cover
Contact Name
Mustika
Contact Email
mustika@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
agroindustri@upi.edu
Editorial Address
Jl. Dr. Setiabudhi No. 207, Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUFORTECH
ISSN : 27764761     EISSN : 25414593     DOI : https://doi.org/10.17509/edufortech.v6i2
EDUFORTECH memuat artikel baik hasil penelitian ataupun review berbagai artikel yang mencakup topik: Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Bioteknologi Pangan Teknologi pengolahan pangan fungsional keamanan pangan pendidikan teknologi hasil pertanian dan topik lain yang relevan
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2" : 8 Documents clear
Implementasi Pembelajaran Berbasis Hots pada Materi Pengemasan untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X APHP 1 SMKN 1 Pacet Febriani Anggita Dewi; Sri Handayani; Gilang Garnadi Suryadi
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.51623

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan satu diantara keterampilan tingkat tinggi yang dibutuhkan pada abad 21, untuk itu diperlukan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pembelajaran yang dilakukan di SMKN 1 Pacet pada materi pengemasan di kelas X APHP belum pernah menggunakan pembelajaran berbasis HOTS, dan penilaian yang dilakukan masih menggunakan level kognitif berpikir tingkat rendah. Oleh karena itu, dilakukan implementasi pembelajaran berbasis HOTS berdasarkan Brookhart yang mencakup transfer, berpikir kritis dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran berbasis HOTS dan kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah menggunakan pembelajaran berbasis HOTS. Level Kognitif taksonomi bloom yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis yaitu menganalisis (C4), mengevaluasi (C5) dan mencipta (C6). Metode penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing siklus satu kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pada siklus I dan siklus II setiap tahapan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. kemampuan berpikir kritis siswa dilihat dari hasil Post-Test pada indikator menganalisis berada pada kategori “sedang”, indikator mengevaluasi pada kategori “sedang”, indikator mencipta pada kategori “sangat tinggi”. N-gain score untuk siklus I adalah sebesar 0,4835 termasuk dalam kategori sedang. N-gain score untuk siklus II adalah sebesar 0,5978 termasuk dalam kategori sedang. Hal ini membuktikan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sesudah pembelajaran, sehingga dapat membuktikan keefektifan pembelajaran berbasis HOTS yang digunakan dalam penelitian.
Strategi Pengembangan Agroindustri di Kota Kefamenanu (Studi Kasus pada Usaha Keripik Sularso) Adriana Banunaek; Simon Juan Kune; Umbu Joka
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.50964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha keripik pisang dan keripik ubikayu di Kefamenanu, Kota Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan subjek penelitian yaitu usaha keripik pisang dan ubi kayu Paman Sularso. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif menggunakan dengan analisis strength, weakness, opportunity dan thread (SWOT) serta analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha keripik pisang dan keripik ubi kayu berada pada kuadran 1 koordinat 0,16;0,66, artinya pengembangan usaha keripik bisa dilakukan dengan memilih strategi memaksimalkan peluang dan meminimalisasi ancaman. Strategi pengembangan usaha keripiki berdasarkan matriks SWOT yaitu meningkatkan kualitas produk, meningkatkan produksi, melakukan inovasi produk, meningkatkan modal, merekrut tenaga kerja dan melakukan perizinan usaha agar memperoleh modal usaha dan dapat meningkatkan usaha untuk berkembang.
Modifikasi Pati dengan Fermentasi (S. cerevisiae) pada Tepung Pisang, Tepung Ubi Ungu, dan Tepung Ketan Hitam Kamila Lavenia Dewi; Dhila Ery Aulina; Febriany Wulandari; Shinta Maharani
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.51624

