cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Ranah: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December. Each article published in Ranah will undergo assessment process by peer reviewers.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Konjungsi Ekstratual dalam Teks Al-Mutawassimin Dhimas Muhammad Yasin
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 1 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.495 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v7i1.464

Abstract

This article, discussed the type, position, and function of extra-textual conjunctionin the text of Al-Mutawassimīn. This research uses descriptive qualitative research method. The data in this study are text and Al-Mutawassimīn text edits. Sources of data in this study are Al-Mutawassimīn manuscripts stored in the Library of Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat(PKBM) Pinilih, Soditan RT.01 / RW.03 Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, Central Java with book number 900,331. Based on the assessment of the text, it can be concluded: extra-textual conjunction in the text of Al-Mutawassimīn, include: the conjunction adapun, the conjunction bermula, and the conjunction maka; conjunctions position adapunand bermula is located at the beginning of sentences, whereas the conjunction maka is located at the beginning of the sentence and at the end of the sentence. Extra-textual conjunction function is as an introductory discourse. AbstrakTulisan ini membahas jenis, posisi, dan fungsi konjungsi ekstratekstual dalam teks Al-Mutawassimīn.Penelitian ini menggunakan metodepenelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah teks dansuntingan teks Al-Mutawassimīn. Sumber data dalam penelitian ini adalah naskah Al-Mutawassimīnyang tersimpan di Perpustakaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pinilih, Soditan RT01/RW03 Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah dengan nomor buku 900.331.Berdasarkan pengkajianteks, hasil penelitian menunjukkan bahwa konjungsi ekstratekstual dalam teks Al-Mutawassimīn, meliputi konjungsi adapun, bermula, dan maka. Posisi konjungsi adapundan bermulaterletak diawal kalimat, sedangkan konjungsi maka terletak di awal kalimat dan tengahkalimat. Fungsi konjungsi ekstratekstual adalah sebagai wacana pengantar. 
PANDANGAN DAN SIKAP BAHASA MASYARAKAT DI WILAYAH PERBATASAN: KASUS MASYARAKAT DI ENTIKONG, KALIMANTAN BARAT Mukhamdanah Mukhamdanah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8756.181 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v4i2.32

Abstract

Kajian tentang wilayah perbatasan sudah banyak dilakukan terutama sejak lepasnya P. Sipadan dan P. Ligitan dari wilayah NKRI. Dari segi kebahasaan, kajian terhadap masyarakat di wilayah perbatasan yang dapat dilakukan antara lain adalah bagaimana sikap bahasa mereka. Sebagian masyarakat di wilayah perbatasan merupakan dwibahasawan, terjadi karena adanya interaksi antarmasyarakat kedua negara. Situasi ini memungkinkan timbulnya persaingan dalam memilih bahasa. Kajian ini mencoba menjelaskan bagaimana pandangan dan sikap bahasa masyarakat perbatasan di Entikong terhadap bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa negara tetangga. Secara politik wilayah perbatasan atau pulau-pulau kecil dapat dikatakan hilang apabila masyarakat di wilayah tersebut lebih mengakui negara lain dibandingkan negaranya sendiri. Dari segi psikologis, penduduk yang tinggal di daerah perbatasan rasa nasionalismenya cenderung tipis, terutama yang bertetangga dengan negara yang lebih tinggi kemakmuran ekonominya. Hal ini dapat menjadi penyebab makin banyaknya masyarakat perbatasan yang lebih memilih untuk belajar dan menggunakaan bahasa negara tetangga serta mengabaikan bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang menjadi ikatan primordial. Dengan menggunakan metode kuantitatif, berdasarkan data primer dari 108 responden dengan purposive random sampling, hasilnya, pandangan dan sikap bahasa responden terhadap bahasa Indonesia dan bahasa daerah cenderung berada pada kategori positif sementara terhadap bahasa asing cenderung cukup positif. Semakin tinggi tingkat pendidikan responden, semakin tidak positif sikap bahasanya terhadap bahasa asing.
PERGESERAN PEMAKAIAN PRONOMINA PERSONA DALAM BAHASA INDONESIA “GAUL” Icuk Prayogi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9643.583 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v2i2.234

