Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Ranah: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December. Each article published in Ranah will undergo assessment process by peer reviewers.
Articles
312 Documents
CAMPUR KODE DALAM BAHASA SUMBAWA TALIWANG DI CAKRANEGARA, MATARAM
Yenni Febtaria W.
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7727.397 KB)
|
DOI: 10.26499/rnh.v2i2.235
Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan campur kode pada penutur bahasa Sumbawa Taliwang di Cakranegara. Artikel ini memfokuskan pada penentuan penggunaan bahasa yang digunakan di Karang Taliwang dan bentuk campur kode yang mereka gunakan. Sampel dari artikel ini adalah tiga orang. Data diperoleh dan dianalisis dengan menggunakan metode koresponden dengan teknik hubung banding menyamakan dan hubung banding membedakan. Hasil analisis ditemukan sebagai berikut: (1) persentase tertinggi adalah 72,9% penggunaan kata dalam bahasa Sumbawa dan diikuti penggunaan bahasa Sasak (24,49%), bahasa Bali (0%), bahasa Indonesia (3,19%), dan inovasi internal (0,86%). (2) Di Karang Taliwang telah terjadi fenomena campur kode. (3). Fenomena campur kode ini terjadi dalam tataran fonologi, morfologi, leksikal, dan frasa, dan campur kode dalam bahasa Indonesia dalam tataran leksikon dan bentuk baster dari afiksasi.
KAJIAN WACANA IKLAN PADA PESAN SINGKAT (SMS)
Riani Riani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (8182.59 KB)
|
DOI: 10.26499/rnh.v4i1.24
Iklan biasanya disampaikan kepada publik melalui media cetak, radio, dan televisi. Namun, iklan juga dapat disampaikan secara personal dengan melalui pesan singkat yang dikirimkan ke telepon gengam pembaca. Wacana iklan pada pesan singkat menarik untuk dikaji karena memiliki keunikan dibandingkan wacana iklan pada media lainnya. Oleh karena itu, kajian ini ditujukan untuk mendeskripsikan wacana iklan pada pesan singkat dari aspek struktur wacana, penggunaan bahasa, dan pragmatik. Objek pada kajian ini adalah iklan yang disampaikan melalui pesan singkat pada telepon genggam. Data diperoleh dengan cara mendokumentasikan iklan dari tahun 2014 sampai dengan Agustus 2015. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif karena disesuikan dengan karakteristik data serta tujuan penelitian. Karakteristik data berupa kata-kata atau kalimat pada wacana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur wacana pada pesan singkat terdiri atas bagian pembuka, isi, dan penutup dengan variasi struktur bahwa tidak semua wacana memiliki bagian pembuka. Aspek penggunaan bahasa menunjukkan bahwa dalam wacana iklan terdapat kalimat majemuk dan tunggal disertai pelesapan, huruf kapital kerap digunakan untuk menekankan informasi yang penting, singkatan juga dipakai untuk meringkas isi. Aspek pragmatik pada wacana iklan menunjukkan bahwa tuturan direktif dan ekspresif dimanfaatkan pembuat iklan untuk memengaruhi pembaca iklan agar melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan.
WUJUD KESANTUNAN ASERTIF DAN IMPERATIF DALAM BAHASA BANJAR
Rissari Yayuk
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (125.873 KB)
|
DOI: 10.26499/rnh.v5i2.147
Politeness by the present generation has shifted as a result of various factors. Important to the preservation of a form of politeness that coud be used as a teaching example for increased intelligence-speaking children today and will come in a variety of speech acts. The problem studied include (1) How Being assertive speech act of politeness Banjar, (2) How to form the speech acts imperative Banjar. The aim is to describe, (1) Being assertive speech act of politeness Banjar, and (2) form the speech acts imperative Banjar. This research method is descriptive technique used in data collection and documentation is a recording technique. Sources of data taken from the area which is considered to represent the people of Banjar, namely Banjar. Time data capture for 2 months (of January s.d. End of February 2016). The results showed being politeness contained in an assertive speech act can be seen in the form of pleasantries and politeness sapaan.Wujud words contained in the imperatif speech acts can be seen in the form of pleasantries and greeting words. ABSTRAKKesantunan berbahasa oleh generasi sekarang mengalami pergeseran akibat berbagai faktor. Penting dilakukan pelestarian wujud kesantunan berbahasa yang bsa dijadikan contoh ajar bagi peningkatan kecerdasan berbahasa anak-anak sekarang maupun akan datang dalam ragam tindak tutur. Masalah yang dikaji meliputi (1) Bagaimana Wujud kesantunan tindak tutur asertif dalam bahasa Banjar, dan (2) Bagaimana wujud tindak tutur imperatif dalam bahasa Banjar. Tujuan yang ingin dicapai adalah mendeskripsikan (1) wujud kesantunan tindak tutur asertif dalam bahasa Banjar, dan (2) wujud tindak tutur imperatif dalam bahasa Banjar. Metode penelitian ini adalah deskriptif Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah teknik rekam dan dokumentasi. Sumber data diambil dari wilayah yang dianggap mewakili masyarakat Banjar, yaitu Kabupaten Banjar. Waktu pengambilan data selama 2 bulan (Januari s.d. Februari 2016). Hasil penelitian menunjukkan wujud kesantunan berbahasa yang terdapat dalam tindak tutur asertif dapat dilihat dalam wujud basa-basi dan kata sapaan. Wujud kesantunan berbahasa yang terdapat dalam tindak tutur imperatif dapat dilihat dalam wujud basa-basi dan kata sapaan.
