected to the develop the alternative conceptual models of partnership can be implemented in vocational schools, so as to be driven and the driver in the development of the school.
EFFECTIVE MANAGEMENT OF HUMAN RESOURCE IN SCHOOLS OF THE FUTURE: THE SUPERLEADERSHIP PARADIGM Dato Dato; Hussein Hussein; Ahmad Ahmad
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2009): OCTOBER 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v10i2.6307

Abstract

The impact of technology on education has generated varying possibilities of approaches and techniques in the teaching-learning process in the Malaysian educational setting. In effect, the impact has been pervasive in the management and administrative culture in schools to the extent that there is a growing demand toward a continual building of competency, capacity and capability of educational leaders and managers through various training programs
STUDI KASUS PERENCANAAN STRATEGIK MADRASAH TSANAWIYAH YANG BERORIENTASI TERHADAP PENINGKATAN MUTU LAYANAN PEMBELAJARAN KEAGAMAAN Siska Wiliandini; Yati Siti Mulyati; Cepi Triatna
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v23i1.5573

Abstract

ABSTRAK Latar belakang peneliti memilih judul tersebut berdasarkan pada permasalahan yang menunjukkan bahwa penyusunan rencana strategik di Pesantren Persis 3 Pameungpeuk belum menggunakan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (analisis internal dan eksternal organisasi) dengan optimal. Sedangkan di Pondok Pesantren Modern Al Ihsan pengambilan keputusan hasil perencanaan strategik dilakukan oleh manajemen puncak di Yayasan, sehingga Madrasah Tsanawiyah (unit) tidak memiliki otoritas penuh terhadap keputusan akhir. Berdasarkan masalah tersebut, peneliti menentukan fokus penelitian sebagai berikut: 1) Proses penyusunan rencana strategik, 2) Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penyusunan rencana strategik yang berorientasi terhadap peningkatan mutu layanan pembelajaran keagamaan, 3) Strategi yang digunakan untuk menghasilkan rencana strategik yang berorientasi terhadap peningkatan mutu layanan pembelajaran keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan desain penelitian studi kasus. Sumber data penelitian adalah kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru mata pelajaran, tenaga kependidikan dan santri. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini meliputi: Proses penyusunan rencana strategik menunjukkan adanya perumusan visi, misi dan nilai-nilai, analisis SWOT yang belum optimal, lalu terdapat penetapan tujuan dan sasaran serta perumusan strategi yang tertuang dalam kebijakan, program dan penyusunan anggaran.  Kata Kunci: Perencanaan Strategik, Mutu Layanan Pembelajaran Keagamaan, Pesantren ABSTRACTIs prepared based on the issues that indicate the preparation of strategic plans at Persis 3 Pameungpeuk Islamic School does not use the analysis of strength, weaknesses, opportunities and threats (internal and external environments’ analysis) optimally.Whereas in Modern Al-Ihsan Islamic Boarding School, Institute’s management decides the final of strategic planning decisions, thus MTs (school) does not have full authority for the final decisions. Based on the issues, aims of the study are the process of strategic plans’ preparations; supporting and inhibiting factors of the strategic plans’ preparations toward the service quality improvements of religious learning; and the last, the strategy used for strategic plans toward service quality improvements of religious learning. The study uses descriptive method through qualitative approach using a case study research design. The data are taken from headmaster, vice headmaster, religious teachers, staffs and students. The results show, the process of strategic plans’ preparations indicate the formulation of vision, mission and values; the SWOT analysis is not optimal;and there is determination of goals and objectives,and the formulation of strategy through in the policy; the program and budget preparation.  Kata Kunci: Strategic Planning, Service Quality Improvements of Religious Learning
KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH, IKLIM SEKOLAH DAN MUTU SEKOLAH DASAR Devi Damayanti
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v24i1.6525