Abstract

Tepung merupakan produk setengah jadi yang berasal dari gandum yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam upaya mengurangi impor gandum, maka diperlukan alternatif lain yang memiliki pati dan karbohidrat tinggi seperti pisang, ubi ungu dan beras ketan hitam. Untuk memperbaiki karakteristik dan nilai kandungan gizi tepung tersebut maka diperlukan modifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tepung pisang, tepung ubi ungu dan tepung beras ketan hitam yang di modifikasi dengan penambahan Saccharomyces cerevisiae pada pengujian fisik (warna), kimia (pH, swelling power, OHC, WHC, suhu gelatinisasi, viskositas, sineresis), kadar polifenol, kapasitas antioksidan dan gula reduksi (sebelum dan setelah modifikasi). Hasil analisis menunjukan bahwa modifikasi tepung ubi ungu memiliki nilai terbaik dibandingkan tepung pisang dan tepung beras ketan hitam pada warna b* 38,4±0,45 swelling power sebesar 6,67±0,5 g/g, WHC 233,33±5,7%, suhu gelatinisasi 87,67±4,13⁰C, viskositas 2078,3±12,06cP, sineresis 0,00±0,00 ml, dan kadar polifenol 14,426 mg GAE/g.
Perbandingan Hasil Sensori dan Kandungan Gizi Abon Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) dengan Abon Ikan Selar Kuning (Selaroides leptolepis) Wiwik Endah Rahayu; Irna Dwi Destiana
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.50965

Abstract

Abon merupakan salah satu produk ikan alternatif yang populer di masyarakat. Kandungan nutrisi ikan laut lebih baik dari ikan air tawar. Ikan kembung (Scomberomorus commerson) dan ikan layang kuning (Selaroides leptolepis) banyak diproduksi di Subang dan memiliki gizi protein, lemak dan omega yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai gizi abon ikan laut. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktor RAL 1, dimana faktor yang diteliti adalah ikan laut dengan 2 taraf dan 3 ulangan. Hasil analisis ragam dengan taraf 5% pada uji proksimat kedua jenis abon menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter serat kasar dan protein kasar, sedangkan pada parameter kadar air, abu dan perlakuan lemak kasar ikan laut. jenis ikan tidak memberikan pengaruh yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan abon ikan layang layang memiliki nilai gizi yang lebih baik dibandingkan dengan abon ikan tenggiri dengan rincian nilai gizi ikan selar kuning: Kadar air 8,4%, kadar abu 6,4%, lemak kasar 34,4% , serat kasar 35,2%
The potency of Mentega Cassava (Manihot esculenta) Variety Peels Waste as Raw Material for Bioethanol by Enzymatic Hydrolisis Essa Annisa Syadiah; Fitrah Adelina; S Sudarmin; Fitrianti Handayani; Juniaty Arruan Bulawan
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.50966

Abstract

Cassava peel waste can be used as an energy source in the form of bioethanol. The need for bioethanol is increasing both asalternative energy to replace fuel oil (BBM). Ethanol (C2H5OH) is the result of conversion from the sugar fermentation process using the help of microorganisms. This study aims to determine the levels of bioethanol produced from cassava peel obtained from Ibun sub-district, Bandung Regency through enzymatic treatment. The research procedure started from the pretreatment of cassava peel waste as a substrate, enzymatic hydrolysis, and fermentation. Enzymatic hydrolysis using Trichoderma viride isolates with 3 variations in inoculum concentrations of 10%, 15%, and 20%. As for the fermentation process using Saccharomyces cerevisiae isolates. The highest reducing sugar of 21.28 mg/L was produced by treatment with hydrolysis time of 60 hours and inoculum concentration of 10%. The highest bioethanol content was 4.9 mg/L with a fermentation time of 96 hours.
Pengaruh Konsentrasi Gula Terhadap Karakteristik Kimia dan Organoleptik Selai Carica (Carica pubescens l.) Nurul Mukminah; Hilya Azzahra; Ferdi Fathurohman
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.51335