Analisis Wacana Kritis Cuitan Fahri Hamzah (FH) Terkait Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Ali Kusno;
Nur Bety
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (533.451 KB)
|
DOI: 10.26499/rnh.v6i2.462
Fahri Hamzah (FH) is one of the leaders in parliament who often criticizes the Corruption Eradication Commision (KPK) through his Twitter account. One of them is the submission of the right of inquiry of KPK. This study will reveal the perception of FH through his tweet on July, 2—26, 2017. The perception disclosure is analyzed using the Fairclough model. Research content based on the textual analysis (micro analysis) shows that the text structure is short and directly convey the content of the speech. Substantially, the text reveals various perceptions of FH, such as the people treated to drama about KPK, KPK is always considered true and the media is not objective. The transitive aspect indicates that FH reinforces negative things and negates positive things. There is an emphasis on the wrack of KPK. The modalities function is in the form of a speech that strengthens the need for special committee’s of the right of inquiry of KPK. The use of vocabulary overall illustrates the negative opinion and pessimism related to the performance of the KPK. The use of cynicism, sarcasm and satire styles colors the entire FH’s tweets. The analysis based on the dimension of discourse practice (meso-level) indicates that FH’s views are contrary to the public opinion. The Special Committee of KPK is considered as an effort to protect the members of parliament who are involved in e-KTP case. The analysis based on the social cultural practice dimension (macro-level) indicates that FH is one of the politician who often criticizes the performance of KPK, including the handling of e-KTP case. AbstrakFahri Hamzah (FH) merupakan salah satu pimpinan di DPR yang sering mengkritisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui akun Twitter-nya. Salah satunya adalah masalah pengajuan hak angket KPK. Penelitian ini akan mengungkapkan persepsi FH melalui cuitan di Twitter pada tanggal 2—26 Juli 2017. Pengungkapan persepsi tersebut dianalisis menggunakan model Fairclough. Hasil penelitian berdasarkan analisis tekstual (analisis mikro) menunjukkan bahwa struktur teks pendek dan langsung menyampaikan isi tuturan. Adapun secara substansi teks mengungkapkan beragam persepsi FH, seperti masyarakat disuguhi drama tentang KPK, KPK selalu dianggap benar, dan media berlaku tidak objektif. Aspek ketransitifan menunjukkan FH menguatkan hal-hal negatif dan meniadakan hal positif. Terdapat penekanan tentang kebobrokan KPK. Fungsi modalitas berupa tuturan yang menguatkan perlunya Pansus Angket KPK. Penggunaan kosakata secara keseluruhan menggambarkan pandangan negatif dan pesimisme terkait kinerja KPK. Penggunaan gaya bahasa sinisme, sarkasme, dan satire mewarnai keseluruhan cuitan FH. Analisis berdasarkan dimensi praktik wacana (level menengah) menunjukkan bahwa pandangan FH berseberangan dengan opini publik. Pansus KPK dianggap sebagai upaya melindungi anggota DPR yang terlibat kasus e-KTP. Adapun analisis berdasarkan dimensi praktik sosial budaya (level makro) menunjukkan bahwa FH termasuk politisi yang sering mengkritik kinerja KPK, termasuk penanganan kasus e-KTP.
PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK 4 - 5 TAHUN DENGAN STIMULASI GAMES EDUKASI1
Rosida Tiurma Manurung
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7865.902 KB)
|
DOI: 10.26499/rnh.v3i2.7
Penggunaan stimulasi media yang kreatif dan inovatif dapat meningkatkan minat belajar anak dalam pemerolehan bahasa. Tujuan penulisan makalah ini ialah untuk mengungkapkan peningkatan kemampuan bahasa pada anak dengan stimulus games edukasi. Penulisan makalah ini menggunakan metode pengembangan media pembelajaran dan penelitian tindakan (action research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan indeks kemampuan berbahasa teregister dengan stimulus media games edukasi serta dapat meningkatkan nilai dan karakter kreatif pada anak, khususnya usia 5 tahun. Hal itu terlihat dalam perubahan setiap aksi yang penulis lakukan berdasarkan isi dan tindak tutur anak serta pengukuran indeks kemampuan berbahasa, khususnya ditinjau dari perkembangan sintaksis dan pragmatis. Selain itu, pengembangan media pemerolehan bahasa akan menumbuhkan motivasi, kreativitas, dan karakter positif pada anak. Pengembangan stimulus media pemerolehan bahasa ini dapat dijadikan model untuk peningkatan kemampuan berbahasa pada anak normal.