Abstract

Berbicara ragam gaul bahasa Indonesia sekarang ini pastilah pikiran tertuju pada “bahasa” Alay. Jauh sebelum itu, sebenarnya ragam gaul telah ada. Hanya, Alay yang sekarang muncul adalah perubahan dari ragam gaul pada zaman dulu. Karena beberapa hal, bentuk dan aturan pemakaian ragam ini dimungkinkan berubah. Pemakaian pronomina persona juga dimungkinkan mengalami atau pergeseran (shift). Pronomina persona kau atau saya, misalnya, akan sungguh terasa janggal bila diucapkan remaja zaman sekarang dalam konteks percakapan normal dengan remaja lain di Jakarta. Oleh karena itu, makalah sederhana ini membahas tentang pronomina persona apa saja yang mengalami pergeseran serta bagaimana pergeseran pemakaian pronomina persona dalam bahasa Indonesia “gaul”. Dengan metode kualitatif dan data dari berbagai sumber (terutama film), diharapkan menghasilkan gambaran yang cukup tentang pergeseran ini serta mengapa hal ini sampai terjadi.
Ranah, Volume 6 Nomor 2 Prawacana, Daftar Isi, Abstrak
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.214 KB)

Abstract

KESANTUNAN TUTURAN IMPERATIF SISWA SMK MUHAMMADIYAH 2 BANDUNG: KAJIAN PRAGMATIK Rani Siti Fitriani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8337.679 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v4i1.23

Abstract

Makalah ini adalah penelitian kesantunan Imperatif Siswa SMK Muhammadiyah 2 Bandung: kajian pragmatik. Penelitian ini mendeskripsikan penanda imperatif dan wujud imperatif yang digunakan siswa dalam kesantunan imperatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak; teknik cakap; dan tes melengkapai wacana atau Discourse Completion Test (DCT) tipe C. Sampel data penelitian ini adalah responden yang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki SMK Muhammadiyah 2 Bandung. Kajian teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kesantunan (Leech: 1983); skala kesantunan (Brown & Levinson: 1987); kesantunan imperatif (Rahardi: 2005); tata baku bahasa Indonesia (Moeliono: 1992); dan Chaer & Leonie (2004). Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa kesantunan imperatif dapat dilihat dri penanda imperatif dan wujud imperatif. Penanda imperatif terdiri daripenanda kesantunan; pronomina; interjeksi; dan verba. Wujud imperatif terdiri dari bentuk kalimat; strategi; dan campur kode atau alih kode.
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, PEMAHAMAN BACAAN, DAN PENGATURAN DIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ILMIAH (Studi Analisis Jalur Mahasiswa Institut Pertanian Bogor) Endang Sri Wahyuni
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.167 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v5i2.146

Abstract

The objective of the research is to study the effects of critical thinking, reading comprehension, and self-regulation on scientific writing skill. The research was conducted at the Educational Program of General Competence, Bogor Agricultural University. The research method is path analysis using 4 variables. The sample is 100 students. They are semester I of academic year of 2015/2016, the researcher uses stratification sampling technique. The instruments of this research are paper of scientific writing skill, questionnaire of self-regulation, test of critical thinking skill and reading comprehension. The data analysis uses path analysis. The research findings are: 1) There is a direct influence of the critical thinking skills on scientific writing skills at 0,594, 2) there is a direct influence of reading comprehension on the ability to write a scientific tex at, 0,248, 3) there is significant indirect self-regulating ability of scientific writing through reading comprehension. However, there is an indirect effect on the ability of self regulation of scientific writing through reading comprehenship of 0,117 4) there is a direct effect of critical thinking skills on reading comprehension, at 0,389, 5) there is a self-regulating direct influence on reading comprehension at 0,471, and 6) there is a direct effect of critical thinking skills on self-regulation at 0,448.There is no direct effect on the ability of critical thinking skills of scientific writing through reading comprehension at 0,096 and by combining self regulation and reading comprehenshion of 0,052. ABSTRAKObjek penelitian ini adalah pengaruh kemampuan berpikir kritis, pemahaman bacaan, dan pengaturan diri terhadap kemampuan menulis ilmiah. Penelitian ini dilaksanakan pada Program Pendidikan Kompetensi Umum Institut Pertanian Bogor. Metode penelitian adalah analisis jalur. Jumlah responden 100 mahasiswa, tersebar pada 32 kelas responsi dengan jumlah populasi 1781 pada semester I tahun ajaran 2015/2016. Teknik pengambilan sampel adalah teknik acak. Instrumen penelitian adalah makalah untuk variabel kemampuan menulis ilmiah, kuesioner untuk variabel pengaturan diri, tes objektif untuk variabel kemampuan berpikir kritis dan variabel pemahaman bacaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian adalah (1) ada pengaruh langsung positif kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan menulis ilmiah sebesar 0,594, (2) ada pengaruh langsung positif pemahaman bacaan terhadap kemampuan menulis ilmiah sebesar 0,248, (3) pengaturan diri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menulis ilmiah, namun ada pengaruh tidak langsung pengaturan diri terhadap kemampuan menulis ilmiah melalui pemahaman bacaan sebesar 0,117, (4) ada pengaruh langsung positif kemampuan berpikir kritis terhadap pemahaman bacaan sebesar 0,389, (5) ada pengaruh langsung positif pengaturan diri terhadap pemahaman bacaan sebesar 0,471, dan (6) ada pengaruh langsung positif kemampuan berpikir kritis terhadap pengaturan diri sebesar 0,448. Ada pengaruh tidak langsung kemampuan berpikir kritis terhadap kemampuan menulis ilmiah melalui pemahaman bacaan sebesar 0,096 serta melalui kombinasi pengaturan diri dan pemahaman bacaan sebesar 0.052.
Harmoni Bahasa dari Persfektif Penerjemahan dalam Kasus Pemadanan Istilah Teknis Muhamad Nur
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.43 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v6i2.100