Abstract

Carica (Carica pubescens L) merupakan buah khas kabupaten Wonosobo. Pengolahan carica menjadi selai buah secara umum menggunakan tambahan gula untuk memperpanjang umur simpan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan gula pasir yang berbeda terhadap kadar Total Padatan Terlarut (TPT), kadar air, aktivitas air (aw) dan nilai sensori serta menentukan konsentrasi gula pasir terbaik pada selai carica. Rancangan percobaan penelitian menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 3 perlakuan konsentrasi gula pasir yaitu P1 (40%), P2 (50%) dan P3 (60%) dengan 3 kali ulangan. Parameter pengujian yang dilakukan yaitu kandungan TPT, kadar air, aktivitas air (aw) dan uji hedonik dengan 20 panelis agak terlatih. Pengamatan hedonik meliputi aroma, rasa, tekstur, warna dan daya oles. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik one way ANOVA, dan dilanjutkan uji DNMRT taraf signifikan 5%. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa konsentrasi gula pasir yang berbeda berpengaruh nyata (P0.05) terhadap karakteristik TPT, kadar air dan aktivitas air (aw) namun tidak berpengaruh nyata (P0.05) terhadap sensori selai carica. Penambahan gula pasir terbaik pada selai carica adalah P2 (50%).
Pemanfaatan Pisang Nangka (Musa paradisiaca L.) menjadi Cookies sebagai Produk Unggulan Desa Jagabaya Sopiyatun Noer Hasyanah
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.51622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung pisang dalam pembuatan cookies dan mengetahui karakteristik organoleptik cookies sebagai produk unggulan desa Jagabaya. Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perbedaan perlakuan terdiri dari P1: 25% tepung pisang dan 75% tepung terigu), P2: 50% tepung pisang dan 50% tepung terigu), P3: 75% tepung pisang dan 25% tepung terigu, P4: 100% tepung pisang tanpa tepung terigu. Data yang diperoleh dianalisis dengan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan DUNCAN dengan taraf signifikansi sebesar α = 0,05. Semakin banyak penambahan substitusi tepung pisang semakin gelap warna yang dihasilkan namun semakin kasar dan renyah tekstur cookies, karena kadar air tepung pisang lebih rendah dibanding tepung terigu. Hasil penelitian pada pengujian organoleptik dengan parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur diperoleh hasil yang terbaik yaitu pada cookies dengan substitusi tepung pisang 25% dan 75% tepung terigu.
Incorporating Watermelon Rind into Jackfruit Seed Drink: A Functional Drink Rich in Antioxidant and Phenolic Compounds William Ben Gunawan; Lauw Eunike Azalia Septianawati Basoeki
EDUFORTECH Vol 7, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i2.50963

Abstract

Functional foods have been widely consumed as a treatment for managing diabetes because of their nutrition composition, phenolic, and other phytochemical compounds. Higher antioxidant activity, vitamin C, and total phenolic content may be linked with a higher antidiabetic property of a food product. Jackfruit seed and watermelon rind – albeit their various health benefits – are often discarded as food waste. Moreover, watermelon rind consists of citrulline which was known to regulate blood glucose levels. This research aims to determine antioxidant activity, vitamin C, and total phenolic content in jackfruit seed drink (JSD) enriched with watermelon rind as a functional drink with antioxidant and antidiabetic properties. Three formulations of JSD (JSD0, JSD1, and JSD2) were created based on the variation of watermelon rind composition. Vitamin C content was determined using iodometric titration while the phenolic content was measured using the Folin-Ciocalteu method. Antioxidant activity was observed based on the inhibition of DPPH. The results showed a significant difference between formulas based on vitamin C, total phenolic content, and antioxidant activity (p0.05) with JSD 2 as the best formula. JSD 2 showed vitamin C, total phenolic, and antioxidant activity of 37.83 ± 0.68 mg/100g; 29.86±0.60 mgGAE/g; 40.98±0.78%. Incorporating watermelon rind into JSD significantly increased the nutrition values, antioxidant activity, and the potential health benefits of JSD.

Page 1 of 1 | Total Record : 8