REPRESENTASI CALON PRESIDEN DAN CALON WAKIL PRESIDEN DALAM IKLAN POLITIK LUAR RUANG PARTAI DEMOKRAT
Tri Sulityaningtyas
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7928.176 KB)
|
DOI: 10.26499/rnh.v3i1.47
Hiruk pikuk pemilu yang baru berlangsung membawa beberapa hal yang menarik. Salah satu hal yang layak untuk diteliti adalah iklan politik. Iklan politik merupakan sarana utama aktivitas politik dalam mendulang dukungan pemilih. Para tokoh politik berlomba-lomba menggunakan iklan sebagai media mencitrakan diri sebagai sosok pemimpin bangsa yang ideal sehingga laik untuk dipilih dalam pemilu. Di dalam iklan politik, bahasa menjadi media yang ampuh untuk menanamkan ideologi, mendapatkan, serta mempertahankan kekuasaan. Berbagai piranti kebahasaan dimanfaatkan untuk meraih simpati, menarik perhatian, membentuk persepsi, mengendalikan pikiran, perilaku, serta nilai yang dianut khalayak. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana cara capres-cawapres dari partai Demokrat merepresentasikan dirinya dalam bahasa iklan politik pemilu di Indonesia. Selain itu, akan dikaji pula penggunaan manipulasi bahasa iklan demi meraih berbagai kepentingan politik. Dalam tulisan ini juga akan dibahas pola relasi antara capres-cawapres dan konstituen pemilih. Berdasarkan analisis, diperoleh hasil bahwa kandidat capres dan cawapres partai Demokrat direpresentasikan sebagai sosok yang bersih, selalu berjuang untuk rakyat, merupakan presiden pilihan, berkomitmen untuk membangun pemerintahan bersih, dan berkomitmen untuk membangun rakyat Indonesia.
TINDAK TUTUR MEMINTA MAAF SECARA SAMUDANA TERSELUBUNG DALAM BAHASA JAWA
Endang Sri Maruti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.243 KB)
|
DOI: 10.26499/rnh.v5i1.38
pology is typically done when someone made a mistidake. In Javanese speech community, apologized tend declared first even though it is spoken or done is not necessarily wrong. This research focus on form of apology speech acts in the Javanese community in the Beringin Village, District Lakarsantri, Surabaya. To explain the focus, the researcher used descriptive-qualitative with ethnopragmtic design. Data are collected from 46 subjects by observation and indepth interviews. Data are analizd using Miles and Huberman’s flow model covering three steps: reduction, display, and verivication/concluison. The results showed that the form says to apologize distinguished by mode and components. ABSTRAKPermintaan maaf lazimnya dilakukan seseorang jika melakukan kesalahan. Pada masyarakat tutur bahasa Jawa, meminta maaf cenderung dinyatidakan terlebih dahulu meskipun sebenarnya hal yang dituturkan atau dilakukannya belum tentu salah. Fokus penelitian ini adalah bentuk tindak tutur meminta maaf pada masyarakat Jawa di wilayah Kelurahan Beringin, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan etnopragmatik. Data penelitian diperoleh dari 46 subjek penelitian melalui observasi dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan model alir yang di dalamnya terdapat reduksi, sajian, verifikasi, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tutur untuk meminta maaf dibedakan berdasarkan modus dan komponennya.