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan belum optimalnya mutu sekolah. Adapun permasalahan yang ingin dipecahkan adalah  pengaruh Kemampuan Manajerial kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap mutu sekolah dasar di Kecamatan Ngamprah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Kemampuan Manajerial kepala sekolah, iklim sekolah dan mutu sekolah dasar di Kecamatan Ngamprah, serta menganalisis seberapa besar pengaruhnya baik secara parsial maupun simultan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, jenis penelitian survey dan analisis regresi yang dilakukan pada 48 sekolahdengan 585 guru dan 48 kepala sekolah.Jumlah sampel sebanyak 30 sekolah dengan 30 kepala sekolah dan 378 guru yang diambil berdasarkan Proportionate stratified random sampling. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, ditemukan bahwa Kemampuan Manajerial kepala sekolah, iklim sekolah, dan mutu sekolah pada sekolah dasar di Kecamatan Ngamprah berada pada katagori sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan Manajerial kepala sekolah berpengaruh secara positif signifikan terhadap mutu sekolah, iklim sekolah berpengaruh secara positif signifikan terhadap mutu sekolah, dan secara bersama-sama Kemampuan Manajerial kepala sekolah dan iklim sekolah berpengaruh secara positif signifikan terhadap mutu sekolah. Kemampuan Manajerial kepala sekolah dan iklim sekolah menjadi faktor penting yang harus dibangun  dalam upaya pencapaian mutu sekolah, terutama pada aspek controlling, aspek iklim kesehatan sekolah, dan aspek output.This study explain about the quality of school that is not optimal, The problems that will be solved are the influence of the principal’s Managerial Ability and the school climate toward the school quality of elementary schools in Kecamatan Ngamprah. The aim of this study is to know the description of the principal’s Managerial Ability, the school climate and the school quality of elementary schools in Kecamatan Ngamprah, and analyzing how much the influence either partially or simultaneously. The approach used in this study is quantitative approach with descriptive method with survey and use correlation and regression analysis. The population is 48 schools with 585 teachers and 48 principal. The sample used is 30 schools with 30 principals and 378 teachers that were selected by Proportionate stratified random sampling. Based on the data processing and data analysis, the researcher found that the principal’s managerial ability, the school climate, and the school quality of elementary schools in Kecamatan Ngamprah are at very high category. Result of research show that the principal’s managerial ability positively and significantly influential toward the school quality and the school climate positively and significantly influential toward the school quality, and together with the principal’s managerial ability and the school climate, positively and significantly influential toward the school quality.The principal’s managerial ability and the school climate become an important factor that needs to be developed in the efforts to achieve the school quality, especially in the aspect of controlling, healthy school climate, and output
PEMBINAAN KEMAMPUAN PROFESIONAL GURU SEKOLAH DASAR (Studi Kualitatif Tentang Pembinaan Kemampuan Profesional Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi) N. R. Ema Nugrawati
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v12i2.6367

Abstract

Profesionalisme tenaga pendidik sangat berhubungan erat dengan mutu pendidikan, sebab proses belajar sebagai inti dari pendidikan akan sangat tergantung pada tenaga pendidik yang professional dan kualitas hasil belajar merupakan ujung tombak kualitas pendidikan. Dengan anggapan semacam itu, maka keberadaan tenaga pendidik atau guru yang profesional semakin penting, dan peranan siswa dalam belajar merupakan tumpuan upaya peningkatan kualitas pendidikan sesuai standar nasional pendidikan. Pasal 35 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan agar “Pendidikan memiliki Standar Nasional Pendidikan (SNP), sebagai acuan pengembangan dan pengendalian pendidikan”. Dan pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Bab II Pasal 2 menyebutkan “standar nasional pendidikan mencakup standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana- prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan”.Setelah melakukan observasi di lapangan ditemukan adanya indikasi latar belakang pendidikan guru yang bervariasi dari berbagai lulusan perguruan tinggi bahkan terdapat latar belakang pendidikan guru dari lulusan SMA atau sederajat. Berdasarkan temuan ini, maka untuk meningkatkan kemampuan profesional Guru SD diperlukan adanya kegiatan pembinaan terutama di kecamatan Bekasi Selatan.
STUDI PERILAKU KEPEMIMPINAN PERGURUAN TINGGI ISLAM Didin Kurniadi
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jap.v22i1.5923