Abstract

The language harmony in this study is oriented to the idea of the awakening of sincronized or similar object, concept, definition and term in relation to the terms adoption strategy by a general translation from one language to another (donor by recipient language). Terms are important pillars in the science systems that they must have the same meaning for everyone using it so the information exchange will obtain a good result. Thus, through a general consensus on meanings, names and specific terms along with the usages consistently will result in the uniformity of a special vocabulary containing the standard concepts, terms and definitions. The data collecting method is by browsing electronic library (e-lib) with data source taken as samples such as (1) Phonological adaptation of borrowed terms in Duramazwi reMimhanzi, (2) Translation journal of translation procedures, strategies and methods, (3) Are there connections between English and Romanian terminology in Medicine?, (4) Third-year students’ difficulties in translating computing terms from English into Arabic, (5) Studying Loanwords and Loanword Integration: Two Criteria of confirmity. The analysis is conducting by observing phonological aspects phenomenon (concerning pronunciation system) and orthographic aspect (concerning writing system). Based on these data, it is shown that the technical term equivalence strategy is conducted through the adjustment of sound and the foreign writing system (donor language) with changes based on the phonological system according to the pronunciation and the orthography system of a language (recipient language). The strategy is an attempt to maintain the full meaning of the concept contained in the terms of a language which meaning is not revealed in other languages in order to establish harmony or similarity of vision in the context of the use of the term to build language harmony among language speakers or users.    AbstrakIstilah merupakan sendi penting di dalam sistem ilmu pengetahuan, harus mempunyai makna yang sama bagi semua orang yang menggunakannya, agar pertukaran informasi memperoleh hasil yang baik, maka melalui kesepakatan umum tentang makna, nama dan istilah khusus serta penggunaannya secara konsisten akan menghasilkan keseragaman suatu kosa kata khusus yang memuat konsep, istilah, dan definisinya yang baku.Artikel ini merupakan hasil kajian bidang penerjemahan tentang suatu pendekatan yang terkait dengan peristilahan, khususnya istilah teknis (technical terms). Sejumlah pendekatan yang dapat disajikan adalah sebagai alternatif dengan mengacu pada prinsip-prinsip kesamaan konsep antara bahasa sumber dan bahasa target (donor and recipient language). Data dalam kajian ini diperoleh melalui akses internet (online) untuk memperoleh jurnal, artikel dan referensi lain yang mengkaji masalah peristilahan dan aspek-aspek linguistik secara tekstual yang berorientasi pada bidang penerjemahan. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa bentuk interakasi di antara berbagai bahasa dalam bidang penerjemahan, khususnya menyangkut istilah teknis dapat dilakukan dengan pendekatan penyesuaian aspek kebahasaan atau kaidah linguistik bahasa donor menurut aspek atau kaidah kebahasaan bahasa penerima (recipient language). Hal ini dilakukan adalah sebagai upaya untuk mempertahankan makna konsep yang dimiliki bahasa donor di satu sisi, dan upaya menyesuaikan aspek atau kaidah linguistik menurut bahasa penerima di sisi lain. Dengan demikian, harmoni bahasa dapat terbangun bagi penutur atau pengguna bahasa di antara komunitas bangsa itu sendiri.
VITALITAS BAHASA ENGGANO DI PULAU ENGGANO Sarwo F. Wibowo
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7260.623 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v3i1.6