News Media Partiality Concerning LGBT Issues in Indonesia: A Hidden Agenda of The Jakarta Post and Jakarta Globe
Meina Astria Utami
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 1 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.589 KB)
|
DOI: 10.26499/rnh.v7i1.566
This study is aimed at investigating the representation of LGBT in the Jakarta Post and Jakarta Globe and revealing hidden ideologies embedded in the representations. This study more specifically focuses on identifying how the two media deploy transitivity choices in reporting LGBT and gaining representational meanings from the transitivity choices. This study employs the qualitative method and transitivity analysis under the framework of Fairclough’s three-dimensional approach (1989). The study reveals that the Jakarta post tends to represent LGBT as a more passive participant in a way that certain circumstances shape them as a discriminated and intimidated group by several religious groups, society and government officials, therefore this position has caused Human Rights activists and several government officials to defend them. The media also depict LGBT as an acceptable identity and acknowledged phenomenon in Indonesia. On the other hand, Jakarta Globe tends to represent LGBT as a more active participant that they are given more space to express their sufferings and struggles that trigger them to claim their own rights through their active involvement in anti-LGBT discussions and the support provided by Human Rights activists. The findings suggest that the two media are struggling to promote democratic values in attempts to contribute to establishing LGBT acceptance in Indonesia (the Jakarta Post) and critiquing the discrimination as a means of ending intimidation against LGBT (Jakarta Globe). AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan makna representasi dari pilihan transitivitas yang digunakan oleh laporan berita The Jakarta Post dan Jakarta Globe dalam mewartakan kasus LGBT dan mengungkapkanideologi yang mendasari representasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis transitivitas di bawah kerangka pendekatan tiga dimensi Fairclough (1989). Penelitian ini mengungkapkan bahwa The Jakarta Post cenderung merepresentasikan LGBT sebagai partisipan yang lebih pasif sehingga keadaan tertentu membentuk mereka sebagai kelompok yang terdiskriminasi dan terintimidasi oleh beberapa kelompok agama, masyarakat, dan pejabat pemerintah; dengan demikian, posisi ini menyebabkan aktivis HAM dan beberapa pejabat pemerintah membela mereka. Media juga menggambarkan LGBT sebagai identitas berterima dan fenomena yang diakui di Indonesia. Di sisi lain, Jakarta Globe cenderung merepresentasikan LGBT sebagai partisipan yang lebih aktif sehingga mereka diberikan ruang lebih untuk mengekspresikan penderitaan dan pergulatan mereka yang memicu mereka untuk mengklaim hak mereka melalui keterlibatan aktif dalam diskusi anti-LGBT dan dukungan yang diberikan oleh aktivis HAM. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua media berupaya mendorong nilai-nilai demokratis sebagai usaha untuk berkontribusi dalam menumbuhkan penerimaan terhadap LGBT di Indonesia (The Jakarta Post) dan mengkritik diskriminasi untuk menghentikan intimidasi terhadap LGBT (Jakarta Globe).
KONSTRUKSI PASIF DALAM BAHASA MANGGARAI: PASIF TANPA PEMARKAH VERBA PASIF
Stephanus Mangga
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7767.39 KB)
|
DOI: 10.26499/rnh.v4i2.29
Obyek penelitian ini adalah tentang konstruksi pasif dalam bahasa Manggarai. Bahasa Manggarai merupakan salah satu bahasa daerah di bagian Barat Pulau Flores. Hal terpenting yang dibahas dalam penelitian ini adalah: bagaimana konstruksi pasif bahasa Manggarai dibentuk tanpa pengafiksasian verba? Sebagai hasil penelitian, dapat diringkaskan bahwa kendatipun secara morfologis bahasa Manggarai tidak memiliki bentuk basif, akan tetapi secara sintaksis bahasa Manggarai memiliki konstruksi pasif dalam klausa-klausanya. Apa yang secara sintaksis menandakan pasifitas dalam bahasa Manggarai adalah tata urut konstituen dan kehadiran frasa pelaku li/le/l. Frasa preposisional ini bersifat wajib ada dalam pemasifan bahasa Manggarai.
SIKAP BAHASA PENUTUR BAHASA JATI DAN APARAT PEMERINTAH TERHADAP BAHASA RETTA DI ALOR
Wati Kurniawati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.79 KB)
|
DOI: 10.26499/rnh.v5i2.152
This research aims to discover the language attitude of the native speakers and authorities towards their mother language. The methods used in this research are descriptive and text analysis methods. Text analysis method used is content analysis. Data collection was conducted through questionnaire and conversation method with fishing technique as the basic technique and face-to-face conversation technique as the continuation technique. The number of the samples is 90 respondents and 10 respondents. The research shows that the native speakers of Retta have a positive attitude towards their mother language since they transmit their mother language intergenerational, use it in their daily life and preserve it. In addition, the authorities also have a positive attitude towards their mother language. It indirectly states that Retta language is able to survive, there is the next generation as its speakers, it is an ancestral language and it is studied to strengthen the family relationships and as the local content. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap bahasa penutur dan aparat pemerintah terhadap bahasa ibunya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan analisis teks. Metode analisis teks yang digunakan adalah analisis isi. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan metode cakap dengan teknik dasar berupa teknik pancing dan teknik lanjutan berupa teknik cakap semuka. Sampel penelitian ini berjumlah 90 responden dan 10 responden. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa penutur bahasa Retta memiliki sikap positif terhadap bahasa ibunya karena melakukan transmisi bahasa ibu antargenerasi, digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan menjaga kelestariannya. Sementara itu, aparat pemerintah memiliki sikap positif terhadap bahasa Retta yang menyatakan bahwa bahasa Retta lebih bertahan hidup, ada generasi penerus sebagai penutur, bahasa leluhur, dipelajari untuk mempererat hubungan kekeluargaan, dan untuk muatan lokal di wilayahnya.