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh Kreativitas pimpinan, integritas pimpinan, iklim organisasi dan sistem kompensasi untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan pimpinan PTAIS di Jawa Barat. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survey, melalui teknik pengumpulan data oleh angket terhadap 31 PTAIS  di Jawa Barat sebagai sampel. Unit analisis dari tiap PTAI adalah 1 orang Ketua, 1 orang ketua program studi, 1 orang Sekretaris program studi, 3 orang dosen dan 4 orang mahasiswa, total 10 orang. Skor yang diambil adalah skor rata-rata unit analisis dari tiap PTAI. Teknik analisis data yang digunakan adalah WMS dan analisis jalur (path analysis). Teridentifikasi bahwa kreativitas pimpinan, integritas pimpinan, iklim organisasi dan sistem kompensasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku kepemimpinan  PTAIS di Jawa Barat. Adapun rekomendasi dalam rangka meningkatkan perilaku kepemimpinan  PTAIS adalah: 1) dilakukan pendidikan dan pelatihan khusus pimpinan 2) dilakukan penilaian kinerja pimpinan dan audit kinerja, 3) focus dalam mengelola PTAIS, memiliki SPO dan SPM, secara berkala melakukan dialog atau hearing; 3) menjalin hubungan interpersonal dan penguatan komitmen organisasi; 4) penyediaan media IT, training pemanfaatan IT dan digitalisasi sistem manajemen dan akademik.AbstractThis study aimed to identify the influence of Creativity leadership, integrity of leadership, organizational climate and compensation systems to enhance leadership effectiveness PTAIS leaders in West Java. The approach used is quantitative survey methods, through the technique of data collection by questionnaire to 31 PTAIS in West Java as a sample. The unit of analysis of each PTAIS is 1 Chairman, 1 head of the study program, the Secretary of courses 1, 3 and 4 the student teachers, a total of 10 people. Scores are taken is the average score of each analysis unit of PTAIS. Data analysis techniques used are WMS and path analysis. Identified that creativity leadership, integrity of leadership, organizational climate and compensation system in a positive and significant effect on the leadership behavior of PTAIS in West Java. The recommendations in order to improve leadership behavior of PTAIS in West Java are: 1) do special education and leadership training 2) an assessment of the performance management and performance audit, 3) focus on managing PTAIS, has SPO and SPM, regularly conducts dialogue or hearing; 3) interpersonal relationships and strengthening organizational commitment; 4) the provision of IT media, training and utilization of IT management systems and academic digitization.

Filter by Year

2003 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2024): OCTOBER 2024 Vol 21, No 1 (2024): APRIL 2024 Vol 20, No 2 (2023): OCTOBER 2023 Vol 20, No 1 (2023): APRIL 2023 Vol 19, No 2 (2022): OCTOBER 2022 Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022 Vol 18, No 2 (2021): OCTOBER 2021 Vol 18, No 1 (2021): APRIL 2021 Vol 28, No 3 (2021): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN: Volume 28 Special Issue: Forum ASN Internasiona Vol 27, No 2 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.2 OKTOBER 2020 Vol 27, No 1 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.1 APRIL 2020 Vol 17, No 2 (2020): OCTOBER 2020 Vol 17, No 1 (2020): APRIL 2020 Vol 26, No 2 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.2 OKTOBER 2019 Vol 26, No 1 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.1 APRIL 2019 Vol 16, No 2 (2019): OCTOBER 2019 Vol 16, No 1 (2019): APRIL 2019 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 15, No 2 (2018): OCTOBER 2018 Vol 15, No 1 (2018): APRIL 2018 Vol 24, No 2 (2017): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXIV NO.2 OKTOBER 2017 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.1 April 2010 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 14, No 2 (2017): OCTOBER 2017 Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 1 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.1 April 2016 Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016 Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 22, No 2 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.2 Oktober 2015 Vol 22, No 1 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.1 April 2015 Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015 Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 11, No 2 (2014): OCTOBER 2014 Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014 Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XVII No.1 April 2013 Vol 10, No 1 (2013): APRIL 2013 Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.I April 2012 Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012 Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.2 Oktober 2011 Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIII No.1 April 2011 Vol 8, No 2 (2011): OCTOBER 2011 Vol 8, No 1 (2011): APRIL 2011 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010 Vol 7, No 1 (2010): APRIL 2010 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.IX No.1 April 2009 Vol 6, No 2 (2009): OCTOBER 2009 Vol 6, No 1 (2009): APRIL 2009 Vol 8, No 2 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol VIII No 2 Oktober 2008 Vol 7, No 1 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.VII No.1 April 2008 Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008 Vol 5, No 1 (2008): APRIL 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.V No.1 April 2007 Vol 4, No 1 (2007): APRIL 2007 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.III No.1 April 2005 Vol 3, No 2 (2005): OCTOBER 2005 Vol 3, No 1 (2005): APRIL 2005 Vol 2, No 1 (2004): OCTOBER 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.I No.1 April 2003 Vol 1, No 1 (2003): APRIL 2003 More Issue