Abstract

Tujuan penelitian sosiolinguistik ini adalah untuk melaporkan kondisi terkini penutur dan pilihan bahasa masyarakat Enggano. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan model penelitian lapangan. Populasi penelitian adalah penutur asli bahasa Enggano yang berdomisili di pulau Enggano. Data primer dikumpulkan dari masyarakat melalui teknik observasi, wawancara dan survei. Penelitian ini melaporkan bahwa saat ini keseluruhan jumlah penutur bahasa Enggano dibanding total penduduk adalah 59,19% (1424 dari 2406 jiwa). Penutur bahasa Enggano umumnya adalah dwibahasawan atau multibahasawan. Penutur asli bahasa Enggano cenderung menggunakan bahasa Enggano sebagai media komunikasi intrasuku saja. Penggunaannya secara penuhpun hanya ditemukan pada acara ritual adat saja. Data tersebut mengindikasikan bahwa bahasa Enggano saat ini tergolong sebagai bahasa yang mengalami kemunduran (eroding).
STRATEGI CURIOSITY BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ILMIAH POPULER DI KELAS VII SMP NEGERI 3 BANDUNG Widaningsih Widaningsih
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8764.546 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v3i1.46

Abstract

Tulisan ini bermaksud mendeskripsikan perubahan keingintahuan peserta didik terhadap sumber informasi/pengetahuan atau ide tulisan dengan menerapkan strategi Curiosity Based Learning (CBL) dalam pembelajaran menulis teks ilmiah populer. Pemilihan strategi pembelajaran menulis yang terjadi tidak membangun konteks menulis sehingga isi tulisan peserta didik kering ide dan tidak informatif. Strategi pembelajaran yang diterapkan tidak membangun keingintahuan peserta didik terhadap berbagai sumber ide dan informasi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil yang menunjukkan efektivitas penerapan strategi Curiosity Based Learning dalam meningkatkan keingintahuan peserta didik terhadap sumber ide dan informasi. Pada tahap selanjutnya, kemampuan menulis dan kualitas tulisan peserta didik lebih baik dan informatif dibandingkan dengan kelas yang tidak menggunakan strategi ini. Strategi Curiosity Based Learning (CBL) sangat tepat menjadi strategi pembelajaran menulis teks ilmiah populer.
PEMERTAHANAN BAHASA IBU MELALUI GRUP WhatsApp Sahril Sahril
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.518 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v5i1.37

Abstract

anguage preservation could occur if a community collectively used the language wholly. The use of mother language in communities such as in Cendekiawan Batubara WhatsApp group truly supported the effort to preserve the existence of Melayu Batubara language from extinction. This study focused on some archaic vocabularies in Melayu Batubara language that are no longer used in Melayu Batubara communities themselves. This study aimed to describe the language preservation of mother language which indirectly has been carried out by Cendekiawan Batubara WhatsApp group.  ABSTRAKPemertahanan bahasa dapat terjadi bila suatu komunitas secara kolektif menggunakan bahasa itu sepenuhnya. Penggunaan bahasa ibu yang terjadi pada komunitas di grup WhatsApp Cendekiawan Batubara sangat mendukung upaya mempertahankan eksistensi bahasa ibu dari kepunahan bahasa Melayu dialek Batubara. Kajian ini terfokus pada beberapa kosakata arkais bahasa Melayu dialek Batubara yang tidak lagi dipakai dalam komunikasi etnis Melayu Batubara itu sendiri. Kajian ini berusaha menemukan deskripsi pemertahanan bahasa ibu yang secara tidak langsung telah dilakukan oleh komunitas di grup WhatsApp Cendekiawan Batubara.

Page 4 of 32 | Total Record : 312